Bintaran Deklarasi Kampung Bebas Asap Rokok
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Bintaran Deklarasi Kampung Bebas Asap Rokok
Warga Kampung Bintaran Kecamatan Mergangsan Yogyakarta mendeklarasikan sebagai kampung bebas asap rokok, ahad (12/8) pagi, yaitu memberikan aturan kepada perokok agar tidak merokok di sembarang tempat. Koordinator Kampung Bintaran Bebas Asap Rokok Andi Maulana mengatakan, deklarasi kampung bebas asap rokok tersebut merupakan kesepakatan warga. "Warga sepakat untuk tidak merokok di dalam rumah dan pertemuan," tandasnya. Kampung Tanpa Asap Rokok ini memberlakukan kebijakan larangan yang membatasi para perokok untuk tidak merokok di tempat umum. Nantinya juga akan disediakan kawasan khusus untuk para perokok. "Setelah deklarasi ini, kami sudah berencana untuk menyediakan kawasan khusus bagi para perokok," jelas ketua RW Menurut dia, deklarasi kampung bebas asap rokok tersebut bukan berarti melarang orang untuk merokok, namun membatasi aktivitas merokok yaitu hanya di tempat yang telah disediakan. "Ada aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan oleh warga saat akan merokok. Kami ingin membangun kesadaran agar warga bisa saling menghargai," imbuhnya. Ia meengatakan tujuan utama dari pembentukan kawasan bebas asap rokok adalah menurunkan angka perokok pemula yang masih cukup tinggi. Lokasi-lokasi yang dilarang untuk merokok di antaranya di dalam rumah, di tempat ibadah, di dalam kendaraan. "Yang terpenting adalah melindungi generasi muda agar tidak menjadi perokok karena biasanya mereka menjadi perokok karena kondisi lingkungannya," imbuhnya. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyambut baik deklarasi kampung Bintararan sebagai kampung bebas asap rokok. Ia mengapresiasi hal tersebut lantaran semua RW di bintaran adalah perokok. "Perokok tapi sadar bahwa rokok berbahaya adalah sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi," kata Heroe Poerwadi usai deklarasi kampung bebas asap rokok di Bintaran. Ia optimistis warganya akan semakin menyadari bahaya merokok karena proses sosialisasi di masyarakat tentang pembentukan RW bebas asap rokok tersebut semakin mudah. "Banyak warga yang sudah mengetahui dampak buruk merokok. Pekerjaan ini tidak mudah, namun harus tetap dilakukan," katanya. Kawasan tanpa rokok, Ia melanjutkan, itu tidak hanya melarang orang untuk merokok saja, namun juga pada kawasan tersebut dilarang untuk memasang iklan rokok. Heroe menambahkan, Pemkot telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan itu, pihaknya yakin KTR di Kota Yogyakarta sangat mungkin dilakukan. Substansi perda tersebut adalah melarang orang untuk merokok di kawasan tanpa rokok. "Bagi para pelanggar akan dikenai sanksi berupa pidana kurungan selama maksimal satu bulan dan denda maksimal Rp 7,5 juta," pungkasnya. (Tam)
Wujudkan Smart City, Kolaborasi Jadi Kunci
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wujudkan Smart City, Kolaborasi Jadi Kunci
Kota Yogyakarta saat ini tengah serius menapaki jalan menuju smart city, untuk itu integrasi sistem smart city terus dipersiapkan secara matang oleh Pemerintah Kota. Dituturkan oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, perwujudan smart city di Yogyakarta tidak sekedar langkah untuk mengejar prestisius, namun yang terpenting, smart city dapat memberikan manfaat dan kemudahan layanan kepada publik,sekaligus mencerdaskan masyarakat dan sinergis dengan kondisi sosio-kultural di Yogyakarta. "Smart city adalah amanat undang-undang, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Keberadaan smart city harus dapat memberikan solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat, jangan mudah menolak apa yang diinginkan warga." Tutur Walikota dalam acara workshop mengenai penguatan implementasi smart city di Ruang Bima, Komplek Balaikota, Selasa (14/8) pagi. Lebih lanjut, Walikota mengatakan, perwujudan smart city sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals dan untuk mendukung hal tersebut diperlukan tiga hal penting, yakni political will, legal basis, dan strategi yang baik. "Zaman berkembang luar biasa, kalau kita gini-gini aja ya jalan di tempat, tidak usah takut untuk menjadi kreatif yang penting kita memberikan services terbaik ke masyarakat dan tetap ada di track yang benar" Tambah Walikota di hadapan peserta yang terdiri dari Kepala OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta serta camat dan lurah di seluruh Kota Yogyakarta Konsep Smart City sendiri sebagaimana diungkapkan oleh guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Suhono Harso Supangkat, merupakan kota yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota menggunakan solusi inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan