Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Yogya Memberi Motivasi ke 38 Pakibraka
Sebanyak 38 paskibraka mengikuti training motivasi yang digelar di Wisma Sargede. Rabu (15/8). Sebelum mengibarkan sang saka merah putih pada upacara peringatan HUT RI ke-73 yang jatuh pada hari jumat mendatang, siswa siswi diberikan motivasi agar senantiasa lancar dalam menjalankan tugasnya. Dalam acara yang di gelar di gedung pertemuan Wisma Sargede dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Anggoro Sulistyo dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, juga memberi motivasi kepada 38 paskibraka agar memiliki kebanggaan karena terpilih mewakili sekolahnya. "Tidak semua orang terpilih untuk menjalankan tugas mulia menaikan dan menurunkan bendera merah putih pada HUT RI" ujarnya. Selain itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menceritakan sejarah mengenai kota Yogyakarta dan menceritakan bagaimana HUT RI sangat penting untuk di peringati sebagai Kemerdekaan Indonesia. Karena itu, lanjutnya, siswa yang terpilih harus punya kebanggaan, namun kebanggaan tersebut jangan hanya pada saat menjalankan tugas tanggal 17 Agustus, namun kebanggaan tersebut harus nyata dalam sikap hidup setiap hari di sekolah dan lingkungan sekitar. Menurutnya tantangan pemuda masa kini dihadapkan pada peran penting pemuda sebagai pelaku aktif dan kritis guna mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan disegani. Eksistensi Indonesia masa depan sangat tergantung pada kekuatan kolektif pundak para pemuda untuk terus memanggulnya. "Eksistensi pemuda tidak hadir pada ruang yang kosong, sebab perannya senantiasa strategis, dan berada di setiap kejadian penting sejarah perjalanan bangsa. Wajah Indonesia masa depan sebagian tergambar pada potret para pemuda masa kini" katanya. Ia berharap agar para paskibraka menjadi generasi muda yang tangguh dan menjadi anak yang santun dan berbakti kepada orang tuanya. "Jangan lupa tetaplah jadi anak yang santun dan berbakti kepada orang tua karena merekalah yang bisa membuat kalian seperti ini membuat kalian menjadi putra putri indonesia". uangkapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jaring Pemilih Pelajar, KPU lakukan Perekaman KTP pada hari Sabtu dan Minggu
Dalam rangka memberikan pelayanan dan melindungi hak pilih warga masyarakat Kota Yogyakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Yogyakarta menggelar layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) bagi warga Kota Yogyakarta yang belum melakukan perekaman data untuk KTP-El. Perekaman telah dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 16 Agustus dan diperpanjang pada hari Sabtu (18/) dan Minggu (19/8) mendatang. Dituturkan oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Wawan Budiyanto, hal tersebut dilakukan untuk menjaring siswa SMA/SMK yang belum bisa melakukan rekam KTP-El "Sabtu dan Minggu kan mereka libur sehingga bisa ikut perekaman di Kantor KPU. Waktunya untuk Sabtu dari pukul 08.00 " 15.30 dan Minggu pukul 08.00 sampai 12.00" Tuturnya saat Jumpa pers di Kantor KPU Kota Yogyakarta, Rabu (15/8) Wawan mengungkapkan, di Kota Yogyakarat tercatat 3.668 orang belum melakukan perekaman KTP-El dan 75 persen di antaranya merupakan pemilih pemula yanga pada saat ini belum genap 17 tahun naum pada hari H pencoblosan sudah berusia 17 tahun dan punya hak untuk memilih "Kami berharap mereka memanfaatkan waktu untuk melakukan perekaman" Tandas Wawan. Lebih lanjut, Wawan mengungkapkan, hasil rekam KTP-El tersebut akan segera diolah ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang paling lamabt akan diumumkan pada tanggal 21 Agustus 2018 mendatang, namun demikian Wawan mengatakan, mereka yang tidak masuk dalam DPT bisa langsugn datang ke TPS setempag dengan membawa KTP-el "Mereka yang tidak masuk dalam DPT akan masuk pada pemilih khusus, tinggal datang ke TPS membawa e-KTP. Nanti mereka mencoblos dari pukul 12.00 " 13.00 menggunakan surat suara cadangan" Tambahnya Wawan menambahkan, perekaman data KTP-El dilaksanakan untuk menjamin ketersediaan suara yang dibutuhkan karena keterbatasan surat suara cadangan yang juga digunakan bagi mereka yang merupakan warga pendatang atau warga luar kota yang menggunaakn hak suaranya di Kota Yogyakarta melalui form A5 "Jumlah surat suara cadangan hanya 2 persen dari total keseluruhan yang ada di tiap TPS. Saat ini kami sudah melakukan sosialiasi ke 17 sekolah untuk mendorong para pelajar ini agar segera melakukan perekaman KTP-El sebelum Pemilu 2019" Pungkasnya. (ams)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Prawiro Coffe Festival Dua, Heroe Poerwadi Ingin Yogyakarta Menjadi Destinasi Wisata Kopi
