Senin 00/00/0000 00:00 WIB |
Wawali Jogja Dorong Anggota Korwil III Apeksi Menuju Kota Inklusif
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada Pertemuan II Pokja Menuju Kota Inklusif Apeksi tahun lalu terpilih sebagai Ketua Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif pada Raker Korwil III Apeksi, Kamis (19/4) pagi di Ballroom Hotel Melia Purosani menyampaikan paparan mengenai bagiamana mewujudkan kota yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Dalam kesempatan tersebut, wawali menyebutkan kota inklusi merupakan kota atau kabupaten yang dapat mendorong, mempromosikan, dan memberikan akomodasi yang layak serta memfasilitasi penuh partisipasi penyandang disabilitas pada berbagai sektor kehidupan
"Dasarnya adalah UU 19/2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas dan UU 8/2016 tentang penyandang disabilitas. Konta Inklusif harus mampu menyediakan sarana dan prasaran aksesibilitas yang memadai guna meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas seutuhnya" Tutur Wawali
Lebih lanjut, Wawali memaparkan, saat ini jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 11,5 juta orang dengan 3,47 juta penyandang disabilitas penglihatan, 3 juta penyandang disabilitas fisik, 2,5 juta penyandang disabilitas pendengaran, 1,3 juta penyandang disabilitas mental dan 1,15 juta penyandang disabilitas kronis.
"Dari data Pusdatin yang dirangkum ILO, saat ini penyandang disabilitas di Indonesia ada 11,5 juta orang dengan yang terbanyak adalah penyandang disabilitas penglihatan." Katanya
Wawali mengungkapkan, pembentukan kota inklusi tidak hanya dapat dilakukan oleh satu pihak saja, namun perlu adanya sinergi berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut karena ada berbagai hal yang harus diperhatikan seperti peraturan perudangan, stadar operasional, roadmap, anggaran, SDM, pelibatan para pihak, fasilitas publik, dan unit layanan disabilitas.
"Tahap-tahap yang harus dilaksanakan mulai dari pembentukan perundangan, perencanaan anggaran, integrasi terpadu perencanaan dan perancangan, kerjasama pihak terkait, lalu pelaksanaan dan pengawasan akan hal-hal tersebut, pelaksanaan hasil jalinan kerjasama dan tahap terakhir terdiri dari pengawasan berlanjut, peningkatan layanan, pemeliharaan fasilitas sarana dan prasana, dan perluasan jalinan kerjasama" Ungkap Wawali
Seluruh kota di dunia saat ini sedang gencar melakukan usaha membentuk kota inklusi. termasuk di Yogyakarta yang terus berinovasi untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu agenda di Pemerintah Kota Yogyakarta antara lain dengan merintis kelurahan dan kecamatan inklusi. Selain itu juga menyediakan akses bagi difabel sehingga mereka mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
"Akses bagi disabilitas sangat banyak, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan juga mendapatkan pekerjaan. Di Kota Yogyakarta telah ada delapan perusahaan swasat yang memperkerjakan teman-teman difabel" Pungkas Wawali.(Tim Apeksi/@mix/han/tam/hes. Ed.ams)