yang dapat meningkatakan kualitas hidup warganya. "Untuk mewujudkan smart city diperlukan suatu kolaborasi yang menghimpun berbagai stakeholder, baik dari industri, pemerintah, pendidikan, komunitas maupun masyarakat." Katanya. Suhono menyebutkan, penerapan smart city harus sinergis dengan kondisi sosio-kultural yang ada di wilayah tersebut, smart city bukan sekedar adopsi teknologi, namun juga bagaimana mampu menjadi cerdas tanpa meninggalkan kearifan lokal. "Yogyakarta adalah hub yang menghubungkan antara kebutuhan dan persediaan. Hal ini adalah suatu tantangan bagi Yogyakarta. Menjadi industri hub harus punya platform yang kuat dan smart city dapat menjadi platform tersebut." Ungkapnya. Penerapan Smart City yang mengedepankan kolaborasi tersebut, menurut Walikota sejalan dengan semangat yang melandasi Kota Yogyakarta, yakni Segoro Amarto dan Gandeng-Gendong "Kata kuncinya ada di kolaborasi, dan co-creation, nah ini ini kan kalau di kita namanya gotong royong artinya sejalan dengan Segoro Amarto dan Gandeng-Gendong" Sebut Walikota Disebutkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad. Yogyakarta sebagai salah satu kota yang terpilih mengikuti Program Gerakan menuju 100 Smart City saat ini tengah melakukan penyusunan masterplan dan penentuan program. "Penyusunan smart city di Yogyakarta tak lepas dari konsep smart city versi Yogyakarta yang terdiri dari empat kata kunci utama yang dielaborasikan, yakni pendidikan, pariwisata, budaya, dan pusat pelayanan jasa. Menjadi sangat urgent untuk menyamakan persepsi kepada seluruh Kepala OPD dan Unit Kerja di Pemerintah Kota untuk bisa memahami tuntutan bahwa semua elemen Pemkot harus aktif terlibat dalam proses kerja pengembangan smart city di Yogyakarta" Katanya. (ams)
Ada Pasar Payung di Tegalrejo, Mampir Yuk!
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ada Pasar Payung di Tegalrejo, Mampir Yuk!
Namanya pasar payung, tapi jangan kaget setibanya disana tidak menemukan penjual payung. Pasar yang berada di sepanjang jalan Bener, Tegalrejo Yogyakarta tersebut menjajakan aneka dagangan mulai dari kuliner hingga pakaian. Dinamakan pasar payung karena semua pedagang wajib mengenakan payung untuk menjajakan dagangannya. Begitu unik dan ikonik, kita pun disuguhi beragam barang-barang dan kuliner menarik. Pasar yang baru saja dilaunching pada ahad, (12/8) pagi tersebut hadir sepekan sekali yakni tiap ahad pagi sejak pukul 06:00 hinggga 12:00 wib. Selain cocok untuk belanja, pasar payung juga cocok untuk jalan-jalan bersama keluarga karena pasar payung bakalan dilengkapi dengan sederet hiburan untuk memeriahkan dan menyambut pengunjung. Hiburan yang dihadirkan pun beragam, mulai dari konser musik, panggung budaya, lomba anak-anak, dan sederet acara menarik lainnya. Kepala Desa Bener Sri Suparbiyono menjelaskan, Awal muncul pasar tersebut tak lain karena ide dan gagasan para warga Kelurahan Bener yang ingin memajukan perekonomian dan menjadikan kampung wisata di daerah tersebut. Nama Pasar Payung sendiri, sambungnya, diambil dari payung warna-warni yang dipakai untuk penutup setiap lapak. Setelah mendapat persetujuan dari seluruh warga, akhirnya nama tersebut dipakai dan digunakan sebagai ciri khas. "Awalnya hanya disediakan total 40 unit payung, berkat antusias masyarakat maka stand penjualan bertambah menjadi 130," imbuhnya. Sri Suparbiyono menambahkan, Penjual di Pasar Payung diutamakan untuk warga Kecamatan Tegalrejo, khususnya bagi warga Kelurahan Bener. "Barang yang dijual sangat beragam, layaknya pasar pada umumnya. Ada produk makanan, pakaian, hingga barang-barang daur ulang," urainya. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi nampak antusias ketika meresmikan dibukannya Pasar Payung di Tegalrejo tersebut. Ia menilai Pasar Payung bakan menjadi ikon baru Kota Yogyakarta. "Pasar Payung harus memiliki ciri khas tersendiri untuk menarik perhatian, sehingga pasar payung menjadi kuat dan memiliki daya tarik," ujarnya. Heroe mengingatkan, Supaya tidak muncul masalah panitia harus benar-benar tegas, jangan sampai ada pedagang yang tetap jualan di luar hari minggu. "Pasar ini kan dibuka khusus hari minggu saja, kedepan jangan sampai ada penumpang gelap, pedagang yang nekat berjualan di luar jadwal yang telah ditentukan," tandsanya. Pasar Payung, sambungnya, merupakan modal besar untuk pemberdayaan UMKM. Pasar tersebut dibuat untuk menjajakan hasil produksi warga setempat sehingga perekonomian pun meningkat. (Tam)
Walikota Kukuhkan 39 Paskibraka Kota Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Kukuhkan 39 Paskibraka Kota Yogyakarta
