WALIKOTA TERIMA KUNKER BANK MATA NEPAL
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WALIKOTA TERIMA KUNKER BANK MATA NEPAL
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti didampingi Ibu Trikirana Haryadi terima kunjungan kerja rombongan dokter mata dari Nepal Eye Bank. Robongan ini diterima di Pendopo Rumah Dinas Walikota pada Minggu malam (5/5). Nama tamu dari Nepal Eye Bank ini adalah Prof. Dr. Sanduk Ruit (Tilganga Institute of Ophthalmology), Khim Bahadur Gurung, Ajeev Thapa, Manisha Timilsina, Shanti Bajracharya, Hari Karki, Saroj Devkota, Pratikchya Aryal dan dari Singapura, Effi Jono. Dalam sambutan maksud dan tujuan diungkapkan Sanduk Ruit bahwa kunjungan ini untuk penjajakan kerja sama untuk transplantasi kornea, networking donor kornea dan training pelatihan. Dalam acara ini juga didampingi para Dosen dan mahasiswa dari Universitas Gajah Mada. Dalam sambutannya Haryadi Suyuti mengungkapkan akan mendukung kegiatan ini karena merupakan usaha yang mulia yakni mencegah kebutaan dan mengusahakan pemulihan penglihatan para tuna netra. Dengan adanya kerjasama dan jaringan yang baik tentang keratoplasti atau transplantasi kornea memungkinkan para pasien yang membutuhkan mendapatkan peluang untuk diobati. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan Fatwa tentang donor mata yang berisi arahan memperbolehkan seseorang berwasiat untuk menjadi pendonor, diharapkan bisa menjadi amal jariah. Demikian ungkap Haryadi Suyuti. (byu)
WALIKOTA TERIMA PENGHARGAAN LPPKS 2013
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WALIKOTA TERIMA PENGHARGAAN LPPKS 2013
Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti mendapatkan penghargaan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Apreciation 2013 dari Kementrian Pendidikan Nasional. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendiknas Prof dr. Syawal Gultom diterima oleh Kadinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Hotel Novotel Solo, Jumat (3/5) Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sambutan Walikota Yogyakarta terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Dalam kesempatan ini sebanyak 2 Gubernur dan 25 Kepala daerah menerima Penghargaan LPPKS Apreciation 2013. Kepala Badan PPSDMPK dan PMK Kemendiknas Syawal Gultom dalam sambutannya mengatakan, Kementrian Pendikan Nasional sangat berterimakasih kepada pimpinan daerah yang mengimplementasikan Permendiknas No 28 Tahun 2010 dan telah mengalokasikan anggaran APBD untuk menyiapkan calon kepala sekolah karena kepala sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan pendidikan di sekolah yang menentukan pula kemajuan pendidikan di daerah. "Nasib sekolah sangat ditentukan oleh Kepala sekolah, Kemajuan sekolah dan keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada kinerja kepala sekolah, leadership kepala sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam berjalannya manajemen sekolah sehingga bisa menghasilkan mutu pendidikan yang tinggi, sekolah-sekolah terbaik ditentukan oleh kepala sekolahnya. Untuk itu pula dukungan kepala daerah sangat diperlukan dalam penyiapan calon kepala sekolah ini" kata Syawal Gultom. Sementara itu Kadinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana menjelaskan Pemkot Yogyakarta telah lama bekerjasama dengan LPPKS untuk menyiapkan calon kepala sekolah sehingga menjadi pioner bagi dearah lain, karena mendahului dari daerah lain maka Walikota Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari Kemendiknas melalui LPPKS ini. (HG)
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2011 DISOSIALISASIKAN
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2011 DISOSIALISASIKAN
Manajemen sumberdaya manusia aparatur yang merupakan salah satu tujuan area perubahan reformasi birokrasi menjadi fungsi strategis karena hasil yang diharapkan adalah sumber daya manusia aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, professional, berkinerja tinggi dan sejahtera, hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Titik Sulastri di Ruang utama atas Balaikota Timoho, Jum"at (02/05), dalam acara Sosialisasi Peraturan Pemerntah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS. Dikatakan titik, pelaksanaan menajemen memiliki dampak yang sangat berarti terhadap perbaikan kapabilitas aparatur. Dampak tersebut diataranya, mananjemen kinerja mendorong aparatur untuk focus pada pencapaian indicator kinerja, dengan memiliki indicator kinerja yang jelas maka dapat dirumuskan jenis kecakapan dan kemampuan yang diperlukan untuk mencapai indicator kinerja, penguatan