Sukses di tahun pertamanya, Komunitas Kopi Nusantara kembali menggelar Prawiro Coffe Festival #2 (PCF#2) di sepanjang Jalan Prawirotaman II, Yogyakarta, Kamis (16/8). Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pun ingin Yogyakarta menjadi destinasi wisata kopi. Heroe Poerwadi mengapresiasi Prawiro Coffe Festival #2, menurutnya event yang digelar bersamaan dengan malam peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI tersebut bakal menjadi pendongkrak Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata kopi. Yogyakarta tidak hanya dikenal dengan kuliner gudeg dan bakpia. Ternyata kopi juga menjadi tujuan wisata juga. "Ini bisa jadi event tahunan rutin, Yogya bisa menjadi daerah tujuan wisata kopi," kata Heroe. Menurutnya, Yogyakarta adalah kota yang terbuka bagi semua orang termasuk bagi para penikmat dan pegiat kopi. "Jogja itu untuk semua. Karena itulah saya sengaja datang kesini sore hari sebagai bentuk apresiasi. Saya sangat mendukung Prawiro Coffe Festival 2018 dan berharap bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya," terangnya. Ketua Panitia Prawiro Coffee Festival #2 Anggi Dita mengatakan tahun kedua ini, panitia akan membagikan gratis ribuan cup kopi dari berbagai daerah di Indonesia. "Tahun ini mengambil tema Tirakatan Sambil Ngopi," imbuhnya. Seperti tahun lalu, sambungnya, acara Prawiro Coffee Festival #2 ini para peserta adalah pelaku bisnis kopi, coffeeshop dan petani kopi hingga bisnis industri ikutannya. Peserta datang dari berbagai daerah dari Yogyakarta Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, hingga Bali. "Komunitas Kopi Nusantara ingin menggaungkan PCF#2 sebagai event berbasis wilayah menjadi event yang diakui secara nasional, bahkan Internasional," ucapnya. Ia melanjutkan, acara ini mengambil tema Tirakatan Sambil Ngopi, karena memang digelar bersamaan dengan malam peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI. Ada yang berbeda di tahun kedua ini, PCF#2 memiliki moment spesial yakni tos kopi bareng. Momen ini serentak dilakukan di Jalan Prawirotaman II oleh Wakil Walikota Yogyakarta bersama pengunjung, peserta dan masyarakat sekitar. Anggi mengatakan momen tos kopi bareng ini bertujuan menggelorakan kopi nusantara. Selain itu melalui PCF#2 ini dapat mendorong terwujudnya sebagai kota wisata sekaligus menjadi rintisan terwujudnya Yogyakarya sebagai kota wisata kopi. Selain itu, kata Anggi ada pengumpulan donasi untuk korban gempa bumi di Lombok beberapa waktu lalu. "Kami sediakan kotak donasi di beberapa titik bagi yang ingin donasi Lombok," katanya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Upacara 17 Agustus, Mahasiswa Papua Mendadak Datangi Wali Kota Yogya
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-73, diawali dengan Upacara Kemerdekaan sekaligus pengibaran sang Saka Merah Putih di halaman Balai Kota Yogyakarta, Jumat (17/18). Sejumlah mahasiswa Papua di Yogyakarta membuat kejutan saat upacara. Setelah upacara bendera selesai, mahasiswa papua tiba-tiba maju menuju panggung wali kota dan pejabat lain. Para mahasiswa Papua ini, ternyata ingin memberikan bunga simbol cinta dan rasa bahagia. Mereka sangat bahagia karena sudah beberapa tahun kuliah di Yogya tetapi baru pertama kali ini mendapat kesempatan mengikuti upacara peringatan HUT RI. Ketua Korwil Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Tolikara (IKB-PMPT) Jogja-Solo, Gasfar Wanimbo mengatakan, Ini pertama kali saya diberi kesempatan upacara di balai kota Yogyakarta. "Ini pertama kali saya diberi kesempatan upacara di balai kota, kami gembira, rasanya sangat bahagia," ujarnya. Para mahasiswa tersebut memberikan bunga kepada Wali Kota Haryadi Suyuti, Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini. Mendapat kado bunga, Haryadi Suyuti mengatakan momentum HUT Kemerdekaan RI di Balaikota menjadi terasa lebih istimewa dengan kehadiran mahasiswa Papua dan daerah lainnya. Tradisi keikutsertaan mahasiswa baik dari Papua dan daerah lain diharapkan bisa terus berlanjut untuk meneguhkan Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia. "Bunga ini sebagai representasi hubungan harmonis, dalam hal ini cinta Indonesia, cinta Yogyakarta,"ujarnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogyakarta Luncurkan GO SAHAJA
