Pemkot Yogya Pangkas Izin Usaha
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Pangkas Izin Usaha
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Yogyakarta terus berupaya melakukan upaya-upaya untuk mempermudah layanan publik, khususnya pelayanan perizinan untuk masyarakat melalui inovasi-inovasi pelayanan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, salah satu yang sedang dikembangkan adalah penyederhanaan perizinan usaha. Sekretaris DPMP Kota Yogyakarta Christy Dewayani mengatakan dengan dihapusnya layanan Izin Gangguan (HO) maka secara otomatis Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS) menjadi pilihan yang akan dijadikan legalitas untuk usaha di bidang Usaha Toko Swalayan. "Adapun penyederhanaan IUTS tersebut menyangkut beberapa aspek yaitu antara lain dalam hal penyederhanaan persyaratan, waktu proses penerbitan izin maupun prosedur dan mekanisme pelayanan" katanya saat membuka FGD Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Hotel Neo Awana, Kamis (13/9). Penguatan penyederhanaan pelayanan perizinan tersebut, lanjunya, diaktualkan oleh Pemkot Yogya Pemerintah Kota Yogyakarta dengan diterbitkannya Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perizinan Pada Pemkot Yogya dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 29 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Dan Non Perizinan Pada Pemkot Yogya. "Dalam peraturan tersebut secara tegas telah memberikan kewenangan yang luas kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai penyelenggara pelayanan untuk membuat kebijakan teknis dalam pelaksanaan pelayanan" tandasnya Tak sampai disitu DPMP Kota Yogya juga melakukan upaya penyederhanaan perizinan guna mendukung investasi dan percepatan usaha di daerah. "Salah satu yang dikembangkan di DPMP Kota Yogyakarta adalah pelayanan IUTS secara on line, yang mana pemohon dapat mengisi semua persyaratan dari rumah melalui aplikasi yang ada di Web DPMP Kota Yogya dan pemohon tinggal ambil izinnya saja di DPMP Kota Yogyakarta" ujarnya. Ia pun berharap agar semua berjalan lancar tentunya harus ada kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dan semua stakeholder yang berkaitan dengan kegiatan usaha di Kota Yogyakarta. "Keberadaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu membuat segala proses perizinan menjadi ringkas untuk internal birokrasi dan masyarakat, namun harus ada dukungan dari kapasitas organisasional (IT, SDM, aparatur) dengan tujuan utama untuk mempermudah pelayanan perizinan usaha" katanya. (Han).
Meriahkan Hari Kunjung Perpustakaan, Perpustakaan Kota Gelar Berbagai Kegiatan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Meriahkan Hari Kunjung Perpustakaan, Perpustakaan Kota Gelar Berbagai Kegiatan
Dalam rangka menyemarakkan Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada hari Jum"at (14/9), Perpustakaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan. Rangkaian kegiatan sendiri sudah digelar mulai dari hari Kamis (13/9) hingga Selasa (18/9) mendatang dengan fokus kegiatan utama bertempat di Perpustakaan Kota Yogyakarta, Jl. Suroto no. 9, Kotabaru Yogyakarta. Kamis-Jumat 13 hingga 14 September jam 13.00 dilaksanakan Festival Literasi berupa Sanggar Jurnalistik bagi Remaja. Kegiatan ini merupakan pelatihan kepenulisan bagi siswa-siswi SMP di Kota Yogyakarta bertempat di lantai 2 Perpustakaan Kota Yogyakarta. Puncak peringatan dilaksanakan pada Jumat 14 September 2018 dengan kegiatan Semarak Hari Kunjung Perpustakaan". Kegiatan ini berupa service excellent perpustakaan kepada pengunjung. Para pustakawan secara aktif akan mendampingi pengunjung dalam memanfaatkan perpustakaan, juga disediakan welcome drink dan snack, serta doorprize menarik. Kegiatan lainnya adalah digelarnya Seminar Regional Perpustakaan Sekolah pada Selasa 18 September 2018 pukul 08.00 -13.00 WIB bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Seminar mengangkat tema Inovasi Perpustakaan Sekolah" Narasumber dalam seminar ini RUA Zainal Fanani, MM, P.rac, dan Heri Abi Burrachman, MIP. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, SE, MM menjelaskan bahwa peringatan hari kunjung perpustakaan ini merupakan kontibusi nyata untuk mendukung pembangunan Yogyakarta Smart City. "Harapan saya perpustakaan sebagai pilar bidang pendidikan akan mampu mendorong terwujudnya masyarakat literat di Kota Yogyakarta. Melalui Semarak Hari Kunjung Perpustakaan 14 September ini menjadi puncak layanan prima bagi pemustaka yang datang ke Perpustakaan Kota Yogyakarta," tuturnya Lebih lanjut, Wahyu menuturkan, bulan september juga menjadi momen penting bagi Perpustakaan Kota Yogyakarta untuk senantiasa meningkatkan layanan. "Berbagai upaya telah kami kembangkan yang diharapkan dapat menarik minat baca masyarakat. Salah satu upaya terbaru dan akan diluncurkan segera adalah dibukanya perpustakaan baru di wilayah Jogja Selatan. Hal ini diharapkan akan mampu meningkatkan coverage area layanan perpustakaan sekaligus memecah tingginya kunjungan pemustaka ke perpustakaan kotabaru," Tambah Wahyu. (Ismawati Retno/ed.ams)
Yogyakarta Raih Dua Penghargaan Dalam Ajang Indonesia Attractiveness Award 2018
