Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Rakernas SIWO PWI Resmi di Buka
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2018 resmi di buka, Kamis (5/7). Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyerahkan, piala bergilir kepada SIWO DIY dalam pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) di GOR Amongrogo. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Menpora, Gatot S Dewo Broto dan jajaran pengurus PWI Pusat tersebut sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) yang akan digelar di Hotel Rich, Sleman. Sebanyak 34 Provinsi hadir dalam acara Rakernas SIWO PWI 2018, antara lain akan membahas persiapan Powarnas 2019 yang di jadwalkan akan berlangsung di Papua dan Program kegiatan SIWO di tahun mendatang. Sementara pelaksanaan Porwarda DIY III diikuti kontingen dari 5 Kabupaten se DIY, Kab Sleman, Kab Gunung Kidul, Kab.Kulon Progo, Kab.Bantul dan Juara bertahan Kota Yogyakarta. Porwada DIJ 2018 akan mulai bergulir 11 hingga 21 Juli mendatang dengan mempertandingkan sepak bola, futsal, biliar, tenis meja, tenis lapangan, atletik, bridge, dan bulutangkis. Lokasi pertandingan dan perlombaan adalah Lapangan UNY, Planet Futsal, Joglo KR, Hanggar Biliar. Tahun ini, Kabupaten Sleman ditunjuk sebagai tuan rumah. Di hadapan para peserta Rakernas SIWO dan Porwada DIY, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, bahwa agenda Porwada merupakan saat-saat yang menarik bagi para wartawan. Sultan berharap para wartawan yang ikut ajang SIWO bisa merasakan sehat jasmani sekaligus bersilaturahmi dengan rekan sesama profesi. "Saya berharap di event ini jangan hanya bersaing untuk prestasi saja tapi juga menjalin silaturahmi antar teman seprofesi. Saya juga berharap agenda ini jadi ajang refreshing bagi wartawan di DIY karena selama ini sibuk dengan rutinitas bekerja," ungkap Sultan. Acara Rakernas SIWO PWI 2018 ini juga di sambut oleh Ketua Kontingen Porwada Kota Jogja Mussahada Sayyid yang menyampaikan untuk mempertahankan target juara umum, kontingen Jogja telah melakukan sejumlah persiapan. Selain itu sejumlah cabang olahraga bergengsi seperti sepakbola, futsal, billiar, dan atletik ditargetkan mendulang pundi-pundi emas. "Sepak bola sebelumnya meraih emas. Tahun ini kita berambisi meraih emas kembali," jelasnya.(Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dinkes Kota Yogya Berikan Penyuluhan Keamanan Pangan PIRT
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya memberikan penyuluhan tentang keamanan pangan kepada puluhan pelaku usaha baru atau Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Aula Kantor Kecamatan Tegalrejo, Selasa (3/7). Penyuluhan keamanan pangan ini dalam rangka sertifikasi produk pangan idustri rumah tangga. Kepala Dinkes Kota Yogya, Fita Yulia Kisworini mengatakan jika penyuluh tentang keamanan pangan produk olahan pangan merupakan program rutin yang dilakukan oleh Dinkes Kota Yogya. Setiap kali penyuluhan diikuti oleh 60 sampai 70 perserta yang terdiri dari IRTP baru yang mulai atau merintis usahanya. "Kegiatan penyuluhan ini bukti hadirnya pemerintah dalam menjamin keamanan pangan di masyarakat," katanya. Penyuluhan tersebut merupakan tahapan dari pengajuan sertifikasi produk pangan industri rumah tangga (PIRT) yang harus dimiliki oleh setiap industri kecil rumah tangga. Setelah mengikuti penyuluhan, maka peserta akan mendapatkan kode dan sertifikat PIRT yang berlaku selama lima tahun. "Ada dua aspek penting PIRT yakni untuk legalitas dan pemasaran," katanya. Ia mengatakan dengan memiliki PIRT, pelaku usaha memiliki legalitas bahwa produknya telah terjamin kualitas keamanan pangannya, sehingga aman dan sehat bagi masyarakat. "Dengan PIRT pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pemasarannya, tidak lagi skala rumahan tapi juga bisa merambah super market bahkan eksport," katanya. Adapun materi penyuluhan yang diberikan kepada peserta yakni tentang kebijakan PIRT di Kota Yogya, peraturan perundang-undangan tentang pangan, cara memproduksi pangan yang baik untuk IRTP, standar operasi prosedur sanitasi, tata cara pemeriksaan sarana. "Selain itu juga disampaikan materi mengenai pelabelan dan iklan pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, mutu dan keamanan pangan, penjelasan mengenai sertifikasi halal, serta etika bisnis dan pembinaan jaringan bisnis IRTP" katanya. Sementara Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyatakan terima kasih kepada para pelaku UMKM/Industri Rumah yang telah mempunyai kesadaran dengan mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap fasilitas PIRT bisa mensupport usaha masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. "Sebab bisnis sektor makanan akan mendapatkan profit yang maksimal jika kita pintar dalam mengelola serta tidak berhenti berinovasi" ujarnya. Menurutnya dengan standarisasi pangan sesuai kaidah yang berlaku tidak saja memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen. "Marilah kita bersama-sama memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui makanan yang sehat, higienis, aman dan menyehatkan, yang merupakan bagian integral dari upaya pembangunan kesehatan di Indonesia" ucapnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jelang Pemilu 2019, Heroe Poerwadi Berharap Politik Menjadi Pemersatu
