KOTA JOGJA TUAN RUMAH WORKSHOP HEMAT ENERGI
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KOTA JOGJA TUAN RUMAH WORKSHOP HEMAT ENERGI
Yogyakarta menjadi tuan rumah workshop tentang energi yang diadakan oleh International Council for Local Envirounment Initiative (ICLEI) "Workshop the Local Renewables Initiative" ini diikuti oleh peserta dari Indonesia, Afrika Selatan, dan India. Para peserta workshop akan membahas beberapa isue dan komitmen negaranya Kota untuk menyamakan persepsi berkaitan dengan energi baru yang diperbarukan ( The Renewables Energy ) dan efisiensi energi (Energy Efficiency). Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti saat membuka Workshop dan Pusat Informasi Energi Baru terbaharukan dan Efisiensi Energi di Gerai Investasi Dinas Perijinan Kota Yogyakarta, Rabu, (19/06) mengatakan bahwa Yogyakarta memiliki komitmen yang kuat dalam memperbarui dan menghemat energi. Bukti dari komitmen ini dapat dilihat bahwa Kota Yogyakarta telah memiliki lampu APIL dengan menggunakan matahari sebagai sumber energinya. "Saya sampaikan bahwa Yogyakarta, memiliki komitmen yang dalam terhadap renewable energy" dan energy efficiency". Salah satunya adalah kita sudah punya lampu Apil dengan menggunakan sourcenya (sumber) dari matahari.," ujar Walikota . Walikota menambahkan Kota Yogyakarta juga dipilih sebagai kota pertama di Indonesia untuk uji coba dan riset prototype mobil listrik nasional. " Ini saya rasa sebuah apresiasi terhadap Kota Yogyakarta untuk menjadi tempat ujicoba energi baru terbaharukan dan efisiensi energi," kata Walikota. Sedangkan gerai Yogyakarta Renewables Energy dan Energy Efficiency Resource yang berada Dinas Perijinan Kota Yogyakarta diharapkan akan menjadi pusat informasi masyarakat tentang energi terbarukan dan efisiensi energi secara efektif bagi masyakrakat. Gerai ini mendapat bimbingan dari International Council for Local Envirounment Initiative (ICLEI) . Walikota menambahkan dengan adanya gerai ini diharapkan masyarakat akan diberi pemahaman dan referensi yang cukup tentang bagaimana cara melakukan kegiatan menghemat energi dan membantu menyebarkan pengetahuan tentang energi terbarukan dan efisiensi energi secara efektif kepada masyrakat lain. Walikota juga berharap masyarakat dapat melakukan dua hal yakni menghemat dan menggunakan energi terbarukan ini. Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan , Bappeda Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti mengatakan energi baru yang diperbaharukan berasal dari tenaga matahari, tenaga angin, dan air. Namun mengingat Yogyakarta berada di negara tropis maka sumber energi yang paling banyak berasal dari matahari. Cesariana menambahkan ICLEI akan mengenalkan konsep green building yang salah satunya programnya adalah penghematan energi dengan mengatur sirkulasi udara dan sinar matahari. Dengan demikian tidak terlalu banyak energi listrik yang digunakan. Dijelaskan sebagai langkah pertama implementasinya Kota Yogyakarta melakukan proyek percontohan didanai Renewable energy-Energy Efficiency Program (REEEP) dengan membangun 2 buah lampu penerangan jalan umum menggunakan LED dengan power dari tenaga matahari (solar PV) di Taman Air Mancur Adipura Malioboro. Ke depan, sistem jenis ini akan dikembangkan dalam jumlah yang lebih besar di Kota Yogyakarta. Workshop penghematan Energi yang dihadiri oleh Direktur ICLEI Wilayah Asia Tenggara, Mr. Emani Kumar, Sekretariat Regional Director ICCLEI Southeast Asia, Victorino Aquitania, Mr. Vadivel Gnanavel dan Ishaaq Akoon dari Afrika Selatan dan Policy Advisor for Envirounment and Climate Change , GIZ Philip Munzinger dan pemerhati lingkungan ini berlangsung dua hari mulai tanggal, 19 - 20 Juni 2013 diisi dengan diskusi dan kunjungan ke lapangan. (@mix)
MEGANTORO TERIMA HADIAH MOBIL XENIA DARI BANK JOGJA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
MEGANTORO TERIMA HADIAH MOBIL XENIA DARI BANK JOGJA
Megantoro Karyawan Istana Kepresidenan Gedung Agung, warga Perumahan Trimulyo Jetis Bantul menerima hadiah mobil Daihatsu Xenia dari Bank Jogja, mobil diserahkan langsung oleh Walikota Yogyakarta H Haryadi Suyuti di halaman Balaikota, Selasa (18/6). Turut menyaksikan penyerahan hadiah ini Direktur Bank Jogja Kosim Junaedi dan jajarannya. Hadiah mobil ini merupakan hasil pengundian yang dilakukan pada saat Ulang Tahun Bank Jogja yang diselenggarakan di XT Square sebulan yang lalu. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam sambutannya berpesan agar hadiah mobil ini semakin membawa berkah dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk aktifitas keluarga dan kalau bisa jangan dijual sebagai satu kenangan dan berharap juga nantinya menggunakan bahan bakar non subsidi yaitu pertamax. Seusai menerima hadiah, Megantoro terus menerus mengucap syukur dan menceritakan adanya firasat baik melalui mimpi istrinya dimana sang istri bermimpi mendapatkan lagi seorang anak kecil. Menurut rencana mobil Daihatsu Xenia warna putih ini akan dipakai sendiri dan tidak akan dijual sebagai kenang-kenangan dalam hidup. Megantoro berkesempatan memenangkan hadiah mobil ini setelah menabung di Bank Jogja sejak tahun 2010. Sementara itu Direktur Bank Jogja Kosim Junaedi mengatakan, pemberian hadiah mobil ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat berbagai layanan di Bank Jogja dan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah nasabah penabung maupun saldonya. Sampai saat ini Bank Jogja sudah tiga kali menyelenggarakan undian berhadiah mobil dan diwaktu kedepan akan ditingkatkan lagi periodenya dengan melihat perkembangan jumlah nasabah. (HG)