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Yogyakarta Raih Dua Penghargaan Dalam Ajang Indonesia Attractiveness Award 2018
Kota Yogyakarta kembali memenangi penghargaan Indonesia-s Attractiveness Award 2018, yang diselenggarakan Tempo Media Group bekerjasama Frointer Consulting Group, di Ballroom Dua Mutiara Hotel JW Marriott Jakarta Selatan, Jumat (14/9)malam. Yogyakarta meraih predikat sebagai Kota terbaik pariwisata kategori platinum sekaligus sebagai kota terbaik investasi kategori gold dalam ajang Indonesia"s Attractiveness Award (IAA) 2018. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan diterima langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Heroe Poerwadi pun mengaku bangga dengan torehan prestasi tersebut, pihaknya menilai bahwa dua perngahargaan tersebut sangat prestisius. "Semogga ini mampu menjadi pemicu kita untuk terus bekerja memberikan yang terbaik bagi kemajuan Kota Yogyakarta," ucap Heroe Poerwadi usai menerima penghargaan Indonesia-s Attractiveness Award 2018 di Hotel JW Marriott Jakarta Selatan. Heroe Poerwadi menjelaskan, penghargaan ini diberikan berdasarkan pada pengukuran dan observasi yang dilakukan oleh Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group yang memberikan gambaran tentang daya tarik setiap kabupaten atau kota se-Indonesia. "Penghargaan ini diberikan kepada daerah-daerah yang dinilai maju dan memiliki daya saing untuk menarik investor," imbuhnya. Ia pun menegaskan bahwa penghargaan tersebut berhasil diraih Kota Yogyakarta karena kerjasama seluruh OPD di Pemerintah Kota Yogyakarta dan partisipasi dari warga masyarakat. "Namun penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan bagi Kota Yogyakarta untuk terus meningkatkan diri menjadi lebih baik di segala bidang," ucapnya. Ia menjelaskan, Saat ini semua kota tengah berbenah, baik di sektor pariwisata, infrastruktur, investasi, dan pelayanan public. "Sehingga kalau kita tidak ikut meningkatkan diri maka kita bisa tertinggal dari kota lain," imbuhnya. Untuk itu Heroe meminta agar segenap pemangku kepentingan di Kota Yogyakarta terus bersinergi untuk menjadikan Kota Yogyakarta lebih baik. "Harapannya seluruh OPD mampu meningkatkan diri serta terus berinovasi sehingga masing-masing OPD harus punya best practice dan masyarakat agar terus mendoakan dan berpartisipasi aktif dalam membangun Kota Yogyakarta," papar Heroe. Terpilihnya Kota Yogyakarta sebagai pemenang Indonesia Attractiveness Awards 2018, menurut Heroe, menunjukkan adanya potensi besar Kota Yogyakarta dan ini merupakan kerjasama dari seluruh element pemerintahan dan masyarakat. Sementara itu, Dalam sambutannya, Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa ajang penghargaan seperti IAA sangat positif karena dapat membuat para kepala daerah berani melakukan inovasi dalam upaya memajukan daerahnya. "Momen seperti ini sangat penting dalam rangka memajukan dan meningkatkan daya saing daerah," tegas Tjahjo. (Tam)
Tingkatkan Peran Perpustakaan, Pemkot Yogya  Gelar Lomba Perpustakaan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tingkatkan Peran Perpustakaan, Pemkot Yogya Gelar Lomba Perpustakaan
Sebagai upaya meningkatkan peran perpustakaan dan menggalakkan minat baca melalui perpustakaan di tiap instansi dan dunia pendidikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta menggelar lomba perpustakaan khusus Instansi di lingkungan Pemkot Yogya. Lomba tersebut di bagi menjadi tujuh kelompok. kelompok pertama adalah kelompok kategori Dinas, Badan, Sekretariat Dewan, Inspektorat, RSUD. Kelompok kategori kedua adalah kelompok Bagian, BPBD, dan Kantor, kelompok kategori ketiga adalah kategori Kecamatan, Kelompok keempat adalah kelompok kategori Puskesmas, Kelompok kelima adalah kelompok kategori Kelurahan, Kelompok keenam adalah kelompok kategori Sekolah Negeri, dan kelompok ketujuh adalah kelompok kategori Sekolah Swasta Untuk pemenang kelompok pertama, terbaik pertama diraih Dinas Pendidikan, terbaik kedua diraih Dinas Pariwisata, dan terbaik ketiga diraih BKPP Kota Yogya. Untuk pemenang kelompok kedua, terbaik pertama diraih Bagian Protokol, terbaik kedua diraih Bagian Organisasi, terbaik ketiga diraih Bagian Hukum. Untuk pemenang kelompok ketiga, terbaik pertama diraih Kecamatan Kotagede, terbaik kedua diraih Kecamatan Danurejan, terbaik ketiga diraih Kecamatan Umbulharjo. Untuk pemenang Kelompok keempat, terbaik pertama diraih oleh Puskesmas Kotagede1, terbaik kedua diraih Puskesmas Umulharjo, terbaik ketiga diraih Puskesmas Jetis. Untuk pemenang Kelompok kelima, terbaik pertama diraih oleh Kelurahan Ngupasan, terbaik kedua diraih oleh Kelurahan Wirobrajan, terbaik ketiga diraih Kelurahan Mantrijeron. Untuk pemenang Kelompok keenam, terbaik pertama diraih oleh SMPN 5 Yogya, terbaik kedua diraih MTS N 1 Yogya, terbaik ketiga diraih SMPN 7 Yogya. Untuk pemenang Kelompok ketujuh, terbaik pertama diraih oleh MTS Muallimaat, terbaik kedua diraih MTS Muallimin, sedangkan untuk terbaik ketiga diraih SMP Muh 7. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko megatakan tujuan lomba tersebut adalah untuk meningkatkan pentingnya memanfaatkan perpustakaan. "Untuk itu, marilah kita jadikan budaya membaca sebagai sebagai gaya hidup dan bagian penting dalam keseharian kita guna mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi bangsa yang beradab sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa ini" katanya saat ditemui usai upacara bendera di lapangan Balaikota, Senin (17/9). Menurutnya predikat Kota Yogya sebagai kota pelajar harus didukung dengan perpustakaan-perpustakaan yang representatif. Yogyakarta harus menjadi pusat intelektual, tidak hanya dengan banyak universitas, namun didukung perpustakaan modern yang menghapus citra kuno dan membosankan. "Untuk itu, pada tahun 2018-2019 Pemkot Yogya akan membuka tiga PEVITA atau Perpustakaan Alternative Yogyakarta yakni di Jalan Mayjend Sutoyo, Wirobrajan dan Kawasan Timoho sehingga kebutuhan baca bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik" katanya. Untuk mendukung minat baca dan pembinaan perpustakaan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya terus melaksanakan pendampingan di sekolah dan perpustakaan khusus, antara lain melalui lomba. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut berkesempatan menyerahkan hadiah lomba kepada para pemenang sangat menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya, karena menurutnya membaca merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan Bangsa dan Negara. "Sebagaimana kita ketahui bahwa keterampilan membaca sangat berperan penting dalam segala aspek kehidupan, karena informasi dan pengetahuan itu akan kita diperoleh melalui berbagai aktivitas, dimana salah satunya adalah membaca" ungkapnya Oleh karena itu, lanjutnya, kegemaran membaca harus menjadi gaya hidup masyarakat, birokrat, pelajar, maupun mahasiswa. Wawali menghimbau kepada seluruh pegawai di jajaran Pemkot Yogyakarta untuk senantiasa memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sarana untuk memperluas cakrawala berpikir dan meningkatkan pengetahuan untuk mendukung kinerja.(Han)
Pajeksan Deklarasikan Kampung Tanggap Bencana
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pajeksan Deklarasikan Kampung Tanggap Bencana
Kampung Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Gedongtengen mendeklarasikan sebagai Kampung Tanggap Bencana (KTB), Ahad (17/9/2018) pagi. Dengan begitu kini Yogyakarta telah memiliki 97 Kampung Tanggap Bencana. Deklarasi yang digelar di halaman SMP Ma"aarif itu pun dilengkapi dengan simulasi tanggap bencana yang diikuti oleh seluruh warga Pajeksan. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang turut dalam simulasi tersebut mengapresiasi Kampung Pajeksan sebagai KTB. "Inisiatif warga Pajeksan harus kita apresiasi, langkah KTB ini merupakan bentuk kepedulian sesama warga untuk saling menyelamatkan," cetusnya. Namun begitu, Heroe mengingatkan agar pelatihan tersebut berlanjut sehingga tidak hanya sekedar deklarasi saja. "Jangan hanya deklarasi saja namun benar " benar menyiapkan masyarakat untuk siap merespon terjadinya bencana," tandasnya. Pihaknya juga meminta simulasi serupa digelar secara rutin, supaya warga benar-benar paham dan siap dalam menghadapi bencana. "Kalau bisa simulasi seperti ini dilakukan secara terus menerus. Rutin setiap tahun," kata Heroe. Menurut Heroe yang terpenting adalah bagaimana caranya mencegah terjadinya bencana, khususnya kebakaran. "Mulai dari hal yang sangat sederhana seperti menyambung listrik, harus ada pelatihan yang memberikan gambaran yang benar dan aman," urainya. Untuk itu, selain skill Heroe pun meminta warga untuk memiliki peralatan yang lengkap untuk merespon ketika terjadi suatu bencana. Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi menurutkan, bahwa Pajeksan menjadi KTB ke 97. "Total yang sudah mendeklarasikan sebagai KTB ada 97 kampung," jelas Hari. Ia pun mengapresiasi Kampung Pajeksan karena telah mendeklarasikan sebagai KTB, di tengah keterbatasan yang dimiliki oleh warga Pajeksan ini simulasi tetap berjalan lancer. Ia pun berharap simulasi di Kampung Pajeksan tersebut tidak menjadi yang terakhir, melainkan menjadi yang pertama. "Semoga kedepan aka nada simulasi lanjutan untuk bencana-bencana lainnya, nanti bisa bekerjasama dengan Pusdalop BPBD Kota Yogyakarta," cetusnya. (Tam)
Sambut HUT Kota Yogyakarta ke-262, Tiga Pasangan ini Nikah di Atas Crane PJU
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sambut HUT Kota Yogyakarta ke-262, Tiga Pasangan ini Nikah di Atas Crane PJU
Dalam rangka menyambut hari jadi Kota Yogyakarta ke-262, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerjasama dengan Forum Ta"aruf Indonesia (FORTAIS) Sewon Bantul menggelar acara nikah atau ijab qabul di atas crane. Tiga pasangan mempelai pun akhirnya berani untuk saling mengikat janji mereka di atas crane PJU di halaman Taman Pintar Yogyakarta, Ahad (16/9/2018). Tiga pasang calon pengantin tersebut adalah Sigit Raharjo-Pensy Yuli R, Chairul Sukito A-Prasasti Y dan Sugito dengan Feri Sulasmiyati. Kemudian ketiga calon pengantin, secara bergantian naik di atas Crabe JPU untuk segera dinikahkan oleh Kepala KUA Kecamatan Gondomanan, Setyo Purwadi dengan saksi Ketua Fortais RM Ryan Budi Nuryanto. Sementara itu pasangan mempelai lainya melangsungkan akad nikah mereka di depan di Gong Perdamaian, Taman Pintar, Yogyakarta. "Upacara -Pre-Post Wedding Nikah Bareng Jogja