Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ribuan Pesera Jogja Color Walk dan Jogja Menari masuk Rekor MURI
Pesera Jogja Color Walk dan Jogja Menari diikuti oleh ribuan peserta diberbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Kurang lebih 4.279 peserta yang mengikuti Tarian Jaranan di Alun - alun Utara, Yogyakarta, pada Minggu (23/12). Event dari Yogyakarta untuk dunia ini memberikan wahana bagi masyarakat umum, dunia usaha dan sektor publik yang digagas oleh Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) dalam merayakan kebhinekaan Indonesia. Ketua Panitia, Muchammad Romahurmuziy menyatakan, selain Jogja Menari yang mendapatkan muri, dalam kegiatan ini juga diadakan Color Walk dengan peserta sebanyak 13 ribu orang. Acara kita pada hari ini adalah Jogja Color Walk dan Jogja Menari. Alhamdulillah 13 ribu peserta untuk Jogja Color Walk dan 4279 untuk peserta Jogja Menari" ujarnya. Kegiatan ini mendapatkan Rekor MURI melalui Pagelaran Tari Jaranan yang diadakan oleh Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta. Peserta yang tercatat dalam Pagelaran Tari Jaranan ini menjadi rekor MURI ke-8.799 oleh MURI. Romi mengatakan, Jogja Menari ini dikukuhkan sebagai rekor dunia oleh museum rekor dunia Indonesia. "Jogja Menari dikukuhkan sebagai rekor dunia oleh museum rekor dunia Indonesia. Kita memang sengaja kemas dengan tajuk dari Jogja untuk dunia, yang memang dimaksudkan sebagai kekayaan kota Yogyakarta yang kita persembahkan untuk dunia, terangnya Romi menambahkan acara ini membuat koreografi sendiri, dibuat dari tarian angguk yang kemudian dimodifikasi oleh salah satu sanggar di Yogyakarta. "Acara ini menari dalam 8,5 menit. 4271 penari dalam tiga shift, yang mana dalam shift terakhir mereka bersama menari dan menjadi kegembiraan sendiri bagi masyarakat Jogja pada akhir tahun 2018. Jogja sebagai salah satu kota budaya di Indonesia, yang menjunjung tinggi tradisionalisme dan tanpa mengurangi tradisionalisme jaranan diambil karena semangatnya kegembiraan, jelasnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat bersatu dalam perbedaan yaitu menjelang tahun politik. Dalam hal ini juga dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti yang datang dalam kesempatan ini menyampaikan kegembiraannya dan berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat sekaligus melestarikan budaya bangsa. Harapan kita senang, bisa sehat dan bisa silaturrahmi di kota Yogyakarta yang kita cinta bersama, katanya. Selain itu, dalam sambutan melalui Video, Presiden Republik Indonesia, Jokowidodo menyampaikan jika budaya dan keanekaragaman suku bangsa dapat memperkuat dan membangun bangsa Indonesia. Keragaman budaya dan keanekaragaman suku bangsa adalah kekuatan kita membangun Indonesia untuk menjadi bangsa yang tangguh di pentas dunia. Saya apresiasi Jogja Color Walk dan Jogja menari yang di gelar hari ini. Jaga terus persaudaraan anak bangsa dan pelihara NKRI, karena itulah kekuatan kita, terangnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kecamatan Mantrijeron dan Kecamatan Wirobrajan sebagai Juara Bola Voli Dandim Cup ll 2019
Bola voli merupakan salah satu olahraga yang banyak dikagumi. Hal ini diapresiasi oleh Dandim dengan menggelar kejuaraan bola voli antar kecamatan se-Kota Yogyakarta Komandan Kodim 0734/YKA dengan memperebutkan piala tetap dan diberikan uang pembinaan. Acara ini digelar mulai tanggal 16 - 23 Desember 2018 di Sport Hall Kridosono jalan, Kegiatan ini dihadiri oleh Kodim, Walikota Yogyakarta, Pengurus Kota PBVSI Yogyakarta yang gandeng Kodim 0734/Yogyakarta untuk menggelar Dandim 0734 Cup 2018. Dandim Cup 2018 ini diikuti oleh sebanyak 16 tim putra dan 16 tim putri. Dandim Cup ll ini merupakan salah satu kegiata tahunan yang merupakan sarana seleksi untuk menghadapi porda XV di tahun 2019. Turnamen Bola Voli bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari para pemain. Dandim Cup ini memperebutkan Piala Bergilir Dandim 0734/Yogyakarta, yaitu Piala Tetap Dandim 0734/Yogyakarta serta Total Hadiah senilai Rp 8 juta. Antusias para peserta sangat terasa saat berlansungnya pertandingan. Banyaknya peserta membuat pertandingan semakin memanas. Namun yang tersisa sebagai pemenang vinal adalah grup Putra Juara 1 dari Kecamatan Mantrijeron, Juara 2 Kecamatan Wirobrajan, Juara 3 Kecamatan Mergangsan serta pemenang Juara Harapan 1 dari Kecamatan Kotagede. Selain itu Pemenang pada Grup Putri Juara 1 dimenangkan oleh Kecamatan Wirobrajan, Juara 2 Kecmatan Tegalrejo, Juara 3 Kecamatan Gondomanan, serta Juara Harapan 1 dari Kecamatan Mergangsan yang memperebutkan kejuaraan bola voli Tahun ini. Selama pertandingan berlangsung Walikota ikut menyemangati dan memberikan semangat untuk para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pembinaan olahraga voli di kota Yogyakarta. Dandim Cup ini sekaligus untuk menyiapkan Porda 2019 pada 10-18 Oktober 2019 mendatang, di mana Yogyakarta menjadi tuan rumah. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pertunjukan Wayang Kulit Ki Seno Nugroho
