Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ribuan Pedagang Pasar Beringharjo Diberi Jaminan Kesehatan
1000 orang pedagang dan pekerja di Pasar Beringharjo mendapatkan jaminan kesehatan gratis selama setahun ke depan. Jaminan kesehatan berupa kartu Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini merupakan kerjasama antara Pemrintah Kota (Pemkot) Yogya dengan BPJS Kesehatan dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dengan adanya bantuan tersebut nantinya apabila para pedagang di kawasan Pasar Beringharjo sewaktu-waktu mengalami gangguan kesehatan dan perlu mendapatkan perawatan medis, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keuangan, karena biaya yang ditanggung menjadi lebih ringan. Direktur Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan jika program bantuan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi yang diberikan BRI kepada pedagang di Pasar Beringharjo yang sebagian besar merupakan nasabah BRI. "Selain memberikan jaminan kesehatan, hal ini sebagai bentuk kepedulian kepada para pedagang yang tinggal di sekitar Pasar Beringharjo yang turut serta memberdayakan ekonomi melalui pasar tradisional," ujarnya di lantai tiga pasar Beringharjo, Jumat (18/5). Ia menjelaskan jika sebelumnya Bank BRI bersama BPJS Kesehatan telah menandatangani Surat Edaran (SE) Bersama Implementasi Layanan Autodebet untuk peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan. "Pemberian Program Bantuan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan dari BRI ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran," katanya. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik langkah yang dilakukan BRI dan BPJS Kesehatan di wilayahnya. Ia mengatakan kesehatan masyarakat yang baik dan terjamin akan mempercepat pencapaian program kerja pemerintah, termasuk pengentasan kemiskinan. Ia menambahkan jika Pemkot Yogya selalu berkomitmen untuk terus memberikan layanan jaminan kesehatan gratis bagi warga Kota Yogya. Dengan tercovernya jaminan kesehatan tersebut, Ia berharap ekonomi mereka akan meningkat. Sebab, mereka sekarang akan fokus untuk mencari uang dan tidak perlu lagi memikirkan biaya ketika sakit. "Ketika sakit para penerima donasi ini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya. Seluruh biaya perawatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan" ungkapnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tembang Jawa Klasik Semarakkan Pentas Seni Tradisi Sanggar Abe Purwokinanti Pakualaman
Rabu malam (9/5), di Jalan Beji Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, diselenggarakan Pentas Seni Tradisi oleh Sanggar ABe pimpinan Suprapto Ameng. Sanggar Abe mementaskan berbagai seni tradisi yang sudah luntur dan dilupakan masyarakat. Menariknya, Pentas Seni Tradisi kali ini melibatkan berbagai usia. "Pentas Seni Tradisi ini terselenggara atas keprihatinan budaya maupun tradisi yang sudah luntur, tergerus oleh teknologi," ujar Ameng mengawali pembicaraan. Menurutnya, sekarang, tembang-tembang anak tidak terdengar lagi, bahkan anak-anak tidak mengenal tembang Sluku-Sluku Batok, Jamuran, atau lainnya. Harapannya, dengan pentas ini, tradisi bisa dikenal lagi oleh anak- anak. Dalam sambutannya, Plt Lurah Purwokinanti, Maryanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Pentas Seni Tradisi tersebut. "Semoga dengan dipentaskannya seni tradisi ini dapat membangkitkan serta memunculkan potensi- potensi seni yang ada di wilayah Kelurahan Purwokinanti. Kami berharap tidak hanya sanggar ABe saja yang eksis, tapi juga kelompok ataupun paguyuban kesenian lain yang peduli dengan seni dan budaya," tutur Lurah Maryanto. Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Saryono, menambahkan, kegiatan Pentas Seni seperti ini sedang digalakkkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta untuk dijadikan sebagai kegiatan rutin. "Dari Beji, khususnya, untuk ditingkatkan kemampuannya. Untuk membentuk kelompok-kelompok baru untuk dipentaskan di tahun berikutnya. Kegiatan ini harapannya bisa menumbuhkan kerukunan antar-warga, tali silaturahmi, dan yang paling utama, mewujudkan dampak destinasi wisata," terangnya. Dengan adanya Pentas Seni Tradisi ini, sambungnya, di masa depan, tidak hanya berdampak pada perkembangan seni, namun juga meningkatnya perekonomian di wilayah. Seni Tradisi yang ditampilkan merupakan produk sanggar Abe, seperti Tari Dolanan Bocah yang menyajikan Jamuran dan Cublak-Cublak Suweng, Macapat, Terbangan, dan Ketoprak. Camat Pakualaman, Sumargandi, merupakan salah satu tokoh Sanggar Abe. (Hardiana Pratiwi/Kecamatan Pakualaman)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wayang Limbah, Kandidat Penerima Kalpataru Tingkat DIY 2018 Kategori Perintis Lingkungan
Pada Senin pagi (30/4), Dinas Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta (DLH DIY) berkunjung ke rumah pengrajin wayang limbah, Samidjan, warga Karangwaru Lor, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo. Samidjan menjadi salah satu tokoh yang diusulkan Kelurahan Karangwaru sebagai calon Penerima Penghargaan Kalpataru Tingkat DIY kategori Perintis Lingkungan. Untuk diketahui, Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok, atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di wilayahnya. Tim DLH DIY melakukan seleksi penerima penghargaan Kalpataru Tingkat DIY Tahun 2018. Seleksi yang dimaksud adalah verifikasi administrasi dan wawancara langsung dengan peserta di lokasi kegiatan masing-masing. Samidjan dinilai berhasil merintis pengembangan sekaligus melestarikan fungsi lingkungan hidup secara luar biasa. Selain itu, aktivitas tersebut merupakan kegiatan yang sama sekali baru, bagi daerah atau kawasan tempat ia tinggal. Pemilihan limbah plastik sebagai bahan pembentuk karakter wayang, ditemukan Samidjan secara tidak sengaja, yaitu saat tetangga rumah tengah membongkar rumah, dan banyak limbah plastik yang akan dibuang. "Saat itu, ada lembar plastik bekas pagar rumah yang siap dibuang, dan saya berpikir, andai limbah itu saya bentuk menjadi karakter wayang, tentu