Rakerkomwil III Apeksi Bahas Dana Kelurahan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Rakerkomwil III Apeksi Bahas Dana Kelurahan
Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dibuka Jumat (29/3/2019) pagi di Hotel PO Semarang. Selama Raker tersebut para Kepala Daerah ini membahas banyak hal, salah satunya adalah dana kelurahan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan dana kelurahan sangat penting, dengan adanya dana kelurahan membuat pembangunan di kota-kota besar semakin mantap. Jadi dengan adanya dana kelurahan itu jadi semakin mantap, baik itu dalam sisi pembangunan infrastruktur maupun dalam sisi pemberdayaan masyarakat. katanya. Dengan adanya Raker ini, menurut Wawali bisa dijadikan wadah yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing bagi pemerintah kota selama masa otonomi daerah. Apeksi aktif memberikan berbagai usulan dan rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait otonomi daerah. Ia pun menyampaikan, tidak hanya soal dana kelurahan, banyak sekali program dan kebijakan pemerintah pusat yang semakin membantu pemerintah kota. Dan yang tidak kalah penting bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah pusat di wilayah kota ini semakin baik, ujarnya. Pada kesempatan tersebut Wawali juga memaparkan aplikasi unggulan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yakni JSS (Jogja Smart Service) yang sampai saat ini sudah memiliki 37 jenis layanan yang memudahkan masyarakat Kota Yogya dalam mengakses pelayanan. Melalui JSS masyarakat cukup mengakses satu aplikasi untuk bisa memperoleh berbagai layanan yang dibutuhkan. Pasalnya, seluruh sistem informasi dari tiap-tiap organisasi perangkat daerah disatukan dalam aplikasi tersebut. Mulai dari penyampaian keluhan, permohonan perizinan, sampai layanan kegawatdaruratan. Berbasis Android, aplikasi mengintegrasikan berbagai layanan sistem informasi yang sudah ada ke dalam aplikasi praktis. (Han)
Kini Kota Yogya Miliki 62 Kampung Panca Tertib
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kini Kota Yogya Miliki 62 Kampung Panca Tertib
Pemerintah Kota Yogya melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogya terus menggencarkan sosialisasi gerakan ketertiban di wilayah Kota Yogya, sampai saat ini Kota Yogya telah memiliki 62 kampung Panca Tertib setelah kampung Tempel Wirogunan dan kampung Gemblakan Bawah mendeklarasikan kampung mereka sebagai kampung Panca Tertib pada Minggu, (31/3/2019). "Targetnya di tahun 2019 ini akan ditambah 20 rintisan lagi," kata Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta, Agus Winarto di kampung Gemblakan Bawah. Menurutnya, kampung yang akan mendeklarasikan diri sebagai kampung panca tertib pada tahun ini masih terus berproses karena sifat pembentukannya adalah "bottom up" sehingga kampung yang lebih siap akan mendapat dukungan untuk melaksanakan berbagai program gerakan kampung panca tertib. Tim dari Satuan Polisi Pamong Praja, lanjut Agus, akan terus melakukan pendekatan ke wilayah melalui lurah, pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, serta pengurus kampung. Sementara untuk memotivasi setiap kampung untuk terus meningkatkan kreativitas serta menjaga komitmen untuk mewujudkan ketertiban di wilayah, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta memberikan penghargaan yakni Si Pantib Award untuk kampung panca tertib terbaik. Hadir dalam deklarasi tersebut Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, pada kesempatan tersebut ia menekankan soal kebersihan, terutama mengenai masalah masalah sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Masalah sampah ini memang masih menjadi persoalan bersama. Namun saat ini yang jadi masalah bukan bagaimana membuang sampah, tetapi yang perlu dipikirkan saat ini adalah bagaimana cara mengolah sampah. Sehingga nanti kita tidak tergantung dengan Piyungan lagi, tambahnya. Keberadaan bank sampah, lanjutnya cukup membantu dalam hal pemilahan sampah. Sampah yang sudah disortir, bisa dimanfaatkan lagi. Wawali ingin agar kedepan sampah plastik tidak hanya sebagai bentuk kerajinan saja, tetapi juga bisa menjadi oleh-oleh. Ia pun ingin, agar dana yang diterima kelurahan bisa dimanfaatkan bersama untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan. Dan kelurahan bisa dimanfaatkan beraama dan dioptimalkan, supaya bisa memberikan kemudahan. Tertib lingkungan itu yang bisa menjaga ya kita sendiri, sangat ironi kalau kita tidak bisa menjaga lingkungan sendiri. Nanti harus ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) buang sampah sembarangan, tutupnya. (Han)
Prawirotaman Disiapkan Untuk Perpanjang Length of Stay Wisatawan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Prawirotaman Disiapkan Untuk Perpanjang Length of Stay Wisatawan
