KE TAMAN PINTAR  JANGAN LUPA COBA HEVINA SI MOBIL LISTRIK
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KE TAMAN PINTAR JANGAN LUPA COBA HEVINA SI MOBIL LISTRIK
Berwisata ke Taman Pintar Jogjakarta akan lebih menyenangkan lagi lantaran telah disediakan sebuah mikro bis bertenaga listrik yang bisa dicoba dan ditumpangi para pengunjung. Mobil listrik yang diberinama Hevina singkatan dari Hybrid Electric Vehicle Indonesia ini diluncurkan Menteri Riset dan Teknologi RI, Gusti Muhammad Hatta, didampingi Gubernur DIY, Sri Sultan HB, X dan Walikota Yogyakarta , H. Haryadi Suyuti, Senin, (20/05/2013) di Komplkes Taman Pintar. Mobil listrik Hevina ini merupakan buatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mobil Mikrobus listrik Hevina berplat merah dengan nomor polisi D 7091 C dan berwarna merah yang dipadu dengan kaca hitam gelap ini dapat menampung 15 penumpang. Abdul Hapid, Peneliti Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI menjelaskan Hevina memiliki banyak keunggulan yakni menggunakan motor listrik sebagai penggerak kendaraan sehingga memiliki efiensi yang lebih tinggi dibanding motor bensin. Hal ini pula akan berdampak pada biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan yang mengunakan Bahan Bakan Minyak (BBM) atau gas (BBG). Mobil listrik ini juga memiliki keunggulan lain yakni bebas polusi udara sehingga termasuk kendaraan yang ramah lingkungan dan sangat mendukung kualitas kesehatan manusia dan lingkungan. Abdul Hapid, menambahkan prototip Mikrobus Listrik Hevina memiliki spesifikasi tipe motor Brushless DC, tegangan nominal 320 VDC , daya maksimum 147 HP, Torsi maksimum 300 Nm, putaran maksimum 5000 rpm, arus maksimum 600 A, tipe baterai Lithium 320 VDC/160 Ah dan charger 6kW input 220 VAC. Hevina dapat mencapai kecepatan maksimum 100 km/jam dengan jarak tempuh 150 km/charge. Hevina juga dilengkapi dengan smart grid sehingga sumber listrik dapat diambil dari mana saja baik di rumah, kantor, dan swalayan. Menurutnya, LIPI membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk melakukan riset dan memproduksi Hevina. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 1,8 miliar. Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan biaya riset dan produksi Mobil Listrik Hevina ini masih cukup mahal. Tetapi akan lebih murah apabila sudah diproduksi secara masal. " Tapi Inikan masih biya riset. Biaya risetnya itu yang mahal. Nanti kalau sudah diproduksi masal oleh industri biayanya pasti akan jauh lebih murah," ujar Menristek. Menristek menambahkan sudah memiliki rencana untuk mengembangkan mobil listrik dalam rangka mendorong keberadaan mobil nasional. Rencanannya pada tahun 2015 akan diproduksi sekitar puluhan mobil listrik yang lebih bagus lagi. Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB. X mendukung pengembangan mobil listrik yang ramah lingkungan. Mengingat DIY sendiri saat ini polusi yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor sudah sangat memperihatikan. Gubernur menambahkan pertambahan kendaraan mobil dan motor di DIY cukup tinggi. " Sekitar 200 sampai 300 mobil dan 6000 motor bertambah setiap bulannya di DIY. Hal ini memicu tingkat polusi di DIY," ujar Gubernur. Gubernur berharap mobil listrik ini bisa diproduksi masal untuk mengatasi pencemaran udara di masa mendatang. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sangat menyambut baik adanya mobil listrik dari LIPI yang ditempatkan di Taman Pintar. "Kami sangat senang. Kehadiran mobil listrik ini tentu saja menambah wahana di Taman pintar juga menambah pengetahuan dan wawasan tentang mobil listrik bagi pengunjung yang datang ke Taman Pintar," imbuhnya. Acara peluncuran mobil listrik ini diisi dengan penandatangan kerjasama antara Mensristek dengan Pemerintah Kota Yogyakarta disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dan Gubernur DIY , Sri Sultan HB. X dan tamu undangan. ( @mix/And )
Komitmen Masyarakat Lestarikan Budaya Kotagede
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Komitmen Masyarakat Lestarikan Budaya Kotagede
Kotagede menyimpan sebuah kenangan sejarah masa lalu yakni Kerajaan Mataram. Hingga kini sisa peninggalan kejayaan tersebut masih nampak dalam berbagai hal, seperti makam raja, masjid besar serta arsitektur kultural yang menggambarkan kebesaran Kerajaan Mataram. Untuk itu, dibutuhkan sebuah strategi yang dapat membangun Kotagede sebagai kawasan seni, budaya dan pariwisata melalui harmonisasi serta penyelarasan antara seni, budaya dan religi. Demikian salah satu hal yang mengemuka dalam Sarasehan Budaya bertajuk Kotagede Tempoe Doeloe, Sekarang dan Akan Datang Mau Dibawa Kemana...? yang diadakan Jumat malam (17/5) di Kecamatan Kotagede. Sarasehan ini menghadirkan pembicara Camat Kotagede, Drs Nur Hidayat, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, GBPH Yudhaningrat serta Prof Dr Inayati Adrisiyanti. Kegiatan ini diikuti sejumlah tokoh masyarakat, pemerhati budaya, pemuka agama dan masyarakat. Camat Kotagede, Nur Hidayat mengemukakan kegiatan ini terlaksana berdasarkan aspirasi dari masyarakat. Bertujuan untuk membangun Kotagede ke depan sehingga tidak lepas dari sejarah. Kawasan Kotagede merupakan wilayah luar biasa karena secara historis merupakan bekas Kerajaan Mataram yang sampai kini masih menyimpan potensi budaya dan cagar budaya. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat melalui sebuah media sarasehan agar menyumbangkan ide dan gagasan untuk membangun Kotagede berdasarkan aspek budaya."Budaya itu memberi kontribusi pada pembangunan. Kotagede berkembang seperti sekarang ini tidak lepas dari peran sejarah. Untuk itu, mari bersama-sama menjaga, merawat dan melestarikan potensi yang kita miliki dan belum tentu dimiliki wilayah lain," jelasnya. Sebagai salah satu bukti kuatnya dukungan untuk pengembangan Kotagede pihaknya telah menetapkan slogan Kotagede Bumi Mataram yang berarti budaya migunani masyarakat tata titi tentrem raharjo memayu hayuning bawono.Dimana terkandung makna bahwa melestarikan suatu budaya merupakan ujung tombak yang bermanfaat bagi ketentraman hidup masyarakat."Hasil dari sarasehan ini akan kita dokumentasikan dan kita kirimkan ke semua lembaga dan instansi yang berkompeten agar pembangunan yang ada di Kotagede tetap memperhatikan aspek budayanya. Kegiatan ini juga akan kita tindak lanjuti ke tingkat wilayah," kata Nur Hidayat. Sementara itu, GBPH Yudhaningrat menambahkan Pemda DIY telah menetapkan enam kawasan cagar budaya, yakni Kotabaru, Malioboro, Kraton, Pakualaman, Kotagede dan Imogiri. Terhadap kawasan budaya tersebut, upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan. Sudah banyak sekali yang dilakukan Dinas Kebudayaan untuk memfasilitasi masyarakat dalam pelestarian budaya."Kami siap menjadi tangan-tangan masyarakat untuk upaya pelestarian budaya," katanya. (Ita)
WALIKOTA TANJUNG PINANG KUNJUNGI JOGJA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WALIKOTA TANJUNG PINANG KUNJUNGI JOGJA
Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH besarta pimpinan institusi pendidikan di Tanjung Pinang Riau mengadakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta. Kunjungan diterima oleh Walikota Yogyakarta, H Haryadi Suyuti bersama Asisten Pemerintahan Drs Ahmad Fadli dan Kadinas Pendidikan Edi Hery Suasana di ruang kerja Walikota, Jumat (17/5) H. Lis Darmansyah dalam sambutannya mengatakan kunjungan ini untuk membangun kerjasama sektor pendidikan terutama dalam bidang pertukaran pelajar dan pertukaran guru serta mengetahui system penerimaan siswa baru di Kota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta, H Haryadi Suyuti menyambut baik rencana kerjasama pertukaran pelajar dan guru dari Tanjung Pinang Riau ke Jogjakarta dan sebaliknya ini karena merupakan upaya yang baik untuk mengembangkan pendidikan di seluruh Indonesia. "Terimakasih, kami menyambut baik rencana pertukaran pelajar Tanjung Pinang ke Jogja ini, sudah menjadi kewajiban kami untuk menerima anak-anak dari Sabang sampai Merauke untuk belajar di Jogja, sekaligus ini akan memperkaya khasanah kebangsaan di Kota Yogyakarta" kata H. Haryadi Suyuti. Sementara itu, Kadinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edi Hery Suasana menjelaskan bahwa Kota Yogyakarta membuka kesempatan kepada seluruh daerah di Indonesia untuk mengadakan program pertukaran pelajar, setiap tahun 40 pelajar mengikuti pertukaran pelajar ke daerah lain. "Tahun 2008 kita mengirimkan 40 pelajar ke Kota Pangkalpinang dan Bengkulu, tahun 2009 bergantian mereka belajar di Kota Yogyakarta, untuk tahun ini kita mengirim ke Pontianak dan Singkawang" kata Edi Hery Suasana. Sementara itu dalam penerimaan siswa baru, Edy Heri Suasana menjelaskan Pemkot Yogyakarta telah melaksanakan system PPDB online sejak 9 tahun yang lalu dan 2 tahun terakhir sudah melaksanakna system self entri yakni calon siswa baru mengisi sendiri blanko secara online. Kelebihan system ini adalah tidak bisa diintervensi oleh siapapun karena penyeleksian dilakukan oleh system. (hg)
BANK JOGJA ULTAH KE-52 MEGANTORO DAPAT UNDIAN MOBIL
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
BANK JOGJA ULTAH KE-52 MEGANTORO DAPAT UNDIAN MOBIL
Megantoro warga Perum Trimulyo Blok I No.72 RT 14 Trimulyo Jetis Bantul mendapat hadiah sebuah mobil Daihatsu All New Senia dari undian tabungan istimewa Bank Jogja yang digelar Jumat, (18/05) malam di XT Square Umbulharjo Yogyakarta. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti didaulat untuk memutar tabung undian berisi nomor pin dan dengan sekali memutar angka yang keluar memberikan keuntungan bagi Megantoro. Sedangkan hadiah undian ke-2 berupa dua buah sepeda motor Honda diraih Efri Warman warga Jl. Candra Kirana Gondokusuman dan Kristiani Trisnaningsih warga Jl. Samirono Baru Caturtunggal Depok Sleman. Hadiah ke-3 berupa LCD TV didapat oleh Sri Puryati warga Gedongkiwo Mantrijeron, Maya Rachmatia Iriani warga Jl. Kresna Ketanggungan Wirobrajan, dan Lea Wati Veronika warga Pathuk Ngampilan. Bank Jogja jugameberikan hadiah berupa Kulkas dua pintu sebanyak 4 buah, Mesin cuci ( 5 ), Sepeda gunung MTB (6) serta hadiah hiburan lain. Direktur Utama Bank Jogja, Kosim Junaedi mengatakan Undian Tabungan Istimewa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam hari jadi Bank Jogja ke " 52 yang jatuh pada Minggu, 12Mei 2013 dan dikemas dalam Semarak HUT ke-52 Bank Jogja. Dijelaskan semarak hari ulang tahun ke-52 Bank Jogja digelar sejak awal Mei 2013 dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti malam tasyakuran bersama warga di sekitar Kantor Pusat Bank Jogja di Patangpuluhan (08/05), donor darah (10/05), dan sebagai puncak acara digelar di XT Square Jumat, (17/05) malam. Selain itu, Bank Jogja menggelar sunatan masal dengan target peserta 82 siswa SD Negeri di kota Yogyakarta dan warga sekitar kantor pusat Bank Jogja dan pasar murah dengan target 500 orang warga Wirobrajan (19/05). Sebagai terima kasih dan menjalin tali silaturahmi karyawan Bank Jogja juga melakukan anjang sana ke mantan direksi dan karyawan serta memberikan tali asih ke Panti Anak Wilosoprojo, Panti Wreda Budi Dharma, Panti Asuhan Putri Aisyah dan Panti Asuhan Putra Muhammadyah. Kosim Junaedi mengatakan tali asih ini bertujuan untuk mewujudkan kepedulian dan tanggung jawab sosial bank Jogja terhadap nasabah dan masyarakat kota Yogyakarta. Kosim Junaedi menjelaskan sekarang ini kinerja keuangan Bank Jogja dalam kondisi baik dan sehat. " Hal ini tercermin pada penghargaan yang telah diperoleh Bank jogja selama ini yakni menjadi BPR dengan predikat sangat bagus dari majalah InfoBank selama tiga tahaun berturut-turut yaitu tahun 2010,2011, dan 2012," ujar Kosim. Ditambahkan hasil audit oleh KAP pada posisi akhir desember 2012 Bank jogja membukukan laba kotor sebesar Rp. 8,6 milliar dengan rasio kredit bermasalah 0,46 persen. Sedangkan total aset sebesar Rp.292 miliar yang kemudian tumbuh sehingga sampai dengan bulan April 2013 asset Bank Jogja telah menembus Rp.304 milliar. Melihat capaian kinerja ini Kosim bertekat akan terus meningkatkan pelayanan dengan melakukan peningkatan kualitas SDM, penggantian sistem aplikasi perbankan, perluasan jaringan pelayanan dan penyempurnaan kualitas produk baik tabungan , deposito, kredit maupun layanan perbankan lainnya. Sementara itu Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat maka fungsi perbankan dalam menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat semakin dibutuhkan. Pesatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak lepas dari implementasi otonomi daerah yang memberikan ruang kepada daerah untuk membangun daerahnya sendiri. Dikatakan dalam kondisi seperti itu, peranan institusi perbankan menjadi semakin strategis. Bank Jogja yang selama ini menunjukkan kinerjanya dalam membangun daerah bersama dengan Badan Usaha Milik Negara yang ada di kota Yogyakarta. Walikota menambahkan di era globalisasi sekarang ini yang ditandai dengan iklim persaingan yang tajam peran lembaga keuangan khususnya perbankan semakin penting dan strategis, tidak hanya menghimpun dan menyalurkan dana namun dalam pemberdayaan masyarakat terutama dalam menggerakkan perekonomian. Tema Melangkah pasti menjadi Bank UMKM Yogyakarta, menurut Walikota merupakan bagian yang tak terpisahkan dari fungsi dan peranan perbankan untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Pertumbuhan Bank terjadi sebagai akibat dari kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat. Walikota berharap kepercayaan ini tumbuh seiring dengan penerapan pendekatan pelayanan yang memuaskan pada semua lini baik di lingkungan internal maupun eksternal. Tidak lupa Walikota mengucapkan selamat kepada Bank Jogja dan berharap Bank Jogja tumbuh semakin besar dan terus mendapat kepercayaan dari masyarakat nasabahnya. Semarak HUT ke " 52 Bank Jogja dihadiri Ketua Dekranas kota Yogyakarta, Hj. Tri Kirana Muslidatun, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DI. Yogyakarta Arif Budi Santosa, Ketua Dewan Pengawas Prof. Edy Suandi Hamid dan Anggotanya, Forkompinda Kota Yogyakarta, Direksi dan Pimpinan Perbankan, mitra kerja Bank Jogja, dan Nasabah. (@mix)
GALA DINNER LOTA KUMPULKAN 465 JUTA RUPIAH
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
GALA DINNER LOTA KUMPULKAN 465 JUTA RUPIAH
Pemkot Yogyakarta yang dimotori oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar acara gala dinner bersama seluruh pengusaha se DIY. Selain makan malam, acara tersebut juga dimaksudkan untuk penggalangan dana program Lembaga Orang Tua Asuh (LOTA) Kota Yogyakarta. Acara tersebut dilakukan di Pendopo Balaikota, Kamis (16/5) dengan tajuk Gala Dinner Walikota Yogyakarta bersama para Pengusaha. Saat itu Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti hadir didampingi istrinya, Trikirana Muslidatun yang juga menjabat sebagai Ketua LOTA Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya Walikoa mengungkapkan bahwa Kemiskinan tidak dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak dasar dan perbedaan perlakuan dalam menjalani kehidupan. Hak-hak dasar