LAN GELAR DISKUSI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

Pusat Kajian Manajemen Pelayanan Deputi Bidang Kajian Manajemen Kebijakan dan Pelayanan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta melakukan melakukan kunjungan kerja di Pemerintah Kota Yogyakarta Rabu (28/07). Kedatangan rombongan LAN yang dipimpin Kepala Pusat Kajian Manajemen Pelayanan Drs. Achmad Sjihabuddin,M.Si ini melakukan kegiatan kajian berupa diskusi terbatas tentang Pengembangan Kebijakan dan Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Diterima oleh Asisten Administrasi Umum Drs. Trijoko Susanto, di Ruang Rapat III Dinas Perizinan Kota Yogyakarta.

Dikatakan Achmad Sjihabuddin, permasalahan utama pelayanan publik pada dasarnya terletak pada peningkatan kualitas pelayanan itu sendiri. Pelayanan yang berkualitas sangat tergantung pada berbagai aspek, yaitu bagaimana pengembangan kebijakan dan strateginya, bagaimana pola penyelenggaraan atau tata laksana, dukungan sumber daya manusia dan kelembagaan.

“Dilihat dari sisi pengembangan kebijakan dan strateginya ada beberapa overlapping pada aspek kebijakan publik, dari sumber daya manusianya kelemahan utamanya berkaitan dengan profesionalisme, kompetensi, empathy dan etika. Sedang dari sisi kelembagaan kelemahan utama terletak pada desian organisasi yang tidak dirancang khusus dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat,” papar Achmad.

Disimpulkan Achmad faktor SDM mempunyai peranan yang signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara maksimal di seluruh Indonesia diperlukan adanya peningkatan kapasitas SDM pelayanan publik.

Diskusi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pelayanan publik dan merancang rekomendasi kebijakan dan strategi peningkatan kapasitas SDM pelayanan. Beberapa butir penting yang menjadi perhatian dalam diskusi ini antara lain rekrutmen, remunerasi dan assesmen, serta pembinaan pengembangan karier untuk menghasilkan SDM aparatur yang memiliki kompetensi tugas-tugas manajerial juga menghasilkan aparatur pelayanan publik yang memiliki kompetensi secara profesional.

Sementara Trijoko Susanto mengatakan bahwa aparatur di lingkungan pemerintah dituntut untuk menunjukkan kinerja yang berdaya guna, berhasil guna, bertanggung jawab, bersih dari KKN, dan memiliki kreativitas dalam menuntaskan berbagai permasalahan pemerintahan yang sangat kompleks dan dinamis. Sebagai pelayan aparat Pemkot Yogyakarta juga dituntut untuk bersikap responsif. Selain itu juga harus menyepakati komitmen untuk bertaqwa kepada Tuhan YME, jujur, bertanggungjawab dan amanah, disiplin, loyalitas dan dedikasi, mengedepankan kepentingan publik serta menjalin persaudaraan. (ism)