PENILAIAN KELUARGA SAKINAH TELADAN DIY
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PENILAIAN KELUARGA SAKINAH TELADAN DIY
KELUARGA H. ARKANI KUSUMO MUNIR WAKIL KOTA MAJU KE TINGKAT DIY . Keluarga sakinah diharapkan akan menjadi model dan standard pembinaan dan pengelolaan keluarga khususnya di Kota Yogyakarta. Harapan ini disampaikan Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti di hadapan tim juri dan tamu undangan , pada acara penilaian pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat DIY, yang diwakili keluarga H. Arkani Kusumo Munir, Senin, (17/06/2013) bertempat di jalan Melati Wetan V/54 Baciro Gondokusuman Yogyakarta. Walikota menambahkan di saat menghadapi banyak godaan yang ada disekitar kita sekarang ini, dimana penyalagunaan narkoba dan pergaulan bebas mengancam kehidupan dan masa depan anak-anak, serta orang dewasa yang tergoda dengan kemajuan tehnologi seperti televisi dan lain sebagainya, keluarga sakinah merupakan benteng untuk menghadapi semua godaan itu. " Benteng kita untuk menghadapi segala godaan duniawi ini adalah keluarga yang sakinah, mawadah, warohma," ujar tegas Walikota. Walikota menambahkan keteladanan yang telah diberikan oleh keluarga H. Arkani Kusumo Munir dapat menjadi dorongan semangat dan inspirasi bagi segenap masyarakat Kota Yogyakarta dalam mewujudkan keluarga sakinah. Ditambahkan keberhasilan pembangunan di Kota Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak terbentuknya keluarga-keluarga yang sakinah dalam masyarakat. " Karena hanya rumah tangga sakinahlah yang dapat menjadi fondasi bagi berdirinya masyarakat dan bangsa yang beradab, maju dan beriman. Keluarga H. Arkani Kusumo Munir akan dinilai oleh Tim Juri yang diketuai Drs, H. Zaenal Abidin, M.Pd dibantu sembilan anggota lain. Materi penilaian meliputi Perkawinan dan kehidupan keluarga, Pernghayatan dan pengamalan hidup berbangsa dan bernegara, Pengetahuan keluarga, dan Pemahaman dan pengamalan agama Islam. Drs, H. Zaenal Abidin berharap penilaian ini dapat menjadi contoh bagi keluarga lain untuk membangun keluarga sakinah , mawadah, warohma dan menjadi teladan bagi keluarga lainnya. Hadir dalam acara penilaian ini dua mantan walikota Yogyakarta , HR. Widagdo dan H. Herry Zudianto, Camat Gedongtengen, para lurah, tokoh masyarakat, dan undangan. (@mix)
PERINGATI HARI JADI KE-66  PERINDAKOPTAN GELAR POTENSI KOPERASI 2013
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PERINGATI HARI JADI KE-66 PERINDAKOPTAN GELAR POTENSI KOPERASI 2013
Peringati hari ulang tahun koperasi ke-66 yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2013, Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Perindakoptan) Kota Yogyakarta menggelar potensi Koperasi tahun 2013 di Atrium Galeria Mall, Jumat, (14/06). Gelar potensi koperasi dibuka oleh Asisten Sekda bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya yang juga Pelaksana tugas Kepala Disperindagkoptan Kota Yogyakarta didampingi oleh Wakil Ketua Dekranasda kota Yogyakarta, Suryani Imam Priyono. Gelar potensi koperasi akan berlangsung tanggal 14-18 Juni 2013 mengikutsertakan para pelaku usaha yang tergabung dalam koperasi. Aman Yuriadijaya mengatakan gelar potensi koperasi sangat bermakna untuk semua lebih khususnya masyarakat perkoperasian. Menurutnya, ada dua potensi kekuatan yang menjadi lokomotif penggerak perekonomian di Kota Yogyakarta yakni pendidikan dan pariwisata. Aman berharap masyarakat koperasi dapat memanfaatkan potensi ini dengan menciptakan komoditas yang bersinggungan langsung dengan kedua sektor ini ( pendidikan dan pariwisata). Sementara itu, Prabaningtyas DS. SH. M.Hum melaporkan bahwa Gelar potensi koperasi ini bertujuan untuk menyediakan wahana ekspos keberhasilan kerja gerakan koperasi dan menggerakkan potensi perekonomian anggota koperasi khususnya dan masyarakat Yogtakarta pada umumnya. Gelar potensi ini juga diharapkan akan meningkatkan semangat berkoperasi, kerjasama yang sinergi, penciptaan keunggulan bersaing serta mendorong gerakan koperasi mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Dikatakan Pertumbuhan koperasi di Kota Yogyakarta meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir tahun 2012 jumlah koperasi di Kota Jogja sebanyak 565 koperasi. "Dari Jumlah tersebut sebanyak 83 persen diklasifikasikan sebagai koperasi aktif, sedangkan 17 persen siasanya diklasifikasikan sebagai koperasi tidaj aktif," ujar Prabaningtyas. Ditambahkan kepada koperasi yang aktif Disperindakoptan Kota Yogyakarta telah memberikan bimbingan dan pengemabnagan kelembagaan koperasi, pendidikan dan pelatihan dan penyuluhan. Selain itu juga diberikan penguatan permodalan dan pembiayaan koperasi serta pengembangan jaringan usaha koperasi. Gelar potensi Koperasi ini menghadir berbagai produk seperti, souvenir, kain batik, baju batik, taplak meja, asesoris wanita, dompet, ikat pinggang, perlengkapan keluarga dan lain-lain. Pembukaannya dimeriahkan dengan acara kesenian. (@mix)
