Pawai Budaya Ogoh-Ogoh Di Sepanjang Malioboro
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pawai Budaya Ogoh-Ogoh Di Sepanjang Malioboro
Sepanjang jalan Malioboro diselenggarakan Pawai Budaya Ogoh-Ogoh sabtu, (10/3). Pawai berlangsung mulai pukul 15.00-18.00 WIB. Pawai ini sebagian dari rangkaian kegiatan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2018. Sebelumnya sudah berlangsung rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi yang dimulai tanggal 29 Desember 2017 yaitu dengan menggelar bakti sosial, donor darah dan ceramah keagamaan. Rangkaian ini diakhir dengan kegiatan yang akan dilaksanakan di Pantai Parangkusumo, Bantul. Ketua Panitia Perayaan Hari Raya Nyepi DIY, I Komang Kesuma mengatakan, Pawai Budaya Ogoh-ogoh adalah sebagian Rangkaian kegiatan yang selalu di tunggu-tunggu masyarakat Yogyakarta, terutama warga di sekitar pura disetiap menjelang perayaan Nyepi. I Komang Kesuma mengatakan pawai budaya ogoh-ogoh ini dihadiri oleh 15 peserta yang ikut berpartisipasi khususnya Keluaga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta " pawai ini di meriahkan oleh keluarga mahasiswa hindu dharma dari perguruan tinggi yang ada di DIY. Ada sekitar 15 peserta yang ikut memeriahkan acara ini," ungkapnya Menurut dia, kegiatan pawai budaya ini ditujukan untuk memperkenalkan budaya Bali kepada semua generasi muda dan ikut melestarikan salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia. Selain ogoh-ogoh yang bertemakan kerukunan dan persaudaraan sejati, juga menampilkan Kereta Jaganat dan gunungan yang diikuti oleh kelompok lintas agama. Ogoh-ogoh yang ditampilkan nantinya akan diarak di 3 pura yaitu pura Widyadarma, Pura Padmabuwana dan Pura Widyadarma pada 16 maret yang kemudian akan di bakar. Saat umat Hindu membakar ogoh-ogoh ini, sebagai simbol menghilangkan seluruh sifat buruk atau negatif manusia. I Komang Kesuma mengatakan harapan untuk tahun kedepan agar event ini terus menerus dilaksanakan di berbagai kota, tidak hanya di Yogyakarta tetapi di seluruh Indonesia. " saya berharap, semua masyarakat semakin memperkenalkan kebudayaan dan pariwisata yang sekarang ini sudah berkembang khususnya pada unsur budaya, sosial, agama," ungkapnya (Hes)
Memahami  Pendapatan Pajak dan Aset Daerah, Komisi III DPRD Kota Tangerang berkunjung ke Pemkot Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Memahami Pendapatan Pajak dan Aset Daerah, Komisi III DPRD Kota Tangerang berkunjung ke Pemkot Yogyakarta
Komisi III Kota Tangerang melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta, jum"at (9/3). Kunjungan kerja tersebut di ruang Yudhistira. Dihadiri oleh 10 anggota dari rombongan Komisi III DPRD kota Tangerang. Dalam kunjungan tersebut dihadiri oleh, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Dedi Chandarawijaya dan jajaran staf dari berbagai fraksi Komisi III DPRD Kota Tangerang, serta Staf Ahli Pemkot Tri Widiyanto, mewakili Walikota Yogyakarta. Topik pembicaraan kunjungan kerja adalah mempelajari Pengelolaan Keuangan, PAD, Pajak Daerah dan Aset Daerah di kota Yogyakarta. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bayu Switana mengungkapkan memang kota Yogyakarta sebagai salah satu kota budaya dan pariwisata. Bayu Switana juga mengungkapkan, Banyaknya obyek wisata di kota Yogyakarta membuat perkembangan hotel semakin meningkat pesat. Namun pembangunan hotel di kota Yogyakarta kini sudah banyak yang di Moratorium sejak tahun 2015. Staf Ahli Pemkot Tri Widiyanto, mewakili Walikota Yogyakarta mengungkapkan saat ini Yogyakarta menerapkan wajib pajak, diantaranya adalah pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, pajak kartu, pajak air tanah dan pajak burung wallet. Pajak Mall di Yogyakarta pada tahun 2017 memiliki kenaikan yang cukup signifikan yaitu awal mula target hanya 50 Miliar tapi di akhir tahun bisa mencapai angka 104 miliar rupiah pada perkembangan Mall yang berada di Kota Yogyakarta. Bayu Switana mengungkapkan setiap reklame yang memiliki permohonan sudah di ijinkan, namun untuk tahun ini reklame semakin diperketat. "reklame setiap pemohon diijinkan sekarang, namun di perketat, untuk permohonanan di reklame tidak semua di ijinkan. Untuk reklame yang besar seperti perusahaan rokok yang ingin menyelenggarakan acara, tempat dan jaraknya harus sesuai ketentuan yang ada, seperti jauh dari tempat ibadah, pemukiman dan lain sebagainya" ucapnya. (Hes)
Siap Bertugas, 42 PPK dan 135 PPS Di lantik
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Siap Bertugas, 42 PPK dan 135 PPS Di lantik
