Sanggar Bayu Mataram Hibur Warga Purbayan Lewat Seni Budaya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sanggar Bayu Mataram Hibur Warga Purbayan Lewat Seni Budaya
Sanggar Bayu Mataram unjuk gigi melalui gelar seni budaya yang berlangsung hari ini, Selasa (28/8) di Kampung Gedongan, Purbayan, Kotagede. Gelar seni budaya berlangsung hingga kamis (30/8). Gelar seni budaya tersebut berhasil menyita perhatian warga setempat, tidak kurang 500 orang berkumpul menyaksikan pentas pertama Sanggar Bayu Mataram yakni reog ponorogo. Sanggar seni budaya yang bermarkas di Kampung Gedongan tersebut menampilkan sederet kesenian budaya seperti, wayang kulit, reog ponorogo, kirab bregodo, keroncong, ketoprak hingga karawitan. Ketua Panitia Gelar Seni dan Budaya Gedongan, Sutopan Basuki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk melestarikan seni dan budaya sekaligus menghibur warga setempat. "Kegiatan ini kami gagas untuk memberikan hiburan kepada warga, khususnya kecamatan Kotagede," ucap Sutopan. Selain itu, kegiatan tersebut untuk memotivasi para pelaku seni di Kampung Gedongan, sekaligus wujud kecintaan warga Gedongan pada seni dan budaya Yogyakarta. "Kegiatan ini sepenuhnya diprakarsai oleh warga kampung Gedongan, dan ada beberapa dari Kelurahan Purbayan," imbuhnya. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pun ikut menyaksikan langsung penampilan Sanggar Bayu Mataram. Heroe mengaku bangga sekaligus mendorong Sanggar Bayu Mataram menjadi pelopor dan penggerak seni budaya di Yogyakarta pada umumnya. "Saya berharap Sanggar Bayu Mataram menjadi ujung tombak dalam kaitanya melestarikan seni budaya Yogyakarta," kata Heroe di sela-sela acara. Heroe mengingatkan, saat ini gawai menjadi ancaman berat generasi muda mendatang. Karena itulah, Ia berharap Sanggar Bayu Mataram mampu mengajarkan para generasi muda untuk cinta seni dan budayanya. "Jangan sampai anak-anak kita mengenal budaya luar sementara budayanya sendiri mereka tidak tahu. Inilah yang menjadi tugas kita bersama, dan saya berharap Sanggar Bayu Mataram dan sanggar lainya di Kota Yogyakarta mampu mengatasi ancaman ini," tandasnya. (Tam)
Penanggulangan Kemiskinan Di Kota Yogya Terus Dilakukan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Penanggulangan Kemiskinan Di Kota Yogya Terus Dilakukan
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Yogyakarta terus berupaya mengatasi kemiskinan yang terjadi di Kota Yogya, salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Forum Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (CSR) Kota Yogyakarta yang beranggotakan para pemangku kepentingan, yakni Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogya mengatakan tujuan dibentuknya forum tersebut adalah untuk membangun kesepahaman antara Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat bahwa pembangunan di Kota Yogyakarta adalah tanggung jawab bersama. "Apabila telah memilih Kota Yogyakarta sebagai lokasi berbisnis untuk mengembangkan usahanya, maka wajib membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Yogyakarta" ujarnya di Graha Pandawa Balaikota Yogya, Selasa (28/8). Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyembut baik dengan dibentuknya Forum Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (CSR) Kota Yogyakarta. Menurutnya dengan adanya forum tersebut dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kota Yogya. "Dengan adanya forum ini kiranya segenap warga masyarakat Kota Yogyakarta dapat segera merasakan tingkat kesejahteraan yang lebih baik" katanya . Ia pun menghimbau kepada segenap pelaku dunia usaha yang memiliki lokasi bisnis di Kota Yogyakarta, untuk dapat membantu memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian rakyat serta mengentaskan kemiskinan. "Dengan adanya Forum ini saya berharap kita semua dapat bersinergi bersama-sama mengatasi masalah kemiskinan, kesejahteraan dan tantangan-tantangan perkotaan lainnya secara efektif dan tepat sasaran. Karena hanya dengan bersatu bahu-membahu kita bisa mencapai tujuan yang diharapkan" ungkapnya. (Han)
Wakil Walikota Lepas 5 Truk Bantuan Untuk Lombok
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Lepas 5 Truk Bantuan Untuk Lombok