PERINGATI HARI KELUARGA, PEMKOT GELAR POTENSI UPPKS DAN PADUAN SUARA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PERINGATI HARI KELUARGA, PEMKOT GELAR POTENSI UPPKS DAN PADUAN SUARA
Kegiatan ekonomi Produktif sebagai bagian dari Program Keluarga Berencana yang terwadahi dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) terbukti telah berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjaga kelestarian Ber-KB Masyarakat Kota Yogyakarta. Dari tahun ke tahun Peningkatan UPPKS ini menunjukkan peningkatan, dimana saat ini dari 45 Kelurahan terdapat 250 kelompok UPPKS, hal ini dikatakan Asissten Pemerintahan Kota Yogyakarta, Drs. Ahmad Fadli dalam acara Pembukaan Gelar Potensi UPPKS dan Lomba Paduan Suara Mars Keluarga Berencana di Pendopo Rumah dinas Walikota Yogyakarta, Kamis (13/06) Ditambahakan Fadli, lomba paduan suara ini sangat berkesinambungan dengan kerja Kantor BB untuk semakin menggelorakan Program KB ditengah-tengah Masyarakat melalui keindahan dan harmonisasi lantunan lagu. Kepala Kantor KB, Christina Siwi Subektyastuti menjelaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar pameran Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera di depan rumah Dinas Walikota Yogyakarta, Jalan Ipda Tut Harsono, diharapakan masyarakan mengenal program KB tidak hanya sekedar pemakaian alat kontrasepsi tetapi juga membentuk keluarga yang ulet dan mandiri. Ditambahkan Siwi, pameran ini diikuti 28 kelompok UPPKS dari 250 UPPKS di Kota Yogya. Pameran semacam ini menurutnya sudah sering digelar mengiringi setiap ada momen strategis, dimana saat ini digelar juga lomba paduan suara antar kecamatan se Kota Yogya. Ini digelar agar UPPKS dapat memperkenalkan produk unggulan dan memperluas jaringan pemasaran, ujarnya. Pembukaan pameran ditandai dengan pemotongan buntal oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogya Tri Kirana Muslidatun. Dalam kesmpatan tersebut hadir pula Ketua DPD Asosiasi PKL Indonesia (APLKI) DIY GKR Pembayun yang turut menyaksikan pembukaan acara. Sementara itu dari 16 peserta yang mendaftar paduan suara, diajibkan menyanyikan 2 lagu wajib dan 1 lagu pilihan. Dalam lomba paduan suara kali ini diambil 5 juara dan 1 aransemen terbaik. Dari 16 peserta tersebut dimenangi Kelompok Paduan suara Umbul Suara, Kecamatan Umbulharjo, dengan total nilai, 1200 poin, 1195 poin sebagai juara kedua dimenengi kelompok paduan Suara Gita Bahana Suara Kecamatan Danurejan. Kecamatan Mergangsan dengan kelompok paduan suara Maskara Voice menduduki juara ke tiga, dengan total nilai 1190 point. Kelompok paduan suara Calista Suara dari Kecamatan Kotagede dengan total nilai 1185 menduduki juara empat, sedangkan juara terakhir dimenengi kelompok paduan suara Sekar Melati Kecamatan Umbulharjo dengan nilai 1180, dan sebagai aransemen terbaik dimenengkan oleh Bumi Gitan Kecamatan jetis. (And)
KOTA YOGYAKARTA RAIH ADIPURA KETUJUH KALI
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KOTA YOGYAKARTA RAIH ADIPURA KETUJUH KALI
Kota Yogyakarta kembali meraih penghargaan Adipura 2013, sebuah penghargaan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia kepada kota yang menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup perkotaan dengan baik. Kota Yogyakarta termasuk dalam salah satu kota peraih Adipura kategori Kota Besar bersama dengan Kota Manado dan Kota Pekanbaru. Penghargaan Adipura untuk Kota Yogyakarta ini diterima oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono DP. Dengan diraihnya Adipura di tahun 2013 ini berarti Kota Yogyakarta telah tujuh kali menyabet penghargaan tertinggi di bidang lingkungan ini. Selain Adipura Kota Yogyakarta juga meraih tiga penghargaan penghargaan lain yakni Plakat Adipura Pasar terbersih, Adipura Hutan Kota, dan Sekolah Adhiwiyata yang diterima oleh S Tarakanita Bumijo Yogyakarta. Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono DP. di selah-selah penerimaan pengharagaan ini mengatakan bahwa penerimaan penghargaan Adipura, dan penghargaan Pasar tradisional terbersih dan terbaik serta dan hutan kota menunjukkkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta selalu berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Oleh karena itu, menurut Imam, komitmen ini perlu dijaga oleh semua masyarakat kota Yogyakarta maupun unsur Pemerintah mulai dari tingkatan paling bawah seperti lurah, camat, sampai ke jajaran Walikota dan Wakil Walikota . "Komitmen menjaga lingkungan ini diharapkan sungguh-sungguh dimengerti oleh masyarakat, sehingga di masa yang akan datang kota Yogyakarta mendapat penghargaan yang lebih baik lagi ( Adipura Kencana)," ujar Wakil walikota. Adipura ini juga merupakan hadiah termanis yang diberikan untuk Pemerintah Kota yang merayakan ulang tahunnya ke-66. Menyinggung penghargaan terhadap pasar yang tahun diberikan kepada pasar