WALIKOTA : ANAK MUDA HARUS KEDEPANKAN DIALOG

Walikota Yogyakarta , H. Herry Zudianto , Minggu, (02/08 ) diminta menjadi pembicara  dalam seminar advokasi pelajar yang diselenggarakan Ikatan  Pelajar Muhammadyah (IPM) Yogyakarta  di gedung Pimimpian Daerah Muhammadyah, Jl. Sultan Agung Yogyakarta. Seminar yang bertemakan Generasi Pelajar Damai itu diikuti sekitar seratus  orang pelajar SMP Muhammadyah se-kota  Yogyakarta.

Walikota mengatakan untuk mewujudkan  generasi pelajar yang damai seperti yang diharapkan  dibutuhkan sebuah kunci yang dinamakan  dialog. “Dengan dialog, minimal  kita akan mengetahui jalan pikiran orang lain. Dan dengan budaya dialog kita akan mencari persamaan dintara perbedaan yang kita miliki dan kita jadikan kekuatan menuju perdamaian,” ujar Walikota.

Dikatakan Kota Yogyakarta merupakan Indonesia mini, dimana berbagai suku, agama, ras , dan kepentingan dari  berbagai penjuru tanah air dan bahkan dari luar berbaur menjadi satu di  Yogyakarta. “Ini adalah modal yang besar bagi kita untuk menuju ke sebuah perdamaian. Tentu saja dengan kita kedepankan budaya dialog dan mencari solusi yang terbaik untuk semua,” tambah Walikota.

Selain  berdamai dengan sesama manusia Walikota juga mengajak palajar dan kaum muda Yogyakarta untuk mencintai dan berdamai dengan  lingkungan. Menurut Walikota sebagian anak muda masih belum bersahabat dan berdamai dengan lingkungan. “Banyak anak muda yang masih membuang sampah di sembarang tempat. Mencorat coret sembarang tempat. Ini  membuktikan  anak muda masih belum berdamai dengan lingkungannya,” kata Walikota.  Walikota  mengajak  semua anak muda tidak memandang dari suku, agama, rasa, mana dia berasal  untuk berdamai dengan sesamanya dan juga berdamai dengan lingkungan.

Menanggapi  pertanyaan seorang siswa tentang keberadaan genk di kota Yogyakarta yang banyak melakukan corat-coret di sembarang tempat dan sering melakukan tindakan anarkis Walikota mengatakan dirinya sebenarnya memuji keberadaan mereka. Menurut Walikota ada segi positip yang bisa diambil dari anggota genk yakni  adanya sifat “leadership” ( kepemimpinan ). “Ada segi positip yang bisa diambil dari anggota genk. Mereka punya kemampuan leadership yang luar biasa kuat  untuk meyakinkan dan membujuk temannya. Itu yang saya senangi,” tambah Walikota. Namun Walikota berharap  kelompok genk ini melakukan kegiatan yang positip dan tidak merugikan sesama dan lingkungannya.

Dikatakan Walikota, Pemerintah Kota Yogyakarta akan memfasilitasi kelompok genk yang mau mengaktualisasi diri  melalui kegiatan positip, dintaranya melalui seni grafiti (mural ). “Pemkot  akan   menyediakan media khusus bagi kelompok genk  ini.  Kelompok genk yang mau silakan datang ke saya,” ujar Walikota. ( @mix)