Kamis 11/04/2019 14:44 WIB | oleh OPD
Penanaman Pohon bekerjasama dengan BAPAS DIY
BAPAS DIY dengan Kelurahan Rejowinangun melakukan penanaman pohon bersama yang di ikuti pula oleh Bapak Camat Kotagede Bapak Danramil Lurah Rejowinangun Pengurus RW 8 Penanaman pohon tersebut dal
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Malangan sebagai Kampung Tangguh Bencana
Beberapa waktu yang lalu warga Kampung Malangan mengikuti sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana sehingga warga mengetahui bahwa di wilayah Kota Yogyakarta pada umunya berpotensi terjadinya bencana, antara lain Gempa Bumi , Banjir , Angin kencang. Longsor dan Kebakaran. Sejak awal April 2018, dengan difasilitasi oleh BPBD Kota Yogyakarta, warga mempunyai inisiatif membentuk Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang tujuan utamanya adalah mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Kegiatan KTB dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu : (1) Persiapan, (2) Penyusunan Profil, (3) Analisa Risiko, (4) Penyusunan Peta, (5) Penyusunan RAK, (6) Persiapan Simulasi (7) Gladi Simulasi, (8) Simulasi. Berdasarkan dari Analisisa Risiko Bencana yang dilakukan oleh Pengurus KTB beserta dengan Fasilitator dan BPBD Kota Yogyakarta, maka Risiko Bencana di Kampung Malangan adalah Bencana Banjir. Hal ini dikarenakan di sebelah barat Kampung Malangan terdapat Sungai Tekik dan secara Gografis Kampung Malangan merupakan daerah rendah daripada lainnya. Selain itu Kampung Malangan juga mengusung Risiko Ancaman Bencana Kebakaran. Simulasi Bencana KTB Malangan dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 6 Mei 2018 dengan tempat berpusat di Balai RW 13 Malangan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 warga Malangan mulai dari usia Anak-anak sampai dengan Lansia. (Very)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Tradisi Nyadran Ageng Kampung Malangan
TRADISI NYADRAN AGENG TAHUNAN DI KAMPUNG MALANGAN Yogyakarta - Warga RW 13 kampung Malangan, Giwangan menggelar kegiatan Nyadran Ageng di Masjid Nurul Huda Malangan pada hari Ahad (06/05) lalu. Agenda Nyadran Ageng ini rutin dilakukan setiap tanggal 20 bulan Ruwah (Sya"ban) tiap tahunannya, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Agenda Nyadran kali ini ini dihadiri sedikitnya 150 - 200 warga, baik dari warga Malangan ataupun warga sekitar seperti kampung Sanggrahan, Donoloyo, Mahesan, Dladan, dan Nglebeng. Semua yang hadir adalah para ahli waris makam malangan sisi utara dan selatan. "Alhamdulillah agenda nyadran tahun ini makin banyak yang hadir. Menurut laporan teman-teman lebih dari 150 warga yang hadir, baik dari warga malangan sendiri maupun warga atau ahli waris kampung - kampung sekitar. Kami berharap ke depan akan lebih banyak dan meriah lagi." Tutur Muhammad Hakam selaku ketua RW 13 Kampung Malangan. Tradisi Nyadran Ageng di Malangan ini juga berfungsi sebagai wadah silaturahmi antar ahli waris masyarakat Malangan dengan ahli waris dari masyarakat kampung sekitar. Agenda Nyadran Ageng ini sudah berjalan lebih dari setengah Abad, dan tetap lestari sampai sekarang. "Seingat saya Tradisi nyadran ini sudah ada kisaran tahun 1950-an, sebelum saya lahir, dan saat saya masih kecil Tradisi Nyadran-an ini sudah berjalan baik, dulu tempatnya masih di makam namun kemudian dipindah di masjid", papar M.Hakam. Agenda Nyadran Ageng ini juga didukung dan dihadiri pejabat pemerintahan desa setempat, seperti Lurah Giwangan, Kasi Trantib Kelurahan, dan LPMK kelurahan Giwangan. Bahkan Lurah Giwangan sempat memberikan dukungan, sambutan, dan apresiasi yang luar biasa atas agenda Nyadran tahunan ini. "Kami dari unsur pemerintahan pada tahun ini memasukkan agenda Nyadran semacam ini dalam anggaran APBD kami, tiap kampung yang mengadakan Sadranan akan menerima dana oprasional sebesar 2 juta rupiah". Jelas Drs. Suradi, selaku Lurah Kelurahan Giwangan. "Walau