Jelang kontestasi politik 2019 mendatang Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap politik menjadi alat pemersatu bangsa. Hal tersebut Ia sampaikan saat membuka pendidikan politik untuk warga Yogyakarta di ruang Bima Kompleks Balaikota, senin (3/7). "Dengan begitu politik tidak hanya berbicara tentang kursi dan kekuasaan saja," paparnya. Menurutnya pendidikan politik memiliki arti penting bagi kemajuan bangsa dan negara, karena warga negara yang cerdas secara politik diharapkan akan mampu memilih para pemimpin yang berkualitas. "Hal tersebut penting juga dalam rangka kami, Pemerintah Kota Yogyakarta, selalu meningkatkan kinerja pemerintahan dan pembangunan, menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih," ucap Heroe. Melalui kegiatan Pendidikan Politik ini, kiranya segenap lapisan masyarakat, khususnya para kader partai politik yang akan menjadi kontestan dalam Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai hak dan kewajiban, serta tanggungjawabnya. "Serta di kemudian hari dapat mentransformasikan informasi tersebut kepada massa partainya masing-masing; Dengan demikian maksud dan tujuan dari kegiatan pendidikan politik ini akan dapat tercapai dan tersebar merata ke masyarakat luas dengan baik," imbuhnya. Heroe pun mengajak menjaga semangat persatuan dan kesatuan di antara berbagai elemen masyarakat, agar tercipta masyarakat Kota Yogyakarta yang rukun, damai, demokratis, berkeadilan, sejahtera, maju, memiliki moral serta etika yang baik dalam berpolitik. "Dan berperan penting menjadi saluran aspirasi rakyat yang efektif dalam ikut menentukan arah pembangunan bangsa dan masyarakat," jelasnya. Heroe berharap segenap kader partai peserta Pemilu 2019 senantiasa dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban Kota Yogyakarta agar tetap aman, damai dan kondusif, mulai dari saat ini sampai dengan berbagai tahapan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden mendatang. "Kembangkan budaya politik yang santun, ber-etika, saling menghormati, menghargai, dan tidak menyebarkan informasi yang salah atau hoax," tandsanya. Sementara itu Komisioner KPU Kota Yogyakarta R Moeh Aris Munandar menjelaskan bahwa Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (pantarlih) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bertugas tambahan untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga. "Dalam sebuah keluarga diperkirakan ada 4 orang pemilih, suami dan istri serta dua anak. Dengan demikian, dalam satu hari pantarlih melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada 24 orang," jelasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Porwada 2018, Tim Kota Yogyakarta Ingin Pertahankan Gelar
Kontingen atlet wartawan Kota Yogyakarta menghadiri audiensi bersama Walikota Yogyakarta Rabu (4/7) siang di ruang Yudistira Balaikota. Tujuan dari kedatangan mereka untuk meminta doa restu dan dukungan dari Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, sekaligus meresmikan serta melepas dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) DIY 2018 yang akan digelar pada 11-21 Juli. "Saya berharap kontingen kota yogyakarta mampu memertahankan gelar juara umum yang diraih 3 lalu lalu," kata Haryadi Suyuti saat pelepasan kontingen Siwo PWI Kota ke Porwada D.I.Yogyakarta 2018 di Balaikota. Kedatangan kontingen Kota Yogyakarta pun disambut dengan senang hati oleh Walikota Yogyakarta. Ia siap mendukung kontingen atlet wartawan Kota Yogyakarta dan menyukseskan Porwada DIY 2018. "Saya senang sekali dan akan terus dukung kalian semua. Saya berharap kepada teman-teman media untuk sungguh-sungguh dan semangat. Semoga Allah meridhoi. Jalankan dengan sebaik-baiknya.", ujarnya di depan rekan wartawan sekota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta berpesan untuk kontingen atlet wartawan Kota Yogyakarta agar mempertahankan piala bergilir juara umum. "Sukses selalu, salam olahraga, jaya!" ungkap Walikota Yogyakarta dengan penuh semangat. Musahada selaku ketua kontingen atlet wartawan Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa keseluruhan atlet yang tergabung dalam kontingen Kota Yogyakarta berjumlah 50 orang, namun yang hadir dalam audiensi ini hanya 60% dari keseluruhan. Hal tersebut disebabkan padatnya tugas keseharian sebagai wartawan. Piala bergilir Gubernur DIY pernah diraih tiga tahun yang lalu pada Porwada ke-2 sebagai juara umum. "Kedatangan kami ke sini ingin melaporkan kesiapan dalam mempertahankan piala bergilir. Bahkan kami sudah menargetkan untuk meraih beberapa medali emas pada berbagai cabang olahraga," jelas Musahada. (Indri Sulistiani/ Viola Diane de Johnnie Putri)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Kota Yogyakarta 2018
Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke 90 tahun 2018 akan diselenggarakan pemilihan pemuda pelopor tingkat kota Yogyakarta, pemilihan pemuda pelopor adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun untuk memberikan penghargaan kepada pemuda atas prestasi dan kontribusi kepeloporan yang luar biasa dalam kemajuan masyarakat di lingkungan nya. Semangat kepeloporan yang terinspirasi dari semangat Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda. Untuk itu Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta akan melaksanakan Seleksi Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2018. Adapun bidang kepeloporan yang dilombakan meliputi: Bidang Pangan :Kepeloporan bidang pangan adalah suatu karya nyata yang diinisiasi, di prakarsai oleh pemuda dalam setiap gagasan pemikiran, tindakan, perilaku kepeloporan, terkait bidang pangan Bidang Pendidikan :Kepeloporan bidang pendidikan adalah suatu karya nyata yang diinisiasi, di prakarsai oleh pemuda dalam setiap gagasan pemikiran, tindakan, perilaku kepeloporan, terkait bidang pendidikan. Bidang Sosial Budaya, Pariwisata dan Bela Negara : Kepeloporan bidang Sosial Budaya, Pariwisata dan Bela Negara adalah suatu karya nyata yang diinisiasi, di prakarsai oleh pemuda dalam setiap gagasan pemikiran, tindakan, perilaku kepeloporan, terkait dengan kegiatan sosial budaya, pariwisata dan bela negara. Bidang Komunikasi, Informasi dan Teknologi Tepat Guna : Kepeloporan Bidang Komunikasi, informasi dan Teknologi tepat guna adalah suatu karya nyata yang diinisiasi, di prakarsai oleh pemuda dalam setiap gagasan pemikiran, tindakan, perilaku kepeloporan, terkait dengan kegiatan Komunikasi, informasi dan Teknologi Tepat Guna Persyaratan: Warga negara Indonesia (yang berdomisili dan memiliki KTP Kota Yogyakarta) Berusia 16 " 30 Tahun (Sesuai UU No 40 Th. 2012) melampirkan Fc akte kelahiran Bukan Pegaiwai Negeri Sipil (PNS), Pegawai BUMD/BUMN dan tidak sedang mendapatkan beasiswa atau penugasan penelitian dari instansi/lembaga Kepeloporan yang di capai telah di implementasikan paling sedikit 1 tahun Belum pernah melakukan perbuatan tercela atau merugikan masyarakat dan atau lingkungan (melampiri SKCK (*Lolos Nasional) Surat Keterangan Sehat dari Dokter (*Lolos Nasional) Belum pernah mendapatkan penghargaan terbaik I, II, III dalam pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional dan penghargaan lainnya dari Kemenpora Tidak sedang mengikuti seleksi pemilihan lainnya yang dilaksanakan Kementrian Pemuda dan Olahraga Tahun 2018. Pendaftaran dan pengumpulan berkas dibuka tanggal ada tanggal 27 Juni - 11 Juli 2018 di Kantor DISPORA Kota Yogyakarta Bid. Pemuda, Alamat Jl. Kenari No. 56 Yogyakarta, Kode pos: 55165 telp. 0274 515865, 5622682 Pendaftaran GRATIS Cp: Husni 08122730361 Indra 081227633322
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Syawalan Bersama Satpol PP, Wawali Ajak Jaga Kenyamanan Yogyakarta
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menghadiri Syawalan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yogyakarta di Mayangsari Gembira Loka, selasa (3/6). Dalam acara tersebut Wawali mengajak agar Satpol PP menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Yogyakarta. "Yogyakarta menjadi salah satu Kota tujuan wisata di Indonesia, untuk itulah satpol PP memiliki peranan untuk terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan," ujar Heroe Poerwadi. Menurutnya hal tersebut layak dilakukan agar para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta merasa nyaman. Dengan begitu menurut Heroe perkembangan wisata Yogyakarta pun akan terus terdorong. Selain itu, Heroe juga meminta untuk meningkatkan sikap responsif terhadap segala keluhan dari masyarakat khususnya terkait penciptaan ketertiban Kota Yogyakarta yang menjadi hal yang prioritas pada saat ini. "Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja serta mitra kerja didalamnya merupakan garda terdepan atau lapis pertama pelayanan ketertiban masyarakat, sehingga dibutuhkan Polisi-Polisi Kemanusiaan yang siap memberikan rasa aman, rasa nyaman bagi setiap setiap