Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Yogya berikan Mobil kepada Pemenang Undian JGS
Jogja Great Sale merupakan acara tahunan yang diselenggarakan untuk menyambut HUT Kota Yogyakarta yang tahun ini berada di usia ke-262 Tahun. Tak tanggung-tanggung tahun ini ulang tahun Kota Yogyakarta dimeriahkan dengan diberikan hadiah sebuah Mobil bagi pemenang yang beruntung. Tidak hanya Mobil Daihatsun Sigra namun lima Motor Beat telah reami diserahkan langsung kepada para pemenang yang beruntung dengan disaksikan langsung oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. "Hadiah ini wujud apresiasi para pelaku industri pariwisata di Kota Yogyakarta kepada para konsumen baik dari warga Yogyakarta maupun wisatawan luar kota yang ikut berpartisipasi dalam Jogja Great Sale" katanya. Kegiatan HUT Kota Yogyakata melaksanakan progran Jogja Great Sale di enam pusat perbelanjaan, 50 hotel, 30 resto, dan tempat hiburan yang memberikan paket diskon mulai 4-28 Oktober 2018 kemarin. Acara HUT Kota Jogja selama bulan Oktober kemarin bisa membawa kebahagiaan untuk semua masyarakat. Dalam kegiatan ini yang berhasil mendapatkan hadiah Mobil Daihatsun Sigra yaitu Anjar Sudarto dari Kota Yogyakarta, sementara lima motor Honda Beat masing masing jatuh kepada Dwi Sugiyarti, Abdul Aziz, Siti Atik Indriati, Irene Mutyastami dan Indah Mareta Sari. Selain itu Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berharap, kegiatan JGS ini tidak hanya di minati masyarakat Yogyakarta namun bisa membuat masyarakat di luar kota Yogya beramai-ramai mengunjungi Kota Yogyakarta setiap bulan Oktober. "Saya berharap, kegiatan HUT Kota Yogyakarta merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinikmati bukan hanya warga Kota Yogya saja melainkan dari kota-kota lain untuk beramai-ramai mengunjungi Kota Yogya setiap bulan Oktober"ujarnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kondur Gongso, Pengembalian Dua Gamelan ke Keraton Yogyakarta
Dua perangkat Gamelan milik Keraton, Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nagawilaga, dibawa pulang kembali masuk ke dalam Keraton Yogyakarta dalam prosesi Kondur Gongso.Ribuan masyarakat memadati area Alun-alun Utara dan Halaman Masjid Gedhe mengikuti prosesi ini. Sebelumnya, dua gamelan pusaka tersebut ditabuh di Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe Kauman selama tujuh hari sejak Miyos Gongso, pada Rabu 14 November 2018 lalu. Sebelum prosesi Kondur Gongso dimulai, Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berkesempatan Nyebar Udhik-udhik di Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe Kauman didampingi menantu dalem. Prosesi ini menandai puncak perayaan Sekaten memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang rutin dijalankan Keraton Yogyakarta, kata KRT. Widyowinoto selaku wakil dari Kawedanan Hageng Punokawan Kridhamardowo Keraton Yogyakarta, Selasa (20/11/2018). Setelah Nyebar Udhik-udhik, Sri Sultan HB X selanjutnya masuk ke Masjid Gedhe Kauman. Di Serambi Masjid Gedhe menghadap ke Timur, Sultan HB X yang mengenakan busana surjan dengan motif bunga khusyuk mendengarkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW dari abdi dalem penghulu. Usai pembacaan riwayat Rasulullah SAW, Sultan HBX selanjutnya meninggalkan Kompleks Masjid Gedhe Kauman. Setelah itu, dua perangkat gamelan secara bersamaan dibawa ke dalam Keraton Yogyakarta melewati Alun-Alun Utara, Pagelaran, Siti Hinggil dikawal empat bregada prajurit. Segenap even budaya yang dilangsungkan juga berpusat di area masjid Gede Keraton yang dimaksudkan bisa mendatangkan masyarakat untuk kemudian melakukan ibadah di masjid ini. Perayaan Sekaten oleh Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat ini merupakan bukti ikut andilnya Raja-raja Mataram dalam penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa sejak dulu. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Grebeg Maulud, Ratusan Warga Berebut Gunungan
Puncak perayaan Sekaten Tahun tahun Be 1952 atau 2018 Masehi ditutup dengan upacara Garebeg Sekaten yang ditandai dengan keluarnya tujuh gunungan dari Keraton Yogyakarta. Ke-tujuh gunungan Sekaten ini kemudian dibagi untuk diperebutkan di halaman Masjid Besar Kauman, kompleks Kepatihan dan Puro Pakualaman, Rabu, (21/11/2018). Tujuh gunungan dari dalam Keraton Yogyakarta dikawal 10 Prajurit Bregada Kraton, lima gunungan dibawa ke Masjid Gedhe Kauman dan dua gunungan lainnya dibawa ke Kepatihan dan Pura Pakualaman. Tujuh gunungan tersebut terdiri dari Gunungan Dharat, Gunungan Pawuhan, Gunungan Estri, Gunungan Gepak, tiga Gunungan Kakung. Sebelum keluar dari Kraton, ketujuh gunungan tersebut didoakan terlebih dahulu, kemudian diarak dari Keraton dengan dikawal oleh prajurit-prajurit Keraton, salah satunya adalah prajurit Gajah. Ratusan warga nampak antusias menyaksikan sekaligus berebut gunungan tersebut, salah satunya di Pura Pakualaman. Rombongan pengiring gunungan Grebeg Mulud yang terdiri dari