Wakil Walikota : Kampung Panca Tertib bisa akses Duit Kelurahan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota : Kampung Panca Tertib bisa akses Duit Kelurahan
Syawalan Keluarga Besar Gerakan Kampung Panca Tertib digelar Jumat, 28 Juni 2019 di Aula SMAN 11 Yogyakarta, Syawalan yang diprakasai oleh Forum Komunikasi Kampung Panca Tertib dan Satpol-PP Kota Yogyakarta, yang dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, OPD, Muspika Jetis, lurah dan pengurus Kampung Panca Tertib se-Kota Yogyakarta. Syawalan sebagai wahana silaturahmi antar pengurus Kampung Panca Tertib sekaligus tukar menukar informasi kegiatan di masing-masing kampung. Gerakan Kampung Panca Tertib merupakan upaya untuk membangun kesadaran dan perilaku masyarakat menjadi sebuah budaya tertib dalam tata kehidupan di kampung-kampung. Dalam Sambutannya Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus W. Menyampaikan Gerakan Kampung Panca Tertib yang digulirkan sejak tahun 2015 telah berhasil membangun kesadaran masyarakat di kampung dalam berperilaku tertib baik itu tertib daerah marka jalan, tertib bangunan, tertib usaha, tertib lingkungan dan tertib sosial. Perilaku tertib yang dibangun di kampung menyesuaikan dengan kebutuhan kampung, seperti kampung tertib lingkungan yang digerakkan melalui pemilahan dan pengolahan sampah di salah satu kampung. Guna mengukur dan menilai gerakan kampung Panca Tertib maka diadakan penilaian setiap tahun dalam bentuk Kampung Panca Tertib Award. Dengan demikian pergerakan dan kondisi setiap kampung Panca Tertib dapat kita pantau dan setiap permasalahan yang muncul di kampung dapat kita carikan solusi bersama. Dalam mengatasi permasalahan tersebut kami melakukan kerjasama lintas OPD, seperti dalam penguatan Kampung Tertib Administrasi kependudukan, yang bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Tertib Bangunan dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan. Harapannya melalui berbagai program dan strategi yang dilakukan maka pertumbuhan, perkembangan dan penguatan Kampoung Panca Tertib dapat dilakukan dengan terukur dan terarah sehingga perilaku tertib menjadi sebuah budaya di satu kampung. Hadir dalam Syawalan tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang membaur dengan warga masyarakat bersalam-salaman, maaf memaafkan. Menurut Heroe Poerwadi, Kampung Panca tertib akan dapat membuat Jogja menjadi Aman dan Nyaman di tiap-tiap kampung. Rasa aman akan membuat warga merasa nyaman, dan rasa nyaman akan berdampak pada peningkatan produktifitas warga, misal dalam melakukan aktifitas berwira usaha dengan kondisi lingkungan yang kondusif (aman-nyaman) maka usaha akan menjadi lancar dan semangat dalam bekerja pun meningkat. Lebih lanjut disampaikan bahwa Forum Komunikasi Kampung Panca Tertib dapat mengakses dana yang ada di kelurahan melalui rembug kampung atau Musrenbang di setiap Kelurahan. Di Kelurahan ada dana Kelurahan yang bisa mencapai lebih dari 1 miliar yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dan mengembangkan pembangunan kelurahan. Semisal permasalahan yang muncul adalah sampah maka Forum Kampung Panca Tertib yang bergerak dalam tertib lingkungan melalui pengelolaan sampah dapat mengakses dana tersebut untuk pengadaan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah. Misal yang muncul adalah tertib bangunan maka selain tertib secara administrasi bangunan juga bisa didesain menjadi sebuah kawasan yang unik dan menarik, misal kawasan lorong hijau. Berbagai konsep dan gagasan yang dibahas dalam musrenbang akan menghasilkan sebuah perencanaan pembangunan jangka panjang dalam sebuah Rencana Strategis di setiap kampung yang disusun berdasarkan kebutuhan bukan asal rata. Rencana strategis di kampung-kampung dalam setiap kelurahan akan menguatkan kampung baik dari sisi ketertiban, budaya bahkan ekonomi akan terdongkrak yang berujung pada peningkatan pendapatan dan pengurangan angka kemiskinan. Dengan demikian dana Kelurahan akan menjadi TEMOTO, TEMONJO, ISO DIRASAKKE (ant)
Wakil Walikota : KTA Pramuka bisa untuk menabung di Bank
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota : KTA Pramuka bisa untuk menabung di Bank
Pramuka Kwartir Cabang Kota Yogyakarta menyelenggarakan Halal bil halal pada hari Sabtu, 29 Juni 2019 jam 10 di Ruang Truntum Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Halal bil halal yang dihadari oleh Pengurus Kwarcab, Saka, UKM Pramuka Perguruan Tinggi, Pembina dan andalan cabang berlangsung meriah. Dalam kesempatan tersebut Kakwarcab yang juga Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan sambutannya, bahwa Pramuka sebagai salah satu pilar pemberdayaan generasi muda merupakan agen perubahan. Sebagai agen perubahan Pramuka dituntut tanggap dan tangguh dalam menghadapi perubahan tantangan jaman, terlebih di era Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang ditandai dengan kehadiran web 4.0. Sikap tanggap berupa kemampuan beradaptasi terhadap setiap perubahan, sedangkan tangguh merupakan kemampuan kita dalam mengantisipasi perubahan dan menjadikan Pramuka mampu bersaing sebagai pilihan utama pemberdayaan pemuda. Oleh karena itu melalui kerjasama dengan bank kita buat program Kartu Tanda Anggota/KTA Pramuka yang dapat dipergunakan untuk menyimpan uang di Bank (menabung). Selain untuk menabung KTA tersebut juga bisa digunakan untuk meminjam buku di Perpustakaan. Harapan kami melalui program tersebut akan mampu menarik minat generasi muda untuk aktif di pramuka dan membangun budaya menabung serta literasi. Dalam kesempatan halal bil halal atau syawalan tersebut Ustadz Ikhsan