Bertempat di Ruang Bima Kompleks Balaikota, Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta tahun 2018 resmi dikukuhkan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Selasa (14/8). Paskibraka ini akan mengemban tugas menaikkan bendera merah putih pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73 tanggal 17 agustus mendatang. Acara terlebih dulu dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian 39 anggota Paskibraka yang akan dikukuhkan Haryadi mencium bendera merah putih secara bergantian dilanjutkan prosesi pengukuhan. Dalam arahannya, Haryadi mengingatkan amanah menaikkan bendera merah putih tidak mudah. Untuk itu Ia berpesan agar anggota Paskibraka bisa melaksanakan tugas dengan baik. Pada kesempatan tersebut, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengakatan jika anggota Paskibra yang telah dikukuhkan merupakan generasi muda pilihan yang merupakan ujung tombak dari pembangunan dan kesatuan bangsa. "Mereka adalah generasi pilihan yang maju dan menjadi ujung tombak dari pembangunan dan kesatuan bangsa," katanya. Ia berharap anggota Paskibra Kota Yogya yang telah dikukuhkan dapat menjadi contoh keteladanan, bermoral, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi bagi masyarakat di sekitarnya. "Dapat menjadi contoh keteladanan, bermoral, dan memiliki jiwa nasional yang tinggi bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya," imbuhnya. Sementara itu untuk menumbuhkan nasionalisme, Haryadi meminta seluruh anggota Paskibraka untuk memasang bendera merah putih di kamar tidur masing-masing. "Saya minta yang kamar tidurnya belum ada bendera, segera di pasang bendera merah putih, ini penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa ini," tandasnya. Selain itu, Haryadi juga meminta mereka untuk mematangkan latihan. Pada puncak gladi bersih pun Haryadi ingin tidak ada kesalahan sekecil apapun. "Masih ada hari untuk berlatih, terus serius dan jangan ada kesalahan sedikitpun dalam mengemban amanah ini," tegas Haryadi. Upacara kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan. (Tam)
Heroe Poerwadi Ajak Emak Emak Diskusi Pangan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Heroe Poerwadi Ajak Emak Emak Diskusi Pangan
Puluhan ibu rumah tangga alias emak-emak yang memiliki usaha produksi pangan rumahan berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Balaikota Yogyakarta, Rabu (15/8). Dalam kesempatan tersebut, para peserta yang mayoritas adalah para ibu rumah tangga tak segan-segan memamerkan hasil produk mereka dihadapan Heroe Poerwadi. Bahkan ada yang meminta Heroe untuk mencicipi. Heroe yang pada kesempatan itu menjadi narasumber mengajak para pelaku UMKM/Industri Rumah untuk melengkapi usahanya dengan Nomor Industri Rumah Tangga Pangan (Nomor IRTP). "Sebab bisnis sektor makanan akan mendapatkan profit yang maksimal jika kita pintar dalam mengelola serta tidak berhenti berinovasi," kata Heroe. Ia berharap fasilitas IRTP bisa mendukung usaha masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Ia ingin para pelaku idustri kuliner yang berbasis rumahan menjadi bagian dari program gandeng gendong. Pemerintah Kota Yogyakarta, sambungnya, tengah melakukan pendataan terhadap warganya yang memiliki usaha membuat snack maupun catering. Data tersebut selanjutnya dihimpun dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM) snack. "Pak Dalbang (Pengendalian Bangunan) bikin SIM snack tentang data jumlah kecamatan yang bisa dibeli snacknya. Kemudian OPD didorong mengambil snack di berbagai kecamatan yang berbeda. Nanti kita pantau apakah OPD membeli di snack di kecamatan yang sesuai dengan penugasan," urainya. Ia pun mendorong para ibu rumah tangga pelaku UMKM untuk mendaftarkan usahanya ke SIM-Snack. Namun Heroe meminta agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas sehingga mampu bersaing. "Sebab bisnis sektor makanan akan mendapatkan profit yang maksimal jika kita pintar dalam mengelola serta tidak berhenti berinovasi," jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Fita Yulia Kisworini menurutkan, Diklat Keamanan Pangan untuk Pengusaha Industri Rumah Tangga Pangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara menyajikan produk yang sehat dengan sertifikasi. "Industri rumah tangga pangan dapat menjadi salah satu pilihan yang tidak boleh di remehkan. Banyak usaha industri pangan yang dibangun dari ruang dapur rumah tangga dan terbukti terus tumbuh dan sukse," papar Fita. Dengan mengikuti Diklat tersebut, diharapkan para pelaku usaha memiliki kompetensi untuk memproduksi produk industri rumah tangga pangan yang memenuhi standart kemanan pangan. "Produk bapak ibu segera didaftarkan perijinannya di Dinas Kesehatan untuk memperoleh izin edar berupa Nomor Industri Rumah Tangga Pangan (Nomor IRTP)," tandasnya. Fita mengatakan, jika penyuluh tentang keamanan pangan produk olahan pangan merupakan program rutin yang dilakukan oleh Dinkes Kota Yogya. Setiap kali penyuluhan diikuti oleh 60 sampai 70 perserta yang terdiri dari IRTP baru yang mulai atau merintis usahanya. "Kegiatan penyuluhan ini bukti hadirnya pemerintah dalam menjamin keamanan pangan di masyarakat,"ujarnya. (Tam)