dua ekor gajah melewati gerbang Kadipaten Pura Pakualaman sekitar pukul 11.00 WIB. Selang 20 menit gunungan keluar dari Ndalem Pura Pakualaman menuju Alun-Alun Sewandanan sisi barat kemudian diperebutkan warga. Salah seorang warga, Agus Riyadi (36) mengaku telah menunggu sejak kemarin sore, warga asal Pekalongan itu datang ke Yogyakarta bersama istri dan anak-anaknya. "Setiap tahun saya merayakan Maulud Nabi Muhammad di Yogyakarta, sekalian jalan-jalan bersama keluarga," ungkapnya. Menurutnya, acara grebeg sekaten tersebut sebagai penanda rasa cintanya kepada Nabi Muhammad yang harus terus dilestarikan. "Ini kan dalam rangka memperingati Maulud Nabi, senang dengan acara ini mengingatkan kita kepada sejarah perjalanan Nabi Muhammad," ucap Agus. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PMPS 2018 Resmi Ditutup
Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) Tahun tahun Be 1952 atau 2018 Masehi yang telah dilaksanakan sejak tanggal 2 November lampau resmi ditutup, Selasa (20/11) malam. Acara yang menjadi pendukung Hajad Dalem Perayaan Sekaten ini ditutup secara resmi dengan pemukulan kenong oleh Koordinator PMPS 2018, Maryustion Tonang. "PMPS 2018 masih terdapat banyak kekurangan. atas segala dinamika yang terjadi dan kekurangan selama pelaksanaan akan kami jadikan bahan evaluasi dan introspeksi, sekaligus menjadikannya cambuk untuk mencari terobosan baru agar kemasan PMPS dapat lebih menarik dan berkualitas," ucap Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya yang dibacakan Maryustion Tonang. Pihaknya menghimbau kepada seluruh pendukung acara Sekaten untuk memberikan fasilitas dan sarana yang aman, pelayanan yang ramah, jujur, tarif yang wajar, serta mengedepankan perilaku yang sopan kepada pengunjung. "Sehingga hal ini dapat menarik minat masyarakat untuk kembali berkunjung ke Sekatan," ujarnya. Ia berharap penyelenggaraan tahun depan dapat lebih memenuhi harapan semua pihak. Menjadikan Sekaten sebagai hiburan rakyat yang nyaman, aman, menyenangkan, dan memiliki banyak dimensi positif dalam membangun masyarakat yang berkemajuan. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Peresmian Jalan "Perti" Patalan Kotagede Yogyakarta
Pelebaran dan Pembangunan Jalan "Perti" Kampung Patalan Kelurahan Prenggan Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta telah diresmikan oleh Wakil Walikota, Heroe Poerwadi beserta pihak terkait dalam pembangunan jalan perti pada Selasa (20/11). Ketua Panitia Pembangunan Jalan "Perti" Kampung Patalan, Sri pranoto mengatakan kegiatan ini dilakukan sudah dua bulan lamanya. "Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 24 Agustus hinga 4 November 2018 yaitu merupakan kegiatan operasional Pelebaran jalan dan pembenakan jalan kon blokdi jalan Perti" katanya. Peresmian Jalan Perti memiliki lebar sekitar 2,5 meter. Tidak hanya itu pembangunan jalan tersebut bersumber dari swadaya murni para warga RT 39, RT 40, RT 46, warga sekitar, donatur pemerhati masyarakat, dan melalui infaq komunitas. Selain itu pekerjaan pelebaran jalan ini dilakukan dengan sukarelawan harian melalui kerjabakti masal. Pekerjaan ini sudah menghabiskan dana sekitar 47.690.700 untuk Pelebaran dan Pembangunan Jalan "Perti" Kampung Patalan, belum termasuk tanah yang direlakan oleh warga sekitar. Dalam kegiatan ini memiliki donatur sebanyak 65 orang dan 4 dari komunitas. Sri pranoto menambahkan, bahwa harapan dan permohoman dengan terealisasinya peresmian jalan ini mampu menambah nilai kegunaan dan manfaat bagi masyarakat sekitar. "Panitia berharap dan memohon pemerintahan serta warga sekitar, bisa membantu terealisasinya pembuatan gapura di ujung jalan, penambahan sumur peresapan untuk menambah cadangan air, dan pembuatan rambatan pohon perindang" ujarnya. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan terimakasih atas sukarela para warga untuk membangun kampung yang nyaman dan lebih baik lagi. "Kami atas nama pemerintah kota yogyakarta mengucapkan terimakasih kepada masyarakat patalan yang mampu membangun jalan secara swadaya"ungkapnya. Heroe Poerwadi menambahkan budidaya gotongroyong memang harus di lestarikan agar terciptanya keselarasan dan kesejahteraan masyarakat. "Dengan gotongroyong inilah semua hal bisa kita selesaikan oleh karena itu pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih yang sudah mengikhlaskan sebagian tanahnya dan seluruh warga membantu lebarkan jalan, sehingga semua apa yang menjadi kegiatan ini semua menjadi amal jariah kepada semuanya, amin" ujarnya. Dalam kesempatan ini Pemerintah juga mendorong RT, RW dan LPMK untuk merumuskan rencana pembangunan di tingkat kampung dan kelurahan. Dengan merumuskan RPJMKEL yaitu Rencana Pembangunan Jangka Pembangunan Kelurahan yang nantinya akan diketahui anggaran yang dibutuhkan setiap kelurahan dan memiliki panduan selama 5 tahun kedepan. Pembangunan tersebut diharapkan mampu menjadi modal pendukung sebagai kesejahteraan masyarakat pada tahun kedepan, prasarana seperti inilah diharapkan segera terealisasikan. Selain itu, pada kesempatan ini diresmikan pula pelestarian pohon jeruk nipis yang menjadi ke khasan dari sejarah Kotagede Yogyakarta, yang nantinya akan di tanam pada semua rumah yang ada di kampung Patalan. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sosialisasi dan Tatap Muka Satgas Saber Pungli Se-SMP Kota Yogya