akuntabilitas publik sebagai akibat dari pelaksanaan manajemen kinerja dapat menciptakan kepedulian dan komitmen pegawai pada hasil dan manfaat. " Tuntutan masyarakat terhadap kinerja yang telah ditentukan akan berdampak pada pengembangan kompetensi pegawai", katanya, "Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) yang diatur dengan PP 10 Tahun 1979 dipandang kurang mampu memberikan Informasi yang obyektif dan akurat bagi upaya-upaya perbaikan kinerja PNS, oleh karena itu Pemerintah Kota Yogyakarta mulai tahun 2007 membuat kebijakan penilaian kinerja pegawai yang dipandang lebih mewakili penilaian kinerja, artinya baik atasan, bawahan dan teman sejawat yang memberikan penilaian kinerja. Titik berharap dengan diterapkannya PP 46 Tahun2011 akan membawa perubahan tidak hannya perubahan system menajemen kinerja itu sendiri tetapi perubahan budaya dan pola pikir bahwa pegawai tidak hanya bekerja sekedarnya, tetapi pegawai mempunyai beban dan tanggung jawab untuk mencapai kinerja tertentu. Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Yogyakarta, Drs. Maryoto mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan mengingat banyaknya hal dan persyaratan yang harus dipersiapkan, guna menjamin efektifitas dan kelancaran pelaksanaan penyusunan sasaran kinerja pegawai. " Sosialisasi PP nomor 46 ini kami lakukan tiga tahap yakni tanggal 3, 6 serta 7 mei mendatang, untuk memantapkan pemahaman mengeani Konsep Substansi dan implementasi PP Nomor 46 Tahun 2011 ini kami mendatangkan Drs. S. Kuspriyono Murdono, M.Si. Deputi bidang Bina Kinerja dan Perundang-undangan BKN, serta Drs. Purwanto. MM Direktur Kinerja Pegawai BKN. Pada Hari ini para peserta sosialisasi dari kepala SKPD, sedangkan untuk tanggal 6 dan 7 mendatang pesertantanya para pejabat Struktural dibawah kepala SKPD/unit kerja", tandas Maryoto.
ANGGOTA BPSK KOTA YOGYAKARTA 2013-2018 DILANTIK
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
ANGGOTA BPSK KOTA YOGYAKARTA 2013-2018 DILANTIK
Sebanyak 9 Anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Yogyakarta periode 2013-208 dilantik dan diambil sumpahnya, Pelantikan dan pengambilan sumpah Anggota BPSK Kota Yogyakarta dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Dra RR Titik Sulastri berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 538/M-DAG/KEP/4/2013, berlangsung di Ruang Utama Bawah Balaikota, Rabu (1/5). Anggota BPSK ini terdiri berasal tiga unsur yakni dari Unsur Pemerintah, Unsur Pelaku Usaha dan Unsur Konsumen. Dari unsur pemerintah yang duduk sebagai anggota yakni Heru Priya Warjaka, SH, Basuki Hari Purnomo, SH, dan Ir Sri Harnanik. Sementara itu dari Unsur pelaku usaha, terdiri dari Dra. Rahayu L, Apt, Tachuri, H dan Agus Prasetya Kumara, SE, sedangkan dari Unsur Konsumen terdiri dari Anton Sudibyo, S.Sos, SH, Drs Toto Sunyoto, MM dan Drs Sumono Wibowo. Sekda Kota Yogyakarta Dra. Rr Titik Sulastri dalam sambutannya mengatakan perkembangan perindustrian dan perdagangan serta pengatuh globalisasi tidak jarang menimbulkan permasalahan-permasalahan khususnya dalam hak-hak konsumen yang sering terabaikan. "Namun dengan adanya UU Perlindungan Konsumen, maka konsumen Indonesia memiliki dasra yang kuat untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai konsumen khususnya dari tindakan-tindakan yang tidak adil dan mau menang sendiri yang dilakukan oleh oknum pelaku usaha" Kata Titik Sulastri. Dalam tugasnya nanti BPSK memiliki kewenangan menyelesaikan sengketa konsumen dan diharapkan mampu menampung dan menyelesaikan konsumen melalui tiga mekanisme yang telah ditetapkan yaitu rekonsiliasi atau perdamaian antara kedua belak pihak, mediasi atau negosiasi yang dimediasi oleh BPSK dan arbitrase yaitu penyelesaian melalui sidang. Ditambahkan ada beberapa parameter yang tidak boleh dilakukan oleh pelaku usaha antara lain menjual barang tidak sesuai standard, informasi yang mengelabuhi konsumen serta cara jual yang merugikan. "Kami harapkan BPSK bisa memberikan keadilan bila terjadi kasus yang merugikan masyarakat selaku konsumen, meminimalisir sengketa dan hak-hak konsumen dapat diberikan secara adil serta pelaku usaha dapat menjadikannya sebagi pendorong untuk semakin meningkatkan kualitas barang dan jasa yang dihasilkan." tambahnya. Dalam kesempatan ini Pemkot Yogyakarta juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota BPSK periode 2007-2012 yang telah memberikan waktu dan pengabdiannya untuk masyarakat konsumen di Kota Yogyakarta (HG)
Pramuka Dukung Pengembangan Pendidikan Karakter
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pramuka Dukung Pengembangan Pendidikan Karakter