Keberadaan Prawirotaman sebagai kampung turis diharapkan bisa lebih memikat wisatawan asing untuk lebih lama lagi tinggal di Kota Yogyakarta. Mewujudkan hal itu, sejumlah strategi tengah disiapkan Pemerintah Kota Yogyakarta. Terlebih menjelang high season yang akan datang pada bulan Juni hingga Agustus mendatang, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata dan Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman berencana meluncurkan paket wisata baru dan menambah berbagai event budaya. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut langlah tersebut dilakukan menyusul akan dibukannya bandara baru di Kulonprogo, menurutnya hal itu akan menjadii tantangan sekaligus peluang baru bagi Kota Yogyakarta. Dengan hadirnya bandara baru yang rencananya tahun ini akan beroperasi bisa mendorong turis asing karena penerbangan langsung ke Jogja. Kalau dulu kan dikendalikan agen daerah lain. Nanti giliran kita yang akan mengendalikan trus asing tersebut mau kemana saja, ucapnya saat sarasehan penguatan karakter prawirotaman sebagai destinasi wisata di Jl Prawirotaman I No.3, Sabtu (30/3/2019). Namun untuk mampu memanfaatkan peluang tersebut, Yogyakarta harus memiliki daya tarik yang lebih agar para wisatawan asing bisa betah di Yogyakarta. Untuk itulah pihaknya meminta Prawirotaman agar bisa menghadirkan keunikan yang ada di Kota Yogyakarta. "Tampilkan sesuatu yang asli yang ada di Yogyakarta karena itulah yang mereka cari. Jangan justru menampilkan sesuatu yang ada di negeri mereka, bukan itu yang membuat mereka tertarik, mereka datang untuk melihat dan merasakan sesuatu yang baru, imbuhnya. Heroe meminta pada masa high season nanti, Prawirotaman bisa menyediakan tontonan yanglebih banyak bagi wisatwan asing, mulai dari atraksi, pekan budaya, hingga menyajikan suguhan khas Yogyakarta lainnya yang membuat mereka betah di Yogyakarta. "Target kita mereka bisa lebih dari dua hari tinggal di Kota Yogyakarta, untuk itulah kita siapkan strateginya," imbuh Heroe. Hal senada dismapaikan Ketua Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman Yogyakarta Rina Indarti, Ia mengaku akan lebih memperbanyak hiburan yang berupa budaya dan kesenian khas yogyakarta. tidak hanya menampilkan kelompok kesenian dari yogyakarta saja bahkan akan menggandeng Kulonprogo, Sleman, Bantul Dan Gunung Kidul. "Selain menyiapkan hiburan kami juga memikirkan aspek kepuasan mereka ketika berada di Yogyakarta, sehingga kami sangat berharap bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak," tandasnya. (Tam)
KPU Gelar Konser Musik
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KPU Gelar Konser Musik "Pemilih Berdaulat Negara Kuat"
Forum Kordinasi Pimpinan Daerah, Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta, Bawaslu Kota Yogyakarta beserta jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta menghadiri acara Konser Musik "Pemilih Berdaulat Negara Kuat" yang di selenggarakan di Serangan Umum 1 Maret, Minggu (31/3). Konser Musik Pemilih Berdaulat dimeriahkan oleh Band Jikustik dan berguna untuk menyambut Pesta Demokrasi Pemilu Serentak di tahun 2019 yang akan dilaksanakan dalam beberapa minggu kedepan. Pemerintah Kota Yogyakarta sangat menyambut baik gagasan dari KPU Kota Yogyakarta yang telah menanamkan pendidikan berdemokrasi bagi generasi Millenial dengan menyelenggarakan kegiatan konser musik malam hari ini. Selain itu, sebelum diadakan acara ini KPU Kota Yogyakarta telah menggelar lomba band antar SMA, diamana para pemenang mendapatkan hadiah dari KPU Kota Yogyakarta sebagai dukungan bagi generasi muda untuk terus berkarya melalui musik. Juara pertama mendapatkan empat juta, juara kedua mendaoatkan dua juta, dan juara ke tiga mendapatkan satu juta. Banyaknya warga yang ikut dalam konser ini merupkan dari wilayah kota Yogyakarta. Kepala bagian Tata Pemerintahan, Octo Nor Arafat mengatakan, kegiatan pemilihan umum 2019 ini diibaratkan sebagai Musik. Musik genre apapun mampu mendapat animo positif dan tempat tersendiri serta dapat memanjakan para peminatnya. Musik adalah bahasa universal, musik adalah bahasa persatuan, musik adalah identitas generasi muda yang bersatu untuk mencapai sebuah tujuan mulia. "Melalui musik dapat meleburkan sekat perbedaan, maupun latar belakang pilhan politik yang dapat memecah belah persatuan" jelasnya. Melalui acara dapat menambah pengetahuan generasi muda tentang pemilu yang diharapkan berdampak pada peningkatan jumlah partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula pada Pemilu 17 April 2019 nanti "mengingatkan bahwa konser ini menjadi bagian dari rangkaian tahapan pemilu dimana rakyat sebagai pemilih berhak menentukan pilihannya di hari pencoblosan nanti" ungkapnya. Berdaulat merupakan amanah bagi KPU selaku penyelenggara Pemilu. Pelayan dalam kegiatan pemiluy yang mengutamakan kepentingan pemilih menggunakan haknya di hari pemungutan suara. Makna Negara Kuat adalah tujuan yang hendak dicapai dari proses pemilu tersebut bahwa berbeda pilihan namun tetap persatuan dan kesatuan bangsa jadi yang utama. "Jangan kemudian karena berbeda pilihan, lalu memutuskan tali silaturahmi antar sesama. Sehingga muara dari kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi warga Kota Yogyakarta dapat menjadikan Pemilu ini sebagai ajang pemersatu bangsa. Akhirnya marilah kita jadikan musik sebagai bahasa pemersatu, sebagai identitas merah putih bangsa Indonesia, dan dengan musik kita dapat saling berkomunikasi hingga menyentuh segala lapisan masyarakat" ungkapnya. (Hes)
Kini Kampung KB Hadir di Mangunnegaran Kota Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kini Kampung KB Hadir di Mangunnegaran Kota Yogyakarta