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogya melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilihan umum tahun 2019, Jumat (9/3) pagi di Gowongan Inn Hotel. Total ada 44 anggota PPK dan 135 Anggota PPS. Ketua KPU Kota Yogya, Wawan Budiawan mengaku pelantikan anggota PPS dan PPK kali ini merupakan momentum yang bersejarah. Ia mengungkapkan jika tantangan anggota PPS dan PPK kali ini lebih berat dari periode sebelumnya. "Karena kali ini kita mengelola dua jenis pemilihan sekaligus yakni pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019." Katanya. Meski beban kerja lebih berat, lanjutnya, Ia meminta komitmen anggota PPK dan PPS untuk melaksanakan tugas dengan dedikasi tinggi. Jaga netralitas, jaga integritas, kerja secara profesional, karena kita sebagai pejuang demokrasi dituntut berdedikasi tinggi, ujarnya. Wawan juga meminta anggota PPS dan PPK agar bekerja profesional dan mengerti regulasi yang digunakan dalam Pilkada 2019. " Saya berharap para anggota PPS dan PPK betul-betul mempelajari dan menyimak seluruh regulasi yang berkenaan dengan Pilkada serentak ini, tutur Hal senada di ungkapkan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Ia berharap pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Yogya berjalan lancar. Ia menegaskan dalam bertugas nantinya PPK dan PPS harus membagun sinergitas dengan panwaslu. "Sinergitas juga dibangun dengan kelurahan dan kecamatan. Karena, disitulah tempat bekerjanya nanti." imbuhnya Untuk mencapai cita-cita demokrasi, Wawali juga mengingatkan agar PPK dan PPS yang telah dilantik bekerja secara profesional. "Hal yang harus anda pegang adalah profesionalisme, yang kedua harus independen, panjenengan harus netral betul, dan imparsial, tidak ada lagi yang parsial tersekat-sekat, karena anda semua sudah disumpah," katanya. (Han)
Sekda Optimis Pemkot Yogya Raih Adipura Tahun 2018
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sekda Optimis Pemkot Yogya Raih Adipura Tahun 2018
Usai lolos dalam penilaian pantau I Adipura tahap pertama, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya makin optimis akan meraih penghargaan adipura pada 2018. Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri saat membuka Workshop Persiapan Penilaian Adipura tahap II di ruang Bima, Kamis (8/3). Untuk itu, Ia mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab titik pantau agar mencermati dengan sungguh-sungguh hasil ekspose nilai pantau I Adipura sebagai strategi persiapan penilaian Pantau II Adipura. Ia menjelaskan banyak komponen yang menjadi perhatian dalam penilaian Adipura. "Salah satu komponen yang menjadi perhatian khusus adalah masalah sampah, sebab berpengaruh besar dalam mendongkrak nilai minimal yaitu 73 untuk Kategori Kota Besar dan sampai saat ini perolehan nilai masih 72" katanya. Selain itu, lanjutnya, partisipasi masyarakat adalah salah satu komponen yang sangat dibutuhkan.Partisipasi masyarakat juga sangat berpengaruh dalam penilaian ini, untuk itu kami juga menghimbau agar masyarakat dapat mengelola dan menjaga lingkungannya, disamping peran aparat pemerintah, dunia usaha, unsur pendidikan, kampus serta komunitas juga sangat berpengaruh ujarnya. Sekda menegaskan bahwa meraih piala Adipura bukanlah tujuan akhir, namun yang terpenting adalah pola kolaborasi dan adanya partisipasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan agar terjaga kebersihan dan keindahannya. Ia berharap seluruh warga Kota Yogya menunjukkan komitmen, semangat, serta bersungguh-sungguh dalam program Adipura 2018. Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya, Suyana menuturkan jika pihaknya intens membagi tugas bagi sejumlah OPD. "Jadi kami saling kerjasama antara sesama OPD untuk saling membantu pengelolaan bank sampah, Ini menjadi tugas kita bersama untuk mendidik masyarakat agar mau menabung sampah dan membiasakan mengelola sampah menjadi sumber daya ekonomi baru bagi masyarakat."katanya. Ia mengaku, sampai saat ini dinasnya intens melakukan pengelolaan limbah sampah yang ada di setiap titik tempat yang ada, termasuk bagaimana melakukan pengelolaan limbah sampah. Tak sampai disitu, DLH ota Yogya juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Yogya dalam meningkatkan dan mengembangkan Sekolah Adiwiyata. Pihaknya sudah meminta seluruh kepala sekolah untuk mengevaluasi kegiatan dalam menghadapi penilaian program Adipura 2018. Melalui evaluasi, kekurangan bisa dibenahi dan melalui strategi yang terukur serta matang mampu meraih nilai maksimal sehingga bisa kembali berprestasi, katanya. Menurutnya program adiwiyata sangat efektik, karena selain bisa mendongkrak penilaian, juga mempunyai beberapa keuntungan bagi sekolah. "Antara lain menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat, meningkatkan rasa kebersamaan sesama warga sekolah" katanya. (Han)
