Izin Atau Ijin?
Senin 09/10/2017 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Izin Atau Ijin?
Di dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari kita sering mene­mukan tulisan kata tertentu secara berbeda. Ambillah contoh kata izin dan ijin serta asas dan azas. Kita tentu bertanya tulisan mana yang baku di antara keduanya itu. Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus kembali pada aturan pengindonesiaan kata asing. Di dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Di sempurnakan (PUEYD) dinyatakan bahwa ejaan kata yang berasal dari bahasa asing hanya diubah seperlunya agar ejaannya dalam bahasa Indo­nesia masih dapat dibandingkan dengan ejaan dalam bahasa asal­nya. Kita mengindonesiakan kata bahasa Inggris frequency menjadi frekuensi, bu­kan frekwensi, karena ejaan dalam bahasa asalnya juga tanpa . Memang, semula kitta itu dari bahasa Belanda. Namun, sesuai dengan PUEYD, sekara menyerap kaang kita lebih mengacu pada bahasa Inggris yang pengguna­annya lebih meluas. Kata-kata yang dicontohkan pada alinea pertama di atas bukan kata yang berasal dari bahasa Inggris, melainkan kata yang berasal dari bahasa Arab. Untuk dapat mengetahui penulisan kata-kata itu dalam bahasa asalnya, kita harus melihatnya dalam bahasa Arab. Apabila kita bandingkan antara lafal lambang bunyi bahasa Arab dan lafal lambang bunyi bahasa Indonesia, kita melihat adanya perbedaan perbedaan yang cukup besar. Upaya terbaik untuk mengatasi hal itu dalam pengindonesiaan kata bahasa Arab ialah mencarikan lambang a
Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Senin 09/10/2017 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok yang penggunaaanya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh alamiah ataupun yang sengaja ditanam. RTH bertujuan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan kualitas udara dalam lingkungan kota. Tanaman meredam suara bising sampai 80 % Penataan RTH yang tepat mampu meningkatkan kualitas atmosfer kota, penyegaran udara, menurunkan suhu kota, menyapu debu permukaan kota, menurunkan kadar polusi udara dan meredam kebisingan. Penelitian Embleton (1983) menyebutkan, 1 hektar RTH dapat meredam suara 7 desibel per 30 meter jarak dari sumber suara, pada frekuensi kurang dari 1000 CPS. Versi Carpenter ( 1975 ) dapat meredam kebisingan 25-80 %. RTH umumnya didominasi tanaman dan tumbuhan yang banyak berpengaruh pada kualitas udara kota. Tanaman dapat menciptakan iklim mikro, yaitu penurunan suhu sekitar, kelembaban yang cukup, kadar oksigen yang bertambah karena adanya proses asimilasi dan evapotranspirasi dari tanaman. Tanaman juga menyerap (mengurangi) karbondioksida di udara hasil kegiatan industri, kendaraan bermotor, dsb. Menurut riset Gerakis, 1 hektar RTH dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk konsumsi 1500 orang per hari. Peranan RTH kota terhadap kelestarian lingkungan : Menunjang tata guna dan pelestarian alam. Kualitas air menurun dan kian keringnya sumber2 air bawah tanah dapat diperbaiki dengan pengembangan sistem RTH yang terencana, seperti ; recharging basin, recharging sink hole, mengeleminir banjir, perbaikan daerah aliran sungai ( DAS ) dan perluasan area peresapan air. Menunjang tata guna dan pelestarian tanah. Penetapan peruntukan yang kurang bijaksana menyebabkan ekosistem terganggu. Pola RTH dalam sistem tata ruang kota dapat digunakan sebagai alat pengendali tata guna tanah secara luas dan dinamis. Pengembangan RTH dapat memperbaiki kondisi tanah itu sendiri secara alamiah, sehingga perlu diadakan program2 perbaikan tanah kritis, pencegahan erosi, peningkatan kualitas lingkungan ( permukiman, industri, jalur transportasi, dsb ). Menunjang pelestarian plasma nutfah. Dengan mengembangkan RTH maka program penghijauan pada ruang2 terbuka kota. Berbagai jenis tanaman yang diterapkan memberi keanekaragaman hayati, sekaligus mengundang satwa liar, terutama burung.