Telah dilakukan Sosialisasi dan Tatap Muka Satuan Tugas Saber Pungli bagi Kepala Sekolah dan Komite se-SMP Kota Yogyakarta di Ruang Truntum Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, pada Rabu (21/11). Seperti yang kita ketahui, pendidikan merupakan salah satu sektor penting karena menjadi salah satu indikator kemajuan suatu negara. Pendidikan juga merupakan institusi pembentukan karakter bangsa.Oleh karena itu terlaksananya kegiatan Sosialisasi dan Tatap Muka Satuan Tugas Saber Pungli dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Bidang Pendidikan Tahun 2018 diharapkan mampu terlaksana dengan lancar. Kegiatan ini berdasarkan keputusan Mentri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indoneia Nomor 78 Tahun 2016 tentang Kelompok Kerja dan Sekretariat Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Termasuk Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: 127/TIM/2016 tanggal 1 November 2016 tentang pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar di Daerah istimewa Yogyakarta. Yang dikukuhkan oleh PS. Walikota Yogyakarta pada hari selasa, tanggal 6 Desember 2016, berdasarkan Walikota Yogyakarta dengan Nomor 511 Tahun 2016 pada tanggal 5 Desember 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kota Yogyakarta maka pungli harus diberantas tuntas. Dalam kegiatan pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi prioritas bagi Pemerintah Republik Indonesia namun juga menjadi agenda penting Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka mencapai salah satu Misi pembangunan tahun 2017 " 2022 yaitu, "Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih". Pemerintah Kota Yogyakarta telah menempuh berbagai usaha untuk mencegah dan memberantas tindak korupsi di bidang pendidikan di antaranya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait, baik Kepolisian, Kejaksanaan, Inspektorat. Kegiatan Sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kerjasama dan komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mencegah budaya koruptif khususnya di ranah pendidikan. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah dan Sekolah khususnya di Kota Yogyakarta untuk menyatukan komitmen, menyamakan Visi serta menselaraskan program pencegahan korupsi. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Wakil walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap dapat terpetakan berbagai potensi penyimpangan terkait dana anggaran pendidikan "Kami berharap dapat terpetakan berbagai potensi penyimpangan terkait dana anggaran pendidikanserta program pencegahan yang telah dilakukan oleh stakeholders terkait" ujarnya. Selain itu, diharapkan pula terinformasikan perkembangan terbaru terkait isu penggunaan dana di bidang pendidikan serta terbangun komitmen bersama untuk memerangi korupsi di sektor pendidikan. Heroe Poerwadi menambahkan melalui sosialisasi ini diharapkan dapat menekan besarnya dana pendidikan. "Melalui sosialisasi ini kami ingin menekankan betul kepada para pendidik bahwa bahwa besarnya dana pendidikan yang diterima mengandung konsekuensi dan tanggung jawab yang besar pula, "a great power comes great responsibility". Sehingga pemanfaatan dana yang besar harus dijalankan tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan permasalahan hukum kedepannya" ungkapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Satpol PP Gelar Sarasehan Gerakan Kampung Panca Tertib Tingkat Kota Yogya
Dalam rangka membangun karakter kampung yang ideal Satuan Polisi Pamong Praja menggelar sarasehan Gerakan Kampung Panca Tertib di Kota Yogyakarta, di Hotel Senopati Gondomanan, Kota Yogyakarta pada Kamis (22/11). Acara ini memiliki tema yaitu "Membangun Sinergi Mewujudkan Komitmen Panca Tertib". Ini merupakan bentuk upaya penting untuk penguatan karakter disiplin berdasarkan pada alasan terjadinya perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma kedisiplinan. Pada kesempatan Gelar sarasehan Gerakan Kampung Panca Tertib dihadiri oleh Ki Ashad Kusuma Djaya selaku narasumber, Plt. Kepala DPPMPA Octo Nor Arafat, Kepala OPD di Pemerintah Kota Yogyakarta, Ketua LMPK se-Kota Yogyakarta, Koordiantor Forum Kampung Panca Tertib di wilayah Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan pembangunan dalam berkomitmen dan merumuskan kesepakatan agen perubahan dalam Gerakan yang hendaknya memperhatikan empat prinsip gerakan yaitu Terpadu (Koordinasi, Kesatuan, Keselarasan, dan Penyederhanaan), Musyawarah dan Mufakat, serta Berkelanjutan. Ini merupakan sebagian dari upaya masyarakat Kota Yogyakarta yang memiliki dan motivasi yang tinggi dalam mewujudkan kampung yang maju, tertib, sejahtera dan mandiri, hal ini terlihat dari antusiasme serta peran aktif dalam mendukung program-program tematik dari pemerintah. Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Nurwidi Hartana mengatakan, dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh satpol pp memiliki sifat yaitu membangun karakter dengan baik. "Pembangunan Karakter manusia saat ini kurang terfokuskan, saat ini orang lebih memilih pembangunan Fisik dahulu baru melaksanakan Pembangunan Karakter, hal ini tentunya harus berjalan bersamaan dan selaras" ujarnya. Sekiranya dalam hal ini masih banyak sekali kekurangan, pihak Pemerintah Kota Yogyakarta menerima masukan, saran, kritikan yang membangun demi sempurnanya pelayanan serta memperbaruhi program-program agar lebih adaptif terhadap tuntutan masyarakat. Diharapkan dalam kegiatan sarasehan ini dapat menjadi sarana untuk melihat sejauh mana efektifitas penanaman kedisiplinan warga melalui Kampung Panca Tertib. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Beri Penghargaan kepada Aktivis Pemerhati Lingkungan
Sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para aktivis pemerhati lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Lingkuangan Hidup (DLH) menggelar Anugerah Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di Kantor DLH, Kamis (22/11/2018). Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Titik Sulastri kepada sekolahan, warga, kelompok masyarakat, dan Kecamatan terakait kegiatan di bidang lingkungan. "Kegiatan ini merupakan salah satu sarana membangun literasi lingkungan hidup masyarakat Kota Yogyakarta, mengkampanyekan kesadaran lingkungan," ucap Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Titik Sulastri. Pemkot memberikan apresiasi dan penghargaan kepada penggiat lingkungan yang mempunyai cara cerdas dalam menghijaukan Yogyakarta baik melalui tulisan, pemikiran, gagasan, perbuatan, dan ajakan sehingga mampu menjadi tauladan dalam menanamkan perilaku ramah lingkungan. Pihaknya meminta penghargaan tersebut sebagai energi untuk terus bersemangat. "Tetaplah istiqomah berjuang demi lingkungan Yogyakarta yang dimulai dari hal-hal kecil, dari lingkup keluarga, dan dari satu ajakan yang melahirkan ribuan generasi hijau," katanya. Ia berharap penghargaan ini mampu menggerakkan partisipasi warga masyarakat secara lebih luas dalam menyumbangkan kemampuan serta potensi yang dimiliki guna membangun tatanan lingkungan yang lebih baik. "Melalui kegiatan ini pula, besar harapan kami salah satu Misi Pembangunan, yaitu Memperkuat Tata Kota dan Kelestarian Lingkungan, agar dapat diwujudkan ditengah masyarakat sebagai sebuah cita-cita mulia demi Kota Yogyakarta yang kita cintai bersama," tandasnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Suyana menuturkan, yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah literasinya. "Semuanya sifatnya fisik seperti sekolah adiwiyada dan kehati, namun tahun ini kami mengangkat literasinya," ucap Suyana. Total ada 63 kelas penghargaan dalam ajang tersebut, termasuk adalah pesantren berwawasan lingkungan. Harapanya ini bukan akhir tapi agar lebih tertantang lagi. "Seperti reward yang kita berikan kepada kecamatan, kita tuliskan label adipura agar tertantang," jelasya. "Kita mencoba literasi sebagai yang pertama, sementara yang lain penghargaan diberikan hanya sebatas fisik saja," tandasnya. Dalam ajang tersebut Kecamatan Jetis, Danurejan dan Gondomanan berhasil keluar sebagai tiga kecamatan adipura. Masing-masing mendapatkan motor operasional roda tiga pengangkut sampah. Selain itu jenis penghargaan yang diberikan antara lain yakni sekolah berwawasan lingkungan, Kehati Award, Olimpiade Lingkungan, Bank Sampah terbaik dan Kampung Hijau Proklim. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PHRI Kota Yogyakarta Resmi Dibuka
Telah Resmi beroperasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Yogyakarta, di Hotel Neo Malioboro Kota Yogya, Pada Rabu (21/11). Dalam acara ini Wakil Walikota Heroe Poerwadi antusias mengikuti rangkaian acara Peresmian PHRI. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merupakan organisasi yang berorientasikan kepada pembangunan dan peningkatan kepariwisataan, dalam rangka ikut serta melaksanakan pembangunan nasional serta merupakan wadah pemersatu dalam memperjuangkan dan menciptakan iklim usaha yang menyangkut harkat dan martabat pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan akomodasi pariwisata atau hotel dan jasa makanan dan minuman/restoran serta lembaga pendidikan pariwisata. Pada kesempatan ini diharapkan mampu menambah promosi kota Yogyakarta dalam bidang perhotelan dan restoran agar mampu bersaing dengan kota-kota lainnya. Ketua PHRI Kota Yogyakarta, Istidjab Danunegoro mengatakan, dalam pencapaian di tahun 2018 belum memenuhi target, pihaknya berharap ditahun selanjutnya berjalan dengan lancar sesuai target. "Ditahun 2018 ini susah untuk mencapai