Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kecamatan Pakualaman Gelar Potensi Seni Unggulan
Gelar Potensi Seni Unggulan di Wilayah Kecamatan Pakualaman Yogyakarta telah di buka, ini merupakan kali ke dua digelar. Acara ini dilaksanakan di Alun-alun Sewandanan Pakualaman Kota Yogyakarta pada Kamis (25/10). pSebanyak 60 UMKM dari Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta hadir di alun-alun Sewandanan Pakualaman untuk memamerkan produk-produk andalan mereka dalam acraa Pakualaman Expo 2018 yang berlangsung sejak hari Kamis (25/10) hingga Jumat (26/10)di Pakualaman, Kota Yogyakarta./p pKegiatan ini melibatkan seluruh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Pakualaman yang dinilai telah mampu memasok dan menjangkau kebutuhan snack dan nasi kotak sari tingkat kelurahan hingga provinsi./p pTak hanya snack atau makanan saja yang disuguhkan pada Pakualaman Expo 2018. Aadapun emstand/em instansi bekerjasama dengan komunitas Panwaslu, dan seluruh UMKM Kecamatan Pakualaman./p pDalam laporannya, Ketua Panitia, Erlan Roslan sekaligus Ketua Karangtaruna Pakualaman menuturkan bahwa Pakualaman Expo diadakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Jogja yang ke-262, dan digelar selama 2 hari, yakni 25-26 Oktober 2018, di sepanjang Alun-alun Sewandanan Pakualaman, Yogyakarta./p p"Semoga acara yang sangat dinanti-nantikan pelaku UMKM ini berlanjut setiap tahun dan bisa menjadi agenda rutin tahunan di Pakulaman," ujar/p pIa berharap, acara selama dua hari tersebut berjalan dengan baik serta dapat mengembangkan UMKM Pakualaman, hingga dikenal masyarakat luas./p pErlan Roslan menambahkan, dengan adanya Pakualaman Expo akan memberikan manfaat bagi masyarakat Kecamatan Pakualaman, khususnya pelaku usaha dan para siswa, untuk meningkatkan kemandirian dalam penggalian potensi ekonomi, sosial, dan budaya./p p"Di samping itu, Pakualaman Expo dapat memacu produk atau hasil karya menjadi produk yang unggul dengan tujuan utamanya, menjadikan masyarakat yang mandiri dan kreatif. Selamat dan Sukses untuk Pakualaman Expo," ungkap ./p pGusti Kangjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam mengatakan, junjung kreativitas, inovasi dan sportivitas dalam perlombaan di Pakualaman Expo 2018./p p"Kita sama-sama menunnjukkn kreativitas, inovasi dan sportivitas dalam lomba. Jangan merasa rendah diri, kita bisa semua kita bisa raih. Untuk membangun daerah kita sndiri" ungkapnya./p pGKBRAA Paku Alam menambahkan, akan terus mendukung kegiatan yang ada di Kecamatan Pakualaman. "Saya akan mendukung Lurah, Camat Pakualaman, marilah kita skeuruh pakualaman mendukung acara ini dan kegiatan pakualaman agar senantiasa berkembang untuk menjadi lebih baik" ungkapnya./p pSelain itu kegiatan ini juga memperebutkan Trophy yang diberikan oleh Gusti Kangjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam terdiri dari berbagai lomba yakni Lomba Kreatifitas Stand UMKM, Lomba Paduan Suara, Lomba Gentongisasi Kelurahan Gunung Ketur Kota Yogyakarta yang akan di berikan pada akhir acara yakni 26 Oktober 2018 di Alun-alun Sewandanan Pura Pakualaman Yogyakarta.(Hes)/p
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
586 Perenang Berlaga di Walikota Cup 2018
586 perenang se-Inodonesia beradu dalam ajang kejuaraan renang Walikota Cup VI. Diikuti 37 klub event tersebut akan berlangsung selama tiga hari sejak 26-28 Oktober 2018. p"Event ini sangat tepat untuk mengukur kemampuan diri, sebagai tolok ukur hasil latihan keras dari masing-masing atlet perenang, pelatih dan ofisial," ucap Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Kolam Renang FIK UNY, Jum"at (26/10/2018)./p pSelain itu, event ini penting juga untuk lebih menggelorakan semangat berolahraga di masyarakat, agar prestasi dan capaian bangsa sebagaimana yang telah kita saksikan pada Asian Games dan Asian Para Games yang lalu di Jakarta dan Palembang, tidak kemudian pudar, tetapi sebaliknya akan lebih meningkat lagi di masa mendatang./p p"Saya harapkan seluruh atlet dan ofisial benar-benar menjunjung tinggi sportifitas dalam berkompetisi. Dengan berlandaskan semangat sportifitas dan tekad untuk menjadi lebih baik lagi," kata Haryadi./p pPihaknya juga berharap para atlet dan pelatih dapat melihat kemampuan asli dari masing-masing atlet, mampu memperbaiki performa apabila dirasa kurang, sehingga ke depannya para atlet dapat memberikan yang terbaik bagi Kota Jogja maupun bagi daerah lain manapun dari manapun atlet tersebut berasal./p p"Kepada seluruh peserta Kejuaraan Renang Walikota Cup 2018 ini diharapkan dapat bertanding dengan maksimal, menampilkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mencapai hasil yang terbaik," tandasnya./p pPihaknya juga meminta agar event tersbeut dapat menjadi ajang mengukir prestasi bagi para atlet renang Kota Jogja untuk dapat meningkatkan prestasi, menyambut gelaran Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) DIY XV (ke lima belas) yang akan di selenggarakan di Kota Yogyakarta pada tahun 2019 mendatang./p p"Kiranya kita wajib sengkuyung bersama agar penyelenggaraan PORDA DIY tersebut berjalan sukses, mencapai hasil yang diharapkan, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi atlet-atlet Kota Jogja maupun atlet-atlet DIY lainnya," imbuhnya./p pSementara itu Ketua Panitia kejuaraan renang Walikota Cup VI Anggoro Sulistyo menyampaikan, tahun ini Walikota Cup mengangkat tema "Junjung Sportifitas dalam Berkompetisi untuk Peningkatan Prestasi Kota Yogyakarta"./p p"Kami berharap seluruh atlet dan ofisial menjunjung tinggi sportifitas," katanya./p pIa menjelaskan, Walikota Cup 2018 ini diikuti 582 peserta, yang berasal dari 32 provinsi, dan terbagi dalam 73 tim/club. Nomor yang dipertandingkan antara lain KU V (U9 tahun), KU IV (U11 tahun), KU III (U13 tahun), KU II (U15 tahun), KU I (U 17 tahun) dan senior./p pPihaknya berharap event tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus mengukur kemampuan atlet serta pelatih. Sehingga kedepan akan semakin matang dan siap bertarung di level nasional maupun internasional. (Tam)/p
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kemkominfo Ajak Pemuda Jogja Bijak Bermedia Sosial
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Kota Yogyakarta menyelenggarakan Forum Diskusi Publik dengan tema Bijak Bermedia Sosial Untuk Indonesia Maju di Grand Inna Malioboro, Kamis (25/10) pHelmi Malik Bou, Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial Kemkominfo RI memandang kegiatan ini perlu dilaksanakan karena saat ini salah satu hal yang penting untuk diperjuangkan pemuda Indonesia adalah bijak bermedia sosial. Helmi berharap pemuda dapat memperbanyak data yang akurat untuk pengaruhi ruang publik di media sosial sehingga hoaks makin berkurang./p p"Karena hoaks cukup berbahaya dan dapat mengarah ke disintegrasi bangsa", ucap Helmi./p pAcara yang diikuti oleh komunitas blogger dan Pers Mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta ini juga dihadiri peserta Kirab Pemuda 2018. Kirab Pemuda 2018 merupakan program Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI yang diantaranya bertujuan untuk meningkatkan persatuan dan patriotisme pemuda serta menginspirasi rangkaian program kegiatan di seluruh daerah untuk melakukan kepelayanan kepemudaan dan membuka seluas-luasnya partisipasi pemuda dalam pembangunan./p pDisampaikan oleh Djuaedi, Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI bahwa sesuai UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Karenannya bijak dalam bermedia sosial pun diharapkan dapat menjadi karakter seluruh peserta Kirab Pemuda 2018./p pSebagai nara sumber diskusi, Gun Gun Siswadi, Staf Ahli Menteri bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkominfo RI menegaskan bahwa kita tidak boleh didikte oleh informasi tapi kita harus mengendalikan informasi. Sebagai pengguna internet terbanyak berdasarkan komposisi usia, generasi muda harus berpikir kritis terhadap semua konten media sosial dan menyadari pentingnya beretika di media sosial./p pUpaya yang dilakukan Kemkominfo RI agar teknologi informsi digunakan dengan benar adalah melalui Edukasi Literasi Digital, Pendampingan Berkelanjutan, dan Penegakkan Hukum. Gun Gun pun mengingatakn peserta diskusi agar jangan sampai terpeleset dalam bermedia sosial hingga menjadi kasus hukum./p pAcara diskusi semakin meriah dengan beberapa doorprize yang diberikan bagi peserta dengan emposting/em di media sosial. Setelah mengikuti acara ini diharapkan peserta dapatmeningkatkan pemahaman menggunakan media sosial secara bijak dan memiliki daya kritis terhadap konten dan memanfaatkan media sosial untuk persatuan bangsa./p
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Potong Tumpeng Awali Gelaran PMPS 2018
Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-Alun Utara Yogyakarta akan segera dimulai, sebagai tanda bersiapnya panitia dalam menggelar rangkaian PMPS tahun 2018, di gelar acara pemotong tumpeng. Pemotongan tumpeng tersebut dilakukan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. phidangan tumpeng yang tersaji pada sore hari tersebut mengandung falsafah bahwa tumpeng berkaitan erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. p"Menurut tradisi Islam Jawa, Tumpeng merupakan akronim dalam bahasa Jawa : emyen metu kudu sing mempeng/em (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). Yang berarti segala sesuatu yang sudah kita niatkan dalam hati, dan akan kita kerjakan harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh." Katanya di pendopo Kecamatan Kraton, Selasa sore (23/10)./p pIa menegaskan jika semua persiapan baik persiapan secara fisik, administrasi, sarana prasarana, serta pengaturan manajemen lalu lintas telah dipersiapkan dengan matang. Pada tahun ini, lanjutnya PMPS akan digelar selama 18 hari, yakni pada 2-19 November 2018/p p"Sekaten harus tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat Kota Yogyakarta" katanya./p pIa berharap ke depan Sekaten bukan saja hanya sebuah tradisi semata, namun lebih jauh akan menjadi salah satu lokomotif untuk mendukung tumbuh-kembangnya perekonomian daerah, yang dapat memberikan sumbangan devisa signifikan dengan multiple effectnya./p p"Di mana hal ini merupakan solusi strategis dalam upaya merespon permasalahan ekonomi maupun social" ujarnya/p pSementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogya, Maryustion