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Rumah Zakat melepas 5 truk bantuan logistik untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bantuan diantaranya berupa selimut, pembersih air, tenda, makanan, kebutuhan pokok, dan susu. Dengan menggunakan jalur darat dan laut diperkirakan bantuan akan tiba dalam tiga hari. Dengan adanya bantuan tersebut, Wawali berharap besar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Gempa Lombok agar kembali bangkit dan memperbaiki kondisi sosial masyarakat Lombok menjadi lebih baik. "Kita berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan. Mari kita semua untuk bersama-sama meringankan saudara-saudara kita di Lombok," jelasnya di Halamn Balaikota (29/8). Ia pun juga berterima kasih kepada seluruh warga Kota Yogya atas semangat dan kebersamaan melalui penggalangan bantuan tersebut. "Mudah-mudahan sedikit banyak bantuan yang diberikan mampu menjadi suntikan energi agar masyarakat Lombok dapat melewati masa-masa sulit ini dengan baik sekaligus menarik hikmah dari setiap peristiwa" ungkapnya Sementara untuk Rumah Zakat, Wawali berharap kedepan Rumah Zakat semakin dapat memberi arti bagi umat manusia, seiring dengan perannya untuk senantiasa istiqomah mengajak para donatur, mitra, pemerintah, media, dan masyarakat secara umum untuk berbuat nyata berbagi bahagia. (Han)
Wawali Tanggapi Pencanangan KKG PKK KKBPK KES Tahun 2018
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Tanggapi Pencanangan KKG PKK KKBPK KES Tahun 2018
Kegiatan Kesatuan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga Kesehatan Tahun 2018 ( KKG PKK-KKBPK-Kesehatan), diadakan kembali, di Ruang Rapat PKK, Pemkot Balaikota, Selasa (28/8). Acara ini bertema "Melalui Kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Kita Tingkatkan Peran Dasawisma Dalam Mendukung GERMAS dan Kampung KB". Dalam hal ini Peran Dasawisma merupakan peran yang strategis untuk melaksanakan pendataan warga, melalui kader yang mendata 10 - 15 warga dalam satu dasawisma yang akan direkap ditingkat RT, RW, dan Kelurahan merupakan data yang sudah valid. Sehingga dapat digunakan untuk perencanaan program KB dan pelayanan lain yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui Kelurahan siaga yang merupakan wadah kegiatan yang ada di masyarakat, diharapkan masalah kesehatan, kependudukan dan KB dapat teratasi. Istri Wakil Walikota Yogyakarta, Poerwati Soetji Rahajoe mengatakan, agar para Camat dalam hal ini ikut serta untuk meningkatkan jumlah warga dan memaksimalkan pemberdayaannya. "Menanggapi apa yang tertera dsini, saya minta bantuannya Pak Camat melalui ibu PKK supaya seandainya bisa mendukung kegiatan ini. Sekarang yang belum ada ditingkatkan, sudah ada ditingkatkan jumlahnya dan dimaksimalkan pemberdayaannya" ungkapnya. Disamping itu Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum yang penting untuk meningkatkan cakupan program peningkatan kesejahteraan keluarga, Keluarga Berencana dan program kesehatan masyarakat. "Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan merupakan momentum yang penting untuk meningkatkan cakupan program peningkatan kesejahteraan keluarga, Keluarga Berencana dan program kesehatan masyarakat" ujarnya. Heroe Poerwadi menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembangunan manusia. "Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembangunan manusia, khususnya dalam hal menciptakan keluarga yang berkualitas, sehat, mandiri, sejahtera dan produktif dalam bidang ekonomi dan sosial" Rangkaian kegiatan KKG PKK-KKBPK- KES akan dinilai mulai tanggal 3 - 26 September 2018, melalui Administrasi KKG PKK-KKBPK- KES, Administrasi Posyandu, Administrasi PHBS, dan Administrasi LBS. (Hes/Vio)
Walikota Tegaskan Tidak Ada Ruang Bagi Pondokan Bebas di Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Tegaskan Tidak Ada Ruang Bagi Pondokan Bebas di Yogyakarta
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) telah meregulasi pondokan melalui Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pemondokan. Dengan begitu Ia menjamin Pemkot tidak memberikan kesempatan adanya pondokan yang bebas. "Dalam Perda tersebut ada sanksi khusus bagi pondokan yang melanggar Perda," ucap Haryadi saat menjadi pemateri dalam Dialog Interaktif Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) Tahun 2018 di MAN 1 Kota Yogyakarta, Rabu (29/8/). Menurutnya Perda tersebut bentuk langkah antisipatif Pemkot untuk menghindari terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan seperti, peredaran narkoba, miras, perilaku asusila hingga praktek prostitusi. "Untuk itulah, kami ingin setiap pondokan memiliki induk semang yang nantinya bertanggung jawab atas semua yang terjadi disana, mampu berperan sebagai orang tua," ucap