Beringharjo Imam mengatakan bahwa pasar tradisional yang baik itu juga dapat memberi dampak yang positip terhadap pasar itu sendiri yakni dapat meningkatkan masyarakat Jogja untuk senang datang dan berbelanja ke pasar tradisional. Dengan demikian pasar tradisonal mampu mendongkrak perekonomian masyarakat kecil maupun menengah. "Ini harus disadari betul, dari semua unsur-unsur yang bersinergisitas terhadap kebersihan pasar terutama Disperindakoptan dalam membina usaha-usaha kecil maupun pengusaha menengah sedangkan Dinas pasar menyediakan fasilitas , sarana prasarana serta didukung oleh Dinas terkait seperti Kimpraswil dan Badan Lingkungan Hidup. Inilah komitmen Pemerintah kota Yogyakarta dalam rangka menyejahterakan masyarakat kota Yogyakarta melalui lingkungan yang sehat. Wakil Walikota juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat kota Yogyakarta atas partispasinya bersama pemerintah menjaga dan memelihara lingkungan. " Saya atas nama pemkot mengcapkan terima kasih kepada semua warga kota Yogyakarta. Penghargaan ini untuk kita semua. ," ujar Imam. Imam berharap warga terus menjaga lingkungannya masiing-masing bukan kerana untuk mendapat penghargaan tetapi untuk kesehatan semua. Sementara itu, kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Irfan Susilo, SH mengatakan target Kota Yogyakarta tahun 2014 adalah meraih Adipura Kencana. Untuk mencapai target ini Badan Lingkungan Hidup akan melakukan terobosan program diantaranya adalah program Kampung Hijau di sepuluh titik dan satu kawasan hijau di Kota Yogyakarta. Selain itu, BLH Kota Yogyakarta akan berkoordiansi dengan Kabupaten Sleman dan Bantul untuk penaganan sampah dengan melakukan pembenahan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Piyungan Bantul Yogyakarta. Karena menurut Irfan TPA memiliki nilai yang tertinggi untuk penilaian Adipura Kencana. " Ya, target kami, tahun 2014 harus meraih Adipura Kencana," ujar Irfan. Mengingat banyaknya penghargaan yang diberikan, maka penyerahan Adipura 2013 ini dilakukan dalam dua tempat yakni di Istana Negara Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin, (10/06) pagi untuk kota penerima Anugerah Adipura Kencana dan Adipura utntuk pertama kali dan diserahkan secara langsung oleh presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan penerima Adipura untuk kali kedua dan seterusnya disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Profesor Dr. Baltasar Kambuaya, MBA bertempat di Assembly Hall Bidakara, Jl. Jend. Gatot Subroto Pancoran , Jakarta Selatan, Senin, (10/06) sore. Menteri KLH Balthasar Kambuaya mengatakan Sebanyak 149 kota dan kabupataen dari 374 kabupaten kota meraih pengharagaan Adipura dari KLH. Mereka dianggap telah berhasil dalam peningkatan kinerja mengelolah lingkungan perkotaan. Menurut menteri KLH jumlah penerima penghargaan tahun 2013 meningkat dibanding tahun 2012 sebayak 125 kota. Balthasar Kambuaya berharap semangat untuk menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya berhenti pada penghargaan ini saja, tetapi harus terus digalakkan di masa yang akan datang. (@mix/And)
PEMKOT GELAR BIMTEK REFORMASI BIROKRASI
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PEMKOT GELAR BIMTEK REFORMASI BIROKRASI
Bagian Organisasi Setda Kota Yogyakarta selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Reformasi Birokrasi (RB) Manajemen Perubahan. Acara dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Dra MK Pontjosiwi mewakili Sekda Kota Yogyakarta pada hari Rabu (12/6) bertempat di Ruang Utama Atas Balaikota. Bimtek diselenggarakan selama dua hari dengan peserta sebanyak 125 peserta yang merupakan Kepala disetiap Instansi Pemkot Yogyakarta, termasuk Lurah dan Camat. Dalam sambutan KaBag Organisasi, Kris Sarjono Sutedjo jika proses perubahan tidak dikelola dengan baik maka risiko kegagalan bahkan kemungkinan jatuh pada posisi yang lebih buruk mungkin dapat terjadi. Maka salah satu aspek penting dalam pelaksanaan RB adalah menyusun rencana yang didalamnya tidak hanya memuat rencana aksi tetapi juga strategi perubahan dan strategi komunikasi. Bimtek bertujuan sebagai berikut: 1. Memberikan arahan mengenai langkah-langkah perubahan bertahap yang akan dilakukan oleh Tim Manajemen Perubahan sesuai dengan tujuan RB; 2. Membantu mendorong seluruh elemen di Pemerintah Kota Yogyakarta untuk ikut berkomitmen melakukan upaya RB; 3. Membantu seluruh individual dalam membangun budaya kerja yang dipadukan dalam membentuk birokrasi yang lebih baik. Upaya ini tidak lain adalah untuk memberikan pemahaman awal tentang perubahan, sehingga seluruh pegawai memiliki awareness terhadap RB. Kemudian peningkatan pemahaman ini diharapkan akan mendorong munculnya persepsi positif terhadap perubahan yang dilakukan. Selanjutnya pegawai melakukan penyesuaian diri terhadap perubahan yang dilakukan. Lebih lanjut Kris Sutedjo mengungkapkan, rencana manajemen perubahan di Pemerintah Kota Yogyakarta diarahkan pada empat hal yaitu: 1. Membangun komitmen seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dari level tertinggi hingga terendah untuk secara konsisten melakukan upaya bersama menciptakan