YOGYA " Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogyakarta Drs Edy Heri Suasana Mpd melantik ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) se-Kwarcab Kota Yogyakarta masa bakti 2013-2016, Selasa (30/4) di Ruang Utama Atas Balaikota. Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah dan janji. Drs Edy Heri Suasana Mpd mengemukakan pelaksanaan pendidikan melalui jalur Pramuka sampai saat ini masih bisa diandalkan. Mengutip pernyataan Menpora RI Roy Suryo bahwa saat ini organisasi kepemudaan di Indonesia yang masih memiliki jati diri dan menjunjung tinggi rasa ke-Indonesia-annya ada dua yakni Pramuka dan Paskibraka. "Untuk itu kedua kegiatan tersebut bisa menjadi tumpuan dalam rangka mendukung pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa," katanya. Jika Pramuka menjadi gugus depan di sekolah menurut Edy Heri Suasana yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ini, kegiatan tersebut tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Untuk itu, dibutuhkan koordinasi dan kerja sama dengan Mabiran dalam rangka mengembangkan kegiatan Pramuka. "Keberadaan Mabiran benar-benar menjadi harapan dan memiliki peran strategis sebagai pengambil kebijakan di setiap ranting," ujarnya. Dalam kurikulum 2013 nanti Pramuka juga akan menjadi ektrakurikuler wajib yang harus dilaksanakan peserta didik. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya Pramuka hanya diselenggarakan oleh pihak sekolah. Nantinya setelah diwajibkan tidak ada alasan lagi bagi peserta didik untuk tidak mengikuti. "Kegiatan Pramuka sangat dibutuhkan oleh peserta didik untuk implementasi pengembangan pendidikan karakter," kata Edy Heri Suasana. (Ita)
Lions Club dan Pemkot Yogyakarta Beri Alat Bantu Dengar kepada Buruh Gendong dan Warga Kota Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Lions Club dan Pemkot Yogyakarta Beri Alat Bantu Dengar kepada Buruh Gendong dan Warga Kota Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Lions Club Yogyakarta Puspita Mataram memberikan alat bantu dengar kepada warga Kota Yogyakarta dan buruh gendong. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Penggerak PKK Kota Yogyakarta Tri Kirana Haryadi Suyuti dan Sekretaris Lions Club Yogyakarta Puspita Mataram Susi Fitri di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta. Alat bantu yang diberikan sebanyak 8 buah berasal dari Belanda merupakan bantuan Van Boxtel, PDG Charles Lightvoet, Hate dan Danti Koopmans. Harga alat bantu dengar tersebut terbilang mahal dengan kisaran harga sebesar Rp. 7.500.000. Salah satu penyebabnya adalah karena alat tersebut didatangkan langsung dari Belanda. Adapun yang diberikan bantuan adalah masyarakat yang masih berada pada usia produktif dan masih sekolah yang butuh pendukung untuk bisa mendengar. Tri Kirana menambahkan, "bantuan diberikan bukan hanya kepada warga Kota Yogyakarta saja tetapi kepada semua komponen masyarakat yang bekerja di Kota Yogyakarta seperti buruh gendong". Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain diberikan kepada buruh gendong, bantuan alat dengar juga diberikan anak-anak. Dengan alat bantu dengar ini, diharapkan anak tersebut dapat mendengar dan dapat belajar seperti anak-anak lain. " Bisa membantu membangun masa depan anak lebih sejahtera" kata Titik Priyono Project Officer Lions Club. Pada kesempatan ini, penerima bantuan tidak hanya menerima alat bantu dengar saja, mereka langsung diperiksa oleh dokter yang memang didatangkan khusus untuk memeriksa dan memasang alat bantu dengar kepada para penerima bantuan. Hal tersebut disebabkan kondisi kesehatan masing-masing penerima berbeda, sehingga agar dapat berfungsi maksimal alat tersebut harus disesuaikan dengan kondisi penyakit penerima. Kerjasama Pemkot Yogyakarta dengan Lions Club yang berpusat di Amerika ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya sudah ada kerjasama dalam pemberian kaca mata gratis kepada warga Kota Yogyakarta. Kerjasama ini merupakan salah satu wujud dari Kota Yogyakarta sebagai kota inklusif. (NADE)
KOTA YOGYAKARTA RAIH PENGHARGAAN IDSA 2013
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KOTA YOGYAKARTA RAIH PENGHARGAAN IDSA 2013