Istimewa diikuti 26 pasang pengantin," Kata Ketua Fortais RM Ryan Budi Nuryanto. Menurut Ryan, filosofi nikah di crane PJU milik Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, bahwa dengan crane PJU ini akan mengantarkan mereka ke pernikahan yang tinggi nilainya dan menuju ke kehidupan yang bahagia, terang hatinya dan satu hati untuk NKRI. "Jadi maknanya cukup tinggi," imbuhnya. Ryan mengungkapkan Peserta nikah barang tidak hanya dari Yogyakarta, tapi justru banyak yang datang dari luar kota. Misalnya, Magelang, Klaten, Wonosobo, Salatiga, bahkan ada yang datang dari Jawa Barat dan luar Pulau Jawa. Sementara dalam sambutan tertulisnya Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengapresiasi kegiatan tersebut. "Kegiatan nikah bareng ini selain menyongsong Hari Uang Tahun Kota Yogyakarta ke-262 juga dapat menjadi sesuatu yang ikonik sehingga masyarakat tetap mengingat peristiwa ini," kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Kegiatan ini, sambungnya, juga sangat membantu para pasangan yang selama ini ingin melangsungkan pernikahan resmi namun terkendala dengan urusan lain. "Sehingga dengan program nikah bareng ini akan membantu saudara kita yang mempunyai kesulitan itu," imbuhnya. Pihaknya menilai, Konsep nikah bareng yang mengambil tempat yang unik dan jauh dari kebiasaan dengan segala pernak-pernik acaranya merupakan salah satu penerapan pola pikir out of the box melalui prosesi pernikahan seperti ijab qabul dan seterusnya. "Sehingga mudah-mudahan dengan konsep yang unik, menarik dan lain dari biasanya, kegiatan ini akan memberikan kesan tersendiri bagi setiap pasangan yang mengikuti kegiatan ini," kata Haryadi menambahkan. (Tam)
Launching Posbindu di Kecamatan Mergangsan Yogya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Launching Posbindu di Kecamatan Mergangsan Yogya
Lauching Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) Kecamatan Mergangsan dilaksanakann pada Jum"at (14/9) di Halaman Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Camat Mergangsan dan jajaran Forkopimka Kecamatan Mergangsan. Pembentukan Posbindu berlandaskan karena adanya program deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular pada karyawan Pemerintah Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Camat Mergangsan, Budi Santosa menyampaikan bahwa kegiatan Posbindu ini dalam rangka mewujudkan pemantauan kesehatan secara rutin. "kegiatan Posbindu ini dalam rangka mewujudkan pemantauan kesehatan secara dini bagi karyawan dan karyawati yang akan dilakukan secara rutin"ujarnya. Disamping itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini, menyampaikan bahwa Posbindu ini untuk meningkatkan kinerja pegawai. "kegiatan Posbindu ini diperuntukkan dalam meningkatkan kinerja pegawai khususnya di wilayah Yogyajarata" ungkapnya. Fita Yulia Kisworini menambahkan semoga di wilayah kecamatan Mergangsan merupakan titik awal berdirinya Posbindi yang ada di Kota Yogyakarta. "mudah-mudahan ini menjadi titik awal terbentuknya Posbindi di wilayah kota Yogyakarta"ungkapnya. Kecamatan Mergangsan merupakan Kecamatan pertama di Kota Yogyakarta yang membentuk Posbindu. Kegiatan Posbindu juga menyediakan berbagai menu sehat yaitu berupa sayur (pecel) dan buah-buahan serta banyak doorprice lainnya. Selain itu peserta posbindu juga bisa melakukan periksa kesehatan dengan petugas dari pengurus posbindu dan Puskesmas secara gratis. Pada kegiatan pertama Posbindu Hakaryo saras, Kecamatan Mergangsan terus berusaha untuk membudayakan tiga hal yang manjadi fokus Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yaitu dengan olah raga, pemeriksaan kesehatan dan makan sayur dan buah setiap hari. Dengan adanya pembinaan terpadu dalam hal kesehatan tersebut juga dapat menanamkan kepada setiap individu bahwa masyarakat yang sehat diawali dari dalam diri sendiri. (Hes)
Merawat Kebersamaan, Memperkokoh Jogja Istimewa
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Merawat Kebersamaan, Memperkokoh Jogja Istimewa
Keistimewaan Jogja bukan semata-mata karena nilai historis dan proses politik pengangkatan Gubernur melalui penetapan namun juga karena nilai budaya dalam masyarakatnya, termasuk tatanan kehidupan masyarakat yang religius. Hal tersebut disampaikan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti pada acara Sarasehan Memperkokoh Jogja Istimewa dalam rangka HUT ke- 74 Gereja Hati Santa Perawan (HSP) Maria Tak Bercela Kumetiran, Minggu (16/9) di Panti Paroki Gereja HSP Maria Tak Bercela. Lebih lanjut Haryadi meminta agar pemeluk agama beserta tempat ibadah dapat turut menjaga tatanan masyarakat dalam kebersamaan "Tempat ibadah memiliki konsekuensi sosial kemasyarakatan. Untuk itu gereja dapat memberikan perhatian pada kegiatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan dalam membantu permasalahan yang ada di sekitarnya sebagai bentuk tanggung jawab keberadaan gereja di tengah masyarakat." Pinta Haryadi Haryadi juga mengingatkan, tantangan yang dihadapi oleh Gereja HSP Maria Tak Bercela cukup besar. Secara geografis-sosiologis, Gereja HSP Maria Tak Bercela berada di wilayah pusat pariwisata Kota Yogyakarta termasuk di dalamnya kawasan Pasar Kembang dengan berbagai permasalahan