Menjelang tutup tahun 2018, Kelurahan Sorosutan menggelar budaya Sorosutan bertajuk "Gelar Kloso" pada Minggu (23/12). Ketua panitia Gelar Budaya SorosutanTomy Andre Widiatmoko menuturkan kegiatan tersebut untuk mewujudkan impian dari warga Sorosutan yang rindu akan penampilan dalang Ki Seno Nugroho. "Setelah melakukan persiapan kurang lebih sekitar dua bulan, warga dan pemuda saling bahu membahu untuk terwujudnya impian tersebut. Dan akhirnya terwujudlah impian tersebut melalui gelar budaya Sorosutan" ungkapnya. Pada pagelaran wayang kulit tersebut, dalang Ki Seno Nugroho memilih lakon Sesaji Rojo Suyo. Dipilihnya lakon tersebut bermakna, meskipun kelurahan Sorosutan tidak sebesar kelurahan yang lain, namun gaungnya bisa terlihat oleh kelurahan yang lainnya. Semakin malam suasana semakin meriah, Penampilan Seno yang lucu kerap mengundang gelak tawa penonton, ditambah dengan alur ceritanya yang menarik. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menurutnya pagelaran wayang ini merupakan sebuah kegiatan yang mempunyai makna yang sangat positif di tengah arus modernisasi dan krisis identitas budaya namun warga Sorosutan terus mempertahankan budaya yang sebagian sudah ditinggalkan. "Karena selain sebagai upaya nguri-uri budaya bangsa, kegiatan ini juga sekaligus menggugah dunia pedalangan agar lebih aktif dan kreatif membangun budaya khususnya wayang kulit agar masyarakat bisa lebih dekat dan mencintai budaya sendiri" katanya. Ia berharap melalui pergelaran wayang kulit ini warga dapat memetik nilai-nilai positif dari cerita yang akan dibawakan. "Mudah-mudahan pergelaran wayang kulit malam ini menjadi motivator bagi dunia seni pada umumnya dan kalangan seniman khususnya pedalangan, untuk terus berkarya dan mengembangkan seni pedalangan" katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kecamatan Wirobrajan dan Dinas PUPKP Terbaik
Dalam evaluasi implementasi Smart City 2018, Kecamatan Wirobrajan dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) keluar sebagai juara pertama alias terbaik dalam ajang Walikota Mengapresiasi tahun 2018 yang digelar di Ruang Bima, Rabu (26/12/2018). Dalam Kesempatan Walikota Mengapresiasi tahun ini, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan apresiasi kepada OPD Pemkot Yogyakarta ditingkat kecamatan, OPD non kecamatan, kepada kampung dan lembaga berbasis masyarakat yang telah mampu mengembangkan teknologi informatika. "Saya ucapkan selamat kepada OPD dan kecamatan atas keberhasilan inovasinya dalam bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)," ucap Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam sambutannya. Heroe meminta OPD dan Kecamatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meningkatkan responsivitas dalam mengantisipasi serta mengatasi berbagai masalah yang ada di masyarakat secara optimal sesuai dengan kapasitas dan bidang kerja masing-masing. Pihaknya pun mengingatkan Kota pintar atau Smart City bukanlah semata-mata apabila ada aplikasi layanan bagi masyarakat, kemudian misi suatu kota menjadi Smart City tersebut tercapai. "Akan tetapi pada hakekatnya penerapan aplikasi tersebut secara optimal bagi pelayanan dan kesejahteraan masyarakat adalah salah satu langkah awal dari bagaimana suatu kota dikelola secara cerdas," sambungnya. Lebih lanjut Heroe menjelaskan, Smart city bukanlah tentang besarnya dana untuk membeli perangkat teknologi canggih telekomunikasi semata, akan tetapi, lanjutnya, lebih daripada itu yakni menyangkut bagaimana sebuah kota mampu merubah cara berpikir dan juga cara melayani masyarakat agar lebih optimal. Heroe pun mengaku tengah berkomunikasi dengan instansi lain seperti kepolisian, Pengadilan dan Kementerian Agama untuk bergabung sekaligus bersinergi memberikan pelayanan dalam satu aplikasi yang sama. "Kami masih terus mengembangkan smart city ini agar benar-benar menjadi smart bukan hanya lomba mengembangkan aplikasi saja," tegasnya. Dalam kesempatan yang sama Plt kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono menerangkan Walikota mengapresiasi tahun 2018 merupakan bentuk apresiasi dan atensi pemerintah Kota Yogyakarta terhadap langkah, tindakan serta keputusan cerdas baik jajaran pemerintahan maupun masyarakat Kota Yogyakarta. "Dinas PUPKP dinilai memiliki tingkat responsivitas terbaik terhadap penyelesaian layanan publik, sementara Kecamatan Wiborajan memiliki jumlah penduduk terbanyak yang telah melakukan registrasi JSS," urainya. Pihaknya berharap penghargaan tersebut bisa menjadi gambaran bagi penerima apresiasi bahwa kinerjanya selama ini sudah berada dalam track yang benar sehingga bisa ditularkan kepada OPD lain. Dalam Walikota Mengapresiasi 2018 tidak hanya diberikan kepada Kecamatan dan OPD saja namun juga diberikan kepada Kampung Smart, Kampung Bijak, Perilaku Ekonomi Cerdas serta Gagasan Cerdas. Sementara itu Camata Wirobrajan, Rumpis mengaku bangga dengan penghargaan tersebut, pihaknya menilai aplikasi JSS telah membantu banyak warga Wirobrajan. "Masyarakat di Wirobrajan telah familiar dengan JSS, kami juga terus mensosialisasikan aplikasi JSS dalam kesempatan apapun," ucapnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Ajak Badko Bangun Generasi Qur’ani