Ulang Tahun Pol. PP, Damkar dan Satlinmas  Dipusatkan Di Kota Jogja, Banyak Kegiatan Akan digelar
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ulang Tahun Pol. PP, Damkar dan Satlinmas Dipusatkan Di Kota Jogja, Banyak Kegiatan Akan digelar
Peringatan hari ulang tahun Satuan Polisi Pamong Praja (Pol.PP) ke-68, Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-99 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke- 56 se-DIY dipusatkan di Kota Yogyakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan gelar penegakan Peraturan Daerah (Perda) pada Selasa, (06/03) bertempat di jalan Diponegoro Yogyakarta dengan sasaran perparkiran liar, PKL, dan reklame yang tidak berijin. Panitia juga menggelar senam sehat dan jalan sehat pada hari Kamis, (14/03), bertempat di halaman Balaikota Yogyakarta. Jalan sehat dilepas oleh Plt. Kepala Sat. Pol PP DIY, Drs. Sulistyo, SH CN, Msi. Namun sebelumnya para peserta yang terdiri dari personil Satpol PP, Damkar, dan Linmas dari Propinsi DIY, kabupaten dan kota se-DIY itu melakukan senam sehat bersama. Sulistyo mengingatkan seluruh anggota Satpol PP, Linmas dan Damkar untuk selalu melaksanakan ketugasannya dengan baik untuk menjaga ketenteraman, kedamaian dan upaya perlindungan kepada masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sulistyo juga mengajak Satpol PP dan Linmas unutk ikut menykuseskan gelaran Pemilu Legislatif dan Presiden pada tahun 2019 nanti . " ini merupakan ketugasan kita bersama, dan harus kita jaga betul netralitas kita sebagai ASN. Saya juga berharap kita melakukan pengamanan dengan sebaik baiknya, supaya pemilu yang akan datang bisa berjalan dengan lancar," nasehat Sulistyo. Sementara itu, kepala Sat. Pol PP Kota Yogyakarta Nur Widdihartana melaporkan bahwa rangkaian kegiatan HUT Pol PP dan Linmas juga akan diisi dengan menggelar Marching Band "Agita Abdi Praja" (14/03). Pada tanggal 15 maret 2018 siang akan digelar Upacara Apel HUT dan seminar dengan menghadirkan nara sumber Menteri Dalam Negeri, Gubernur DIY, Walikota Yogyakarta dan Rektor IPDN. Kemudian pada sore harinya (15/03) akan digelar devile konvoi Marching Band Gita Abdi Praja IPDN" yang berangkat dari taman parkir Abu Bakar Ali melewati sepanjang Malioboro menuju titik nol kota Yogyakarta. Pada malam harinya kan dilangsungkan Penganugerahan Si Pantib Award di Air Mancur Kompleks Balaikota Yogyakarta. Selurh rangkaian acara akan diakhri dengan kegiatan bhakti sosial yakni membersihkan kawasan Malioboro hingga Titik Nol Yogyakarta. Nurwiddi berharap rangkaian kegiatan ini dapat menjadi wahana Sat.Pol PP, Linmas dan Damkar untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan berkontribusi nyata kepada masyarakat Yogyakarta. (@mix)
Kunjungan Dubes India, Tawarkan Kerjasama pada Pemkot Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kunjungan Dubes India, Tawarkan Kerjasama pada Pemkot Yogyakarta
Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, mengunjungi Pemkot Yogyakarta kamis (8/2). Kedatangan Dubes India di sambut oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti diruang kerja. Dubes India menawarkan kerjasama dua Negara yaitu Indonesia khususnya Kota Yogyakarta dengan India. Dalam kunjungan tersebut Pradeep mengatakan, ingin menawarkan kerjasama dengan Kota Yogyakarta dalam kegiatan kebudayaan maupun pendidikan. Kerjasama yang di tawarkan salah satunya dengan menggelar acara India Kuliner Festival dalam waktu dekat. "saya ingin menawarkan kerjasama antara India dan Yogyakarta dalam bidang kuliner, budaya dan pendidikan, salah satunya india kuliner festival dalam waktu dekat ini, sekitar bulan september" ungkapnya. Selain di bidang kuliner, Pradeep juga mengatakan adanya potensi untuk bekerjasama di bidang budaya, pendidikan dan tekhnologi. Pradeep menganggap budaya di Indonesia tidak jauh berbeda dengan negaranya yaitu India. Pradee juga menawarkan kerjasama arkeologi tetang kebudayaan jawa dengan india. Nantinya India akan ikut berpartisipasi, mengirim kesenian india yang dihadirkan pada HUT Kota Yogyakarta pada bulan Oktober mendatang. Pradeep menawarkan kerjasama dalam bidang pendidikan yaitu beasiswa mhasiswa Indonesia sebanyak 120 orang yang akan di berikan pendidikan di bidang Internet Engineering Task Force (IETF), merupakan organisasi yang menjaring banyak pihak, baik itu individual ataupun organisasi, yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer dan Internet. Selain itu Haryadi Suyuti mengungkapkan akan menyiapkan Sumber daya manuasia dalam mengikuti program yang akan di selenggarakan di india maupun di Kota Yogyakarata. "Ijinkan kami mempersiapkan sumber daya manusia, untuk bisa mengikuti program yang ada di india. Kami lebih suka seperti itu karena dengan waktu yang cukup akan memberikan pengalaman bagi pegawai kami atau siapapun yang berangkat ke india" ungkapnya. (Hes)