dana ini tidak seberapa, semoga ini menjadi salah satu faktor pendukung lestarinya tradisi nyadran ini", tandasnya. Adapun rangkainan agenda Nyadran Ageng ini, berupa Pembacaan Rotib Tahlil dan do"a oleh "Mbah Kaum" atau Rois yakni K.H. Muhammad Duri Mz, bersama - sama melaksanakan Birrul walidain mendoakan para leluhur yang berada di makam Malangan sisi utara dan selatan. KH.M.Duri menjelaskan, "Ini juga sebagai wujud syukur atas nikmat karunia Tuhan (Alloh SWT) dan juga sebagai wujud Birrul Walidain (berbakti) kepada orang tua maupun leluhur yang telah tiada". Selesai Tahlil, acara disambung dengan Ta"lim atau Pengajian. Kali ini yang berindak sebagai pembicara adalah K.H. Drs. Hedri Sutopo dari Krapyak Yogyakarta. Dalam pengajian tersebut, dijelaskan bahwa Negara Indonesia akan tetap ada dan eksis bilamana warganya atau rakyatnya masih dan tetap melakukan tradisi Nyadran semacam ini. "NKRI akan tetap ada, aman, tentram, maju, dan sejahtera bilamana rakyatnya tetap menjaga tradisi semacam ini. Mengapa demikian..??? karena insyaAlloh warga atau rakyat indonesia yang menggelar Nyadran-an tidak akan pernah membahas pergantian presiden, kudeta, maupun mengganti Republik Indonesia menjadi bentuk pemerintahan lain", papar Hendri Sutopo. "Malah di dalam majlis Nyadran ini kita senantiasa berdoa untuk keselamatan, kebaikan, dan kejayaan Negara Indonesia tercinta", sambung Hendri. Dan memang demikian nyata adanya, karena di akhir sesi pengajian langsung ditutup dengan doa untuk kebaikan bersama dan kebaikan Bangsa. (Isho)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Kelurahan Giwangan Ikuti Lomba Evaluasi Perkembangan Tingkat Kota
Kota Yogyakarta sebagai kota yang berkembang tentu tidak lepas dari peran kelurahan. Untuk melihat perkembangan kelurahan yang ada di Kota Yogya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar seleksi Lomba Kelurahan Terbaik 2018 tingkat kota. Kali ini giliran Kelurahan Giwangan yang berkesempatan untuk mewakili Kecamatan Umbulharjo Kota Yogya untuk mengikuti lomba tersebut. Penilaian lomba tersebut dilaksanakan pada hari ini, Rabu (4/4) bertempat di halaman kantor Kelurahan stempat. Ketua Tim Juri perlombaan tersebut, Zenni Lingga mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk melihat profil kelurahan yang ideal sesuai dengan perkembangan nyata. "Lomba tersebut juga untuk melihat kelurahan mana saja yang nantinya dapat menjadi lab site atau kelurahan percontohan di masing-masing wilayah di Kota Yogya. Untuk proses penjurian, lanjutnya, akan dilihat berdasarkan tiga indikator utama yakni pemerintahan, masyarakat dan wilayah. "Penilaiannya meliputi evaluasi bidang pemerintahan, bidang kewilayahan dan bidang kemasyarakatan," katanya. Sementara pelaksanaan evaluasi perkembangan Kelurahan dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat Kecamatan, tingkat Kota sampai dengan tingkat Provinsi. "Kelurahan Giwangan sudah masuk 5 besar dari 45 Kelurahan se Kota Yogya, setelah ini akan di saring lagi menjadi 2 besar, dan selanjutnya akan di ikutkan lomba tingkat provinsi" kata Zenni. Menurutnya evaluasi atau lomba kelurahan ini tidak hanya ditujukan untuk meraih hasil akhir, tetapi jauh lebih penting dari itu, adalah agar kinerja dan sinergi aparatur pemerintah dan masyarakat dapat terjalin dengan baik dan berkesinambungan. Evaluasi perkembangan kelurahan ini juga sangat relevan dengan program pembangunan yang sedang dijalankan Pemkot Yogya saat ini, yakni menjadikan Kecamatan dan Kelurahan sebagai pusat layanan masyarakat sebagai bentuk perbaikan kualitas pelayanan publik. Ia menambahkan jika evaluasi perkembangan kelurahan merupakan salah satu upaya untuk memotivasi dan mengukur kinerja aparatur pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam rangka menyempurnakan data administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di lingkup kelurahan. "Selain itu,juga