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengajak Badan Koordinasi TKA-TPA Kota Yogyakarta berkontribusi dalam membangun generasi Qur"ani. "Pendidikan moral berbasis Al-Qur"an perlu mengawal pendidikan anak Indonesia yang hanya sedikit mendapatkan pendidikan agama di sekolah-sekolah umum," ucap Heroe Poerwadi saat pelantikan pengurus Badko TKA-TPA Kota Yogyakarta periode 2018-2022 di Gedung DPD, Minggu (23/12/2018). Heroe menegaskan, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh oleh semua komponen masyarakat untuk membentengi anak terhadap budaya-budaya baru yang semakin jauh dari nilai-nilai ke-Islam-an. "Adanya Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Al-Qur"an Dan Taman Pendidikan Al-Qur"an Kota Yogyakarta merupakan wadah bersama pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki perhatian kepada pendidikan anak dalam upaya memecahkan permasalahan-permasalahan pendidikan anak berbasis Al-Qur"an," ujar Heroe. Heroe melanjutkan, Anak-anak sebagai pelaku perubahan di masa depan dan yang akan menerima tongkat estafet pengembangan Kebudayaan Islam harus diberi bekal yang cukup untuk melaksanakan amanat tersebut. "Seluruh potensi anak harus dikembangkan melalui keseimbangan olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga yang seiring dengan syariat Islam," imbuhnya. Terkait kepengurusan Badko, pihaknya pun mengingatkan agar organisasi bisa dijalankan secara optimal dengan melakukan kolaborasi dengan organisasi lain. "Jangan hanya fokus dengan organisasinya sendiri, dan jangan menjalankan program sendiri, ajakalah generasi lain untuk berjalan bersama," kata Heroe. Dalam pelantikan tersebut Ustadz Muhaimin terpilih menjadi Ketua Badko TKA-TPA Kota Yogyakarta periode 2018-2022 menggantikan ketua sebelumya Ustadz Andry Sunny. Usai pelantikan, Ustadz Muhaimin mengaku akan melanjutkan program-program sebelumnya dan akan melakukan inovasi untuk menggenjot Badko Kota Yogyakarta. "Salah satu program yang akan kami lakukan adalah meningkatkan sumber daya pengajar TKA-TPA di Kota Yogyakarta," jelasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Gelar Perayaan Natal, Ini Pesan Walikota
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengajak seluruh umat Kristiani agar menjadikan Natal sebagai semangat baru dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Yogya, ajakan ini disampaikannya saat hadir dalam acara perayaan natal 2018 Pemerintah Kota Yogyakarta di Graha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Kamis (27/12). Walikota mengungkapkan, dengan perayaan natal tersebut dapat dijadikan mementum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Artinya lakukan yang terbaik untuk Kota Yogya. "Melalui momentum perayaan natal ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mari kita berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan Kota Yogya ini, " katanya didepan ratusan Jemaat Perayaan Natal. Ia mengatakan dalam kurun waktu kurang dari seminggu mendatang, Tahun Baru 2019 sudah didepan pintu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2019 juga datang penuh dengan tantangan. Untuk itu, lanjutnya, Ia mengajak seluruh Jemaat agar terus bersiap dalam melanjutkan pembangunan Kota Yogya. "Berbicara pembangunan tidak lah berkesudahan melainkan merupakan pekerjaan yang setiap harinya secara berkesinambungan harus dilakukan demi mencapai kesejahteraan rakyat, khususnya warga Kota Yogya. Apa yang selama ini telah dicapai saya minta tidak membuat lengah namun harus terus dievaluasi guna memperbaiki diri agar lebih baik ke depannya" ujarnya. Tak lupa, Walikota juga mengajak kepada para Jemaat untuk terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan, memperkokoh rasa solidaritas serta menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama yang telah melekat kuat pada masyarakat Kota Yogya. Apalagi tahun depan, tambahnya, merupakan tahun politik yang sarat dengan trik dan intrik, yang bisa saja merusak persatuan seluruh warga Kota Yogya. "Rasa saling menghormati harus terus kita tanam dalam diri masing-masing. Setiap warga atau individu memiliki pemikiran yang berbeda-beda karenanya keragaman pemikiran tersebut harus dapat kita hormati, jangan jadikan perbedaan ini menjadi pemecah bangsa," pungkasnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
13 Rumah Tidak Layak Huni di Yogyakarta Segera Direhab