Pemkot Yogya Berikan Timbangan Digital Pada Ratusan Pedagang
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Berikan Timbangan Digital Pada Ratusan Pedagang
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dnas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogya mendistribusikan 950 timbangan digital kepada para pedagang pasar tradisional sekota Yogya. Timbangan digital ini dibagikan sebagai bagian dari komitmen Pemkot Yogya untuk meningkatkan kualitas ekonomi pedagang agar semakin dipercaya oleh konsumen. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogya, Maryustion Tonang mengatakan sebelum dibagikannya timbangan tersebut, para pedagang diseleksi terlebih dahulu. Pedagang yang memperoleh bantuan adalah pedagang yang menggunakan timbangan dalam setiap kegiatan transaksi dan hanya diberikan kepada pedagang yang menjadi warga Kota Yogyakarta serta pedagang yang sudah melunasi retribusi pelayanan pasar. Timbangan digital sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dimana ada bukti dan sistem kepercayaan antara pedagang dan pembeli, ini akan memperbaiki dan melindungi konsumen begitu juga memberi dampak kepada pedagang. Kali ini timbangan digital yang diberikan memiliki kapasitas 15 kilogram katanya di UPT Metrologi, Senin (5/3). Ia berharap setelah para pedagang menggunakan timbangan digital dapat menghindari adanya kecurangan serta meminimalisir kerugian akibat kelalaian pedagang. Harapannya, pedagang menggunakan timbangan dengan baik sehingga seluruh barang yang diperjualbelikan dapat ditimbang dengan ukuran yang tepat. Menjadi pedagang yang jujur, katanya. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan jika keberadaan timbangan digital adalah salah satu bentuk komitmen Pemkot Yogya yang selalu memberikan bimbingan kepada para pedagang untuk memberikan ukuran yang benar. Ini juga untuk mempertahankan capaian yang membanggakan karena pada tahun 2016 lalu Kota Yogya meraih penghargaan sebagai Daerah Tertib Ukur katanya usai menyerahkan secara simbolis timbangan tersebut Pemkot Yogya juga selalu menyediakan sarana dan prasarana untuk menjembatani antara pedagang dan pembeli. Sebab, lanjutnya, jaminan kebenaran yang berkaitan dengan ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan dalam dunia perdagangan merupakan hal yang hal penting, karena hal ini merupakan upaya perlindungan terhadap konsumen. Ia menghimbau kepada para pedagang agar tidak berlaku curang dengan memainkan timbangan karena ini ada sanksinya. "Agar semua proses dapat berjalan dengan baik semua pelaku usaha di pasar tradisional juga harus ikut membina, dan saling mengawasi serta memberikan pelayanan yang baik" ujarnya. Salah satu pedagang daging, Sri Sumiyati mengatakan sangat berterimakasih kepada jajaran Pemkot Yogya yang sudah peduli terhadap para pedagang dengan memberikan timbangan digital. Secara pribadi, saya berterimakasih dan mengapresiasi tinggi kepada jajaran Pemkot Yogya dalam menyejahterakan, memajukan dan meningkatkan roda ekonomi masyarakat Kota Yogya dengan terus berupaya memperhatikan para pedagang katanya. (Han)
36 Bumil Ikut Penilaian Ibu Hamil Sehat Tingkat Kota, Bumil Tri Astuti Wulandari Raih Juara I
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
36 Bumil Ikut Penilaian Ibu Hamil Sehat Tingkat Kota, Bumil Tri Astuti Wulandari Raih Juara I
Sejumlah 36 ibu hamil perwakilan dari 18 Puskesmas sekota Yogyakarta mengikuti lomba penilaian ibu hamil sehat tingkat kota Yogyakarta. Penilaian Bumil Sehat yang baru pertama kali diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian serta perhatian ibu hamil, keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan ibu hamil yang sehat sehingga melahirkan generasi hebat. Bumil Tri Astuti Wulandari dari Karangwaru Tegarejo ditetapkan sebagai Juara I dan Bumil Ani Purwaningsih dari kelurahan Wirogunan Mergangsan dan Dewi Wiranti dari Tahunan Umbulharjo, masing-masing menjadi juara II dan III. Sedangkan juara harapan I diraih oleh bumil Finda Astriyani (Bener, Tegalrejo) dan bumil Andri Listiyowati (Pakuncen, Wirobrajan). Para pemenang mendapat hadiah trhopy dan bingkisan yang diserahkan oleh Drg. Soetji Heroe Poerwadi . Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dr. Fita Yulia Kisworini melaporkan bahwa substansi penilaian terdiri dari umur ibu hamil, status kesehatan, jarak kehamilan, Tinggi Fundus Uteri (TFU), Lingkar Lengan Atas (Lila), kadar hemoglobin dan status imunisasi TT. Selain itu, ketepatan pemeriksaan K1-K4, ANC Terpadu, Pengetahuan tentang Buku KIA, KB, kesehatan gizi, kesehatan gigi, kesehatan umum, PKK dan psikologi. Para ibu hamil dijuri oleh dokter spesialis obstetri gynekologi dari RSUP Dr, Sarjito dan RS. Pratama Kota Yogyakarta. Tim juri lainnya berasal dari berbagai latar keahlian seperti psikolog, dokter umum, dokter gigi, bidan, nutrionis dan TP. PKK kota Yogyakarta. Penjurian dilaksanakan di Rumah Sakit Pratama Kota Yogyakarta, Jalan Kolonel Sugiyono . Drg. Soetji Heroe Poerwadi mengapresiasi kegiatan yang bersinggungan dengan ibu hamil. Soetji berharap para ibu hamil perwakilan dari 18 Puskesmas itu menjadi pelopor dan inspirator serta acuan bagi para ibu hamil lain di wilayah. Sosetji juga berharap kegiatan lomba ibu hamil sehat ini ke depan dapat menekan angka kematian ibu hamil yang melahirkan. Menurutnya,ada dua faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu hamil yani langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung yang biasa terjadi adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalianan dan nifas seperti pendarahan preeklampsia dan eklampsia, infeksi persalianan macet dan abortus. Sedangkan penyebab yang tidak langsung adalah faktor yang memperberat keadaan hamil seperti empat Terlalu : terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu dekat jarak kehamilan. Selain itu juga dipengaruhi oleh Tiga Terlambat yakni terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat dalam penangan kegawatdaruratan. "Oleh karena itu, Soetji berharap peran serta suami, keluarga dan masyarakat untuk menjaga kesehatan ibu hail menjadi sangat penting dan sangat dibutuhkan. Upaya upaya melalui program perencanaan persaliann dan pencegahan komplikasi (P4K), Suami Siaga, Kelas Ibu, kelompok Pendamping Ibu dan gerakan sayang ibu sangat diperlukan," ujar Soetji. Upaya seperti itu, dikatakan perlu mendapat dukungan sampai tingkat kecamatan dan kelurahan. "Semoga dengan ibu hamil sehat, lahir pula generasi hebat untuk kesejahteraan masyarakat kota Yogyakarta," harap Isteri Wakil Walikota itu. Sementara itu, Tri Mardoyo, S.KM Kepala Bidang Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan mengatakan kegiatan yang baru pertama kali digelar di Kota Yogyakarta ini akan terus digelar pada tahun tahun mendatang. Hal ini untuk memberi motivasi kepada para ibu hamil agar tetap menjaga kesehatannya saat masa kehamilan. (@mix)
Walikota Berharap Pengurus Baru KONI Yogyakarta Cetak Prestasi Atlet
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Berharap Pengurus Baru KONI Yogyakarta Cetak Prestasi Atlet
Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta masa bakti 2018- 2022 resmi dilantik hari ini, Selasa (6/3). Pelantikan dilakukan ketua umum KONI DIY, Triyandi Mulkan di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta. Kepengurusan KONI Kota Yogyakarta 2018-2022 diketuai Tri Djoko Susanto menggantikan R Santoso berdasarkan hasil Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Yogyakarta pertengahan januari lalu. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengaku berharap banyak dengan kepengurusan baru ini. Ia pun meminta kepengurusan KONI 2018-2022 mampu mendorong atlet mencetak prestasi. Ia pu meminta agar pengurus aktif melakukan talent scouting (Pencarian Bakat-red). "Jangan ragu untuk melakukan blusukan, karena saya yakin potensi atlet-atlet berbakat terpendam sangat banyak dan berlimpah," tandasnya. Menyinggung PORDA DIY ke-XV yang akan digelar di Kota Yogyakarta 2019 mendatang, Haryadi mengaku berharap Kota menjadi juara umum, namun ia juga mengingatkan bahwa juara umum bukanlah tujuan tapi sasaran. "Siapakan saja segala sesuatunya dengan baik agar menjadi yang terbaik di ajang PORDA DIY ke-XV 2019 nanti," ucapnya. Untuk itulah Haryadi meminta KONI Kota Yogyakarta untuk mempersiapkan atlet-atlet lebih dini, lebih terarah program latihan serta rencana kegiatannya. Selain itu, Walikota juga menyoroti persiapan fisik menjelang KONI 2019 mendatang. Ia mengaku ingin segera memiliki venue olahraga alias GOR untuk kegiatan olahraga di Kota Yogyakarta. "Kami memang sudah berencana untuk membangun venue, semoga saja segera terwujud langkah tersebut," imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI DIY Triyandi Mulkan meminta agar pengurus baru KONI Kota Yogyakarta untuk selalu menjaga soliditas sekaligus terus melakukan koordinasi dengan KONI DIY. Ia juga meminta pengurus baru untuk membuat program kerja yang sistematis dan mampu dilaksanakan dengan baik daripada berlebihan namun tidak terlaksana. "Tidak perlu muluk-muluk, bikin saja yang paling sederhana tapi benar-benar bisa dilaksanakan," tegasnya. Lebih jauh, Triyandi Mulkan mengingatkan agar para pengurus mampu mengurangi pelanggaran ADART organisasi. "Mantabkan program dan jaga nama baik olahraga," imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan launching website terbaru KONI Kota Yogyakarta dengan alamat http://koni.jogjakota.go.id/. (Tam)