sebagai bentuk upaya peningkatan daya saing, inovasi dan motivasi kelurahan dalam memberdayakan berbagai potensi di lingkungannya" katanya. Ia berharap Kelurahan Gambiran dapat meraih prestasi terbaiknya pada lomba tersebut. Pada kesempatan ini Lurah Giwangan, Suradi memaparkan tentang situasi yang ada di kelurahannya tersebut, selain prestasi, juga masyarakat di Kelurahannya banyak melakukan inovasi, sehingga kawasan sekitar menjadi lebih dikenal. Selain itu dari segi kesehatan Kelurahan Giwangan sudah tersedia Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di setiap rumah. "Untuk pemberdayaan di Kelurahan ini juga sering diadakan pelatihan, seperti membuat abon kluwih, ayam kremes dan roti kering" katanya. Sementara untuk system pemerintahannya, Ia mengatakan di Kelurahan Giwangan sudah terlaksana dengan baik seperti pelaksanaan laporan online, pembinaan kedisiplinan pegawai, penataan kearsipan dan pembahasan pendidikan. Melihat semangat dan program kerja kelurahan Giwangan yang penuh dengan persiapan secara matang, Suradi mengaku optimis kelurahannya mampu meraih juara 1 dalam lomba tersebut sehingga bisa mewakili Kota Yogya di tingkat provinsi. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
SIMULASI KATANA GIWANGAN
Dalam menghadapi bencana di Kelurahan Giwangan, BPPD Provinsi DIY bekerjasama dengan Kelurahan Giwangan melakukan pembentukan KATANA (Kelurahan Tangguh Bencana) Giwangan. Sebelum melakukan simulasi pemateri dari BPPD Prrovinsi DIY melakukan pembekalan berupa pemberian matreri sebanyak 12 kali pertemuan yang diadakan setiap hari Rabu dan Jum'at sore yang bertempat di Kelurahan Giwangan. Setelah selesai pemberian materi oleh BPPD Provinsi DIY maka pada pertemuan ke 13 dilakukan simulasi bencana banjir di kelurahan Giwangan yang diikuti oleh masyarakat Kelurahan Giwangan beserta anggota KATANA Giwangan. Simulasi bencana banjir yang diikuti oleh masyarakat Giwangan dan anggota KATANA dilaksanakan pada hari Senin 12 Maret 2018 pukul 08 pagi yang bertempat di beberapa tempat yaitu : halaman kelurahan Giwangan, dam Mrican, kampung ngingas. Simulasi banjir selesai pukul 12.00 dan terlaksana dengan lancar tanpa hambatan apapun. Setelah simulasi selesai perwakilan dari BPPD Provinsi DIY mengukuhkan pengurus KATANA Giwangan.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Panen Raya Kelengkeng Kampung Sanggrahan
Kampung Sanggrahan, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta menggelar panen raya kelengkeng bersama di Halaman Kantor Kelurahan Giwangan, Selasa (20/2/2018). Panen raya kelengkeng ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Wakil Ketua DPRD DIY Arief Noor Hartanto, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sujanarko, Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko. Panen raya ini juga bertepatan dengan launching "Sanggrahan Garden". Panen pada hari ini memanen sebanyak 170 pohon kelengkeng yang ditanam sejak tahun 2015 silam di Halaman Kantor Kelurahan Giwangan dan di halaman rumah warga sekitar. Masyarakat sekitar juga tampak antusias menikmati hasil panen raya kelengkeng yang ada di Halaman Kantor Kelurahan Giwangan. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh Paguyuban Karawitan Putri Setyorini dari Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. (*) Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kampung Sanggrahan Gelar Panen Raya Kelengkeng Bersama, http://jogja.tribunnews.com/2018/02/20/kampung-sanggrahan-gelar-panen-raya-kelengkeng-bersama. Penulis: Noristera Pawestri Editor: Gaya Lufityanti
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Deklarasikan KAMPUNG TAQWA, Mrican Bebas Prostitusi