Tonang mengungkapkan bahwa untuk pendaftaran stand pedagang di Sekaten akan dibuka pada Rabu (24/10) dan Kamis (25/10)./p pTempat pendaftaran di pendopo yang ada di sisi timur Alun-Alun Utara. Jumlahnya ada 512 stand yang diperuntukan bagi masyarakat, ujarnya./p pIa menuturkan bahwa penempatan stand dibagi dalam 4 zona. Tarif di Zona A dan Zona B untuk kelas super premium Rp 6ribu/m/hari, kelas premium Rp 5,5ribu/m/hari, dan kelas reguler Rp 4,5ribu/m/hari./p pUntuk tarif di Zona C kelas premium Rp 4ribu/m/hari dan kelas reguler Rp 3,5ribu/m/hari. Sementara Zona D untuk kelas premium Rp 4ribu/m/hari./p pKalau dari pemerintah tidak membatasi. Selama penyewa datang, mendaftar, dan membayar sesuai tarif, itu yang dilayani. Bayarnya langsung ke BPD. Membayarnya 10 hari pertama, jelasnya./p pPersyaratan yang diperlukan, lanjutnya, adalah membawa fotokopi KTP serta mengisi formulir pemdaftaran. Selanjutnya melakukan pelunasan biaya stand di bank yang ditunjuk./p pKami persilahkan mendirikan stand dari tanggal 24 Oktober. Tapi nanti kami hitungnya tetap per tanggal 2 November, katanya. (Han)/p
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Yogyakarta Menuju Kota Inklusi
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakart berkomitmen untuk terus mendorong Yogyakarta sebagai Kota Inklusi. Sejumlah program telah disiapkan untuk terwujudnya Yogyakarta sebagai Kota Inklusi. p"Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan pendekatan berbasis komunitas pada lima kelompok masyarakat rentan, yaitu, Perempuan, Anak, Lansia, Penduduk Miskin, dan Penyandang Disabilitas," Kata Wakil Walikota Yogyakart Heroe Poerwadi dalam Dialog Tata Kelola Pembangunan Kabupaten/Kota Inklusif di Hotel Horison Ultima Riss Yogyakarta, Selasa (23/10/2018). pMenurutnya hal itu sejalan dengan Visi Pembangunan Kota Yogyakarta, yaitu Meneguhkan Kota Yogyakarta Sebagai Kota Nyaman Huni dan Pusat Pelayanan Jasa Yang Berdaya Saing Kuat Untuk Keberdayaan Masyarakat Dengan Berpijak Pada Nilai Keistimewaan./p pKelima kelompok masyarakat rentan tersebut, sambungya, senantiasa kita dorong untuk berpartisipasi terlibat dan terwakili dalam setiap proses pembangunan, mendapatkan akses kesetaraan kesempatan terhadap pemanfaatan sumber daya baik fisik maupun non fisik, serta mendapat manfaat dan ikut menikmati hasil pembangunan./p pHeroe menjelaskan, sebagai Kota Inklusi, Yogyakarta setidaknya memiliki sembilan Indikator inklusivitas yang harus dicapai dimana mencakup sektor layanan publik, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Hukum dan Keadilan, Ekonomi, Ketenagakerjaan, Transportasi, Informasi, Kependudukan, serta Perumahan./p pBeberapa kebijakan telah digulirkan Pemerintah Kota Yogyakarta berkaitan pemenuhan hak kelompok rentan./p p"Dengan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, maka Pelaksanaan Education For All atau pendidikan untuk semua perlu diperjuangkan oleh semua elemen masyarakat karena pendidikan dan aksesbilitas tidak hanya untuk mereka yang memiliki kesempurnaan fisik dan mental, namun juga anak-anak lainnya yang luput dari perhatian," ucap Heroe./p pDari aspek kewilayahan, pada 2017 Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan terobosan mendorong Kota Inklusi dengan membentuk Kampung Peduli Sehat Jiwa di Kecamatan Danurejan./p p"Kampung Sehat Jiwa ini sangat mampu mendorong motivasi para penyandang Disabilitas. Pelayanannya tidak hanya seputar medis saja, namun ada program edukasi baik kepada penyandang maupun kepada masyarakat," ucapnya./p pDalam dialog tersebut, Yakkum mengundang beberapa daerah yang telah menerapkan pembangunan kota inklusif secara baik untuk berbincang dan berdialog bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)./p pProject Manajer Program Peduli Pilar Disabilitas Pusat Rehabilitas Yakkum Rani Ayu Hapsari mengatakan, Kita undang mereka datang kesini dan kita pertemukan dengan Kementerian agar masing-masing daerah dapat menjelaskan mengenai prakteknya dan tantangan yang dialami oleh daerah tersebut untuk mengembangkan pembangunan inklusi./p p10 kota yang menjadi piloting atau percontohan untuk pengembangan pembangunan inklusi ialah dari Kabupaten Bone, Kabupaten Gowa, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sukoharjo, Sumba, Sumba Barat dan Kota Yogyakarta./p pDi akhir acara tersebut, perwakilan masing-masing daerah juga melakukan deklarasi dengan manandatangani komitmen untuk pembangunan inklusi di daerah masing-masing. (Fina/Dwi)/p
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Yogyakarta Kembangkan Stasiun Tugu Sebagai Transit Oriented Development
Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kraton Yogyakarta, PT KAI (Persero) dan PT HK (Persero) sepakat untuk mengembangkan Stasiun Tugu menjadi Transit Oriented Development (TOD) p"Kesepakatan bersama ini merupakan keberlanjutan kesepakatan antara Pemda DIY - PT KAI saat di Bandung pada 28 Juni 2007 lalu. Yakni 11 tahun yang lalu," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwana X saat membacakan sambutan di Gedhong Pracimosono, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (29/10). pSri Sultan menjelaskan, kesepakatan ini harus menjadi landasan untuk melakukan sinergi dalam pengembangan stasiun tugu sebagai TOD di mana pembangunannya harus diselaraskan dalam kerangka besar pembangunan kawasan Malioboro./p p"Dalam pelaksanaannya, para pihak sepakat akan menindaklanjuti dalam perjanjian kerja sama teknis oleh perangkat daerah. Sehingga tugas dan fungsinya berdasarkan prosedur dan ketentuan perundangan yang berlaku," urainya./p pKonsep TOD berfokus pada layanan transportasi publik yang mudah diakses ke berbagai moda transportasi publik untuk berpindah jalur dan berganti pada moda transportasi yang disukai sesuai kebutuhan warga TOD./p p"Untuk itu, perlu untuk mengatur sistem transportasi agar warga mudah menjangkau kawasan perkantoran, industri, dan pusat-pusat aktivitas perkotaan dari tempat mereka tinggal," jelasnya./p pDalam kesempatan yang sama Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menerangkan, Terkait dengan rencana revitalisasi Stasiun Tugu tidak ada pembebasan lahan. Hal itu dikarenakan, lahan di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta mayoritas adalah tanah kekancingan milik Kraton, yang hak pengelolaannya diserahkan kepada PT KAI./p pAdapun untuk revitalisasi Stasiun Tugu Yogyakarta diharapkan bisa dimulai tahun depan. Namun untuk kepastiannya masih menunggu pembahasan lebih lanjut. Untuk sistem yang akan diterapkan di stasiun adalah transit oriented development dengan konsep lokasi parkir di bawah tanah./p p"Semoga stasiun tugu dan lempuyangan bisa berperan dalam pengembangan pembangunan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat transportasi yang berbasis OTD," imbuhnya. (Tam)/p
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Sebagai Tolak Ukur Kota Blitar dalam Lomba, Pola Asuh Anak dan Remaja Tingkat Nasional
Wakil Walikota Blitar, Santoso beserta jajaran Pemerintah Kota Blitar, serta segenap pengurus PKK Kota Blitar, berkunjung ke Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (30/10). Kegiatan ini di hadiri oleh puluhan peserta kunjungan kerja Kota Blitar yang sangat antusias saat bertukar pikiran seputar program Pola Asuh Anak dan Remaja dalam Keluarga dengan Penuh Kasih Sayang (PAAR DK DPC KS), di mana Kelurahan Wirobrajan, Kecamatan Wirobrajan mewakili Kota Yogyakarta dalam lomba di tingkat Nasional. Selain itu, acara ini merupakan program Pola Asuh Anak dan Remaja dalam Keluarga dengan Penuh Kasih Sayang, Pemerintah Kota Yogyakarta yang memiliki inovasi IMKK, yaitu Indahnya Membangun Kebersamaan Keluarga. Dengan misi "Menjadikan Keluarga sebagai Pendidikan Pertama dan Utama dalam Membangun Karakter Bangsa", serta "Membangun Kerjasama seluruh Pihak Terkait dalam Menciptakan Iklim yang Kondusif untuk Proses Tumbuh Kembang Anak". Wakil Walikota Blitar, Santoso mengatakan, senang dan ingin seperti Kota Yogyakarta yang memiliki banyak prestasi yang telah di raih. "kami sangat antusias datang ke kota Yogya, karena kami bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan harapannya kedepan bisa seperti Yogya yang sudah mendapatkan juara Pola Asuh Anak dan Remaja dalam Keluarga dengan Penuh Kasih Sayang di Tingkat Nasional" ujarnya. Santoso menambahkan pihaknya ingin mempelajari ilmu yang ada di Kota Yogyakarta. "kami ingin bisa mempelajari bagaimana trik-trik dari Yogya yang bisa kami contoh untuk Kota Blitar" ujarnya. Pemerintah Kota Yogyakarta saat mengikuti Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Tim Penggerak PKK bersama masyarakat Kelurahan Wirobrajan melaksanakan berbagai program unggulan Selain itu berkaitan dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila, seiring dengan paradigma baru sebagai pembina karakter keluarga, Pemerintah melaksanakan program Pencegahan Kejahatan Seksual Terhadap Anak (PKSTA), Pencegahan Penyalahgunaan Napza (P4GN), Tertib Administrasi Kependudukan dan PBBP GN-AKSA (Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak), dan lain sebagainya. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, keberhasilan pembangunan suatu bangsa tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisiknya saja, tetapi juga ditentukan oleh keberhasilan pembangunan manusia. "Aktivitas pembangunan yang berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan baik juga sangat ditentukan oleh tersedianya sumber daya manusia yang sehat jasmani-rohani dan berkualitas"ujarnya. Diharapkan dengan diadakannya kunjungan ini sebagai dasar bagi kita untuk mempersiapkan generasi muda melalui pola asuh anak dan remaja yang benar, dalam keluarga dengan penuh cinta dan kasih sayang. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Beri Penghargaan Pada Pemilik Bangunan Heritage
Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan terhadap 10 pemilik bangunan heritage di Kawasan Cagar Budaya (KCB) Pakualaman. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Yogyakarta,Haryadi Suyuti di Hotel Phoenix, Selasa (30/10). Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogya, Eko Suryo Maharso mengatakan sistem penilaian penghargaan tersebut berdasarkan pada kepedulian pemilik bangunan heritage yang tetap mempertahankan ciri khas bangunannya dan tidak mengubahnya menjadi bangunan baru. "Penghargaan yang berupa piagam serta uang sebesar Rp 10 juta ini merupakan apresiasi terhadap berbagai aktivitas dan komitmen yang dilakukan oleh masyarakat/pemilik bangunan yang senantiasa meluangkan waktu dalam pelestarian bangunan heritage di Kota Yogyakarta." Katanya dilokasi. Sementara itu, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan melalui momentum penghargaan tersebut, Ia menghimbau kepada segenap pemilik, pengusaha dan pelestari bangunan heritage, agar tetap memelihara, merawat, serta memperindah dan mempercantik keaslian bangunan heritage. "Marilah kita bersama-sama meningkatkan kesadaran akan keberadaan bangunan heritage ini, sehingga bukan hanya tokoh-tokoh ini saja yang kemudian melestarikan bangunan-bangunan heritage, namun seluruh masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menjaga bangunan-bangunan tua dan antik di sekitarnya" ujarnya Karena dengan masih kokohnya bangunan heritage tersebut, lanjutnya, juga turut memberikan andil yang besar dalam memperkuat atmosfer Kota Yogya sebagai Kota Budaya, Seni dan Kota Pariwisata. "Keberadaan bangunan heritage di Kota Yogya merupakan potensi besar sebagai modal dalam menggerakkan dan meningkatkan roda perekonomian daerah dari sektor pariwisata. Dalam hal ini bangunan heritage menjadi salah satu bentuk promosi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta" ujarnya. Salah satu peraih penghargaan tersebut adalah adalah Nisa Andriyani, pemilik bangunan heritage di Jalan Bausasran mengaku menjadi generasi keenam yang menempati rumah tersebut. Ia mengaku selain perawatan yang susah, rumahnya juga butuh biaya yang besar dalam menjaga warisan leluhurnya tersebut. Perawatannya memang tinggi. Tapi kami sayang untuk melepasnya karena di sana banyak kenangan, ujarnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Touring Baksos Lombok Komunitas Fortuner Start di Balai Kota Yogyakarta
Bantuan sosial terus mengalir untuk korban gempa lombok. Kali ini bantuan datang dari Komunitas Toyota Fortuner Club of Indonesia Chapter Jogja - Jawa Tengah yang melangsungkan pelepasan rombongan touring menuju Lombok di halaman Balai Kota Pemerintahan Kota Yogyakarta kemarin (27/10). Pelepasan bakti sosial ini dihadiri oleh Kasadpolpp, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kepala Dinas Kominfosan. Ketua Toyota Fortuner Club of Indonesia chapter Jogja - Jawa Tengah, Tri Wibowo menjelaskan bahwa kegiatan ini akan difokuskan di 2 wilayah, yaitu wilayah Semulur dan Pesugihan. Bila tidak ada hambatan selama perjalanan, rombongan akan tiba sampai Lombok pada tanggal 27 Oktober sore hari. "Untuk kegiatan ini kita membawa beberapa barang yang dikumpulkan oleh rekan-rekan id42ner (Komunitas Toyota Fortuner Club of Indonesia) yakni berbagai macam barang meliputi buku, meja belajar, dan alat perlengkapan sholat. Disana kita juga melakukan kegiatan sebagai relawan dan memberikan material bangunan.", jelas Tri Wibowo. Salahsatu peserta , Ari Yunanto mengungkapkan bahwa kegiatan bantuan sosial di Lombok ini adalah kegiatan yang kedua. Dari klub pernah memberikan bantuan yang pertama pada bulan September berupa bahan pokok makanan. Kemudian bantuan ini ditindak lanjuti oleh teman-teman wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah berupa bantuan fisik. Touring baksos ini didukung dan disambut baik oleh Pemerintahan Kota Yogyakarta. Mewakili Walikota Yogyakarta, Kepala SatPol PP Kota Yogya Nurwidi Hartana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki berbagai makna positif, antara lain sebagai ajang penyaluran minat bakat dan kreativitas para otomania, sekaligus berolahraga dan berwisata maupun menumbukan jiwa sosial. "Kegemaran dalam hal otomotif tentu saja tidak hanya untuk kepuasan diri pribadi atau kelompok, namun hendaknya kegemaran ini perlu kita aktualisasikan secara positif, salah satunya dengan kegiatan Bakti Sosial guna meringankan beban penderitaan masyarakat Lombok akibat gempa beberapa waktu silam.", terangnya. Ia berharap dengan adanya baksos ini dapat melatih sikap disiplin, sportif, dan kebersamaan yang dapat menumbuhkan sikap saling menghargai. Menumbuh semangat saling membutuhkan dan semangat kebersamaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. "Hal tersebut sangat penting untuk dimiliki setiap komunitas otomotif sebagi ajang pembuktian bahwa komunitas otomotif senantiasa dipenuhi dengan kegiatan positif, aktifitas sosial yang membangun, serta jalinan keakraban dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.", tambahnya. Kegiatan baksos nantinya akan ini diikuti kurang lebih 15 kendaraan yang juga berasal dari daerah lain, yakni Solo, Surabaya, Bali, dan juga Lombok. (Han/Ica)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
130 Peserta Disabilitas ikut Jamkesus Terpadu