Kembali kota Yogyakarta menorehkan prestasi nasional. Kali ini kota Yogyakarta kembali sabet penghargaan dibidang pemanfaatan teknologi, yaitu Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2013 yang memberikan apresiasi untuk kota yang paling digital seluruh Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring diterima langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam acara Penganugerahan IDSA Award 2013 yang merupakan rangkaian Jakarta Marketing Week 2013 yang bertempat di Fashion Atrium Mall Kota Kasablanka,Jaksel pada hari Senin (29/4). Dalam laporan kegiatan Direktur Markplus Inc. Hermawan Kartajaya, mengungkapkan bahwa untuk memonitor perkembangan digitalisasi kota dan kabupaten di Indonesia Markplus Insight melakukan survey teranyar IDSA. Survey tahunan yang diendorse oleh Kementrian Kominfo ini diadakan dalam rangka upaya digitalisasi dan peningkatan daya saing Kota dan Kabupaten sebagai Daerah Tingkat II Otonom di Indonesia di era globalisasi, komunikasi dan informasi. Kriteria penilaian IDSA didasarkan pada empat aspek yaitu inisiatif , leadership, usership, dan benefit. Penghargaan ini diberikan dalam tiga ketegori yaitu Overal society, Community dan Government. Penghargaan kategori government dinilai berdasarkan pengisian angket potret digitalisasi oleh pihak pemerintah Dati II seluruh Indonesia. Survey juga didasari oleh self assesment lewat angket yang diisi sendiri. Perbedaan dengan survey penghargaan yang lain, pada IDSA terdapat pengukuran overal society yang mengukur community impact atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat atas inisiatif digitalisasi kota/kab. Sedangkan kategori community dinilai berdasarkan kota/kab yang memiliki masyarakat dengan indeks digital paling tinggi. Dalam sambutannya sebelum membagikan penghargaan, Tifatul Sembiring mengungkapkan saat pemanfaatan teknologi Indonesia tahun 2011 pernah mencapai 16 besar dgn PDB 1 trilyun usd. Sekarang ini, pemerintah mentargetkan pada tahun 2045 berada di peringkat 8 dunia sebagai Indonesia maju dan modern dan ini juga diikuti dengan PDB 16,8 trilyun usd. Tentu saja hasil dari cita-cita ini akan dinikmati anak cucui, maka harus dimiliki suatu pemikiran kedepan sebagai arah yang dituju bersama. Untuk mencapai ini ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yakni diwujudkannya koridor ekonomi satiap daerah, memiliki produksi unggulan masing-masing. kemudian fokus membangun daerah masing. Yang kedua daerah memiliki suatu goresan yang kemudian berkembang menjadi ide, tekad, perencanaan dan inovasi. Dan nantinya setelah tercipta inovasi ini pemerintah harus bisa menciptakan pula suatu peluang dan ekosistem yang baik Ini sejalan pula dengan pembangunan sdm dan infrastruktur teknologi yang dilakukan pemerintah sangat menunjang kreativitas anak bangsa yang sangat diperlukan untuk kemajuan Indonesia. Demikian ungkap Tifatul Sembiring yang kemudian menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Pada setiap kategori dipilih enam besar yang kemudian melakukan presentasi kepada dewan juri, memperebutkan predikat the best of Silver Champion untuk kategori Overal Society. Kota Yogyakarta menampilkan program unggulannya seperti Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan, Aplikasi di Dinas Perizinan, Pendaftaran Siswa secara Online, Sistem Database Puskesmas yang telah Terintegrasi, Konsultasi Belajar Siswa Online, Kelurahan Cyber dan Penyediaan titik-titik hotspot di Malioboro. Tampil sebagai juara I Kota Yogyakarta, Runer Up kota Banda Aceh dan Kota Bangka, Runer Up II diraih Kota Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Kota Bogor. Adapun Kota Yogyakarta juga meraih predikat Silver Champion untuk kategori Community bersama kota Tangerang. Ditemui setelah Penerimaan Penghargaan, Haryadi Suyuti mengungkapkan bahwa penghargaan ini bisa digunakan sebagai tanda bahwa pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot telah sesuai jalur yang tepat. Pemkot terbukti telah bisa menjadi fasilitator yang baik dalam pengadaan infrstruktur teknologi informasi dan masyarakt juga menyambut dengan baik dan mendukung kebijakan pemerintah. Diharapkan teknolologi informasi yang telah diterapkan bisa memberikan manafaat yang baik kepada masyarakat seperti mempermudah pelayanan hingga meningkatkan taraf hidup masyarakat. (byu)
73 APARAT KECAMATAN DAN KELURAHAN  MENERIMA PEMBEKALAN PELAKSANAAN PERWAL PELIMPAHAN KEWENANGAN
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
73 APARAT KECAMATAN DAN KELURAHAN MENERIMA PEMBEKALAN PELAKSANAAN PERWAL PELIMPAHAN KEWENANGAN