Kemauan bersama seluruh warga kampung Mrican Giwangan Jogja untuk bebas prostitusi akhirnya terwujud. Melalui deklarasi tersebut warga menyatakan wilayahnya tidak terdapat kegiatan prostitusi. Meskipun begitu mereka masih berharap ada pendampingan. "Bagaimanapun juga masih butuh pendampingan dari pemerintah dan instansi terkait pasca deklarasi ini," ujar Ketua Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Mrican Temu Jaya kemarin (20/12). Menurut dia, upaya pendekatan persuasif yang dilakukan warga pada para pelaku prostitusi masih perlu dukungan. Terutama terhadap warga yang menyewakan atau menyediakan kamar untuk praktik prostitusi. Menurut dia, dengan salah satu usulan yang disampaikan warga dengan pendirian posko di beberapa titik yang sebelumnya kerap menjadi titik kumpul pekerja seks komersial. Bahkan, lahan di pinggir Jalan Lingkar Selatan yang tak jauh dari Kampung Mrican juga perlu ada penanganan. Hal ini lantaran lokasi tersebut terindikasi sebagai tempat peredaran miras. "Seluruh penyakit masyarakat, prostitusi termasuk miras akan kita perangi," tegasnya. Temu mengungkapkan, deklarasi bebas prostitusi itu dilakukan akhir pekan lalu. Selain pernyataan sikap, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengajian akbar yang diikuti ratusan warga Kampung Mrican. Menurut dia, sebelumnya pelaku prostitusi sudah tidak memiliki rasa takut serta malu dalam menjajakan diri di kampungnya. Aparat kampung juga kerap melaporkan ke instansi berwenang guna melakukan penertiban. Oleh karena itu, setelah adanya deklarasi bebas prostitusi, seharusnya, tambah dia, diikuti dengan upaya tindak lanjut dari aparatur pemerintah. "Kami sangat berharap kepada Wali kota terpilih kelak supaya ada program yang mendukung harapan warga," tegasnya. Menerima harapan warga itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jogja Sulistiyo menjanjikan akan meneruskan harapan warga tersebut ke Wali Kota Jogja terpilih nantinya. Sulistyo mengatakan mendukung upaya warga Mrican yang akan menjadikan kampung di sisi timur Terminal Giwangan Jogja tersebut sebagai kampung takwa. "Saya akan merekomendasikan pada Wali Kota terpilih nantinya supaya ditindaklanjuti," jelasnya. Menurut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setprov DIJ itu, dalam penanganan masalah sosial, pemerintah akan selalu bekerjasama dengan warga setempat. Keberhasilan di Mrican, lanjut dia, bisa jadi akan diduplikasi di kampung lain. "Ya yang penting ada kemauan dan kebersamaan warga," jelasnya. (pra/ong) sumber : https://www.radarjogja.co.id/bebas-prostitusi-mrican-minta-pendampingan/
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Perwakilan Sembilan Negara Kunjungi Posyandu Malangan Giwangan
Warga RW 13 Malangan, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, nampak antusias menyambut tamu yang mengunjungi kampung mereka. Bertempat di Balai RW 13 Malangan, para tamu dari sembilan negara tersebut mempelajari Posyandu yang ada di kampung Malangan, Kamis (4/7/2016). Perwakilan sembilan negara tersebut yaitu Palestina, Afganistan, Uganda, Timor Leste, Pakistan, Vietnam, Laos, Kenya, dan Kamerun berkunjung ke acara bertajuk, "Third Country Trining Program on Maternal and Child Health Handbook". Para peserta perwakilan sembilan negara tersebut, nampak menikmati pengalaman mereka di kampung Malangan. Selain mempelajari kesehatan ibu dan bayi, Peserta juga berkesempatan mencicipi berbagai makanan tradisional seperti beras kencur. Khalima, perwakilan dari Palestina, mengaku sangat senang dengan sambutan yang diberikan. Apalagi di awal kedatangannya Khlima disuguhi hiburan shalawat. Khalima juga mengajak warga Malangan untuk berkunjung ke palestina. Berada di Malangan menurut Khalima merupakan pengalaman menganggumkan. Joseph, perwakilan Uganda, mengucapkan terimakasih kepada warga Malangan, yang menurutnya merupakan penduduk yang luar biasa. "Akan banyak pelajaran yang bisa dibawa ke Uganda, termasuk langkah mengurangi angka kematian ibu dan anak," jelasnya. (*) Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Perwakilan Sembilan Negara Kunjungi Posyandu RW 13 Malangan, http://jogja.tribunnews.com/2016/08/04/perwakilan-sembilan-negara-kunjungi-posyandu-rw-13-malangan. Penulis: app Editor: oda
