PENYULUHAN KESEHATAN “PENYAKIT CACAR MONYET”

GEDONGKIWO (06/09/2022) - Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas 'Aisyiyah Yogyakartadi Kampung Dukuh Kelurahan Gedongkiwo yaitu melakukan Penyuluhan Kesehatan Penyakit Cacar Monyet. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, perwakilan Puskesmas Mantrijeron, Dosen Pendamping KKN UNISA, Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua RW dan Ketua RT se- Kampung  Dukuh dan tamu undangan lainnya.

Sejak Mei 2022 penyakit cacar monyet atau Monkeypox menjadi perhatian global, karena dilaporkan dari negara non endemis tanpa adanya riwayat perjalanan dari negara endemis. Kemudian pada tanggal 23 Juli 2022 ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International yang meresahkan dunia.

Penularan penyakit cacar monyet lewat virus yaitu Monkeypox. Monyet adalah inang utama dari virus monkeypox. Oleh sebab itu, penyakit ini disebut dengan cacar monyet. Kasus yang menular dari monyet ke manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Kongo, Afrika Selatan.

Gejala penyakit ini secara umum mirip dengan penyakit cacar (smallpox), seperti demam dan ruam kulit yang melepuh menjadi lenting. Namun, gejala juga diiringi dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak.

Penularan penyakit cacar monyet di antara manusia berlangsung melalui kontak langsung dengan lenting atau luka di kulit, cairan tubuh, droplet (percikan air liur) yang dikeluarkan saat bersin dan batuk, serta menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus monkeypox.

Ini harus diwaspadai karena belum ada obat maupun terapi spesifiknya. Ada kemungkinan bisa sembuh dua hingga tiga minggu. Masyarakat bisa mengantisipasi penularan dari udara dengan mengenakan masker. Virus bisa menular lewat udara dari pasien yang mengidap cacar monyet. Bahaya penyakit ini dapat dicegah dengan efektif melalui vaksin. Antivirus untuk pengobatan cacar monyet masih terus diteliti secara lebih lanjut.