memberikan siraman rohani, bahwa syawalan ini merupakan budaya islam yang berkembang di Indonesia. Melalui syawalan kita dapat saling bersilaturahmi dan maaf memaafkan serta mendapatkan pencerahan dalam tausiyah didalamnya. Perkembangan Islan di Indonesia bersinergi dengan budaya yang ada pada saat itu. Sebagaimana kita ketahui bahwa Masjid yang dibangun para wali, didesain dengan atap susun tiga, yang dapat dimaknai sebagai Aqidah, Syariah dan Akhlakul Karimah. Seseorang yang telah mengamalkan akidah dengan meletakkan iman di hati dan melakukan ibadah dalam kesehariannya, akan tercermin dalam perilaku mulia, selaras dengan Hablu Minalloh dan Habblu Minnas yang menjadikan Islam sebagai Rahmatanm lil alamin. Dalam Konteks tersebut maka yang dipasang diatas atap Masjid bukan kubah melainkan bentuk daun kluweh yang melambangkan orang yang linuweh. Orang linuweh adalah orang yang mampu menempatkan dirinya sebagai abdi Alloh SWT yang telah beribadah secara vertical dan horizontal sehingga keberadaannya bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya. (ant)
Jadi Tuan Rumah, Kota Yogya Targetkan Juara Umum Porda 2019
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jadi Tuan Rumah, Kota Yogya Targetkan Juara Umum Porda 2019
Kota Yogyakarta akan menjadi tuan rumah dalam Porda (Pekan Olahraga Daerah ) di tahun 2019. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menargetkan kontingen Kota Yogya jadi juara umum pada gelaran dua tahun ini. Menurut Walikota, Kota Yogyakarta sudah melakukan persiapan yang matang, sinergi antara Pemkot dan KONI serta pengurus cabang olahraga juga semakin ditingkatkan. "Termasuk terus menggalang kekuatan, konsistensi dan stabilitas atlet. Dengan langkah ini dapat menjadi bekal atlet Kota Yogyakarta saat mengikuti Porda yang akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2019 mendatang. Sehingga target juara umum dapat tercapai" ungkap Walikota saat membuka Gathering Porda, Kamis (27/6/2019) malam di hotel Aston. Dalam event tersebut Kota Yogyakarta akan menurunkan 700 atlet. "Para Atletpun sudah di bina sejak jauh hari, seperti mengadakan pemusatan latihan di tahun 2018 silam, sehingga saat tanggal penetapan datang, para atlet telah siap di masing-masing nomor"ungkapnya Selain fokus pada raihan juara umum, lanjut Walikota, kini Pemkot Yogyakarta tengah fokus mempersiapkan acara pembukaan megah Porda 2019. Pihaknya ingin pembukaan megah tersebut menjadi event yang dapat memberikan hiburan untuk masyarakat, atlet maupun pelatih. "Ini yang menjadi perbedaan antara Porda tahun 2017 dan 2019, kalau 2017 hanya ada olahraga. Tahun 2019 ada hiburannya, ini juga menjadi rangkaian ulang tahun Kota Yogyakarta, bisa meningkatkan sisi ekonomi,"tuturnya. Dengan diadakannya Porda 2019, Walikota berharap masyarakat di DIY dapat menyaksikan dan mendukung para atlet. Ia pun menghimbau kepada para suporter agar tidak melakukan aksi tawuran sesama suporter lain. "Justru dengan adanya Porda 2019 ini harapanya bisa merekatkan para atlet dan suporter," katanya. Mendukung target Walikota, Ketua umum Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (Perbasi ) Kota Yogya, Andreas Candra Wibowo, mengatakan jika Tim basket Kota Yogyakarta siap menyapu bersih 4 medali emas. Perbasi Kota Yogya sudah menyiapkan 12 pebasket putra dan 12 pebasket putri serta 4 pemain putra dan 4 pemain putri" katanya. Untuk mengamankan target 4 medali emas tersebut, lanjutnya, para pebasket Kota Yogyakarta harus bisa tampil maksimal dan bisa mengatasi saingan terberat mereka dari Sleman dan Bantul. "Saingan terberat tim basket Kota Yogya dalam Porda DIY nanti adalah Sleman dan Bantul," pungkasnya. (Han)
Walikota Yogyakarta : Jukir Nuthuk ditindak
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Yogyakarta : Jukir Nuthuk ditindak
Satgas Sapu bersih Pungutan liar (SABER PUNGLI) OPP DIY menggelar Sosialisasi dan Supervisi Saber Pungli UPP DIY di Kota Yogyakarta, dengan topik "Penanganan Permasalahan Parkir Dan Retribusi Pariwisata di Kota Yogyakarta" di Hotel jambu luwuk, pada Kamis, 27 Juni 2019. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk membangun kesamaan pandang tentang adanya potensi pungli dalam parkir dan retribusi pariwisata. Dengan diketahuinya potensi dan peta kerawanan pungli maka akan diperoleh solusi untuk antisipasinya. Sosialisasi dengan nara sumber : Wakapolresta Yogyakarta/Ketua Saber Pungli Kota Yogyakarta dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dan dihadiri oleh, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Polresta, inspektorat, OPD dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, AKBP Abdul Wahid, SPd. MM, yang mewakili Irwasda Polda DIY/Ketua Saber Pungli UPP DIY menyampaikan bahwa, Pungli atau Pungutan liar adalah Pungutan di tempat yang seharusnya tidak ada biaya dikenakan atau di pungut di lokasi atau pada kegiatan tersebut tidak sesuai ketentuan. Pungli bisa berupa : Suap, Pemerasan, Menerima hadiah atau janji, Memberikan hadiah atau janji; dan Gratifikasi. Dalam lingkungan pemerintah Daerah pungli bisa terjadi pada kegiatan : Perijinan, hibah dan bantuan sosial, kepegawaian, pendidikan, dana desa, pelayan public dan pengadaan barang dan jasa. Di Kota Yogyakarta salah satu yang rawan terjadinya pungli dalam pelayanan publik adalah Parkir (parkir di tempat hiburan, perbelanjaan, dan kegiatan masyarakat) dan Pariwisata (retribusi masuk dan parkir di obyek wisata). Guna mengantisipasi Pungli, Saber Pungli UPP DIY melakukan strategi Pre emtif, Preventif dan Represif. Pre emtif berupa pembinaan berupa sosialisasi membangun gerakan masyarakat anti pungli, pemda bebas pungli, membangun budaya anti pungli. Untuk Preventif atau pencegahan dengan melakukan pemetaan daerah rawan pungli, Mengoptimalkan fungsi satuan pengawasan internal dan Mengoptimalkan sistem pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi. Sedangkan Representif atau penegakan hukum berupa pemberian sanksi atau hukuman yang selaras dengan undang-undang. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta telah menindaklanjuti Peraturan Presiden dan Peraturan Gubernur dengan membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kota Yogyakarta melalui Keputusan Walikota Yogyakarta, nomor : 511 tahun 2016 tentang pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kota Yogyakarta. Sebagai destinasi wisata, yang memiliki kesenjangan antara luas lahan parkir dan jumlah kendaraan wisatawan yang masuk ke Kota Yogyakarta, dibangunlah kantong parkir dan dilakukan rekayasa lalu lintas. Meski demikian parkir menjadi kendala dan memunculkan adanya lahan parkir swasta. Di lahan parkir swasta inilah yang memungkinkan terjadinya pungli, dimana tarif yang dikutip tidak sesuai dengan tarif yang ada dalam PERDA. Seperti halnya ketika ada libur panjang dan lokasi parkir di obyek wisata tidak mampu menampung kendaraan yang parkir. Akibatnya banyak kendaraan yang di parkir di tepi jalan umum atau halaman warga, dan disinilah terjadi pungli (tarif parkir nuthuk). Mensikapi masalah itu Pemkot telah membuat program aduan wisatawan/warga melalui SMS/WA agar setiap orang yang berkunjung ke Yogya merasa aman dan nyaman. Bagi Wisatawan/masyarakat yang dikutip biaya parkir tidak sesuai Perda atau belanja kuliner dithuthuk bakul juga bisa lapor melalui SMS/WA aduan. Setiap laporan kami respon cepat dan bagi pelaku kami kenai sanksi tegas. Selain aduan kami juga melakukam pendampingan pada pelaku pariwisata dan juru parkir, agar ada kesamaan pandang dalam menjaga pariwisata di Kota Yogyakarta yang aman dan nyaman. (Ant)
Aplikasi Nglarisi Resmi Diluncurkan, Pesan Snack Tinggal Klik
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Aplikasi Nglarisi Resmi Diluncurkan, Pesan Snack Tinggal Klik
Kabar manis datang untuk para penyedia jasa kuliner di Kota Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta secara resmi telah meluncurkan aplikasi Nglarisi di Balaikota Yogyakarta, Kamis (27/6/2019). Dengan diluncurkannya aplikasi ini sangat memudahkan para penyedia jasa kuliner di Kota Yogyakarta untuk lebih gencar memasarkan produknya. Tidak dipungut biaya alias gratis, warga Yogyakarta bisa memanfaatkan aplikasi ini melalui layanan Jogja Smart Service (JSS) yang bisa didownload di Google Play Store. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menerangkan, aplikasi Nglarisi ini merupakan bagian dari program Gandeng " Gendong yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan di Kota Yogyakarta. "Melalui progam ini kami mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam kegiatan pemerintah yakni dengan menyediakan layanan snack untuk kegiatan rapat, total ada anggaran 42 miliar," jelasnya. Meski begitu, Pihkanya berharap para Penyedia jasa kuliner yang merupakan UMKM bisa memenuhi standart dan kriteria yang telah ditentukan. "Kami menggandeng BPD DIY untuk menjembatani, jadi setelah kita klik memesan snack, dengan aplikasi pembayaran yang disediakan BPD DIY maka pembayarannya bisa realtime, langsung diterima para pelaku UMKM," ungkap Haryadi. Pihkanya berpesan agar para pelaku UMKM kuliner Kota Yogyakarta melibatkan dirinya untuk menjaga kualitas barang yang disediakan untuk menjadi pilihan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam kesempatan yang sama Wakil Wlaikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menambahkan, hingga saat ini sudah ada 104 kelompok yang sudah terdaftar dengan total 1.403 anggota. Dari jumlah tersebut, yang masuk KMS sebanyak 400 orang. Heroe menjelaskan, dengan begitu sebenarnya 104 kelompok ini telah menjual produknya keluar secara umum, tidak hanya terpusat untuk memenuhi kebutuhan snack Pemerintah Kota Yogyakarta dalam hal ini OPD. "Ini bukti tahapan maju setelah satu tahun program gandeng gendong diluncurkan, sehingga ini sudah berada pada tahapan kedua yakni melayani masyarakat," imbuhnya. Terkait dengan realisasinya, Heroe mengaku belum mencapai angka yang terlalu besar karena bersamaan dengan bulan Ramadhan dan libuaran jadi masih kecil sampai pertengahan tahun ini. "Sampai bulan Juni ini belum sampai pada angka Rp.1 miliar, ami berharap bisa lebih Rp.2 miliar," tandasnya. Dengan aplikasi Ngalirisi ini, sambungnya, Pihkanya juga bisa melakukan monitoring OPD mana saja yang tidak melakukan pemesanan snack melalui aplikasi ini. "Jadi sangat lebih mudah untuk melakukan monitoring," imbuhnya. Direktur Umum BPD DIY Santoso Rohmad, menjanjikan bahwa melalui aplikasi Nglarisi, tidak ada lagi penundaan pembayaran pesanan. Selama ini, sistem yang berlaku adalah penyedia jasa boga mengirim pesanan terlebih dulu baru mendapatkan uang pembayaran yang diterima sekitar 3-5 hari setelah transaksi. "Kita tindaklanjuti cara pembayaran. Nanti akan menggunakan mobile banking BPD DIY maupun ATM. Ini realisasi transaksi nontunai. Beli snack, langsung bayar saat itu juga. Tidak ada penundaan pembayaran, paparnya. (Tam)
Walikota Tegaskan Wilayah Balaikota Tanpa Narkoba dan Miras
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Tegaskan Wilayah Balaikota Tanpa Narkoba dan Miras