target, semoga kita semua lebih aktif lagi untuk mengelola dengan baik dalam kendala atau masalah yang akan kita hadapi kedepan" ujarnya Menurut Istidjab, Kota Yogyakarta memiliki banyak daya tarik yang cukup besar. Dari tempat ini bisa melihat indahnya pemandangan kota, pariwisata dan kulinernya dalam satu tempat yaitu Kota Yogyakarta. Demi membantu pengembangan obyek wisata tersebut, pihak PHRI berjuang dalam perkembangan perhotelan dan restoran yang mampu memiliki daya tarik sendiri sehingga wisatawan berkunjung ke Kota Yogyakarta. Istidjab pun berharap, pada kesempatan kali ini nantinya menambahkan daya tarik wisata sebagai paket wisata yang ada di Kota Yogyakarta. Selain itu, Wakil Walikota, Heroe Poerwadi dalam sambutannya mengatakan, seiring dengan perkembangan jaman Kota Yogyakarta menjadi kota yang kreatif. "Bagaimana kita menciptakan Kota Yogyakarta yang kreatif bisa dikenang banyak orang, untuk menjadikan jogja magnet utama yaitu, Jogja tempat orang menginap, orang berbelanja pernak-pernik wisata, serta Jogja sebagai tempat orang-orang makan berwisata kuliner dan segala yang memungkinkan tekad untuk memperbaiki sarana-sarana seperti hotel yang ada di Kota Yogyakarta" katanya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kota Yogya Raih Anugrah Pesona Indonesia 2018
Usaha Kota Yogya untuk menggenjot sektor pariwisata membuahkan hasil yang membanggakan, pasalnya salah satu festival dibidang pariwisata yang ada di Kota Yogya yakni Dragon Festival di tetapkan oleh Ayo jalan jalan yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia sebagai Festival Pariwisata Terpopuler 2018 dalam ajang penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018. Penghargaan tersebut serahkan langsung oleh Deputi bidang pengembangan pemasaran kementrian pariwisata RI, I Gede Pitana. Usaha Kota Yogya untuk menggenjot sektor pariwisata membuahkan hasil yang membanggakan, pasalnya dua objek wisata yang ada di Kota Yogya meraih pengharagaan dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 API sendiri adalah ajang pariwisata terpopuler Indonesia yang diadakan setiap tahun yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata RI. Kegiatannya dilakukan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada obyek dan tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Deputi bidang pengembangan pemasaran kementrian pariwisata RI, I Gede Pitana mengatakan dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indonesia serta turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia, salah satunya melalui media internet. Ia menilai penilaian yang dilakukan API cukup komperhensif, dengan melibatkan banyak stakeholder untuk memilih destinasi wisata mana yang menjadi nominasi sebelum di-vote. Prosesnya banyak melibatkan stakeholder. Dari pemerintah pusat, pemda, ahli pariwisata, jurnalis senior, dan masyarakat terangnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis malam (21/11) Hal senada dikatakan ketua panitia penyelenggara API, Hiro Kristianto, Ia menjelaskan jika teknis penilaian sendiri sebelum menjadi nominasi, berbagai daerah mengajukan potensinya sesuai dengan kategori yang ada. "Lalu kita kurasi oleh berbagai stakeholder" jelasnya Ia berharap kepada seluruh daerah, dengan adanya anugerah API tersebut dapat semakin giat bersemangat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Ditemui usai menerima penghargaan, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan sebagai ajang pariwisata terpopuler di Indonesia, kegiatan API 2018 telah banyak membantu dalam memberitakan dan mempromosikan berbagai obyek dan tujuan wisata di Indonesia. "Di samping itu, ajang ini juga telah menjelma menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata daerahnya," katanya Di lain sisi, lanjutnya, API juga banyak berperan dalam memperkenalkan dan mengangkat banyak obyek dan tujuan wisata baru di Indonesia. "Ini pula yang menjadi inspirasi dan motivator banyak daerah untuk lebih berani dan proaktif dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata di daerahnya," katanya Ia menegaskan jika Pemkot Yogya akan terus berupaya untuk mempromosikan setiap destinasi yang ada di Kota Yogya, salah satunya dengan meningkatkan kerjasama yang erat antar pemangku kepentingan. "Dalam hal ini pemerintah, swasta, akademisi, media dan masyarakat sendiri," tandasnya. Terkait hasil yang diperoleh pada API 2018 yang menetapkan Dragon Festival sebagai Festival Pariwisata Terpopuler, langkah selanjutnya dari Pemkot Yogya adalah melakukan peningkatan pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Yogya. "Semuanya itu akan bermuara pada peningkatan kunjungan kembali wisatawan, karena wisatawan merasa puas dan ada kenangan indah yang membekas." ungkapnya. Ia berharap dengan diperolehnya penghargaan tersebut menjadi pemacu dalam menyelenggarakan pembangunan pariwisata di Kota Yogya mejadi semakin baik. "Pencapaian ini mesti dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan disemua aspek. Sehingga keberadaan objek wisata Kota Yogya kedepan jauh semakin baik. Jangan pernah berpuas diri, tetapi jadi pelecut semangat menata diri." ungkapnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya berikan Penyuluhan UU ITE