Sejak dicanangkan pada tahun 2016 kampung Kealuarga Berencana (KB) hadir hanya di satu kecamatan saja, namun seiring dengan berjalannya waktu kini kampung KB ada di beberapa kecamatan di Kota Yogyakarta. Salah satunya yang saat ini baru saja di launching di Kampung Mangunnegaran di Jalan Sawojajar, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Selasa (26/3). Dalam kesempatan kali ini dihadiri oleh camat Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta, Lurah Kelurahan Panembahan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB), Kepala Puskesmas Kraton, Ketua KUA Kota Yogyakarta, RT, RW serta masyarakat mangunnegaran. Dikukuhkannya Kampung KB diwilayah Mangunnegaran Panembahan untuk menyelaraskan program pengentasan kemiskinan agar lebih efektif. Di Kota Yogya dalam pencanangan Kampung KB yang saat ini terdapat di 14 Kecamatan di Kota Yogyakarta. Camat Kecamatan Kraton Yogyakarta, Widodo Mujiatno berharapkan menjadi motivasi semua elemen untuk bersama-sama menjadikan Kota Yogyakarta sebagai Kota yang melahirkan keluarga yang lebih sejahtera di kemudian hari melalui program KB dan program lain yang terkait dengan peningkatan keluarga sejahtera. Plt Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana, Eny Retnowati mengatakan, bahwa kampung KB menjadi langkah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar kualitas hidup masyarakat mengingkat. "kampung kb ini diharapkan menjadi miniature gambaran atau potret dari sebuah kampung yang didalamnya ada pengukuhan kampung KB. Kampung KB tidak hanya sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali KKBPK guna akses dan dalam upaya mengaktifkan desa" ungkapnya. Eny Retnowati menambahkan, dalam kegiatan kampung KB menambah program kerja yang ada di wilayah Kelurahan Panembahan agar lebih efektif. "kegiatan yang dilakukan oleh kampung kb tidak hanya identik dengan penggunaan pemasangan, alat kontrasepsi pembangunan kota terpadu yang terintrigasi dengan program-program lainny" ujarnya. Dalam kegiatan Kampung KB harus adanya Rumah Data berisikan data-data kependudukan memngenai semua yang berhubungan dengan Rumah Data. Dalam kegiatan Rumah Data memiliki program yang terdiri dari peta wilayah, warga yang mengikuti kb ataupun tidak, adanya lansia, data balita sampai lansia, ibu menyusui maupun ibu meninggal, anak lahir ataupun sudah meninggal, serta data anak sekolah data ini yang dinamakan data kependudukan. Kepengurusan rumah data mengerti tentang operasional computer yang didalamnya memiliki aplikasi sesuai keperluan rymah data. Dalam kegiatan pencanangan kampung KB biasanya diambil dari daerah yang memiliki kepadatan penduduk, ataupun kampung bantaran sungai ataupun rel kereta api. Agar semua warganya menjalankan KB dengan dua anak cukup. Selain itu Camat Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta berharap setelah dikukuhkannya kampung KB warga Kelurahan Panembahan RW 18 mampu bergotong royong bersama dalam kegiatan yang dilaksankan oleh panitia kampung KB. "terimakasih kebanggan kita semua namun kami tunggu Tidak hanya sekedar di kukuhkan namun untuk bersama-sama melakukan kegiatan sesuai dengan kampung KB" katanya. (Hes)
Ratusan Warga Gotong Royong Bersihkan Alun-Alun
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ratusan Warga Gotong Royong Bersihkan Alun-Alun
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, bersama ratusan warga yang terdiri dari masyarakat umum, TNI-Polri bergotong royong membersihkan Alun-Alun Selatan Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperingati 30 tahun Jumeneng Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan Yogyakarta tersebut dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Selain merapikan rumput yang tumbuh subur di alun-alun, warga juga merapikan akar gantung pohon beringin yang berada di tengah Alun-alun Selatan Yogyakarta. Menurut Wawali kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan dan menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki serta mendukung eksistensi Keraton Yogyakarta. "Sebagai warga, kami pun ingin menunjukkan kegembiraan atas jumeneng dalem" ini" ungkapnya dilokasi, Rabu, (3/3/2019). Kegiatan bersih-bersih tersebut, lanjutnya, akan menjadi kegiatan rutin tiap "jumeneng dalem" dan diharapkan dapat dilanjutkan di lingkungan warga secara mandiri. "Di Kota Yogyakarta, sudah ada kesepakatan untuk kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan setiap Minggu Legi," katanya. Wawali berharap kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan tersebut dapat memberikan dampak positif ke seluruh warga dan komunitas dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. "Bahkan, sikap peduli lingkungan ini bisa ditingkatkan lagi. Misalnya, pedagang tidak lagi menggunakan tas atau bungkus plastik dan tidak menggunakan sedotan" katanya. Sementara itu, Camat Kraton, Sungkawa Widodo Mujiyatna, menjelaskan jika kegiatan tersebut akan dilakukan lagi pada 7 April mendatang yang difokuskan di seluruh kampung yang ada di Jeron Beteng. Ini merupakan bagian dari upaya kita semua untuk selalu menjaga bagaimana keraton tetap lestari bangunannya. Masyarakat diajak sama-sama untuk menjaga kebersihan, katanya. (Han)