yang dimaksud meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan dan pendidikan. Misalnya prioritas ekonomi keluarga pada jaman sekarang untuk pendidikan anak-anak yang cukup memprihatinkan. Ada orang tua siswa yang menyatakan sebagai keluarga yang tidak mampu menyediakan biaya pendidikan anak-anaknya tetapi memiliki kebiasaan yang layaknya orang berada, seperti kebiasaan merokok, memiliki handphone dan kredit motor baru, ungkap Haryadi Maka bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan, tentunya setelah dilakukan seleksi yang ketat oleh instansi terkait. Trikirana menambahkan dalam paparannya bahwa jumlah anak tidak mampu di Kota Yogyakarta usia SD 8 ribu anak, usia SMP sebanyak 4.042 anak dan usia SMA/SMK sejumlah 3.8.17 anak. Secara faktual tingkat kemiskinan suatu keluarga umumnya terkait dengan kesehatan dan pendidikan. Rendahnya penghasilan menyebabkan suatu keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut meskipun dalam taraf minimal. Penggalangan dana ini diperlukan karena bantuan yang diberikan kepada siswa anak asuh masih sangat minim dan terbatas berasal dari LOTA DIY yang berasal dari PT Sari Husada Yogyakarta. Prioritas penggalangan dana diperuntukkan untuk anak SD sejumlah 8000 anak dengan besaran 120 ribu rupiah per tahun, maka malam itu ditargetkan bisa mendapatkan 900 juta rupiah. Setelah dihitung pada akhir acara, dana yang terkumpul sejumlah 465.200.000 rupiah dan jumlah ini masih akan bertambah terus karena dalam formulir yang dibagikan belum semuanya dikembalikan dan Dinsosnakertrans masih akan menjaring para donatur dengan kegiatan yang lain. Kepada para donatur diserahkan cinderamata oleh Walikota dan berfoto bersama. (byu)
KAMPANYE SELAMATKAN INDONESIA WALIKOTA DAN KARYAWAN IKUTI SENAM FLASH MOB
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KAMPANYE SELAMATKAN INDONESIA WALIKOTA DAN KARYAWAN IKUTI SENAM FLASH MOB
Walikota mengajak semua elemen masyarakat khususnya generasi muda memerangi dan meninggalkan perilaku negatif seperti penyalagunaan Narkoba dan perilaku seks bebas yang mengakibatkan tertularnya penyakit HIV/AIDS dengan melakukan kegiatan yang positif. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan senam Flash Mob. "Saya mengajak segenap anak muda, ayo tinggalkan kegiatan negatip yang tidak baik, lakukan kegiatan olahraga, lakukan kegiatan sliturahmi yang positif dan berkumpul bersama dengan orang yang baik. Tinggalkan kebiasaan lama yang merusak masa depan. Jauhi seks bebas, jauhi Narkoba dengan cara hidup sehat bergaul dengan orang yang sehat. Pererat tali silaturahmi ,". Demikian Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti, pada acara senam bersama karyawan PNS Kota Yogyakarta, Komunitas "Save Indonesia dan Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Kota Yogyakarta, Jumat, (17 / 05) di halaman Balikota Yogyakarta. Menurut Walikota semua kegiatan yang bersifat negatip harus dilawan dengan kegiatan positip dan kreatif. Kalau generasi muda selalu mengikuti kegiatan yang positif insya"allah akan terbebas dari hal-hal yang sifatnya negatif dalam bentuk apapun. Karena pada intinya yang namanya narkoba dan Aids kalau dilawan dengan olahraga dan terus bergerak insya"allah kita tidak mudah terkena yang namanya AIDS dan Narkoba. "Kalau badan kita sehat insya"allah kita akan jauh dari kegiatan yang mengarah ke narkoba , " ujar Walikota. Walikota mengatakan dirinya sangat mendukung kegiatan senam falash mob ini dan diharapkan menjadi kegiatan yang rutin . Walikota yang juga ketua Umum KPA Kota Yogyakarta ini mengatakan KPA Kota Yogyakarta selama ini telah banyak melakukan kegiatan sosialisasi dan kampanye hidup bersih sehat dan perilaku hidup sehat. KPA Kota Yogyakarta juga melakukan antisipasi dengan cara pengecekan secara rutin terhadap masyarakat yang rentan terhadap penyakit menular agar tidak terjangkit kepada yang lain. Selain itu KPA juga melakukan kegiatan sosialisasi di masyarakat. Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Yogyakarta, F. Kaswanto mengatakan dari keprihatinan yang besar akan meningkatnya kasus HIV / AIDS di Kota Yogyakarta Komisi Pemberantasan Aids (KPA) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan komunitas "Save Indonesia" mengadakan senam Flash Mob atau Flash Dance yang diikuti Ketua umum Komisi Pemberantasan AIDS Kota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti Walikota Yogyakarta. Melalui senam flash mob ini diharapkan pesan untuk memerangi dan menjauhi perilaku negatif seperti penyalagunaan Narkoba, perilaku seks bebas yang mengakibatkan tertularnya HIV/AIDS, dan kekerasan dapat tersampaikan kepada generasi muda. Kaswanto mengatakan kasus HIV/AIDS umumnya didominasi oleh kaum muda. Menurutnya, dari tahun ke tahun kasus HIV AIDS di Kota Yogyakarta selalu mengalami peningkatan, khususnya ibu rumah tangga dan generasi muda. Menurut data dari Dinas Kesehatan DI. Yogyakarta, sekitar 41 persen dari total penderita yang tertular HIV/ AIDS adalah generasi muda dengan usia antara 