akan lebih awet. Dan sejak tahun 2001, saya berkreasi memanfaatkan limbah plastik yang bersifat keras untuk membentuk karakter wayang yang saya inginkan," terang Samidjan. Menurut Samidjan, kreasi wayang yang dihasilkan olehnya dengan memanfaatkan limbah lebih cocok disebut Wayang Limbah. Selain karena berbahan baku dari sampah/limbah, ada makna tersendiri dari kata limbah, yaitu welinge simbah (pesan leluhur), bermakna selalu memelihara keindahan dunia (memayu hayuning bawana) melalui seni pewayangan". "Praktis, di sela sela aktivitas formal saya sehari-hari adalah memungut (barang) yang terbuang dan memanfaatkan sesuatu yang jelas-jelas akan lama terurai olah alam, yaitu plastik. Saya sadar, wayang limbah tidak akan menghentikan kerusakan lingkungan, tapi setidaknya memperlambat kerusakan lingkungan yang terjadi akibat gaya hidup manusia modern," tandasnya. Sementara itu, Lurah Karangwaru, Suhardi, menuturkan, Samidjan merupakan salah satu tokoh masyarakat yang sangat peduli lingkungan. "Beliau sangat memperhatikan lingkungan sekitarnya, bahkan aktif menjadi salah satu pengurus Bank Sampah di wilayah RT 01 Kelurahan Karangwaru. Keahlian dalam pembuatan wayang limbah plastik ini sangat mendukung pelestarian lingkungan, mengingat limbah plastik merupakan salah satu jenis limbah yang sangat sulit diurai alam," kata Suhardi. Bahkan untuk mendukung kreasi Samidjan agar lebih dikenal masyarakat, setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas Karangwaru Riverside selalu melibatkan Samidjan dengan wayang limbah plastiknya. Ketua LPM Kelurahan Karangwaru, Subandono, menambahkan, karya Samidjan saat launching Yogya Semesta Masuk Desa, beberapa waktu lalu. Menurutnya, wayang kreasi Samidjan turut dipamerkan sepanjang acara. "Ngarso Dalem Sultan HB X menerima salah satu karakter wayang kreasi Samidjan, saat secara resmi me-launching Yogya Semesta Masuk Desa," kisah Subandono. (Kurniawan Sapta Margana/Kecamatan Tegalrejo)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jam Pelayanan Pemerintah Kota Selama Bulan Ramadan
Berkenaan dengan datangnya bulan suci Ramadhan tahun 1439 H/2018 M, maka untuk lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan Ibadah Puasa bagi pegawai di Pemerintah Kota Yogyakarta pada umumnya, dan pegawai yang beragama Islam pada khususnya, maka kami sampaikan beberapa hal sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Sekretariat Daerah nomor 451/1710/SE/2108 tentang Seruan Menyambut Bulan Suci Ramadhan tahun 1439/2018 M Beberapa hal yang diatur antara lain adalah: Jumlah jam kerja bagi Perangkat Daerah/Unit Kerja adalah 32,5 jam per minggu, baik yang melaksanakan 5 (lima) hari kerja maupun 6 (enam) hari kerja. Jam kerja bagi Perangkat Daerah/Unit Kerja yang melaksanakan 5 (lima) hari kerja) selama bulan suci ramadhan diatur sebagai berikut: Senin-Kamis : pukul 07.30 - 14.45 WIB Jum-at : pukul 07.30 - 11.00 WIB Jam kerja bagi Perangkat Daerah/Unit Kerja yang melaksanakan 6 (enam) hari kerja) selama bulan suci ramadhan diatur sebagai berikut: Senin - Kamis dan Sabtu : pukul 07.30 - 13.00 WIB Jum-at : pukul 07.30 - 12.30 WIB Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh tautan di bawah. Terimakasih
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Camat Kotagede Raih Hadiah Utama Hut Bank Jogja
Nur Hidayat yang sehari-hari berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Kecamatan Kotagede Kota Yogya memenangi hadiah utama sebuah mobil Daihatsu Ayla dari Bank Jogja. Hadiah mobil ini merupakan hasil undian HUT Bank Jogja ke 57 yang digelar di lapangan Mandala Krida Yogyakarta pada tanggal 6 Mei lalu. "Saya tidak menyangka bisa memenangkan undian. Mobil tidak akan dijual tetapi akan saya pakai sendiri," katanya usai menerima hadia tersebut di Balaikota, Selasa (15/5) Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi mengatakan, Bank Jogja setiap periodenya selalu mengadakan program-program untuk undian berhadiah, untuk itu pihaknya berharap kepada para nasabah Bank Jogja untuk selalu meningkatkan transaksi tabungannya agar bisa mengikuti program tersebut. "Kami setiap periodenya selalu ada program undian berhadiah, ini salah satu wujud apresiasi kami terhadap nasabah yang selalu bertransaksi di Bank Jogja, "ungkapnya. Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai menyerahkan hadiah berharap, masyarakat tidak menabung di sebuah bank hanya untuk mengejar hadiah yang ditawarkan. "Jika nanti mereka memperoleh hadiah, maka hal itu bisa dianggap sebagai bonus karena menjadi nasabah. Pemberian hadiah ini juga bisa menjadi tanda bahwa bank tersebut berada dalam kondisi yang sehat," katanya. Ia pun meminta agar Bank Jogja terus mempertahankan performa perusahaan dan jangan berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih sebab tantang perekonomian kedepan akan semakin kompleks. Sehingga, lanjutnya, Bank Jogja mampu merealisasikan visi dan misinya sebagai bank yang sehat, kuat efisien dan dipercaya melalui produk dan jasa perbankan yang dihasilkannya secara dinamis dan berkesinambungaa. "Tidak lupa pula untuk terus senantiasa mengedepankan prinsip kemitraan dan keadilan sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas pada sektor riil, mengembangkan muamalah berdasarkan konsep kebersamaan dalam profit dan risk untuk mewujudkan ekonomi yang lebih transparan" ujarnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pedagang Pasar Beringaharjo Uji Coba Bayar Retribuasi Melalui E-Retribusi, Walikota Resmikan Relief dan Taman Tertib Ukur