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Profil Bank Sampah “Kantong Rejeki”
Yogyakarta, cokrodiningratankel.jogjakota.go.id- Kegiatan Bank Sampah di Kelurahan Cokrodiningratan : Nasabah menabung sampah ( Penyetoran, Penimbangan, dan Penjualan Sampah ) Pelatihan membuat Bros dari botol Aqua Pelatihan Pembuatan Hiasan Praktik Pembuatan Kompos Organik
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Kelurahan Cokrodiningratan Menjuarai Lomba Evaluasi Kelurahan Tingkat Kota Yogyakarta
Yogyakarta, cokrodiningratankel.jogjakota.go.id- Kelurahan Cokrodiningratan mengikuti Lomba Evaluasi Kelurahan tingkat Kota Yogyakarta, yang telah dilaksanakan pada 09 April 2018 dan telah menyisihkan 45 Kelurahan se-Kota Yogyakarta. dengan nilai tertinggi dan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 15.000.000,- dengan berbentuk barang pelayanan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun guna mengevaluasi setiap Kelurahan se-Kota Yogyakarta. Dengan menjuarai Lomba ini Kelurahan Cokrodiningratan berhak mewakili Kota Yogyakarta ke tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kelurahan Giwangan sebagai Juara II.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Kelambu khusus Ibu Hamil, Inovasi ala Cokrodiningratan
Yogyakarta, cokrodiningratankel.jogjakota.go.id- Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis mempersiapkan Kelambu alias Kelas Ibu Hamil dan sejumlah inovasi layanan masyarakat lainnya untuk menyambut tim juri lomba evaluasi kelurahan. Peningkatan alokasi dana pelimpahan wewenang wali kota menjadi Rp202 juta juga mendorong kelurahan untuk lebih gencar mengumpulkan potensi kelurahan untuk dijual kepada wisatawan. Lurah Cokrodiningratan Narotama mengatakan, tahun ini Kelambu menjadi inovasi terbaru dalam pengajuan penilaian ke tim juri evaluasi kelurahan. Nantinya, ibu-ibu hamil dari Kelurahan Cokrodiningratan akan dijemput oleh pihak kelurahan ke puskesmas terdekat dan didaftarkan pemeriksaan rutin. "Baru launching September 2017. Itu yang terbaru dari Cokrodiningratan, nanti juga akan ada kegiatan buat ibu hamil yaitu sosialisasi persiapan melahirkan dan tentunya sosialisasi BPJSK," kata Narotama kepada Harianjogja.com, Senin (9/4/2018). Narotama mengatakan, hal tersebut adalah upaya kelurahan untuk berpartisipasi menekan angka kematian ibu hamil di DIY. Selain itu Gondolayu Departement Store (Gondes) mulai digencarkan sejak tahun lalu. Di mana potensi UMKM yang ada di Cokrodiningratan dijual online melalui sebuah lapak marketplace bernama Gondes. "Nanti potensi UMKM juga akan dinilai, kami akan terus kumpulkan potensi untuk dijual kepada wisatawan maupun masyarakat," kata Narotama. Pelayanan administrasi di Kelurahan Cokrodiningratan pun dipercepat dan dipermudah dengan berbagai grup whatsapp dengan masyarakat di Kelurahan Cokrodiningratan. Di dalam grup itu juga ada seluruh perangkat Kelurahan yang akan merespons dengan cepat keluhan dan masalah warga. "Tahun ini kami dapat dana pelimpahan kewenangan dari wali kota kepada camat, untuk pengembangan inovasi lomba kelurahan. Tahun ini dananya Rp202 juta, tahun lalu Rp170 juta, tentunya harus maksimal," kata Narotama. Sumber : harianjogja.com - Salsabila Annisa Azmi
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
GAMIS (GERAKAN MARI INFAQ DAN SHODAQOH)