Sebanyak 13 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Yogyakarta akan segera direhab setelah mendapatkan bantuan sebesar Rp.15 juta dari Baziz BPD DIY. "Bantuan dari Baziz BPD DIY ini adalah salah satu implementasi program gandeng-gendong, dengan model seperti ini pembangunan bisa dilakukan lebih efektif," ucap Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat menyerahkan bantuan Baziz BPD DIY di Balaikota, Kamis (27/12/2017). Heroe menegaskan bantuan RTLH dari Baziz BPD DIY sangat bermakna dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengentaskan kemiskinan. "Angka kemiskinan di Kota Yogyakarta mengalami penurunan 0,66 persen, tahun ini angka kemiskinan merosot di angka 6,98 persen," urainya. Pihkanya berharap upaya pengentasan kemiskinan di Kota Yogyakarta dilakukan secara bersama-sama dengan prinsip gandeng-gendong. "Sebenarnya antara Pemerintah dan korporasi memiliki sasaran yang sama, tapi karena tidak terkoneksi akan sangat tidak efektif dan tidak tepat sasaran," ujarnya. Heroe ingin unsur 5K yang terdiri dari elemen kota, korporasi, kampus, kampung dan komunitas menyamakan program. Dengan begitu, pihaknya optimis pembangunan akan tepat sasaran dan tidak akan terjadi tumpang tindih anggaran. Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Edy Muhammad menerangkan, total bantuan yang diberikan Baziz DIY sebanyak Rp.210 Juta untuk memperbaiki 13 RTLH, dan untuk perbaikan 3 jamban masing-masing Rp.5 Juta. "13 rumah tidak layak huni tersebut tersebar di 12 Kelurahan yakni, Baciro, Tahunan, Pandeyan, Kricak, Suryodiningratan, Gedongkiwo, Bausasaran, Wirobrajan, Tegal Panggug, Pakuncen, Panembahan, dan Wirogunan, kata Edy menjelaskan. Sementara itu Perwakilan Baziz BPD DIY, Widi menjelaskan, bahwa pelaksanaan kegiatan CSR di Bank BPD DIY sudah dimulai sejak tahun 2008. "Dengan kegiatan yang menjadi fokus pelaksanaanya berupa pemberdayaan masyarakat melalui sektor produktif, sosial kemasyarakatan,kesehatan, tanggap darurat, pendidikan, lingkungan hidup, dan insfrastruktur," jelas Widi. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Berikan Modal ke PDAM dan Bank BPD DIY
Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pemberian otonomi kepada daerahnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan masyarakat mempercepat terwujudnya kesejahteraan. Kegiatan ini diwujudkan dengan digelarnya Penyerahan Penyertaan Modal dari Pemerintah Kota ke PDAM dan Bank BPD DIY di Ruang Yudhistira, Kamis (27/12). Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk penyertaan modal ke dua institusi yaitu BPD DIY dan PDAM Tirtamarta Yogyakarta. Hal ini sesuai dengan potensi dan keanekaragaman sumber daya lokal yang dimiliki oleh wilayah Kota Yogyakarta. Dengan ini upaya yang dilakukan dalam rangka pengembangan daerah yang mandiri dengan memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan salah satu paling mendasar di daerah Yogyakarta. Selain itu, manfaat dan keuntungan yang maksimal dapat memngelola BUMD atau Perusahaan Daerah untuk meningkatkan masyarakat yang memiliki entrepreneurship yang baik, pengelolaan yang professional serta penggunaan teknologi digital. Dengan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta terus bertahan dalam era perubahan yang dicapai guna memberikan modal menjadi kunci utama dan penting untuk menyangkut tingkat keamanan dan kekuatan perusahaan dalam menghadapi operasional. Semakin besar modal, maka perusahaan akan lebih stabil dalam menjalankan amanah mensejahterakan masyarakat dan memenuhi profit perusahaan. Berkenaan dengan hal tersebut, sesuai amanat Perda No.17 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Yogyakarta dan persoalan inefisiensi, lemahnya penerapan good corporate governance, rendahnya kontribusi profit BUMD terhadap PAD dan persoalan lain yang sering dihadapi oleh beberapa BUMD. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, diharapkan tidak muncul lagi seiring dengan kekuatan internal. "Diharapkan tidak muncul lagi seiring dengan kekuatan internal yang dibangun melalui rasio kecukupan modal yang stabil" ujarnya. Pemerintah Kota Yogyakarta berkewajiban memenuhi penyertaan modal yakni diberikan kepada PDAM Tirtamarta sebesar Rp.27.898.766.000 dan kepada Bank BPD DIY sebesar Rp.34.870.000.000 untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Haryadi Suyuti berharap, melalui penyertaan modal bagi Bank BPD DIY dan PDAM Tirtamarta akan memberikan penguatan bagi dua perusahaan. "Dalam menjalankan roda perusahaan. Menjadi korporasi yang tangguh menghadapi perubahan, tanggap dalam merespons kebutuhan masyarakat serta menjadi institusi yang amanah" ungkapnya. Haryadi Suyuti menenambahkan, "marilah kita majukan perekonomian Kota Yogyakarta melalui layanan pemenuhan air minum dan perbankan yang berkualitas" (Hes).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