DPRD Kota Surakarta Studi Banding Ke Kota Yogya
Senin 09/10/2017 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
DPRD Kota Surakarta Studi Banding Ke Kota Yogya
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kepegawaian, pelayanan perizinan, dan kependudukan yang ada di Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, DPRD Kota Surakarta melakukan studi banding pada selasa siang, (24/1). Rombongan yang berjumlah 13 orang tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Menurutnya Kota Yogya patut di apresiasi dan di contoh karena pada ketiga SKPD tersebut telah mampu melakukan inovasi yang bisa meningkatkan kecepatan pelayanan masyarakat. Romobongan tersebut disambut baik oleh Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bejo Suwarno. Ia mengucapkan terimakasih karena telah menjadikan Kota Yogyakarta sebagai tempat dilakukannya Studi banding. Ia menjelaskan sejalan dengan ditunjuknya Kota Yogyakarta sebagai Lumbung Inovasi, Pemkot Yogya, terus mengupayakan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, salah satunya pada aspek Kepegawaian. “Inovasi yang dikembangkan di BKD meliputi penilaian kinerja pegawai yang dilaksanakan dua kali setahun dengan metode 360 derajat yang dikonversi dalam raport bagi pegawai sebagi alat pengukuran kinerja selain DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan)” ungkapnya di Ruang Yudistira Komplek Balaikota Yogyakarta. Ia mengungkapkan penilaian tersebut juga berdampak pada pemberian Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP). Dengan sistem ini semua pegawai dinilai oleh seluruh tingkatan, tidak hanya oleh atasan langsung namun dinilai juga oleh teman sejajar maupun oleh bawahannya. Selain itu, lanjutnya, Inovasi lain yang dikembangkan yaitu pelaksanaan Talent Pool yang dilatarbelakangi amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa Pelaksanaan Manajemen ASN harus didasarkan pada merit system. “Dimana hal ini diperlukan untuk memetakan potensi dan kompetensi kader-kader potensial PNS, baik itu PNS yang akan dipromosikan menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi, Administrasi, maupun Fungsional” katanya. Dengan Talent Pool, tambahnya, akan didapatkan sekelompok PNS yang memiliki kompetensi dan kinerja terbaik di setiap organisasi, yang selanjutnya dipersiapkan sebagai pemimpin organisasi di masa depan. Sementara untuk pelaksanaan pelayanan Perizinan, Bejo menjelaskan, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, instansi yang semula bernama Dinas Perizinan saat ini telah berganti menjadi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan. “Pembentukan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan adalah guna menjamin transparansi di bidang pelayanan perizinan, yang saat ini melaksanakan pemrosesan 27 jenis izin seperti HO, IMB, serta izin penelitian. Beberapa jenis izin juga telah dapat diakses secara online sehingga memudahkan masyarakat dalam melihat sejauh mana izin telah diproses” ungkapnya. Tak sampai disitu, pada tahun 2016 Dinas Perizinan Kota Yogyakarta memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk yang ketujuh kalinya dari Badan Sertifikasi ISO Worldwide Quality Assurance (WQA). “Pemberian ISO ini tidak terlepas dari komitmen terus untuk melakukan peningkatan kualitas pelayanan Dinas Perizinan Kota Yogyakarta” ujarnya. Sedangkan terkait tentang pelaksanaan urusan bidang Kependudukan, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil telah menerapkan inovasi  berupa layanan Akta secara On Line. “Program Online ini diluncurkan agar masyarakat memperoleh kemudahan di bidang waktu, biaya, dan aktifitas dalam mengurus akta kelahiran” jelasnya. Jadi, lanjutnya, program ini bisa diakses dari manapun, sehingga warga tidak perlu datang berkali-kali ke  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengutus akta. “Masyarakat hanya cukup sekali datang sekali saja, dengan membawa berkas yang diverifikasi, ditukar dengan akta. Masyarakat bisa mengurus akte kelahiran dengan mengakses situs yang disediakan” katanya. (Han)
Izin Atau Ijin?
Senin 09/10/2017 00:00 WIB | oleh Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan
Izin Atau Ijin?