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Yogyakarta meluncurkan gerakan Orang tua Sahabat Remaja (Go Sahaja) sekaligus mendeklarasikan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Kamis (16/8/2018). Launching dan deklarasi tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKB Kota Yogyakarta, Eny Retnowati mengungkapkan, Pernikahan dini masih menjadi topik yang tak henti-hentinya dibahas dan menjadi perhatian utama. Berdasarkan data yang ada, pernikahan dini di Kota Yogyakarta disebabkan oleh adanya kasus Kehamilan yang Tidak Dikehendaki (KTD). "Salah satu terobosan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui suatu gerakan yang disebut Gerakan Orang tua Sahabat Remaja atau disingkat menjadi GO SAHAJA," tukasnya usai launching Go Sahaja, di RW I Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Kamis (16/8/2018). Gerakan tersebut, sambungnya, dimaksudkan untuk memperkuat kembali ikatan dalam sebuah keluarga, meningkatkan pemahaman akan arti pentingnya keluarga sebagai sebuah tatanan kehidupan sosial yang paling kecil, sekaligus yang paling penting yakni membangun karakter bangsa. Eny menilai, minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, longgarnya tata nilai dalam masyarakat, kemajuan teknologi informasi, serta lemahnya penerapan 8 fungsi keluarga, disinyalir menjadi penyebab terjadinya kasus pernikahan dini yang diakibatkan oleh KTD. Ia melanjutkan, Pernikahan dini sendiri lebih berdampak buruk, jika dikaitkan dengan resiko-resiko kesehatan reproduksi khususnya bagi perempuan. Eny mencontohkan sepert terjadinya komplikasi dalam persalinan, pendarahan, sampai meningkatnya resiko terkena kanker serviks. Sedangkan resiko pada bayi yang dilahirkan diantaranya adalah berat bayi lahir rendah (BBLR), dan stunting. Selain itu, Menurut Eny pernikahan dini juga membawa resiko sosial dan psikologis yang dihadapi pelakunya, yaknki rentan terjadinya kasus KDRT, bahkan berakhir dengan perceraian dini, menurunkan angka partisipasi sekolah, serta berdampak terhadap meningkatnya angka kemiskinan. Ia berharap gerakan tersebut mampu mengembalikan keluarga pada fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pendidik bagi seluruh anggota keluarga. "Acara ini juga bertujuan meningkatkan komitmen pada pemangku kepentingan di wilayah RW 1 Jlagran terhadap upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)," imbuhnya. Launching Go Sahaja dan Deklarasi PUP di Jlagran merupakan tindak lanjut atas deklarasi yang telah dicanangkan di seluruh Kecamatan di Kota Yogyakarta pada tahun 2017, yang diinisiasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY. "Serta deklarasi serupa di Kota Yogyakarta pada tahun 2018 yang diinisasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta," pungkasnya. (TS)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kota Yogyakarta Miliki 55 Kampung Panca Tertib
Hingga agustus 2018 ini setidaknya 55 kampung mendeklarasikan diri sebagai kampung panca tertib. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan terus menambah pembentukan kampung-kampung panca tertib. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, pembentukan kampung panca tertib tersebut salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketertiban dan kenyamanan di Kota Yogya. Paling akhir kampung yang dikukuhkan sebagai kampung panca tertib adalah kampung Kadipaten Kidul, Kecamatan Kraton. "Seluruh elemen warga dan tokoh masyarakat harus mendukung terciptanya kampung panca tertib ini," kata Heroe di lokasi, Minggu (19/8). Menurutnya Kampung panca tertib ini membawa dampak yang positif terhadap penegakan peraturan di daerah, sehingga supaya dapat ditambah ke depannya. ia menandaskan bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban setiap warga agar tetap tertib dari segala aspek. "Kehidupan sosial bermasyarakat harus terus dijaga seperti saling tolong menolong, rukun, serta memiliki lingkungan tertata rapi merupakan kunci kebersamaan dalam hal ini rukun warga," tandasnya Ia pun meminta agar masyarakat dapat terus bersinergi bersama pemerintah untuk meneggakkan peraturan melalui gerakan tersebut. Ia berharap gerakan tersebut bisa meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketertiban sehingga masyarakat memahami bahwa ketertiban adalah bagian dari kebutuhan dasar. "Dengan kampung panca tertib, strategi penertiban berbasis kampung jauh lebih efektif," ujarnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Hadiri Malam Tasyakuran Warga Patehan