sosialnya, selain itu hadirnya revolusi industri 4.0 juga harus menjadi perhatian pihak Gereja. "Diharapkan gereja dapat menjadi tempat menemukan solusi bagi umatnya juga mendorong Orang Muda Katholik untuk tidak hanya sibuk dengan urusan berorganisasi namun juga diberi tanggung jawab mengisi kegiatan beribadah di gereja agar kedekatan dengan tepat ibadah mampu memberikan tuntutan kepada kaum muda di tengah semakin berkurangnya interaksi antar manusia" Imbuh Haryadi Dalam kesempatan tersebut, Haryadi juga menyinggung Program Gandeng Gendong yang saat ini tengah digaungkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Dikatakan oleh Haryadi, Gandeng Gendong merupakan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang makin sejahtera dengan bersinerginya elemen Korporasi, Kampus, Kampung, Komunitas dan Kota, untuk itu Haryadi mengajak Gereja HSP Maria tak Bercela agar di usianya yang ke-74 ini juga dapat berperan aktif dalam Program Gandeng Gendong dengan memberikan kebaikan dan kebahagiaan bagi umatnya dan masyarakat sekitarnya. Acara ini sendiri disambut dengan antusias oleh peserta yang terdiri darii umat Gereja HSP Maria Tak Bercela, warga dan organisasi di sekitar gereja. Peserta meramaikan jalannya sarasehan dengan beberapa pertanyaan seputar program Pemerintah Kota Yogyakarta seperti masalah transportasi, jaminan kesehatan, ketertiban, lalu lintas dan program Gandeng Gendong. Diantaranya Bapak Slamet yang menanyakan tentang kerukunan umat beragama dan Ibu Aik dari Ngadiwinatan yang mengeluhkan sulit akses keluar masuk rumahnya karena kemacetan lalu lintas saat liburan dan bus yang parkir tidak di tempatnya. Haryadi yang didampingi Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan, Plt Kepala Dinas Kominfosandi, Plt Sekretaris Dewan, Camat Gedongtengen, Lurah Sosromenduran dan Lurah Pringgokusuman menjelaskan bahwa kerukunan dapat dijaga dengan menahan diri untuk tidak memasuki hal yang bukan urusannya, bertoleransi, dan selalu berupaya menghindari konflik baik dari lingkup kecil seperti RT dan RW hingga lingkup yang lebih besar. Sedangkan untuk masalah kemacetan lalu lintas saat libur memang menjadi masalah di berbagai kota besar namun demikian Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya meminimalkan masalah tersebut dengan pengaturan lalu lintas, pelebaran jalan, dan penertiban bagi kendaraan yang parkir di tempat yang dilarang. Melengkapi kunjungannya ke Gereja HSP Maria Tak Bercela , Walikota melakukan penanaman pohon Sawo Beludru di halaman taman Gua Maria Gereja HSP Maria Tak Bercela serta meninjau beberapa fasilitas gereja yaitu: fasilitas untuk difabel, ruang kesehatan dan ruang laktasi.
Mengasihi Anak Yatim Melalui Wisata Religi dan Edukasi
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Mengasihi Anak Yatim Melalui Wisata Religi dan Edukasi
Salah satu amalan di Bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam tahun Islam adalah mengasihi dan mencintai Anak Yatim. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta memanfaatkan momentum bulan yang dimuliakan ini dengan menyelenggarakan Wisata Religi dan Edukasi Anak Yatim Yogyakarta, Minggu (16/9). Disampaikan oleh Wakil Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Adi Soeprapto kegiatan yang mengambil tema "Anak Yatim, Taqwa, Cerdas, Berprestasi dan Mandiri" ini bertujuan sebagai sarana edukasi yang mendorong Anak Yatim mentauladani para syuhada, pejuang dan pemimpin sekaligus untuk meningkatkan ilmu dan amal. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 500 anak yatim yang terdiri dari 400 anak dari 9 Panti Asuhan di Kota Yogyakarta dan 100 anak dari Badko TPA/TKA Kota Yogyakarta. Mereka mengunjungi tiga tempat bersejarah di Yogyakarta, yakni Kraton Yogyakarta, Masjid Gede Kauman dan Istana Kepresidenan Kota Yogyakarta. "Dari Kraton Yogyakarta anak-anak bisa belajar mengenai sejarah Kota Yogyakarta yang tahun ini memasuki usianya yang ke-262, dari Masjid Gede bisa melihat sejarah pertumbuhan umat Islam di Kota Yogyakarta dan di Istana Kepresidenan dapat dipelajari sejarah pemerintahan Indonesia." Ungkap Misbahrudin selaku Wakil Ketua Pelaksana BAZNAS Kota Yogyakarta.. Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta mengapresiasi kegiatan tersebut, dan berharap visitasi yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi peserta "Niatan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik dan motivasi yang lebih besar pada anak-anak sehingga mempunyai spirit untuk terus memperbaiki diri agar dapat mengkontribusikan kemampuannya untuk kemajuan Bangsa Indonesia" ucap Heroe Sementara itu, Syaifullah, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta menyambut baik penyelenggaraan Wisata Religi dan Edukasi di Istana Kepresidenan Yogyakarta sebagai upaya untuk mengenalkan Istana Kepresidenan ke masyarakat agar ada rasa memiliki yang kuat terhadap gedung yang dan nilai bersejarah di dalamnya. Pada kesempatan tersebut BAZNAS Kota Yogyakarta melaksanakan pentasyarufan Zakat, Infaq dan Shodaqoh melalui program Jogja Taqwa sebesar 95 juta rupiah yang disalurkan untuk 9 Panti Asuhan masing-masing sebesar 5 juta rupiah dan 500 anak yatim masing-masing sebesar 100 ribu rupiah.