birokrasi ke arah perubahan yang lebih baik; 2. Mendorong seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk merubah pola pikir lama menjadi pola pikir yang mengutamakan kepentingan para pemangku kepentingan (stakeholders), mengutamakan kualitas dan kinerja sehingga mampu menciptakan Pemerintah Kota Yogyakarta yang mampu menjadi pilot project/contoh penerapan reformasi birokrasi; 3. Memelihara momentum perubahan agar tetap dalam posisi yang positif sesuai dengan tujuan perubahan dari RB. Dalam sambutannya Pontjosiwi mengungkapkan bahwa Reformasi birokrasi akan selalu memiliki tujuan meningkatkan kinerja aparat birokrasi pemerintah. Dan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih membutuhkan aparat birokrasi terutama SDM yang berkualitas yang akan berperan secara sistematik sesuai dengan kedudukannya membangun kesadaran moral, nilai-nilai dan etika yang kuat. Transformasi atau perubahan adalah sebuah perjalanan dan setiap organisasi akan menghadapi medan yang berbeda-beda. Perbahan tidak dapat digulirkan tanpa adanya manajemen perubahan. Di setiap negara maju selalu menerapkan continuous improvement dalam usaha memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Pemkot Yogyakarta telah berkomitmen menerapkan sembilan percepatan RB yakni : Penataan Struktur Birokrasi, Penataan Jumlah PNS, Sistem Seleksi CPNS Secara Terbuka, Profesionalisme PNS, Peningkatan Kesejahteraan Pegawai, Pengembangan Sistem E-Government, Efisiensi Sarana Kerja PNS, Peningkatan Pelayanan Publik dan Peningkatan Transparansi Akuntabilitas Aparatur. Demikian ungkap Pontjosiwi dalam sambutannya yang kemudian secara resmi membuka Bimtek RB ini. Adapun Narasumber yang memberikan materi, yaitu: Dr. Anwar Sanusi, MPA selaku Kepala Pusat Kajian Kelembagaan Lembaga Administrasi Negara Jakarta; Budiharjo.,S.Sos.,Ma selaku Kabag Umum pada Pusat Kajian Kinerja Kelembagaan Lembaga Administrasi Negara Jakarta; Siti Tusniah, SIP selaku peneliti pada Pusat Kajian Kelembagaan Lembaga Administrasi Negara Jakarta. (byu)
Mahasiswa Muhammadiyah Malang Kunjungi Pemkot
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Mahasiswa Muhammadiyah Malang Kunjungi Pemkot
Mahasiswa Fakultas Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan angkatan 2011 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kunjungan ke Pemerintah Kota Yogyakarta. Romobongan yang berjumlah 82 ini terdiri dari 80 mahasiswa dan 2 Dosen pembimbing. Rombongan ini dipimpin oleh Dra. Sudarti,Msi selaku Dekan Fakultas Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang. Rombongan ini diterima oleh Drs. Tri Widayanto selaku Staf Ahli Walikota Bidang Administrasi Umum yang juga di dampingi oleh Kepala Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK), Kepala Bappeda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, dan Kepala Bagian Organisasi. Kunjungan tersebut bertempat di Ruang Auditorium Dinas Perijinan Lantai 3 Balai Kota Yogyakarta, Selasa siang (11/6). Sudarti dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena rombongannya sudah di terima dengan baik dan beliau menjelaskan maksud dan tujuan kunjungannya adalah untuk mengetahui kebijakan pembangunan ekonomi, kebijakan pelayanan publik dan pengelolaan SDM dan SDA Sementara itu Drs. Tri Widayanto dalam sambutannya mengucapkan terimakasih telah menjadikan Kota Yogyakarta sebagai tempat dilakukannya kunjungan. Hal ini menunjukkan perhatian dari Mahasiswa Muhammadiyah Malang khusunya pada Fakultas Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan terhadap kemajuan dan pembangunan Kota Yogyakarta dan Beliau berharap semoga rombongan dari Mahasiswa Muhammadiyah Malang dapat mendapatkan informasi yang di butuhkan.@nang
Pemkot Adakan Khotmil Quran
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Adakan Khotmil Quran
Masih dalam rangkaian peringatan HUT ke 66 Pemkot Yogyakarta kembali menyelenggarakan Khotmil Quran pada hari Selasa pagi (11/6), acara ini bertempat di Gedung baru unit IV lantai 3 komplek Balaikota Yogyakarta. Khotmil Quran ini sengaja menghadirkan para pejabat terkait dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) beserta tamu undangan. Acara Ini dibuka oleh Assisten Pemerintahan Drs. H. Achmad Fadli "Saya berharap dengan adanya acara Khotmil Quran ini bisa menambah kinerja setiap SKPD dalam melayani masyarakat dan dengan diadakannya acara Khotmil Quran di gedung baru unit IV ini saya berharap semoga gedung ini akan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT", Kata Achmad Fadli. Walikota Jogja Haryadi Suyuti sangat mengapresiasi kegiatan Khotmil Quran ini, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kota Yogyakarta Dra. RR. Titik Sulastri menyampaikan ucapan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk hadir di acara Khotmil Quran ini dan beliau berkata bahwa peringatan HUT ke 66 Pemkot Jogja kali ini terasa agak berbeda karena ada kegiatan mengumandangkan ayat suci Al Quran dalam rangka menempati gedung baru unit IV. Semoga dengan adanya lantunan dari ayat suci Al Quran maka gedung baru ini akan memberi rahmat dan barokah dan akan nyaman untuk ditempati.@nang.