Di dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari kita sering mene­mukan tulisan kata tertentu secara berbeda. Ambillah contoh kata izin dan ijin serta asas dan azas. Kita tentu bertanya tulisan mana yang baku di antara keduanya itu. Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus kembali pada aturan pengindonesiaan kata asing. Di dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Di sempurnakan (PUEYD) dinyatakan bahwa ejaan kata yang berasal dari bahasa asing hanya diubah seperlunya agar ejaannya dalam bahasa Indo­nesia masih dapat dibandingkan dengan ejaan dalam bahasa asal­nya. Kita mengindonesiakan kata bahasa Inggris frequency menjadi frekuensi, bu­kan frekwensi, karena ejaan dalam bahasa asalnya juga tanpa . Memang, semula kitta itu dari bahasa Belanda. Namun, sesuai dengan PUEYD, sekara menyerap kaang kita lebih mengacu pada bahasa Inggris yang pengguna­annya lebih meluas. Kata-kata yang dicontohkan pada alinea pertama di atas bukan kata yang berasal dari bahasa Inggris, melainkan kata yang berasal dari bahasa Arab. Untuk dapat mengetahui penulisan kata-kata itu dalam bahasa asalnya, kita harus melihatnya dalam bahasa Arab. Apabila kita bandingkan antara lafal lambang bunyi bahasa Arab dan lafal lambang bunyi bahasa Indonesia, kita melihat adanya perbedaan perbedaan yang cukup besar. Upaya terbaik untuk mengatasi hal itu dalam pengindonesiaan kata bahasa Arab ialah mencarikan lambang a
Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Senin 09/10/2017 00:00 WIB | oleh Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan
Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok yang penggunaaanya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh alamiah ataupun yang sengaja ditanam. RTH bertujuan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan kualitas udara dalam lingkungan kota. Tanaman meredam suara bising sampai 80 % Penataan RTH yang tepat mampu meningkatkan kualitas atmosfer kota, penyegaran udara, menurunkan suhu kota, menyapu debu permukaan kota, menurunkan kadar polusi udara dan meredam kebisingan. Penelitian Embleton (1983) menyebutkan, 1 hektar RTH dapat meredam suara 7 desibel per 30 meter jarak dari sumber suara, pada frekuensi kurang dari 1000 CPS. Versi Carpenter ( 1975 ) dapat meredam kebisingan 25-80 %. RTH umumnya didominasi tanaman dan tumbuhan yang banyak berpengaruh pada kualitas udara kota. Tanaman dapat menciptakan iklim mikro, yaitu penurunan suhu sekitar, kelembaban yang cukup, kadar oksigen yang bertambah karena adanya proses asimilasi dan evapotranspirasi dari tanaman. Tanaman juga menyerap (mengurangi) karbondioksida di udara hasil kegiatan industri, kendaraan bermotor, dsb. Menurut riset Gerakis, 1 hektar RTH dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk konsumsi 1500 orang per hari. Peranan RTH kota terhadap kelestarian lingkungan : Menunjang tata guna dan pelestarian alam. Kualitas air menurun dan kian keringnya sumber2 air bawah tanah dapat diperbaiki dengan pengembangan sistem RTH yang terencana, seperti ; recharging basin, recharging sink hole, mengeleminir banjir, perbaikan daerah aliran sungai ( DAS ) dan perluasan area peresapan air. Menunjang tata guna dan pelestarian tanah. Penetapan peruntukan yang kurang bijaksana menyebabkan ekosistem terganggu. Pola RTH dalam sistem tata ruang kota dapat digunakan sebagai alat pengendali tata guna tanah secara luas dan dinamis. Pengembangan RTH dapat memperbaiki kondisi tanah itu sendiri secara alamiah, sehingga perlu diadakan program2 perbaikan tanah kritis, penceg
Keunikan Dari Jalan Malioboro Yogyakarta
Jumat 06/10/2017 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Keunikan Dari Jalan Malioboro Yogyakarta