100 pelaku UKM di sepanjang Winongo dapatkan P-IRT Gratis
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
100 pelaku UKM di sepanjang Winongo dapatkan P-IRT Gratis
Pemkot Yogyakarta melalui Dinas kesehatan menyelenggarakan Penyuluhan Keamanan Pangan di Kecamatan Tegalrejo Yogya pada hari senin (5/3). Penyuluhan diikuti oleh 100 peserta yang berada di sekitar kawasan Kali Winongo. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian kegiatan di tahun 2018. Dalam pelaksanaannya ditujukan untuk pendekatan dan mencegah atau menjamin keamanan bahan pangan dengan baik. Pelatihan ini memberikan peluang bagi sumber daya manusia (SDM) agar memperoleh produk pangan yang bermutu dan aman, bahkan bisa dikembangkan menjadi UMKM. Diperlukannya suatu penyuluhan bahan pangan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan. Kegiatan ini juga berisi landasan hukum bagi pengaturan, pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan produksi, peredaran dan perdagangan pangan. Dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pengamanan makanan dan minuman, produk yang diproduksi harus menjamin agar aman bagi masyarakat yang menikmati makanan tersebut. Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan penyuluhan ini diharapkan bagi pembuat dan masyarakat bisa memilih, mengolah dan menyuguhkan makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. "diharapkan supaya penjualan secara legal, agar bapak ibu nanti terpenuhi standar makanan, cara mengolah, dan mengelola lingkungan. Agar yang di makan dan diolah makanannya menyehatkan" ucapnya. Pembuatan bahan dan kemasan pangan yang tepat mampu mewadahi dan melindungi pangan dengan baik. Selain bahan dan kemasan dalam memproduksi dan mempromosikan produk dibutuhkan penampilan pada kemasan yang menarik serta dalam lebel yaitu Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) harus memenuhi peraturan yang berlaku. Heroe Poerwadi menegaskan dalam proses kegiatan ini didukung bagi semua yang terlibat dan mampu mengembangkan kualitas pangan didaerahnya. "saya berharap nanti semua yang kita lakukan mendapatkan dukungan oleh semuanya, semakin lama semakin bagus kualitasnya" katanya. (Hes)
Heroe Poerwadi Pimpin Kakwarcab Pramuka Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Heroe Poerwadi Pimpin Kakwarcab Pramuka Yogyakarta
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Yogyakarta masa bakti 2015 " 2020 melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Jum"at (2/3). Heroe Poerwadi, terpilih menggantikan Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Yogyakarta yang sebelumnya dijabat Ahmad Fadli, yang telah mengundurkan diri karena terikat dengan tanggung jawab lain. "Pramuka sebagai gerakan kepanduan menjadi pondasi dan pijakan yang kuat agar pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan bersama seimbang dengan pembangunan fisik," ucap Heroe disela-sela pelantikan Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Yogyakarta. Ia menegaskan, gerakan pramuka masih sangat relevan dengan perkembangan zaman karena kepramukaan adalah sistem pemberdayaan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. "Yang sasaran akhirnya adalah pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur," imbuhnya. Gerakan Pramuka, lanjut Heroe, adalah wadah dan sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. yang bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia berkarakter, menanamkan semangat kebangsaan dan membekali ketrampilan yang kelak akan berguna dalam kehidupannya. Mengingat hal tersebut, Heroe menegaskan pentingnya manajemen tata laksana kepengurusan. Dalam berorganisasi perlu ada tanggungjawab serta pembagian kewenangan, job desciption yang jelas agar roda manajemen organisasi dapat berputar dengan baik. (Wis/Tam)
PBTY 2018 Resmi Ditutup
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PBTY 2018 Resmi Ditutup
