Senin 00/00/0000 00:00 WIB |
Gandeng Gendong Perpustakaan Wujudkan Gerakan Literasi Nasional
Wakil Walikota Yogyakarta menghadiri Seminar Nasional dengan tema "Gandeng Gendong Perpustakaan, Maju Bersama Mewujudkan Gerakan Literasi Nasional" pada Kamis (18/10) di Gedung Grha As-Shakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan berbagai institusi pendidikan berkualitas yang telah melahirkan pemikir-pemikir kompeten pada bidang-bidang kehidupan yang strategis di Kota Yogyakarta.
Melihat semakin banyaknya pembangunan dibidang Pendidikan di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta akan membangun Taman Bacaan Rakyat, Perpustakaan, ataupun Pojok Taman Baca di berbagai sudut kota.
Kepala Sekolah SMA 1 Muhammadiyah Yogyakarta, Tri Ismu Husnan Purwono mengatakan, dalam membantu berlangsungnya pengembangan literasi melalui perpustakaan, SMA Muhi Yogya menerima bentuk partisipasi dari sekolah lain atau lembaga lain untuk bekerjasama dalam membangun Perpustakaan yang lebih baik lagi.
"Oleh karena itu kami membuka tenaga lebih untuk bapak ibu yang ingin magang di SMA Muhammadiyah 1 dipersilahkan. Kami terbuka untuk temen-temen yang mau belajar di perpustakaan kami", ungkapnya.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menerangkan bahwa, konsep Gandeng Gendong sangat tepat diterapkan dalam membangun kekuatan serta keberdayaan masyarakat, termasuk dalam budaya Literasi.
"Gandeng-Gendong merupakan pengembangan Semangat Segoro Amarto dengan melibatkan lima elemen mulai dari Kota, Korporasi, Kampus, Kampung dan Komunitas", ungkapnya.
Dalam sambutannya Heroe Poerwadi mengatakan, peningkatan Budaya Literasi dari keberadaan perpustakaan harus diperbanyak sehingga akses masyarakat terhadap berbagai jenis buku bacaan terbuka lebar.
Maka pada 2018-2019 Pemerintah Kota akan membuka tiga PEVITA atau Perpustakaan Alternative Yogyakarta yakni di Jalan Mayjend Sutoyo, Wirobrajan dan Kawasan Timoho sehingga kebutuhan baca bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
"Melalui seminar ini diharapkan muncul gagasan membangun perpustakaan yang mampu berfungsi secara optimal bagi masyarakat dengan sistem manajeman perpustakaan yang baik dan menekankan pada tersedianya berbagai bahan bacaan yang bersifat informatif, edukatif, rekreatif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat," ujar Heroe Poerwadi.
Heroe Poerwadi menambah, "demikian akan terbentuk perpustakaan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan pustaka namun juga mampu menumbuhkan rasa handarbeni masyarakat terhadap perpustakaan tersebut,".
Harapannya masyarakat Yogyakarta sendirilah yang akan secara aktif memanfaatkan, mengelola dan mengembangkan perpustakaan desa, membentuk masyarakat literasi menuntut kesadaran berpikir kritis masyarakat dan kemauan untuk terus menjadi manusia pembelajar seumur hidup.(Hes/Ich/Riz)