Pemkot Gelar Pelatihan Intensif Pengembangan UMKM
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Gelar Pelatihan Intensif Pengembangan UMKM
Pengusaha UMKM mendapatkan pembekalan dalam meningkatkan usaha dan merespon kebijakan pemerintah untuk mendorong UMKM di Kota Yogyakarta. Berbagai pelatihan dan pendampingan serta pemberdayaan di berikan oleh pemda kota Yogyakarta agar UMKM semakin berkembang. Pelatihan Intensif Pengembangan UMKM Kota Yogyakarta ini diadakan pada Senin (17/9) di Ruang Bima, Balaikota Yogyakarta. Kepala Dinas Sosial Narketran, Cristina Lusi Irawati mengatakan Dengan berbagai pelatihan ini diharapkan UMKM yang ada di yogyakarta bisa naik kelas. "Pelatihan ini bekerjasama dengan yayasan BEDO arahnya untuk peningkatan wirausaha yang ada di Kota Yogyakarta, dengan berbagai pelatihan ini diharapkan UMKM yang ada di yogyakarta bisa naik kelas" ujarnya. Selain itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap peserta mampu berinovasi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta memperluas jaringan usaha. "Saya berpesan kepada para peserta pelatihan dan bimtek UMKM ini, manfaatkanlah event ini dengan sebaik-baiknya terutama untuk menggali dan mengumpulkan informasi untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta membuka peluang untuk memperluas jaringan usah" ungkapnya. Kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis intensif ini merupakan gagasan positif untuk memberikan bantuan fasilitasi bagi para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya, sehingga UMKM dapat naik kelas menuju word class product. Dengan hal tersebut Heroe Poerwadi berharap dalam barang atau jasa dapat berkreasi agar masyarakat Yogyakarta dapat semakin dikenal. "Kami juga berharap kegiatan ini dapat berjalan rutin dan menjadi agenda sehingga pada pelaksanaan tahun-tahun berikutnya senantiasa diikuti dengan peningkatan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan" ujarnya. Disamping itu Heroe Poerwadi juga menekankan agar kesiapan mental para pengelola bisnis UMKM dapat menghadapi persaingan global. Berbagai pengetahuan, wawasan dan ketrampilan bisnis harus selalu di tingkatkan. Kondisi ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah dan pelaku dunia usaha khususnya industri kreatif untuk tidak kehilangan momentum berharga ini karena berbagai macam bentuk industri kreatif sebagai hasil budi daya masyarakat Kota Yogyakarta merupakan potensi budaya dan ekonomi yang potensial untuk dikembangkan. (Hes)
Pra Rakor Komwil III APEKSI, Kolaborasi Daerah Menjadi Bahasan Utama
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pra Rakor Komwil III APEKSI, Kolaborasi Daerah Menjadi Bahasan Utama
Kolaborasi antar Kota menjadi bahasan utama dalam Pra Rakor Komwil III APEKSI yang berlangsung di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta hari ini, Selasa (18/9/2108). Hadir dalam acara tersebut, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Walikota Tasik Malaya Budi Budiman serta perwakilan dari masing-masing Kota anggota Komwil III APEKSI. Dalam kesempatan itu, Haryadi Suyuti mengajak seluruh anggota Komwil III APEKSI untuk saling bekerjasama dan berkolaborasi guna memberikan kontribusi bagi masing-masing kota. "APEKSI ini fondasi kita untuk membangun kolaborasi antar anggota, sehingga bisa saling mengangkat potensi masing-masing," kata Haryadi. Ia menandaskan, yang terpenting adalah meningkatkan daya saing daerah karena hal itulah yang menjadi sumber pendapatan daerah. "Untuk itulah fungsi kerjasama atau kolaborasi tersebut sangat dibutuhkan," imbuhnya. Selain itu, Haryadi juga menyinggung terkait beberapa masalah yang seringkali meresahkan masyarakat. "Hal itu juga menjadi hal penting yang harus dibahas oleh APEKSI," paparnya. Haryadi mencontohkan, beberapa masalah belakangan yang meresahkan masyarakat seperti tawaran investasi bodong hingga penipuan berkedok biro umroh. Dalam kesempatan yang sama Walikota Tasik Malaya Budi Budiman mengaku bangga dengan terpilihnya Tasik Malaya menjadi tuan rumah Rakor Komwil III APEKSI 2018. Ia pun menyatakan kesiapannya menjamu tamu Rakor Komwil III APEKSI 2018. "Kami sudah siapkan semuanya, Tasik Malaya siap menyambut," ucapnya. Rakor Komwil III APEKSI 2018 DI Tasikmalaya akah berlangsung sejak tanggal 13 hingga 15 Oktober 2018. "Dalam forum tersebut kita akan membahas tema utama yakni pengembangan daya saing ekonomi daerah, dengan sub bahasan pariwisata dan ekonomi mikro," jelasnya. Budi Budiman menilai tema tersebut penting untuk segera dibahas karena menurutnya belakangan ini pariwisata menjadi primadona daerah untuk menggali potensinya. "Pariwisata pun sejalan dengan ekonomi mikro, kalau saja dua hal itu dimiliki dan berhasil dikembangkan maka akan menjadi kekuatan utama ekonomi suatu derah," jelasnya. Namun begitu, yang terpenting menurutnya adalah bagaimana kemudian tema tersebut bisa direalisasikan dalam bentuk kolaborasi antar anggota APEKSI Komwil III. "Tasikmalaya berkolaborasi dengan Yogyakarta karena sama-sama memiliki potensi industri kreatif," kata Budi mencontohkan. Pihaknya pun berharap Rakor Komwil III APEKSI 2108 di Tasikmalaya mendatang akan melahirkan kerjasama antar anggota sehingga bisa mendongkrak potensi daerah anggota APEKSI Komwil III. (Tam)
Walikota Jogja Haryadi Suyuti Jadi Salah Satu Narasumber Konferensi Energi Indonesia
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Jogja Haryadi Suyuti Jadi Salah Satu Narasumber Konferensi Energi Indonesia