Sebanyak 73 aparatur di wilayah kecamatan dan kelurahan menerima pembekalan pelaksanaan Peraturan Walikota (Perwal) dan Petunjuk Teknis (Juknis) pelimpahan sebagian kewenangan Walikota kepada Camat dan Lurah. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dra. RR. Titik Sulastri ini dilaksanakan di Hotel Gowongan Inn, Selasa, (30/04/2013) dan diikuti Sekretaris Camat sebanyak 14 orang, Kasubag Keuangan Kecamatan (14) dan Lurah (45). Para aparatur wialyah ini akan diberi bekal oleh nara sumber dari Bappeda, Bagian Penegdalian Pembangunann , DPDPK dan Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda Kota Yogyakarta Dra.Titik Sulastri mengatakan sejalan dengan telah ditetapkannya Peraturan Walikota Nomor 52 tahun 2012 tentang Pelimpahan sebagaian Kewenangan Walikota kepada Camat dan Peraturan Walikota nomor 53 tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan kepada Lurah serta peraturan Walikota nomor 7 tahun 2013 tentang petunjuk Teknis Perwal maka dipandang perlu untuk dilakukan sosialisasi dan pembekalan bagi aparatur di tingkat kelurahan dan kecamatan berkaitan dengan kedua Perwal tersebut. Pemahaman yang mendalam tentang sebuah kebijakan baru sangat penting dan dibutuhkan terutama oleh organisasi pemerintah daerah yang senantiasa ditutut terus meningkatkan kapasitas kelembagaan profesionalitas personil, terlebih bagi aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai garda terdepan yang langsung behubungan dengan masyarakat khususnya dalam pelayanan publik. Walikota berharap setelah mendapatkan pembekalan ini para Camat dan lurah serta aparat yang ada di wilayah dapatr melaksanakan tugasnya dengan profesional, dilandasi keikhlasan dan kejujuran. (@mix)
PEMKOT YOGYAKARTA TERIMA PENGHARGAAN KINERJA PEMERINTAHAN TERBAIK
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PEMKOT YOGYAKARTA TERIMA PENGHARGAAN KINERJA PEMERINTAHAN TERBAIK
Pemerintah Kota Yogyakarta menerima Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri atas kinerja terbaik penyelenggaraan pemerintahan kota secara nasional. Dalam penghargaan ini Pemkot Yogyakarta menduduki peringkat ke 3 dari 93 kota yang dinilai kinerjanya berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Th 2011. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Hotel Bidakara Jakarta diterima oleh Asisten Administrasi MK Pontjosiwi mewakili Walikota. Penyerahan penghargaan ini merupakan rangkaian dari Hari Otonomi Daerah XVII Tahun 2013 yang bertema Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasistas Pemerintah Daerah Untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam sambutannya mengatakan penghargaan ini adalah ungkapan rasa bangga dan apresiasi tinggi dari Kementrian Dalam Negeri atas kinerja pemerintah daerah berdasarkan LPPD 2011 "Tidak mudah menjadi yang terbaik, harus kerja keras, harus ada kesungguhan dan niat yang tulus dari pimpinan daerah dalam menjalankan pemerintahan, Untuk mendapatkan penghargaan ini, diantara 3 gubernur harus terbaik dari 33 gubernur, untuk menjadi 10 walikota terbaik harus terbaik dari 93 walikota, 10 bupati terbaik harus terbaik dari 390 bupati lainnya, karena itu prestasi ini pantas mendapat apresiasi yang luar biasa" kata Gamawan Fauzi Ditambahkan daerah yang mendapatkan penghargaan ini nantinya akan menjadi bench mark, menjadi contoh dan teladan bagi dearah lain, dan Kemendagri meminta prestasi ini selalu dipelihara dan ditingkatkan terus menerus agar bisa disebarluaskan di seluruh Indonesia. Sementara itu, Asisten Administrasi Setda Kota Yogyakarta MK Pontjosiwi seusai menerima penghargaan ini mengatakan, Pemkot bersyukur atas prestasi ini dan akan terus ditingkatkan karena daerah yang lain juga berjuang untuk menjadi terbaik, Pemkot Yogyakarta harus siap menerima tamu dari daerah lain karena kita dianggap sebagai best practice. Dalam kesempatan ini juga diberikan penghargaan Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha dari Presiden RI kepada kepala daerah yang dalam penilaian LPPD tahun 2009 dan 2010 dinilai menjadi daerah terbaik diantaranya Mantan Walikota Yogyakarta, H Herry Zudianto dan Bupati Kulon Progo Toyo S. Dipo. (HG)
PEMKOT JOGJA PERINGATI HARI OTONOMI DAERAH DAN HARI MALARIA SEDUNIA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PEMKOT JOGJA PERINGATI HARI OTONOMI DAERAH DAN HARI MALARIA SEDUNIA