Berkunjung ke kota Yogyakarta merupakan pilihan yang tepat untuk mengisi hari libur bersama keluarga terutama anak-anak. Hal tersebut dikarenakan tempat wisata di Yogyakarta tidak hanya sekedar tempat wisata yang menyuguhkan panorama keindahan yang memikat hati, tapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dalam mengenal kebudayaan serta sejarah yang ada di kota tersebut. Salah satu yang menjadi ikon dari kota Jogja adalah jalan Malioboro Yogyakarta yang merupakan tempat yang selalu ramai baik siang maupun malam. Malioboro Yogyakarta merupakan tempat belanja yang menjadi ikon dari kota yang dijuluki sebagai pelajar ini. disana terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh menarik khas dari kota Jogja. Nah jika anda kebetulan memilih hotel di Yogyakarta dekat Malioboro, anda bisa sesering mungkin datang ke sini dan siang malam yang anda lewati akan selalu terasa ramai dan berkesan. Banyak sekali hal yang unik dari jaan Malioboro Yogyakarta ini, yaitu : Andong Sarana transfortasi yang satu ini merupakan ciri khas dari kota Yogyakarta. Yang membedakan dari andong di tempat lain yaitu andong disini memiliki roda empat dan ukurannya sedikit agak panjang dan besar sehingga mampu mengangkut penumpang lebih banyak lagi. Batik Pulau Jawa terkenal akan kain batiknya. Begitu juga dengan kota Yogyakarta yang memiliki motif tersendiri. Batik dari Jogja ini merupakan salah satu batik yang paling banyak digemari. Dan masih banyak pakaian lainnya yang menjadi ciri khas dari Jogja seperti kaos tulis dan pakaian adat Yogyakarta. Kuliner Jogja Makanan dari Jogja adalah makanan yang terkenal dengan harganya yang murah serta rasanya yang luar biasa enaknya. Beberapa kuliner khas Jogja diantaranya adalah Gudeg, wedang jahe, nasi kucing, sate ayam mie godog dan masih banyak lainnya yang bisa anda cicipi. Itulah ketiga contoh keunikan yang ada di jalan Malioboro. Selain itu, sekarang ini hotel di Yogyakarta dekat Malioboro selalu dipadati. Nah jika anda ingin menginap disana, maka kita bisa memesannya dari jauh hari via internet. Hotel-hotel di Indonesia sekarang sudah memakai jasa pengiklanan via google adwords yang memudahkan para pengunjung untuk menemukan website resmi dari hotel yang dimaksud. Mereka menggunakan pengelolaan ikan tersebut memakai jasa perusahaan pengiklanan online seperti Gopher Indonesia yang sudah berpengalaman dalam pengelolaan pengiklanan di internet.
Jalan Malioboro Ditutup
Jumat 06/10/2017 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Jalan Malioboro Ditutup
Yogyakarta - Gelaran pawai digelar sore ini di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. Pawai untuk memperingati bulan Kemerdekaan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan.  Selama kegiatan berjalan arus lalulintas di jalan Malioboro Yogyakarta ditutup total dari pukul 15.00-17.30 WIB. Ribuan warga baik masyarakat sekitar, wisatawan nusantara dan asing memadati dipinggir jalan Maliboro hingga Titik Nol Kilometer menikmati berbagai penampilan.    Pawai dibagi menjadi 3 regu meliputi kelompok baris berbaris seperti drumband AAU, pasukan Taruna AAU, Paskibraka, prajurit keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman, drumband Hisbul Waton, dan lain-lain. Kelompok atraksi seni budaya dari berbagai sanggar seni, barongsai, atraksi seni dari siswa SD, Bregodo, paguyuban Ogoh-ogoh, paguyuban onthel dan lain-lain. Kelompok mobil hias yang diikuti perserta dari Gembira Loka, andong hias, gerobak hias, PT KAI, motor antik, dan lain-lain. "Lokasi kita pilih di Malioboro ini karena Malioboro ini menjadi pusat dan ikonya Yogyakarta. Aksesnya mudah dan banyak orang datang," kata kepala dinas pariwisata DIY, Aries Riyanta, di Jalan Malioboro, Sabtu (26/8/2017). Pawai Pembangunan di Jalan Malioboro Yogyakarta. Foto: Edzan Raharjo Pawai Pembangunan ini untuk memperlihatkan kepada masyarakat aktualisasi pembangunan juga sebagai sarana hiburan, promosi, serta daya tarik wisata terutama bagi masyarakat yang sedang berkunjung ke DIY. Selain itu juga bertujuan sebagai ajang lomba kreativitas bagi peserta.  (sip/sip)