Pemkot Yogya melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta, memberikan Penyuluhan Hukum tentang Informasi dan Transaksi Elektronik kepada puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan Kota Yogyakarta, PKK Tingkat Keluruhan serta Perwakilan Pemuda Kota Yogyakarta, di Gedung Bima Balai Kota, Kamis (21/11). Kepala Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum, Sofyan Hardi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tujuan dari penyuluhan ini supaya masyarakat dapat mengetahui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sehingga, masyarakat dapat mempelajari dan memanfaatkan teknologi yang ada dengan baik. "Adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mengetahui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, untuk kemudian dapat dipelajari oleh kita semua. Sehingga, kita dapat menggunakan teknologi dengan sebaik-baiknya." Ungkapnya Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini, Rudy Susatyo dari Kementrian Hukum dan HAM Kanwil DIY, serta Djoko Marwiyanto dari Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta. Dalam materinya, Rudy Susatyo menyampaikan bahwa masyarakat saat ini perlu menggunakan teknologi dengan bijak. Jangan sampai dalam penggunaan teknologi, masyarakat terjerat pelanggaran UU ITE. "Kemajuan teknologi dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, teknologi dapat menunjang kehidupan. Kedua, teknologi dapat membawa kita dalam permasalahan hukum. UU ITE dibuat supaya kita menggunakan teknologi dengan bijak" ungkapnya. Rudy Mencontohkan kasus Baiq Nuril yang terjerat kasus pelanggaran UU ITE. "Kasus Baiq Nuril itu contoh pelanggaran UU ITE. Ia terjerat pelanggaran UU ITE Pasal 27 ayat 3 karena rekaman telpon seksual nya" tambahnya. Dengan adanya kasus tersebut, ia berharap kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi. Sementara itu, Djoko Marwiyanto. Melihat teknologi sebagai penunjang kehidupan. Salah satunya, digunakan untuk penunjang pelayanan publik. "Penggunaan Teknologi Informasi ini kita manfaatkan untuk meningkatkan pelayan publik kepada masyarakat. Hasilnya, masyarakat dapat dengan mudah mengakses pelayanan yang ada". Ujarnya. Djoko Marwiyanto juga mengatakan bahwa saat ini, Pemerintah Kota Yogyakarta memanfaatkan penggunaan teknologi dengan membuat aplikasi layanan. "Untuk meningkatkan layanan publik tersebut, Pemkot Yogya saat ini memiliki aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Aplikasi ini terdiri dari 32 layanan yang dapat diakses oleh masyarakat sesuai layanan yang dibutuhan".Tambahnya. (Hes/fai).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Bentuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) membentuk Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Kota Yogyakarta, di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta, Jumat (23/11/2018). LPPM Kota Yogyakarta diresmikan langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dengan dihadiri perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas se-Kota Yogyakarta. Heroe menegaskan bahwa pembentukan LPPM adalah untuk menguatkan program gandeng gendong. "Kegiatan ini adalah salah satu wujud implementasi konsep Gandeng Gendong," ucap Heroe. Pembentukan Forum ini, sambungnya, dapat pula dimanknai sebagai sarana menyatukan ide dan gagasan yang selama ini hanya dilaksanakan secara parsial, maka melalui Forum ini ide dan gagasan dapat disatukan dalam media yang lebih terarah sehingga setiap kegiatan dapat terlaksana secara lebih matang. "Unsur 5K yakni Pemerintah Kota, Korporasi, Komunitas, Kampus, dan Kampung masih berjalan sendiri-sendiri sehingga hasilnya pun tidak maksimal," ujar Heroe. Untuk itulah, lanjutnya, Pemerintah Kota Yogyakarta ingin menjembatani keberadaan LPPM di Universitas se-Kota Yogyakarta. Ia melihat banyak gagasan akademisi yang dapat diadopsi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, selain juga sebagai harmonisasi kegiatan pembangunan maupun pengabdian kewilayahan. "Keberadaan perguruan tinggi mempunyai posisi penting pembangunan Kota Yogyakarta, hal ini tidak terlepas perannya sebagai mitra Pemerintah Kota Yogyakarta utamanya dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat," tandasnya. Ia menerangkan, Pemkot juga akan memberikan pendanaan untuk melakukan penelitian dengan skema yang telah ditentukan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad menambahkan bahwa dukungan anggaran untuk penelitian oleh dosen pada tahun 2019 yang disediakan Bappeda Kota Yogyakarta sebanyak Rp 200 juta. "Dan anggaran untuk pendampingan pengabdian masyarakat, KKN, dan Kemitraan Penelitian Dikti sebanyak Rp 150 juta," urainya. Edy menerangkan, saat ini sudah ada 20 kampus yang memiliki perjanjian kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta dari 53 Kampus yang berada di Kota Yogyakarta. Sementara itu, Ketua Forum LPPM Kota Yogyakarta, Ambar Kusumandari menilai kegiatan pengabdian yang ada di wilayah DIY saat ini mayoritas dilakukan di luar Kota Yogyakarta. Pihaknya pun akan mengupayakan agar kegiatan pengabdian bisa dilakukan di Kota Yogyakarta melalui KKN Kota, dengan begitu pihaknya optimis manfaatnya akan jauh lebih merata. "Kami akan mengumpulkan beragam persoalan yang berada di Kota Yogyakarta seperti masalah sampah, transportasi dan lainnya," ucap Ambar. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Bermain Dakon Bersama 1000 Anak Yogyakarta
