Otak-Atik Kain Perca Hasilnya Motif Unik

Jumat 10/08/2018 09:23 WIB   Informasi  

Bagi sebagian orang kain perca alias limbah kain hanya dipandang sebelah mata karena tidak bernilai rupiah juga masih dianggap sebagai limbah yang tidak bisa dimanfaatkan. Namun di tangan Dwi Hartini (45), warga Gunung Ketur Kota Yogyakarta ini iseng meracik ide bisnis dari limbah kain. Otak atik kain perca ini pun kini meraup keuntungan. Ia berhasil mengubah kain perca menjadi baju, celana hingga beragam aksesoris.

“Awalnya iseng saja, melihat limbah kain batik di sekitar lingkungan rumah saya. Kok sayang banget sebenarnya kainnya kan bagus, motifnya juga bagus,” cerita Dwi.

Dwi mengawali bisnisnya sejak 2015, ia memanfaatkan limbah kain dari para penjahit di sekitaran Kota Yogya. Ia mengaku, awalnya tidak banyak hanya beberapa kilo saja. Namun kini Dewi sudah mampu menampung limbah kain hingga ratusan kilo.

Namun justru dari sinilah, produk yang Ia hasilkan memiliki keunikan tersendiri. “Kain perca kan motifnya terbatas dan acak, jadi kami tidak bisa membuat banyak model. Karena harus menyesuaikan kain,” terangya.

Dengan kondisi itulah, Dewi berani menggaransi bahwa produknya sangat terbatas alias limited edition. “Jangan khawatir ada yang ngembarin, produk yang kami hasilkan tidak bisa semotif karena tergantung kain perca yang saya dapatkan,” tandasnya.

Dari hasil pontang pantingnya, kini dewi berhasil membangun bisnisnya dibawah nama Dwi Perca DKI Fashion Jogja. Meski begitu, Ia mengaku mengerjakan bisnisnya bersama keluarga.

“Saya pengen bisnis ini tumbuh dari keluarga, namun sesekali kalau ada job skala besar saya bagikan ke rekan kerja saya,” urainya.

Tidak susah untuk menemukan produk kain perca dwi, karna selain di rumah Ia juga sudah memiliki outlet di Xt Square blok C91 Umbulharjo. Disana banyak sekali pilihan produk kain perca, dari kemeja, daster, celana hingga aksesoris.

Untuk soal harga tidak perlu cemas, Dwi sengaja memasang harga optional agar para pelanggan bisa menyesuaikan kebutuhannya. Harga berkisar Rp.15 ribu hingga Rp.250 ribu untuk baju dan celana, sementara untuk aksesoris harga mulai Rp.2 ribu hingga Rp.35 ribu. (Tam)

Komentar