20-21 tahun. Sedangkan Ibu rumah tangga sekitar 14 persen. Oleh karena itu, Kaswanto mengajak generasi muda dan segenap masyarakat ikut peduli dengan kegiatan penanggulangan HIV/AIDS salah satunya melalui senam Flash Mob. Dipilihnya Senam Flash Mob, menurut Kaswanto, karena senam ini sifatnya ceria berisi tarian menggembirakan. Untuk anak muda cocok. Melalui senam ini juga disisipkan kampanye untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba dan HIV / AIDS . Sementara itu, Richard Sianturi koordinator senam Flash Mob dari Komunitas Save Indonesia menjelaskan pihaknya melalui senam flash dance / flash mob ini ingin mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut senam bersama karena gerakan dan lagu yang disuarakan dalam flash mob ini menyuarakan ajakan untuk Indonesia bangkit, Indonesia makmur, Indonesia bebas Narkoba dan Indonesia bebas dari kekerasan. " Dengan tarian ini (flash mob) kita mau menyuarakan bahwa dari Jogja Indonesia bangkit," tambah Richard. Tarian flash mob ini akan digelar hari Minggu, 19 Mei 2013 di Titi Nol Kilometer dan sekitar Malioboro Yogyakarta dan akan dihadiri peserta dari instansi pemerintahan, swasta, sekolah dan warga masyarakat. (@mix)
PEKAN PANUTAN PEMBAYARAN PBB KOTA YOGYAKARTA 2013
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PEKAN PANUTAN PEMBAYARAN PBB KOTA YOGYAKARTA 2013
Dalam rangka memberikan panutan, keteladanan dalam kesadaran membayar pajak dan mengintensifkan penerimaan Pajak PBB, Pemkot Yogyakarta mengadakan Pekan Panutan Pembayaran PBB Tahun 2013 di Pendopo Balaikota, Selasa (16/5), Pembayaran pertama dilakukan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono yang membayarkan PBB untuk Rumah Dinas Wakil Walikota sebesar Rp 2.736.672,-. Wakil Walikota Yogyakata, Imam Priyono dalam sambutannya mengatakan Pemkot sangat berterimakasih atas kesadaran para wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak, peran aktif masyarakat dalam membayar pajak adalah bagian tak terpisahkan dalam proses pembangunan Kota Yogyakarta menjadi lebih baik. "Pemerintah Kota Yogyakarta sangat berterimakasih kepada seluruh wajib pajak yang hari ini mengikuti Pekan Pembayaran Pajak PBB ini dan diharapkan selanjutnya membantu Pemkot untuk menjelaskan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga masyarakat lainnya untuk membayar pajak PBB. " kata Imam Priyono Kepala Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta, Kadri Renggono dalam laporan menjelaskan peserta pembayaran PBB dalam Pekan Panutan Pembayaran PBB 2013 ini berjumlah 480 wajib pajak dengan ketetapan sebesar Rp 4.225.469.044,- Ditambahkan oleh Kadri Renggono, pihaknya selaku pengelola pembayaran PBB akan selalu berupaya optimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wajib pajak, dalam rangka mengoptimalkan upaya ini Pemkot Yogyakarta membutuhkan dukungan dari wajib pajak untuk menyampaikan laporan kepada Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan apabila terjadi perubahan baik pada subyek, wajib maupun obyek PBB. "Kita akan terus tingkatkan pelayanan pajak kepada masyarakat salah satunya pembayaran dilakukan dengan cara online dengan maksud meningkatkan pelayanan terutama kecepatan, mengurangi kesalahan dan memudahkan kontroling,"kata Kadri Renggono. (hg)
Pemkab Belitung Ke Pemkot Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkab Belitung Ke Pemkot Yogyakarta
Pemkab Belitung mengadakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta. Rombongan yang berjumlah 5 orang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Bagian hukum. Rombongan ini dipimpin oleh Bapak Basmartoni selaku Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Rombongan ini diterima oleh Yulia Rustiyaningsih, SIP, MAP selaku Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Kunjungan kerja tersebut bertempat di Ruang Rapat Asisten Administrasi Umum, Rabu siang (15/5). Basmartoni dalam sambutannya mengatakan maksud dan tujuan mereka ke kota jogjakarta yaitu untuk melakukan koordinasi dan studi lapangan terkait dengan proses harmonisasi, sinkornisasi, pembulatan dan pemantapan konsepsi dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung tentang Bangunan Gedung Sementara itu Yulia Rustiyaningsih, SIP, MAP dalam sambutannya mengucapkan terimakasih telah menjadikan Kota Yogyakarta sebagai tempat dilakukannya kunjungan kerja. Dan Beliau berharap semoga dengan adanya acara kunjungan kerja seperti ini bisa menjalin silahturahmi antara Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Belitung.@nang
FORUM WAWASAN KEBANGSAAN : CIPTAKAN KERUKUNAN UNTUK STABILITAS BANGSA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
FORUM WAWASAN KEBANGSAAN : CIPTAKAN KERUKUNAN UNTUK STABILITAS BANGSA