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjadi salah satu narasumber dalam Konferensi Efisiensi dan Konservasi Energi Indonesia ke-2 dan Pameran 2018 atau " 2nd Indonesia Energi Efficiency and Conservation Converence and Exhibition 2018" . Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Konservasi dan Effisiensi Energi Indonesia yang didukung oleh Kementerian ESDM RI dan International Energi Agency, pada Rabu, (19 /09/2018) Di sesi pertama Walikota Yogyakarta bersama beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri seperti Walikota Kota Toyama Jepang, Masashi Mori, Aminullah Usman, Walikota Banda Aceh, Ignesjz Kemalawarta dari Sinar Mas Land, Maryoko Hadi Menteri dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, dan Maria Vuorelma dari Swedish Energy Agency. Tema besar yang mereka bahas adalah "Developing Smart and Sustainable Cities" ( Pengembangan Kota Cerdas dan berkesinambungan). Walikota Yogyakarta dalam makalahnya yang berjudul Energy Efficiency _ Environment-Frendly Street Lighting menjelaskan bagaimana upaya Pemerintah kota Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) menghemat penggunaan listrik. Upaya Efisiensi Energi, yang dilakukan Pemkot Yogyakarta untuk mengurangi konsumsi listrik yakni dengan memberlakukan Program Penerangan Jalan Hemat energi Energi (PJU Hemat Energi), pengaturan PJU Protokol, PJU Kampung dan PJU Lingkungan. Usaha ini menurut Walikota sejalan dengan komitmen Pemkot Yogyakarta untuk mendukung program langit Biru yakni program untuk mengurangi emisi gas buang. Pemerintah Kota Yogyakarta juga melakukan strategi dengan mengidentifikasi pemasangan kabel lampu jalanan oleh warga dan merencanakan pembangunan penerangan jalan umum lingkungan. Pemkot Yogyakarta juga mengintalasi kebali PJU lingkungan, dan melakukan koordiansi dengan PLN dan Warga masayarakan dan terus berkoordinasi secara informal. Selain itu pula Pemkot memonitor , mememilihara, dan memperbaiki PJU lingkungan, serta membuat standarisasi instalasi meteran listrik pada semua penerangan jalan untuk mengukur jumlah pajak PJU dan tagiahan listrik. Juga membuat skedul dan mengatur jadwal. Dengan cara itu Pemkot telah berhasil mengefisiensi konsumsi pemakaian listrik di kota dengan sangat signifikan. Konferensi ini didukung IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) sebuah asosiasi profesional teknis terbesar di dunia. Keanggotaan IEEE terdiri dari para insinyur, ilmuwan, dan para profesional, termasuk ilmuwan komputer, pengembang perangkat lunak, profesional teknologi informasi, fisikawan, dokter medis, dan banyak lainnya selain dari inti teknik elektro dan elektronika IEEE. IEEE adalah organisasi profesional teknis terbesar di dunia yang didedikasikan untuk memajukan teknologi demi kebaikan umat manusia. IEEE bertujuan menumbuhkan inovasi dan keunggulan teknologi demi kebaikan umat manusia. (@mix)
Jogja Halal Festival Digelar Oktober Mendatang
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jogja Halal Festival Digelar Oktober Mendatang
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DI Yogyakarta siap menggelar event bertajuk Jogja Halal Festival pada 11-14 Oktober 2018. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pun berharap event itu mampu menodorng Yogyakarta menjadi primadona baru wisata syariah. "Saya sangat berharap Yogyakarta benar-benar menjadi kota yang halal sekaligus menjadi primadona baru wisata syariah," kata Heroe Peorwadi saat audiensi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Balaikota Yogyakarta, Kamis (20/9/2018). Event berskala nasional tersebut rencannya akan di gelar di Jogja Expo Center (JEC) dengan mengangkat tema "Halal Itu Istimewa". Dalam kesempatan yang sama Ketua MES DIY, Mursida Rambe mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi dan edukasi kepada para masyarakat tentang pentingnya produk-produk halal. "Dan halal hari ini tidak hanya bicara kebutuhan namun juga merupakan sebuah lifestyle. Target kita juga bukan hanya bicara transaksi, orang datang, kemudian membeli, lalu pulang. Tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana konsep halal itu dapat tersosialisasi dan teredukasi kepada masyarakat," paparnya. Pihaknya menjelaskan, akan ada banyak sekali event pendukung selain expo yang akan diikuti lebih dari 250 stand produk halal khusus kuliner dan syariah untuk produk perbankan, fashion, sekolah dan perguruan tinggi serta produk wisata. "Saat ini, wisata yang bernuansa islam atau halal tourism sangat diminati banyak kalangan," tandasnya. Sehingga, lanjutnya, produk kuliner halal hotel syariah, dan pelayanan yang bagus sangat menjadi primadona dan dicari oleh masyarakat Indonesia dan Internasional yang suka berwisata. Mursida mengungkapkan akan ada yang menarik pada JHF tahun ini yakni, Kopi ABC Hijab Cantik Berlari special 5K. "Event berlari kategori fun run itu dikhususkan untuk perempuan berhijab menempuh jarak 5 K dengan kategori umum, master dan anak," terangnya. Acara lari khusus wanita berhijab ini akan digelar pada 14 Oktober 2018, yang akan dimulai pukul 06:00 Wib. "Kami sediakan total hadiah 10 juta rupiah dan 300 medali finisher untuk semua kategori. Pendaftaran secara online di loket.com/event/hijabcantikberlari. Selain itu, ucap Mursida, juga akan digelar senam sehat mukjizat gerakan sholat bersama penulis buku mukjizat gerakan sholat best seller, DR.dr H Sagiran, S.Pb (KL). M.Kes. "Pendaftaran akan kami layani si seluruh outlet Amanda Brownies, BMT Bringharjo dan Bagian Promosi SKH Kedaulatan Rakyat," jelasnya. (Tam)
