Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Percantik Kawasan Pendestrian Kotabaru, Walikota Optimis Rampung Akhir Tahun
Hari ini, selasa (26/6) Penataan kawasan pendestrian Kotabaru mulai dikerjakan. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti pun optimis penataan pendestrian Kotabaru selesai akhir tahun ini. "Targetnya akhir tahun sudah selesai. Liburan Natal dan Tahun Baru ke Yogya sudah bagus nanti," ucap Haryadi saat peresmian dimulainya pengerjaan kawasan pendestrian Jalan Suroto Kotabaru. Ia menjelaskan, Penataan kawasan pedestrian Jalan Suroto Kotabaru dimulai dari Simpang Empat Gramedia hingga Lapangan Kridosono. "Upaya ini dilakukan untuk menguatkan citra kawasan cagar budaya Kotabaru," ujarnya. Selain Kotabaru, Haryadi menyebut ada empat kawasan cagar budaya di Yogyakarta yakni, Malioboro, Kotagede, Kraton dan Pakualaman. "Kelima kawasan cagar budaya tersebut akan terus kami tata agar lebih indah, baik dan nyaman," imbuhnya. Penataan Pendestrian Jalan Suroto Kotabaru juga bertujuan untuk menjadikan Yogyakarta semakin nyaman. Menurutnya nyaman merupakan sesuatu yang terdiri dari tiga hal yaitu bersih, tertib, aman. Tiga hal itu diyakini akan menciptakan kenyamanan Haryadi menilai kota yang maju dan berkembang itu bukanlah kota yang banyak mobil atau kendaraannya. "Kota yang maju itu indikatornya ada lansia dan anak-anak jalan kaki itu aman," imbuhnya. Dengan penataan di pendestrian di Jalan Suroto tersebut, Haryadi berharap jumlah pejalan kaki disepanjang Jalan Suroto bertambah. Sehingga dirasa kawasan ini perlu direvitalisasi agar nyaman bagi para pejalan kaki. "Nantinya kawasan pendestrian Jalan Suroto ini akan seperti Maliboro akan dihiasi dengan bangku, taman dan lampu," jelas Haryadi. Pejabat Pembuat Komitmen Revitalisasi Jalur Pedestrian Jalan Suroto Umi Akhsanti menambahkan, Revitalisasi dilakukan dengan menata trotoar di sepanjang jalan tersebut. Dari semula hanya memiliki lebar 1,1 meter ditambah menjadi 2,1 meter. "Trotoar akan menggunakan bahan teraso berwarna keabu-abuan, dilengkapi ornamen yang mendukung citra kawasan Kotabaru sebagai kawasan Indies," urainya. Sementara itu untuk membangun suasana kawasan indis, akan ditambahkan sejumlah street furniture seperti bangku dan tiang listrik di sepanjang jalan tersebut. "Kawasan ini nantinya juga diberi lampu penerangan khusus. Desain lampu dan kursi akan disesuaikan laiknya kawasan Indies," imbuhnya. Ia memperkirakan selama pengerjaan proyek, jalan tersebut akan sedikit terhambat lantaran tingginya volume kendaraan yang melewatinya. Namun masyarakat masih bisa melewati jalan Suroto karena Pemkot tidak menutup akses jalan tersebut. Pihaknya berharap warga maupun pelaku bisnis yang ada di sekitar kawasan Kotabaru turut berpartisipasi dalam penataan kawasan tersebut. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PT. GO-JEK Indonesia Memberikan Penghargaan Bagi Mitra Inspiratif
Go Jek menggelar Syawalan sekaligus memberikan penghargaan bagi mitra Go Jek mitra inspiratif yang secara nyata memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadinya maupun orang lain. Acara ini berlangsung Masjid Margoyuwono Langenastran Panembahan Kraton Kota Yogyakarta, Selasa (26/6). Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti memberikan penghargaan tersebut kepada tiga driver Go Jek yang dinilai memiliki dampak positif dalam menginspirasi masyarakat dan komunitas. Ketiga mitra inspiratif yang memperoleh penghargaan adalah Kusnandar sebagai driver Go Jek sekaligus Penggerak Komunitas Sahabat Orang Sakit (SOS), Pipin Ismail mitra Go Jek sekaligus Anggota Komunitas Driver Srikandi Yogya dan anggota aktif IWAPI serta Mega Watie Purnamasari sebagai mitra Go Jek yang rutin menyisihkan pendapatannya untuk zakat dan panti asuhan. Ketiga mitra Go Jek tersebut dinilai telah mampu memberikan aksi sosial dan inspiratif dengan bidang masing-masing untuk para mitra Go Jek lainnya sehingga dapat menebarkan banyak kebaikan kepada masyarakat luas. Pada kesempatan ini Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyampaikan terima kasih atas peran PT.Gojek Indonesia dalam membangun iklim smart culture masyarakat Kota Yogyakarta melalui berbagai konten yang disediakan. Haryadi Suyuti mengatakan pihaknya dan keluarga juga pengguna Go Jek dan diharapkan Go Jek terus berkarya untuk Kota Yogyakarta dan menyayangi masyarakat dengan baik. "Harapan saya terus berkarya kota yogyakarta menyayangi masyarakat dengn baik saya dan anak-anak juga pelanggan gojek" ungkapnya. Haryadi Suyuti menambahkan pihaknya berharap kehadiran Go-Jek dapat diselaraskan dengan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan sekaligus Kota Pariwisata Berbasis Budaya.(Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kirab Bakdo Kupat, Warga Pandeyan Bagikan 1000 Ketupat Gratis
Suasana berbeda nampak di sepanjang jalan veteran kampung Pandeyan, Umbulharjo, Minggu (24/6) sore. Ratusan masyarakat antusias menyaksikan tradisi Kirab Budaya Bakdo Kupat yang telah menjadi agenda tahunan warga Pandeyan satu minggu usai lebaran. Meski sempat diguyur hujan, Kirab Budaya Bakdo Kupat yang ke delapan tersebut tetap berhasil menyita perhatian masyarakat. Gunungan kupat dikirab di sepanjang jalur lintasan, mulai dari Jalan Veteran, Jalan Babaran, Jalan Batikan dan finish di Kampung Pandeyan. Selain itu, kirab juga diramaikan dengan marching band, bregodo hingga barongsai. Tahun ini ada dua gunungan yang diarak yakni, gunungan kakung yang berisi ketupat dan gunungan putri yang berisi palawija dan hasil bumi. Ketua Panitia Bakdo Kupat Tahun 2018, Sumarni mengatakan, yang Kakung berupa kupat sekitar 1000 kupat, sedangkan Gunungan Putri berupa sayur-sayuran, yang mendampingi, ada kacang panjang, ada wortel, ada tomat, dan segala macam sayuran. Hasil bumi dari warga kita. "Beberapa kupat diisi dengan uang dengan nominal Rp 20.000 hingga Rp 100.000. Setelah didoakan oleh pemuka agama, gunungan menjadi rebutan warga," jelas Sumarni. Usai kirab acara dilanjutkan dengan kenduri di halaman depan Masjid Ibrahim. Masyarakat berkumpul memanjatkan doa sekaligus makan bersama. "Maknanya untuk kebersamaan, tetap guyub rukun. Lintas agama juga ada, tidak ada perbedaan. Di kampung ini untuk kebersamaan itu bagus sekali," imbuh Sumarni. Sumarni kembali menjelaskan, Kupat dijadikan simbolisasi dalam pelaksanaan Bakdo Kupat karena Kupat dimaknai lepat atau salah. Dengan adanya gelaran Bakdo Kupat dengan harapan segala lepat atau kesalahan bisa dimaafkan. Dalam kesempatan yang sama Camat Umbulharjo Mardjuki mengapresiasi acara tahunan tersebut. Ia menilai kegiatan Kirab Bakdo Kupat di Kampung Pandeyan wujud kepedulian masyarakat dalam menguri-uri tradisi. Selain itu, Ia juga menilai kegiatan tersebut sebagai bukti kekompakan warga Pandeyan. "Keseluruhan acara Bakdo Kupat melibatkan seluruh masyarakat Pandeyan mulai dari anak-anak hingga dewasa, ini merupakan hal yang patut dibanggakan," ucapanya. Menurutnya Kampung Wisata Budaya Pandeyan merupaka salah satu kampung wisata terbaik se-Kota Yogyakarta. Hal tersebut menurutnya dibuktikan dengan ditunjuknya Pandeyan oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta untuk mewakili kota dalam Festival Bentara Budaya di Kulon Progo. "Mudah-mudahan menjadi hiburan bagi kita sekalian, menjadi ingatan bahwa kita punya budaya Bakdo Kupat yang sudah kedelapan kita peringati. Satu momentum bagi kita sekalian untuk mengingat budaya kita, kirab budaya Bakdo Kupat ini, pungkasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Syawalan Bersama Warga Kotabaru, Wawali Ajak Warga Untuk Saling Jaga Toleransi Antar Warga
