Klomtan Surya Hijau Suryodiningratan Produksi Kompos Sendiri

Rabu 06/06/2018 10:28 WIB   Kegiatan   Skyelazt

Hidup ditengah perkotaan rasanya sangat mustahil untuk melakukan kegiatan bercocok tanam mengingat tidak adanya lahan yang luas untuk melakukan kegiatan tersebut, namun keterbatasan lahan ini tak membuat para kaum ibu di RW11 Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta putus asa.

 Kaum ibu yang tergabung dalam kelompok tani Surya Hijau ini memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong yang ada di wilayah mereka untuk menanam sayur-sayuran, buah dan berbagai tanaman obat keluarga (Toga) seperti seperti jahe dan kunyit.

 Berbagai sayuran seperti cabai, seledri, tomat, kobis, terong, sawi, kacang panjang, dan sayur-mayur lain tumbuh subur di dalam media tanam berupa polybag atau pot plastik yang disusun bertingkat di halaman rumah mereka.

 Ketua kelompok tani Surya Hijau, Binarni Kuswandari mengatakan pembentukan kelompok tani bermula dari program pemerintah yang mendorong warga untuk menjadikan halaman rumah sebagai lahan sayur dan buah.

 “Namun karena Ibu-ibu disini tidak semua memiliki halaman yang cukup luas untuk tanaman, akhirnya warga membentuk kelompok dan mencari satu lahan yang dikelola bersama, namun jika mereka punya lahan di halaman rumahnya kami anjurkan untuk memanfaatkan lahan mereka ”katanya saat dijumpai belum lama ini

Kelompok tani Surya hijau ini terbentuk pada Desember 2015 dan beranggotakan 25 orang. Mereka setiap harinya bergantian untuk menyiram tanaman-tanaman tersebut. Seminggu sekali semua anggota kerjabakti merawat sayuran.

“Setiap pagi dan sore kami jadwalkan dari anggota untuk menyiram tanaman, dan seminggu dua kali untuk pemberian pupuk.”katanya.

Ketekunan para anggota kelompok tani ini menuai hasilnya, kini mereka sudah tidak pernah membeli sayuran dan buah lagi di pasar. “Sekarang kalau kita mau masak tinggal petik saja dan ini juga bisa mengurangi pengeluaran kita” ungkapnya.

 Selain itu kelompok tani ini juga membuat pupuk sendiri untuk tanaman mereka, Ia menjelaskan, bahan dasar pembuatan pupuk kompos ini berbahan dasar tanaman sayur dan buah milik para anggota yang membusuk.

"Benda yang busuk pun bisa kami ubah menjadi barang yang bermanfaat, dulu kami pernah mendapat pelatihan pembuatan pupuk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya. Saat ini, kami sudah bisa mandiri mengolahnya," katanya.

Kesuksesan Kelompok Tani Surya Hijau dalam pemanfaatan lahan tentunya patut dicontoh oleh kelompok tani di wilayah lain.

 Ia berharap semoga semakin banyak masyarakat yang sadar akan manfaat menanam sayur dan buah di pekarngannya.”Selain mengurangi pengeluaran, manfaat lain jika kita punya kebun sendiri itu bisa dapat meningkatkan kualitas kesehatan karena di jamin pasti tidak menggunakan pestisida” tegasnya (Han)

Komentar