Dapat Dukungan Dari Ipas, Wawali Yakin Angka Kematian Ibu Di Kota Yogya Turun
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dapat Dukungan Dari Ipas, Wawali Yakin Angka Kematian Ibu Di Kota Yogya Turun
Langkah Pemerintah Kota Yogya untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) semakin mantap karena hadirnya dukungan dari beragai pihak. Salah satunya adalah dukungan dari Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat (Ipas) Indonesia yang akan mulai bergerak untuk meningkatkan kemampuan teknis tenaga medis dan kesadaran masyarakat. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyambut baik kehadiran Yayasan Ipas. Menurutnya dengan adanya kerjasama ini diharapkan AKI di Kota Yogya turun dengan signifikan. Menurutnya bukanlah hal yang mudah untuk memberikan pengertian kepada masyarakat untuk bisa menyadari pentingnya menjaga kehamilan yang sehat. Apalagi, faktor pendukung kehamilan dan persalinan yang baik bukan melulu soal kesiagaan tenaga medis dan alat-alatnya. "Dengan adanya kerjasama ini kita memulai upaya bersama dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi perempuan terintegrasi, dalam rangka mendukung pembangunan di bidang kesehatan di Kota Yogyakarta" ungkap Wawali usai menyaksikan penandatanganan MOU antara IPAS dengan Pemkot Yogya di Hotel Shantika, Jumat (21/9). Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogya, Fita Yulia Kisworini menyatakan jika pada 2016 target kasus kematian ibu melahirkan tiap 100 ribu kelahiran hidup adalah kurang dari 102 persen, namun angka kematian ibu melahirkan di Kota Yogya justru mencapai 104,14 persen. Selain angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi, lanjutnya, angka kematian bayi pun dinilai masih cukup tinggi. Pada 2016, tercatat 30 kematian dari 3,841 kelahiran hidup di Yogyakarta atau 7,81 persen padahal target yang ditetapkan adalah 6,7 persen. "Angka kematian bayi ini disebabkan banyak faktor, misalnya kondisi kesehatan ibu hamil. Misalnya ibu hamil mengalami anemia," katanya. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu dilakukan penanganan terpadu sejak dari puskesmas. "Pemeriksaan kesehatan ibu hamil harus dilakukan berkala. Pemeriksaan pun dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium, psikolog, pendampingain gizi hingga gigi. Semuanya harus dilakukan secara komprehensif," katanya. Berbagai upaya untuk menurunkan AKI sudah dilakukan oleh Dinkes Kota Yogya, salah satunya adalah melakukan penanganan terpadu di puskesmas sejak ibu tersebut hamil hingga kemudian melahirkan. "Ini sudah kami lakukan sejak tahun 2017, tujuannya agar kondisi ibu hamil akan terpantau dari waktu ke waktu. Jika ada hal-hal tidak diinginkan, maka dapat dilakukan penanganan segera," ujarnya. Direktur Yayasan Ipas Indonesia, Marcia Soumokil menyebut setidaknya ada dua hal yang akan dilakukan Yayasan Ipas Indonesia di Kota Yogya, yakni meningkatkan kompetensi tenaga medis dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya merencanakan kehamilan sampai menjaga kesehatan reproduksi. (Han)
Kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) di Pemkot Yogya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) di Pemkot Yogya
Dalam rangka mendukung kinerja Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) Yahya Cholil Staquf, yang di wakilkan oleh Sekertaris (WATIMPRES) Wibowo Prasetya, WATIMPRES mengunjungi kota-kota yang berada di Jawa Tengah seperti Kota Semarang dan Kota Yogyakarta. Pada kesempatan kali ini Kota Yogyakarta mendapatkan kunjungan dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) Jumat (21/9) di Ruang Sadewa, Balaikota Yogyakarta. Rombongan dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) ini sudah berlangsung mulai hari Kamis (20/9) hingga Minggu (23/9). Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) dalam hal ini melaksankan tugas dan fungsi kinerja guna memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Kegiatan ini selaku Tim Kajian WATIMPRES melakukan pengumpulan data dan informasi terkait dengan tema Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) yaitu "Membangun Jembatan Politik antara Nalar Syariat Islam dan tatanan Hukum Nasional". Dalam kunjungannya Sekertaris (WATIMPRES) Wibowo Prasetya menjelaskan, bahwa kunjungan kali ini merupakan silaturahmi dengan Pemkot Yogya. "kami disini berkunjung untuk memohon ijin, kulonuwun, untuk melaksanakan kujungan kami selama tiga hari di Kota Yogyakarta, dimana sebelumnya kami sudah berkunjung ke Kota Semarang"ujarnya Selain itu Anggota Tim Kajian, Ali Mahar mengatakan, kunjungan ini adalah salah satu bentuk perhatian, melihat Kota Yogyakarta perkembangan Islam sangat cepat. " dalam kunjungan kami saat ini, melihat Gerakan Pendidikan islam di indonesia khususnya di Kota Yogyakarta banyak sekali kampus dan pendatang yang beragama Islam, hal ini yang membuat kami sekaligus mohon izin untuk bisa mewawancarai mereka yang ada disini" ujarnya. Wibowo Prasetya menambahkan pihaknya sangat berharap dalam kunjungan ini Tim Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) mendapatkan solusi yang nantinya bisa diterapkan. "untuk itu kami berharap, dari sini bisa juga melakukan banyak hal, seperti mendapatkan solusi dalam banyak hal yang bisa kita pelajari disini" ungkapnya. (Hes)