Warga Kota Yogya memiliki tradisi malam tasyakuran/tirakatan yang digelar setiap malam 17 Agustus untuk memeringati HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia. Di tengah warga terdapat sebuah tumpeng yang dipasang bendera merah putih. Tradisi malam tirakatan tak hanya diikuti oleh orang dewasa melainkan juga remaja dan anak-anak. Mereka berkumpul di suatu lokasi yang cukup luas dan mudah dijangkau oleh warga setempat. Seperti malam tirakatan yang digelar warga RW 07 Kelurahan Patehan di balai Gardu pojok beteng Kulon. Tumpeng yang dilengkapi ingkung ayam utuh itu kemudian dipotong oleh tokoh sesepuh dan diberikan kepada dua remaja putra-putri. Sebelum pemotongan tumpeng, warga juga diajak mengenang jasa pahlawan, dan diingatkan akan pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Suasana gotong royong terlihat karena setiap kepala keluarga menyumbangkan makanan untuk dinikmati bersama di malam tirakatan. Kegiatan tersebut sangat di apresiasi oleh Wakil Walikota Yogyakarta,Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut hadir dalam malam Tasyakuran tersebut. Menurutnya Kegiatan tersebut dapat membangun keguyubrukunan antar warga. "Selain itu juga untuk mengenalkan jiwa nasionalisme pada anak-anak agar mereka tahu sejarah negaranya"ujarnya di lokasi, Kamis (16/8/) malam. Ia pun mengajak warga Patehan pada HUT Kemerdekaan RI ke " 73 ini untuk mengisinya dengan hal-hal yang positif. "Mari kita terus berdoa untuk tetap utuhnya NKRI serta mendukung program-program pemerintah baik pemerintah" ungkapnya. Terutama untuk generasi muda juga diharapkan bisa kemerdekaan dengan hal-hal positif. Sebab selain bahaya radikalisme, pengaruh buruk narkoba juga terus menggerogoti generasi bangsa. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pramuka Bakti Husada Harus Mampu Tingkatkan Kesehatan
Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Kota Yogya diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan membantu percepatan pencapaian cakupan upaya kesehatan. Dalam hal ini sebagai pelopor hidup bersih dan sehat dan menjadi kader penggerak pembangunan kesehatan. Satuan Karya Pramuka bakti Husada yang merupakan wadah pengembangan, pengetahuan, pembinaan, keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberi kesempatan untuk membaktikan diri generasi muda kepada masyarakat dalam bidang kesehatan merasa berkewajiban untuk terus membina generasi muda agar terus belajar dan dapat menjadi contoh berperilaku sehat dalam masyarakat. Salah satu wujud dari kegiatan yang dapat membangun kader muda di bidang kesehatan adalah dengan adanya kegiatan Lomba Krida, dimana pada tahun ini, lomba krida mengusung tema "Pramuka Masa Kini Peduli Lingkungan Bersih dan Sehat". Hadir dalam pembukaan lomba krida tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Pada kesempatan tersebut ia mengatakan sebagai kader generasi penerus bangsa perlu menyadari tentang pentingnya kesehatan di lingkungan guna mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia di bidang kesehatan. "Kesehatan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan banyak kader kesehatan yang berfungsi memberikan penyuluhan dan menjadi tauladan dalam kehidupan sehari-hari" katanya di lapangan Balaikota, Minggu (19/8). Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan kemampuan bagi generasi muda untuk selalu mengasah pengetahuan tentang kesehatan terlebih lagi dalam keadaan darurat maupun penanganan bencana. "Salah satu contoh kegiatan yang dapat mengasah kemampuan generasi muda dalam memahami pengetahuan tentang kesehatan ialah melalui ajang lomba sehingga generasi muda termotivasi dan tertantang untuk terus belajar meningkatkanpengetahuannya, khususnya dalam bidang kesehatan" ungkapnya. Ia berharap dengan adanya lomba tersebut dapat menjadi sarana mengkampanyekan perilaku hidup sehat kepada masyarakat. "Selain itu juga sebagai sarana peningkatan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam bidang kesehatan maupun mempersiapkan generasi muda yang mencintai lingkungan alam sekitar" ujarnya. Wawali berpesan untuk senantiasa konsisten dalam membina, membentuk, serta melahirkan kader-kader yang sehat jasmani rohani berkarakter dan berbudi mulia. "Pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan dibidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota masyarakat di lingkunganya" katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pimpin Apel Hari Pramuka ke-57, Heroe Poerwadi Serukan Revolusi Mental
Ketua Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memimpin apel besar hari pramuka ke-57 di halaman Balaikota, Sabtu (18/8/2018). Heroe menyerukan pentingnya revolusi mental bagi generasi muda untuk kemajuan bangsa Indonesia. "Pembangunan karakter serta revolusi mental saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ucap Heroe saat memberikan arahan kepada peserta apel. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang handal selayaknya harus berjalan bersamaan seirama dengan pembangunan fisik. Salah satu kunci keberhasilan pembangunan bangsa menurut Heroe terletak pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan selalu berubah berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan jaman. "Perkembangan kemajuan jaman serta fenomena globalisasi di sekitar kita, Gerakan Pramuka tetap membangun manusia yang memiliki karakter, serta juga memiliki watak yang kuat," tandasnya. Namun begitu, Heroe menyebut bukan hanya membangun generasi muda yang cerdas dan menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga yang memiliki kepribadian yang tangguh, berbudi pekerti luhur, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. "Generasi muda seperti inilah yang akan sanggup menghadapi berbagai tantangan serta mengatasi berbagai macam persoalan, baik di dalam negeri maupun dalam kerangka globalisasi, serta menuju masa depan yang lebih baik," kata Heroe. Memasuki usianya yang ke-57 tahun, Gerakan Pramuka tentu masih sangat relevan. Hal itu menurut Heroe karena kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan, di mana jiwa dan semangatnya yang luhur, diadaptasi dari kepribadian bangsa Indonesia. "yaitu jujur, sederhana, rendah hati, senang bergotong-royong membantu sesama yang sedang membutuhkan ; yang kemudian dipadukan dengan semangat pantang menyerah, trengginas, dan selalu ingin berperan bermanfaat bagi lingkungannya," jelasnya. (Wis/Tam).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Idul Adha 1439 H, Pemkot Terima 3 Hewan Kurban
Senin (20/8) Pemerintah Kota Yogyakarta menerima tiga hewan kurban berupa sapi. Masing-masing dari Bank Jogja, BPD DIY dan dari Gubernur DIY. Rencananya hewan kurban tersebut akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah yang bertepatan pada hari Rabul (22/8). Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengaku senang dan mengapresiasi kepada Shohibul Qurban dalam menebarkan semangat berbagi kepada sesama. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para Shohibul Qurban yang telah berkenan menyalurkan hewan kurban kepada Pemerintah Kota Yogyakarta. "Selanjutnya hewan kurban ini akan diserahkan kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Yogyakarta, takmir Masjid Syuhada dan ketua panitia Idul Adha Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta," ucap Haryadi Suyuti saat serah terima hewan qurban di halaman Masjid Diponegoro Kompleks Balaikota, Senin (20/8). Hari Raya Idul adha ini, Kata Haryadi menjadi momentum untuk menebar semangat berbagi kepada sesama dan mengajak masyarakat Yogyakarta untuk selalu bersyukur, mengingat apa yang tengah dialami oleh saudara-saudara kita yang berada di Lombok. "Idul Adha adalah momentum bagi kita untuk semangat memberi dan peduli kepada sesama, dan ini harus selalu ada dalam jiwa kita dalam kehidupan sehari-hari," kata Haryadi menambahkan. Haryadi juga berpesan agar penyembelihan hewan kurban tahun ini dapat dilakukan sesuai dengan perikehewanan dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kesehatan maupun peralatan yang dipergunakan. "Dan penting juga saya ingatkan, kepada para panitia penyembelihan hewan kurban tahun ini agar menggunakan