KOTA YOGYAKARTA RAIH ADIPURA KETUJUH KALI
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KOTA YOGYAKARTA RAIH ADIPURA KETUJUH KALI
Kota Yogyakarta kembali meraih penghargaan Adipura 2013, sebuah penghargaan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia kepada kota yang menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup perkotaan dengan baik. Kota Yogyakarta termasuk dalam salah satu kota peraih Adipura kategori Kota Besar bersama dengan Kota Manado dan Kota Pekanbaru. Penghargaan Adipura untuk Kota Yogyakarta ini diterima oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono DP. Dengan diraihnya Adipura di tahun 2013 ini berarti Kota Yogyakarta telah tujuh kali menyabet penghargaan tertinggi di bidang lingkungan ini. Selain Adipura Kota Yogyakarta juga meraih penghargaan Pasar terbersih serta Adipura Hutan Kota. Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono DP. di selah-selah penerimaan pengharagaan ini mengatakan bahwa penerimaan penghargaan Adipura, dan penghargaan Pasar tradisional terbersih dan terbaik serta dan hutan kota menunjukkkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta selalu berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Oleh karena itu, menurut Imam, komitmen ini perlu dijaga oleh semua masyarakat kota Yogyakarta maupun unsur Pemerintah mulai dari tingkatan paling bawah seperti lurah, camat, sampai ke jajaran Walikota dan Wakil Walikota . "Komitmen menjaga lingkungan ini diharapkan sungguh-sungguh dimengerti oleh masyarakat, sehingga di masa yang akan datang kota Yogyakarta mendapat penghargaan yang lebih baik lagi ( Adipura Kencana)," ujar Wakil walikota. Menyinggung penghargaan terhadap pasar yang tahun diberikan kepada pasar Beringharjo Imam mengatakan bahwa pasar tradisional yang baik itu juga dapat memberi dampak yang positip terhadap pasar itu sendiri yakni dapat meningkatkan masyarakat Jogja untuk senang datang dan berbelanja ke pasar tradisional. Dengan demikian pasar tradisonal mampu mendongkrak perekonomian masyarakat kecil maupun menengah. "Ini harus disadari betul, dari semua unsur-unsur yang bersinergisitas terhadap kebersihan pasar terutama Disperindakoptan dalam membina usaha-usaha kecil maupun pengusaha menengah sedangkan Dinas pasar menyediakan fasilitas , sarana prasarana serta didukung oleh Dinas terkait seperti Kimpraswil dan Badan Lingkungan Hidup. Inilah komitmen Pemerintah kota Yogyakarta dalam rangka menyejahterakan masyarakat kota Yogyakarta melalui lingkungan yang sehat. Wakil Walikota juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat kota Yogyakarta atas partispasinya bersama pemerintah menjaga dan memelihara lingkungan. " Saya atas nama pemkot mengcapkan terima kasih kepada semua warga kota Yogyakarta. Penghargaan ini untuk kita semua. ," ujar Imam. Imam berharap warga terus menjaga lingkungannya masiing-masing bukan kerana untuk mendapat penghargaan tetapi untuk kesehatan semua. Sementara itu, kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Irfan Susilo, SH mengatakan target Kota Yogyakarta tahun 2014 adalah meraih Adipura Kencana. Untuk mencapai target ini Badan Lingkungan Hidup akan melakukan terobosan program diantaranya adalah program Kampung Hijau di sepuluh titik dan satu kawasan hijau di Kota Yogyakarta. Selain itu, BLH Kota Yogyakarta akan berkoordiansi dengan Kabupaten Sleman dan Bantul untuk penaganan sampah dengan melakukan pembenahan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Piyungan Bantul Yogyakarta. Karena menurut Irfan TPA memiliki nilai yang tertinggi untuk penilaian Adipura Kencana. " Ya, target kami, tahun 2014 harus meraih Adipura Kencana," ujar Irfan. Mengingat banyaknya penghargaan yang diberikan, maka penyerahan Adipura 2013 ini dilakukan dalam dua tempat yakni di Istana Negara Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin, (10/06) pagi untuk kota penerima Anugerah Adipura Kencana dan Adipura utntuk pertama kali dan diserahkan secara langsung oleh presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan penerima Adipura untuk kali kedua dan seterusnya disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Profesor Dr. Baltasar Kambuaya, MBA bertempat di Assembly Hall Bidakara, Jl. Jend. Gatot Subroto Pancoran , Jakarta Selatan, Senin, (10/06) sore. Menteri KLH Balthasar Kambuaya mengatakan Sebanyak 149 kota dan kabupataen dari 374 kabupaten kota meraih pengharagaan Adipura dari KLH. Mereka dianggap telah berhasil dalam peningkatan kinerja mengelolah lingkungan perkotaan. Menurut menteri KLH jumlah penerima penghargaan tahun 2013 meningkat dibanding tahun 2012 sebayak 125 kota. Balthasar Kambuaya berharap semangat untuk menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya berhenti pada penghargaan ini saja, tetapi harus terus digalakkan di masa yang akan datang. (@mix/And)
GEBYAR PASAR TRADISIONAL MERIAH
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
GEBYAR PASAR TRADISIONAL MERIAH
Sejumlah gunungan yang terbuat dari berbagai macam bahan pangan dan komoditas lain yang dijual di pasar-pasar tradisional ikut memeriahkan Gebyar Pasar Tradisional Kota di Kota Yogyakarta, selanjutnya gunungan-gunungan hasil kreasi pedagang pasar ini diperebutkan untuk masyarakat di depan Rumah Dinas Walikota Yogyakarta, Jumat (7/6). Gebyra pasar tradisional ini juga dalam rangka memeriahkan HUT Pemkot Yogyakarta ke 66. Sebelum perebutan gunungan ini dilaksanakan kirab pedagang pasar dari seluruh Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta yang berjumlah 34 pasar dari Pasar Beringharjo ke Balaikota Yogyakarta. Dalam kirab ini Paguyuban-paguyuban pedagang berkesempatan menampilkan kreasinya dan melakukan pawai di hadapan Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti, bahkan Walikota juga mendapatkan sesrahan berupa jajan pasar dan sayur mayur bahkan ayam dari para pedagang. Walikota Yogyakarta, H Haryadi Suyuti dalam sambutannya mengatakan, gebyar pasar dan pawai ini adalah untuk mempromosikan pasar tradisional sebagai ikon wisata belanja di Kota Yogyakarta, dan mengajak masyarakat untuk selalu berbelanja di pasar-pasar tradisional. Walikota juga mengharapkan adanya kerjasama dari pedagang dan paguyuban sehingga bisa juga terwujud satu sinergi yang mantap dengan program kerja Pemerintah Kota Yogyakarta, sehingga bisa mewujudkan bahwa pasar tradisional tidak hanya sebagai tempat transaksi tetapi bisa menjadi ikon wisata. Sementara itu Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Ir Suyono mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam upaya memberdayakan dan meningkatkan perekonomian dengan peningkatan kunjungan dan omset pedagang melalui promosi pasar tradisional.(hg)