LK3 Tegalpanggung Pantau Gepeng di Wilayah Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Nyaman Huni dan Kota Istimewa. Namun di balik itu semua masih adanya Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di beberapa wilayah di Kota Yogyakarta. Saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta juga sedang mengupayakan untuk mengurangi anak jalanan di wilayah Yogya. Namun hal ini memang memerlukan waktu yang lama untuk memilah dan memberikan bantuan kepada Gepeng. Dengan adanya ini semua pihak terkait lembaga sosial melaksanakan program pengentasan untuk kaum Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) dari Pemerintah Provinsi setiap tahunnya yang di selenggarakan di Bekasi, Jakarta. Namun hal ini belum banyak di ketahui oleh pihak LSM seperti Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), kelurahan Tegalpanggung, kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta. Pekerja sosial masyarakat kota yogya mempunyai tanggungjawab berperan aktif di kota Yogya. Sudah 65 orang, meliputi Kota Yogya yaitu terbagi dalam tiga wilayah dari utara, tengah dan selatan, masing-masing membawahi 5 kecamatan. Dengan menerjunkan petugas dijalanan untuk memantau situasi di jalan adakah pelanggaran sosial yang dilakukan di jalan. Wakil Ketua 3, LK3 Setyo Murtikusumo menuturkan pihaknya tidak memiliki kewenangan namun ikut bertanggungjawab atas adanya orang jalanan di kota Yogya. "Kami tidak diberi kewenangan seenaknya, kami pendekatan, memberikan sapaan dan diberikan pembinaan input atau masukan untuk mereka meninggalkan jalan" katanya. Setyo Murtikusumo menurutnya, hal ini sangat sulit untuk mengubah kondisi sosial yang sifatnya, perilaku dan sosialnya tidaklah mudah. "Pembuat kebijakan harus memahami kondisi sosiologi masyarakat. Program yang digagas oleh pemerintah daerah ini sudah ada program serupa di lapangan dan cenderung belum di ketahui oleh lembaga sosial lainnya" katanya. Hal ini yang menyebabkan kurangnya komunikasi antara Pemerintah Provinsi dengan LSM terkait. Padahal sebagai lembaga sosial pihaknya sangat antusias untuk menuntaskan Gepeng di Wilayah Yogyakarta, ini menunjukkan masih banyak anak jalanan yang harus di bantu untuk keberlanjutan hidup yang lebih baik. Wakil Ketua III Setyo Murtikusumo mengatakan, dengan adanya mengubah budaya dan gaya hidup suatu kalangan masyarakat bukan perkara mudah. "Kebiasaan mereka yang hidup di jalanan tanpa alas, tidak banyak bekerja, tiba-tiba di ajarkan untuk membuat suatu karya atau usaha untuk membuat hidup lebih baik hal ini bukanlah perkara yang mudah" ujuarnya. Untuk pengentasan kehidupan para gepeng, lanjutnya, pemerintah bisa belajar dari apa yang di miliki dan di upayakan oleh LK3 ini. Dengan pendekatan yang keberlanjutan tidak hanya sebulan, setahun namun bisa hingga tiga tahun untuk mengajak para Gepeng ikut dalam pelatihan keterampilan yang diadakan oleh Pemerintah Pemerintah Provinsi. Setyo Murtikusumo mengatakan seperti halnya anak jalanan, pengamen dan kalangan sejenis diberikan rumah tidak jauh dari wilayah lingkungan dimana mereka biasa mencari makan. Rumah ini tidak jauh dari pemukiman penduduk biasa yakni bisa dimana saja seperti di pinggiran sungai ini sudah sangat membantu agar mereka bisa bergaul dengan masyarakat yang lain. "Mereka diberi pelatihan keterampilan dan pelan-pelan diajak keluar dari dunianya selama ini. Mereka disosialkan agar bisa berinteraksi dengan masyarakat pada umumnya. Selain itu mereka juga diberikan pendidikan. Namun proses ini memerlukan waktu yang cukup lama, bertahun-tahun," urainya. Setyo Murtikusumo melanjutkan, upaya ini nampaknya cukup berhasil, walau hanya untuk sementara. Walau para gepeng ini sudah berubah, yang tidak bisa menerima adalah masyarakat. Banyak kampung yang menolak mereka. Dengan kata lain kalangan ini mendapatkan resistensi dari masyarakat. Namun demikian, upaya mengentaskan anak jalanan ini bisa dikatakan berhasil walau belum banyak yang ikut dalam perubahan ini. Setyo Murtikusumo melanjutkan, apabila pola hidup di tempat yang baru tidak jauh berbeda dengan yang sekarang, tentu tidak terlalu menjadi masalah. Namun apabila berbeda, misalnya dari memulung menjadi pembuat tempe dan susu kedelai seperti yang diinginkan oleh salah satu orang jalanan yang berhasil ikut pembenahan diri ini, Widodo dari Yogyajarta, tentunya menjadi masalah besar. Diperlukan masa transisi atau penyesuaian yang tidak sebentar. Selain itu Widodo dan Sairah yang dulunya di jalanan sekarang sudah dinikahkan secara massal di Bekasi saat pembinaan, beliau mengatakan, semua fasilitas di tanggung oleh LK3 dan Pemerintah Provinsi yang bekerjasama dengan Dinas Sosial. "Disana dikasih makan tidur gratis, biaya kesana dibayari, pangan mentah dikasih, kompor dikasih tempat juga lima hari sekali ikan, sayur bumbu dan lain lain dikasih semua gratis" ungkapnya. Widodo dan Sairah pada kesempatan saat di wawancarai mengatakan sangat berterimakasih sudah diberikan kebebasan dari hiruk pikuknya yang dahulu menjadi orang jalanan sekarang memiliki bekal untuk berdagang. "Aku berterimakasih dari jalanan udah ada kemajuan menjadi lebih baik. Dulu saya mulung di BI alhamdulillah dulu hanya cukup buat makan, saya berterimaksih kepada pak mukti dan teman-teman yang membantu aku bangga dibantu oleh LK3" ungkapnya Dengan adanya upaya-upaya ini diharapkan menjadi jembatan untuk terus meminimalisir gepeng, kekumuhan dan permasalahan sosial. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Taman Pintar Kembali Menembus Satu Juta Pengunjung