keluh kesah masyarakat," kata Heroe. Heroe pun mengaku bahwa kenyamanan dan keamanan Kota Yogyakarta merupakan simbol keamanan DIY, tertibnya Yogyakarta adalah tertibnya DIY, amannya Yogyakarta juga amannya DIY. "Untuk itu, marilah terus kita menjaga dan merawat Yogyakarta, kita ayomi masyarakat jangan sampai ada perilaku yang dapat merusak citra Kota Yogyakarta yang ramah, santun dan bersahaja," imbuhnya. Heroe juga menyinggung tentang aplikasi JSS (Jogja Smart Service) yang diluncurukan baru-baru ini. "Melalui aplikasi Jogja Smart Service atau Jogja Siap Solusi yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu, kami harapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara keluhan di masyarakat dan kesiapan SatPol PP dalam merespon setiap permasalahan," tuturnya. Pastikan semua anggota Sat Pol PP sudah memiliki aplikasi JSS guna memudahkan, memetakan, maupun mengkoordinasikan dengan instansi terkait segala keluhan, dan menindaklanjuti informasi yang berkembang saat ini. "Melalui aplikasi JSS kami harapkan SatPol PP dapat selangkah lebih maju, mengatasi permasalahan sosial maupun kriminalitas melebihi harapan masyarakat," sambungnya. Dalam kesempatan yang sama Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Nurwidi Hartana menuturukan, kegiatan syawalan tersebut sekaligus menjadi perekat hubungan antar anggota dengan keluarga. "Karna yang kita undang bukan hanya para personel saja tapi istri dan anak-anaknya juga," imbuhnya. Nurwidi pun berharap dengan syawalan ini Satpol PP kota Yogyakarta kedepan semakin maju dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga masyarakat Kota Yogyakarta. (Tam).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Aksi Donor Darah Tandai HUT Pemkot ke-71
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta gelar aksi donor darah dalam rangka Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Yogyakarta ke-71 di Graha Pandawa, komplek Balaikota Yogyakarta, Selasa (3/7). Aksi ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diikuti oleh SKPD-SKPD di lingkup Pemkot Yogya yang dimulai pada pukul 08.00 " 12.00 WIB. "Memang agak kelewat, seharusnya kegiatan donor darah ini dilakukan saat bulan puasa", ujar Fita Yulia Kisworini selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Ia juga memaparkan bahwa kegiatan donor darah ini menyesuaikan dengan jadwal Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tidak menargetkan jumlah kantong darah pada kegiatan ini. "Harapannya dari setiap SKPD mengirimkan minimal 10 orang pendonor", ujar Fita Yulia Kisworini selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Menurutnya, pendonor akan memperoleh banyak manfaat dari aksi donor darah ini seperti kesehatan pendonor akan termonitor karena harus periksa tekanan darah dan juga kualitas Hb darahnya secara rutin akan terpantau. Fita Yulia Kisworini juga menjelaskan bahwa stok kantong darah di PMI Kota Yogya sudah dalam kondisi aman atau terpenuhi, bahkan melebihi batas (surplus), sehingga PMI Kota Yogya sering menyuplai kantong darah di PMI cabang lain yang kekurangan. Pemerintahan Kota Yogyakarta cukup peduli dengan aksi donor darah. "Terakhir tahun lalu ada 300 orang pendaftar pendonor, akan tetapi yang lolos hanya 100 orang pendonor", kata Fita Yulia Kisworini. (Viola Diane de Johnnie Putri/Indri Sulistiani)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Aleksa Hadir di Perpustakaan Kota
Perpustakaan Kota Yogyakarta dalam waktu dekat ini akan meluncurkan inovasi baru yang bernama Aleksa atau Ada Koleksi Lokal Konten Yogyakarta. Layanan ini akan memudahkan pengujung perpustakaan dalam mencari koleksi buku yang berisi berbagai referensi lokal tentang Yogyakarta. Dituturkan oleh Kepala Seksi Pelestarian Koleksi Pustaka dan Naskah Kuno Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Ismawati Retno, Aleksa menyedikan koleksi buku-buku yang menyajikan berbagai informasi mengenai Yogyakarta seperti budaya tradisional, sejarah, pariwisata, informasi populer, potensi daerah, arsitektur kota "Aleksa ini khusus untuk buku referensi tentang Yogyakarta. Aleksa dilatarbelakangi dari banyaknya pengunjung perpustakaan yang merasa kesulitan saat harus mencari buku yang bisa dijadikan referensi terkait Yogyakarta, oleh karena itu kami berinisiatif mengelompokkan buku-buku tentang Yogyakarta di pojok khusus sehingga muncul Aleksa" Katanya. Ismawati menambahkan, buku yang menjadi koleksi Aleksa berjumlah ratusan, termasuk buku-buku kuno tentang Yogyakarta yang berbahasa Belanda dan Perpustakaan Kota Yogyakarta terus berupaya untuk menambah buku koleksi Aleksa, salah satunya dengan mengirimkan surat edaran ke seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk dapat