Keunikan Dari Jalan Malioboro Yogyakarta
Jumat 06/10/2017 00:00 WIB | oleh Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan
Keunikan Dari Jalan Malioboro Yogyakarta
Berkunjung ke kota Yogyakarta merupakan pilihan yang tepat untuk mengisi hari libur bersama keluarga terutama anak-anak. Hal tersebut dikarenakan tempat wisata di Yogyakarta tidak hanya sekedar tempat wisata yang menyuguhkan panorama keindahan yang memikat hati, tapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dalam mengenal kebudayaan serta sejarah yang ada di kota tersebut. Salah satu yang menjadi ikon dari kota Jogja adalah jalan Malioboro Yogyakarta yang merupakan tempat yang selalu ramai baik siang maupun malam. Malioboro Yogyakarta merupakan tempat belanja yang menjadi ikon dari kota yang dijuluki sebagai pelajar ini. disana terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh menarik khas dari kota Jogja. Nah jika anda kebetulan memilih hotel di Yogyakarta dekat Malioboro, anda bisa sesering mungkin datang ke sini dan siang malam yang anda lewati akan selalu terasa ramai dan berkesan. Banyak sekali hal yang unik dari jaan Malioboro Yogyakarta ini, yaitu : Andong Sarana transfortasi yang satu ini merupakan ciri khas dari kota Yogyakarta. Yang membedakan dari andong di tempat lain yaitu andong disini memiliki roda empat dan ukurannya sedikit agak panjang dan besar sehingga mampu mengangkut penumpang lebih banyak lagi. Batik Pulau Jawa terkenal akan kain batiknya. Begitu juga dengan kota Yogyakarta yang memiliki motif tersendiri. Batik dari Jogja ini merupakan salah satu batik yang paling banyak digemari. Dan masih banyak pakaian lainnya yang menjadi ciri khas dari Jogja seperti kaos tulis dan pakaian adat Yogyakarta. Kuliner Jogja Makanan dari Jogja adalah makanan yang terkenal dengan harganya yang murah serta rasanya yang luar biasa enaknya. Beberapa kuliner khas Jogja diantaranya adalah Gudeg, wedang jahe, nasi kucing, sate ayam mie godog dan masih banyak lainnya yang bisa anda cicipi. Itulah ketiga contoh keunikan yang ada di jalan Malioboro. Selain itu, sekarang ini hotel di Yogyakarta dekat Malioboro selalu dipadati. Nah jika anda i
Workshop Adipura
Kamis 05/10/2017 14:32 WIB | oleh Lingkungan Hidup
Workshop Adipura
Dalam rangka persiapan menuju Pantau 1 Adipura Periode 2017 2018 diadakan Workshop Adipura yang dihadiri oleh para penanggung jawab Titik Pantau Adipura Kota Yogyakarta dan sejumlah OPD Pemerintah Kota Yogyakarta Workshop ini diadakan pada hari Rabu tanggal 4 Oktober 2017 di Ruang Bima Komplek Balaikota Yogyakarta Hadir untuk membuka sekaligus memberikan pengarahan adalah Wakil Walikota Yogyakarta Bapak Drs Heroe Poerwadi MA Beliau menyampaikan harapannya supaya Kota Yogyakarta dapat mempertahankan pencapaian Penghargaan Adipura pada periode 2017 2018 Arief Sumargi SH Kepala Seksi Pemantauan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyampaikan materi berupa sejumlah revisi yang akan diterapkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P 53 tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura Rencana Program Adipura ke depannya adalah mewujudkan kota kabupaten di Indonesia yang tidak hanya bersih dan ramah lingkungan tapi juga berkelanjutan berdaya saing dan berkarakter Inovasi inovasi dalam program atau kegiatan lingkungan akan menjadi poin penilaian yang penting dalam Adipura Beliau juga memberikan saran bagi Kota Yogyakarta antara lain untuk mengadakan fasilitas pengelolaan sampah skala kota di tiap kecamatan untuk memaksimalkan pengurangan sampah yang dibuang ke TPA Piyungan