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan PT. Bank BPD DIY sebagai pemegang kas daerah, meluncurkan sebuah inovasi baru yang diberi nama e-retribusi. E-retribusi memberikan layanan transaksi penerimaan retribusi non tunai bagi para pedagang pasar. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan e-retribusi merupakan kerjasama antara Dinas Koperasi dan Prindustrian Bank BPD DIY. Latarbelakang inovasi e-retribusi itu menurut Tion agar dalam pengelolaan pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi dilakukan dengan transparan dan akuntabel. E-retribusi juga dikatakan sebagai upaya mendukung gerakan pemerintah yakni gerakan nasional transaksi non tunai. Selain itu, e-retribusi ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber daya manusia yang ada di Disperindag Kota Yogyakarta. "SDM kami yang semakin hari semakin berkurang tidak ada tambahan khsususnya petugas pemungut kami. Pensiun tidak ada yang ganti," ujar Tion. Momentum seperti itu dimanfaatkan Tion dan jajarannya untuk mengubah karakter perilaku dalam membayar retribusi. Sebelumnya petugas yang mendatangi para pedagang untuk menagih retribusi, sekarang ini para pedagang yang dituntut aktif mendatangi mesin untuk membayar hanya dengan menge-tab-kan kartu Jogja Smart ke mesin e-retribusi. "Yang selama ini yang aktif dari teman teman kami dari dinas door to door (pintu ke pintu) mendatangi pedagang. Dengan pola e-retribusi ini yang aktif adalah pedagang. Jadi pedagang datang ke tempat ini (mesin), tab selesai. Hitungan kami tidak sampai satu menit selesai," terang Tion. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para pedagang yang mendukung inovasi membayar retribusi dengan menggunakan teknologi informasi yang disebut e-retribusi. Haryadi juga berterima kasih kepada para pedagang yang terus melakukan inovasi pembayaran dari harian menjadi bulanan. Dirinya memuji pedagang lantaran mendukung inovasi e-retribusi. Dimana dengan e-retribusi para pedaganglah yang aktif membayarkan ke mesin e-retribusi. "Jadi luar biasa, saya ucapkan terima kasih , aplaus kepada para pedagang yang terus melakukan inovasi dari (membayar) harian menjadi bulanan. Sekarang ada inovasi baru lagi, pedagang yang aktif datangi mesin e-retribusi untuk bayar retribusi. Dari yang tadinya pasif sekarang aktif. Ini ada perubahan," ujar Walikota. Dirinya merasa bangga karena para pedagang di pasar Beringharjo mengubah pola pikirnya dan terus melakukan inovasi ke arah yang lebih maju. Pasar boleh saja tradisional namun pedagangnya sudah kenal dengan teknologi. "Di sini pasar tradisonal tapi penuh dengan inovasi. Walaupun pasar tradisional di sini sudah kenal dengan ATM, E-money, dan sekarang dikenalkan lagi e-retribusi. Ini luar biasa," puji Walikota. Taman Tertib Ukur dan Relief Aktivitas Pasar Pada saat yang sama pula Walikota didampingi Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi dan Dirut Bank BPD DIY Bambang Setyawan dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkot dan pejabat Bank BPD DIY meresmikan taman Tertib Ukur dan Relief tentang aktivitas kehidupan di pasar tradisional. Relief dan Taman Tertib Ukur itu berada di sisi timur pintu masuk Pasar Beringharjo Yogyakarta. Taman tertib ukur yang disimbolkan sebuah timbangan kodok berukuran besar berada di sisi selatan dan relief tentang aktivitas pasar tradisional berada di sisi utara. Taman itu diberi lampu sorot sehingga pada malam hari akan terlihat menarik. Walikota mengatakan kehadiran taman Tertib Ukur ini tidak hanya sekedar sebuah taman, namun harapannya akan menjadi ukuran dari sebuah perdagangan. Timbangan mengingatkan akan hidup manusia sendiri yang suatu saat akan dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa. "Kita nanti pada saatnya akan ditimbali. Mana yang baik mana yang tidak baik akan ditimbang," ujarnya. Dirinya berharap simbol timbangan ini menjadi tuntunan dan peringatan bagi pedagang untuk selalu jujur dan bersih dalam melakukan transaksi jual beli mereka.Kehadiran taman Tertib Ukur dan relief aktivitas keseharain di pasar tradisonal di Beringharjo menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku pedagang untuk senantiasa menggunakan ukuran yang tertib. Walikota berharap semua pasar memiliki simbol berupa timbangan. "Harapan saya bukan saja di pasar Beringharjo saja tetapi semua pasar tradisional di kota Yogyakarta diberi simbol berupa timbangan yang menandakan kepastian ukuran," harap Walikota. Kontribusi Bank BPD DIY Sementara itu Dirut PT. Bank BPD Drs. H. Bambang Setiawan Ec, MBA mengatakan dalam rangka implementasi gerakan nasional non tunai PT. Bank BPD DIY memberikan dukungan dengan memberikan layanan transaksi penerimaan retribusi non-tunai atau disebut dengan layanan e-retribusi di pasar Beringharjo. Tujuan retribusi non tunai tersebut untuk melayani masyarakat dan pemerintah dalam hal transaksi pembayaran dan penerimaan retribusi pasar. Dijelaskan retribusi non tunai ini merupakan layanan Bank BPD DIY yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Untuk mengoperasikan Bank BPD menyediakan mesin kios retribusi, kartu Jogja Smart, Dashboard retribusi non tunai, dan perangkat pendukung lainnya. Sedang perangkat lunak disediakan oleh Dinas Perindag dan Dinas Kounikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta. Trannsaksi e-retribusi di pasar Beringharjo dilakukan oleh pedagang setiap bulan berdasarkan tagihan dari Disperidag Kota Yogyakarta dengan menggunakan kartu Jogja Smart di mesin kios yang tersedia di Atrium Barat pasar Beringharjo. Untuk mendapatkan kartu Jogja Smart pedagang cukup mendaftarkan diri ke Disperindag tanpa harus menjadi nasabah di Bank BPD. Kartu Jogja Smart ini selanjutnya diambil di Bank BPD DIY Kantor Kas Pasar Beringharjo. Pengurusan kartu ini bersifat gratis, kecuali kartu hilang, rusak dikenakan biaya ganti cetak kartu sesuai ketentuan berlaku. Bambang Setiawan mengatakan tahap awal ini masih diujicobakan kepada 100 pedagang pasar Beringahrjo. Selanjutnya akan dilakuakn secra bertahap melibatkan seluruh pedagang pasar di wilayah DIY. Perlu diketahui pada tahun 2016 kemarin Pemkot mendapat penghargaan dari pemerintah pusat melalui kementerian perdaganagan sebagai daerah Tertib Ukur. Tugu ini merupakan monumen kenang-kenangan yang variabel yang paling dominan adalah pasar tradisional. Sedangkan Relief menggambarkan aktivitas keseharian yang ada di pasar Beringharjo. Walikota dan Wawali menorehkan testimoni dalam prasasti yang akan ditempatkan di masing masing tugu dan relief. "Ini akan menjadi sebuah motivasi sekaligus dorngnan bagi kita semua dan juga menjadi sebuah kenangan. Relief sendiri dibuat oleh seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang didanai dengan dana APBD 2018. Untuk E-Retribusi pengadaan peralatan hardware, pendanaannya dibiayai oleh Bank BPD DIY dan Pemkot dalam hal ini Dinas Kominfo dan Persandian, sedangkan databasenya dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Yogyakarta.(@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Budayakan Sadar Arsip, Pemkot Yogya Lombakan Kearsipan Antar OPD