Bersamaan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Kota Yogyakarta mempertegas komitmen memberantas peredaran dan penggunaan narkoba dengan meluncurkan gerakan "Kompleks Balaikota Yogyakarta Tanpa Narkoba dan Miras", Rabu (26/6/2019). Diresmikan langsung oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, gerakan ini diharapkan mampu memberantas sekaligus membebaskan Kota Yoyakarta dari ancaman bahaya narkoba. "Komitemen kita ini jelas, bahwa gerakan ini dimulai dari lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dulu, kita mulai dari tempat kita bekerja dulu agar bersih narkoba," ucap Haryadi usai menghadiri upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Balaikota. Untuk itu, pihaknya berencana akan memasang papan peringatan di setiap batas kota dan setiap gedung Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain untuk mempertegas, hal itu juga sebagai peringatan keras. "Termasuk juga gedung - gedung sekolah dan Perguruan Tinggi di wilayah hukum Kota Yogyakarta agar dibuatkan surat edaran untuk ikut mencanangkan wilayah untuk menjadi wilayah tapa narkoba," jelas Haryadi. Haryadi menegaskan, bahwa gerakan tersebut bukan hanya sebatas slogan saja. Haryadi berkomitmen untuk menindak tegas semua pihak yang terjerat narkoba di wilayah hukum Kota Yogyakarta. " Ini bukan hanya slogan, kalau memasuki wilayah yang sudah jelas tanpa narkoba dan miras, tapi diketahui membawa barang haram tresebut maka jelas pelakunya akan terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT)," tandasnya. Menindak lanjuti gerakan tersebut, direncanakan akan digiatkan lagi operasi dadakan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta. "Operasi dadakan saja, bukan rutin agar hasilnya lebih maksimal," imbuhnya. Dengan gerakan ini, Ia optimis akan mampu mempersempit peredaran ruang gerak bandar dan pengguna khususnya di wilayah Kota Yogyakarta. Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY Triwarno Atmojo menyambut baik hal itu. Menurutnya peredaran narkoba di Indonesia masih sangat masif. "Untuk itulah kami terus memperkuat pencegahannya, dengan melalui membentuk gerakan seperti yang dicanangkan Kota Yogyakarta, lingkungan Kantor Walikota ini bersih dari narkotika," ucapnya. Pihaknya akan terus memperkuat gerakan anti narkoba untuk memutus bertemunya pengedar dan pengguna. Sehingga, yang sedang Ia kuatkan saat ini adalah penggunannya dicegah, supaya barang dagangan tidak laku dijual. Pihaknya juga mengajak daerah lain untuk melakukan gerakan yang sama, hal itu sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 6, bahwa semua kementerian dan lembaga sampai dengan tingkat Gubernur, Kota dan Kabupaten harus merencanakan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Wilayah DIY dipusatkan di Kota Yogyakarta dengan tema Milenial Sehat Tanpa Narkotika, Menuju Indonesia Emas. Upacara digelar di Halaman Balikota dengan di ikuti sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat Forkopimnda. Turut hadir Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta, Kepala BNNP DIY. (Tam)
Lomba Macapat Semarakkan HALUN
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Lomba Macapat Semarakkan HALUN
Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) yang ke-23, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial menggelar lomba macapat yang diikuti oleh lansia Kota Yogyakarta. Kepala Dinas Sosial, Agus Sudrajat berharap kegiatan ini dapat turut serta melestarikan kebudayaan Jawa. "Selain memeriahkan Hari Lanjut Usia, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk nguri-uri kabudayan Jawa" Tutur Agus ketika membuka pelaksanaan lomba, Rabu (26/6) pagi di Ruang Rapat Dinas Kominfosandi. Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, Yogyakarta merupakan kota dengan harapan hidup paling tinggi se-Indonesia, menurut Agus, hal tersebut tak lepas dari kebiasaan macapatan yang sering dilakukan lansia di Yogyakarta. "Macapat bisa diartikan sebagai maca papat atau membaca empat keselarasan bababgan jiwo, roso, rogo, pranoto. Macapat juga dapat melatih diri supaya tidak pikun," Tambah Agus. Lomba ini sendiri diikuti oleh 14 lansia dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Setiap peserta membawakan satu sekar wajib, yakni dhandanggula pasowanan laras slendro sanga serta sekar pilihan yaitu pangkur dhudhakasmaran pelog bem dan asamradana slobog pelog barang. Dewan juri terdiri dari paguyuban macapat Sleman dan Kota Yogyakarta, serta Pamulangan Macapat Kraton "Penilaian dilakukan terhadap dasar suara, teknik nyekar, dan unggah-ungguh" Terang salah satu juri, KMT Gunawan Dwiyowijoyo. Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Irianto Edi Purnomo mengatakan, pemenang lomba ini nantinya akan tampil di puncak acara Hari Lanjut Usia Nasional ke-23, Minggu (30/6) mendatang. "Pemenang nantinya akan tampil di peringatan HALUN supaya bisa dipirsani oleh 1.300 peserta" Imbuhnya. (ams)
Dorong Kinerja Pemerintah Melalui Larwasda
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dorong Kinerja Pemerintah Melalui Larwasda
Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan baik, Inspektorat Kota Yogya menggelar Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) tahun 2019. Kepala Inspektorat Kota Yogya, Maryoto mengatakan, kegiatan Larwasda diselenggarakan dengan tujuan memasyarakatkan hasil pengawasan, baik pengawasan melekat, fungsional maupun pengawasan masyarakat (pengaduan masyarakat). "Dengan harapan semua pihak terkait semakin menyadari betapa pentingnya fungsi pengawasan dalam upaya good government and clean government," ungkapnya. Hal itu, menurutnya, untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih dan transparan. Sementara itu, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengapresiasi langkah dan komitmen semua pihak dalam upaya menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Efektif dan efisien. Jalankan sebaik baiknya karena ini merupakan komitmen kita bersama dalam rangka memajukan Kota Yogyakarta" ujarnya saat membuka acara tersebut di ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Rabu (26/6/2019). Menurutnya pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintah Daerah memiliki tujuan positif agar penyelenggaraannya dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan adanya Larwasda seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogya mampu menjalankan pemerintahan yang efektif, efesien, dan akuntabel, katanya. Saat ini, lanjutnya, Pemerintah Kota Yogyakarta dituntut memiliki transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan, baik dari segi keuangan maupun dari realisasi fisik hasil pekerjaannya. Dengan terwujudnya pemerintahan yang bersih, Walikota berharap agar Pemkot Yogya kembali mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di tahun 2019. "Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemkot Yogya berhasil mendapatkan penghargaan tersebut secara berturut-turut" kata Walikota. (Han)
Wawali : Layanan Pemkot dalam genggaman
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali : Layanan Pemkot dalam genggaman
Dinas kesehatan Kota Yogyakarta, Menggelar Launching DILAN, Digitalisasi layanan Industri Rumah Tangga Pangan (Sertifikasi IRTP), Senin, 24 Juni 2019 di Joglo Lawas, Alun-alun Utara, Yogyakarta. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini, menyampaikan bahwa Dilan atau Digitalisasi Layanan Industri Rumah tangga Pangan merupakan upaya untuk memberikan pelayan yang cepat, mudah diakses dan transparan pada pelaku usaha industri rumah tangga pangan (warga Kota Yogyakarta). Sebagaimana program gandeng gendong dimana satu sama lain saling bergotong royong, saling melengkapi, antara Pemerintah Kota Yogyakarta, Perguruan Tinggi, Pengusaha, Kampung dan Komonitas maka DILAN ini merupakan upaya Pemkot dalam memfasilitasi dan menguatkan rumah tangga kreatif yang berwira usaha dalam bidang produk olahan pangan. Perkembangan teknologi informasi berupa Web 4.0 membuat perubahan proses pengurusan PIRT yang semula manusia yang datang dari satu pintu ke pintu, dirubah menjadi konsep digital dimana yang datang sudah bukan orang tapi data yang bergerak.DILAN versi perdana merupakan bentuk inovasi layanan digital yang menghadirkan proses pengurusan PIRT menjadi lebih mudah, cepat, terukur dan transparan. Selain itu melalui DILAN kami juga mengintegrasikan para pelaku usaha produk olahan pangan maupun jasa olahan pangan dengan pasar secara digital. Launching DILAN dilakukan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, yangditandai dengan memencet tombol yang menghidupkan aplikasi DILAN. Dalam sambutannya disampaikan bahwa proses inovasi bukan sekedar membuat sesuatu yang baru, namun bagaimana agar sesuatu yang baru tersebut mampu memberi solusi tanpa meninggalkan masalah. Dalam perkembangan Smart City, Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengembangkan sebuah konsep Jogja Smart Service/JSS yang didalamnya berisi berbagai konten layanan masyarakat yang terintegrasi satu sama lain. Melalui data yang saling terintegrasi maka tidak ada data sektoral milik salah satu OPD. Dalam JSS data yang ada merupakan data tunggal yang dibuat dengan standar data yang memungkinkan untuk selalu update dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang pesat ini. Demikian juga DILAN akan menjadi bagian dan melengkapi konten yang ada dalam JSS. Dengan digitalisasi layanan Pemkot melalui JSS maka warga masyarakat Kota Yogyakarta dapat dengan mudah dan cepat mengakses berbagai layanan tersebut dalam sebuah genggaman tangan. Lebih lanjut Heroe Poerwadi mengucapkan terima kasih atas kreatifitas dan inovasi dalam produk layanan digital ini, mudah-mudahan mampu memberikan solusi atas kesulitan warga dalam mengurus PIRT. Dengan PIRT maka produk olahan pangan yang dibuat oleh UMKM/industri rumah tangga pangan mampu memberi jaminan standar mutu pangan baik dalam proses produksi maupun kemasan serta mampu bersaing dalam pasar kuliner di Yogyakarta. Selain Launching DILAN Wakil Walikota Yogyakarta juga menyerahkan Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan dan Sertifikat Pangan Industry Rumah Tangga dan dialog ramah tamah dengan pelaku usaha industri rumah tangga pangan. (oni)
Tak Lama Lagi Si Thole Bakal Tampil dengan Wajah Baru
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tak Lama Lagi Si Thole Bakal Tampil dengan Wajah Baru
Shuttle wisata kebanggaan Kota Yogyakarta yang akrab disapa Si Thole tidak lama lagi bakal tampil dengan wajah baru, lebih elegan dan ikonik Si Thole dicoba langsung Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti hari ini, Selasa (25/6/2019) pagi di Balaikota Yogyakarta. Haryadi mengendarai langsung Si Thole untuk memastikan kenyamanan dan keamanan mobil Shuttle Wisata ini. Haryadi berharap Si Thole versi baru ini semakin memperkuat daya tarik Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata ampuh. Saya berharap agar semua pihak dapat memberikan dukungan agar kendaraan ini menjadi angkutan yang bersahabat bagi wisatawan karena Si Thole ini juga merupakan bagian dari pendukung pariwisata di Yogyakarta." katanya usai ujicoba Si Thole. Dalam uji coba tersebut, pihaknya mengapresiasi desain baru si thole, namun meski begitu Ia meminta beberapa perbaikan. Salah satunya adalah untuk mendesain pintu agar lebih aman bagi