kantong plastik yang khusus untuk makanan, kualitasnya yang bagus dan mudah terurai," tandasnya. Dalam kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto memastikan pemotongan hewan qurban di RPH Giwangan tidak dipungut biaya alias gratis. "Bagi panitia qurban yang sudah mendaftarkan untuk memotong hewan qurban di RPH Giwangan tidak dikenakan tarif retribusi pemotongan hewan," kata Sugeng. Untuk memastikan proses pemotongan berjalan sesuai dengan standart yang telah ditentukan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga telah membentuk tim untuk memantau dan mengawasi hewan qurban mulai dari pasar tiban, kandang hingga lokasi pemotongan. "Tim tersebut akan memantau dan memeriksa hewan sejak sepuluh hari sebelum hari Raya Idul Adha. Satau hari sebelum pemotongan dan pada hari pemotongan qurban, sejak 10 sampai 13 dzulhijjah 1439 H," urainya. Dalam kesempatan tersebut Walikota secara simbolis juga menyerahkan pisau dan baju kepada sembilan mahasiswa Universitas Gadjahmada yang tergabung dalam tim pemantau dan pengawas hewan kurban Kota Yogyakarta. (Nona/Nana)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jadi Kotib Sholat Idul Adha 1439 H, Wawali Kota Jogja Ajak Umat Pererat Tali Perasatuan
Ratusan jemaah memenuhi halaman Balaikota Yogyakarta, Rabu, (22/08/2018) untuk menunaikan ibadah sholat Idul Idha 1439 H. Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi , MA bertindak sebagai Kotib . Dalam kotbah yang bertema Aktualisasi ikmah Idul Adha bagi kehidupan zaman now, Heroe Poerwadi mengajak umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Makna qurban menurut Wakil Walikota adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan menyembelih hewan qurban untuk disedekahkan khususnya untuk orang orang yang tidak mampu. Selain itu, peristiwa Idul Qurban setidaknya ada 4 hikmah dan pelajaran yang dapat diambil yakni mendahulukan cinta kepada Allah; Ismail.adalah Simbol kecintaan dunia; Qurban sebagai ibadah sosial; dan Idul Adha sebagai momentum persatuan umat Islam. Ratusan jemaah memenuhi halaman balaikota Yogyakarta, Rabu, (22/08/2018) untuk menunaikan solat idul adha 1439 H. Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi , MA bertindak sebagai Kotib . Dalam kotbah yang bertema Aktualisasi hikmah Idul Adha bagi kehidupan zaman now, Heroe Poerwadi mengajak umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Makna qurban menurut Wakil Walikota adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan qurban untuk disedekahkan khususnya untuk orang orang yang tidak mampu. Selain itu melalui peristiwa Idul Qurban menurut Wawali setidaknya ada 4 hikmah dan pelajaran yang dapat diambil yakni mendahulukan cinta kepada Allah; Ismail.adalah Simbol kecintaan dunia; Qurban sebagai ibadah sosial; dan Idul Adha sebagai momentum persatuan umat Islam. Dikatakan peristiwa Idul Adha hendaknya dijadikan momentum untuk mempersatukan umat Islam di DIY dan lebih khusus di kota Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya. " Marilah kita jadikan moment Idul Idha ini sebagai persatuan umat Islam, khsusnya di Indonesia dalam bingkai NKRI dan Pancasila," ajak Wawali. Wawali juga mengingatkan umat untuk tidak menyisahkan dendam dan irihati hanya dikarenakan perbedaan pilihan dan pendapat. "Jangan sampai hanya perbedaan pilihan walikota, bahkan pilihan presiden masih menyisakan dendam dan iri hati yang mengakibatkan putusnya tali silaturahim antar kota " kata Wawali. Pelaksanaan sholat Idul Adha 1439 H di halaman Balaikota Yogyakarta dihadiri pula oleh Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti dan Komandan Kodim 0734 Yogyakarta bersama keluarga masing-masing dan beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Perpustakaan Kota Jogja Mendunia