Walikota Yogya Memberi Motivasi ke 38 Pakibraka
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Yogya Memberi Motivasi ke 38 Pakibraka
Sebanyak 38 paskibraka mengikuti training motivasi yang digelar di Wisma Sargede. Rabu (15/8). Sebelum mengibarkan sang saka merah putih pada upacara peringatan HUT RI ke-73 yang jatuh pada hari jumat mendatang, siswa siswi diberikan motivasi agar senantiasa lancar dalam menjalankan tugasnya. Dalam acara yang di gelar di gedung pertemuan Wisma Sargede dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Anggoro Sulistyo dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, juga memberi motivasi kepada 38 paskibraka agar memiliki kebanggaan karena terpilih mewakili sekolahnya. "Tidak semua orang terpilih untuk menjalankan tugas mulia menaikan dan menurunkan bendera merah putih pada HUT RI" ujarnya. Selain itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menceritakan sejarah mengenai kota Yogyakarta dan menceritakan bagaimana HUT RI sangat penting untuk di peringati sebagai Kemerdekaan Indonesia. Karena itu, lanjutnya, siswa yang terpilih harus punya kebanggaan, namun kebanggaan tersebut jangan hanya pada saat menjalankan tugas tanggal 17 Agustus, namun kebanggaan tersebut harus nyata dalam sikap hidup setiap hari di sekolah dan lingkungan sekitar. Menurutnya tantangan pemuda masa kini dihadapkan pada peran penting pemuda sebagai pelaku aktif dan kritis guna mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan disegani. Eksistensi Indonesia masa depan sangat tergantung pada kekuatan kolektif pundak para pemuda untuk terus memanggulnya. "Eksistensi pemuda tidak hadir pada ruang yang kosong, sebab perannya senantiasa strategis, dan berada di setiap kejadian penting sejarah perjalanan bangsa. Wajah Indonesia masa depan sebagian tergambar pada potret para pemuda masa kini" katanya. Ia berharap agar para paskibraka menjadi generasi muda yang tangguh dan menjadi anak yang santun dan berbakti kepada orang tuanya. "Jangan lupa tetaplah jadi anak yang santun dan berbakti kepada orang tua karena merekalah yang bisa membuat kalian seperti ini membuat kalian menjadi putra putri indonesia". uangkapnya. (Hes)
Jaring Pemilih Pelajar, KPU lakukan Perekaman KTP pada hari Sabtu dan Minggu
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jaring Pemilih Pelajar, KPU lakukan Perekaman KTP pada hari Sabtu dan Minggu
Dalam rangka memberikan pelayanan dan melindungi hak pilih warga masyarakat Kota Yogyakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Yogyakarta menggelar layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) bagi warga Kota Yogyakarta yang belum melakukan perekaman data untuk KTP-El. Perekaman telah dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 16 Agustus dan diperpanjang pada hari Sabtu (18/) dan Minggu (19/8) mendatang. Dituturkan oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Wawan Budiyanto, hal tersebut dilakukan untuk menjaring siswa SMA/SMK yang belum bisa melakukan rekam KTP-El "Sabtu dan Minggu kan mereka libur sehingga bisa ikut perekaman di Kantor KPU. Waktunya untuk Sabtu dari pukul 08.00 " 15.30 dan Minggu pukul 08.00 sampai 12.00" Tuturnya saat Jumpa pers di Kantor KPU Kota Yogyakarta, Rabu (15/8) Wawan mengungkapkan, di Kota Yogyakarat tercatat 3.668 orang belum melakukan perekaman KTP-El dan 75 persen di antaranya merupakan pemilih pemula yanga pada saat ini belum genap 17 tahun naum pada hari H pencoblosan sudah berusia 17 tahun dan punya hak untuk memilih "Kami berharap mereka memanfaatkan waktu untuk melakukan perekaman" Tandas Wawan. Lebih lanjut, Wawan mengungkapkan, hasil rekam KTP-El tersebut akan segera diolah ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang paling lamabt akan diumumkan pada tanggal 21 Agustus 2018 mendatang, namun demikian Wawan mengatakan, mereka yang tidak masuk dalam DPT bisa langsugn datang ke TPS setempag dengan membawa KTP-el "Mereka yang tidak masuk dalam DPT akan masuk pada pemilih khusus, tinggal datang ke TPS membawa e-KTP. Nanti mereka mencoblos dari pukul 12.00 " 13.00 menggunakan surat suara cadangan" Tambahnya Wawan menambahkan, perekaman data KTP-El dilaksanakan untuk menjamin ketersediaan suara yang dibutuhkan karena keterbatasan surat suara cadangan yang juga digunakan bagi mereka yang merupakan warga pendatang atau warga luar kota yang menggunaakn hak suaranya di Kota Yogyakarta melalui form A5 "Jumlah surat suara cadangan hanya 2 persen dari total keseluruhan yang ada di tiap TPS. Saat ini kami sudah melakukan sosialiasi ke 17 sekolah untuk mendorong para pelajar ini agar segera melakukan perekaman KTP-El sebelum Pemilu 2019" Pungkasnya. (ams)