penumpang. "Secara keseluruhan sudah bagus, memang ada beberapa yang harus diperbaiki lagi seperti pintu ini, selain itu di bagian depan mobil ini saya minta juga dilengkapi running text dan pada bagian bodynya bisa ditempel stiker logo Pemkot," ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Andi Sasongko menerangkan bahwa Si Thole ini adalah hibah dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang akan diserahkan kepada Koperasi Forum Komunitas Kawasan Alun-Alun Utara (FKKAU) Yogyakarta. "Ini adalah hibah Pemerintah Kota ke FKKU, total ada lima unit mobil yang akan kita hibahkan pada saat ulang tahun Bank Jogja akhir bulan nanti," cetusnya. Hibah ini, lanjutnya, untuk menambah armada Si Thole yang sudah ada. Pihkanya berharap setelah proses balik nama Armada baru ini bisa segera dioperasikan untuk melayani wisatawan. Si Thole ini memiliki rute khusus di Yogyakarta, di pusat kota khususnya. Mobil berkapasitas maksimal 7 penumpang ini bisa ditemukan di beberapa halte khusus di Parkir Ngabean, Keraton, Taman sari, Taman pintar, Taman parkir senopati dan Titik 0 kilometer di daerah Malioboro. (Tam)
Simphony Kerontjong Moeda Hipnotis Ribuan Penonton
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Simphony Kerontjong Moeda Hipnotis Ribuan Penonton
Pemerintah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY menggelar acara Simphony Kerontjong Moeda di embung Langensari, Selasa malam (25/6/2019). Acara tersebut ditonton ribuan masyarakat dari wilayah DIY. Antusiasme penonton terlihat sejak sore. Sebelum magrib pengunjung sudah berbondong-bondong ke lokasi. Mereka mencari tempat duduk yang startegis di depan panggung. Penampilan grup Symphony Kerontjong Moeda Orchestra mampu memukau ribuan penonton. Kolaborasi musik keroncong dipandu suasana alam di embung Langensari serta tata panggung yang apik mampu menghipnotis pengunjung, di tambah suasana meriah dengan penampilan sejumlah penyanyi seperti Sapta Ksvara Kusbini, Hesti Tata Ksvara, Paksi Raras Alit, Prasetyo Adhitama, dan masih banyak lagi. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan acara tersebut bertujuan untuk membangun promosi, daya tarik, dan kemajuan destinasi wisata yang dipadukan dengan gelaran seni budaya keroncong. Event seperti ini selalu kami gelar hampir tiap tahun, kemarin di mangunan dan tebing breksi, selanjutnya akan dilaksanakan destinasi-destinasi wisata lainnya sehingga dapat menjadi daya tarik wisata dan dikenal masyakarat banyak, katanya Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut juga tampil menghibur penonton mengatakan jika keroncong merupakan musik khas Indonesia sejak zaman dahulu yang keberadaannya sekarang sudah cukup jarang, dengan adanya acara ini juga bisa menggugah semangat generasi muda untuk melestarikan musik keroncong. Semoga para generasi muda yang terlibat di dalam seni keroncong, bisa terus berkreatifitas dengan melaksanakan event seperti ini, dan tentunya bisa mendukung destinasi wisata di Kota Yogya, ungkapnya. Hilmy, salah seorang warga dari Mergangsan mengatakan jika Ia sudah kedua kalinya menonton event Keroncong ini. Saya liat posternya di media sosial dan juga gratis, saya langsung kesini, katanya sambil tertawa bahagia.(Han)
Pemkot Jaring Atlet PORDA Melalui Pekan Olahraga Karyawan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Jaring Atlet PORDA Melalui Pekan Olahraga Karyawan
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar Pekan Olahraga Karyawan (PORKAR), Resmi dibuka di Balaikota, Senin (24/6/2019) pagi, ajang tahunan ini diharapkan bisa menjadi media untuk menjaring atlet-atlet ASN yang nantinya bisa memperkuat Yogyakarta di Ajang PORDA DIY Oktober mendatang. "Kami yakin dan optimis melalui PORKAR secara rutin dan konsisten, kegiatan ini akan menjadi kekuatan baru membangun konsolidasi persiapan atlet-atlet ASN Kota Yogyakarta menghadapi berbagai ajang, seperti PORDA DIY Kota Yogyakarta yang akan berlangsung 10 hingga18 Oktober 2019," kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Titik Sulastri. Di sisi lain PORKAR juga merupakan sarana silaturahmi dan saling bertukar pengalaman antar karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, dan juga untuk mengembalikan energi dari kepenatan atas rutinitas kerja sehari-hari. "Dengan demikian secara langsung akan menjadi wahana memperkokoh soliditas dan solidaritas korps," imbuhnya. Pihkanya juga berharap melalui pekan olah raga ini diharapkan dapat memacu karyawan untuk senantiasa melakukan olah raga secara rutin dan teratur, selain untuk menjaga kebugaran jasmani dan rohani, kedisiplinan serta sportivitas karyawan menuju peningkatan kinerja. "Juga diharapkan dapat menunjang peningkatan prestasi olah raga. Kita berharap, suatu saat akan muncul atlet andalan yang terbina melalui PORKAR ini," sambungnya. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dengan olahraga, Selaku pelayan masyarakat, lanjutnya, kita dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik. "Untuk dapat melayani masyarakat luas secara optimal, kesehatan dan kebugaran tubuh perlu terus dipertahankan. Salah satu upaya untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar adalah melaui olahraga," tandasnya. Untuk itu, masih kata Haryadi, saya sangat mendukung kegiatan PORKAR tahun 2019 ini, terlebih pelaksanaannya selain dalam bentuk olahraga massal juga dalam bentuk olahraga individual. "Keduanya memiliki manfaat yang positif bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Hal itu sangat berperan dalam peningkatan kualitas kinerja karyawan sehingga diharapkan pelayanan masyarakat dapat terlaksana secara optimal," pungkasnya. Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana memastikan kepesertaan PORKAR tahun ini jauh lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Peserta tahun ini jauh lebih banyak dibandinkan tahun sebelumnya, selisihnya mencapai sekitar 200 orang," urainya. Menurutnya hal itu dipengaruhi karena keterlibatan OPD tahun ini lebih banyak, karena juga sosialisasi lebih awal dan penyampaikan surat menggunakan e-office membantu mempercepat informasi. "Pendafataran juga dengan e-office, fasilitas JSS memang sangat menguntungkan dalam persiapan kegiatan ini," imbuhnya. Edy juga membeberkan, tahun ini panitia telah menyiapkan hadiah total senialai Rp.68 juta, dengan rincian Juara Pertama mendapatkan Rp.5 juta, Juara Kedua Rp.4,5 juta dan Juara Ketiga Rp. 4 juta untuk masing " masing cabang olahraga. (Tam)
Pemkot Dukung Pembangunan Gedung Baru Kantor OJK
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Dukung Pembangunan Gedung Baru Kantor OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melakukan Pencanangan Pembangunan Gedung Kantor OJK yang baru di Jalan Jendral Sudirman no 32 Yogyakarta, Sabtu (22/6). Diharapkan dapat mengoptimalkan tugas pegawai di seluruh Industri Jasa Keuangan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pencanangan Pembangunan Gedung Kantor OJK sudah memiliki surat resmi IMB yang diberikan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Selain itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut. Pembangunan gedung kantor OJK bekerja sama dengan pemerintah daerah dengan mekanisme pinjam pakai menggunakan aset Pemda yang bisa digunakan oleh OJK. Dalam sambutannya Anggota Dewan Komisioner OJK, Heru Kristiyana mengatakan, keberadaan OJK ini mampu memenuhi harapan masyarakat dalam mendorong sektor jasa keuangan yang stabil. "Saya mendukung penuh perizinan OJK dari lima lokasi yang telah di sepakati bersama, terutama kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, Walikota Yogyakarta yang dalam hal ini memberikan kelancaran dalam proses pembangunan yang akan di selesaikan hingga akhir tahun 2019 ini" ungkapnya. Arsitektur Inggris dipilih dalam pembangunan Gedung OJK. Menggabungkan nilai strategis, implusif dan intergritas yang bersinergi untuk bekerja lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Gedung ini juga difasilitasi ruang Perpustakaan dan edukasi informasi melalui sistem informasi keuangan kepada pelaku dan masyarakat agar laporan dapat berjalan dengan media OJK. "OJK akan di bangun seluas 2200 m2, lima lantai dan bertambah sesuai dengan kebutuhan dilengkapi dengan basemant yang akan membuat pelaku usaha dan masyarakat merasa nyaman berada di gedung OJK" ungkapnya. Selain itu Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam kesempatan ini juga mengharapkan dukungan Pemda serta berbagai Pihak untuk membantu OJK mewujudkan penyelenggaraan sector jasa keuangan yang lebih baik di wilayah DIY. "Program Pemerintah Daerah akan lebih agresif dalam menstimulan pembangunan di Daerah-daerah tanpa stimulant Pemerintah kiranya mendapatkan penjualan Expor lebih besar" ungkapnya. Kerjasama dengan Pemda ini merupakan keterkaitan dengan amanat undang undang nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang memberikan manfaat kepada OJK dalam melaksanakan pembinaan, pengaturan dan Pengawasan lembaga keuangan Mikro di seluruh Indonesia. "Sudah menjadi komitmen bersama diantaranya kita melakukan pembangunan di Yogyakarta dalam Pariwisata yang menjadi faktor utama yang akan memberikan insentif lebih besar lagi dalam persektor atau yang lainnya" ungkapnya. Hingga saat ini jumlah dari jaringan yang dibina oleh OJK telah mencapai 4 klaster mulai dari pengusaha batik di Imogiri yang mencapai 1000 pembatik dari wilayah DIY. "Berbagai masyarakat tentunya telalu kecil harus melakukan pembiayaan khusus untuk masyarakat yang mikro tidak memiliki jamian dan pembukuan dengan memberikan program mikro dengan biaya administrasi 3% satu tahun. Kita sudah memiliki 4 klaster yang dibina di wilayah Imogiri yakni sebanyak 1000 pembatik" ungkapnya. Tambahnya dengan OJK diharapkan dengan adanya OJK dapat mengurangi pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta. "Banyaknya Program OJK dan sektor Keuangan dengan cara demikian insyaallah pengangguran akan turun, lapangan kerja akan meningkat masyarakat adil dan makmur" ujarnya. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, diharapkan OJK memperkuat kelembagaan Jasa Keuangan serta terciptanya system keuangan yang lebih canggih. "Diharapkan menjadi jasa keuangan yang teratur, adil dan transparan, selain itu dampak perkembangan ekonomi global mengharuskan OJK melakukan pengawasan mikro tersebar keplosok desa, tujuannya menggapai fungsi dan peran OJK" Sultan Hamengkubuwono X menambahkan, bahwa bangunan memiliki makna tersendiri, OJK diharapkan melaksanakan tugasnya dalam mendukung dan mendorong masyarakat di bidang jasa keuangan. "Sebuah bangunan juga bermakna sebagai brand dalam mengokohkan perbankan, itu semua memberikan gambaran tentang tantangan OJK tidaklah mudah. Apalagi, daerah distruktif ini melalui fungsi dan kewenangan OJK integritas dalam melakanakan tugas berupa kepercayaan dan dukungan masyarakat. Selamat bekerja dan semoga sukses" ungkapnya. Disamping itu, saat ini OJK sudah memiliki beberapa kantor, antara lain di Semarang dan Bandung, sementara itu kantor OJK lainnya berada di daerah Jayapura, Solo, dan Surabaya masih dalam proses pembangunan. (Hes)
Ribuan Pecinta Sepeda Lipat Ikuti JI50K