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menaruh perhatian yang sangat tinggi pada bidang kearsipan, ini di buktikan dengan komitmen Pemkot Yogya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya untuk terus meningkatkan dan melatih setiap Unit Kerja dalam mengelola arsipnya dengan baik dan benar. Salah satu caranya dengan mengadakan lomba kearsipan untuk setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogya Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengatakan lomba tersebut bertujuan untuk memotivasi setiap OPD agar lebih memberi perhatian terhadap masalah kearsipan sehingga tertib arsip dapat terwujud. Dimana pengelolaan arsip, lanjutnya, sangat penting bagi Pemkot Yogya. Selain itu arsip merupakan bagian penting dari sebuah kegiatan baik yang sudah dilaksanakan atau sebagai pedoman bagi pelaksanaan kegiatan ke depan. "Lomba ini untuk menata administrasi di masing-masing OPD, sehingga seluruh dokumen bisa tersimpan dengan baik dan bisa diambil kembali dengan cepat dan utuh ketika diperlukan," ujanya. Untuk kriteria penilaian pada lomba tersebut, Ia menjelaskan jika penilaiannya difokuskan pada jumlah arsip secara keseluruhan. "Jumlah arsip vital serta jenis arsip mulai dari statis, aktif, yang dimiliki oleh setiap OPD" jelasnya Ia mengungkapkan dalam rangka melaksanakan amanat perundang-perundangan kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya telah berhasil menyusun Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogya tentang Penyelenggaraan Kearsipan. "Melalui Perda Kearsipan no 3 tahun 2017 ini diharapkan akan mampu menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan kearsipan dan mendorong akuntabilitas kinerja setiap instansi di lingkuan Pemkot Yogya" katanya. Penyerahan Penghargaan tersebut diserahkan oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti kepada Kepala OPD yang memenangkan lomba tersebut pada saat upacara bendera di halaman Balaikota Yogya, Selasa (15/5). Lomba tersebut di bagi menjadi tujuh kategori. Kategori pertama adalah kategori Dinas, Badan, RS Jogja, Inspektoran dan Sekretariat DPRD. Untuk kategori ini di menangkan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) sebagai terbaik pertama, RS Jogja terbaik kedua, dan Dinas Pendidikan terbaik ketiga Untuk Kategori kedua adalah kategori Bagian, Kantor, BPBD. Terbaik pertama adalah Bagian Administrasi dan Pengendalian, terbaik kedua Bagian Umum, dan terbaik ketiga adalah Bagian Tata Pemerintahan dan Kesra. Kategori ketiga adalah Kecamatan. Untuk Kategori ini Kecamatan Kotagede berhasil meraih juara pertama, sementara untuk juara ke dua dan ke tiga jatuh pada Kecamatan Ngampilan dan Kecamatan Danurejan. Kategori keempat adalah Kelurahan. Kelurahan Ngupasan berhasil meraih juara pertama disusul Kelurahan Kotabaru dan Kelurahan Semaki yang meraih juara dua dan tiga. Untuk Kategori Puskesmas dan RS Pratama, di menangkan oleh Puskesmas Kotagede I sebagai juara terbaik pertama, sementara juara terbaik kedua dan ketiga jatuh pada Puskesmas Umbulharjo II dan Puskesmas Kotagede II. Kategori keenam adalah kategori sekolah dan Unit Pelayanan Teknis (UPT). Untuk kategori ini juara terbaik pertama adalah UPT rumah pelayanan sosial lanjut usia terlantar "Budhi Dharma". Terbaik kedua jatuh pada UPT pengelolaan TK/SD Wilayah utara, dan terbaik ketiga jatuh pada UPT Rumah Pengasuhan anak "Wiloso Projo". Kategori terakhir yakni BUMD. Terbaik pertama jatuh pada PDAM Tirtamarta, Terbaik dan terbaik ketiga jatuh pada PD BPR Bank Jogja dan PD Jogjatama Visesha. Usai menyerahkan penghargaan, Walikota menekankan pentingnya pengelolaan arsip, karena dapat dijadikan salah satu sumber informasi penting dan memberikan gambaran yang nyata. "Arsip merupakan sebuah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, keberadaan arsip harus terus menerus dipelihara" tandasnya Melalui Lomba tersebut Ia berharap pelayanan administrasi Pemkot Yogya akan lebih meningkat serta seluruh OPD semakin sadar bahwa arsip bernilai guna administrasi, hukum, keuangan, ilmiah, kebuktian dan teknologi "Semoga prestasi tersbut bisa terus dipertahankan di masa yang akan datang dan dapat di tularkan kepada OPD lain sehingga kedepan semakin banyak OPD yang mampu mengelola arsipnya dengan baik dan benar" Ujarnya. (Han).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Perkenalan Ketua RT,RW dan LPMK Se-Kota Jogja, Walikota Ajak Warga untuk Bersatu Membangun Jogja Bersama Polri dan TNI
Sebanyak 45 ketua LPMK masa bakti 2018-2023, serta 616 Rukun Warga (RW) dan 2534 Rukun Tetangga (RT) masa bakti 2018 " 2021 menghadiri acara perkenalan dengan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta beserta jajaran Forkompinda di gedung pertemuan Wana Bhaktiyasa, jalan Kenari Kota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti memberi ucapan selamat dan mengajak mereka untuk bersama sama membangun Kota Yogyakarta. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta Drs. Zeni Lingga melaporkan sebanyak 1.249 atau 37 persen dari keseluruhan jumlah ketua RT, RW dan LPMK se-kota Yogyakarta merupakan wajah baru. Sedangkan yang lainnya telah dua kali dan bahkan tiga kali menjabat sebagai ketua RT, RW, maupun LPMK. "Dari 45 Ketua umum LPMK sebanyak 28 atau 62,22 persen Ketua LPMK baru, Dari 616 RW 260 atau 42,21 persen Ketua RW baru, dari 2.534 Ketua RT, sebanyak 961 atau 37,92 persen merupakan Ketua RT baru," terang Zeni. Zeni menambahkan dengan terbentuknya kepengurusan RT, RW dan LPMK yang baru ini maka Pemkot Yogyakarta telah memiliki mitra kerja dalam pelayanan kepada masyarakat, penyampai informasi dari Pemkot kepada masyarakat , memelihara ketenteraman dan ketertiban serta kerukunan warga, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat serta sebagai mitra kerja dalam hal pembangunan. Zeni menjelaskan jumlah Rukun Tetangga di Wilyah kota Yogyakarta mengalami penambahan dari 2.532 menjadi 2.434 atau bertambah dua RT. Sedangkan jumlah Rukun Warga tidak mengalami penambahan atau pengurangan atau tetap 616 RW. WalikotaYogyakarta H. Haryadi Suyuti memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para pengurus dan Ketua RT, RW, dan LPMK terpilih baik yang baru maupun yang terpilih kembali (lama). Walikota berpesan agar para ketua dan pengurus terpilih tetap menjaga kekompakan dan soliditas untuk membangun kota Yogyakarta. "Saya dan Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengucapkan selamat atas terpilihnya bapak ibu untuk mengemban tugas sebagai ketua RT, RW dan LPMK. Selamat bekerja. Selamat menjaga kekompakan untuk Kota Yogyakarta yang kita cintai ini," ucap Walikota. Dalam menjalankan tugas Walikota berpesan agar selalu melakukan koordinasi dan berkomunikasi dengan pihak Kepolisian dan TNI yang ada di wilayah. "Jangan ragu-ragu. Di Kapolres (polres) ada Babin Kamtibmas. Mohon nanti pak RT, RW untuk sering berkomunikasi dengan Babin Kamtibmas. Kemudian juga di wilayah paling kecil di tempatnya pak Dandim (Kodim) punya Babinsa. Ajak mereka,"ujar Walikota yang didampingi oleh Wakil Walikota, Heroe Poerwadi, Dandim 0734 Yogyakarta Kol. Inf. Bram Pramudia dan Kapolres Kota Yogyakarta AKBP. Armaini, di gedung Wana Bhaktiyasa, Senin, (15/05/2018) malam. Dikatakan apabila semua elemen masyarakat bersatu, Kota Yogyakarta akan berada dalam suasana aman, nyaman dan tertib dari bersih dari segala praktek premanisme dan teror yang mengancam. "Saya yakin kalau kita semua kompak bersatu insa"allah Yogyakarta tidak tergoyahkan. Tidak ada preman preman yang menggangu kota Yogyakarta. Tidak ada hal-hal yang bersifat teror yang menggangu kota Yogyakarta. Karena akan berhadapan dengan kami berempat. Karena berhadapan juga dengan kejaksaan Negeri. Pengadilan Negeri, dan semua warga Yogyakarta," tambah Walikota. Walikota juga mengajak warga untuk menjadi bangsa yang berani melawan hal yang tidak benar yang terjadi tengah di masyarakat. Untuk menandai awal pelayanan para ketua RT, RW, dan LPMK Walikota Yogyakarta, menyerahkan secara simbolis perangkat kerja berupa buku register, buku pengantar dan stempel kepada perwakilan ketua LPMK, RW dan RT.(@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Baznas Kota Yogyakarta Adakan Pengajian Songsong Ramadhan 1439 H dan Zakat Award
Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, Baznas Kota Yogyakarta pada hari ini mengadakan pengajian songsong ramadhan dan penyerahan zakat award dengan tepa "memuliakan jiwa raga dan harta dengan puasa dan sedekah", selasa (15/5). Hal ini tidak lepas dari meningkatnya kepedulian dan keshalihan sosial baik para pegawai di lingkungan pemerintah Kota Yogyakarta, masyarakat, instansi maupun lembaga lain dalam segala proses pentasharufan zakat, edukasi maupun lainnya. Mengingat penduduk Indonesia mayoritas dari golongan muslim, zakat, infaq dan shodaqoh dimanfaatkan untuk kesejahteraan bangsa dalam konteks Negara Indonesia. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Adi Suprapto mengatakan penghimpunan zakat, infaq, sedekah dari dana sosial keagamaan lainnya (ZIS dan DSKL) tahun 2017/1438 secara umum terlaksana dengan baik. ZIS dan DSKL terhimpun sejumlah Rp 5.756.104.023 dengan rincian zakat mal perorangan sejumlah Rp 4.028.755.732 zakat mal badan/lembaga sejumlah Rp 166.800.000 rupiah. Disamping itu lembaga-lembaga amil zakat infaq dan shadaqoh yang amanah dan profesional sudah banyak hadir untuk membantu kita dalam mentasharufkan ZIS secara tepat dan benar. Walikota Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan Zakat perlu dipandang tidak hanya sebagai ibadah vertikal tetapi juga merefleksikan rasa kepedulian antar umat Islam. "Zakat perlu dipandang tidak hanya sebagai ibadah vertikal kepada Allah subhanahu wa ta"ala, tetapi juga merefleksikan rasa kepedulian antar umat Islam, memperkokoh rasa persaudaraan dan semangat kegotongroyongan umat dalam menciptakan tatanan masyarakat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta"ala"ucapnya. Disamping itu BAZNAS memiliki pencapaian kinerja dari tahun 2017 diantaranya adalah Penghimpunan/Pungutan, Pentasharufan/Pendistribusian, Kegiatan Unggulan/ Prioritas. Selain itu BAZNAS juga memiliki Program Ramadhan 1438 pengajian songsong ramadhan dan penyerahan zakat award, Pesantren Duafa, Gerai Zakat di Pusat Pebelanjaan dan Pusat Keramaian, Tebar Ta"jil di Pusat Keramaian dan masih banyak lagi. Haryadi Suyuti menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi para penerima zakat award ini, semoga ke depan mampu memberikan keteladanan dalam menyalurkan zakat, infaq shadaqahnya melalui Baznas Yogyakarta. "saya sangat mengapresiasi para penerima zakat award ini, semoga ke depan akan semakin meningkatkan ghiroh (semangat) dalam ber-amar ma"ruf dan mampu memberikan keteladanan dalam menyalurkan zakat, infaq shadaqahnya melalui Baznas kota Yogyakarta" ucapnya. Haryadi Suyuti menambahkan BAZNAS Kota Yogyakarta pengelolanya dan pimpinannya kini semakin amanah, akuntabel, transparan dan professional. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
5 Kelurahan Di Kota Yogya Menjadi Kelurahan Terbaik Tingkat Kota Yogya Tahun 2018