Ekspos Hasil Evaluasi K2LH Kota Yogyakarta Tahun 2017
Kamis 05/10/2017 14:05 WIB | oleh Lingkungan Hidup
Ekspos Hasil Evaluasi K2LH Kota Yogyakarta Tahun 2017
Hari Jumat tanggal 29 September 2017 yang lalu bertempat di Ruang Bima Komplek Balaikota Yogyakarta telah diadakan acara Ekspos Hasil Evaluasi Kebersihan dan Keteduhan Lingkungan Hidup K2LH Kota Yogyakarta tahun 2017 Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Adipura sebagai persiapan sebelum pelaksanaan Pantau 1 Adipura Pemerintah Kota Yogyakarta disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Ibu Dra Rr Titik Sulastri mengharapkan supaya Kota Yogyakarta dapat mempertahankan Penghargaan Adipura pada periode 2017 2018 Ekspos hasil K2LH ini diadakan setelah Tim Evaluasi K2LH dari BLH Provinsi DIY selesai melaksanakan pemantauan ke titik titik pantau di seluruh Kota Yogyakarta dimana tim melihat kesiapan setiap titik pantau menjelang Pantau 1 Adipura periode 2017 2018 Beberapa catatan diberikan oleh tim kepada para penanggung jawab titik pantau dan Tim Adipura Kota Yogyakarta mengenai hal hal yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki Di antaranya adalah kurang maksimalnya pengomposan belum optimalnya pemilahan sampah rusaknya sejumlah sarana prasarana pengelolaan sampah dan lain lain Masukan masukan yang diperoleh dari Tim Evaluasi K2LH ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan semangat untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek tidak hanya fisik tapi juga non fisik seperti kerjasama dan koordinasi yang lebih baik antar instansi instansi
Apel Pegawai Dishub Kota Yogyakarta Bertepatan Dengan Hari Batik Nasional
Rabu 04/10/2017 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
Apel Pegawai Dishub Kota Yogyakarta Bertepatan Dengan Hari Batik Nasional
Bapak WIRAWAN HARIO YUDO, SH.MM. beliau adalah Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta yang memimpin langsung Apel Pegawai bertepatan dengan Hari Batik Nasional sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Nomor: 003/61/SE/2017 tanggal 29 September 2017 tentang Hari Batik Nasional. Dalam kesempatan tersebut terdapat juga berita gembira berupa kenaikan pangkat untuk 3 (tiga) orang pegawai Dinas Perhubungan, yaitu: 1. Agus Noto Sutrisno, ST.M.Sc dari Penata (III/c) menjadi Penata Tk. I (III/d) 2. Deni Hermawati, A.Md LLAJ dari Penata Muda Tk. I (III/b) menjadi Penata (III/c) 3. Supriyanto,A.Md dari Pengatur Tk. I (II/d) menjadi Penata Muda (III/a) Selamat semoga dapat lebih bermanfaat bagi Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kuliah Lapangan UNRIYO di TPST 3R Nitikan
Selasa 03/10/2017 14:26 WIB | oleh Lingkungan Hidup
Kuliah Lapangan UNRIYO di TPST 3R Nitikan
Hari Kamis 28 September 2017 sebanyak 81 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta beserta beberapa dosen pembimbing berkunjung ke TPST 3R Nitikan Sorosutan untuk melakukan kuliah lapangan Kunjungan rutin yang ketiga kalinya ini bertujuan memberikan pengenalan kepada para mahasiswa baru dalam praktek pengelolaan sampah perkotaan TPST 3R Nitikan dipilih menjadi lokasi tujuan studi karena dianggap telah cukup baik mengelola sampah di Kota Yogyakarta TPST 3R Nitikan sendiri merupakan sebuah lokasi pengelolaan sampah terpadu yang digunakan baik untuk mengelola sampah organik maupun anorganik Ada tiga bangunan utama di TPST 3R tersebut yaitu depo sampah bank sampah induk serta rumah kompos TPST 3R Nitikan didirikan dengan tujuan agar volume