Senin 00/00/0000 00:00 WIB |
SelasaWage1Malioboro Reresik Malioboro
Akhir September yang lalu, tepatnya pada Selasa Wage, 26 September 2017, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama seluruh elemen publik internal Malioboro melakukan kegiatan #SelasaWage1Malioboro "Reresik Malioboro". Aktivitas tersebut menjadi kegiatan pertama dari #SelasaWageMalioboro sekaligus untuk menyambut HUT ke-261 Kota Yogyakarta.
#SelasaWageMalioboro merupakan kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengistirahatkan Malioboro selama 1 x 24 jam dari seluruh aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang asongan, becak dan andong, serta seniman Malioboro. Selasa Wage dipilih karena bertepatan dengan hari pengangkatan Sri Sultan Hamengkubuwono yang ke X. Nantinya, #SelasaWageMalioboro akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap 35 hari sekali.
Kegiatan #SelasaWage1Malioboro "Reresik Malioboro" tidak semata-mata dilakukan oleh pemerintah, melainkan merupakan bentuk sinergi kerja sama antara pemerintah dengan publik, khususnya publik internal Malioboro. "Reresik Malioboro" dimulai pada pukul 00.00 WIB yang diawali dengan aksi ruwatan oleh komunitas Malioboro, dilanjutkan dengan apel yang dipimpin oleh Walikota Kota Yogyakarta dan diikuti oleh seluruh elemen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta perwakilan dari setiap komunitas Malioboro.
Guna men-steril-kan kawasan Malioboro dari aktivitas perdagangan, penyisiran dilakukan oleh rekan Jogoboro untuk menghimbau PKL agar segera menutup lapaknya, juga berlaku untuk pedagang asongan, becak dan andong, serta seniman Malioboro untuk menghentikan aktivitasnya. Pagi harinya pukul 06.00 WIB kegiatan kerja bakti reresik Malioboro dilakukan hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu pengawasan dan pejagaan dilakukan kembali oleh Jogoboro agar Malioboro tetap "bersih" hingga pukul 24.00 WIB. (ff)