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ribuan Pecinta Sepeda Lipat Ikuti JI50K
Pagi ini Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi melepas start Jogja 150 Kilometer atau J150K Endurance 2019. Jogja 150 Kilometer atau J150K Endurance 2019 adalah event bersepeda jarak jauh yang diselenggarakan oleh komunitas pecinta sepeda lipat, Jogja Folding Bike (JFB). Dalam event ini ribuan pesepeda lipat dari seluruh Indonesia menempuh rute sejauh 150 kilometer yang melalui wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Bendera start dikibarkan tepat pada pukul 06.00 WIB oleh Walikota sekaligus sebagai penanda dimulainya event bareng ribuan pesepeda lipat keliling DIY tersebut. Pada event ini peserta akan melalui 3 titik check point yaitu di KM ke-50 di Kecamatan Minggir, KM ke-87 di Paseban Bantul, dan Km ke-130 di Balaidesa Trimulyo Bantul. Batas waktu atau cut off time yang diberikan oleh panitia untuk sampai ke finish secara keseluruhan adalah 11 jam. Sehingga dengan harapan pada pukul 17.00 peserta harus sudah sampai di garis finish. Ketua Panitia J150K Endurance 2019 Achmad Franky, mengatakan event ini ke tiga kalinya diselenggarakan oleh JFB, dimana yang pertama pada tahun 2013, 2017 dan sekarang 2019. "Pada event ketiga di Yogyakarta ini kami akan memberikan kesan berbeda pada peserta disetiap jalur yang dilaluinya hingga garis finish," ungkapnya di Balaikota Yogyakarta, Sabtu (22/6/2019). Achmad menuturkan, event berskala nasional ini bersifat non-kompetisi namun mengedepankan daya tahan atau endurance dan jarak jauh (touring) sesuai dengan tema yang di angkat pada tahun ini. Ia pun memastikan para peserta tidak akan rugi mengikuti event tersebut, pasalnya saat bersepeda para peserta akan disuguhi medan menantang dan dilengkapi pemandangan nan elok. Mengedepankan pola mix route, mulai dari jalan pedesaan dan perkampungan, hingga pesisir pantai, menjadi kawasan yang dilalui peserta. Dengan mix route itu, akan membuat para pesepeda senang gowes di Yogyakarta. Apalagi, untuk jalan-jalan perkampungan di sini kan terbilang masih lengang ya, belum terlalu padat, katanya. Sementara itu, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sangat mengapresiasi event akbar sepeda lipat tersebut. Pasalnya event semacam ini sangat berinilai positif bagi masyarakat. Selain sehat jasmani, para peserta juga dapat sehat secara rohani karena bisa saling berkumpul serta bersilaturahmi dengan masyarakat lainnya. Hari ini mudah-mudahan menjadi hari yang menyenangkan bagi panjenengan semua. Semoga acaranya bisa berjalan dengan lancar dan tertib, kata Walikota. Walikota juga berharap agar event ini kedepannya dapat menjadi salah satu agenda rutin yang diadakan di Kota Yogyakarta dan event ini juga diharapkan dapat sebagai salahsatu penarik para wisatawan untuk datang ke Yogyakarta. "Pemerintah Kota selalu mendukung seluruh kegiatan positif yang diadakan oleh warga Yogyakarta, baik berskala daerah maupun nasional," ujarnya. (Han)
Wawali : Pasar Tradisional di Kota Yogya Harus Punya Ciri Khas
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali : Pasar Tradisional di Kota Yogya Harus Punya Ciri Khas
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberikan instruksi kepada setiap paguyuban pasar tradisional agar membuat ciri khas terhadap setiap pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Yogya. Menurut Wawali, dengan adanya ciri khas, maka selanjutnya dapat diterapkan sebuah konsep tematik di tiap-tiap pasar tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Kalau konsep tematik ini diterapkan di setiap pasar, maka pasar tradisional akan mampu bersaing dengan pasar modern. Selain itu, konsep tematik juga mampu menarik lebih banyak pengunjung, ujarnya saat memberikan sambutan pada acara syawalan dengan pedagang pasar buah giwangan, Kamis (20/6/2019). Dengan demikian, katanya, pasar tradisional tidak perlu merasa khawatir akan tergeser dengan keberadaan pasar modern, karena pasar tradisional tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Di pasar modern, aktivitas jual beli hanya terjadi antara manusia dengan label (merek), sedangkan di pasar tradisional, kita masih bisa melakukan aktivitas tawar-menawar. Ini lah yang menarik dan harus dipertahankan, tuturnya. Saat ini, lanjutnya, Pemkot Yogya tengah genjar mendorong pasar tradisional di Kota Yogyakarta tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli saja, tetapi juga menjadi tempat tujuan wisata. "Hal ini sudah diawali di Pasar Beringharjo, Pasar Satwa dan Tanaman Hias (PASTY) hingga Pasar Klitikan Yogyakarta. Ribuan orang dari dalam dan luar Kota Yogyakarta bahkan manca negara datang ke pasar tradisional tersebut. Mereka rela jauh-jauh datang kepasar tersebut karena barang-barang yang dijual adalah barang khusus" ungkapnya Saat ini, tambah Wawali, pasar tradisional di Kota Yogya secara fisik sudah jauh dari kesan kumuh, kotor dan bau. "Dari 32 pasar tradisional yang ada di Kota Yogyakarta hampir sebagian besar bangunanya sudah permanen. Lantainya sudah bersih dan tertata rapi. Revitalisasi pasar terus kita lakukan agar pasar tradisional di Yogyakarta semakin nyaman dan bersih" jelasnya Pada kesempatan tersebut Wawali juga meminta agar para pedagang untuk mengubah pola pikir manajemennya, yakni dari manajemen tradisional ke manajemen modern. Selain itu, sisi pelayanan juga menjadi perhatian khusus. "Sisi pelayanan, keramahan pedagang menjadi faktor penting agar pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern. Selain itu perilaku kebersihan juga harus ditanamnkan sehingga lingkungan pasar bisa bersih, nyaman dan aman" katanya. (Han)