Perpustakaan Kota Yogyakarta mendapat sorotan pustakawan internasional. Pada Selasa (21/8) petang, Perpustakaan Kota Yogyakarta kedatangan puluhan pustakawan dari negara-negara Afrika, Eropa dan Amerika. Mereka adalah peserta workshop The Initiative for Young African Library Innovators - IYALI 2018 yang sedang diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Plt Kepala Dinas Perpustakaan kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, SE, MM menjelaskan bahwa Perpustakaan Kota Yogyakarta menjadi lokasi benchmarking bagi peserta IYALI 2018. Alasan kedatangan mereka dikarenakan berbagai layanan inovatif telah diterapkan di Perpustakaan Kota Yogyakarta. Perpustakaan Kota Yogyakarta juga dinilai unik dan kreatif dalam menciptakan program-progam inovatifnya. Sehingga diharapkan mampu memberikan inspirasi. "Di Perpustakaan Kota mereka mendengar presentasi dan berbagi pengalaman dengan pustakawan yang telah berhasil mengujicobakan layanan perpustakaan umum yang inovatif," jelas Wahyu. Sementara Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca Triyanta, S.Pd, MIP memberikan penjelasan kepada para tamu tentang berbagai inovasi yang telah terbukti menjadi daya dukung bagi pengembangan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat Kota Yogyakarta. "Meski kecil kami adalah perpustakaan yang dinamis dan inovatif dalam melayani masyarakat. Langkah kami dengan mengubah paradigma dari perpustakaan hanya sekedar untuk membaca dan meminjam menjadi perpustakaan pusat belajar masyarakat. Sehingga aktivitas apapun yang menunjang pembelajaran masyarakat dapat diselenggarakan di Perpustakaan Kota Yogyakarta," tuturnya. Triyanta menambahkan bahwa perpustakaan inovatif dan kreatif dimulai dari branding. "Masyarakat akan cepat akrab dengan nama-nama layanan yang ada di perpustakaan, sehingga semua aktifitas memiliki nama-nama yang di-branding menjadi inovasi," pungkasnya. Peserta workshop berasal dari negara-negara Afrika yaitu Cameroon, Lithuania, Kenya, Namibia, Tanzania, Egypt, Sierra Leone, Uganda, Ghana, Zimbabwe, Zambia, South Africa. Sedangkan dari Eropa berasal dari negara Latvia, Lituania, Romania; dan Amerika Serikat. Mereka melakukan pembelajaran atau sharing melalui diskusi intensif bersama pustakawan di Perpustakaan Kota Yogyakarta yang difokuskan pada pengalaman praktis dalam menerapkan berbagai inovasi. Beberapa tema diskusi yang menjadi perhatian mereka adalah tentang customer service, training tip, resource mobilization, program for pre school children, local content and indigenous knowledge. Tema-tema ini berkaitan dengan layanan inovatif yang telah dilakukan oleh Perpustakaan Kota Yogyakarta, yaitu : SISKA (sistem interaksi antara pemustaka dan perpustakaan), layanan keliling BILLY, MOLY, PUSPITA dan MONIKA, dan juga ALEKSA (Ada Koleksi Lokal konten Yogyakarta) serta lainnya. IYALI sendiri merupakan perhelatan yang diselenggarakan oleh EIFL (Electronic Information for Libraries), sebuah organisasi non pemerintah internasional yang bekerja dengan perpustakaan-perpustakaan untuk memungkinkan akses terhadap pengetahuan di negara-negara berkembang dan ekonomi transisi di Afrika, Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Latin. IYALI bertujuan mendorong munculnya inovator perpustakaan publik di Afrika, melalui tukar pengalaman dan ide dari negara-negara berkembang dan ekonomi transisi lainnya. Ini adalah inisiatif dari EIFL Public Library Innovation Programme (EIFL-PLIP), bekerjasama dengan the African Library and Information Associations and Institutions (AfLIA) and the International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA). (Ismawati Retno/Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Jogja Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Di NTB
Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan bantuan dana sebesar Rp. 160.200.000 untuk para korban bencana gempa di pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan itu diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta , Drs. Heroe Poerwadi, MA. dan diterima oleh Wakil Gubernur NTB, beberapa saat lalu ( Senin,20/08/2018). Dana sebesar Rp. 160-an juta itu dikumpulkan dari serkiler karyawan dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Wakil Walikota mengatakan pemberian bantuan itu merupakan wujud empati dan atensi serta semangat persaudaraan Pemerintah Kota Yogyakarta beserta seluruh pegawainya untuk saudara saudaranya yang sedang dilanda bencana gempa bumi di Lombok NTB "Semoga dengan sedikit bantuan ini dapat meringankan beban saudara kita yang terkena musibah ," harap Heroe Poerwadi. (kominfosan/@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
SD N Timuran Juara I Festival Penggalang Ceria Tingkat Nasional