Haryadi. Haryadi mengingatkan, tanggungjawab tidak hanya sebatas mengawasi saja namun bagaimana induk semang pondokan bisa menjadi orang tua asuh, sehingga mereka juga memperhatikan bagaimana anak-anak berinteraksi dan berkembang. "Harus diperhatikan juga dari sisi sosial, juga spiritualitas. Masak hiya di pondokan tidak ada tempat ibadah, seperti mushola misalnya," tandasnya. Dengan memperhatikan hal tersebut, Haryadi menegaskan tinggal di pondok tidak hanya stay saja, berbeda dengan dengan kost, kalau di Pondok menurut Haryadi ada pendidikan sosial dan dan agamanya. "Induk semangku bisa bekerjasama dengan para tokoh agama untuk memberikan bimbingan rutin selama disana," cetusnya. Dengan Perda tersebut, Ia berharap Pondok memiliki peran strategis dalam membangun kepribadian para penghuninya. Meski begitu Haryadi mengakui masih ada beberapa induk semang yang acuh dengan penghuni pondok. "Dalam Perda tersebut sudah diatur secara detail bagaimana menyelenggaraan pondokan, kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif, jangan sampai ada pondokan yang bebas," jelasnya. Ia pun meminta agar para camat dan lurah se-Kota Yogyakarta untuk kembali gencar turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pondokan tersebut. Dalam kesempatan yang sama Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta Sigit Warsita menjelaskan bahwa pada kegiatan tersebut pihaknya akan menginventarisir masukan mengenai apa yang bisa dilakukan kepada pelajar dan mahasiswa yang belajar di Kota Yogyakarta. "Kami mengambil tema Belajar di Kota, Tinggal di Pondok. Kota Yogyakarta ini destinasi pendidikan. Tapi ada kekhawatiran orang tua yang jauh di sana terkait pergaulan yang mengkhawatirkan," ungkapnya. Senada dengan Walikota, Sigit berharap Selain pondok pesantren tempat kost maupun asrama agar bisa kental dengan nuansa pendidikan agama. "Kalau dalam kost atau asrama isinya muslim, maka harapannya bisa ada tempat sholat berjamaah, ada kajian agama, ada ustadz atau ustadzah, dan seterusnya," tegasnya. (Tam)
Ketika Gentong, Tanaman Toga, dan Ikan Lele Berpadu, Sehat Sejahterakan Purwokinanti
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ketika Gentong, Tanaman Toga, dan Ikan Lele Berpadu, Sehat Sejahterakan Purwokinanti
Apa hubungan gentong, tanaman toga, dan ikan lele dalam konteks kesehatan, bahkan kesejahteraan kelurahan? Sekilas memang tak terlalu tampak, hubungannya. Namun bagi Kelurahan Purwokinanti Kecamatan Pakualaman, tiga hal tersebut ternyata, komplemen. "Banyak hal yang dapat kita ambil dari Gerakan Gentongisasi, Tanaman Toga dan Kendil, yaitu dalam rangka mencapai masyarakat di Kecamatan Pakualaman, khususnya di Kelurahan Purwokinanti, menjadi masyarakat sehat. Selain itu, gentong mencerminkan hidup kita yang bersih, lele sebagai sumber protein rumah tangga, dan toga sebagai obat keluarga," ujar Camat Pakualaman, Rajwan Taufiq. Camat Rajwan mengatakannya saat memberi sambutan pada acara Penyerahan Hadiah Lomba Gentongisasi antar-RW se-Kelurahan Purwokinanti, sekaligus penyerahan secara simbolis tanaman toga, gentong, dan ikan lele olah GKBRAA Paku Alam, Rabu (8/8), di Pendopo Pujowinatan RW 09 Kelurahan Purwokinanti, dihadiri para Ketua RW, Ketua RT, PKK, tokoh masyarakat, atau sejumlah 200 undangan dari berbagai unsur. Menurut Camat Pakualaman, acara yang diprakasai oleh Kelurahan Siaga Purwokinanti ini merupakan program sinergi dengan GKBRAA Paku Alam, Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, Forkompinca, RW, RT, dan CSR. "Harapannya, apa yang sudah kita canangkan bisa kita lestarikan, dan tidak hanya di Purwokinanti, tapi bisa ke Kelurahan lainnya," tandas Rajwan. Sementara itu, GKBRAA Pakualam, menuturkan, acara tersebut bukanlah akhir, tapi justru awal pengembangan Kelurahan Purwokinanti dan Kecamatan Pakualaman. "Gentong ini sebagai awal. Selanjutnya, tugas Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu untuk mengembangkannya. Karena, kegiatan ini adalah dari kita, untuk kita, dan manfaatnya untuk kita," jelas GKBRAA Paku Alam. Bergotong Royong Ketua Kesi Purwokinanti, Asdi Yudiono, mengemukakan bahwa kegiatan Kelurahan Siaga Purwokinanti dilakukan secara indepeden, serta digalakkan masyarakat secara swadaya dengan binaan Puskesmas dan lintas sektor yang terkait dalam bidang kesehatan. Tentunya, telah memberikan inovasi-inovasi di bidang kesehatan untuk saling mendukung serta menyiapkan masyarakat, menuju Indonesia Sehat. "Sejak tahun 2014, Kesi Purwokinanti