Menjelang akhir tahun 2018 ini, Taman Pintar Kota Yogyakarta memberikan kejutan kepada pengunjungnya yang kesatu juta. Sabtu (29/12). Taman Pintar Yogyakarta kembali berhasil mencapai target angka pengunjung kesatu juta yang jatuh pada wisatawan asal Lampung bernama Kusnadi. Kusnadi mengaku kaget dengan kejutan tersebut, Ia mengaku baru pertama kali berkunjung ke taman pintar. Pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil itu pun datang ke Yogyakarta sejak sejak empat hari yang lalu. "Saya mengajak keluarga ke Yogyakarta, dapat informasi kalau di Yogyakarta ada taman pintar yang cocok untuk liburan anak-anak," ceritanya. Meski baru pertama ke Taman Pintar, kusnadi mengaku sangat terkesan karena taman pintar bisa menjadi rujukan berwisata sekaligus media belajar bagi anak-anak. Ia pun mendapatkan hadiah microwave dan paket sovenir dari taman pintar, hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Heroe menyebut Taman Pintar masih menjadi daya tarik kuat wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Selain rekreasi, taman pintar juga menyajikan media edukasi yang menarik untuk para wisatawan di akhir tahun ini. "Taman Pintar harus semakin kuat brandingnya. ke Taman Pintar wisatawan dapat apa? Bisa hiburan sekaligus belajar. Tugas kami terus perbaiki wahana yang ada upaya punya daya tarik," kata Heroe. Heroe menjelaskan, selama liburan natal dan akhir tahun ini rata-rata wisawtan yang bekunjung ke taman pintar menembus 10.000 orang setiap harinya. Ia menilai hal tersebut tidak lepas dari adanya pengembangan-pengambangan wahana Taman Pintar tiap tahunnya. Pemerintah akan terus mengevaluai semua wahana di Taman Pintar yang butuh perbaikan dan pembaharuan supaya tidak membosankan. Heroe menyebut, Pemkot berencana mengembangkan Taman Pintar namun karena keterbatasan lahan sehingga solusinya adalah membangun Taman Pintar II. "Taman Pintar II rencananya akan dibangun tahun depan di Yogyakarta bagian selatan dan akan khusus menyediakan wahana khusus air," teranya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Yogyakarta Lantik Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi melantik sebanyak 32 Kepala Sekolah dan pejabat fungsional kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, Jum"at (28/12/2018). Heroe menyebut pelantikan ini dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu. "Pengembangan karier pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi," ucap Heroe. Pihaknya meminta kepada pejabat yang telah dilantik untuk Senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab sekaligus Bersifat sensitif dan responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi. Selain itu, sambungnya, juga harus mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi. "Mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai sumber dan memanfaatkan sumber daya secara optimal sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal," tandasnya. Ia pun mengingatkan, sebagai insan beragama hendaknya kita memaknai setiap aktifitas sebagai ibadah, baik kepada sang pencipta maupun pengabdian kepada masyarakat. "Jadikanlah ruang kerja Saudara layaknya tempat ibadah sehingga ada dapat bekerja dengan khusyu", tenang, fokus sehingga menghasilkan kualitas kerja yang optimal," pungkasnya.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ribuan Jemaat Kristen dan Katolik Se-DIY Berkumpul dalam Perayaan Natal 2018
Ribuan jemaat ikut dalam Perayaan Natal yang digelar bersama umat Kristen dan Katolik Kota Yogyakarta di Gedung Wana Bhakti Yasa, Jalan Kenari No 14 Kota Yogyakarta, Sabtu (29/19). Sekitar 1500 undangan ikut dalam kegiatan ini, yang diselenggarakan atas kerjasama Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta dan PGI Wilayah Kota Yogyakarta. Perayaan natal 2018 mengambil tema Natal Nasional dari KWI dan PGI "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (1 Korintus 1:30a). Ketua panitia PGI Wilayah DIY, Pendeta Bambang Sumbodo mengatakan, tema ini melambangkan situasi Indonesia saat ini terutama Yogyakarta. "Bagi kami teme ini sangat tepat dengan situasi dan kondisi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara"ucapnya. Selain itu, pada perayaan Natal umat Kristen dan Katolik ini merupakan perayaan perdana yang di inisiasi oleh para pemuda dan pemudi katolik ataupun kristen . perayaan Natal Umat Kristianiyang diawai di Kota Yogyakarta adalah salah satu upaya para pemuda gereja dalam menyuarakan semangat dan pesan peedamaian bagi rakyat Indonesia terutama masyarakat Yogyakarta. Kegiatan ini sekaligus menyikapi dan menjunjung tindakan intoleransi untuk terus beupaya menjaga keutuhan dan persatuan bangda yang berdasarkan pada Pancasila. Maka dengan perayaan Natal ini masyarakat diajak untuk kembali membangun