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi begitu asik bermain dakon bersama sekitar 1000 anak dalam acara "Dakon Ning Ratan pagi ini, Sabtu (24/11/2018). Acara yang digelar di sepanjang Jalan Kapas ini menjadi ivent pertama di Indonesia sekaligus di dunia. Dalam kesempatan tersebut Heroe mengajak para orang tua untuk menyempatan diri bermain dengan para buah hatinya. Menurutnya yang terpenting saat ini adalah bagaimana anak-anak mampu mengambil nilai folisofi dari permainan tradisional tersebut. Semua permainan tradisional memiliki nilai filosofi yang sangat baik untuk perkembangan kepribadian anan-anak. Seperti dakon ini yang mengjarkan kita untuk bisa mengambil keputusan yang tepat apabila ingin "Orang tua dan guru harus mendampingi anak-anakanya, sehingga permainan tradisonal yang sebenarnya penuh dengan nilai filosfi ini tidak hanya sebatas permaianan saja," ucap Hereo. Pihaknya mengingatkan, maraknya penggunaan gawai merupakan ancaman serius yang menyebabkan anak menjadi pribadi yang susah bergaul, cenderung individu serta menghapuskan interaksi sosial di kalangan anak-anak. "Apabila hal itu terus terjadi tanpa ada upaya menghadirkan kembali permainan tradisional di tengah-tengah kita dan anak-anak, aneka permainan tradisional tersebut lambat laun akan hilang ditelan jaman dan melahirkan generasi yang anti sosial," ujarnya. Untuk itulah, menurut Heroe, menghadirkan kembali permainan tradisional perlu didukung oleh para orang tua dan guru, karena kegiatan itu juga merupakan suatu bentuk proses pendidikan. "Dalam setiap permainan yang dilakukan secara bersama-sama dengan interaksi secara langsung pasti ada nilai positif yang akan didapat," imbuhnya. Ia optimis permainan tradisional masih mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak dalam bergaul, seperti sportivitas, kekompakan, semangat untuk berjuang, semangat untuk berbagi, suka bekerjasama, dan bertenggang rasa dengan teman lain. "Dengan demikian diharapkan kelak akan menjadi pribadi dewasa yang matang baik pikiran maupun emosinya," ucap Heroe. Heroe pun mengajak guru dan orang tua untuk terus mengupayakan pembiasaan dolanan tradisional anak ini baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan bermain anak-anak sehingga dolanan anak akan terus hidup dari generasi ke generasi. Heroe berharap kegiatan tersebut selain bermanfaat untuk mempersiapkan generasi muda dengan menanamkan nilai-nilai positif kepada mereka, juga dapat mendekatkan keluarga besar TK N 2 Yogyakarta kepada masyarakat dan menunjukkan bahwa institusi ini mempunyai peranan dalam membangun masyarakat Kota Yogyakarta. "Tterutama generasi muda, anak-anak kita, dimana salah satunya adalah dengan mengenalkan serta mengajarkan kepada meraka akan keragaman budaya nusantara yang berupa dolanan anak," tandasnya. Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia Festival Dolanan Tradisional Muhammad Miftahuddin menerangkan, "Dakon ning Ratan" adalah digelar dalam rangka memperingati hari anak se-dunia sekaligus peringatan HUT TK Negeri 2 Yogyakarta ke-33. "Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap perkembangan teknologi yang menggusur keberadaan dolanan tradisional anak. Salah satunya dakon ning ratan yakni bermain dakon secara massal," urainya. Dalam kegiatan ini, sambungnya, juga ada Festival Dolanan Tradisinal yang memperebutkan tropi WaliKota Yogyakarta dan uang pembinaan, hingga kompetisi dakon perorangan yang memperebutkan tropi GKBRAA Paku Alam. "Dalam festival ini anak-anak diberikan kebebasan dalam menampilkan jenis permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng dan lainnya," ucapnya. Salah satu peserta Festival Dolanan Tradisional Anak Nusantara asal TK Bopkri Gondolayu, Dova Saputra mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Dova mendapatkan kesempatan khusus bermain dakon dengan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. "Senang bisa bermain dakon bersama," kata Dova usai bermain dakon dengan Heroe Poerwadi. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sudagaran Dikukuhkan Sebagai Kampung KB