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi hadiri acara Syawalan warga Kelurahan Kotabaru. Dalam acara tersebut Wawali mengajak agar warga Kelurahan Kotabaru untuk saling menjaga dan meningkatkan rasa toleransi antar warga. Menurutnya dengan sikap toleransi akan membuat warga masyarakat akan lebih nyaman dan damai dalam menjalankan kehidupannya yang juga akan berdampak lebih fokus untuk bekerja. "Mari kita terus jaga toleransi yang ada di Kota Yogya. Toleransi yang selama ini terjaga nantinya akan membawa Kota Yogya akan lebih maju dalam pembangunan ke depan," katanya di Balai Gotong Royong Kotabaru, Minggu pagi (24/6). Ia pun meminta kepada warga untuk tidak saling menjatuhkan bagi sesama warga masyarakat. Dengan saling menghormati antar sesama, lanjutnya, bangsa Indonesia bisa mencapai satu tujuan yakni kesejahteraan, adil dan makmur. "Kerukunan inilah yang melahirkan perdamaian di antara warga. Kondisi wilayah yang damai, merupakan modal kuat Pemkot Yogya dalam mewujudkan pembangunan yang baik sesuai dengan visi dan misi, Heroe menginginkan bahwa dalam mencapai satu tujuan yang maksimal nilai-nilai Pancasila bisa diterapkan oleh warga masyarakat. "Penerapan Pancasila Ini sangat dibutuhkan karena ini luar biasa sekali hasilnya. Bersatu dengan semangat gotong royong bisa dimulai dari lingkungan keluarga yang kemudian bisa di lakukan lingkungan masyarakat yang lebih luas," terangnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Loko Coffee Shop Secara Resmi Dibuka.
PT. Reska Muli Usaha secara resmi membuka Loko Coffee Shop di kawasan Malioboro, Minggu (24/6). Pembukaan di hadiri oleh PLT Direktur Utama PT. Reska Multi Usaha (RMU) Muhammad Sahli, Direkur Utama PT. KAI (Persero) Edi Sukmoro dan Walikota Yogyakarta Hariyadi Suyuti. Dalam acara Soft Opening Loko Coffee Shop di memeriahkan oleh Reska Move dan Angklung Kridotomo. Peresmian Loko Coffee Shop dibuka langsung oleh Direktur Utama PT. KAI (Persero) Edi Sukmoro, dan Walikota Yogyakarta Hariyadi Suyuti beserta jajaran Pejabat Utama PT. KAI (Persero) dan PT. Reska Muli Usaha. Cafe yang buka 24 Jam ini memiliki konsep semi outdoor yang membuat pengunjung dapat menikmati suasana hiruk pikuk kota Yogyakarta sambil menikmati hidangan khas Loko Coffee Shop Malioboro. Direktur Utama PT. KAI (Persero) Edi Sukmoro Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa Loko Coffee Shop ini akan memajukan dan memperkenalkan kopi yang ada di seluruh Nusantara yang di buat oleh barista lokal dan berharap minuman kopi bisa sampai ke ranah Internasional. "Kita harus memajukan kopi nusantara, bukan hanya di malioboro saja namun kita berharap sampai ke internasional" ucapnya. Walikota Yogyakarta Hariyadi Suyuti mengatakan sangat senang karena ada bagian dari malioboro yang bisa dinikmati masyarakat dengan meminum kopi dan menikmati suasana Kota Yogyakarta pada malam hari. "saya senang sekali disini diujung utara maliobro, sebelah barat, tempat ini untuk menikmati kopi dan melihat malioboro sepi saat malam hari" ungkapnya. Di sela-sela sambutannya Hariyadi Suyuti menambahkan dalam peresmian ini di harapkan Loko Coffee Shop menjadi salah satu ikon yang ada di kota Yogyakarta. "semoga loko coffee menjadi tambahan ikon wisata kota yogyakarta" ungkapnya.(Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Petunjuk Teknis PPDB 2018
Berikut kami sampaikan Petunjuk Teknis Pelaksanaan PPDB RTO Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. untuk Juknis PPDB 2018 silahkan diunduh di sini. untuk Perubahan Pertama Juknis PPDB RTO 2018 silahkan diunduh di sini. untuk Perubahan Kedua Juknis PPDB RTO 2018 silahkan diunduh di sini. untuk Peraturan Walikota tentang PPDB 2018 silahkan diunduh di sini. untuk jadwal pelaksanan PPDB 2018 silahkan diunduh di sini. untuk pendaftaran, informasi dan konsultasi silahkan mengunjungi tautan berikut ini terima kasih.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pantau Malioboro, Wawali Berharap Para Pengunjung Ikut Menjaga Kebersihan Malioboro