dan mewujudkan Yogyakarta sebagai Center Of Java Culture, Center of Exelent, City of Tolerance, multicultural, miniatur Indonesia. Pendeta Bambang Sumbodo menambahkan, tema "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" merupakan ajakan bagi semua bangsa Indoesia sebagai warga kota Yogya, untuk hidup penuh hikmat. Bambang Sumbodo menambahka, diharapkan hidup dengan penuh hikmat yang bersumber dari Tuhan. "Sebagai warga Kota Yogyakarta diharapkan hidup dengan penuh hikmat yang bersumber dari Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu hidup berdasarkan akal yang sehat, akal berbudi dan akal penuh kebijaksanaan" ungkapnya. Disamping itu, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, banyak hal yang berubah dalam komunikasi antar manusia. Hal ini yang membuat pola komunikasi banyak yang melalui gedget. "Kita banyak berubah dalam komunikasi dan interaksi. Sehingga dalam Pola komunikasi melalui gedget banyak hal yang kadang-kadang tergagap-gagap, adapun bagian yang harus kita sikapi bersama" ujarnya. Heroe Poerwadi menambahkan masyarakat lebih bijaksana dalam berinteraksi yang bersifat lisan dan tulisan. "Interaksi yang bersifat lisan yang tertulis berbeda, kadang kita tidak tau intonasi dalam menyampaikannya, seperti saat ini di tahun politik, masyarakat sering menyangkut pautkan permasaalahan. Seharusnya wajar di bikin tidak wajar ini yang membuat persahabatan seringkali retak yaitu kita dipengauhi oleh media sosial" tambahnya. Heroe Poerwadi berharap, pertemuan ini diinisiasi oleh pemuda dan nantinya diperluas oleh pemuda. "Harapan saya pertemuan ini diinisiasi oleh pemuda dan nantinya diperluas oleh pemuda sehingga selaras dengan Yogyakarta yang mempunyai sesanti Segoro Amartha dan sekarang dikembangkan lagi dengan Gandeng Gendong yang intinya adalah rembukan bersama, datang bersama-sama, dan inilah yang ingin kita dorong bersama sama untuk Kota Yogyakarta yang rukun dan damai" ungkapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Muhasabah Akhir Tahun Perkuat Persatuan
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi membuka Tabligh Akbar dan muhasabah akhir tahun Republika di Masjid Al Furgon, Nitikan Baru, Umbulharjo, Yogyakarta. Iapun pun mengapreaiasi kegiatan yang diselengggarakan Republika untuk mengisi malam pergantian tahun baru. Ia mengungkapkan, dalam menghadapi pergantian tahun baru, masyarakat dapat merayakanya dengan melakukan berbagai kegiatan. Namun, kata dia, merayakan malam tahun baru ini Melalui Tabligh akbar merupakan suatu hal yang perlu untuk selalu diteruskan. Kita mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Al Furqon, yang menandai pergantian tahun. Ini merupakan tradisi yang baik dan perlu disebar, kata Heroe di Masjid Al Furqon, Nitikan Baru, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (31/12). Heroe mengatakan, pergantian tahun baru dengan Tabligh Akbar merupakan syiar dalam menghadapi tahun selanjutnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sebab, pergantian tahun baru merupakan hal yang dijadikan bagi banyak orang untuk mengevaluasi perjalanan yang telah dilakukan di tahun sebelumnya. Ini menjadi bagian untuk kita mensyiarkan dan menyikapi bahwa perubahan tahun itu senantiasa yang harus ada adalah kita harus lebih baik dari sebelumnya, ujar Heroe. Sementara Personil Nasyid Aleehya, Ari, yang turut mengisi rangkaian acara Tabligh Akbar ini mengatakan, acara ini merupakan suatu hal yang positif dilakukan. Terlebih dalam mengisi pergantian Tahun Baru 2019. Ini suatu hal yang sangat positif dan menurut saya harus dibudayakan hal seperti ini, lanjutnya. Menurutnya, Tabligh Akbar dalam menghadapi malam tahum baru ini merupakan hal yang dilakukan sesuai dengan kultur Islam. Untuk itu, ia pun berharap agar kegiatan seperti ini berkembamg dan juga diselenggarakan di tempat lainnya. Kegiatan ini mejadikan momen pergantian tahun baru itu menjadi suatu hal yang positif, bukan negatif. Ini bagus sekali dan mudah-mudahan menjadi tradisi bagus dan berkembang terus, ujar Ari. Kegiatan Tabligh Akbar Republika 2018 ini sendiri diisi oleh berbagai tokoh. Salah satunya Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yunahar Ilyas. Selain itu juga diisi oleh Ustadz Yoppi Alghifari, Ustadz Aditya Abdurrahman, Ustadz Akbar Nazari Muhammad, Ustadz Novel Windo, Puput Melati dan Hanum Rais. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pesan Walikota pada Peringatan Amal Bakti Ke-73 Kemenag Kota Yogya