Kampung Sudagaran, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo dikukuhkan sebagai kampung keluarga berencana (KB), Minggu (25/11/2018). Sudagaran menjadi salah satu dari 14 sasaran yang akan dikukuhkan sebagai kampung KB di Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Ia mengungkapkan jika pencanangan Kampung KB bertujuan bukan saja untuk pengendalian kelahiran semata. "Namun yang lebih penting, ada partisipasi masyarakat untuk menciptakan kondisi harmonis agar masyarakat dapat hidup sejahtera, bersih, teratur dan indah" katanya di lokasi. Di Kota Yogya, lanjutnya, pencanangan Kampung KB yang saat ini sudah terdapat di 14 Kecamatan diharapkan menjadi motivasi semua elemen untuk bersama-sama menjadikan Kota Yogyakarta sebagai Kota yang melahirkan keluarga yang lebih sejahtera di kemudian hari melalui program KB dan program lain yang terkait dengan peningkatan keluarga sejahtera. Pelaksanaan program Kampung KB hendaknya lebih fokus pada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan katanya. Ia menegaskan, jika Pemkot Yogya akan terus melakukan sosialisasi mengenai program KB, dimana didalamnya bukan hanya program pengendalian pertumbuhan penduduk saja, tetapi juga program pengaturan kelahiran dan pengasuhan anak secara sehat. "Dengan selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat, saya berharap dapat memberikan informasi secara lebih mendalam tentang program KB, yang saat ini tidak hanya menjadi hegemoni kaum perempuan saja, namun andil kaum pria juga sangat besar dalam menciptakan keluarga kecil, bahagia dan harmonis" harapnya. Sementara itu Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogya, Eny Retnowati mengatakan dengan adanya Kampung KB juga dijadikan sebagai upaya revitalisasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program kependudukan, baik itu program KB maupun Pembangunan Keluarga secara utuh di lapangan. katanya. Ia menjelaskan pembentukan Kampung KB tersebut merupakan realisasi dari program yang dicanangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tujuan untuk menyukseskan program Nawacita pemerintah, khususnya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sebanyak 14 kampung yang ditetapkan sebagai Kampung KB adalah Kampung Sudagaran, Kampung Pingit, Kampung Iromejan, Kampung Tegal Lempuyangan, Kampung Pajeksan, Kampung Ngampilan, Kampung Ketanggungan Kulon, Kampung Jogokaryan, Kampung Mangunnegaran, Kampung Ratmakan, Kampung Kepatihan, Kampung Bintaran, Kampung Sidobali, dan Kampung Darakan Barat. Dengan adanya kampung KB ini, tambahnya, juga mampu memastikan tidak terjadi lagi kasus kematian ibu melahirkan dan kematian anak ketika dilahirkan atau pada usia balita. "Ini adalah misi kemanusiaan yang mulia, misi yang wajib kita jalankan dengan sebaik-baiknya" katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Hari Guru Nasional, Wawali: Lanjutkan Kerja Keras Kita
Bertepatan dihari Peringatan Hari Guru Nasional, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengajak kepada seluruh guru di Kota Yogya untuk meningkatkan profesionalitasnya sehingga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda akan terus terjaga untuk jaminan pembangunan bangsa di masa depan. "Kota Yogya memiliki potensi yang besar di bidang pendidikan, dibuktikan dengan banyaknya sekolah negeri, swasta dan lembaga pendidikan lain yang ada di Kota Yogya ini," kata Wawali saat menghadiri Peringatan HKN Kota Yogya di GOR Amongraga, Senin (26/11/18). Menurutnya keberhasilan kependidikan tidak hanya ada di biaya, tapi guru jadi faktor penting. "Untuk itu kami mengajak guru di Kota Yogya untuk meningkatkan profesionalisme dunia pendididkan agar menghasilkan SDM yang ahli, terampil, kreatif dan profesional," kata dia. Pembangunan karakter juga harus dibarengkan seiring dengan kecerdasan akademik. "Murid di Kota Yogya harus mempunyai iman dan takwa yang tinggi dan berbudi pekerti yang luhur," imbuh Wawali. Ia meminta guru untuk melanjutkan kerja keras yang sudah dilakukan. Harapannya, anak-anak Kota Yogya mampu mengibarkan bendera Indonesia di tengah-tengah bendera dunia. Saya yakin Anda bisa menghantarkan anak-anak kita sukses. Lanjutkan kerja keras kita, tuturnya. Kerja keras, Kata Heroe, menjadi bekal anak-anak Kota Yogya untuk meraih masa depan. Tidak dengan cara instan seperti mengerpek atau berbuat tidak jujur untuk meraih sesuatu. Modal kerja keras itu membuat anak-anak bisa dihormati di seluruh Indonesia maupun dunia. Mari kita kerja keras semua. Dengan begitu, kita bisa berprestasi bukan hanya tingkat lokal dan nasional, melainkan bisa berprestasi di tingkat dunia. Membawa bendera Indonesia di tengah bendera dunia dan melanjutkan kejayaan Indonesia, tegasnya. Sementara itu, Ketua PGRI Kota Yogya, Sugeng Mulyo Subono menambahkan, selain banyak siswa yang berprestasi, banyak juga guru di Kota Yogya yang berprestasi di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Capaian-capaian itu tidak boleh membuat semuanya berpuas diri. Sebagaimana pesan Wawali yang sering disampaikan, rasa puas bisa membuat kita terlena dan berhenti berpikir dan belajar, ungkapnya. (Han)