Ratusan warga Disabilitas antusias mengikuti pelayanan Jaminan Keshatan Khusus (Jamkesus) terpadu di Balai Pamungkas, Jalan Yos Sudarso, Yogyakarta, Rabu (31/10). Acara diselenggarakan oleh Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan yang ada di Provinsi dan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Bapel Jamkesos dalam pelaksanaan kegiatan Pelayanan Jamkesus Terpadu. Dalam pelayanan ini sekitar 130 penyandang disabilitas mengikuti Jamkesos Terpadu 2018. Kegiatan ini sudah dilaksanakan ke tiga kalinya yang merupakan kegiatan yang berkelanjutan. Kepala Rumah Sakit Dr. Sutarto 0403, Letkol Sagita Ismayayati mengatakan Pelayanann jamkesus terpadu ini merupakan kali ke tiga diselenggarakan. Acara ini sekaligus sebagai HUT Angkatan Darat Ke-73 Tahun. "Pelayanan Jamkesus Terpadu ini merupakan kali ke tiga yang diberikan untuk masyarakat Kota Yogya Khususnya untuk Pelayanan terhadap disabilitas"ujarnya. Dalam pelayanan Jamkesus Terpadu bagi penyandang disabilitas, peserta diberikan fasilitas antar jemput yang setelahnya sudah didata oleh TKSK tiap kecamatan. Kepala Bidang Advokasi dan Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kota Yogyakarta, Ch Tri Maryatun mengatakan, semua para peserta difabel akan ditangani dengan baik sesuai kebutuhan masing-masing. "Peserta difabel diperiksa kesehatan secara umum, lalu mereka butuhnya apa, semisal butuh alat bantu gerak maka nantinya akan diberikan alat bantu gerak" ujarnya. Ch Tri Maryatun menjelaskan, kegiatan ini kami tujukan kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan alat bantu yang dibutuhkan. "Pelayanan Jamkesus Terpadu ini memang kami tujukan kepada masyarakat yang memiliki perekonomian rendah, karena nantinya jika memang pasien tersebut membutuhkan bantuan alat bantu, maka akan kami rekomendasikan"ujarnya. Tak hanya itu peserta yang sudah melakukan pendaftaran kemudian menunggu untuk mendapat penanganan serta pengecekan dari dokter dan spesialis untuk mendiagnosis penyakit. Dalam pelayanan jamkesus terpadu, sekiranya perlu dirujuk ke Rumah Sakit kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tujuan utamanya lebih kepada bagaimana kita mendekatkan akses dan mempermudah pelayanan kesehatan bagi disabilitas"ungkapnya. Kegiatan ini juga dibantu oleh beberapa pihak terkait seperti relawan dari LSM, TAGANA, Puskesmas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI. Ch Tri Maryatun menambahkan, peseta penyandang disabilitas akan diberikan alat sesuai kebutuhan mereka yang di rancang khusus menurut bentuk tubuh agar nyaman dipergunakan. "Alat yang diberikan akan diukur dan di buat sekitar 1 bulan, ukuran peralatan secara spesifik, seperti kursi roda disesuaikan bentuk tubuhnya atau yang memerlukan kacamata kita bekerjasama dengan optik dan Rumah Sakit Dr. Yap" ungkapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Membangun Spiritualitas Damai dalam HUT GPIB Ke-70
Gerakan Pemuda (GP) Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) merayakan HUT GP GPIB ke-70 di Pendopo Ndalem Suryowijayan, Jalan Wahid Hasyim MJ I/ 340, Kota Yogyakarta, Rabu (31/10). Lebih dari ratusan warga dan Pemuda Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) ikut dalam rangkaian acara HUT GP GPIB ke-70 . Acara ini meliputi Teater Rakyat, Potong Tumpeng, dan undian doorprice untuk warga Suryowijayan. Kegiatan ini mengusung Tema "Membangun Spiritualitas Damai Yang Menciptakan Pendamaian". Ketua Penyelenggara GPIB, Yosep mengatakan, perayaan GPIB ini merupakan salah satu momen yang sangat penting untuk mengingatkan kembali kepada sejarah berdirinya GPIB. "Oleh karena itu, tentunya tepatlah pada saat ini kita mengingat kembali kepada sejarah keberadaan dan peran serta GPIB dalam pembinaan jemaat baik dalam bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan" ujarnya.. Rangkaian kegiatan HUT GPIB Ke-70 sudah dimulai pada tanggal 19 Oktober hingga 20 Oktober 2018 yaitu melakukan ibadah dan pengobatan gratis di daerah Kulonprogo. Kemudian pada tanggal 26 Oktober hingga 28 Oktober 2018 diadakan pertemuan pemuda, srawung persaudaraan pemuda lintas agama yg dilakukan di Kota Semarang. Dan yang terakhir pada tanggal 31 Oktober 2018 telah terselenggara pembagian sembako sebagai cinta kasih pada masyarakat di sekitar gereja. Disamping itu, Wakil Walikota, Heroe Poerwadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, usia GPIB Ke-70 merupakan usia yang sangat matang. "HUT GPIB ke-70 ini merupakan usia yang sangat cukup matang dan sama dengan usia Republik Indonesia, usia ini sudah jadi masanya semakin bisa mengayomi keseluruhnya warganya" ungkapnya. Heroe Poerwadi menjelaskan pihaknya berharap dalam kegiatan ini agar jamaat saling menjaga dan menjalin persaudaraan yang telah lama dibangun. "Saya berharap jemaat bisa bersama merawat, menjaga, nilai persatuan, serta kesatuan persaudaraan, apalagi di jogja semangatnya selalu muncul, semangat gotongroyong nyawiji greget bersama" ungkapnya. Heroe Poerwadi menambahkan GPIB membawa kebaikan bagi masyarakat khususnya di Kota Yogyakarta. "GPIB ini bisa membawa kebaikan bagi seluruhnya, untuk saling berkontribusi melalui pandangan, pendapat seluruh jemaat, untuk menjadikan Kota Yogya nyaman, memiliki toleransi dan mampu merangkul semua kehidupan agar selalu nyaman berada di kota Yogyakarta" katanya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Mergangsan Juara Pertama Wayang Jogja Night Karnival