Kunjungan Kerja Wakil Bupati Lombok Barat NTB ke Pemkot Yogya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kunjungan Kerja Wakil Bupati Lombok Barat NTB ke Pemkot Yogya
Pemerintah Kota Yogyakarta pada kesempatn kali ini menerima kunjungan kerja dari Wakil Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Kamis (4/4) di aula PKK Balaikota Yogyakarta. Kegiatan kunjungan kerja di Pemkot Yogyakarta berkaitan dengan SAKIP dan perencanaan penganggaran yang ada di wilayah kota Yogyakarta. Berkaitan dengan SAKIP dan perencanaan penganggaran dari pihak Pemkot Yogya memberikan informasi bahwa Kota Yogyakarta mendapatkan prestasi dalam akuntabilitas kinerja, hal ini disampaikan oleh Sekertaris Daerah, "Prestasi Yogyakarta mendapatkan akuntabilitas kinerja pemerintahan dengan meraih predikat BB atau Sangat Baik dalam LHE SAKIP" ungkapnya. Laporan Hasil Sistem Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LHE SAKIP) Provinsi/Kabupaten/Kota wilayah III tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB). Dengan berkembangnya jaman ada beberapa inovasi yang digagas oleh pemeritah kota serta melibatkan program Gandheng Gendhong yang diharapkan mampu memantapkan pemkot untuk menghadapi evaluasi akuntabilitas kinerja di tahun 2019. Guna menggenjot efisiensi dan efektivitas kinerja, pada tahun ini Pemkot telah mengintegrasikan sistem perencanaan, penganggaran, penatalaksanaan, monitoring serta pelaporan. Selain itu, tahun ini, Perjanjian Kinerja dan sasaran yang disusun setiap OPD menjadi lebih jelas dan strategis dan sinergitas antara OPD yang meningkat. "Dari tahap perencanaan hingga pelaporan sudah online by system sehingga nantinya capaian RPJMD lebih maksimal dan program kegiatan menjadi tepat sasaran, efektif, dan efisien" katanya. Selain itu berkaitan penyelesaian kerugian daerah, dimana menyelesaikan kerugian daerah Pemerintah Kota Yogyakarta membentuk MP-TPTGR atau Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Tim Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah ini merupakan sebuah wadah internal pemerintah Kota Yogyakarta yang ditugaskan untuk menyelesaikan temuan-temuan aparat pengawasan fungsional seperti BPK, BPKP dan Inspektorat yang dilakukan oleh bendahara, pegawai bukan bendahara, maupun pihak ketiga yang melakukan perbuatan merugikan keuangan dan barang daerah. "Yang diperlukan adalah sebuah sistem dan operasional prosedur yang jelas, yang kaitannya dengan tanggung jawab" katanya. Disamping itu Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki aplikasi Jogja Smart Service yang di dalamnya memuat laporan kinerja instansi maupun perorangan. JSS ini merupakan integrase dari seluruh Sistem Informasi Management yang ada, baik untuk keperluan Musrenbang, Pelaporan, serta Monitoring dan Evaluasi. Selain itu JSS dapat mengakomodir seluruh layanan di Pemerintah Kota Yogyakarta serta masyarakat pun dapat melaporkan ketidak puasan atas layanan serta memberikan masukan bagi kinerja Pemerintah Kota Yogyakarta. (Hes)
Kunjungan Kerja Wakil Bupati Lombok Barat NTB ke Pemkot Yogya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kunjungan Kerja Wakil Bupati Lombok Barat NTB ke Pemkot Yogya
Pemerintah Kota Yogyakarta pada kesempatn kali ini menerima kunjungan kerja dari Wakil Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Kamis (4/4) di aula PKK Balaikota Yogyakarta. Kegiatan kunjungan kerja di Pemkot Yogyakarta berkaitan dengan SAKIP dan perencanaan penganggaran yang ada di wilayah kota Yogyakarta. Berkaitan dengan SAKIP dan perencanaan penganggaran dari pihak Pemkot Yogya memberikan informasi bahwa Kota Yogyakarta mendapatkan prestasi dalam akuntabilitas kinerja, hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta Titik Sulastri. "Prestasi Yogyakarta mendapatkan akuntabilitas kinerja pemerintahan dengan meraih predikat BB atau Sangat Baik dalam LHE SAKIP" ungkapnya. Laporan Hasil Sistem Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LHE SAKIP) Provinsi/Kabupaten/Kota wilayah III tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB). Dengan berkembangnya jaman ada beberapa inovasi yang digagas oleh pemeritah kota serta melibatkan program Gandheng Gendhong yang diharapkan mampu memantapkan pemkot untuk menghadapi evaluasi akuntabilitas kinerja di tahun 2019. Guna menggenjot efisiensi dan efektivitas kinerja, pada tahun ini Pemkot telah mengintegrasikan sistem perencanaan, penganggaran, penatalaksanaan, monitoring serta pelaporan. Selain itu, tahun ini, Perjanjian Kinerja dan sasaran yang disusun setiap OPD menjadi lebih jelas dan strategis dan sinergitas antara OPD yang meningkat. "Dari tahap perencanaan hingga pelaporan sudah online by system sehingga nantinya capaian RPJMD lebih maksimal dan program kegiatan menjadi tepat sasaran, efektif, dan efisien" katanya. Selain itu berkaitan penyelesaian kerugian daerah, dimana menyelesaikan kerugian daerah Pemerintah Kota Yogyakarta membentuk MP-TPTGR atau Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi. Tim Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah ini merupakan sebuah wadah internal pemerintah Kota Yogyakarta yang ditugaskan untuk menyelesaikan