SD N Timuran, Kota Yogyakarta berhasil memboyong 3 trofi juara untuk DIY pada lomba Gudep Unggul dan Festival Penggalang Ceria Tingkat Nasional tahun 2018 di Harris Hotel And Conventions, Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018). SD N Timuran mewakili Provinsi DIY pada acara yang dirangkaikan dengan Lomba Gudep Unggul yang berlangsung 6 " 11 Agustus 2018. Kepala Sekolah SD N Timuran Esti Kartini mengaku bangga dengan torehan prestasi tersebut. "Kita berhasil memboyong tiga trofi yakni Juara II Gugus Depan Unggul Tk.Nasional, Juara I Penggalang Putri Tk.Nasional, dan Juara Harapan I Penggalang Putra Tk.Nasional," urainya. Esti menjelaskan, Komponen yang dilombakan Gugus Depan Unggul antara lain, Profil Gudep, Makalah Praktik Terbaik Pembina Gudep, Presentasi keberhasilan mengelola Gudep oleh Ka.Mabigus dan Pembina Gudep, Pameran Gudep, Presentasi pengembangan Gudep. "Untuk penggalang ceria keterampilan kepramukaan yang dilombakan antara lain, Tata Laksana Perkemahan, Hasta Karya, TIK, Menggambar Poster, Sirkuit Ketangkasan, Yel penggalang Ceria, Baris Berbaris Menggunakan Tongkat, Kompas, Sketsa Panorama, KIM, PPPK, Sandi dan Isyarat Pramuka, Ilmu Penaksiran dan Menulis Berita," jelas Esti. Berkat kerjasama dan kerja keras tim, akhirnya SD N Timuran berhasil membawa kejuaraan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. "Kita bersyukur karna mampu membawa nama baik Kota Yogyakarta di ajang ini," ucap Esti. Ia kembali menjelaskan, menghidupkan kegiatan kepramukaan di Gudep yang berpangkalan di SD N Timuran sudah menjadi tanggung jawab sekolah untuk memenuhinya. "Apalagi tuntutan generasi bangsa ke depan yang harus berakhlak mulia, berkebangsaan kuat, dan berkecakapan hidup menjadi tujuan utama pendidikan nasional," kata Esti menambahkan. Oleh karena itu, menurutnya, penguatan pendidikan karakter di sekolah harus menjadi titik sentral dalam pembinaan yang terintegrasi ke dalam budaya sekolah sehingga diperoleh prestasi belajar siswa yang utuh antara sikap, pengetahuan dan keterampilan. "Untuk itu, diperlukan dukungan dan pembinaan yang terus menerus terhadap proses pendidikan kepramukaan di sekolah," tandasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Malam Takbiran Jadi Momentum Pengingat Cinta Tanah Air dan Cinta Agama
Momentum Malam Takbiran harus dimaknai sebagai pengingat akan rasa cinta tanah air dan cinta agama. Pesan tersebut diampaikan Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA ketika membuka Lomba Takbir Kelililing Kecamatan Jetis, Selasa (21/8) di Kantor Kecamatan Jetis. "Pada bulan Agustus ini ada dua momentum penting yang memiliki semangat yang sama, yakni HUT ke-73 Kemerdekaan RI dan Hari Raya Idul Adha, HUT ke-73 RI menjadi pengingat akan rasa cinta tanah air, sementara Idul Adha menjadi pengingat bagi kita untuk cinta agama" Tutur Wawali. Lebih lanjut, Wawali berharap, peserta takbir dapat melihat keteladanan para pahlawan sekaligus keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam berjuang demi tegaknya Negara dan Agama. Heroe Poerwadi juga mengajak untuk bersama-sama mendarma baktikan diri dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memberikan manfaat pada lingkungan, negara dan juga agama. "HUT ke-73 RI menjadi momentum bagi kita untuk selalu mengenang jiwa semangat patriotisme para pahalawan bangsa yang rela berkorban untuk nusa dan bangsa, sementara Idul Adha menjadi pengingat bagi kita akan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menunaikan perintah Allah SWT yang lebih mengutamakan cinta pada Allah dibandingkan cinta pada dunia." Imbuh Wawali. Diungkapkan oleh Ketua Badko Kota Yogyakarta, Andry Sunny, event ini diharapkan dapat terus berkelanjutan setiap tahunnya untuk mendukung upaya mencetak generasi Quran dan mewujudkan generasi gemilang. Ditambahkan oleh ketua Badko Kecamatan Jetis, Nur Hamidah, Lomba Takbir diikuti tak kurang dari 600 santri yang tergabung dalam 19 kelompok peserta dari tiga kelurahan di wilayah Kecamatan Jetis dengan usia maksimal 13 tahun. "Lomba ini terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kecamatan dan swadaya dari masyarakat" Tandas Nur Hamidah. Dalam penyelenggaraanya kali ini, rute yang diambil peserta meliputi SDN Bumijo Jetis - Tugu Jogja - Pegadaian dan finish di Kantor Kecamatan Jetis. Setelah melalui proses penjurian, predikat juara pertama berhasil diraih oleh TPA Darussalam Badran yang berhak mendapatkan Tropi bergilir dari Walikota Yogyakarta.