Yogyakarta, cokrodiningratankel.jogjakota.go.id- GAMIS adalah suatu gerakan yang membantu masyarakat dengan memberikan sembako, penanaman modal usaha, bantuan bagi siswa berprestasi. gerakan ini didukung oleh jamaah Masjid Al-Jihad Cokrodiningratan dengan naungan dibawah Lurah Cokrodiningratan. GAMIS berdiri sejak tahun 2017 dengan visi misi "Celengan Akhirat" ini masyarakat didorong untuk lebih kreatif, mandiri serta peduli terhadap sesama. Bp. drh Anwar Setyawantana mengatakan tidak hanya kalangan jamaah Masjid Al-Jihad saja mendapatkan Donatur tetapi banyak sekali yang iningin memberikan sebagian rejekinya untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan bahkan sekarang GAMIS sudah memberikan bantuan sebesar Rp. 1.000.000,- setiap bulannya, serta berpesan bahwa jika ada yang mendapatkan rejeki lebih dan mau memberikan lewat Gerakan ini bisa menghubungi beliauw ataupun Takmir Masjid Al-Jihad Cokrodiningratan.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Gebyar Lansia
~ Gebyar Lansia ~ Merupakan suatu kegatan yang dilakukkan untuk meningkatkan keproduktifan lansia. dengan senam lansia ini diharapkan para pra lansia dan lansia tetap sehat jasmani dan rohani.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Karang Taruna
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan organisasi karang taruna.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Wisata Kuliner Code: Kolaborasi untuk Membangun Wisata Sungai
Dalam rangka menyambut hari kartini 21 April kemarin, warga Kampung Code RW 05 dan RW 06 Cokrodiningratan, Jetis, menyelanggarakan acara bertajuk "Wisata Kuliner Code". Mengusung tema sajian tradisonal yang murah dan sehat, terdapat 13 gerai milik warga setempat yang menjajakan makanan unik dan khas seperti tahu guling, nasi kuning, lotek hingga jajanan tradisional seperti jenang, ketan lupis dan geblek. Acara ini berlangsung di pagi hari pada pukul 06.30 hingga 10.00. Berlokasi di bantaran Kali Code, acara ini dihadiri warga Sungai Code sendiri dan masyarakat umum. Acara ini diinisiasi oleh warga Kampung Code RW 05 dan RW 06. Dengan swadaya masyarakat dan dukungan berbagai pihak, "Wisata Kuliner Code" memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi lokal dan memberdayakan usaha kecil menengah warga Kampung Code. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat mengenalkan bantaran Sungai Code sebagai salah satu destinasi Kampung Wisata di Yogyakarta. Terlebih, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran warga untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan Sungai Code. "Tujuan kami dalam membuat kegiatan Wisata Kuliner Code ini adalah untuk membantu meningkatkan pendapatan warga sambil mengenalkan Kampung Code sebagai destinasi wisata yang unik" ujar Nandar Budhi Priyono (59), ketua RW 05 Cokrodiningratan yang memprakarsai acara ini. Walaupun kegiatan seperti ini terbilang baru untuk warga Kampung Code, namun antusiasme peserta dan pengunjung terlihat tinggi. Tidak sedikit gerai makanan yang sudah habis terborong, bahkan sebelum acara selesai. "Seru sekali dan pengalaman yang baru untuk mencoba makanan khas sambil menikmati hiruk pikuk aktifitas warga di bantaran Sungai Code. Sangat positif sekali" tutur Laura Pustika (24), salah satu pengunjung "Wisata Kuliner Code". Aktifitas seperti ini memang diharapkan oleh panitia dapat menjadi wadah untuk silahturahmi warga sambil mengembangkan potensi yang dimiliki. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Project Child Indonesia, sebagai mitra pembelajaran warga dan publikasi acara. Project Child Indonesia selama dua tahun terakhir, bersama Sekolah Sungai yang didirikan di Kampung Code, terus memberikan edukasi mengenai lingkungan, kesehatan dan mitigasi bencana khusunya kepada anak-anak yang tinggal di bantaran Sungai Code. Melalui pendidikan alternatif, Project Child Indonesia dan segenap warga Kampung Code berbagi visi dan misi bersama untuk mendidik anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa ini. Untuk kedepannya, warga Kali Code mengharapkan agar acara serupa dapat terus dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Yogyakarta. Tidak hanya memberikan pendapatan lebih untuk warga setempat, namun juga menjadi contoh positif sebagai usaha memperkenalkan Kampung Wisata Code. [Tulisan: S. Fajar - Editor: A. Zaidannas] Sumber : projectchild.ngo