Hari Otonomi Daerah yang jatuh pada tanggal 25 April setiap tahun dan tahun ini memasuki usia ke-17 tahun diperingati karyawan Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) dengan upacara bendera . Upacara bendera dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dra. RR. Titik Sulastri dan digelar di Halaman Balaikota Yogyakarta, Jl. Kenari 56, diikuti semua karyawan Pemkot dari berbagai SKPD, Kecamatan , Kelurahan, dan BUMD milik Pemkot, Kamis,(25/2013). Upacara ini juga sekaligus memperingati Hari Malaria se-dunia yang juga jatuh pada tanggal 25 April ini. Walikota Yogyakarta dalam sambutannya yang dibacakan Sekda mengatakan momentum peringatan ini merupakan media bagi jajaran pemerintah daerah untuk merefleksikan serta memperkokoh tanggung jawab dan kesadaran bersama akan amanah serta tugas untuk memberdayakan prinsip-prinsip otonomi daerah dalam mewujudkan daerah menjadi lebih mandiri, maju dan sejahtera dalam kerangka NKRI. "Otonomi daerah sebagaiaman dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 dilakukan untuk memperkuat format NKRI bukan dalam format rintisan Negara federal, " ujar Walikota Haryadi Suyuti. Ditambahkan, desentralisasi dan otonomi daerah diaplikasikan agar penyelenggaraan urusan-urusan pemerintah baik yang wajib maupun pilihan dapat dikelolah secara efektif dan dapat didayagunakan secara maksimal untuk mengakselerasi laju pembangun di daerah. Berkaitan dengan penyelenggaraan otonomi daerah, Pemkot Yogyakarta bertepatan dengan hari peringatan OTDA ini kembali menerima penghargaan sebagai 10 besar penyelegara pemerintah daerah yang berprestasi terbaik. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri RI sebagai hasil dari Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2011 oleh menteri Dalam Negeri RI. Tema Hari Otonomi Daerah tahun 2013 ini adalah "Dengan Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kapasitas Pemerintah Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat," Walikota berharap agar semua elemen yang ada Pemkot Yogyakarta dapat memaknai Hari Otonomi Daerah ini menjadikan spirit untuk melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat Yogyakarta. Sementara itu, berkaitan dengan peringatan hari Malaria seDunia yang bertemakan Invest In The Future (red. Menanggulangi Malaria merupakan investasi masa depan) Walikota menghimbau seluruh jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendukung eliminasi malaria menuju bebas malaria tahun 2030. Sebab, menurut Walikota pengendalian malaria harus melibatkan seluruh komponen masyarakat dan dilakukan secara terus menerus dan diarahkan pada sasaran yang tepat agar memberi hasil yang optimal. Bertindak sebagai petugas upacara bendera pada peringatan Hari OTDA dan Malaria sedunia adalah para Camat dan Lurah se-Kota Yogyakarta. (@mix)
O2SN TINGKAT SD KOTA YOGYAKARTA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
O2SN TINGKAT SD KOTA YOGYAKARTA
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, kembali menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Sekolah Dasar tahun 2013. Kegiatan ini bakal dilaksanakan selama 3 hari yakni dari tanggal 23 hingga 25 April 2013. Ceremonial pembukaan dilakukan dengan menggelar upacara bertempat di Lapangan Mancasan Wirobrajan pada hari Selasa (23/4) dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti sebagai inspektur sekaligus membuka kegiatan ini. Lomba mempertandingkan 12 cabang olahraga dan diikuti 176 atlet. Juri yang bertugas sebanyak 90 orang yang berasal dari guru dibantu dari unit cabor. Peserta dibagi menjadi 4 group menurut wilayah asal sekolahnya, tampil sebagai juara tahun 2012 adalah Wilayah Jogja Utara yang kemudian menyerahkan Piala Bergilir Walikota Yogyakarta kepada ketua panitia untuk diperebutkan kembali. Cabor yang dipertandingkan yakni atletik, bulutangkis, renang, senam, tenais meja, tenism lapangan, volley ball putri, karate, pencak silat, sepak takraw dan sepak bola. Juara pertama masing-masing cabor nanti akan bertanding lagi pada O2SN Tingkat Propinsi DIY. Dalam amanat inspektur upacara, Walikota berharap agar semangat dan sportivitas para atlet bisa pula menyemangati kejuaraan O2SN di Tingkat Propinsi hingga tingkat Nasional nantinya. Selain itu kegiatan O2SN bisa menjadi even penting untuk memupuk bibit unggul atlet yang kelak diharapkan bisa membawa nama harum Kota Yogyakarta. Demikian ungkap Haryadi Suyuti yang kemudian secara simbolis membuka O2SN 2013 dengan menendang bola sepak ke arah para atlet. (byu)
WALIKOTA NARASUMBER SARESEHAN FESTIVAL GAJAH WONG
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WALIKOTA NARASUMBER SARESEHAN FESTIVAL GAJAH WONG