Masih seperti tahun tahun sebelumnya, Kawasan Malioboro selalu menjadi tujuan utama pemudik yang menghabiskan waktu libur lebaran di Kota Yogyakarta. Menyikapi hal tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menegaskan jika perlu ada pelayanan maksimal kepada para pengunjung dengan memberikan pelayanan optimal kepada pengunjung. "Pemerintah Kota Yogyakarta selalu berkomitmen untuk terus menjaga dan mewujudkan kawasan Malioboro yang aman, tertib, dan bersih. Semua pihak memiliki peran untuk terlibat dalam mewujudkan ketiga aspek tersebut di Malioboro" katanya saat melalukan Pantauan di kawasan Malioboro, Kamis Sore (21/6). Selain itu untuk menjaga kemyamanan para pengunjung, Pemkot Yogya juga telah melakukan penertiban parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di lokasi larangan. Ia mengungkapkan jika selama libur Lebaran, Pemkot Yogya telah menerjunkan petugas dari SatPol PP, Dishub dan petugas keamanan Malioboro dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro atau Jogoboro yang selalu bertugas menjaga kawasan tersebut. "UPT Malioboro juga sudah menyiapkan posko aduan yang bisa diakses oleh pengunjung Malioboro untuk menyampaikan berbagai keluhan atas pelayanan di Malioboro" katanya. Ia pun menghimbau agar para wisatawan bersedia berjalan kaki atau menggunakan sepeda saat menjelajahi Kota Yogyakarta. "Padatnya lalu-lintas di Kota Yogyakarta karena kendaraan pribadi roda empat yang hampir semuanya menyasar kawasan Malioboro, menikmati Jogja bisa dengan bersepeda, agar leluasa dan puas menjelajahi sudut-sudut menariknya. Ada juga andong dan becak yang bisa digunakan jasanya," ungkap Heroe. Sementara untuk mengantisipasi penumpukan kendaaraan, Pemkot Yogya telah mempersiapkan kantong-kantong parkir beberapa titik di seputaran kawasan Malioboro yang bisa jadi pilihan wisatawan. Parkir Ngabean, Senopati, dan Abu Bakar Ali telah disiapkan untuk menerima lonjakan kendaraan yang hendak menikmati Malioboro. "Tapi selain Malioboro, wisatawan bisa juga ke objek lain yang jaraknya tidak jauh seperti Kraton, Taman Pintar, Pakualaman, Tamansari dan bahkan Kotagede. Kita bisa menikmati banyak hal di Kota Yogyakarta." pungkas Heroe. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Selama Libur Lebaran, Pemkot Tindak 19 Jukir Nakal
Sejumlah juru parkir (Jukir) nakal ditindak oleh Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Penindakan tersebut dilakukan karena mereka melanggar Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dengan menaikkan tarif parkir tidak sesuai ketentuan, selain itu mereka juga ditindak karena menyediakan kantong parkir liar. Dikatakan oleh Kepala Bidang perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Imanuddin Aziz, hingga Rabu (20/6) kemarin, total ada 19 juru parkir yang ditindak. "Operasi penertiban dilaksanakan sejak H-7 Lebaran, adapun lokasi jukir yang tertangkap operasi di antaranya di Jl. C Simanjuntak, Jl.KH Ahmad Dahlan, Jl. Ketandan, Jl. Pasar Kembang, Jl. Beskalan, Jl. Suryatmajan, dan Jl. Veteran dekat Gembira Loka Zoo," Katanya. Lebih lanjut Azis menuturkan, operasi kali ini pihaknya berfokus pada penindakan, tidak lagi hanya pengawasan dan penindakan. Jukir nakal tersebut terancam Tindak Pidana Ringan (Tipiring). "Mereka akan dipanggil ke Satpol PP mulai Senin (25/6) besok dan selanjutnya akan dijadwalkan untuk Sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Mereka terancam sanksi pidana maksimal 3 bulan dan denda maskimal Rp.50 Juta, sementara untuk Jukir resmi yang pasang tarif nuthuk akan kami evaluasi misalnya surat tugasnya dicabut," Jelasnya. Persoalan parkir di Yogyakarta bukan hal baru. Hampir tiap tahun terutama di musim liburan praktik tersebut selalu dijumpai. Menurut Aziz, praktik parkir nuthuk ini mencoreng citra Yogyakarta. "Tentu evaluasi itu akan kita lakukan juga, karena ini kan sudah merusak citra Yogyakarta lebih khusus bidang perparkiran," sebutnya. Sementara, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menuturkan praktik parkir nakal tersebut disebabkan oleh perilaku yang salah dari juru parkir sendiri yang memanfaatkan aji mumpung, bukan karena lahan parkir yang terbatas. Menurut Haryadi, jika persoalan ini tidak segera diatasi maka akan berdampak terhadap citra dari Kota Jogja. Oleh sebab itu, ia telah meminta kepada instansi terkait untuk menindak tegas para jukir nakal yang menerapkan tarif parkir di atas ketentuan. "Semua sudah kami cek. Yang belum kapok, akan terus kami tindak. Jika masih melakukan, maka akan kami tindak, sampai mencabut izin mereka," tuturnya Haryadi mengatakan persoalan tarif parkir sejatinya telah disampaikan oleh Pemkot kepada para jukir, jauh-jauh sebelum libur Lebaran. "Sudah berkali-kali kami imbau, jangan sampai pasang tarif yang tidak wajar. Sebab, semua ada aturannya," tambahnya Pada tahun ini sendiri laporan mengenai Jukir nakal paling banyak masuk melalui media sosial, selain itu keberadaan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang baru saja dilaunching kemarin juga cukup membantu masyarakat untuk mengadukan pelanggaran bidang perparkiran. Dituturkan oleh Plt,. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta, Ig. Trihastono, laporan yang masuk melalui JSS didominasi oleh perparkiran. "Kebanyakan aduan tentang perparkiran. Laporan yang masuk mengeluhkan sulitnya parkir di Yogya, tidak hanya masalah tarif parkir," Ungkapnya (ams)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Hari Pertama Kerja, Walikota Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal
Hari pertama masuk kerja setelah libur panjang lebaran, Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar syawalan bersama Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta, kamis (21/6). Dalam kesempatan tersebut Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti memastikan pelayanan publik sudah berjalan normal. "Pelayanan publik dan administrasi Pemerintah Kota sudah berjalan sebagaimana biasanya," ucap Haryadi. Pasca bulan Ramadhan ini Haryadi juga mengajak seluruh karyawan untuk melakukan Hijrah Pelayanan, melalui gerakan perubahan mendasar dan menyeluruh dalam pelayanan publik. "Kita rubah paradigma lama, menuju paradigma baru yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat," imbuhnya. Menurutnya pelayanan merupakan perilaku yang terus-menerus wajib diperbaiki untuk dapat menjadi lebih manusiawi terhadap yang dilayani. Untuk dapat meujudkan pelayanan yang berkualitas Haryadi berharap melalui Melalui momentum HUT Pemkot Yogyakarta ke-71, Ia mengajak seluruh aparatur agar menemukan dimensi-dimensi ibadah dalam pelayanan publik. "Sehingga segala aktifitas kedinasan adalah niat dan dilandasi beribadah kepada Allah Subhana wa ta"alla, maka dengan demikian dapat menghindarkan kita dari perbuatan melanggar hukum," tegas Haryadi. Selain itu, Ia juga berpesan kepada seluruh pegawai Pemkot agar bisa saling mengikhlaskan dan memaafkan. "Semoga halal bi halal ini dapat meringankan langkah kita ke depan dalam berkomunikasi dan berkoordinasi melaksanakan semua tanggung jawab kita dalam hal apapun demi kemajuan Kota Yogyakarta yang kita cintai," tandasnya. Syawalan tahun ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, asisten, staf ahli, seluruh kepala OPD dan seluruh karyawan Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain itu, Nampak hadir istri Walikota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun dan istri Wakil Walikota Poerwati Soetji Rahajoe. Ikrar syawalan dibacakan dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Titik Sulastri. Setelah menyampaikan pidato sambutannya, acara disusul dengan halal bi halal ditandai dengan jabat tangan dengan Walikota. Seluruh Karyawan Pemkot pun nampak berbaris rapi menunggu giliran bersalaman dengan Walikota. (Tam).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Yogyakarta Khatib Sholat Idul Fitri 1439 H Di Asrama Mahasiswa Dewantara
Halaman Asrama Mahasiswa Dewantara (Asma Dewa) di Celeban, Tahunan, Umbulharjo pada Jumat, (15/06/2018) pagi dipadati ratusan umat Muslim yang berdomisili di sekitar asrama tersebut untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri 1439 H/2018. Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA yang diminta menjadi khatib hadir bersama dengan isteri Soetji Poerwati dan putra putrinya. Setelah menunaikan Shalat Idul Fitri dengan Imam H. Abdullah M. Ali, seluruh jamaah masih tetap berada di tempatnya mendengarkan khutbah yang disampaikan Wakil Walikota Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut Heroe menekankan bahwa perubahan yang terjadi pada diri seseorang harus diwujudkan dalam suatu landasan yang kokoh serta berkaitan erat dengannya. Sehingga, perubahan yang terjadi pada dirinya itu menciptakan arus, gelombang, atau paling sedikit riak yang menyentuh orang lain. "Oleh karena itu, pembinaan individu berbarengan dengan pembinaan masyarakat dan dalam saat yang sama, masing-masing menunjang yang lain, pribadi-pribadi itu menunjang terciptanya masyarakat dan masyarakatpun mewarnai pribadi-pribadi itu dengan warna yang dimilikinya," ujar Heroe. Untuk itu Idul Fitri menurutnya dapat dijadikan sebagai momentum menguatkan persaudaraan sesama sehingga upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih nyaman, rukun, damai, sejahtera, maju dan mandiri dapat tercapai. Heroe juga mengajak umat Muslim untuk menjunjung dan memperhatikan nilai-nilai ajaran Al-Qur"an bahwa sesama insan untuk saling mengenal dan mengerti (ta"aruf), saling memahami (tafahum), saling menghargai dan menghormati (tasammuh), saling membantu (ta"awun) dan saling menanamkan rasa cinta dan kasih sayang (tarahum). Pada akhir khutbahnya beliau menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1439 H kepada seluruh jamaah yang hadir. Sebelum meninggalkan tempat tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta beserta keluarga menyempatkan diri untuk halal bi halal, berjabat tangan dengan sebagian jamaah yang mengikuti shalat Idul Fitri di Asrama Mahasiswa Dewantara. (Lely)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Buka Gema Takbir Jogja Di Masjid Besar Yogyakarta
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi membuka acara Gema Takbir Jogja 1439 H / 2018 yang diselenggarakan di Masjid Gede Kauman Jogja,. Takbir senantiasa memberikan kedamaian bagi semua. Demikian pesan Wakil Walikota Yogyakarta yang disampaikannya saat membuka acara Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gondomanan, Kamis,(14/06/2018) malam. "Hal yang dilakukan selama satu bulan ini semata-mata untuk meraih ridho Allah," ujar Wawali. Dirinya berharap kegiatan ini dapat menandai hidup yang jauh lebih baik dengan harapan yang lebih tinggi dari sebelumnya serta menjaga ukhuwah dan tegaknya syiar agama Islam yang bisa menunjukkan ajaran Islam yang Agung, Islam yang damai dan syiar yang bermanfaat. "Hal tersebut sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu Menjaga Ukhuwah dan Merawat Syiar," tambahnya. Acara yang diselenggarakan di Masjid Gede Kauman itu diikuti oleh 14 peserta dari wilayah Gondomanan dan sekitarnya yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dihadiri pula oleh Ketua Takmir Masjid Gede Kauman, perwakilan dari Kraton Ngayogyakarta, PDM Kota Yogyakarta, PBHI dan unsur tokoh masyarakat Kecamatan Gondomanan. Peserta dilepas dengan pengibaran bendera dan bersaing untuk memperebutkan Piala Raja Sri Sultan HB X bagi juara umum. (Lely)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Hari Libur Dindukcapil Kota Jogja Tetap Buka Layanan, Animo Warga Meningkat Dua Kali Lipat Dari Hari Biasa
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta selama liburan atau cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H/ 2018 tetap memberikan pelayanan kepada warga masyarakat Kota Yogyakarta untuk mengurus Akta dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Layanan tersebut dibuka pada hari Selasa, Rabu dan Kamis atau tanggal 12. 13. dan 14 Juni 2018 pada pukul 08.00-12.00 WIB. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, H. Sisruwadi, saat ditemui di kantor Dindukcapil, Selasa, (12/06/2018) pagi mengatakan kantornya memberi kesempatan kepada warga masyarakat, khususnya mereka yang sebelum liburan tinggal di luar kota Yogyakarta dan hanya memiliki kesempatan di hari libur ini untuk mengurus dokumen kependukan mereka. "Kami memberikan peluang kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan kegiatan pelayanan ini yang dilaksanakan dari hari Selasa (12/06) hingga Kamis (14/06)," ujar Sisruwadi. Dirinya i berharap masyarakat yang memerlukan dokumen kependudukan bisa terlayani pada tiga hari sebelum hari Lebaran ini. "Kami juga menginginkan bagi warga masyarakat yang sampai sekarang melaksanakan perekaman atau mungkin mau cetak KTP yang kemarin belum sempat, ini bisa memanfaatkan. Harapan kami masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik," tambahnya. Sisruwadi menjelaskan pelayanan yang diberikan meliputi rekam cetak KTP elektronik, cetak KK, pindah datang, cetak KIA, permohonan akta kelahiran, akta kematian, akta perceraian dan akta perkawinan. "Itu semua kita buka pelayanan. Karena personil kita lengkap. Kayak hari biasa ", Kata Sisruwadi. Animo warga Dikatakan, animo warga masyarakat untuk memanfaatkan layanan di hari libur ini cukup tinggi. Dan bahkan menurut Sisruwadi jumlahnya mencapai dua kali lipat dari hari biasanya. "Dari pengalaman dulu , pengelaman beberapa daerah khususnya di DIY pelayanan di hari libur ternyata cukup banyak. Ya, Bisa dua kali lipatnya dari hari kerja biasa," terang Sisruwadi. Banyaknya warga yang datang mengurus dokumen di hari libur ini lantaran informasi Informasi tentang pelayanan ini telah disebarluaskan hingga ke tingkat RT. "Untuk informasi ini sudah disampaikan sampai tingkat RT dan dari RT sudah disampaikan ke masyarakat. Dan masyarakat sangat senang memanfaatkan waktu yang kami berikan kepada mereka," tambahnya. Tenaga Pelayanan Untuk tenaga atau karyawan yang melayani Sisruwadi mengatakan kompisisinya dari semua layanan yang ada semuanya lengkap dan terwakili. Karena momentum ini merupakan hari libur Sisruwadi memberikan kebebasan kepada para karyawan yang memiliki waktu luang untuk datang melayani. Ternyata diluar dugaan, hampir semua jenis pelayanan ada petugas yang siap melayani. Para karyawan kami menyambut dengan senang hati, karena prinsip pelayanan di Dindukcapil adalah pelayanan yang membahagiakan masyarakat. " Kami memberikan kebebasan kepada karyawan. Yang punya waktu boleh datang untuk melayani. Kita tidak paksakan mereka harus datang, karena ini cuti ya. Kemarin kita sampaikan kepada teman teman mereka yang bisa datang, ada waktu silakan datang. Sehingga kompisisi antara Capil dan Daduk sama Piak harus ada semua. Perwakilannya harus ada semua," terang Sis sapaan Sisruwadi. Sebelumnya Sisruwadi telah mengumpulkan semua karyawan untuk menayakan kesiapan serta pengecekan jaringan, kelengkapan peralatan,dan kelengkapan lain seperti blangko KTP, Film, dan blangko yang lain yang terkait. Setelah semuanya beres barulah Sisruwadi mengeluarkan pengumumam kepada masyarakat. "Kita cek, oke semua clear terus saya buatkan pengumumam. Saya tidak enak kalau sudah buka pengumuman ternyata mereka tidak siap, inikan tidak enak. Ternyata semua siap," imbuhnya. Untuk layanan rekam cetak KTP elektronik Sisruwadi menarik semua operator yang ada di kecamatan untuk memberikan pelayanan di Dinas. Karena, selama liburan, kegiatan Adminduk dipusatkan di Dinas dan kecamatan tidak membuka layananan. Dirinya menghimbau warga masyakarat dapat memanfaatkan waktu tiga hari ini dengan sebaik baiknya. Dia juga mengingatkan selama liburan ini kantor pelayanannya hanya dibuka di Balaikota (Dindukcapil). (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Meskipun Hari Libur, Layanan Akta dan KTP Elektronik Di Dindukcapil Kota Jogja Tetap Buka
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta selama liburan atau cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 H/ 2018 tetap memberikan layanan kepada warga masyarakat Kota Yogyakarta untuk mengurus Akta dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Layanan tersebut dibuka pada hari Selasa, Rabu dan Kamis atau tanggal 12. 13. dan 14 Juni 2018 pada pukul 08.00-12.00 WIB. Informasi layanan Akta dan KTP ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, H. Sisruwadi, melalui Surat Pengumuman tertanggal, 06 Juni 2018. Sisruwadi menghimbau kepada warga masyakarat agar memanfaatkan waktu tiga hari ini dengan sebaik baiknya. Sedangkan kantor pelayanannya hanya dibuka di Balaikota (Dindukcapil). (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Serahkan Mini Cinema Untuk Warga RTHP Gajahwong Educational Park Pandean