sampah Kota Yogyakarta yang dibuang ke TPA Piyungan bisa ditekan seminim mungkin Sejak berdirinya tahun 2015 TPST 3R Nitikan telah banyak mendapat kunjungan dari berbagai kalangan dalam rangka studi banding maupun pelatihan pelatihan pengelolaan sampah baik dari pemda komunitas perguruantinggi maupun sekolah sekolah Pada kegiatan kuliah lapangan kali ini para mahasiswa sangat antusias untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana sebuah inovasi pengelolaan sampah anorganik dengan model ecobricks bisa mengurangi jumlah sampah plastik secara efektif sehingga tidak dibuang begitu saja ke TPA Piyungan Disamping sampah anorganik para mahasiswa juga belajar tentang pengelolaan sampah organik di Kota Yogyakarta dengan menggunakan rumah kompos di TPST 3R tersebut Para mahasiswa belajar bagaimana manajemen pengelolaan sampah organik di rumah kompos teknis operasional hingga pendistribusian produk kompos yang sudah jadi ke masyarakat Kedepan para dosen pembimbing UNRIYO berharap kerjasama ini akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan yang lebih variatif agar mahasiswa memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengelolaan sampah sehingga bisa mereka terapkan di daerah masing masing ketika lulus kelak
Evaluasi Kampung Hijau Tingkat Provinsi DIY di RW 13 Ngupasan
Jumat 22/09/2017 13:27 WIB | oleh Lingkungan Hidup
Evaluasi Kampung Hijau Tingkat Provinsi DIY di RW 13 Ngupasan
Pada hari ini Jumat 22 September 2017 telah dilaksanakan evaluasi Kampung Hijau tingkat Provinsi DI Yogyakarta RW 13 Ngupasan terpilih menjadi perwakilan Kota Yogyakarta untuk dievaluasi oleh tim dari Provinsi DIY Tim Evaluasi Kampung Hijau Provinsi DIY tiba di selatan Mesjid Gedhe Kauman diiringi oleh anak anak peserta Tapak Suci di Kauman Sebuah tarian selamat datang juga disajikan oleh anak anak TK ABA Kauman menyambut tim di RW 13 Ngupasan Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala DLH Kota Yogyakarta Ir H Suyana yang menekankan pentingnya program Kampung Hijau atau secara nasional disebut Kampung Proklim dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sedang terjadi secara global Setelah itu Tim Evaluasi Kampung Hijau tingkat Provinsi DI Yogyakarta diwakili oleh Ir Sri Lestari M Si menyampaikan sepatah dua patah kata Dilanjutkan dengan presentasi dari Ketua RW 13 Ngupasan memberikan sedikit gambaran mengenai wilayahnya berikut kegiatan kegiatannya Kemudian tim melaksanakan penilaian dengan berkeliling wilayah RW 13 Ngupasan mengunjungi berbagai lokasi seperti perkebunan Toga hidroponik pemanfaatan air PAUD dan Posyandu anak anak dan lansia dan sebagainya Warga RW 13 Ngupasan menyajikan sejumlah keunikan seperti demo membuat Jelly Art demo merajut demo pelatihan pemulasaran jenazah dan lain lain Pada akhir acara evaluasi ini tim dari Provinsi DIY diwakili oleh Drs Jito menyampaikan sedikit kesan pesan sebagai hasil peninjauan Lalu acara ditutup oleh perwakilan dari Kecamatan Gondomanan
kunjungan kerja untuk meningkatakan kerjasama dalam rangka perbaikan pelayanan publik khususnya dalam bidang perizinan
Senin 18/09/2017 00:00 WIB | oleh Portal Jogja
kunjungan kerja untuk meningkatakan kerjasama dalam rangka perbaikan pelayanan publik khususnya dalam bidang perizinan
Kunjungan dipimpin oleh Bapak Meidiana kuswara
Verifikasi atas Izin Pengelolaan Limbah B3 untuk Kegiatan Penyimpanan Limbah B3 Hotel Gaia Cosmo
Kamis 14/09/2017 10:44 WIB | oleh Lingkungan Hidup
Verifikasi atas Izin Pengelolaan Limbah B3 untuk Kegiatan Penyimpanan Limbah B3 Hotel Gaia Cosmo
Tim dari DLH Kota Yogyakarta melakukan verifikasi atas Izin Pengelolaan Limbah B3 untuk Kegiatan Penyimpanan Limbah B3 Hotel Gaia Cosmo Hari tanggal Rabu 13 September 2017