Kecamatan Mergangsan berhasil meraih juara terbaik pertama pada gelaran Wayang Jogja Night Carnival yang juga merupakan pergelaran puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-262 Kota Yogyakarta yang jatuh pada tanggal 7 Oktober lalu. Sedangkan untuk juara terbaik kedua dan ketiga jatuh pada Kecamatan Gondokusuman dan Kecamatan Wirobrajan. Sementara untuk juara Favorit jatuh pada Kecamatan Umbulharjo. Penyerahan hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan didampingi Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Pada kesempatan tersebut Walikota mengatakan jika dengan adanya 4 pemenang tersebut agar dapat memberikan motivasi pada Kecamatan lain untuk bisa lebih meningkatkan kreasinya pada gelaran Wayang Jogja Night Carnival tahun depan. Akan ada banyak kreasi yang bisa diangkat dari tema wayang ini. Saya pun yakin jika pada penyelenggaraan selanjutnya akan semakin baik. Tanggapan masyarakat selama tiga kali penyelenggaraan pun selalu baik, katanya saat acara Malam Pungkasan Festival Jogja Kota di Galeria Mall, Rabu (31/10) Bahkan Ia pun optimis jika Wayang Jogja Night Carnival mampu menembus agenda wisata nasional karena kegiatan karnaval tersebut memiliki keunikan dari tema yang diangkat, yaitu cerita di balik tokoh-tokoh pewayangan. Dalam kesempatan tersebut, Ia menyampaikan pihaknya berterimakasih terhadap kontribusi yang diberikan oleh berbagai pihak sehingga perayaan Festival Jogja Kota dapat berlangsung dengan lancar. Karena bagaimanapun juga perayaan ini tidak akan berlangsung baik tanpa bantuan dari para instansi pemerintahan, pihak swasta, maupun masyarakat umum secara keseluruhan, ucapnya. Ia juga menyatakan akan berusaha untuk mengevaluasi hal-hal yang dirasa masih kurang berkenan dalam perayaan HUT kali ini, agar dapat memberikan suguhan yang lebih menarik pada perayaan-perayaan mendatang. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengundian pemenang Jogja Great Sale 2018, dalam pengundian tersebut diundi Grand Prize satu unit mobil Daihatsu Sigra dan lima unit sepeda motor Honda Beat, pengundian tersebut dilakukan melalui layar screen disaksikan oleh pihak kepolisian, serta jajaran Pemkot Yogyakarta lainnya. Walikota menambahkan, program yang pertama kalinya diadakan ini merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah Kota Yogya. Sehingga kami harapkan bisa memberikan pengalaman menarik bagi wisatawan serta menunjang pariwisata Yogya demi memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat, imbuhnya. Seluruh peserta undian sebelumnya juga telah mengikuti rangkaian proses yakni dengan menukarkan struk belanja di seluruh merchant Jogja Great Sale 2018 dengan mendaftarkan nomor undian melalui pesan pendek ke customer service. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Ajak Ibu – Ibu Manfaatkan Smart Phone dengan Bijak
Dalam rangka memperingati hari ibu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menggelar seminar Mencerdaskan Perempuan Melalui Teknologi Informasi di Kompleks Balaikota, Kamis (1/11/2018). "Seminar ini tentunya bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para ibu agar bisa memanfaatkan smart phone dengan cerdas," ucap Plt Kepala Dinas DPMP2A Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat. Selain memudahkan segala aktivitas, sambung Octo, mereka juga bisa memaksimalkan fungsinya untuk membuat hidup jauh lebih produktif. "Salah satunya yakni dengan memanfaatkan smart phone untuk sarana bisnis," imbuhnya. Octo mencontohkan, smart phone bisa digunakan untuk berdagang, yakni untuk media promosi produk yang mereka miliki. "Dengan begitu, pemanfaatan smart phone akan lebih maksimal dan lebih berguna bagi dirinya dan keluarga," ucapnya. Octo pun berharap perempuan bisa menjadi bagian penting yang mendukung pembangunan Kota Yogyakarta. Meski begitu, Octo mengingatkan agar para ibu memperhatikan sekaligus bisa menggunakan smart phone sesuai waktu yang dibutuhkan. "Kecanggihan smart phone sering membuat kita menjadi terlalu lekat dan fokus dengan ponsel sehingga melupakan orang-orang yang ada di sekitar kita," tandasnya. Pihaknya pun meminta agar para orang tua bisa menghindari terlalu asik dengan ponsel sehingga mengabaikan momen kebersamaan dengan orang-orang di sekitarnya terutama anak. Senada dangan hal tersebut, Kepala Bidang Kabid Teknologi Informatika Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Suciati mengaku telah menyiapkan aplikasi berbasis smart phone yang bisa digunakan untuk membantu para UMKM memasarkan produknya. Layanan tersebut yakni, Dodolan di aplikasi Jogja Smart Service (JSS) di telepon genggam. Aplikasi milik Pemerintah Kota Yogyakarta ini menawarkan berbagai solusi guna mengangkat perekonomian warga. Selain Dodolan, juga akan ada layanan Nglarisi dalam aplikasi yang sama. "Tambahan dua layanan itu akan diluncurkan tahun ini," jelas Suciati. Melalui layanan tersebut para ibu-ibu dapat menawarkan berbagai barang hasil produksi mereka. Pelaku UKM yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan (NIK) bisa mendaftar sebagai pedagang. "Layanan ini mirip dengan layanan jual beli online yang ada saat ini. Pembayaran pun bisa dilakukan secara tunai melalui cara bayar di tempat atau cash on delivery (COD) atau melalui transfer," jelas Suciati. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sekaten Yogyakarta 2018 Resmi Dibuka, Wawali : Sekaten Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun 2018 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Jumat (2/11). Pembukaan ditandai dengan pemukulan kenong sebanyak tiga kali. PMPS tahun akan berlangsung sampai 18 November mendatang. Sebanyak 514 stan sudah terisi penuh. Sebagian besar diisi jualan pakaian, selebihnya kuliner, dan berbagai permainan. Pada PMPS kali ini zonasi stand dibagi menjadi dua, yakni zona perdagangan umum dan zona pemerintah. Sedangkan untuk Zona Pemerintah diisi oleh stand pameran dari Pemda DIY, Kementerian Agama DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, Stand UMKM 14 Kecamatan se-Kota Yogyakarta, Dekranas Kota Yogyakarta, serta instansi pemerintah lainnya. Selain itu, guna lebih memeriahkan pelaksanaan Sekaten terdapat Panggung Pariwisata yang menampilkan potensi seni dan budaya dari seluruh elemen masyarakat Yogyakarta. Paku Alam X mengatakan perayaan Sekaten yang merupakan rangkaian dari peringatan Maulud Nabi bisa menjadi sarana interaksi warga bisa mengharmonisasikan antara budaya, religi, dan ekonomi. Bahkan Sekaten yang sudah menjadi event tahunan juga menjadi daya tarik wisatawan. Dia juga berharap PMPS dengan tema harmoni religi, budaya dan ekonomi dapat menjadi pembelajaran masyarakat. Termasuk menepis isu-isu terkait intoleransi agama yang bekalangan muncul di masyarakat. "Semangat harmoni, religi, budaya dan ekonomi harapannya pada peringatan tahun ini nilai-nilai itu dapat diangkat kembali, karena sekarang musim intoleransi," ujarnya Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan akan terus melakukan evaluasi agar PMPS semakin relevan dan tumbuh agar tidak kehilangan daya tariknya. Namun PMPS tetap tidak meninggalkan nilai ruh Sekaten yakni mengedepankan harmoni religi dan budaya. Ia menyampaikan bahwa Sekaten tahun ini menampilkan potensi yang ada di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya dengan tetap berusaha menjaga relevansi dinamika masyarakat masa kini. Menurutnya perayaan Sekaten telah menyatu dengan budaya dan tradisi masyarakat Jogja. Dalam pelaksanaannya senantiasa mengupayakan sinergi unsur religi, budaya, hiburan, dan ekonomi. "Namun tetap mengedepankan misi utamanya syiar Islam dalam bentuk keramaian. PMPS akan menjadi ruang ekspresi seni bagi Jogja dan sekolah di panggung seni yang dapat disaksikan setiap hari" katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Yogyakarta Luncurkan 14 Kampung KB
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana meluncurkan 14 Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kompleks Balaikota, Sabtu (3/10/2018). "Kami berharap kampung KB mampu mendorong program pengendalian pertumbuhan penduduk," ucap Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meresmikan Kampung KB di Balikota. Menurutnya yang harus diatasi adalah bagaimana menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk, mengatur jarak kelahiran, dan mengurangi bahkan meniadakan perkawinan dini. "Masih menjadi masalah yakni mengapa masih ada pertumbuhan penduduk yang belum sesuai rencana," ujarnya. Menurutnya, kenapa masih banyak terjadi perkawinan dini, masih banyak jarak kelahiran yang pendek. Hal tersebut merupakan pengaruh problem sosial di sekitarnya. Paling banyak menyangkut pemahaman tentang membangun keluarga sejahtera. "Perkawinan dini dipicu orang tua yang ingin anaknya segera berumah tangga. Seolah-olah kalau anak menikah problem kemiskinan berkurang, tenaga pekerjanya bertambah. Namun juga banyak perkawinan dini bukan disebabkan masalah ekonomi tapi karena tata pergaulan, ungkap Heroe. Di kampung KB, tambahnya, selain ukurannya dilihat dari jumlah peserta KB aktif, juga membuat keluarga mampu dan berdaya untuk melindungi anggota keluarga yang lain sehingga mencegah dari perbuatan yang ingin dihindarkan. Heroe menegaskan Kampung KB dalam membantu menaikan kesejahteraan tidak berjalan sendirian. Hal tersebut harus dilakukan lintas sektor. "Misalkan untuk urusan kependudukan dan KB dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB," tandasnya. Lalu untuk pemberdayaan ekonomi bisa bersinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Disperindag, Dinas Koperasi UKM Nakertrans, Dinas Pariwisata, DPMP2A, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan 14 Kecamatan," urainya. Selanjutnya untuk infrastruktur kampung dilakukan oleh Dinas PUPKP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Kebakaran, dan BPBD. Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Jogja Eny Retnowati mengatakan jika sebelumnya Kampung KB berbasis RW, kini mulai dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas, yakni berbasis kampung. "Dengan perluasan cakupan ini, kami berharap program kerja yang dilakukan dapat dirasakan lebih nyata oleh masyarakat," katanya. Jumlah Kampung KB yang ditetapkan masih sama, yaitu 14 kampung yang tersebar di 14 kecamatan. Pembentukan Kampung KB tersebut merupakan realisasi dari program yang dicanangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tujuan untuk menyukseskan program Nawacita pemerintah, khususnya peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Tam)