PEMKOT LAKSANAKAN DIKLAT PENGOLAHAN SAMPAH MANDIRI

Kader memiliki tugas mulia karena berjuang untuk memerangi sampah. Manusia dalam kegiatan sehari-hari tanpa sadar telah merusak lingkungan dikarenakan sampah yang dihasilkan. Maka mau tidak mau akan menjadi komitmen bersama untuk memperbaiki lingkungan. Semua elemen masyarakat di Kota Yogyakarta tak ada alasan untuk tidak berpartisipasi. Demikian sambutan Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Hadi Mochtar, SE, MM sekaligus pembukaan Diklat Kader Pengolahan Sampah Mandiri yang berlangsung di Aula Jogja Fish Market pada hari Selasa (22/10) yang diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Ditambahkan oleh Hadi Mochtar Pemkot selalu menggalakkan pelestarian alam dengan daur ulang dan biopori dalam rangka pelestarian lingkungan. "Diharapkan setelah kegiatan ini nanti para kader mempelajari materi, menerapkan di lingkungannya, dan setelah berhasil menyebarkan ilmunya kepada warga sekitarnya", Demikian imbuh Hadi Mochtar yang kemudian secara simbolis melakukan pemasangan tanda peserta.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala BLH Kota Yogyakarta, Ir Suyana, TPA Piyungan mulai tidak memadai untuk menampung sampah yang dikirimkan dari daerah sekitarnya. Untuk mengurangi volume sampah yang masuk, harus mulai digiatkan pemilahan sampah. Yogyakarta tidak memiliki TPA. Maka pada tahun 2008 diharuskan 50 % penduduk sudah harus mulai melakukan pemilahan sampah mandiri.

Acara diklat dilaksanakan 2 tahap. Hari pertama dengan 100 peserta yang berasal dari LPMK dan PKK, sedangkan hari ke dua dengan sasaran kepala sekolah, guru dan siswa. "Istilah membuang sampah diganti menjadi menaruh sampah, karena istilah menaruh cenderung lebih pada tempatnya. Perilaku masyarakat menjadi lebih modern dengan cara menaruh sampah. Dan para kader ibarat menjadi pintu konsultasi wilayah untuk keberhasilan kegiatan ini", demikian ungkap Suyana. (byu)