memperoleh Juara II Tingkat Kota, Juara I di tahun 2015 Tingkat Kota, tahun 2016 Juara I Tingkat Provinsi DIY, dan tahun 2017 Juara I Tingkat Kota dan Gerakan Sayang Ibu," imbuh Dokter Asdi. Ia menerangkan, penyerahan tropi Juara Gentongisasi kali ini merupakan kampanye kesehatan berperilaku hidup sehat dan bersih, dengan cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Program kerja Kesi Purwokinanti, sambung Asdi, di antaranya membuat buku profil yang menggambarkan potensi masing-masing kampung di Kelurahan Purwokinanti, peningkatan literasi, pembuatan kalender, budidaya toga (110 jenis), dan program unggulan mendidik keterampilan akupresur bersertifikasi bagi masyarakat . "Akhir kata, semangat gotong royong dan kebersamaan kita semua menghasilkan sesuatu yang berbeda dan inovatif untuk Kelurahan Purwokinanti dan Kecamatan Pakualaman Top Nomor Satu. Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan pagi ini," tutupnya. (Hardiana Pratiwi/Kecamatan Pakualaman)
Walikota Resmikan FWD Life Cabang Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Resmikan FWD Life Cabang Yogyakarta
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti meresmikan kantor pemasaran FWD Life cabang Yogyakarta di Jalan Magelang, Kamis (30/8). Haryadi menegaskan kebutuhan asuransi saat ini semakin penting baik perorangan maupun dunia usaha. "Karena asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki ataupun jiwa," kata Haryadi. Walaupun banyak metode yang digunakan untuk menangani resiko, namun, menurutnya, asuransi merupakan merupakan salah satu metode yang berkembang saat ini. "Hal ini disebabkan oleh manfaat asuransi yang menjanjikan perlindungan kepada pihak tertanggung kepada resiko yang akan dihadapi perorangan maupun yang dihadapi perusahaan," jelas Haryadi. Ia menambahkan, resiko merupakan kondisi ketidakpastian yang diakibatkan oleh ketidaksempurnaan prediksi seperti musibah, cedera, kegagalan perencanaan dan aspek lain yang sifatnya menimbulkan kerugian. Sehingga menurut Haryadi, perlu manajemen resiko dengan memanfaatkan jasa arusansi. Dengan begitu, Ia berharap PT. FWD Life dapat memberikan pilihan akan asuransi jiwa dan kesehatan maupun berinvetasi dengan berbagai produk jasa yang ditawarkan. "Selain itu kami berharap PT. FWD Life dapat memberikan kontribusi terhadap Kota Yogyakarta utamanya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui perlindungan asuransi yang fleksibel," ucapnya. Dalam kesempatan yang sama Direktur Utara FWD Life, Choo Sin Fook menjelaskan, kantor pemasaran yang di buka di Yogyakarta saat ini merupakan kantor pemasaran FWD Life yang ke-10 di Indonesia. "Yogyakarta sebagai salah satu sentral ekonomi di Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan tingkat literasi dan inklusi yang tinggi," tandasnya. Pihaknya berharap FWD Life mampu makin memperdalam jangkauan pasar yang diprediksi terbuka sekira 3,6 juta penduduk Yogyakarta yang memiliki tingkat literasi keuangan yang terus meningkat sekira 38,5persen dengan presentase inklusi keuangan yang mencapai 76,7persen. (Tam)
Pemilihan Ketua Osis Serentak, Media Belajar Demokrasi Siswa
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemilihan Ketua Osis Serentak, Media Belajar Demokrasi Siswa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogya kembali memelopori penyelenggaraan pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) secara serentak. Tahun ini, pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) dilaksanakan secara serentak di Gedung kotak Taman Pintar Yogyakarta, Jumat (31/8) Dalam pelaksanaan pemilos ini dibuat sama seperti tata-cara pemilu pada umumnya, karena pemilos ini juga bertujan untuk mengenalkan demokrasi pada mereka. "Penyelenggaraan pemilos serentak ini juga bertujuan menjadi sarana pendidikan pada pemilih pemula" ujar ketua KPU Kota Yogya, Wawan Budiyanto. Wawan menjelaskan peserta pemilos ini hampir semua pesertanya akan menjadi pemilih pemula pada saat pelaksanaan Pemilu Presiden 2019 mendatang. Dengan demikian, Pemilos tahun ini menjadi media pendidikan demokrasi pemilih yang strategis bagi mereka. "Jadi mereka bisa merasakan langsung bagaimana tata-cara pemilu yang sesungguhnya, sehingga, mereka dapat menggunakan hak pilihnya dengan rasional dan tidak canggung saat harus nyoblos di TPS pada saat Pemilu nanti," tegasnya. Ia berharap penyelenggaraan pemilos serentak tersebut bisa meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Kota Yogya dalam pilpres