Prawiro Coffe Festival Dua, Heroe Poerwadi Ingin Yogyakarta Menjadi Destinasi Wisata Kopi
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Prawiro Coffe Festival Dua, Heroe Poerwadi Ingin Yogyakarta Menjadi Destinasi Wisata Kopi
Sukses di tahun pertamanya, Komunitas Kopi Nusantara kembali menggelar Prawiro Coffe Festival #2 (PCF#2) di sepanjang Jalan Prawirotaman II, Yogyakarta, Kamis (16/8). Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pun ingin Yogyakarta menjadi destinasi wisata kopi. Heroe Poerwadi mengapresiasi Prawiro Coffe Festival #2, menurutnya event yang digelar bersamaan dengan malam peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI tersebut bakal menjadi pendongkrak Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata kopi. Yogyakarta tidak hanya dikenal dengan kuliner gudeg dan bakpia. Ternyata kopi juga menjadi tujuan wisata juga. "Ini bisa jadi event tahunan rutin, Yogya bisa menjadi daerah tujuan wisata kopi," kata Heroe. Menurutnya, Yogyakarta adalah kota yang terbuka bagi semua orang termasuk bagi para penikmat dan pegiat kopi. "Jogja itu untuk semua. Karena itulah saya sengaja datang kesini sore hari sebagai bentuk apresiasi. Saya sangat mendukung Prawiro Coffe Festival 2018 dan berharap bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya," terangnya. Ketua Panitia Prawiro Coffee Festival #2 Anggi Dita mengatakan tahun kedua ini, panitia akan membagikan gratis ribuan cup kopi dari berbagai daerah di Indonesia. "Tahun ini mengambil tema Tirakatan Sambil Ngopi," imbuhnya. Seperti tahun lalu, sambungnya, acara Prawiro Coffee Festival #2 ini para peserta adalah pelaku bisnis kopi, coffeeshop dan petani kopi hingga bisnis industri ikutannya. Peserta datang dari berbagai daerah dari Yogyakarta Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, hingga Bali. "Komunitas Kopi Nusantara ingin menggaungkan PCF#2 sebagai event berbasis wilayah menjadi event yang diakui secara nasional, bahkan Internasional," ucapnya. Ia melanjutkan, acara ini mengambil tema Tirakatan Sambil Ngopi, karena memang digelar bersamaan dengan malam peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI. Ada yang berbeda di tahun kedua ini, PCF#2 memiliki moment spesial yakni tos kopi bareng. Momen ini serentak dilakukan di Jalan Prawirotaman II oleh Wakil Walikota Yogyakarta bersama pengunjung, peserta dan masyarakat sekitar. Anggi mengatakan momen tos kopi bareng ini bertujuan menggelorakan kopi nusantara. Selain itu melalui PCF#2 ini dapat mendorong terwujudnya sebagai kota wisata sekaligus menjadi rintisan terwujudnya Yogyakarya sebagai kota wisata kopi. Selain itu, kata Anggi ada pengumpulan donasi untuk korban gempa bumi di Lombok beberapa waktu lalu. "Kami sediakan kotak donasi di beberapa titik bagi yang ingin donasi Lombok," katanya. (Tam)
Upacara 17 Agustus, Mahasiswa Papua Mendadak Datangi Wali Kota Yogya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Upacara 17 Agustus, Mahasiswa Papua Mendadak Datangi Wali Kota Yogya
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-73, diawali dengan Upacara Kemerdekaan sekaligus pengibaran sang Saka Merah Putih di halaman Balai Kota Yogyakarta, Jumat (17/18). Sejumlah mahasiswa Papua di Yogyakarta membuat kejutan saat upacara. Setelah upacara bendera selesai, mahasiswa papua tiba-tiba maju menuju panggung wali kota dan pejabat lain. Para mahasiswa Papua ini, ternyata ingin memberikan bunga simbol cinta dan rasa bahagia. Mereka sangat bahagia karena sudah beberapa tahun kuliah di Yogya tetapi baru pertama kali ini mendapat kesempatan mengikuti upacara peringatan HUT RI. Ketua Korwil Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Tolikara (IKB-PMPT) Jogja-Solo, Gasfar Wanimbo mengatakan, Ini pertama kali saya diberi kesempatan upacara di balai kota Yogyakarta. "Ini pertama kali saya diberi kesempatan upacara di balai kota, kami gembira, rasanya sangat bahagia," ujarnya. Para mahasiswa tersebut memberikan bunga kepada Wali Kota Haryadi Suyuti, Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini. Mendapat kado bunga, Haryadi Suyuti mengatakan momentum HUT Kemerdekaan RI di Balaikota menjadi terasa lebih istimewa dengan kehadiran mahasiswa Papua dan daerah lainnya. Tradisi keikutsertaan mahasiswa baik dari Papua dan daerah lain diharapkan bisa terus berlanjut untuk meneguhkan Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia. "Bunga ini sebagai representasi hubungan harmonis, dalam hal ini cinta Indonesia, cinta Yogyakarta,"ujarnya. (Hes)
