Giri Yuswo Bambu Arum Berikan Terapi Otak dan Hiburan Warga

Jumat 10/08/2018 09:32 WIB   Kegiatan  

Bertambahnya usia tak harus membuat kita lemah justru harus makin bahagia. Menjadi lansia masih banyak yang bisa dilakukan agar bermanfaat bagi sekitar kita. Berkumpul bersama sesama lansia bisa menghasilkan kegiatan produktif. Salah satunya, adalah bermain musik bersama. Selain menjadi hiburan juga bisa mengasah ingatan.

Beragam alat musik bisa dipakai untuk para lansia berlatih. Angklung adalah salah satunya. Siapa yang tidak mengenal angklung? Alat musik yang terbuat dari bambu ini sudah mendunia dan terdaftar sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO. Alat musik multitonal (bernada ganda) yang cara memainkannya dengan digoyang ini menjadi pilihan Ibu Hermina Theresia Catharina atau yang lebih dikenal dengan Ibu Erna Yudhi ini dalam memberdayakan kelompok lansia di Kelurahan Gunungketur Pakualaman.

Sejarah terbentuknya kelompok angklung ini berawal dari gagasan almarhumah Ibu Safuan yang memotivasi rekan- rekan lansia setelah senam bersama untuk berlanjut latihan angklung sekitar dua belas tahun lalu. Sebelumnya mereka telah tergabung dalam grup kulintang. Saat ini kelompok angklung yang diberi nama Giri Yuswo Bambu Arum ini beranggotakan kurang lebih 20 lansia yang ada di Kelurahan Gunungketur.

“Anggotanya yang paling muda berumur sekitar 60 tahun-an dan paling sepuh usia 79 tahun. Tapi mereka masih semangat untuk latihan,” kata Erna.

Menurut Erna, dipilihnya angklung karena dulu saat masih tergabung dalam grup kulintang yang dibimbing Almarhum Bapak Wintarto dari Polsek Pakualaman mereka rajin latihan. Namun, semenjak Pak Win meninggal, latihan kulintang mulai berkurang karena berbagai hal. Para pemain kulintang juga sudah banyak yang meninggal.

“Alat musik angklung kami rasa cocok karena ini yang paling mudah dimainkan oleh lansia,” tutur perempuan berusia 64 th ini saat ditemui di sela- sela latihan di kediaman Ibu Rina Umbara.

Harapan Erna dengan adanya kelompok angklung lansia, bisa menjadi hiburan lansia yang suka musik,bisa menjadi terapi otak agar tetap aktif. Juga, sebagai wadah silaturahmi lansia dan canda tawa bersama teman- teman dan memberi motivasi bahwa lanjut usia tetap bisa berkreatifitas.

Latihan yang diadakan setiap hari Rabu jam 10 pagi diikuti para lansia dengan bahagia dan penuh canda tawa. Tantangan memberdayakan lansia ini cukup unik dengan kondisi yang sudah sepuh, fisik yang sudah lemah, bahkan ada yang sudah berkurang pendengarannya, kadang sering lupa not.

“Yang paling berat angkat- angkat organ dan angklung, yaaa maklum faktor usia namun semangat kami para lansia ini sungguh luar biasa,” ujar Erna yang sekaligus kader bank sampah ini dengan sumringah.

Harapan ke depan semoga Giri Yuswo Bambu Arum ini makin eksis dengan kekompakan dan bertambahnya anggota. Yang tak kalah paling penting lansia di Kelurahan Gunungketur ini sehat dan bahagia. (Herdiana Pratiwi)

Komentar