dan Pileg nanti. Kegiatan tersebut di sambut baik oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menurutnya pemilos serentak ini sebagai upaya untuk menanamkan jiwa dan semangat demokrasi di kalangan pelajar. "Kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa-siswi SMA di Kota Yogya sebagai wadah untuk pengkaderan kepemimpinan baik secara lokal. daerah maupun secara nasional" katanya. Wawali berharap dari Pemilos tersebut diharapkan akan muncul siswa-siswi yang cerdas, kritis, rasional dan bertanggungjawab, sebagai bibit-bibit potensial pemimpin bangsa di masa mendatang. "Karena pada hakekatnya kegiatan pemilihan seorang pemimpin akan menyaring dan menseleksi untuk mendapatkan yang terbaik dari kumpulan calon-calon yang terbaik pula, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing" ungkapnya. Sementara untuk para ketua OSIS yang terpilih, Wawali berpesan agar menjadi pribadi yang teguh, disiplin, berkarakter, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu memimpin organisasi dengan baik dan adil. (Han)
Pemberian Penghargaan Kepada Wajib Pajak Daerah oleh Wakil Walikota Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemberian Penghargaan Kepada Wajib Pajak Daerah oleh Wakil Walikota Yogyakarta
Pemberian Penghargaan Kepada Wajib Pajak Daerah oleh Wakil Walikota Yogyakarta diselenggarakan, Rabu (28/8) di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta. Pemberian Penghargaan kepada Wajib Pajak Daerah ini bertujuan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan kewajiban Perpajakan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dalam kegiatan ini penerimaan penghargaan meliputi, Wajib Pajak Hotel total 6 wajib pajak, Wajib Pajak Restoran total 5 wajib pajak, Wajib Pajak Parkir Hotel total 1 wajib pajak, Wajib Pajak Hiburan Hotel total 2 wajib pajak, Wajib Pajak Air Tanah Hotel total 1 wajib pajak, Wajib Pajak Reklame Hotel total 1 wajib pajak, Wajib Pajak PBB Hotel total 14 wajib pajak. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap para Wajib Pajak Daerah dapat mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. "melalui pemberian penghargaan kepada Wajib Pajak daerah tahun ini, diharapkan para Wajib Pajak Daerah dapat mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku" ungkapnya. Heroe Poerwadi menambahkan acara penghargaan ini sebagai rasa syukur atas keberhasilan dalam pemungutan pajak. "Acara Pemberian Penghargaan ini juga sebagai ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, atas keberhasilan dalam pemungutan pajak dan ungkapan rasa terimakasih atas partisipasi aktif masyarakat selaku Wajib Pajak"ujarnya. Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Yogyakarta, sampai dengan Bulan Agustus 2018 ini, realisasi 10 jenis Pajak Daerah telah terkumpul sebanyak Rp.245 milyar (atau sekitar 68,79% dari total target Penerimaan Pajak Daerah sebesar Rp 356 milyar). Heroe Poerwadi berharap penerimaan wajib pajak akan lebih baik dari tahun 2017. "Diharapkan Penerimaan Pajak daerah pada akhir tahun 2018 ini akan lebih baik dari pada tahun 2017 yang lalu, tentunya dengan target pajak daerah total secara menyeluruh yang juga dinaikkan" ungkapnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa belum semua anggota masyarakat memiliki kesadaran penuh untuk membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, membayar tepat pada waktunya dan tertib administrasi. Melalui penghargaan ini dapat memberikan motivasi kepada para wajib pajak untuk senantiasa membayarkan pajaknya dengan tertib administrasi dan tepat waktu. (Hes)
Walikota Lepas Ribuan Peserta Gowes Pesona Nusantara 2018
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Lepas Ribuan Peserta Gowes Pesona Nusantara 2018
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti Minggu pagi (02/09) melepas ribuan peserta Gowes Pesona Nusantara 2018 di Balaikota Yogyakarta, tak kurang dari 3000 peserta mengikuti kegiatan Gowes tersebut. Sebelum memulai kegiatan bersepeda, para peserta diajak untuk mengikuti senam sehat di lapangan. Dalam gowes tersebut rute yang ditempuh sepanjang 10KM, Start dari Balaikota pada pukul 07.00 WIB para peserta kemudian menuju barat melintasi Stadion Mandala Krida, dan menuju Jalan Mataram. Selanjutnya, para peserta menuju Taman Parkir Abu Bakar Ali, lalu ke selatan melintasi Jalan Malioboro. Begitu tiba di Titik Nol, mereka menuju arah timur, kembali ke Balaikota Yogyakarta. Rute yang dipilih memang sengaja melewati sejumlah