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke 13 tahun 2018 yang dibuka pada 24 Februari lalu, resmi ditutup pada Jumat (2/3) malam. Selama 7 hari penyelenggaraan PBTY di Kampoeng Ketandan ini, mampu menarik puluhan ribu pengunjung yang turut memeriahkan pekan budaya ini. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi turut hadir dalam acara penutupan tersebut. Dalam sambutannya, Walikota mengatakan turut berbahagia, karena di era yang baru ini, masyarakat keturunan Tionghoa sudah memiliki kebebasan dalam mengekspresikan diri, melalui budaya dan adat istiadatnya. "Dewasa ini tentunya masyarakat sudah banyak belajar dan mengetahui tentang budaya Tionghoa, khususnya yang ada di Kota Yogya" ujarnya. Walikota berharap ini dengan adanya PBTY ini dapat membuka wawasan kita mengenai betapa kayanya budaya yang kita miliki, dan menjaga kelestariannya merupakan tugas kita bersama, ungkapnya. Sementara itu, Ketua Umum PBTY Tri Kirana Muslidatun mengatakan bahwa acara bertajuk Harmoni Budaya Nusantara ini memang mengakar di hati masyarakat Kota Yogyakarta. "Sesuai dengan temanya, acara ini memang penuh dengan keberagaman, tidak semata-mata hanya menunjukkan budaya Tionghoa" ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut ini tidak hanya menarik para pengunjung dari Yogyakarta saja, akan tetapi juga wisatawan dari luar Yogya yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan rangkaian PBTY. Kedatangan para pengunjung ini disambut lebih dari 130 stand kuliner yang meramaikan kampoeng Ketandan Malioboro. "Selama satu minggu tak kurang 80 ribu pengunjung hadir di wilayah Ketandan, gelaran tahun ini juga mencetak rekor tersendiri dari segi transasksi ekonomi. (Han)
Adhitya  Nugroho, S.PK Ditahbiskan Jadi Pendeta GKJ Kotagede,  Walikota : Semoga Menjadi Pelayan Umat Yang Baik
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Adhitya Nugroho, S.PK Ditahbiskan Jadi Pendeta GKJ Kotagede, Walikota : Semoga Menjadi Pelayan Umat Yang Baik
Vikaris Adhitya Chris Nugroho, S.PK ditahbiskan menjadi pendeta di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kotagede. Walikota H. Haryadi Suyuti turut hadir dalam salah satu rangkaian penahbisan itu pada hari Sabtu, (03/03/2018) pagi. Walikota Yogyakarta mengucap selamat dan mengharap Adhitya dapat menjadi gembala umat yang baik yang melayani umat yang akan dia pimpin nanti. "Mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta kami mengucapkan selamat bertugas kepada sauadara Adhitya dalam menjadi gembala umat , menyampaikan firman Tuhan dan kabar keselamatan kepada segenap jemaat GKJ Kotagede," ujar Walikota. Walikota menambahkan bahwa Pemkot Yogyakarta senantiasa mengapresiasi secara positif setiap kegiatan dari berbagai insan beragama dikota Yogyakarta. Karena hal itu, menurutnya, akan memberi warna pada kehidupan masyarakat di kota Yogyakarta yang majemuk. Pada kesempatan itu, Walikota Haryadi mengajak segenap umat GKJ Kotagede untuk dapat mengambil peran bersama Pemkot Yogyakarta dan warga lainnya untuk meningkatkan motivasi serta mengedepankan sikap kebersamaan, toleransi, salaing menghargai dan menghormati dengan berpegang pada ajaran Kristiani. Walikota juga berpesan agar warga GKJ dan warga Kota Yogyakarta menjaga kota Yogyakarta agar tetap bersih, aman, damai, dan kondusif. Sementara itu penatua Dr. Arjito, MM, MTh selaku ketua Majelis GKJ Kotagede mengapreasiasi dan berterima kasih kepada Walikota yang menyempatkan diri untuk hadir dalam kesibukan melayani warga kota Yogyakarta. " Kami mengucap terima kasih, bapak Walikota sudah hadir bersama kami. Ini akan menjadi motivasi bagi kami semua, jemaat GKJ Kotagede dan umat Kristiani pada umumnya," ujar Arjito. (@mix)
Pemkot Jogja dan Pemprop DIY Kompak Akan Kembalikan Ketandan  Jadi Kampung Pecinan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Jogja dan Pemprop DIY Kompak Akan Kembalikan Ketandan Jadi Kampung Pecinan
Pemerintah Kota Yogyakata dan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan kawasan Ketandan menjadi kawasan Pecinan dengan merenovasi beberapa bangunan cagar budaya yang berada di wilayah tersebut. Salah satunya adalah bangunan bekas markas Secodiningrat. Saat dikunjugi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didampingi Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta dan staf dari dinas terkait, rumah yang sudah menjadi warisan cagar budaya (heritage) itu, sedang dalam proses renovasi. Kedepan Pemkot dan Pemprop DIY akan menata fasad dan juga jalan di sekitar Ketandan. Penataan fasad dan jalan ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp. 5,5 milyar. Sebagian dana berasal dari dana keistimewaan. Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bangunan di Pecinan Ketandan akan dikembalikan seperti aslinya. Rencana ini juga sudah disetujui oleh pemilik atau para ahli warisnya. Sultan berharap ketika memasuki wilayah Ketandan orang akan merasa ada suasana Pecinan yang kental disana. " Bangunan seperti ini dikembalikan seperti aslinya. Mereka ( ahli waris ) sudah setuju. Harapan ini bisa menjadi suasana Pecinan," ujar Sultan saat meninjau rumah Ketandan, Sabtu, (03/03/2018). Sultan menambahkan revitalisasi wilayah Ketandan diharapkan memberi dampak positif pada wisatawan yang datang ke sana. Karena para turis akan merasakan nuansa yang berbeda dari tempat lain, khususnya dari sisi bangunan . "Akhirnya , untuk turis ini menarik . Karena bangunan-bangunannya berbeda dari tempat lain," tambah Sultan. Revitalisasi kampung Pecinan Ketandan juga merupakan salah satu bagian dari revitalisasi Malioboro. Sementara itu, Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti mengatakan persoalan di kawasan Pecinan Ketandan Yogyakata adalah konsep sebuah penataan yang didasari oleh adanya aturan kawasan cagar budaya. Haryadi menambahkan bahwa di kota Yogyakarta terdapat 5 kawasan cagar budaya (KCB) yakni : 1. Kawasan Kota Baru; 2. Kawasan Malioboro yang didalamnya termasuk kawasan Ketandan; 3. Kawasan Kotagede; 4. Kawasan Keraton Yogyakarta; dan 5. Kawasan Budaya Pakualaman. Pemerintah Propinsi DIY dan Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan terus melakukan penataan sejak tahun 2015. Untuk itu, Walikota berharap warga masyarakat di Ketandan ikut bekerja sama dalam proses penataan kawasan ini. Salah satu bentuk kerja sama adalah dengan tidak melakukan jual beli rumah atau lainnya di kawasan ini. "Kami juga mohon kerjasama dari warga yang berada di kawasan cagar budaya ini, khususnya warga masyarakat Ketandan. Bagaimana bentuk kerja samanya . Tentu saja kawasan ini tidak diperjual belikan. Ada ijin khusus (kalau ada jual beli)," ujar Haryadi. Dikatakan ada upaya Pemkot dan DIY untuk membelinya. Namun hakekatnya bukan membeli atau menguasai , akan tetapi demi menjaga kawasan ini agar menjadi kawasan yang bisa dijadikan referensi budaya di wilayah Daerah Istiwa Yogyakarta. Haryadi berharap tujuan dari penataan kawasan itu semua orang dapat merasakan suasana dan karakter Ketandan di masa yang lalu dan bukan pada keinginan kembali ke masa lalu. "Tentunya kita tidak kembali ke masa lalu tapi ini pada suasana masa lalu. Termasuk Malioboro. Penaatan pada suasana juga tidak dapat berdiri sendiri. Ini juga warga masyarakat diperlukan adanya karakter . Suasana dan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kita melakukan penataan di kawasan Ketandan," urai Walikota. Untuk itu, Haryadi berharap warga masyarakat dapat ikut berpartisipasi secara aktif untuk penataan kawasan Ketandan. Gubernur dan rombongan juga mengnjungi rumah Panembahan, rumah Gamelan, rumah Jagalan, dan rumah Tegalgendu. (@mix)
Komitmen Bongkar Pasang Lapak PKL Kecamatan Pakualaman, Wujudkan Kampung Panca Tertib
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Komitmen Bongkar Pasang Lapak PKL Kecamatan Pakualaman, Wujudkan Kampung Panca Tertib
Bertekad mewujudkan Kampung Panca Tertib, Kecamatan Pakualaman terus membangun komitmen bongkar pasang lapak dengan Pedagang Kaki Lima (PKL). Lapak tidak diperbolehkan berdiri secara permanen. "Untuk mewujudkan hasil komitmen Panca Tertib, Kampung Kepatihan berfokus pada tempat jualan PKL yang berdiri permanen, agar bisa bongkar pasang sesuai dengan komitmen bersama. PKL yang sudah selesai berjualan, dasaran dan barang dagangan harus dibawa pulang, dengan tenggang waktu yang diberikan untuk bongkar pasang selama satu bulan," ujar Sekretaris Camat Pakualaman, Avo Dito Hendra, beberapa waktu lalu. Pembinaan PKL dilakukan oleh Sekretaris Camat Pakualaman bersama Bantuan Kendali Operasi (BKO) Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kelurahan Purwokinanti, perwakilan Forum Kampung Panca Tertib. Misalnya, untuk pembinaan PKL di Kampung Kepatihan yang meliputi wilayah RW 07, RW 08, RW 09, dan RW 10 Kelurahan Purwokinanti, lokasi yang dikunjungi adalah sepanjang Jalan Masjid dan Jalan Harjowinatan. "Hal ini seperti yang diharapkan pihak Puro Pakualaman agar wilayah sekitar Puro terlihat bersih dan nyaman," tutur Sekcam Avo. Duta Ketertiban, Hartinah, menambahkan, pembinaan PKL di Kampung Kepatihan melaksanakan peraturan Pemerintah Kota Yogyakarta. "Terutama untuk melakukan bongkar pasang agar kebersihan tetap terjaga dan jauh dari kesan kumuh, yang tentu saja dengan dukungan dan komitmen warga dan PKL," ucapnya. Pembinaan dapat berjalan lancar dan kondusif. Meski demikian, masih ada beberapa PKL di sepanjang Jalan Masjid yang keberatan bila waktu yang diberikan untuk membongkar gerobak atau tenda semi permanen hanya satu bulan. Mereka meminta kelonggaran waktu untuk membongkar tenda dalam rentang waktu, dua hingga tiga bulan. Hal tersebut seperti diungkapkan Maryani, pedagang minuman dan snack di Jalan Masjid. "Saya sendirian. Apabila waktu yang diberikan hanya sebulan, saya tidak bisa. Apalagi membuat gerobak juga butuh biaya," ungkap Maryani. Selain itu, ketiadaan lahan untuk memarkirkan gerobak di tempat tinggalnya, menjadi alasan PKL, tidak melakukan bongkar pasang. Sementara itu, di sepanjang Jalan Harjowinatan, pembinaan dilakukan pada PKL yang menempati daerah larangan berjualan . (Hardiana Pratiwi/Kecamatan Pakualaman)