menyalurkan buku atau majalah yang diterbitkan agar menjadi koleksi Aleksa. "Harapannya, pekan pertama Juli sudah ada tambahan koleksi berupa buku atau majalah terbitan OPD di lingkugnan Pemkot" Imbuhnya. Walau belum diluncurkan secara resmi, namun layanan Aleksa saat ini telah dapat diakses pengunjung di lantai dua gedung Perpustakaan Kota Yogyakarta yang terletak di Jl. Suroto Kotabaru. Kehadiran Aleksa melengkapi berbagai layanan yang ada di Perpustakaan Kota Yogyakarta seperti Pojok Sirima atau Presiden dari masa ke masa yang berisikan buku mengenai Presiden Indonesia dari masa ke masa. "Ada juga Popi atau Pojok Lipi, Belinda atau blind corner untuk anda, hingga Kartika atau koran dan majalah terbitan berkala" Kata Ismawati.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sri Sultan HB X Hadiri Syawalan di Balaikota Yogyakarta
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X sambangi Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta. Kedatangan Ngarso Dalem ini dalam memenuhi undangan Syawalan bersama pejabat penting dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Jumat (29/06). Hadir dengan memakai batik berwarna biru, Ngarso dalem disambut oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berserta Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Sejumlah pejabat dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pejabat Pemkot Yogya hadir dalam kegiatan ini. Syawalan dimulai dengan Panembrama atau nyanyian penghormatan untuk menyambut kedatangan tamu kehormatan. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa dan ikrar syawalan oleh Walikota Yogyakarta. Dalam kesempatan silaturahim tersebut Gubernur DIY menyampaikan beberapa hal, salah satunya menekankan akan pentingnya pendidikan di dalam keluarga, "Jangan begitu saja melepaskan pengawasan terhadap para putra-putrinya. Hendaknya diciptakan lingkungan yang nyaman dalam keluarga sehingga anak menjadi betah untuk tinggal di dalamnya. Hal seperti itu merupakan upaya agar anak tidak terjebak radikalisme yang didapat dari pergaulan di luar rumah" ungkapnya. Pihaknya pun berharap, masyarakat Kota Yogya mampu menciptakan suasana kondusif sehingga kerukunan selalu terjalin dengan baik. Sementara itu mewakili para pejabat dan masyarakat, Walikota Yogyakarta menyampaikan Selamat Idulfitri kepada Ngarsono Dalem dan berharap agar selalu diberi kesehatan. "Selamat Idulfitri kepada Ngarso Dalem dan saya mewakili seluruh masyarakat Kota Yogya mohon maaf lahir batin," ujar Walikota. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Program Wisantika Melalui Liburan di Perpus Kota 2018
Dalam rangka libur kenaikan kelas tahun 2018, Perpustakaan Kota Yogyakarta menggelar acara bertajuk Liburan di Perpus Kota". Acara ini sendiri merupakan agenda rutin Perpustakaan Kota setiap musim libur panjang sekolah. Pada libur kenaikan kelas tahun ini, digelar tiga kegiatan menarik bagi anak-anak usia TK hingga SMP. Ketiga kegiatan tersebut adalah Liburan di Perpus Kota bagi anak usia TK hingga SD, Asyiknya Membuat Film, dan Junior Smart Camp. Ketiga agenda ini selalu mendapat apresiasi dari siswa dan orangtua. Banyak diantara mereka yang telah memburu informasi jauh hari sebelum proses pendaftaran peserta dimulai. Sehingga dalam setiap pelaksanaannya ketiga agenda ini selalu penuh peserta. Junior smart camp akan dilaksanakan pada hari Minggu 1 Juli 2018. Lokasi yang dituju adalah Jogja Exotarium di Jl Magelang km 8 Sendangadi Mlati Sleman. Sebanyak 50 siswa kelas 4 dan 5 SD telah terdaftar sebagai peserta. Mereka akan mengikuti kegiatan pelatihan menulis. Pelatihan ini didesain menarik dengan digabungkan dengan kegiatan outbond. Seluruh peserta diharapkan dapat merasakan pelatihan menulis yang penuh makna (meaningful), penuh hikmah (insightful), menyenangkan (fun), bernuansa petualangan (adventure), belajar dari pengalaman (experiental learning), dan bernuansa persahabatan. Liburan di Perpus Kota bagi anak usia TK hingga SD akan dilaksanakan selama 4 hari. Dimulai pada Senin 2 Juli hingga Kamis 5 Juli 2018 bertempat di halamn Perpustakaan Kota di Jl Suroto no. 9 Kotabaru. Peserta yang sudah mendaftrakan diri sebanyak 50 anak. Mereka akan diajak untuk membuat kreasi kuda lumping kardus dan menyaksikan penampilan tarian kuda lumping dari sanggar sekolah Gajah Wong. Selain itu mereka akan diajak membuat tas kaos bekas, membuat topeng kain perca serta diakhiri dengan karnaval sembari membagikan bibit tanaman kepada masyarakat. Kegiatan Movie Maker ditujukan bagi anak usia 12 " 15 tahun. Sebanyak 50 peserta telah siap mengikuti kegiatan yang akan digelar pada Senin 2 Juli hingga Rabu 13 Juli dan ditutup pada hari Sabtu 7 Juli 2018 di Perpustakaan Kota