titik penting yang menjadi Landmark Kota Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Walikota berharap agar dengan kegiatan tersebut akan tumbuh atlet-atlet baru yang kompetitif, unggul dan berprestasi. "Untuk itu kita senantiasa menaruh perhatian terhadap pertumbuhan serta peningkatan peranan klub-klub olahraga, terutama yang ada di Kota Yogya untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional" katanya. Dengan begitu, lanjutnya, upaya untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, kuat dan mandiri kiranya harus terus dilakukan antara lain dengan menghidupkan kembali gairah berolahraga di tengah-tengah masyarakat, pelajar dan remaja yang salah satunya adalah melalui olahraga bersepeda. Dengan bersepeda, menurutnya juga akan lebih memasyarakat karena banyak hal positif yang bisa diperoleh dari olahraga ini. "Kegiatan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Yogya yakni terus menggalakkan olahraga di masyarakat, sehingga budaya olahraga bisa membawa masyarakat Kota Yogyakarta menjadi masyarakat yang sehat," tuturnya. (Han)
Latih Kesigapan Warga Kampung Macanan, BPBD Kota Yogya Gelar Simulasi Bencana
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Latih Kesigapan Warga Kampung Macanan, BPBD Kota Yogya Gelar Simulasi Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menggelar simulasi bahaya bencana Kebakaran dan Gempa bumi di Kampung Macanan, Bausasran, Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta. Simulasi ini digelar melibatkan masyarakat dengan tujuan untuk memantapkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di wilayahnya. Kepala BPBD Kota Yogya, Hari Wahyudi mengatakan tujuan diselenggarakannya simulasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada warga untuk tetap waspada terhadap resiko bahaya yang terjadi akibat kebakaran dan gempa bumi. "Dengan adanya simulai ini minimal warga bisa tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menyelamatkan diri sebelum para petugas datang menyelamatkan," ujarnya di lokasi, Minggu pagi (2/9) . Dipilihnya simulasi bencana kebakaran dan gempa bumi, menurutnya lantaran kampung Macanan adalah salah satu kampung yang merupakan pemukiman padat penduduk, sehingga resiko bencana kebakaran dan gempa bumi akan lebih besar. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan apresiasi kepada warga yang telah berusaha dengan baik memanfaatkan kegiatan simulasi terseut untuk mengasah ketrampilan dalam menghadapi bencana nantinya. "Yang terpenting warga memiliki kemampuan antisipasi saat terjadi bencana, turuti perintah dan setiap tindakan simulasi dihapalkan" tandasnya. Simulasi yang dilakukan kali ini, lanjut Wawali, sebenarnya ditujukan untuk mengingatkan kembali terhadap potensi bencana. Meski masyarakat di perkotaan sudah memiliki pengalaman dalam hal penanganan bencana, namun kewaspadaannya tetap harus diasah. "Pasalnya, bencana kerap terjadi secara tiba-tiba. Jika masyarakatnya lengah, maka potensi jatuhnya korban jiwa akan semakin besar" ujarnya. (Han)
Walikota Resmi Buka Kompetisi PSSI Liga 1 Askot Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Resmi Buka Kompetisi PSSI Liga 1 Askot Yogyakarta
Walikota Yoyakarta Haryadi Suyuti secara resmi membuka Kompetisi PSSI Liga 1 Askot Yogyakarta 2018 di Stadion Kridosono, Ahad (2/9/2018), sebelum laga UNY kontra Miliran FC. "Kegiatan ini memiliki peran penting dalam rangka pembinaan klub-klub sepak bola, sekaligus memasyarakatkan sepak bola sebagai olahraga yang sudah sangat populer kepada seluruh lapisan masyarakat," kata Haryadi Suyuti saat menyampaikan sambutannya. Sepakbola, jelas Haryadi, di satu sisi seperti sebuah kehidupan. Ada permulaan, ada perjuangan, dan ada akhir. "Mereka yang bisa memanfaatkan kesempatan akan mencetak gol dan memenangi pertandingan. Persis seperti kehidupan yang kita jalani," ucapnya. Menurutnya semua lapisan masyarakat mulai dari Pelajar, karyawan, pengusaha, hingga ibu rumah tangga memiliki tugas dan fungsi masing-masing. "Dari tayangan layar kaca, kita dapat menangisi kekalahan klub kesayangan. Seolah ada bagian dari hidup ini yang terganggu. Padahal, kita tidak berada dalam satu wilayah atau negara dengan klub tersebut," tandasnya. Itulah sepakbola yang punya makna tanpa batas. Ia menyentuh kehidupan manusia, melewati batas negara dan benua. Ia mengingatkan, bagi sebuah perhelatan olah raga, kesuksesan yang sebenarnya adalah kemenangan bagi sportivitas dan kebersamaan. "Oleh karena itu, semangat para pemain untuk menampilkan kemampuan terbaik haruslah senantiasa membara," imbuh Haryadi. Namun, tandas Haryadi, spirit bertanding yang tinggi harus disertai dengan skill, stamina, kerjasama tim yang baik dan terutama sportivitas dalam bermain. Ia pun berharap kompetisi ini bisa berjalan dengan tertib, lancar dan sukses serta tidak menemui hambatan yang berarti. "Akhirnya saya ucapkan selamat bertanding, junjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan semangat kebersamaan di antara sesama pemain, kita adalah satu, kita adalah prestasi, dan kita adalah Indonesia," pungkasnya. Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum (Ketum) PSSI Yogya, HM Irham, menjelaskan, selain UNY dan Miliran FC, tim-tim peserta kompetisi kasta tertinggi di PSSI Yogya juga meliputi Gama, HW UMY, Orion UAD, IM Naturindo, Bharata Mupat, MAS, TNH dan SO Takrib. "Untuk pertandingannya menggunakan setengah kompetisi. Jadi semua tim akan bertemu meski hanya satu kali pertandingan. Masing-masing tim akan bermain sebanyak 9 kali," jelasnya. Terkiat dengan peraturan khusus untuk pertandingan, Ia kembali menjelaskan, pemain yang diturunkan merupakan pemain berusia 23 tahun. "Untuk pemain senior atau di atas 23 tahun tim hanya diperbolehkan memainkan 3 pemain. Untuk yang masuk daftar susunan pemain 5, sedangkan untuk didaftarkan boleh 10 pemain senior dari total 30 pemain yang didaftarkan," jelas HM Irham. HM Irham berharap dengan dimulainya kompetisi sepakbola di Yogyakarta bisa mengangkat potensi pemain yang ada. Sekaligus bisa semakin menggairahkan kembali sepakbola di Yogyakarta. (Tam)
Baznas Yogyakarta Salurkan Bantuan Rp.85 Juta dan 220 Kg Abon Daging ke Lombok
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Baznas Yogyakarta Salurkan Bantuan Rp.85 Juta dan 220 Kg Abon Daging ke Lombok
Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan berupa uang sebesar Rp.85 juta dan 220 Kg abon daging sapi kepada korban musibah gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum dikirm ke Lombok, bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan mahasiswa Lombok yang berada di Yogyakarta, penyerahan disaksikan langsung Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di ruang kerjanya, Jum"at (31/8/2018). Walikota pun menyambut baik program bantuan tersebut, Ia juga mendorong agar para mahasiswa NTB yang berada di Yogyakarta untuk membuat bank informasi untuk menjembatani informasi. "Pusat infromasi peduli lombok menjadi penting karena kita yang berada disini memerlukan informasi update dan mendetail untuk mengetahui kebutuhan disana," jelas Haryadi. Dengan begitu, baik lembaga maupun perorangan yang hendak menyalurkan bantuan kesana tidak perlu bingung lagi karena telah mendapatkan informasi valid. "Kami berharap para mahasiswa Lombok yang berada disini membuat kesekretariatan pusat infromasi peduli lombok untuk memfasilitasi kebutuhan informasi," ucapnya. Haryadi pun mengajak warga Yogyakarta untuk selalu bersyukur karena diberikan kesempatan dan kemampuan untuk membantu korban musibah gempa di Lombok. Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pentasyarufan dan Pendistribusian Baznas Kota Yogyakarta Adi Suprapto menerangkan, Bantuan berupa Abon daging sapi diperoleh dari Sohibul Qurban di Hari Raya Idul Adha 1439 H. "Jumlah abon daging sapi dan kambing yang akan dikirimkan sejumlah 220 Kg," katanya. Adi kembali menjelaskan, Abon dipacking 250 gram/pax dengan total keseluruhan 880 pax. Dan akan dikirimkan pada Senin, 3 September 2018 melalui Baznas Lombok Utara. "Selain itu, kami juga akan menyalurkan bantuan berupa uang sebesar Rp.85 juta melalui Baznas pusat," imbuhnya. Penyerahan bantuan ini, sambungnya, masuk dalam program Jogja Peduli dengan penerima manfaat warga yang terkena musibah Gempa di NTB. "Kami juga memberikan ucapan terimkasih kepada PT.Bank BPD DIY sebagai mitra sejati Baznas Kota Yogyakarta," kata Adi Suprapto. (Tam)
Grand Opening Batik Wong Jogja & Bakpia Wong Jogja  dengan Konsep One Stop Shopping
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Grand Opening Batik Wong Jogja & Bakpia Wong Jogja dengan Konsep One Stop Shopping
