Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Dan Sultan Lesehan Dhahar Kembul Bersama Warga
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi larut bersama ribuan warga dalam acara dahar kembul di sepanjang Jalan Malioboro, Selasa (7/8). Dahar kembul adalah suatu cara makan bersama dengan duduk lesehan dan menghadap menu serupa untuk disantap bersama-sama. Pelaksanaan hari Dahar Kembul dipilih bertepatan dengan Selasa Wage sebab pada hari tersebut aktivitas perdagangan kaki lima Malioboro juga libur selama satu hari penuh. "Sehingga, Malioboro ini bukan sekadar soal ekonomi saja, tapi ada nilai-nilai kebudayaan sosial di situ. Dimana Gubernur beserta jajarannya sepenuhnya membaur dengan masyarakat, lesehan bersama di depan gerbang timur Kepatihan," ungkap Koordinator Dahar Kembul Widihasto dilokasi. Makanan yang dipilih dalam acara tersebut adalah tumpeng dengan aneka jenis hidangan yang dihimpun dari swadaya warga Kota Yogya. Antara lain sumbangan perorangan, pedagang kaki lima, juru parkir, kusir andong, UMKM, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan lembaga lain. Menurutnya bebasnya Malioboro sehari penuh tanpa PKL dapat menjadi momentum refreshing untuk kawasan Malioboro agar isinya tidak selalu aktivitas perekonomian, tapi juga ekpresi dan artikulasi budaya. Sementara dipilihnya tumpeng, lanjutnya, karena mencerminkan filosofi luhur budaya Jawa, yakni Sangkan Paraning Dumadi dan Manunggaling Kawula lan Gusti. Sangkan Paraning Dumadi secara sederhana berarti perjalanan kehidupan manusia sejak lahir hingga menemui ajal. Dalam acara tersebut antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah elemen masyarakat dan komunitas yang turut berpartisipasi menyumbangkan tumpeng. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Resmi Ditutup, Wawali Minta Warga Rawat Hasil TMMD Sengkuyung Tahap Dua 2018
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun anggaran 2018 Kodim 0734/Yogyakarta secara resmi ditutup, Rabu, (8/8). Kinerja fisik mencapai sasaran target 100 persen, Wakil Walikota Heroe Poerwadi pun meminta warga untuk menjaga sekaligus merawat hasil pembangunan tersebut. "Kami berharap warga ikut merawat dan menjaga hasil kerja fisik TMMD Sengkuyung tahap kedua ini," Kata Heroe Poerwadi usai upacara penutupan TMMD Sengkuyung tahap II 2018 di Lapangan SMP N 3 Yogyakarta. Heroe pun menyebut, TMMD sejalan dengan program gandeng gendong. Meski target fisik sudah dicapai 100 persen sekarang giliran warga secara gotong royong merawat hasilnya dan membantu warga lain yang kurang mampu. Ia menegaskan Pemerintah Kota Yogyakarta tidak akan lepas tangan dan akan memelihara sekaligus meneruskan program yang belum selesai. Heroe mengaku puas sekaligus mengapresiasi hasil kinerja fisik TMMD Sengkuyung tahap dua tahun 2018. Menurutnya, sasaran TMMD sejalan dengan program penataan Pemkot. "TMMD Sengkuyung tahap dua berhasil mencapai sasara fisik 100 persen dengan membangun talud di sungai code, pembuatan MCK, rehab rumah dan dehab balai RW di Kelurahan Terban," urainya. Hasil kerja tersebut, sambungnya, sangat membantu Pemkot dalam menjalan program penataan kawasan kumuh. Ia menandaskan, penataan kawasan kumuh di Kota Yogyakarta terus dilakukan dengan target mengurangi luasan kawasan kumuh yang tersisa agar memenuhi target nasional 100-0-100. "Yakni 100 persen sanitasi, nol persen Kawasan kumuh, dan 100 persen akses air bersih pada akhir 2019," imbuhnya. Sementara itu Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Bram Pramudia menambahkan, sejumlah sasaran berhasil digarap melalui TMMD Sengkuyung yang dimulai 10 Juli hingga 8 Agustus ini terdiri sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik meliputi pembuatan talud permanen di pinggir Sungai Code sepanjang 35 meter, rehab Balai RW 1 unit, rehab rumah 5 unit, dan pembuatan MCK. "Untuk nonfisiknya ada sosialisasi pekat dan narkoba, menangkal fanatisme agama yang sempit, sosialisasi bela negara dan cinta tanah air, juga sosialisasi penyuluhan tentang kekerasan dalam rumah tangga," tandas Dandim. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Guru di Kota Yogyakarta Ikuti Workshop Penggunaan Gawai