Jl Suroto no 9 Kotabaru. Peserta akan dibimbing secara langsung untuk membuat sebuah vlog yakni bagaimana bercerita secara visual melalui video dan blog. Anak-anak generasi milenial yang akrab dengan piranti gadget dan media sosial tentu sangat tertarik untuk berbagi cerita dengan dunia maya tanpa batas. Kepala Bidang Pengembangan dan Pengelolaan Perpustakaan, Nunun Zulaikha, S.I.P., M.M menjelaskan bahwa serangkaian kegiatan Liburan di Perpus Kota Yogyakarta atau Holiday School at Perpus Kota menjadi bagian dari program Wisantika (Wisata Pustaka untuk Siswa dan Pemustaka). Hal ini bertujuan agar siswa dapat memanfaatkan waktu libur sekolahnya di Perpustakaan Kota Yogyakarta. "Perpustakaan Kota Yogyakarta selalu berupaya memberikan ruang bagi pelajar di Kota Yogyakarta untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi dasarnya dan mengembangkan daya kreasi serta imajinasinya. Berbagai kegiatanLiburan di Perpus Kota ini menjadi pelengkap fungsi perpustakaan sebagai rumah belajar yang nyaman sekaligus tempat wisata yang edukatif," tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta,Wahyu Hendratmoko,SE,MM,menjelaskan bahwa acara Liburan di Perpustakaan Kota Yogyakarta menjadi salah satu alternatif mengisi waktu libur sekolah yang bermanfaat bagi anak-anak yang bebas biaya. Harapannya, Perpustakaan Kota Yogyakarta tidak hanya sekedar menjadi tempat belajar yang nyaman tetapi juga harus bisa menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Rilis Buku Tentang Balaikota Timoho
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merilis buku mengenai komplek Balaikota Yogyakarta, Buku yang berjudul "Balaikota Timoho Yogyakarta: Keberadaan untuk Keberdayaan" ini merupakan hasil dari penelusuran arsip statis yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kerasipan selama tahun 2018. Diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Wahyu Hendratmoko, diterbutkannya buku ini merupakan inisiatif dari Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sebagai database informasi mengenai Komplek Balaikota Yogyakarta sekaligus dalam rangka ulang tahun ke-71 Pemerintah Kota Yogyakarta yang jatuh pada tanggal 7 Juni kemarin. "Tahun 2018, sesuai dengan pengamatan Bapak Walikota, belum ada darabase yang berisi keterangan dan dokumtasi terkait tentang keberadaan komplek Balaikota yang merupakan titik awal dan markas besar seluruh SKPD dalam memulai pengabdian, pembangunan, dan pelayanan terhadap masyarakat di semua lini urusan dari masa ke masa, maka Bapak Walikota menginstrusikan untuk dilakukan penelusuran arsip untuk disusun dalam bentuk buku" Kata Wahyu di sela-sela acara Sosialisasi Penelusuran Arsip dan Buku Balaikota Timoho Yogyakarta, Kamis (28/6) pagi di Ruang Yudhistira. Lebih lanjut Wahyu berharap, keberadaan buku ini nantinya dapat digunakan tidak hanya oleh internal Pemerintah Kota Yogyakarta, namun juga masyarakat sebagai sumber informasi. "Semua hasil penelusuran arsip statis tersebut disusun menjadi buku yang dipublikasikan sehingga berguna bagi masyarakat dan generasi mendatang untuk peneilitian, sumber informasi, kajian pengembangan ilmu pengetahuan, bukti, dan dasar pengambil keputusan" Terang Wahyu. Sementara, Walikota Yogyakarta melalui sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Plt. Asisten Umum, Aman Yuriadijaya mengapresiasi diterbitkannya buku tersebut. Walikota menuturkan, buku tersebut nantinya dapat menjadi pengingat bahwa komplek Balakota tidak hanya dipandang sebagai sebuah gedung atau area perkantoran semata, namun juga spirit yang terkandung di dalamnya. "Di Balaikota ada semangat, jiwa kebersamaan, koordinasi, sifat handarbeni, tanggungjawab, etos kerja serta profesionalisme dari individu dan OPD di dalamnya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, mengayomi, melindungi, serta menjamin hak dan kewajiban masyarakat Kota Jogja" Tutur Walikota. Selain itu, Walikota juga mengingatkan bahwa pengarsipan memilik fungsi yang sangat strategis dalam pemerintahan karena arsip dapat menjadi landasan atau dasar yang berguna dalam pengambilan keputusan, sebagai sarana transparansi dan akuntabilitas birokrasi, serta rekam jejak informasi mengenai apa yang telah dilakukan oleh penyelenggara pemerintahan dalam menjalankan tugas dan fungsinya "Melalui arsip dalat dilihat sejarah mas lalu, masa sekarang, dan proyeksi pembangunan kota di masa mendatang sebagai referensi bagi setiap kebijakan yang akan diambil serta sebagai media untuk melakukan koreksi. Ini menekankan bahwa arsip ini tak bisa dipandang sebelah mata, namun menjadi sesuatu yang harus diperhatikan oleh masing-masing OPD" Pinta Walikota. Buku Balaikota Timoho Yogyakarta sendiri berisi tentang sejarah Balaikota Timoho beserta makna filosofis dan simbolis pembangunannya serta profil perangkat daerah yang berada di kompleks Balaikota Timoho dan gambaran Balaikota di masa mendatang. Penyusunan buku tesebut menggunakan metode penelusuran arsip, sutid referensi, dan wawancara. Pengumpulan data melalui wawancara dilakukan terhadap sejarawan, budayawan, dan pejabat yent terkait dengan pembangunan dan pengembangan balaikota. (ams)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Giatkan Masyarakat Gotong Royong Dengan BBGRM