Walikota Haryadi Suyuti didampingi Istri menghadiri Grand Opening Batik Wong Jogja Bakpia Wong Jogja, Jl. HOS. Cokroaminoto No. 149, Sabtu (1/9). Acara ini digelar bersamaan dengan fashion show bertajuk -Cakrawala Jawa Dwipa-, dengan menghadirkan kolaborasi lima desainer lokal. Sebelumnya, BW Jogja juga telah menggelar beragam kegiatan dalam menyambut grand openingnya ini, yang dimulai semenjak medio Agustus lalu. Manajer Bisnis BW Jogja, Haryo Gusnadi menuturkan, BW Jogja hadir dengan konsep one stop shopping, yang mana dalam satu gerai terdapat beragam poduk oleh-oleh, seperti batik, bakpia, aneka makanan ringan, serta pernak-pernik aksesoris lainnya. Selain itu, juga disediakan koleksi batik dengan motif daerah, dengan varian kelas dari mulai batik printing, cap, kombinasi, hingga batik tulis. Kemudian untuk bakpia, pihaknya menyediakan beragam varian rasa. Kacang hijau, kumbu hitam, keju, coklat, susu, dan varian premium seperti choco huzelnut, serta choco almond. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud eksistensi pelaku usaha untuk terus melestarikan Batik dan Bakpia sebagai kekayaan nusantara. "harapan kami usaha yang Bapak/Ibu jalankan dapat selaras dengan komitmen Pemerintah dan Masyarakat Kota Yogyakarta untuk menjaga predikat Kota Pariwisata"ujarnya. Haryadi Suyuti menambahkan pertumbuhan industri kreatif di Yogyakarta sudah terlihat dalam satu dekade terakhir. Banyak faktor yang mendukung Yogyakarta dinilai nyaman bagi pelaku industri kreatif. "saya menghimbau agar Toko ini dapat berjalan beriringan dengan pelaku UMKM lokal dengan kata lain memberikan kesempatan pelaku usaha rumahan untuk "naik kelas" melalui jalur promosi atau kerjasama dengan management Toko Batik dan Bakpia Wong Jogja" ungkapnya. Hal ini sejalan dengan konsep yang saat ini menjadi program utama Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu Greget Gandeng-Gendong (3G), menggandeng" melalui kerjasama kemitraan, maupun menggendong" memberikan bantuan, baik berupa CSR, permodalan, maupun advokasi yang akan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Haryadi Suyuti juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus bersama-sama melestarikan makanan khas Jogja dan Batik Jogja. "Mari bersama-sama, kita jadikan Batik dan Bakpia sebagai maskot budaya dan aset pariwisata unggulan Kota Yogyakarta, kita Istimewakan Kota Yogyakarta dengan Batik, jadikan pesona Batik dan keunikan Bakpia sebagai identitas Bangsa Indonesia yang mendunia" ungkapnya. (Hes)
Wakil Walikota Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter 23 SOC Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter 23 SOC Yogyakarta
Jemaah haji Kota Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 23 SOC telah kembali di tanah air melalui Pesawat Garuda dan mendarta di Bandara Adi Sumarmo, selasa (4/9/2019) pagi. Kedatangan jamaah haji kloter 23 SOC tersebut disambut langsung Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Heroe Perwdadi mengajak bersyukur karena Jemaah haji Kota Yogyakarta kloter 23 SOC kembali dengan selamat dan dalam keadaan baik. "Semoga bapak ibu dapat menjaga kemabruran. Haji yang mabrur itu terus memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Heroe. Heroe Purwadi meminta jemaah mampu menjaga kemabruran dengan aktif di masjid. Selain itu harus mampu menghidupkan majelis majelis taklim. Pihaknya juga mengingatkan, agar jemaah haji dapat menjaga dan memakmurkan masjid. Serta menjadi obor semangat bagi warga dan masyarakat dalam beribadah. "Seluruh jemaah asal Kota Yogyakarta secara otomatis menjadi anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Yogyakarta," imbuhnya. Menandai keanggotaan IPHI ini, Wawali menyematkan PIN IPHI Kota Yogyakarta kepada lima perwakilan jemaah haji. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwama menerangkan, dari jumlah jamaah haji kloter 23 SOC Kota Yogyakarta yakni 360 terdapat satu jamaah yang meninggal di tanah suci. "Jemaah meninggal atas nama Ny.Nurharini Adi Sukarta (67) asal RT46/13 Pringgokusuman, Gedong Tengen Yogya. Nurharini meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi pada 13 Agustus 2018 pukul 7:55 waktu Arab Saudi karena gangguan pernafasan," terangnya. Selain itu, ada 18 jemaah yang terpaksa menggunakan kursi roda, satu dirujuk ke RS Yogyakarta dan satu lainnya mengeluhkan sesak nafas sehingga langsung diantar ke rumah tempat tinggalnya. Pihaknya meminta Jamaah haji yang baru saja tiba di Tanah Air tetap diminta memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat sebagai upaya pemerintah memantau kondisi kesehatan mereka usai menjalankan ibadah. "Dalam waktu 14 hari sejak kembali di Indonesia, seluruh jamaah haji diminta datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kondisi kesehatan," tandasnya. (Han/Tam)