temuan-temuan aparat pengawasan fungsional seperti BPK, BPKP dan Inspektorat yang dilakukan oleh bendahara, pegawai bukan bendahara, maupun pihak ketiga yang melakukan perbuatan merugikan keuangan dan barang daerah. "Yang diperlukan adalah sebuah sistem dan operasional prosedur yang jelas, yang kaitannya dengan tanggung jawab" katanya. Disamping itu Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki aplikasi Jogja Smart Service yang di dalamnya memuat laporan kinerja instansi maupun perorangan. JSS ini merupakan integrase dari seluruh Sistem Informasi Management yang ada, baik untuk keperluan Musrenbang, Pelaporan, serta Monitoring dan Evaluasi. Selain itu JSS dapat mengakomodir seluruh layanan di Pemerintah Kota Yogyakarta serta masyarakat pun dapat melaporkan ketidak puasan atas layanan serta memberikan masukan bagi kinerja Pemerintah Kota Yogyakarta. (Hes)
Kunjungan Kerja Kabupaten Bintan Kepulauan Riau ke Pemkot Yogya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kunjungan Kerja Kabupaten Bintan Kepulauan Riau ke Pemkot Yogya
Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau mengunjungi Pemerintah Kota Yogyakarta pada Selasa (2/4). Pada kesempatan kali ini dikhususkan untuk saling bertukar pikiran mengenai pelaksanaan e-Government dan manajemen sistem penyediaan air minum di Kota Yogyakarta. Kesempatan ini disambut oleh Staf Ahli Walikota Bagian Umum, Tri Widayanto mengatakan Pelaksanaan e-Government, Kota Yogyakarta memiliki dasar Peraturan Walikota Yogyakarta (Perwal) Nomor 15 Tahun 2015 tentang e-Governmentan. Peratur Walikota Yogyakarta (Perwal) Nomor 15 Tahun 2015 tentang e-Governmentan, yang salah satunya bertujuan untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi dalam penyelenggaraan perencanaan pengembangan e-Government untuk seluruh instansi di Pemerintah Daerah dan masyarakat ungkapnya. Tri wijayanyo menambahkan dalam hal ini, Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki kurang lebih 59 (lima puluh sembilan) Sistem Informasi (SIM) yang ditujukan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjamin adanya data tunggal (single data) yang valid, transparan dan akuntabel. Sejak tahun 2017 lalu, Kota Yogyakarta menjadi salah satu kota yang terpilih dalam Gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia Dalam kesempatan kali ini Kepala Bidang Kabid Teknologi Informatika Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Suciati mengatakan, pada tahun 2018 Pemkot Yogyakarta melaksanakan launching Jogja Smart Service (JSS) atau Jogja Siap Solusi kegiatan ini berbentuk layanan aplikasi berbasis android, yang dapat digunakan oleh masyarakat dan juga ASN Pemerintah Kota Yogyakarta. "Di dalam JSS sendiri terdapat kurang lebih 38 (tiga puluh delapan) layanan, dan sampai sekarang masih terus bertambah" ungkapnya. Menurut Suciati, kegunaan memiliki JSS bagi masyarakat dapat digunakan untuk menyampaikan pemberitahuan, informasi, aduan, keluhan, permohonan layanan Ambulans Yogyakarta Emergency Service PSC 119, pemadam kebakaran, BPBD, petugas Dinas Perhubungan, layanan mobil jenazah, pelayanan kelurahan kecamatan, e-retribusi pasar, e-SPTPD, Perizinan Online, PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), dsb. "Selain itu ada juga informasi datawarehouse, harga bahan pokok, konsultasi belajar siswa Dinas Pendidikan, info stok darah PMI dan tagihan PDAM Tirtamarta dan lain sebagainya" ungkap Suci saat sambutan. Disamping itu terkait mengenai manajemen penyediaan air minum, dilaksanakan oleh PDAM Tirta Marta, yang tahun ini kebetulan telah berusia kurang lebih satu abad, karena telah hadir melayani kebutuhan air bersih masyarakat sejak tahun 1918. Adanya PDAM Tirtamarta untuk memberikan dukungan bagi predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata dengan daya dukung perhotelan, di mana pemenuhan supply air harus dapat dipenuhi oleh PDAM Tirtamarta. Selain itu, PDAM juga mulai menggandeng kerjasama dengan berbagai pihak, untuk membuat Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dikelola secara mandiri dengan brand AYO (Air Minum Yogyakarta). (Hes)
Pemkot Terus Dorong Pembangunan Ramah Difabel
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Terus Dorong Pembangunan Ramah Difabel
Pemerintah Kota Yogyakarta terus berbenah untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota inklusi, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan berupaya untuk selalu memenuhi dan memberikan perlindungan hak bagi penyandang disabilitas di berbagai sektor, mulai pendidikan hingga tenaga kerja. "Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah membantu disabilitas dalam mempersiapkan diri untuk masuk dunia kerja serta akses ke dunia berupa sarana prasarana dan pendukungnya" Tutur Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam acara Workshop Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Kamis (4/4) pagi di Grha Pandawa, Kompleks Balaikota. Heroe menambahkan, saat ini hampir seluruh gedung atau fasilitas publik yang dibangun sudah ramah difabel, namun demikian masih ada beberapa bagian dari bangunan fasilitas umum yang belum ramah difabel, kebanyakan merupakan bangunan yang didirikan di masa