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-73. Ia berpesan kepada pegawai Kemenag untuk bekerja secara profesional untuk melayani warga. Menurutnya, peran Kementerian Agama sangat strategis dalam pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara yang memiliki dimensi keagamaan, moral, dan spiritual yang harus selalu dijaga. Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-73 ini, saya yakin jajaran Kementerian Agama akan bertekad untuk meningkatkan profesionalitas dan menjaga sikap amanah dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, katanya di Halaman Balaikota, Kamis (3/1/2019). Profesionalitas yang dimaksud, lanjutnya, adalah berkaitan dengan komitmen dan kemampuan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sedangkan amanah berkaitan dengan sikap mental, moral, dan karakter. Saya mengajak kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kota Yogya, mari kita memelihara sinergi yang telah terbangun di antara kita semua dalam proses pembangunan Kota Yogya, bekerja dengan penuh integritas, loyalitas, melaksanakan tugas di atas prinsip kebenaran, serta membawa kebaikan bagi lingkungan dan tempat kita bekerja, ujarnya. Ia juga meminta pegawai Kemenag untuk terus berinovasi dengan perkembangan zaman.Kita harus bisa berinovasi, jangan sampai dianggap mesin tua. Saya berharap semua layanan di Kemenag juga terintegrasi, terangnya. Walikota juga berpesan kepada masyarakat Kota Yogya, terutama generasi muda agar selalu ingat berdoa dan berterima kasih kepada para pendahulu bangsa yang begitu hebat, keberadaan Kementerian Agama begitu penting, Agama menjadi pilar untuk membangun karakter. "Apa lagi di situasi yang sekarang, banyak yang mengaku beragama, namun perilakunya berlawanan dengan agama, Seperti banyak kita lihat di Medsos, saling menyebar kebencian, adu domba, generasi muda mesti dibekali dengan ilmu agama yang kuat," tegas Walikota. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Empat Gereja Kelurahan Wirogunan Merayakan Natal Bersama
Suasana penuh kegembiraan dirasakan para jemaat dalam Perayaan Natal dan Pentas Seni Umat Kristiani Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan Yogyakarta, di Aula Yerusalem, Gereja Katolik St. Yusuf Bintaran, Kamis (3/1). Dalam kesempatan ini, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ikut hadir dalam perayaan natal keluarga Wirogunan. Acara ini diikuti seluruh masyarakat umat Kristiani yang ada di kelurahan wirogunan dengan menghadirkan berbagai penampilan menarik di tiap wilayah masing-masing. Ketua Panitia, Yosep Dapaloka mengatakan, acara ini merupakan gabungan antara empat Gereja yang ada di Kelurahan Wirogunan. "Kegiatan ini merupakan gabungan antar jemaat Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) Bintaran Kidul, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Mergangsan, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Nyutran, serta Gereja Katolik Santo Yusuf Bintaran" ujarnya. Paseduluran Kristiani Kelurahan Wirogunan mengusung tema "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (I Korintus 1:30A), acara ini berjalan dengan hikmat dan penuh sukacita. Romo Heru Yanto mengatakan, kegiatan ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan dan berharap akan terus terselenggara. "Kegiatan ini merupakan pertama kalinya kami menyelenggarakan Perayaan Natal bersama, padu menjadi satu di Kelurahan Wirogunan dengan menggabungkan jemaat 4 gereja skaligus" ungkapnya. Selain itu Walikota mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. "Saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Natal bagi segenap umat Kristiani, terutama di wilayah Kecamatan Mergangsan dan sekitarnya, serta juga Selamat memasuki Tahun Baru 2019 bagi segenap warga Kota Yogya" ungkapnya. Ia mengatakan, tahun 2018 yang lalu, dapat menjadi penggerak motivasi, semangat baru bagi resolusi kita bersama. "Semoga dengan ucapan syukur atas segala berkat dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa yang kita nikmati pada tahun 2018 yang lalu, dapat menjadi penggerak motivasi, semangat baru bagi resolusi kita bersama untuk senantiasa menjadi lebih baik di masa mendatang, di tahun 2019 ini " katanya. Dalam kesempatan kali ini, Walikota juga menginformasikan kepada jemaat yang hadir bahwa hari yang bersamaan Kota Yogyakarta memperoleh penghargaan Harmoni Award. Penghargaan ini diperoleh karena adanya Kerukunan Umat Beragama diwilayah Kota Yogyakarta. Hal ini di apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yang pagi tadi diserahterimakan langsung dari Menteri Agama RI oleh Lukman Hakim Saifuddin, kepada Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta adalah kota yang memiliki warga dan masyarakat yang Istimewa, guyub, rukun, ayem, tentrem, damai dan toleran, serta terbuka bagi siapa saja umat beragama yang berada di Kota Yogyakarta yaitu beranekaragam. Hal ini juga memperkuat predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota yang toleran (City of Tolerance). Haryadi berharap, Kedamaian itu harus terus kita rawat dan jaga, sembari senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Kedamaian itu harus terus kita rawat dan jaga, sembari senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta terus melakukan kerja keras bagi kesejahteraan dan kemakmuran bersama dengan penuh semangat, sebagai wujud dari suka cita atas anugerah yang diberikan kepada kita, oleh Tuhan Yang Maha Kuasa" ungkapnya. (Hes)