Kerukunan menjadi kata kunci dalam menjaga stabilitas bangsa, dengan kerukunan akan mampu mengatasi persoalan di maysarakat sehingga bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, demikian hal ini disampaikan oleh Kapten Riyanto dari Kodim 0734/YKA dalam Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi Tokoh Masyarakat Kota Yogyakarta di Ruang Utama Atas Balaikota, Rabu ( 15/5) "Kerukunan bisa diwujudkan mulai dari keluarga, tetangga, masyarakat, dengan pemeluk agama lain, dengan etnis lainnya, kerukunan ini merupakan kesepakatan hati dalam rangka mewujudkan stabilitas, kerukunan ini adalah kebutuhan kita semua, mari kita sama-sama menciptakan kerukunan ini sehingga akan mendukung kelancaran aktifitas dalam kondisi yang aman dan tentram" kata Kapten Riyanto. Selain Kapten Riyanto dari Kodim 0734/YKA, Forum Pemantapan Wawasan Kebangsanan bagi Tokoh Masyarakat ini juga menghadirkan Narasumber Kasat Binmas Polresta Yogyakarta Kompol M Fathurarahman dan Ki Sutikno dari unsur akademisi. Forum ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan Setda Kota Yogyakarta Drs Ahmad Fadli mewakili Walikota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs Ahmad Fadli mengatakan, dewasa ini telah terjadi lunturnya wawasan kebangsaan diantara warga masyarakat Indonesia ditandai dengan munculnya berbagai konflik horisontal maupun vertikal dalam masyarakat yang dikawatirkan dapat memicu terjadinya disintergrasi. Walikota menegaskan bahwa sebenarnya konflik tersebut dapat bermakna positif dengan catatan dikelola dengan baik dan benar dengan tindakan mengidentifikasi seluruh perbedaan pemikiran atau pandangan kemudian dibicarakan, ditelaah sehingga menemukan kesepakatan baru serta menciptakan kemajuan yang memang dibutuhkan. "Oleh karena itu, Bapak Ibu Saudara sebagai tokoh masyarakat diharapkan dapat memberi inspirasi kepada warga masyarakat dan menjadi garda depan dalam menyikapi berbagai persoalan dan tetap tangguh menghadapi dinamika jaman dengan cara-cara yang positif dan bijak" ajak Walikota. Sementara itu Kepala Kantor Kesatauan Bangsa Kota Yogyakarta, Sukamto SH mengakatakn, kondisi kondusif yang telah terjadi di Kota Yogyakarta tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak menghendaki suasana tentram dan damai untuk mengubah kedalam keadaan yang tidak aman, untuk itu pihaknya meminta kepada para tokoh masyarakat sebagai mitra pemerintah untuk ikut selalu menjaga suasana tentram yang telah terbina di Kota Yogyakarta ini dengan memberikan pemahaman kepada warga di wilayahnya. (Hg)
DPRD Kabupaten Jepara Kunjungi Pemkot
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
DPRD Kabupaten Jepara Kunjungi Pemkot
Pemerintah Kota Yogyakarta mendapat kunjungan kerja dari DPRD Kabupaten Jepara Selasa (14/5). Maksud dan tujuan kunjungan kerja ini adalah silahturahmi dan membahas mengkaji yang terkait dengan penyidik pegawai Negeri Sipil, Perubahan atas peraturan Daerah Kabupaten Jepara Nomor 4 th 2001 tentang larangan minuman berakohol dan pencegahan dan pemberantasan pelacuran. Kunjungan langsung diterima di ruang Utama Bawah Balaikota Yogyakarta oleh Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Drs Tri Widayanto yang langsung memberikan sebuah souvenir kepada H. Jafar Fardhoni, SE yang juga sebagai pimpinan rombongan Dalam Sambutannya H. Jafar Fardhoni, SE yang mengucapkan terima kasih setinggi tingginya karena sudah diterima dalam acara kunjungan kerja tersebut. Beliau berharap dengan adanya kunjungan kerja seperti ini maka akan terjalin Silahturahmi antara DPRD Kabupaten Jepara dan Pemkot Yogyakarta.@nang
RSUD KOTA YOGYAKARTA BUKA LOWONGAN KERJA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
RSUD KOTA YOGYAKARTA BUKA LOWONGAN KERJA
Berdasarkan Surat Nomor : 814/1074 TENTANG PENERIMAAN PEGAWAI NON PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARA TAHUN 2013, maka Pemerintah Kota Yogyakarta dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah membuka lowongan kerja. Informasi selengkapnya dapat didownload pada link dibawah ini. jogjakota.go.id/app/modules/extra/images/1368464400_PENGUMUMAN_SELEKSI_NON_PNS_2013.pdf
KUA GONDOMANAN MAJU LOMBA TINGKAT DIY
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KUA GONDOMANAN MAJU LOMBA TINGKAT DIY
Kantor urusan Agama Kecamatan Gondomanan sebagai garda depan dalam melayani masyarakat di bidang keagamaan, mempunyai tanggungjawab mewujudkan kehidupan yang agamis. KUA Kecamatan Gondomanan telah berhasil melakukan inovasi, improvisasi dan kreasi dalam tugas dan fungsinya yang bersifat administrative, fisik, personalia maupun dalam jejaring kerja guna mewujudkan pelayanan yang prima, hal ini dikatakan Walikota Yogyakarta, Drs. Haryadi Suyuti. Selasa (14/05) di KUA Kecamatan Gondomanan dalam rangkan Penilaian Lomba KUA tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam acara tersebut juga ditandatangani kerjasama integrasi data kependudukan anatara Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Yogyakarta dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. " Kami telah menandatangani kesepakatan dengan Kementrian Agama, dimana kerjasama ini sesuai dengan pasal 9 ayat 1 dan 2 undang-undang Republik Indonesia nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, KUA Kecamatan mempunyai kewenangan untuk memperoleh