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sebagai salah satu nara sumber Saresehan Festival Gajah Wong yang dilaksanakan FORSIDAS (Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai) Gajah Wong. Kegiatan saresehan yang merupakan salah satu rangkaian Puncak kegiatan dilaksanakan Minggu (21/4) bertempat di wilayah RT 22 RW 8 Mrican Umbulharjo. Ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Perbudi Wahyuni kegiatan Festival Gajah Wong untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Gajah Wong untuk hidup bersih "Green and Clean" serta tanggap bahayanya, melalui kerjasama dengan wilayah setempat di 9 kelurahan. Kegiatan dilaksanakan 14-21 April 2013 yang dimeriahkan berbagai acara yaitu bersih-bersih sungai Gajah Wong, pemutaran film tentang sungai dan pada hari itu diadakan pentas seni (menghadirkan gejog lesung, rebana, patok umbul), menanam bibit pohon, menebar benih ikan, pelepasan burung, diadakan beberapa jenis lomba (membatik, tumpeng, dan gethek), dan mengadakan saresehan yang bertemakan "Diversity of Culture to be Hamemayu Hayuning Bawana". Sebagai Narasumber adalah Ir. Rani Sjamsibarsi, MT Kepala PUP ESDM Propinsi DIY tentang Peran Pemerintah dalam Pembangunan Sungai Gajah Wong. Walikota Yogyakarta, Drs. H. Haryadi Suyudi tentang Peran Pemkot dalam Pembagnuna Sungai Gajah Wong dan Drs. Hari Palguna, MP Konsultan dan Ahli Budaya Gembira Loka yang menjabarkan tentang Potensi Gajah Wong Sebagai Kawasan Wisata. Dalam paparannya Haryadi Suyuti mengungkapkan bahwa permasalahan yang timbul dikarenakan keadaan tentang bagaimana warga hidup berdampingan dengan sungai. Pinggiran sungai yang ada di Yogyakarta telah digunakan sebagai tempat tinggal, bahkan pinggiran sungai masih menjadi daya tarik. Maka pembangunan yang akan dilakukan tidak akan terlaksana tanpa adanya kepedulian dan peran masyarakat. Beberapa hambatan yang akan dirasakan saat melaksanakan pembangunan wilayah pinggiran sungai Gajah Wong adalah belum semua pinggir sungai ditalud sehingga masih rawan saat terjadi bencana banjir. Untuk melaksanakan ini perlu juga dilaksanakan koordinasi lintas sektoral, maka perlu kerja sama dengan Pemerintah Propinsi DIY. Masalah yang lain dikarenakan penduduk yang di pinggiran sungai semakin padat pula, ini mengakibatkan sungai cenderung menyempit. Masyarakat pinggiran sungai adalah yang paling bisa mendapatkan manfaat dari pembangunan ini maka harus ikut menjaga kebersihan sungai. Jika sungai telah dijaga dengan baik diharapkan bisa ikut mengangkat potensi ekonomi wilaya, ungkap Haryadi. Untuk mempermudah pembanguan akan dilakukan secara bertahap. Sungai Gajah Wong dibagi menjadi tiga zona yaitu zona utara, zona tengah dan zona selatan. Semua ini akan dimulai dengan membangun kesadaran masyarakat, tambahnya. (byu)
WALIKOTA MELANTIK 43 PEJABAT PEMKOT
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WALIKOTA MELANTIK 43 PEJABAT PEMKOT
Walikota Yogyakarta, H Haryadi Suyuti mengambil sumpah dan melantik 43 Pejabat di lingkungan Pemkot Yogyakarta, dalam pelantikan ini pimpinan tiga SKPD yang sebelumnya kosong sudah terisi pejabat baru yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badang Lingkungan Hidup dan Dinas Ketertiban, pelantikan berlangsung di Pendopo Balaikota, Senin (22/4) Ketiga pejabat baru yang mengisi jabatan kosong sebelumnya yakni H Sisruwadi SH menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Irfan Susilo SH menjadi Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Drs Nurwidihartana dipercaya memimpin Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta. Dalam pelantikan ini juga terjadi pergeseran pejabat yakni Kepala Bagian Protokol Setda Kota Yogyakarta, Bagian Tata Pemerintahan, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah, Sekretaris Bappeda, Sekretaris Dinas Ketertiban, Wakil Direktur Pelayanan RSUD, Inspektur Pembangunan Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Inspektorat Kota, dan Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta. Walikota dalam sambutannya mengatakan pelantikan ini sebagai upaya pengembangan manajemen pemerintahan yang berkelanjutan dalam rangka mewujudkan good and clean government. "Dilantiknya pejabat structural di lingkungan Pemkot Yogyakarta merupakan bagian dari upaya penataan personil dalam rangka peningkatan kualitas kinerja untuk menjawab tantangan actual serta mampu mengatasi dengan tepat masalah-masalah yang akan muncul" Kata Haryadi Suyuti. Dalam kesempatan ini Walikota juga berharap pejabat yang baru dilantik diharapkan menjadi pemimpin yang mampu membawa perbaikan organisasi dalam rangka mewujudkan birokrasi Pemkot Yogyakarta yang baik, efektif, responsive dan akuntabel. "Seorang pemimpin yang baik adalah yang mampu menyususn strategi efektif guna tercapainya target kinerja antara lain dengan mengawal pelaksanaan daeri kebijakan yang telah ditetapkan" tambahnya.(HG)
PEREMPUAN JOGJA PERINGATI HARI KARTINI
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PEREMPUAN JOGJA PERINGATI HARI KARTINI