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Kota Yogyakarta menyerahkan sebuah perangkat mini cinema untuk warga di wilayah Ruang Terbuka Hijau Publik "Gajahwong Educational Park (GEP). Mini cinema itu terdiri dari 1 buah layar lebar (giant screen) berukuran 200 inchi beserta stand (tiang), 1 unit Laptop, 1 unit pengeras suara (sound system), dan LCD itu diserahkan oleh Kepala Bidang Teknologi dan Informatika, Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Suciati Syah kepada warga yang diwakili oleh pengurus RTHP Gajahwong Educational Park. Suciati yang mewakili Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta Ig. Tri Hastono mengatakan mini sinema ini diharapkan dapat mengedukasi warga yang berada di bantaran Sungai Gajahwong sekaligus untuk memperkuat keberadaan fungsi ruang terbuka hijau publik "Gajahwong Educational Park". Suciati juga berharap warga dan pengurus RTHP Gajahwong dapat memelihara komponen peralatan pendukung sinema tersebut agar nantinya dapat dimanfaatkan dalam waktu yang panjang. Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Statistik Dinas Kominfo dan Persandian , Tutik Susiatun menambahkan bahwa tersediannya mini cinema di ruang terbuka hijau publik di taman Gajahwong Educational Park akan memaksimalkan fungsi RTHP GEP sebagai ruang terbuka hijau publik yang memberikan manfaat pengetahuan dan hiburan kepada warga. Warga dapat memanfaatkan mini cinema untuk mengakses pengetahuan dan hiburan yang bermanfaat. Warga juga dapat menggunakan mini cinema tersebut untuk berinteraksi sekaligus mendapatkan hiburan sehat, seperti menonton bersama tayangan video atau film tentang pendidikan, informasi pembangunan dari Pemerintah Kota Yogyakarta atau acara hiburan dari chanel TV yang mengedukasi. Mini cinema dikatakan akan tetap berada di araea RTHP Gajahwong. Siapa saja boleh menggunakan asalkan tetap berada di tempat itu. Apabila warga lain diluar kawasanakan menggunaan dipersilakan, asalkan tetap dioperasikan di RTHP Gajahwong dengan sepengetahuan pengurus, (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Yogyakarta Periode 1991-2001 H. R.Widagdo Tutup Usia
Wali Kota Yogyakarta periode 1991-1996 dan 1996-2001,H, R. Widagdo tutup usia. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (9/6/2018). Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada Jum"at 8 Juni 2018 sekitar pukul 13.00 WIB di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Bapak dari dua anak tersebut dilarikan ke rumah sakit sejak 9 April 2018 karena mengalami komplikasi. Putra asli Yogyakarta kelahiran 7 agustus 1942 itu wafat pada usianya ke-75 tahun. Dengan meninggalkan istri tercintanya Aty Sunaryati dan dua anak kesayangan Anindi Widiningrum dan Adrian Widyadharma. Almarhum diberangkatkan dari kediaman pukul 09:00 wib menuju Balaikota untuk disemayamkan. Dan kemudian dimakamkan di pemakaman karangkajen mergangsan pada pukul 10:00 Wib Untuk memberikan penghormatan terakhir Aparatur Sipil Negara (ASN) pun menggelar upacara penghormatan kepada mantan Walikota Widagdo. Upacara dipimpin oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti Dalam upacara, Haryadi menyampaikan bahwa Widagdo telah banyak memberikan kontribusi bagi Kota Yogyakarta. Dia menyebut Widagdo sebagai pekerja keras dan orang yang disiplin. "Almarhum meninggalkan goresan tinta emas pengabdian selama mengemban amanah sebagai Walikota Yogyakarta periode 1991-2002," kata Haryadi. Haryadi menyebut, Almarhum telah meletakkan pondasi dan sistem yang mapan di Pemerintah Kota Yogyakarta. "Sehingga kami selaku penerus mempunyai pijakan awal yang mantap dalam merencanakan dan melaksanakan Vsi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta," imbuhnya. Haryadi pun mengaku, Yogyakarta merasa sangat kehilangan sosok panutan. "Semoga dengan dedikasi beliau serta amal baik sebagai pelayan masyarakat Yogyakarta, Allah Subhanahu wa ta"alla menetapkan almarhum memperoleh derajat ketetapan yang khusnul khotimah. Amiin Ya Robbal Allamin," ucap Haryadi. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat menjadi ahli waris yang berbakti dan mengasihi almarhum, menjadi amalan yang tiada terputus bagi almarhum sampai akhir jaman melalui doa-doa yang selalu dipanjatkan oleh para ahli waris.(Tam)