keterangan dan data yang benar tentang peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dilaporkan penduduk", katanya. Ditambahkan Haryadi, penandatanganan ini merupakan awal yang baik untuk melayani warga Kota Yogyakarta dibidang keagamaan. Hal ini dilakukan untuk memberikan data yang benar serta sesuai dengan hal-hal yang terjadi dilapangan. " Saya berharap data yang ada di Catatan Sipil dengan data yang ada di KUA bisa sama, sebagai contoh, apabila KUA telah menikahkan warga, maka data yang ada di catatan sipil harus diubah sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh KUA, apabila sudah menikah dari status lajang, data yang ada di catatan sipil juga harus menikah atau kawin", tandas Haryadi. Haryadi Juga berharap penandatanganan kerjasama yang ditandatangani di KUA Kecamatan Gondomanan ini akan diikuti oleh ketigabelas Kecamatan yang lainnya, agar pelayanan pemerintah kepada warganya dibidang keagamaan ini segera terlaksana sesuai dengan keinginan warga Kota Yogyakarta. Sementara itu ketua tim Penilai Drs. H Zainal Abidin, M.Pd. I menjelaskan, aspek penilaian meliputi 10 komponen, diantaranya visi misi dan motto pelayanan, Standar pelayanan dan Maklumat pelayanan, komponen system, mekanisme, dan prosedur, Sumberdaya manusia, sarana dan prasarana pelayanan, penanganan pengaduan, indeks kepuasan masyarakat, system informasi pelayan publik, produktivitas dalam pencapaian target pelayanan, serta komponen performance KUA. Menanggapi pertanyaan tentang komponen performance KUA, Zainal Abidin menjelaskan, komponen ini penekanannya pada tes tertulis dan wawancara, pembacaan dan pemahaman Al-Qur"an, Khutbah nikah, dan baca kitab munakahat, serta pemahaman hukum positif perkawinan di Indonesia. " Dihari yang kedua ini kami bersama tim telah melihat secara langsung kerjasama yang dilakukan oleh Kementrian Agama Kota Yogyakarta denga Pemerintah Kota Yogyakarta, artinya hal ini merupakan bentuk layanan kepada masyarakat secara langsung tentang pencocokan data antara KUA dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, sekiranya kerjasama ini dapat berlangsung terus dan dapat dilanjutkan didaerah lain", imbuh Zainal.
TMMD SENGKUYUNG TAHAP I 2013 DILAKSANAKAN DI MUJAMUJU
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
TMMD SENGKUYUNG TAHAP I 2013 DILAKSANAKAN DI MUJAMUJU
Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2013 Kodim 0734/YKA di Wilayah Kota Yogyakarta dimulai. Untuk kali ini wilayah yang menjadi sasaran TMMD adalah Kelurahan Mujamuju Umbulharjo. Pembukaan pelaksanaan TMMD ini dilaksanakan di Halaman Balaikota Yogyakarta oleh Komandan Kodim 0734/YKA Letkol Ananta Wira , Selasa (14/5) Turut hadir dalam pembukaan TMMD ini Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono serta Muspida Kota Yogyakarta. TMMD kali ini mengambil tema Melalui TNI Manunggal Membangun Desa TNI Bersama dengan Polri, Kementrian/LPNK, Pemerintah Daerah dan seluruh komponen bangsa lainnya, kita tingkatkan integritas guna mendukung percepatan pembangunan dalam rangka mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Dalam laporannya, Komandan Satuan Setingkat Kompi Kapten Kav. Purwanto menjelaskan, pelakanaan TMMD Tahap I Tahun 2013 di Kelurahan Mujamuju Umbulharjo ini akan dilaksanakan selama 21 hari mulai tanggal 14 Mei s.d 3 Juni 2013 mendatang. Sasaran kegiatan dalam TMMD Tahap I Tahun 2013 ini yakni, pembuatan Talud permanen sepanjang 42 meter di pinggir sungai Gajahwong, Rehab rumah 5 Unit, Rehab MCK 2 unit dan rehab balai RW 1 unit. Sementara itu untuk sasaran non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi tentang Bela Negara dan Cinta Tanah Air dari Kodim 0734/YKA, Sosialisasi tentang narkoba, penularan HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual (PMS) dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Sosialisasi tentang kamtibmas dan Penyakit masyarakat (Pekat) dari Polresta Yogyakarta, dan sosialisasi tentang penanggulangan aliran sesat dan fanatisme agama yang sempit dari Kementrian Agama Kota Yogyakarta. Dijelaskan pula, sumber dana dalam kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2013 ini berjumlah Rp 276.000.000,- berasal dari APBD Propinsi sebesar Rp 50.000.000, dan APBD Kota Yogyakarta Rp 226.000.000,- Dalam pelaksanaannya, TMMD Sengkuyung Tahap I ini melibatkan unsure TNI dan masyarakat, dari unsure TNI antara lain 3 SST Kodim sejumlah 75 orang, 1 Tim Yonif 403 sejumlah 10 orang, Kompi Kavaleri2/Serbu 5 orang, TNI AL 5 orang, TNI AU 5 orang, Poltabes 5 orang, 1 tim tenaga teknis Kodim 0734/YKA 10 orang, Tim Kesehatan 2 orang. Sementara itu dari unsure masyarakat melibatkan Menwa 5 orang/hari Minggu dan masyarakat 30 orang/hari dan Tagana sejumlah 20 orang/hari. (HG)
WALIKOTA BUKA PAMERAN PENDIDIKAN 2013
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WALIKOTA BUKA PAMERAN PENDIDIKAN 2013