PEMKOT PERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PEMKOT PERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP
Dalam rangka menambah kepedulian masyarakat ankan lingkungan, Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2013 diselenggarakan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kota Yogyakarta. Puncak Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Trikirana Muslidatun, sekaligus menyerahkan hadiah kepada pemenang berprestasi, pada hari Sabtu (8/6). Dalam Sambutan Walikota yang dibacakan Kepala BLH Kota Yogyakarta, Irfan Susilo bahwa dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat dan swasta serta pemerintah menjadi aspek yang penting. Pemerintah perlu mengeluarkan program yang pro lingkungan sementara masyarakat perlu juga menyadari akan pentingnya pemanfaatan SDA yang berkelanjutan yang kemudian melakukan aksi-aksi ramah lingkungan hidup seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya, menanam dan memelihara pohon atau juga menggunakan energi secara bijak. Persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai suatu yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan perilaku melalui gaya hidup tentu saja merubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energi yang ada. Manusia didorong untuk tidak menggunakan sumberdaya alam secara tidak berkelanjutan. Hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Tahun 2012 menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) masih berkisar pada angka 0,57 (dari angka mutlak 1). Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita belum berperilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Untuk itulah maka BLH Kota bersama seluruh lapisan masyarakat perlu melakukan peringatan HLH Tahun 2013 dengan mengusung tema "Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan", yang selaras dengan tema yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu "Think.Eat.Save". Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi salah satu usaha mengubah perilaku dan pola konsumsi untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup karena Ini adalah tanggung jawab bersama masyarakat Indonesia. Rangkaian kegiatan peringatan HLH 2013 yang diselenggarakan adalah Talkshow disiarkan salah satu Stasiun Televisi, Eco-Fashion Show yang diikuti siswa TK, Kreatifitas Alat Peraga Edukatif Anak SD, Pelaksanaan Workshop dan Lomba Daur Ulang Sampah, gerakan bersih sampah maupun sampah visual yang dlaksanakan secara pawai. Dan pada puncak acara ini juga dilaksanakan Prosesi Ikrar Gerakan Jogjaku Bersih Jogjaku Hijau. Setelah ikrar dibacakan kemudian perwakilan pelajar, kumunitas sepeda, SKPD, BLH dan masyarakat membubuhkan tandatangan yang merupakan simbolisasi masyarakat dengan komitmen untuk peduli dan peka terhadap lngkungan hidup sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME, menerapkan hemat energi, bersikap hidup bersih sehat serta melakukan pemilahan sampah, menjadi contoh dalam masyarakat untuk melestarikan lingkungan dan ikut aktif dalam mewujudkan Yogyakarta bersih, hijau dan nyaman. (byu)
IMAM PRIYONO PIMPIN FORMI KOTA YOGYAKARTA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
IMAM PRIYONO PIMPIN FORMI KOTA YOGYAKARTA
FORMI telah memberikan kontribusi positip kepada Pemeintah Kota Yogyakarta dimana telah meberikan atau menuntun warga Kota Yogyakarta untuk lebih sehat dan bugar, selain telah membuat warga Kota Yogyakarta lebih sehat Formi juga telah menjalin silahturahmi dengan masyarakat. Formi yang mewadai Olahraga non Prestasi serta olahraga tradisional ini juga sebagai wahana rekreasi yang menarik serta murah meriah, hal ini dikatakan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam acara Musyawarah Kota Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia di Grand Palace Hotel, Sabtu (08/06) "Membangun Budaya Bugar Jogja, yang menjadi tema pada saat Musyawarah Kota ini sangat tepat, sebab, bugar menjadi bagian dari budaya, saya mengartikan Budaya adalah kebiasaan baik, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat menjadi sebuah system. Selain berolahraga di Formi, kita berekreasi, bersilaturahmi secara Lahir batin", kata Haryadi. Sememtara itu Ketua Terpilih, Imam Priyono mengatakan, pihaknya kan bekerja lebih agar apa yang telah diraih dan dicapai Formi Kota Yogyakarta untuk lebih maju dan lebih semangat mengolahragakan masyarakat juga menjadikan olahraga tradisional sebagai wahana rekreasi sederhana namun mengesankan. Banyak olahraga tradisional yang terwadahi oleh Formi, dimana selain membuat Bugar Warga masyarakat ada juga olahraga yang sifatnya Rekreasi. Imam mencontohkan, olah raga rekreasi yang sifatnya permainan tradisional, Gobag sodor, Egrang, Barong sai, laying-layang. " Olahraga atau permainan tradisional ini apabila dikembangkan, selain kita mengingat masa kecil, kita juga memberikan pengertian kepada anak-anak kita untuk mengenal lebih dekat dengan olahraga tradisioal", katanya Namun demikian Formi yang telah mendapat tempat dihati masyarakat ini hendaknya para pengurus Formi lebih Total dalam membugarkan masyarakat, dengan tidak mengotak-kotakan dari latar belakang Golongani apapun. " Di era kepemimpinan saya ini, saya pingin dan siap bekerja sama dengan siapapun, akan tetapi semua harus netral bukan membawa identitas atau warna baju kita, artinya semua pengurus Formi tidak boleh membawa keranah, atau dikait-kaitkan dengan Politik, selain itu Semua pengurus Formi harus siap menbantu menyampaikan program-program Kota Yogyakarta kepada masyarakat Kota Yogyakarta", tandas Imam. Selain dua keinginannya tersebut Imam juga menginginkan pengukuhannya nanti harus ada kegiatan olahraga rekreasi dengan melibatkan warga, karena Imam menginginkan pelayanan kepada masayarakat dibidang olahraga non prestasi ini dengan secara maksimal. Ditemui seusainya Musyawarah Kota, Ketua Umum Formi Pereode 2008-2013, Herry Zudianto mengatakan, pihaknya legowo Imam Priono sebagai pucuk pimpinan Formi Kota Yogyakarta, karena Imam telah terbukti bisa ngemong warga Kota Yogyakarta untuk lebih baik. " Saya sangat apresiasi pada Pak Imam, sebab dari sambutanya akan meneruskan program Formi di era kepemimpinan saya yakni membangun ruang terbuka untuk fasilitas olah raga. Hal ini merupakan berita bagus sebab masyarakat Kota Yogyakarta akan lebih sehat dan segar bugar lagi, bahkan Pak Imam akan membangun sarana itu di tiga titik, di bagian Jogja Selatan, tengan dan utara, saya rasa hal ini merupakan hal yang luarbiasa", katanya.