lalu. Terkait hal tersebut, Pemkot berkomitimen untuk melakukan evaluasi dan penataan agar seluruh bangunan dan fasilitas umum ramah difabel. "Kami berterima kasih pada organisasi pemerhati disabilitas yang senantiasa memberikan masukan dan saran terkait pembangunan dan kebijakan yang ramah disabilitas." Imbuh Heroe. Salah satu peserta workshop, Puji Santoso dari Difa Bike mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot tersebut, menurut Puji, pembangunan gedung dan fasilitas publik yang dilakukan Pemkot telah menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mewujudkan kota yang ramah terhadap difabel. "Harapan kami, jalinan komunikasi yang dibangun Pemkot dengan penyadang disabilitas dapat memberikan kesamaan pandangan dan program kerja dalam implementasi Perda Disabilitas yang telah disahkan" Ungkapnya Beberapa aksi yang dilakukan Pemkot antara lain melakukkan pemetaan dan invetarisir kota-kota lain yang berpredikat sebagai Kota Inklusi agar Pemkot dapatmengetahui sejauh mana posisi Yogyakarta sebagai kota inklusi dibandingkan dengan kota lain. Selain itu, Pemkot saat ini juga tengah menggodok konsep Rumah Layanan Disabilitas yang diusulkan oleh komunitas Disabilitas di wilayah Baciro, Kraton, dan Cokrodiningratan. "Melalui Rumah Layanan Disabilitas, para penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta berharap mendapat layanan terpadu, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pelatihan-pelatihan. Saat ini kita sebenarnya sudah memiliki Unit Layanan Disabilitas, namun lebih banyak melayani pendidikan anak berkebutuhan khusus" Ungkap Kepala Bidang Advokasi dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Yogyakarta, Tri Maryatun. (ony)
Wawali Lepas Kafilah STQ
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Lepas Kafilah STQ
Sebanyak 16 kafilah Kota Yogyakarta yang akan bertanding di ajang Seleksi Tilawatil Qur"an (STQ) tingkat DIY mulai hari ini (5/4) hingga besok (6/4) di Sleman dilepas oleh oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi di Ruang Yudhistira. Wawali berpesan agar para kafilah mempersiapkan diri dengan matang sehingga dapat memberikan penampilan yang terbaik. "Lakukan latihan rutin yang terukur, persiapkan fisik dengan menjaga makanan yang dikonsumsi agar kualitas suara tetap terjaga. Tampilkan yang terbaik bagi Kota Yogyakarta" Pesan Wawali. Wawali juga mengingatkan peserta untuk menjaga batin supaya mendapat ketenangan dan konsentrasi penuh saat bertanding. "Yakinlah bahwa setiap tahapan bisa dilalui dengan baik. Selanjutnya berdoa, agar apa yang kita lakukan mendapat ijabah-Nya. Namun ketika upaya maksimal sudah dipenuhi, penampilan terbaik sudah dilakukan dan tidak berhasil memenangi kejuaraan maka kita harus ikhlas menerimanya" Tambah Wawali. Dikatakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Nur Abadi, peserta sebelumnya mengikuti seleksi di tingkat Kecamatan dan apabila berhasil memenangi STQ di tingkat DIY, maka para kafilah tersebut akan mewakili DIY ke tingkat Nasional yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang di Medan. "Para Peserta terbagi menjadi delapan putra dan delapan putri. Masing-masing dari mereka akan mengikuti satu dari tiga bidang materi lomba, yaitu TIlawah, Tahfidz, dan Tafsir." Kata Nur Abadi (oni/al)
Puluhan UKM Yogyakarta Pamerkan Produk Unggulan di Medan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Puluhan UKM Yogyakarta Pamerkan Produk Unggulan di Medan
Sebanyak 35 pelaku usaha asal Kota Yogyakarta memamerkan produk unggulannya di ajang Jogja Mandiri Expo di Manhattan Times Square Medan, Sumatera Utara. Sederet produk asli Yogyakarta mulai dari kerajinan, fashion hingga kuliner disuguhkan sejak tanggal 3 sampai 7 April 2019. Perhelatan yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Yogyakarta tersebut berhasil mendapatkan sambutan hangat dari warga Kota Medan. Mengambil tema "Jogja Penuh Pesona", event ini merupakan ajang pameran, promosi, dan pemasaran produk kreatif unggulan Yogyakarta ke luar daerah, sekaligus sebagai sarana menciptakan jaringan pemasaran seluas-luasnya. Tidak hanya memamerkan produk unggulan hasil UKM saja, Jogja Expo Mandiri tahun ini juga dimanfaatkan untuk memamerkan wisata dan kebudayaan Yogyakarta di Medan dengan melibatkan Taman Pintar, Dinas Kebudayaan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan. Ini adalah event utama dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan kota Yogyakarta beserta segala potensinya terutama di bidang pengembangan UMKM, pariwisata, kebudayaan, perdagangan, investasi daerah, ucap Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti ketika ditemui dalam puncak acara Jogja Mandiri Expo 2019 di Manhattan Times Square Medan, Jum"at (5/4/2019). Ia menyebut jogja penuh pesona ini sekaligus sebagai obat rindu warga Medan yang dulu pernah belajar di Yogyakarta. "Kita sekarang hadir di Medan. Dahulu, bahkan sampai sekarang banyak orang Medan sekolah di Jogjakarta, dan sekarang sudah jadi pejabat, sudah jadi pengusaha. Ini kita hadir di sini," tuturnya. Selain sebagai ajang promosi, ungkapnya, kehadiran Jogja Mandiri Expo di Medan diharapkan mampu memperkuat kerja sama Yogyakarta dengan