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogya, Tri Kirana Muslidatun menghadiri Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 tingkat Kota Yogya di Lapangan Mancasan Kota Yogya, Kamis, (28/6). Pada kesempatan tersebut, Wawali menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendukung penuh Pelaksanaan Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat di Kota Yogya. "Dengan harapan kegiatan ini tentunya akan kembali meningkatkan semangat bergotong-royong di masyarakat, sekaligus di saat yang sama, memperkuat pemberdayaan masyarakat sebagai sebagai salah satu landasan ekonomi dan pembangunan" ungkapnya Menurutnya gotong royong tidak hanya sekedar kerja bakti akan tetapi juga harus memperhatikan kondisi warga sekitar utamanya anak-anak yang rentan dipengaruhi perilaku negatif melalui berbagai macam cara seperti halnya gadget. "Tidak sekedar kerja bakti atau yang lain, tetapi juga perlu memperhatikan perilaku anak-anak karena mereka masa depan bangsa" katanya. Selain itu, Ia juga meminta kepada seluruh warga Kota Yogya khususnya para orang tua agar tidak segan menegur anak-anak yang sedang berkelompok di jam-jam malam. "Perhatian itu sangatlah penting. Ini juga bentuk gotong royong untuk menyelematkan anak-anak kita," tandasnya. Wawali juga menyinggung masalah pendidikan kepada anak-anak agar lebih rajin belajar. Ia meminta kepada guru dan orang tua untuk bisa mengawasi buah hatinya ketika mengakses gadget. Sebab baginya, anak-anak sangat rentan untuk dipengaruhi hal-hal yang paling buruk sampai yang paling baik. "Godaan anak-anak saat ini sangat besar, yaitu gadget. Jadi, harus ada batasannya dan jangan bangga kalau anak kita cakap" mengaplikasikan gadget," tandasnya. Wawali berharap kepada segenap masyarakat Kota Yogyakarta, untuk dapat terus berperan aktif dalam segala bidang pembangunan kota, dengan mendayagunakan berbagai potensi sumber daya yang ada, baik secara swadaya mandiri maupun mengembangkan kerjasama dengan pihak lain. "Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat luas akan terus dapat merasa memiliki, bertanggungjawab, serta melestarikan semangat gotong-royong, sehingga pembangunan yang dilaksanakan adalah benar-benar pembangunan yang berasal dari masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat, serta bermanfaat luas untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat" ujarnya. Dalam acara tahunan ini tersedia beberapa stan jajanan makanan, minuman serta dan berbagai produk UMKM dari beberapa pelaku UMKM. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
69 Tahun Yogya Kembali, Diharapkan Mampu Membakar Semangat Generasi Muda
Peristiwa bersejarah Yogya Kembali diperingati dengan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, kamis (28/6) pagi. Bertindak selaku inspektur upaca Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pun berharap peristiwa yogya kembali sebagai pembakar semangat generasi muda. "Tentu tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan para pendahulu, saat ini yang kita panggul adalah semangat bukan lagi senjata," kata Heroe Poerwadi. Ia menilai Yogja Kembali sebagai peristiwa penting bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Kembalinya Yogya dari tangan penjajah Belanda menjadi awal dari kedaulatan Republik Indonesia. Ia pun berharap generasi muda saat ini bisa berkaca dari peristiwa Yogya Kembali. Menurutnya generasi muda saat ini sebenarnya mampu menciptakan sesuatu untuk merekatkan bangsa Indonesia. Peristiwa Yogya Kembali memberikan gambaran bahwa perjuangan harus dilakukan bersama-sama. Tidak hanya tentara, bahkan semua unsur masyarakat terlibat dalam peristiwa tersebut sehingga perjuangan pun berakhir manis. "Peristiwa Yogya Kembali menekankan bahwa perjuangan sejatinya adalah sebagai alat diplomasi," imbuhnya. Tidak hanya mengandalkan perang fisik, namun dengan diplomasi ternyata menghasilkan strategi yang matang untuk mematahkan lawan. "Inilah yang harus dicermati generasi muda saat ini, bahwa perjuangan membesarkan bangsa ini harus dilakukan dengan semangat dan pemikiran," urainya. Semangat persatuan dan kesatuan semua lapisan masyarakat menjadi kunci sukses Yogya Kembali 29 Juni 1949. Perjuangan berhasil karena kekompakan tentara angkatan bersenjata dan rakyat. "Semangat dan jiwa dari nilai-nilai keteladanan tersebut patut untuk kita warisi dan diteladani hingga kini dalam tata-kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Syawalan dan Penguatan Kelembagaan Dharma Wanita Persatuan Kota Yogyakarta
