TPCB Dampingi Puskesmas Tingkatkan Pelayanan dan Kepuasan Masyarakat

 

Tegalrejo - Dalam rangka meningkatkan pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan penguatan Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) dengan ditandai penandatanganan komitmen oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya, Kepala Dinas Kesehatan Emma Rahmi Aryani dan seluruh tim yang terlibat di dalamnya.

 

Aman Yuriadijaya menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta merupakan suatu hal yang sangat penting. Upaya preventif peningkatan mutu pelayanan kesehatan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta.

 

“Untuk membangun sebuah tim maka perlu adanya interaksi yang berkualitas sehingga akan membentuk suatu kolaborasi yang baik sehingga TPCB ini dapat terlaksana dengan baik dan output yang sesuai harapan,” ujar Aman pada acara Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan dan Preventif dalam rangka Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Hotel Tara, Selasa (5/3).

 

Dinas Kesehatan merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki kewajiban untuk menentukan strategi–strategi di dalam cluster TPCB sehingga mampu mengidentifikasi kesenjangan yang ada. Dengan demikian, dapat dirumuskan proses bisnis dan menciptakan ekosistem yang kondusif di dalamnya, lanjutnya.

 

Sementara itu, Emma menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan memiliki wewenang kepada Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis untuk mewujudkan kesehatan bagi masyarakat. Untuk mencapai keberhasilan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah membentuk Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) sebagai tim Pembina Puskesmas di Wilayah Kota Yogyakarta. 

 

“Ini adalah tim yang membina puskesmas dari Dinas Kesehatan yang di dalamnya dibina oleh kepala bidang, tim kerja, sampai straf program yang kita bagi untuk membina. Kita ada empat kluster, dimana satu kluster itu membina empat sampai lima puskesmas yang ada di Kota Yogyakarta,” jelasnya.

 

Pembinaan yang dilakukan oleh TPCB membutuhkan sistem, komitmen dan kerjasama lintas program serta dukungan lintas sektor. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama dan melibatkan pejabat daerah. Dalam hal ini, Emma mengatakan pihaknya melibatkan lintas program kesehatan masyarakat, layanan kesehatan, farmalkes dan SDM.

 

“Harapannya, dengan didampingi TPCB ini, maka puskesmas dapat melaksanakan program nya sesuai dengan perencanaan, kemudian mutu pelayanannya terus meningkat dan kepuasan masyarakat,” tambahnya. (Chi)