Pameran pendidikan yang digelar selama 5 hari di museum Benteng Vredeburg Yogyakarta diharapkan dapat mengintegrasikan kawasan 3 in 1 (three in one) yakni museum Benteng Vredeburg, Taman Pintar Yogyakarta, dan Taman Budaya Yogyakarta sebagai kawasan wisata pendidikan dan wisata museum. Demikian ungkap Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti pada saat membuka Pameran Pendidikan 2013, Senin, 13/05/2013) di halaman benteng Vredeburg Yogyakarta. Dikatakan, pameran yang diselenggarakan di Benteng Vredeburg bukan saja dilihat sebagai sebuah pameran semata tetapi lebih pada pengenalan kepada para peserta didik dan pengunjung bahwa tempat itu adalah tempat bersejarah. "Benteng Verdeburg merupakan ikon wisata maupun ikon museum yang ada di Kota Yogyakarta" ujar Walikota. Walikota mengatakan apabila pelaksanaan tahun ini sukses maka tahun depanmendatang dirinya akan memndorng untuk menyelenggarakan pameran pendidikan dengan skala yang lebih besar lagi. Dirinya yakin penyelenggaraan akan berhasil karena melihat antusiasme para peserta dan pengunjung cukup tinggi. Walikota menambahkan pameran pendidikan ini diharapkan bisa menjadi salah satu barometer dan indikator dari penyelenggaan pendidikan di Kota Yogyakarta yang bisa diketahui secara luas oleh seluruh masyarakat. Walikota merasa bangga dengan penyelenggaraan pameran ini yang secara tidak langsung mempertajam predikat Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kota pelajar. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edi Heri Swasana mengatakan kegiatan Pameran Pendidikan bertujuan memberi ruang kepada para siswa dan sekolah yang telah memberikan profit pembejaran dan prestasi-prestasinya serta memberikan ruang untuk menunjukkan karakter belajar kota Yogyakarta yang berbasis budaya. Selain itu, pameran ini bertujuan memperkenalkan museum kepada para pelajar kota Yogyakarta agar akrab dengan museum sebagai simbol sejarah. Para siswa dan sekolah juga diharapkan dapat memperkenalkan hasil proses pembelajaran selama satu tahun. Pameran akan berlangsung selama 5 hari berturut-turut dari tanggal 13 Mei hingga 17 Mei 2013. Sedangkan waktu kunjung dibuka dalam dua tahap yakni pagi jam : 08.00 " 12.00 dan sore jam 16.00 " 21.00 wib. Peserta pameran pendidikan tahun 2013 ini terdiri dari 5 Taman Kanak-Kanak, 5 Sekolah Dasar, 6 SMP, 7 SMA, 8 SMK dan 2 MA. Pembukaan pameran dimeriahkan dengan atraksi kesenian tari Kuda Lumping persembahan SMA. Bopkri I dibawah pimpinan Drs. Andar Rujito dan pelatih Warsito, S.Sn. Walikota didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan Ka. Cabang BPD Senopatisempat mengnjungi stand pengisi pameran. Banyak karya siswa dan sekolah yang dipamerkan di pameran ini seperti batik, gerabah, mesin, robot, makanan, minuman, busana, teknologi, dan satu yang sedikit menyita perhatian para pengunjung adalah becak bermesinkan tenaga surya atau Becak Tenaga Surya yang berada di stan SMK Piri I Yogyakarta. (@mix)
PENGURUS GAPOKTAN KOTA IKUTI PELATIHAN PUAP
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PENGURUS GAPOKTAN KOTA IKUTI PELATIHAN PUAP
Sebanyak 90 Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Se Kota Yogyakarta mengikuti Pelatihan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Pelatihan yang berlangsung di Wisma Sargede ini terbagi dalam tiga angkatan, untuk angkatan III dibuka oleh Kadinas Perindagkoptan Kota Yogyakarta, Heru Priya Warjaka, SE, Selasa (7/5). Angkatan sebelumnya telah dimulai pada tanggal 29 April dan 6 Mei 2013. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang program dan pengelolaan dana PUAP bagi Gapoktan dalam pengembangan usaha Agribisnis dengan narasumber dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketidan Malang Jawa Timur. Peserta pelatihan adalah pengurus Gapoktan yaitu Ketua dan Bendahara ang telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian. Kadinas Peridagkoptan, Heru Priya Warjaka SE dalam sambutannya mengatakan, dengan pelatihan ini diharapkan pengurus Gapoktan bisa memahami PUAP sepenuhnya termasuk manajemen dan pengembangannya sehingga Gapoktan bisa hidup dan produktif dalam mengembangkan modal yang telah diberikan oleh Pemerintah sebesar Rp 100 juta. "Pengurus Gapoktan harus bertanggungjawab dalam keberlangsungan PUAP, produktif dalam mengembangkan modal yang telah disalurkan, perputaran uang yang ada di Gapoktan harus dapat menunjukkan akumulasi peningkatan dari waktu ke waktu." Kata Heru Priya Warjaka. Dijelaskan oleh Heru Priya Warjaka, PUAP adalah bagian dari pelaksanaan Program PNPM Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran. Yogyakarta walaupun merupakan wilayah perkotaan tetap banyak sekali potensi pertanian yang bisa dikembangkan diantaranya peternakan ikan dan perternakan burung, maupun kegiatan pertanian di lahan sempit. Ditambahkan, tujuan dilakanakannya PUAP adalah mengurangi kemiskinan dan pengangguran di pedesaan/tingkat kelurahan, meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis, pengurus gapoktan, penyuluh dan mitra tani, memberdayakan kelembagaan petani dengan prinsip yang dikembangkan yakni kemandirian, perubahan dan kerjasama serta kebersamaan. (hg)