Medan. Pihaknya pun mengundang Kota Medan membuat acara serupa di Yogyakarta. "Dunia industri pariwisata seperti fashion dan kuliner saat ini sudah bersifat global sehingga dengan begitu tidak lagi Yogyakarta dan Medan namun kita sedang berbicara Indonesia, "imbuhnya. Melalui event Jogja Mandiri Expo ini, sambungnya, bisa meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jaringan pasar bagi produk produk unggulan dari UMKM Yogyakarta dan Medan. "Serta mengangkat ke permukaan berbagai potensi wisata, kekayaan seni budaya serta betapa menarik dan menjanjikanya kesempatan berinvestasi di Yogyakarta," imbuhnya. Sementara itu Walikota Medan Dzulmi Eldin menyambut hangat Jogja Mandiri Expo tersebut. Ia pun berharap warga Kota Medan bisa menggali potensi Yogyakarta melalui event ini sekaligus memanfaatkannya sebagai media untuk bertukar informasi. "Misalnya tentang batik dan UMKM, para pengraji Yogyakarta dan Medan bisa berkolaborasi," imbuhnya. Pihaknya pun mengaku akan menggelar event serupa di Kota Yogyakart pada tahun depan. "Insya Allah tahun depan (2020) kita programkan akan membuat kegiatan seperti ini di Kota Yogyakarta," ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Kota Yogyakarta, Lucy Irawati menerangkan, sebelum digelar di Medan , Jogja Mandiri Expo tahun sebelumnya di gelar di Makassar. "Tahun ini acara pameran seperti ini kita gelar di dua kota yakni Medan dan Banjarmasin, untuk yang di Banjarmasin akan kami langsungkan pada bulan september mendatang," imbuhnya. Pihaknya berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi edukasi bagi pengrajin untuk melihat peluang pasar di luar daerah. Sehingga harapannya mereka mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar-pasar di luar Yogyakarta. Lucy mengaku, Medan dipilih lantaran produk UKM sangat diminati dan menjadi kota yang berkembang begitu cepat sebagai kota dengan potensi pasar yang besar. Sekaligus sebagai obat rindu bagi warga Medan yang dulu pernah belajar di Kota Yogyakarta. "Selain memamerkan produk asli dari Yogyakarta kami juga menyajikan sejumlah kegiatan seperti pelatihan membatik dengan cutting, yakni batik tulis dan batik rajut boneka, sendra tari gumregah, hingga tari melayu yadana," ucapnya. (Tam)
Wawali Sambangi Warga Terdampak Pohon Tumbang di Karangwaru Riverside
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Sambangi Warga Terdampak Pohon Tumbang di Karangwaru Riverside
Sehari setelah kejadian tumbangnya pohon di kawasan Karangwaru Riverside, Tegalrejo akibat angin kencang, Wakil Walikota Yogyakarta melakukan kunjungan di kawasan tersebut pada hari Jum"at (5/4) sore. Wawali meninjau kondisi bangunan dan lingkungan yang terdampak serta menyambangi warga yang menjadi korban peristiwa tersebut. Dalam kunjungannya itu, Wawali menyampaikan keprihatinannya dan berkomitmen untuk membantu memperbaiki fasilitas publik yang rusak, namun demikian, Wawali meminta kepastian status tanah dan kepemilikan bangunan demi kelancaran proses perbaikan "Kita harus tahu status tanah dan kepemilikan bangunan agar proses perbaikan nanti tidak nabrak dengan peraturan perundangan yang ada" Tutur Wawali. Lebih lanjut Wawali berharap proses perbaikan dapat diselesaikan sesegera mungkin mengingat kawasan Karangwaru Riverside merupakan ruang publik sekaligus obyek wisata yang bermanfaat bagi masyarakat Sementara, Camat Tegalrejo, Raden Ryanto Tri Noegroho yang pada kesempatan tersebut mendampingi Wawali menyampaikan, bangunan yang terdampak memang selama ini dimanfaatkan sebagai pendukung obyek wisata Karangwaru "Bangunan yang tertimpa pohon tersebut milik salah satu warga Karangwaru yang selama ini diserahkan pada masyarakat guna mendukung keberadaan Karangwaru Riverside" Katanya. Peristiwa tumbangnya pohon di Karangwaru Riverside sendiri terjadi tak lama setelah kunjungan lapangan dari Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI. Pohon yang berjenis kedoya tersebut tumbang karena memang sudah berusia tua dan pada saat itu terjadi hujan deras dan disertai angin. Menurut data Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, kejadian tersebut selain merusak satu bangunan juga mengakibatkan delapan orang mengalami luka ringan, termasuk Lurah Tegalrejo, Juwariyah dan Ketua LPMK Kelurahan Karangwaru sekaligus Pembina Karangwaru Riverside, Soebandono. Keduanya mengalami luka ringan di bagian kepala sehingga harus dijahit. Penanganan terhadap peristiwa tersebut dilaksanakan oleh BPBD Kota Yogyakarta bersama berbagai unsur seperti KTB Karangwaru, KTB Blunyah, KTB Jatimulyo, Pareanom, Relawan Reaksi Siap Bencana (Risib 258), Polsek Tegalrejo, Karang Taruna Warutama Tegalrejo, dan warga masyarakat sekitar Karangwaru Riverside.(oni)
Batik dan Bakpia Jadi Primadona Jogja Mandiri Expo 2019
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Batik dan Bakpia Jadi Primadona Jogja Mandiri Expo 2019