Pemkot Yogyakarta Luncurkan GO SAHAJA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogyakarta Luncurkan GO SAHAJA
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Yogyakarta meluncurkan gerakan Orang tua Sahabat Remaja (Go Sahaja) sekaligus mendeklarasikan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Kamis (16/8/2018). Launching dan deklarasi tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKB Kota Yogyakarta, Eny Retnowati mengungkapkan, Pernikahan dini masih menjadi topik yang tak henti-hentinya dibahas dan menjadi perhatian utama. Berdasarkan data yang ada, pernikahan dini di Kota Yogyakarta disebabkan oleh adanya kasus Kehamilan yang Tidak Dikehendaki (KTD). "Salah satu terobosan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui suatu gerakan yang disebut Gerakan Orang tua Sahabat Remaja atau disingkat menjadi GO SAHAJA," tukasnya usai launching Go Sahaja, di RW I Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Kamis (16/8/2018). Gerakan tersebut, sambungnya, dimaksudkan untuk memperkuat kembali ikatan dalam sebuah keluarga, meningkatkan pemahaman akan arti pentingnya keluarga sebagai sebuah tatanan kehidupan sosial yang paling kecil, sekaligus yang paling penting yakni membangun karakter bangsa. Eny menilai, minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, longgarnya tata nilai dalam masyarakat, kemajuan teknologi informasi, serta lemahnya penerapan 8 fungsi keluarga, disinyalir menjadi penyebab terjadinya kasus pernikahan dini yang diakibatkan oleh KTD. Ia melanjutkan, Pernikahan dini sendiri lebih berdampak buruk, jika dikaitkan dengan resiko-resiko kesehatan reproduksi khususnya bagi perempuan. Eny mencontohkan sepert terjadinya komplikasi dalam persalinan, pendarahan, sampai meningkatnya resiko terkena kanker serviks. Sedangkan resiko pada bayi yang dilahirkan diantaranya adalah berat bayi lahir rendah (BBLR), dan stunting. Selain itu, Menurut Eny pernikahan dini juga membawa resiko sosial dan psikologis yang dihadapi pelakunya, yaknki rentan terjadinya kasus KDRT, bahkan berakhir dengan perceraian dini, menurunkan angka partisipasi sekolah, serta berdampak terhadap meningkatnya angka kemiskinan. Ia berharap gerakan tersebut mampu mengembalikan keluarga pada fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pendidik bagi seluruh anggota keluarga. "Acara ini juga bertujuan meningkatkan komitmen pada pemangku kepentingan di wilayah RW 1 Jlagran terhadap upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)," imbuhnya. Launching Go Sahaja dan Deklarasi PUP di Jlagran merupakan tindak lanjut atas deklarasi yang telah dicanangkan di seluruh Kecamatan di Kota Yogyakarta pada tahun 2017, yang diinisiasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY. "Serta deklarasi serupa di Kota Yogyakarta pada tahun 2018 yang diinisasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta," pungkasnya. (TS)
Kota Yogyakarta Miliki 55 Kampung Panca Tertib
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kota Yogyakarta Miliki 55 Kampung Panca Tertib
Hingga agustus 2018 ini setidaknya 55 kampung mendeklarasikan diri sebagai kampung panca tertib. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan terus menambah pembentukan kampung-kampung panca tertib. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, pembentukan kampung panca tertib tersebut salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketertiban dan kenyamanan di Kota Yogya. Paling akhir kampung yang dikukuhkan sebagai kampung panca tertib adalah kampung Kadipaten Kidul, Kecamatan Kraton. "Seluruh elemen warga dan tokoh masyarakat harus mendukung terciptanya kampung panca tertib ini," kata Heroe di lokasi, Minggu (19/8). Menurutnya Kampung panca tertib ini membawa dampak yang positif terhadap penegakan peraturan di daerah, sehingga supaya dapat ditambah ke depannya. ia menandaskan bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban setiap warga agar tetap tertib dari segala aspek. "Kehidupan sosial bermasyarakat harus terus dijaga seperti saling tolong menolong, rukun, serta memiliki lingkungan tertata rapi merupakan kunci kebersamaan dalam hal ini rukun warga," tandasnya Ia pun meminta agar masyarakat dapat terus bersinergi bersama pemerintah untuk meneggakkan peraturan melalui gerakan tersebut. Ia berharap gerakan tersebut bisa meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketertiban sehingga masyarakat memahami bahwa ketertiban adalah bagian dari kebutuhan dasar. "Dengan kampung panca tertib, strategi penertiban berbasis kampung jauh lebih efektif," ujarnya. (Han)
Wakil Walikota Hadiri Malam Tasyakuran Warga Patehan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Hadiri Malam Tasyakuran Warga Patehan