Kota Yogya sebagai kota yang besar dan berkembang tentu tidak lepas dari peran kelurahan. Untuk melihat perkembangan kelurahan yang ada di Kota Yogya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya melalui Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menggelar Lomba Kelurahan Terbaik tahun 2018. Dari lomba tersebut telah ditetapkan 5 Kelurahan sebagai Kelurahan terbaik tingkat Kota Yogya. 5 Kelurahan tersebut adalah Kelurahan Cokrodiningratan, Kelurahan Giwangan, Kelurahan Prawirodirjan, Kelurahan Purbayan, dan Kelurahan Pringgokusuman. Kelurahan dengan nilai tertinggi memperoleh hadiah dari Pemkot Yogya sebanyak Rp 15 juta, terbaik kedua sebanyak Rp 12,5 juta, terbaik ketiga sebanyak Rp10 juta, terbaik ke empat sebanyak Rp 7,5 juta, dan terbaik kelima Rp 5 juta. Pengahargaan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Sutuyi saat upacara bendera di halaman Balaikota Yogyakarta, Selasa (15/5). Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogya, Zenni Lingga menjelaskan lomba kelurahan terbaik dilakukan setiap tahun dengan tujuan untuk melihat sejauh mana tingkat perkembangan dan pencapaian pembangunan. "Dimana harus mencerminkan tingkat kemajuan, serta keberhasilan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan," bebernya. Menurutnya kelurahan merupakan ujung tombak pemerintah, dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap aparatur kelurahan harus senantiasa terus meningkatkan kinerjanya untuk masyarakat. Bila dalam pelayanan tersebut didukung dengan kinerja yang terus ditingkatkan setiap waktu. Maka akan menjadi dampak yang positif, dalam perkembangan pembangunan Kota Yogya kedepan. "Pemerintah kelurahan merupakan cermin keberhasilan dari kinerja Pemkota Yogya, dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. Agar tercipta kesehjateraan secara merata, dan adil berkesenambungan," jelasnya. Ia menjelaskan proses penilaian tahap awal lomba kelurahan tersebut yakni melihat secara langsung kondisi real setiap laporan. Mulai dari administrasi, hingga kroscek langsung di lapangan. Instrumen yang digunakan sebagai dasar penilaian dan evaluasi di antaranya adalah kinerja pemerintahan, penggunaan teknologi informasi, tanggap bencana, inovasi, partisipasi masyarakat, investasi, pendidikan dan kesehatan. "Hasil penilaian tersebut kemudian diverifikasi di kecamatan dan kemudian diverifikasi di tingkat Kota Yogyakarta," katanya. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyambut baik perlombaan tersebut sebab melalui kegiatan positif tersebut akan menambah khasanah keberagaman dan potensi yang dimiliki setiap kelurahan. Menurutnya lomba ini sangat bermanfaat, selain sebagai ajang kompetisi antar wilayah, lanjutnya, juga untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dari semua golongan dalam membangun wilayahnya. Ia berharap dengan prestasi yang sudah di raih oleh empat kelurahan ini dapat mendorong kelurahan lain agar terus menciptakan inovasi-inovasi baru di wilayahnya. "Hal ini penting dilakukan sebagai alat untuk memotivasi kelurahan lain agar menjadi lebih baik serta untuk mendorong kelurahan supaya menciptakan inovasi-inovasi di wilayahnya masing-masing" ujarnya Walikota juga meminta kepada Lurah-lurah untuk terus berinovasi, dan terus bersinergi dengan RT/RW dan masyarakat. Lurah Cokrodiningratan, Narotama, mengatakan jika pihaknya bersyukur jika kelurahan yang di pimpinya terpilih sebagai peringkat terbaik pertama dalam lomba kelurahan terbaik tingkat Kota Yogya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
7 Puskesmas Dapat Bantuan Mobil Ambulans
Tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Yogya mendapat bantuan operasional mobil ambulan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Kesehatan RI tahun 2018. Tujuh Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Danurejan II, Puskesmas Kotagede I, Puskesmas Umbulharjo I, Puskesmas Pakualaman, Puskesmas Wirobrajan, dan Puskesmas Mantrijeron. Penyerahan 7 unit mobil Ambulans ini diserahkan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti pada saat upacara bendera di Halaman Balaikota Yogyakarta, Selasa (15/5) Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogya, Fita Yulia Kisworini mengatakan bantuan operasional mobil ambulan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Puskesmas Kota Yogyakarta. "7 unit mobil Ambulan ini juga untuk menunjang kelancaran pengamanan kesehatan dalam menghadapi musim arus mudik dan arus balik serta cuti bersama menjelang dan selama hari raya Idul Fitri tahun 2018" ungkapnya. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti pada kesempatan tersebut mengharapkan kendaraan Ambulan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya Ambulan untuk puskesmas merupakan ambulan jenis transportasi yang memiliki fungsi utama untuk mengantarkan pasien gawat darurat. "Gunakanlah bantuan ini sesuai manfaatnya, dan dekatkanlah layanan kesehatan kepada masyarakat," Ujarnya. Ia juga mengatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya telah berkomitmen untuk meningkatkan dan memberikan layanan kesehatan bagi warga Kota Yogya. Walikota berharap dengan adanya bantuan operasional mobil ambulan tersebut segala keperluan masyarakat terkait kesehatan dapat berjalan dengan cepat, tepat, sehingga masyarakat dapat menikmati pasilitas kesehatan dengan mudah. "Saya harap dengan adanya bantuan mobil ambulan ini nantinya bisa meningkatkan layanan di setiap puskesmas di masing masing wilayah," katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Angkat Tema Jogja Tempo Doeloe, Pasar Sore Ramadhan Nitikan Diramaikan 130 Pedagang
Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan bersama Takmir Masjid Muthohirin kembali menggelar event pasar sore ramadhan. Mengangkat tema Jogja Tempo Doeloe, 130 pedagang telah mendaftarkan diri. "Kegiatan pasar sore ramadhan yang diadakan di sepanjang jalan sorogenen nitikan ini merupakan tahun yang ke sepuluh," kata Ketua Penyelenggara Pasar Sore, Edi Sustrisno, minggu (13/5). Edi Sustrisno menjelaskan Tahun ini, Pasar Sore Ramadhan disajikan dengan kemasan lebih spesial dengan pembukaan yang dilaksanakan H-4. Selain itu, kegiatan yang mengambil lokasi di sepanjang jalan Sorogonen Nitikan ini lebih panjang dua kilometer dari tahun lalu. Ia mengklaim tahun ini animo masyarakat meningkat sehingga panitia menyiapakan lokasi pedagang lebih panjang dari tahun kemarin. "Deretan pasar sore akan terhampar dari timur RSUD Jogja sampai depan Jogja Fish Market yang ada di Jalan Tegal Turi," imbuhnya. Selain Pasar Sore Ramadhan Panitia juga menyiapkan kegiatan lain untuk meramaikan ramadhan tahun ini. paket kegiatan yang sudah disiapkan panitia meliputi Pengajian Songsong Ramadhan. Selain itu ada pula Grebek Takjil dan Pawai Budaya dengan dimeriahkan marching band dari Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. "Pasar Sore Ramadhan akan berlangsung selama satu bulan penuh atau 17 Mei-13 Juni 2018 setiap sore ba-ad Ashar, dimeriahkan panggung hiburan dan pementasan yang berpusat di depan Masjid Muthohirin," jelasnya. Tahun ini, ia berharap gelaran Pasar Sore Ramadhan bisa menjadi pasar kuliner ke depan. Artinya, kegiatan ini ke depan tidak akan diadakan di bulan Ramadhan saja, melainkan di hari-hari istimewa lainnya. "Salah satunya nanti di Tahun Baru Islam, akan kita buat yang seperti ini mulai tahun depan," kata Edi. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat membuka pasar sore ramadhan mengatakan, Nitikan merupakan salah satu kampung yang memiliki inisiatif luar biasa. Ia mengapresiasi atas kreativitas yang membuat Pasar Sore Ramadhan tetap eksis. "Semoga ini menjadi tempat untuk tumbuhnya ekonomi kemasyarakatan yang berbasis kepada industri rumah tangga, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," papar Heroe. Menurutnya terkenalnya Nitikan akan mendorong tumbuhnya ekonomi yang ada. Sekaigus, mendorong adanya rasa persamaan, persaudaraan, kegotong royongan dan rukun guyub yang ada di masyarakat Kota Yogyakarta. "Pasar Sore Ramadhan menjadi daya tarik lain orang-orang untuk datang dan berswafoto dengan suasana zaman dulu yang ditawarkan. Sehingga, membuat Nitikan menjadi kampung yang terkenal," pungkasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sambut Ramadan, Warga Ngadimulyo Gelar Jalan Sehat
Ada cara unik yang dilakukan oleh warga Kampung Ngadimulyo dalam menyongsong datangnya bulan Ramadan. Warga kampung yang secara administratif berada di wilayah Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan tersebut menggelar jalan sehat yang diselenggarakan pada hari Minggu (13/5) pagi dengan mengambil start dan finish di Masjid Al Huda. Wakil Walikota Yogyakarat, Heroe Poerwadi mengapresiasi kegiatan tersebut. Wawali mengatakan kegiatan ini menjadi cerminan guyub rukun yang terjalin antar warga Ngadimulyo "Kegiatan ini menunjukkan kekompakan warga Kampung Ngadimulyo, dan semaga jadi penanda kita dalam mengedepankan kebersamaan, gotong royong dan guyub rukun. Ini juga menunjukkan sifat orang Yogyakarta yang guyub rukun" Tutur Wawali. Lebih lanjut Wawali berharap kegiatan ini mampu menjadi bekal fisik maupun psikis bagi peserta sebelum menjalankan ibadah puasa ramadan selama sebulan penuh. "Kegiatan ini menunjukkan bagaimana Ramadan disambut dengan cara yang istimewa. Jangan sampai bulan Ramadan dilakukan dengan biasa-biasa saja, jangan sampai akhir ramadan diraptapi karena tidak bisa meamksimalkan ibadah di bulan yang penuh barokah dan ampunan ini. Siapkan fisik dan psikis karena bulan ramadan penuh dengan aktivitas fisik. Semoga kesehatan baik fisik maupun jiwa kita terus terjaga"Harap Wawali. Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh warga Kampung Ngadimulyo bersama Takmir Masjid Al Huda Ngadimulyo setiap menyambut datangnya bulan Ramadan. Dikatakan menurut ketua panitia jalan sehat, Berlin Sunardi. Jalan Sehat kali ini diikuti oleh sekita 300 peserta dan tidak hanya berasal dari Kampung Ngadimulyo. "Peserta tidak hanya dari Ngadimulyo, tapi juga Saudagaran dan Tegalsari" Ungkap Berlin.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ketanggungan Dikukuhkan Sebagai Kampung Panca Tertib
Dalam rangka mewujudkan Kota Yogyakarta yang tertib dan aman, Pemerintah Kota Yogyakarta senantiasa berupaya mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif melalui dikukuhkannya beberapa kampung di Kota Yogyakarta menjadi Kampung Panca Tertib. Kampung Ketanggungan, Wirobrajan menjadi kampung ke-53 di Kota Yogyakarta yang dikukuhkan sebagai Kampung Panca Tertib. Deklarasi sendiri dilaksanakan pada hari Minggu (13/5) pagi di Lapangan Mancasan, Wirobrajan. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut mengkukuhkan Kampung Ketanggungan sebagai kampung panca tertib berpesan agar seluruh komponen masyarakat mendukung terciptanya kampung panca tertib "Ketika sudah mendeklarasikan sebagai Kampung Panca Tertib maka seluruh komponen, baik anak muda, ibu-ibu, bapak-bapak, seluruhnya siap menjadikan Ketanggungan menjadi kampung yang benar-benar Tertib " Pesan Wawali. Lebih lanjut Wawali berharap, predikat Ketanggungan sebagai Kampung Panca Tertib juga mampu untuk terus menjaga guyub rukun antar warganya untuk terus membangun Ketanggungan pada khususnya dan Kota Yogyakarta pada umumnya. "Dengan ketertiban Insya Allah kita hidup lebih nyaman, dengan ketertiban Insya Allah kita semua merasa lebih aman di lingkungan sendiri. Apapun yang terjadi, mari kita saling menjaga, mendorong, membantu agar kita semua mencapai kemajuan dan kesejahteraan secara bersama-sama. Saya berharap semoga Letanggungan ini mampu menjadi pelopor pengelolaan lingkungan menjadi lebih hijau. Insya Allah menjadi kenyaman dan menjadikan kita semua mampu meningkatkan harkat dan martabat. Semoga ini adalah bagian dari upaya kita semuanya untuk ngrabuk nyawa, saling silaturahmi dan selalu bergotong-royong" Tutur Wawali. Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yogyakarta, Nurwidi Hartana menuturkan, saat ini sudah ada 53 Kampung yang mendeklarasikan diri sebagai Kampung Panca Tertib, dan di tahun 2018 ini aka nada tujuh kampung lagi yang menyusul. "Kami menunggu kesiapan warga karena untuk menjadi Kampung Panca Tertib harus ada sinergi dulu, intinya kami selalu siap untuk mendampingi Kampung yang ingin menjadi Kampung Panca Tertib" Katanya. Kampung Panca Tertib sendiri memiliki beberapa tahapan mulai dari pra-sosialisasi, sosialisasi, identifikasi masalah dan potensi yang kemudian dituangkan dalam komitmen, lalu diformalkan dalam deklarasi untuk kemudian deklarasi tersebut menajdi acuan untuk menyusun rencana aksi. Selanjutnya pelaksanaannya akan dievaluasi dalam sarasehan lalu dilaksanakan Rembug Kampung untuk mengkonfirmasi pelaksanaan Kampung Panca Tertib dan jika target komitmen sudah benar-benar diwujudkan maka Kampung Panca Tertib akan beralih ke tema selanjutnya. "Substansinya adalah gerakan bersama, berkelanjutan, dan penumbuhan nilai kebersamaan berbasis Kampung" Tambah Nurwidi. Kampung Panca Tertib Ketanggungan akan berfokus pada tertib sosial dan lingkungan. Hal tersebut diterjemahkan dalam lima butir, yakni mewujudkan Ketanggungan bersih, sehat, rapi, nyaman dan aman, kewajiban bagi warga Ketanggungan untuk mengikuti kerja bakti, mewujudkan tertib berlalu lintas bagi pengendara motor dan pangkalan ojek online di Kampung Ketandan, larangan menjuual rokok bagi anak usia sekolah, dan larangan untuk menyediakan tempat tongkrongan bagi anak sekolah.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kios Angkringan Segoro Amarto Jadi Referensi Harga Bagi Pedagang
Kehadiran Kios Angkringan Segoro Amarto diharapkan menjadi sebuah referensi harga bagi para pedagang, menjaga stabilitas harga dan mampu menekan angka inflasi di Kota Yogyakarta . Harapan itu disampaikan oleh hampir semua anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Yogyakarta, pada peluncuran Kios Angkringan Segoro Amarto Pasar tradional Demangan Gondokusuman Kota Yogyakarta, Minggu, (13/05/2018) pagi. Hadir pada acara peluncuran yakni Wakil Walikota Yogyakarta Drs, Heroe Poerwadi, MA, Kepala Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Sri Fitri, Pimpinan Cabang BPD DIY, Wahyu Wijonrko, Perwakilan Kepala Divisi Regional Bulog DIY, Kabid Komersil Dani Satriyo, Asisten Perekonomian Aman Yuriadijaya dan Kepala Dinas Perindag Maryustion Tonang. Kepala Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto mengataan peresmian Kios Angkringan Segoro Amarto merupakan sebuah inisiatip program kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkot Yogyakarta bekerjasama dengan Bank Indonesia dan pihak lain. Ada tiga tujuan pendirian Kios Angkringan Segoro Amarto yakni untuk menjadi referensi harga bagi para Pedagang, menjaga pasokan, dan menjadi sebuah wahana edukasi bagi masyarakat. Dijelaskan, Kios Angkringan Segoro Amarto menjadi referensi harga bukan untuk bersaing atau menambah pasokan dan juga menjaga kestabilan harga. "Kios Angkringan Segoro Amarto bukan untuk bersaing atau menambah pasokan, Gak. Ini hanya untuk referensi. Fungsi angkringan Segoro Amarto ini hanya untuk menjaga stabilitas harga. Jadi ketika harga turun jauh, Segoro Amarto bisa berada diatas pasarpun bisa. Kalau harga cenderung naik Segoro Amarto menstabilkan. Dia ada dibawah harga," terang Budi. Kios Angkringan Segoro Amarto ditempatkan di depan pintu masuk pasar, Budi berharap semua orang bisa melihat harga kebutuhan pokok dengan jelas. "Harga beras berapa, harga bawang berapa, harga gula dan lain sebagainnya. Harapannya masyarakat konsumen bisa belanja dengan lebih nyaman," tambahnya. Dari sisi pasokan dikatakan TPID bekerja sama dengan Satgas Pangan dari Kepolisian Daerah (Polda) DIY untuk menertibkan hal hal yang berkaitan dengan indikasi spekulasi penimbunan, menahan stok dan lainnya. Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta kembali menegaskan bahwa peluncuran Kios Angkringan Segoro Amarto untuk menjadikan referensi harga bagi para pedagang dalam menentukan harga jual mereka. Kios Angkringan ini pula diharapkan dapat menjaga kestabilan harga dan menjaga laju inflasi. Dikatakan di Kota Yogyakarta telah berdiri tiga Kios Angkringan Segoro Amarto yakni di pasar tradisional Beringharjo, pasar Kranggan dan dan pasar Terban. Tiga pasar ini menurut Wawali merupakan indikator referensi harga untuk semua pasar tradisonal di Kota Yogyakarta. "Yang paling utama adalah ini (tiga pasar ini). Karena kalau orang kemana mana indikator dan referensi harga di tiga pasar ini," ujar Wawali. Kehadiran Kios Angkringan Segoro Amarto di pasar Demangan menjelang Ramadhan dan Lebaran akan sangat membantu pedagang dalam menentukan harga jual komoditi pangan pokok. Untuk mengantisipasi lonjakan harga di hari besar seperti itu, Heroe menghimbau masyarakat agar tidak membelanjakan terlalu berlebihan. Hal itu agar tidak memancing kenaikan harga. "Memang nanti ada banyak (tamu) yang datang dan menyuguhkan. Namun diharapkan untuk belanja yang wajar saja. Kalau pasokan sudah ada, jaminan sudah ada, pasar murah sudah ada, nah yang sekarang yang menentukan adalah masyarakat, supaya tidak beli berlebihan. Sehingga tidak memacing harga naik. Kalau masyarakat terpancing membeli terlalu banyak itu akan memancing harga juga akan naik," ungkapnya. Dirinya juga berharap agar para pedagang memasang harga tidak jauh dari harga yang wajar. Stok Bahan Pangan Pokok DIY Aman Kabid Komersil, Divisi Regional Bulog DIY, Dani Satriyo menegaskan bahwa memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran Bulog bekerjasama dengan TPID akan selalu berada di tengah pasar dan pemukiman akan melakukan operasi pasar khusunya kebutuhan pangan pokok, seperti beras beras, gula, tepung, minyak atau komoditi yang berpotensi akan kenaikan harga. Bulog juga bersama Dinas Perindag Propinsi DIY dan TPID menjelang bulan puasa akan mengelar pasar murah. Dani Satryo menegaskan bahwa saat ini stok komiditi pangan pokok yang berada di Bulog sangat mencukupi. "Kita sudah memperhitungkan hal ini, sehingga Lebaran ini kondisinya akan aman," kata Dani. Selain itu Bulog juga menyediakan stok daging sapi beku. Dani mengatakan Bulog bersedia kapan saja apabila masyarakat atau organisasi meminta mereka mengadakan operasi pasar. Bulog akan mengerahkan timnya untuk melayani waraga masyarakat meski di tengah pemukiman sekalipun. Peluncuran Kios Angkringan Segoro Amarto di pasar tradisonal Demangan ditandai dengan penataan secara simbolis komoditi pangan pokok berupa beras, gula, dan minyak goreng pada etalase Kios oleh Wakil Wallikota, Kepala Perwakilan BI DIY, Pimpinan Cabang BPD DIY, dan Perwakilan Kepala Divisi Regional Bulog DIY. Tidak lama berselang beberapa komoditi diserbu pedagang dan pembeli. (@mix)