Kepeloporan RA Kartini tidak habisnya untuk dibicarakan. Pahlawan pembela dan pejuang Emansipasi wanita ini merupakan sosok yang bisa menjiwai kaumnya untuk perperan dalam pembangunan, peran wanita yang sekarang semakin diperhitungkan ini tidak lepas dari Wanita Yang Berasal dari rembang itu sendiri. Hal ini dikatakan Wakil Walikota Yogakarta, Imam Priyono di Ruang Utama Atas Balaikota Timoho Yogyakarta dalam acara Peringatan Hari Kartini, Kamis, (18/04) Dikatakan Imam, peran perempuan didalam pembangunan di era yang modern ini dapat dikatan sudah setara dengan dengan laki-laki, bahkan ada bidang tertentu wanita lebih menguasai dari pada pria. Selain Pejuang pembangunan, wanita juga merupakan pahlawan keluarga yang berhati lembut. " Bagi saya perenpuan itu luarbiasa, sebab carut-marutnya keluarga bahkan Negara ini ditentukan oleh wanita, sebab generasi yang sekarang ini atas didikan perempuan atau kaum ibu, karena mereka mendidik dengan lemah lembut, kasih sayang, saya tidak bisa bayangkan apabila anak sedari lahir didik tanpa kasih sayang, mau jadi apa generasi sekarang", katanya semangat. Dicontohkan Imam, pembentukan karakter anak dimulai oleh ibu itu sendiri, pada saat memberikan asi, ibu sambil mengelus anaknya serta melafalkan do"a yang nantinya akan menjadi anak yang sesuai dengan keinginannya. " Ada kalanya ibu bersitegang dengan pasangannya hanya gara-gae ibu membela anaknya, hal ini yang bisa melakukan hanya kaum ibu, jadi peran ibu dalam porsi keluarga lebih banyak daripada laki-laki ", katanya. Sementara itu Ketua Panitia Suryani Imam Priyono menjelaskan bahwa Peringatan Hari Kartini dimaksudkan agar semua warga Negara RI baik laki-laki maupun perempuan terutama generasi muda senantiasa mengenang dan menyegarkan kembali ingatannya akan pentingnya pemahaman dan penghayatan serta arti perjuangan Kartini sebagai kebangkitan kaum perempuan serta kebangkitan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya. Serta mewariskan nilai luhur dan semangat perjuangan Kartini guna mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan . Ditambahkan tema peringatan Hari Kartini tahun 2013 adalah Dengan Semangat Kartini Kita mendorong dan meningkatkan kemampuan perempuan di bidang politik yang lebih berkarakter. Berbagai kegiatan yang dilakukan yakni Seminar Optimalisasi Peran Perempuan di Ruang Publik dalam rangka mewujudkan keadilan Gender dengan nara sumber Dr Faraz Umaya, Upacara Peringatan Hari Kartini danberbagai kegiatan pendukung oleh organisasi wanita sesuai kreatifitas masing-masing.
PEMKAB KULON PROGO STUDI PATEN KE JOGJA
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PEMKAB KULON PROGO STUDI PATEN KE JOGJA
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengadakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota dalam rangka mendalami persiapan pelaksanaan Pelayanan Administrasi Terpadu di Kecamatan (PATEN) yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo, kunjungan kerja dipusatkan di Kantor Kecamatan Mergangsan yang merupakan pilot projek pelaksanaan PATEN di Kota Yogyakarta. Kunjungan Kerja 12 Camat dan Tim Teknis PATEN Kulon Progo dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kulon Progo Drs. Riyadi Sunarto diterima oleh Asisten Pemerintahan Setda Kota Yogyakarta, Drs Ahmad Fadli Camat Mergansan, Drs Marjuki di Aula Kecamatan Mergangsan, Kamis (18/4). Asisten Pemerintahan dan Kesra Kulon Progo Drs Riyadi Sunarto dalam sambutannya mengatakan kunjungan ini dimaksudkan untuk persiapan penerapan PATEN dan untuk mengetahui kebutuhan minimal yang diperlukan dalam penyelenggaran PATEN di Kabupaten Kulon Progo. "Kami ingin mempelajari kebijakan umum Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat melalui PATEN dan juga pelaksanaannya" Kata Drs Riyadi Sunarto. Asisten Pemerintahan Setda Kota Yogyakarta, Drs Ahmad Fadli dalam sambutanya menjelaskan Pelaksanaan PATEN di Kota Yogyakarta ditargetkan akan selesai diterapkan di seluruh Kecamatan pada 7 Juni 2013 bersamaan dengan Peringatan HUT Pemkot Yogyakarta. Launching pertama dilaksanakan di Kecamatan Mergangsan pada tanggal 12 Desember 2012 dan selanjutnya diikuti oleh Kecamatan lainnya. Ditambahkan, bahwa ada tiga syarat penting dalam pelaksanaan PATEN di Kota Yogyakarta yakni syarat substantive, syarat administrative dan syarat teknis. "Untuk syarat subtantif yakni adanya pelimpahan kewenangan dari Walikota ke Kecamatan, syarat administrative berupa uraian tugas, prosedur tetap atau SOP yang ditetapkan oleh Camat. aspek teknis berupa ruangan yang ber AC, ada bacaan, TV dan perlengkapannya dengan desain yang mendekatkan dengan masyarakat." Kata Drs. Ahmad Fadli. (hg)