Warga Kota Yogya memiliki tradisi malam tasyakuran/tirakatan yang digelar setiap malam 17 Agustus untuk memeringati HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia. Di tengah warga terdapat sebuah tumpeng yang dipasang bendera merah putih. Tradisi malam tirakatan tak hanya diikuti oleh orang dewasa melainkan juga remaja dan anak-anak. Mereka berkumpul di suatu lokasi yang cukup luas dan mudah dijangkau oleh warga setempat. Seperti malam tirakatan yang digelar warga RW 07 Kelurahan Patehan di balai Gardu pojok beteng Kulon. Tumpeng yang dilengkapi ingkung ayam utuh itu kemudian dipotong oleh tokoh sesepuh dan diberikan kepada dua remaja putra-putri. Sebelum pemotongan tumpeng, warga juga diajak mengenang jasa pahlawan, dan diingatkan akan pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Suasana gotong royong terlihat karena setiap kepala keluarga menyumbangkan makanan untuk dinikmati bersama di malam tirakatan. Kegiatan tersebut sangat di apresiasi oleh Wakil Walikota Yogyakarta,Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut hadir dalam malam Tasyakuran tersebut. Menurutnya Kegiatan tersebut dapat membangun keguyubrukunan antar warga. "Selain itu juga untuk mengenalkan jiwa nasionalisme pada anak-anak agar mereka tahu sejarah negaranya"ujarnya di lokasi, Kamis (16/8/) malam. Ia pun mengajak warga Patehan pada HUT Kemerdekaan RI ke " 73 ini untuk mengisinya dengan hal-hal yang positif. "Mari kita terus berdoa untuk tetap utuhnya NKRI serta mendukung program-program pemerintah baik pemerintah" ungkapnya. Terutama untuk generasi muda juga diharapkan bisa kemerdekaan dengan hal-hal positif. Sebab selain bahaya radikalisme, pengaruh buruk narkoba juga terus menggerogoti generasi bangsa. (Han)
Pramuka Bakti Husada Harus Mampu Tingkatkan Kesehatan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pramuka Bakti Husada Harus Mampu Tingkatkan Kesehatan
Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Kota Yogya diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan membantu percepatan pencapaian cakupan upaya kesehatan. Dalam hal ini sebagai pelopor hidup bersih dan sehat dan menjadi kader penggerak pembangunan kesehatan. Satuan Karya Pramuka bakti Husada yang merupakan wadah pengembangan, pengetahuan, pembinaan, keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberi kesempatan untuk membaktikan diri generasi muda kepada masyarakat dalam bidang kesehatan merasa berkewajiban untuk terus membina generasi muda agar terus belajar dan dapat menjadi contoh berperilaku sehat dalam masyarakat. Salah satu wujud dari kegiatan yang dapat membangun kader muda di bidang kesehatan adalah dengan adanya kegiatan Lomba Krida, dimana pada tahun ini, lomba krida mengusung tema "Pramuka Masa Kini Peduli Lingkungan Bersih dan Sehat". Hadir dalam pembukaan lomba krida tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Pada kesempatan tersebut ia mengatakan sebagai kader generasi penerus bangsa perlu menyadari tentang pentingnya kesehatan di lingkungan guna mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia di bidang kesehatan. "Kesehatan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan banyak kader kesehatan yang berfungsi memberikan penyuluhan dan menjadi tauladan dalam kehidupan sehari-hari" katanya di lapangan Balaikota, Minggu (19/8). Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan kemampuan bagi generasi muda untuk selalu mengasah pengetahuan tentang kesehatan terlebih lagi dalam keadaan darurat maupun penanganan bencana. "Salah satu contoh kegiatan yang dapat mengasah kemampuan generasi muda dalam memahami pengetahuan tentang kesehatan ialah melalui ajang lomba sehingga generasi muda termotivasi dan tertantang untuk terus belajar meningkatkanpengetahuannya, khususnya dalam bidang kesehatan" ungkapnya. Ia berharap dengan adanya lomba tersebut dapat menjadi sarana mengkampanyekan perilaku hidup sehat kepada masyarakat. "Selain itu juga sebagai sarana peningkatan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam bidang kesehatan maupun mempersiapkan generasi muda yang mencintai lingkungan alam sekitar" ujarnya. Wawali berpesan untuk senantiasa konsisten dalam membina, membentuk, serta melahirkan kader-kader yang sehat jasmani rohani berkarakter dan berbudi mulia. "Pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan dibidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota masyarakat di lingkunganya" katanya. (Han)
Pimpin Apel Hari Pramuka ke-57, Heroe Poerwadi Serukan Revolusi Mental
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pimpin Apel Hari Pramuka ke-57, Heroe Poerwadi Serukan Revolusi Mental