Siapa yang tidak kenal Yogyakarta, batik dan kue bakpianya. Namun di Ajang Jogja Mandiri Expo 2019 batik dan bakpia secara khusus hadir di tengah - tengah warga Medan dan sekitarnya. Batik dan Bakpia masih menjadi primadona dalam acara Jogja Mandiri Expo 2019 yang diadakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta di Manhattan Times Square Medan, Batik menjadi barang yang paling diburu masyarakat Medan karena dianggap memiliki nilai khusus. Sederet batik khas Yogyakarta baik klasik maupun kontemporer berhasil menyita perhatian pengunjung disana. Happy peserta jogja mandiri expo 2019 menyampaikan, Animo masyarakat Medan sangat bagus. Sejak hari pertama dibuka tidak pernah sepi pengunjung. Rata-rata dari mereka mencari kain maupun baju batik yang khas Yogyakarta. Warga Medan sangat antusias, ada yang belum pernah ke jogja, mereka jadi ga perlu jauh jauh sudah bisa mendapatkan batik yang mereka inginkan, ucapnya. Sejumlah motif dihadirkan, yakni kawung, ceplok, parang hingga lereng. Tidak hanya itu bahkan sejumlah produk kontemporer seperti batik sibori dan eco print juga berhasil laku keras. Dagangan batiknya laris manis sejak hari pertama pameran dibuka, selama dua hari Ia mengaku sudah berhasil menjual 50 potong kain maupun baju batik. Selain kain dan baju mereka juga sangat suka dengan beragam kraft yang berbahan batik, seperti punya saya, bandana dari batik juga laris disini, imbuhnya. Hal senada disampaikan Aik Monica, owner kampung batik itu merasakan antusias masyarakat Medan yang begitu besar. Pada hari pertama dibuka, dagangannya sudah laku 50 persen. Warga Medan sangat suka dengan acara ini, mereka memanfaatkan untuk membeli batik, dan barang barang khas Yogyakarta lainnya, tuturnya. Terkait dengan selera masyarakat Medan, Aik mengaku tidak kesulitan untuk memenuhi selera disana. Karna menurutnya selera warga Medan dalam memilih batik sangat simpel. Mereka suka yang simpel, tidak aneh aneh pokoknya, imbuhnya. Meski begitu Ia mengalami tantangan baru, yakni ukuran baju warga Medan agak sedikit besar dibanding di Yogyakarta. Sehingga banyak dari mereka yang sudah cocok motifnya kemudian ingin dikirim langsung dari Yogyakarta dengan ukuran yang lebih besar. Banyak yang minta dikirim dengan ukuran yang lebih besar, ada beberapa yang sudah pesan. Nanti kalau kami sudah kembali akan segera dilakukan pengiriman, tandasnya. Aik berharap pameran di luar daerah seperti ini bisa diadakan lebih banyak lagi untuk menjaga stabilitas pemasaran. Menurutnya acara tersebut sangat bermanfaat untuk mengembangkan penasaran produk Unggulan Yogyakarta. Kalau bisa lebih sering lagi, termasuk untuk daerah yang sama, dikunjungi lagi untuk menjaga pasar yang sudah kita bangun sebelumnya, tandanya. Erika salah satu pengunjung Jogja Mandiri Expo mengapresiasi acara tersebut, menurutnya acara itu sangat unik di Medan. Dan barang barangnya pun dianggapnya sangat menarik. Ada jogja di Medan, seru banget, saya tidak perlu jauh jauh kesana ya, disini susah lengkap, semua barang barang khas Jogja, terangnya. Selain batik, makanan khas Yogyakarta, kue bakpia juga menjadi buruan warga Medan selama acara itu berlangsung. Bahkan sampai hari ketiga acara berlangsung, panitia sudah melakukan tiga pengiriman ulang kue bakpia dari Yogyakarta. Selain menjajakan hasil produk Unggulan, Jogja Mandiri Expo 2019 ini juga menampilkan sejumlah pertunjukan seni dan kebudayaan Yogyakarta, seperti sendra tari gumregah hinggga pelatihan membatik. (Tam)
1.500 Pelari Meriahkan Malioboro KulineRUN
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
1.500 Pelari Meriahkan Malioboro KulineRUN
Sebanyak 1.500 pelari mengikuti perhelatan Malioboro KulineRUN 2019 yang digelar hari ini, Minggu (7/4) pagi dengan mengambil start di halaman Hotel Grand Inna Malioboro. Kegiatan ini sendiri mengkombinasikan olahraga, yakni lari dan pariwisata dengan mengangkat kearifan local dalam bentuk sajian kuliner khas Yogyakarta. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan ini melepas peserta mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh PT Hotel Indonesia Natour tersebut dan berharap event ini dapat mendukung perkembangan pariwisata di Yogyakarta. "Kuliner merupakan salah satu pendorong pariwisata Kota Yogyakarta, melalui event ini harapannya kuliner Yogyakarta semakin dikenal" Ungkapnya. Sementara, Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dhofiri menambahkan, kehadiran Malioboro KulineRUN dapat menjadi hiburan bagi masyarakat di tengah-tengah ketegangan menjelang pemilu. "Adanya event ini kita bisa melakukan penyegaran, orang jadi gembira dengan melakukan fun run" Imbuhnya. Dalam perlombaan ini, peserta diajak berlari melewati jalan-jalan utama Kota Yogyakarta sambil menikmati bangunan-bangunan peninggalan sejarah. Malioboro KulineRUN dibagi atas kategori 2,5 km, 5km dan 10km yang diikuti oleh pelari profesional, selain itu acara terrsebut juga diikuti peserta dari penyandang disabilitas. Selepas menyelesaikan rute, peserta diajak untuk menikmati berbagai sajian kuliner khas Yogyakarta di berbagai booth yang ada di halaman Hotel Grand Inna. Menurut Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Iswandi Said, Malioboro KulineRUN merupakan pelaksanaan yang kedua setelah Malioboro KulineRUN pertama diselenggarakan pada 2017. Selain Yogyakarta, event serupa juga digelar di kota lain seperti Medan, Padang, dan Surabaya. "Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengembangan industri kepariwisataan nasional" Tutur Iswandi. (oni)