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Yogyakarta menyelenggarakan acara Sawalan bersama anggota DWP di Ruang Bima (28/6). Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Titik Sulastri, mengungkapkan, momentum syawalan ini sekaligus kegiatan penguatan kelembagaan Dharma Wanita Persatuan Unsur pelaksana se-Kota Yogyakarta. Diharapkan mampu menggalang semangat kebersamaan segenap anggota DWP Kota Yogyakarta "diharapkan mampu menggalang semangat kebersamaan segenap anggota DWP Kota Yogyakarta untuk memajukan organisasi karena kedudukan Dharma Wanita sarat dengan tantangan sekaligus menduduki posisi strategis dalam kancah pembangunan bangsa" ungkapnya. Dengan strategisnya posisi Dharma Wanita Persatuan tersebut, Haryadi Suyuti berharap ibu-ibu pengurus, pelaksana maupun anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Yogyakarta mampu menjaga keharmonisan dalam keluarga dengan terus menjaga keseimbangan antara aktivitas dalam pekerjaan dan organisasi dengan peran sebagai istri dan ibu rumah tangga. "peliharalah komunikasi yang baik dalam keluarga dan berikan dukungan dan motivasi terhadap pelaksanaan tugas suami sehingga semuanya dapat berjalan seirama, lancar, tanpa ada yang dikalahkan atau dikesampingkan" ungkapnya Selain itu sambutan dari Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun, berharap dengan momen Idul Fitri ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan diantara anggota Dharma Wanita. "dengan momentum sawalan ini, saya berharap ibu-ibu DWP momen Idul Fitri ini bisa memanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan diantara anggota Dharma Wanita dan meningkatkan kegiatan DWP agar bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi" ungkapnya. Dalam sambutannya Tri Kirana Muslidatun kembali mengingatkan kepada para yang hadir dalam DWP, bahwa walaupun setiap pertemuan untuk mendapatkan kualitas anak yang cemerlang butuh perhatian ekstra dari orang tua, serta dalam pengelolaan agar terus meningkatkan mutu pembelajaran, tetapi hendaknya di bulan Syawal ini bisa saling memaafkan sehingga hubungan silaturahmi akan semakin erat. Selanjutnya beliau juga berharap agar setelah mendengar tausiyah nanti, para orang tua terutama ibu-ibu DWP menjadi lebih bersemangat untuk menghasilkan anak lulusan yang berkualitas, dan meningkat ketaqwaannya. Acara halal bi halal diakhiri dengan do"a bersama dan bersalam-salaman diantara tamu undangan yang hadir.(Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dekranasda Kota Yogya Terus Dorong Pengrajin Tingkatkan Kemampuan Bisnis.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrasda) Kota Yogya terus berkomitmen untuk selalu mendorong para perajin di wilayah Kota Yogya untuk terus meningkatkan kemampuan bisnis guna memenuhi permintaan pasar atau konsumen secara tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas produknya. "Setiap perajin harus berusaha maksimal untuk memenuhi permintaan pasar dengan tepat waktu dan berkualitas. Itu akan memperkuat kepercayaan konsumen," kata Ketua Dekranasda Kota Yogya, Tri Kirana Muslidatun saat membuka acara temu member di Aula Mandira Baruga Tasneem Hotel, Senin (25/6). Ia menjelaskan jika Dekranasda Kota Yogya juga sudah memberikan banyak bantuan serta pendampingan kepada mereka agar mereka semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha produksinya. Dekranasda Kota Yogya juga selalu menyertakan produk-produk para pengrajin dalam berbagai kesempatan pameran baik di tingkat kota, provinsi maupun nasional, guna mendukung perluasan promosi dan pemasaran produk kerajinan setempat. "Pengemasan dan pemasaran juga harus bisa ditingkatkan agar hasilnya dapat maksimal" katanya. Tak sampai disitu, Istri Walikota Yogyakarta tersebut mengungkapkan jika Dekranasda Kota Yogya juga selalu menggerlar berbagai pelatihan, seperti pembuatan cinderamata. Ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas para pengrajin. "Untuk pengembangan usaha, kami juga bekerja sama oleh pihak perbankan, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogya. Kerja sama juga kami jalin untuk pengembangan pasar domestik dan ekspor," katanya. Menurutnya kemampuan perajin memenuhi permintaan dari konsumen lokal itu penting."Karena untuk menjadi pengusaha besar, tentu dimulai dari bawah. Mereka harus sanggup memenuhi pesanan," katanya. (Han)