Ketua Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memimpin apel besar hari pramuka ke-57 di halaman Balaikota, Sabtu (18/8/2018). Heroe menyerukan pentingnya revolusi mental bagi generasi muda untuk kemajuan bangsa Indonesia. "Pembangunan karakter serta revolusi mental saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ucap Heroe saat memberikan arahan kepada peserta apel. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang handal selayaknya harus berjalan bersamaan seirama dengan pembangunan fisik. Salah satu kunci keberhasilan pembangunan bangsa menurut Heroe terletak pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan selalu berubah berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. "Perkembangan kemajuan jaman serta fenomena globalisasi di sekitar kita, Gerakan Pramuka tetap membangun manusia yang memiliki karakter, serta juga memiliki watak yang kuat," tandasnya. Namun begitu, Heroe menyebut bukan hanya membangun generasi muda yang cerdas dan menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga yang memiliki kepribadian yang tangguh, berbudi pekerti luhur, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. "Generasi muda seperti inilah yang akan sanggup menghadapi berbagai tantangan serta mengatasi berbagai macam persoalan, baik di dalam negeri maupun dalam kerangka globalisasi, serta menuju masa depan yang lebih baik," kata Heroe. Memasuki usianya yang ke-57 tahun, Gerakan Pramuka tentu masih sangat relevan. Hal itu menurut Heroe karena kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan, di mana jiwa dan semangatnya yang luhur, diadaptasi dari kepribadian bangsa Indonesia. "yaitu jujur, sederhana, rendah hati, senang bergotong-royong membantu sesama yang sedang membutuhkan ; yang kemudian dipadukan dengan semangat pantang menyerah, trengginas, dan selalu ingin berperan bermanfaat bagi lingkungannya," jelasnya. (Wis/Tam).
Idul Adha 1439 H, Pemkot Terima 3 Hewan Kurban
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Idul Adha 1439 H, Pemkot Terima 3 Hewan Kurban
Senin (20/8) Pemerintah Kota Yogyakarta menerima tiga hewan kurban berupa sapi. Masing-masing dari Bank Jogja, BPD DIY dan dari Gubernur DIY. Rencananya hewan kurban tersebut akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah yang bertepatan pada hari Rabul (22/8). Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengaku senang dan mengapresiasi kepada Shohibul Qurban dalam menebarkan semangat berbagi kepada sesama. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para Shohibul Qurban yang telah berkenan menyalurkan hewan kurban kepada Pemerintah Kota Yogyakarta. "Selanjutnya hewan kurban ini akan diserahkan kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Yogyakarta, takmir Masjid Syuhada dan ketua panitia Idul Adha Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta," ucap Haryadi Suyuti saat serah terima hewan qurban di halaman Masjid Diponegoro Kompleks Balaikota, Senin (20/8). Hari Raya Idul adha ini, Kata Haryadi menjadi momentum untuk menebar semangat berbagi kepada sesama dan mengajak masyarakat Yogyakarta untuk selalu bersyukur, mengingat apa yang tengah dialami oleh saudara-saudara kita yang berada di Lombok. "Idul Adha adalah momentum bagi kita untuk semangat memberi dan peduli kepada sesama, dan ini harus selalu ada dalam jiwa kita dalam kehidupan sehari-hari," kata Haryadi menambahkan. Haryadi juga berpesan agar penyembelihan hewan kurban tahun ini dapat dilakukan sesuai dengan perikehewanan dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kesehatan maupun peralatan yang dipergunakan. "Dan penting juga saya ingatkan, kepada para panitia penyembelihan hewan kurban tahun ini agar menggunakan kantong plastik yang khusus untuk makanan, kualitasnya yang bagus dan mudah terurai," tandasnya. Dalam kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto memastikan pemotongan hewan qurban di RPH Giwangan tidak dipungut biaya alias gratis. "Bagi panitia qurban yang sudah mendaftarkan untuk memotong hewan qurban di RPH Giwangan tidak dikenakan tarif retribusi pemotongan hewan," kata Sugeng. Untuk memastikan proses pemotongan berjalan sesuai dengan standart yang telah ditentukan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga telah membentuk tim untuk memantau dan mengawasi hewan qurban mulai dari pasar tiban, kandang hingga lokasi pemotongan. "Tim tersebut akan memantau dan memeriksa hewan sejak sepuluh hari sebelum hari Raya Idul Adha. Satau hari sebelum pemotongan dan pada hari pemotongan qurban, sejak 10 sampai 13 dzulhijjah 1439 H," urainya. Dalam kesempatan tersebut Walikota secara simbolis juga menyerahkan pisau dan baju kepada sembilan mahasiswa Universitas Gadjahmada yang tergabung dalam tim pemantau dan pengawas hewan kurban Kota Yogyakarta. (Nona/Nana)