Pemkot Bontang Kunjungi Pemkot Jogja
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Bontang Kunjungi Pemkot Jogja
Pemkot Bontang mengadakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta. Rombongan yang berjumlah 20 orang ini terdiri dari Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil , Camat Se - Kota Bontang dan Lurah Se - Kota Bontang. Rombongan ini di pimpin oleh Ir.Hj. Syarifah Nurul Hidayati,MM selaku Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Bontang Rombongan ini diterima oleh Drs. H. Achmad Fadli selaku Asisten Pemerintahan yang juga di dampingi oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat Se - Kota Jogja dan Lurah Se - Kota Jogja. Kunjungan kerja tersebut bertempat di Ruang Utama Bawah (RUB) Balai Kota Yogyakarta , Rabu siang (5/6). Syarifah Nurul Hidayati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena rombongannya sudah di terima dengan baik dan beliau menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk menambah wawasan dan komparasi aplikasi ilmu dalam pengelolaan administrasi kependudukan secara kesuluruhan dalam rangka optimalisasi pengelolaan retribusi KK, KTP, Akta Capil, Penerapan e-KTP dan Implementasi Renstra Anak. Sementara itu Drs. H. Achmad Fadli dalam sambutannya mengucapkan terimakasih telah menjadikan Kota Yogyakarta sebagai tempat dilakukannya kunjungan kerja. Hal ini menunjukkan perhatian Pemerintah Kota Bontang terhadap kemajuan dan pembangunan Kota Yogyakarta dan Beliau berharap semoga dengan adanya acara kunjungan kerja seperti ini bisa menjalin silahturahmi antara Pemkot Yogyakarta dan Pemkot Bontang.@nang
KOTA YOGYAKARTA DINILAI TIM WAHANA TATA NUGRAHA 2013
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KOTA YOGYAKARTA DINILAI TIM WAHANA TATA NUGRAHA 2013
Kota Yogyakarta mendapat kunjungan sekaligus penilaian tahap II dan Tahap III dari Tim Penilai Lapangan Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kementrian Perhubungan RI, selama beberapa hari Tim telah melakukan kunjungan ke berbagai ruas jalan dan terminal untuk melakukan pengamatan khususnya dibidang transportasi dan angkutan. Setelah melakukan pengamatan Tim Penila Lapangan Penghargaan WTN memaparkan hasil pengamatannya tersebut dihadapan Wakil Walikota Imam Priyono di Ruang Rapat Wawali Balaikota, Rabu (5/6), turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir Aman Yuriadijaya, Kadinas Perhubungan Ir Widorisnomo dan jajarannya. Tim Penilai Lapangan Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kementrian Perhubungan RI dipimpin oleh Ir Djamal Sebastian, MSc, dengan anggota Ir Betsy Harlah Surti, Zainal Arifin, SE, Azlian Rakayeni, S, SiT, dan Akhmad Ramadhani. Dalam paparannya, Ir Djamal Sebastian mengatakan, melalui pengamatan yang berlangsung singkat ini secara umum kondisi sarana, prasarana dan manajemen transportasi di Kota Yogyakarta sudah baik namun di beberapa aspek penilaian masih ada yang perlu dibenahi agar lebih memberikan kenyamanan kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna jalan. Beberapa saran yang diberikan untuk Pemkot Yogyakarta antara lain Pemkot diminta untuk menertibkan pemanfaatan ruang milik jalan diluar kepentingan lalu lintas, melakukan sosialisasi kepada pengemudi becak, tukang parkir, pemilik toko/PKL dan penertiban penegakan hukum untuk kendaran bermotor yang parkir sembarangan. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta berterimakasih atas kehadiran tim Penilai Wahana Tata Nugraha ini karena dari rekomendasi yang diberikan bisa menjadi acuan untuk perbaikan prasarana dan sarana lalu lintas dan angkutan di Kota Yogyakarta. "Sudah menjadi komitmen dari Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat termasuk dalam penyelenggaraan transportasi yang baik, saran-saran yang diberikan akan segera kami ditindaklanjuti demi terciptanya Yogyakarta yang nyaman termasuk dalam hal penyelenggaraan trasportasi" kata Imam Priyono. Berbagai aspek yang dinilai dalam Wahana Tata Nugraha ini meliputi sarana transportasi angkutan umum, Terminal, Ruang milik jalan, marka, halte, rambu-rambu lalu lintas, parkir, fasilitas pejalan kaki, kedisiplinan penguna jalan, pelayanan masyarakat serta kebijakan dan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan dan pembangunan sarana transportasi (hg)