Sejumlah guru dari berbagai SD dan SMP di wilayah Kota Yogyakarta mengikuti Workshop Penggunaan Gawai Secara Sehat di Ruang Bima, Komplek Balaikota pada hari Rabu (8/8) dan Kamis (9/8) pagi. Kegiatan yang digawangi oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Kota Yogyakarta tersebut dimaksudkan untuk memberi bekal kepada guru dalam mendampingi amal didik dalam bersinggungan dengan kemajuan teknologi, terutama penggunaan gawai atau telepon pintar "Gawai merupakan tools untuk mempermudah kehidupan. Smartphone harus digunakan oleh smart people, jangan sampai lebih pintar hp-nya daripada orangnya. Harapannya, workshop ini bisa jadi langkah maju bagi guru dalam mendampingi siswa maupun anaknya dalam memanfaatkan gawai dengan cerdas" Ungkap Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti yang dalam kesempatan tersebut menjadi keynote speaker. Lebih lanjut Walikota meminta agar anak tidak serta merta dijauhkan dari gawai, namun orangtua harus dapat memberikan pengawasan terhadap anak-anaknya serta menjalin interaksi sosial secara intens dengan anak-anaknya "Orangtua harus melakukan proteksi tapi jangan sampai mengintervensi privasi anak-anaknya agar tetap terbangun trust. Selain itu selalu sempatkan ngobrol minimal selama 15 menit dengan anak. Ciptakan suasana ngobrol yang santai agar tidak tercipta figur ortu yang cuma bisa memarahi dan ngandani" Tambah Walikota. Senada dengan Walikota, Wakil Walikota, Heroe Poerwadi yang juga turut menjadi narasumber dalam acara tersebut menuturkan bahwa kemajuan teknologi merupakan hal yang tak dapat dihindari lagi dan harus dimanfaatkan secara positif, namun hal tersebut jangan sampai menafikan interaksi sosial. "Jangan jadikan manusia sebagai makhluk mekanis semata, namun juga makhluk organik yang memikirkan perasaan orang lain. Kita harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai perpanjangan tangan kita. Kemajuan teknologi membuka kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan, jangan sampai kita yang diperalat oleh gawai" Imbuh Wawali. Selain Walikota dan Wakil Walikota, workshop ini juga menghadirkan beberapa narasumber dari latar belakang yang berbeda, yakni Kepala Bidang Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lukman Nul Hakim yang berbicara pemanfaatan gawai dalam konteks negara dan keamanan data, pakar Sistem Informasi, Wing Wahyu Winarno yang memaparkan pemanfaatan gawai untuk pendidikan dan Psikolog Bunda Wening yang mengangkat tema cara mendidik anak di era digital. Dituturkan oleh Plt Kepala Dinas Kominfosandi, Trihastono, Penyelenggaraan workshop ini diharapkan dapat menghasilkan outcome berupa internalisasi pemahaman mengenai penggunaan gawai secara bijaksana kepada peserta didik sebagai generasi muda. "Harapan kami tidak hanya berhenti pada output saja di mana peserta memahami bagaimana memanfaatkan teknologi, tapi juga muncul kesepakatan-kesepakatan agar pemahaman tersebut bisa diinternalisasi pada para siswa dan orangtua sehingga nantinya anak bisa berkembang leluasa mengembangkan empati, kecerdasan, dan relasi sosial dengan nilai-nilai adiluhung, tidak sebatas nilai-nilai robotik, mekanik, digital" Kata Trihastono. (ams)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Satgas Selasa Wage Dikukuhkan
Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada Malioboro hingga Ahmad Yani yang beranggotakan sekitar 500an pedagang mendeklarasikan Satuan Tugas Selasa Wage untuk mendukung gerakan "Reresik" kawasan Malioboro yang sudah dilakukan sejak September 2017 lalu. Pengukuhan ini dilakukan oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan didampingi oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Dalam kesempatan tersebut Walikota dan Wakil Walikota juga mengenakan rompi hijau khas Satgas Selasa Wage yang dilakukan pada saat apel pagi. Walikota mengatakan jika pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif para PKL Malioboro dengan membentuk Satgas Selasa Wage. "Melalui pembentukan satuan tugas tersebut, maka kegiatan gotong royong membersihkan Malioboro yang dilakukan setiap Selasa Wage dapat dijalankan dengan lebih terarah dan teratur" ujarnya di lokasi, Selasa (7/8). Dengan di bentuknya Satgas tersebut, lanjutnya juga merupakan bentuk dukungan para PKL terhadap gerakan `Reresik` Malioboro. "Pembentukan satuan tugas (satgas) ini merupakan bentuk dukungan dari para pedagang. Mari kita wujudkan bersama kawasan Malioboro agar tetap bersih dan nyaman," katanya Ia pun berharap agar para PKL dan pelaku lainnya di Malioboro berkomitmen terhadap kegiatan Selasa Wage yang telah disepakati semua komunitas di pedestrian Malioboro. "Harapannya inisiatif menggiatkan Selasa Wage diikuti semua komunitas di Malioboro agar rutin bersih-bersih dan menjaga Malioboro. Setiap libur Selasa Wage, reresik hukumnya wajib," terangnya. Ia pun meminta kepada seluruh paguyuban di kawasan Malioboro untuk bisa menjalankan gerakan "Reresik" Malioboro setiap Selasa Wage tanpa harus diperintah. "Ini adalah kegiatan bersama. Dilakukan bersama-sama dan semuanya memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan Malioboro yang bersih, tertib dan nyaman," katanya. (Han/Vio/Ind)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tata Kawasan Kumuh dengan Program Padat Karya
Pemerintah Kota (Pmkot) Yogyakarta serius menangani kawasan kumuh di wilayahnya. Penangangannya dengan melibatkan warga setempat dengan padat karya. Program ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan. Setelah menjalankan program padat karya yang dilakukan di bantaran Sungai gajah wong dengan memanfaatkan alokasi dana APBD DIY dan APBD Kota Yogya, kali ini giliran RT 20 RW 05 Kelurahan Pandeyan yang menjadi sasaran program tersebut. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogya,Lucy Irawati mengatakan jika Pemprov DIY dan Pemkot Yogya sudah mengalokasi dana sebesar Rp108 juta untuk perbaikan jalan cor blok di RT 20 RW 05 Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo. Menurutnya kegiatan padat karya ini bermakna ada semangat gotong royong di kalangan warga. Keberhasilan program padat karya ini menjadi tolak ukur pelaksanaan program-program selanjutnya. "Jika berhasil, maka lebih ditingkatkan lagi baik dari aspek kapasitas anggaran, kuantitas maupun cakupan wilayah kegiatan yang lebih luas," paparnya di lokasi, Senin (6/8) Dia menegaskan, pekerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan harus diselesaikan dalam waktu 18 hari. Lucy menyebutkan, program padat karya ini selain meningkatkan kualitas lingkungan warga, juga ntuk meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya dalam peningkatan pendapatan. "Program padat karya seperti pembangunan fisik dengan melibatkan warga sekitar salah satunya membantu mengentaskan kemiskinan," paparnya (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Gencarkan Pencegahan Perkawinan Usia Anak
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tengah gencar melakukan pencegahan perkawinan usia anak di Kota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti berkomitmen untuk terus berupaya menekan perkawinan usia anak. Pihaknya juga tengah menyiapkan Peraturan Walikota untuk memperkuat Gerakan Pencegahan Perkawinan Usia Anak. "Permasalahan terkait anak-anak akan selalu ada, namun Pemerintah Kota Yogyakarta akan selalu berusaha memberikan perlindungan terhadap seluruh anak," Kata Haryadi Suyuti saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Yogyakarta di Kompleks Balikota Yogyakarta, Selasa (7/8). Ia menjelaskan, Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap tanggal 23 Juli dilaksanakan sebagai upaya menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, kembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. "Hari Anak Nasional merupakan momentum yang penting untuk menggugah keramahan dan kepedulian terhadap anak agar anak menjadi pewaris bangsa yang berkualitas," imbuhnya. Haryadi juga menekankan, Perhatian terhadap anak merupakan tanggungjawab bersama, dimulai dari keluarga, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan serta segenap elemen masyarakat. Ia pun berharap anak-anak Yogyakarta dapat menjadi anak yang sehat, berbahagia, dan aman dari pergaulan negatif. Selain itu Haryadi juga menyinggung prestasi Yogyakarta yang telah berhasil memboyong penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 kategori Nindya. "Tentunya hal ini diharapkan menjadi spirit kita semua agar semakin giat melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak," kata Haryadi. Penghargaan ini, lanjutnya, menjadi motivasi bagi seluruh pihak agar senantiasa semangat mewujudkan daerah yang benar-benar layak anak dan menjadi pengingat kita bahwa tanggungjawab pemerintah saat ini semakin berat dan penuh tantangan. Haryadi mengajak Kepada seluruh orang tua serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan dalam menjaga predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Layak Anak sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Terkiat dengan perkawinan usia anak, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta Octo Nur Arafat mengatakan, Meskipun pernikahan usia anak bukan menjadi sebuah budaya di Kota Yogyakarta, namun kasus pernikahan dini masih berpotensi terjadi, salah satunya disebabkan kehamilan tidak diinginkan. "Alasan kehamilan tidak diinginkan merupakan alasan yang paling sering dikemukakan saat pasangan mengajukan dispensasi pernikahan dini," ungkapnya. Di Kota Yogyakarta, kata Octo, tercatat ada 26 pengajuan dispensasi pernikahan anak pada semester pertama tahun ini. Sementara sepanjang tahun 2017 tercatat ada 33 dispensasi pernikahan anak. Octo pun berharap deklarasi pencegahan perkawinan usia anak yang nantinya bakal dikuatkan dengan Peraturan Walikota mampu menjadi senjata ampuh untuk menekan angka dispensasi pernikahan anak. Pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2018, Yogyakarta melalui Forum Anak Kota Yogyakarta, dan Forum Komunikasi Remaja Masjid medeklarasikan gerakan Pencegahan Perkawinan Usia Anak. si deklarasi tersebut meliputi menolak perkawinan usia anak, menolak pergaulan bebas dan segala bentuk pornografi dan NAPZA, mendukung wajib belajar 12 tahun agar seluruh anak di Kota Yogyakarta mendapatkan dan memanfaatkan hak dengan sebaik-baiknya, dan mendukung penyelarasan peraturan perundang-undangan yang mengatur batas minimal usia perkawinan. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Hadapi Sistem Zonasi, Pemkot Gulirkan Program Pendampingan Sekolah Dasar
Menghadapi sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang telah diberlakukan Pemerintah Pusat, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menggulirkan program pendampingan sekolah dengan konsep gandeng gendong dengan tujuan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Rochmad menuturkan, program pendampingan tersebut merupakan implementasi program gandeng gendong yang telah digulirkan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta. "Program pendampingan ini baru kita gulirkan pada semester ini, sementara masih fokus pada Sekolah Dasar dulu," terangnya. Lebih lanjut Ia menjelaskan, pelaksanaan program pendampingan tersebut dilakukan dengan mengkualifikasikan antara sekolah berkategori pendamping dengan sekolah berkategori sasaran. "Sekolah pendamping adalah sekolah yang dinilai unggul dan memiliki kompetensi lebih, sementara sekilah sasaran adalah sekolah yang tidak diunggulkan dan harus digandeng agar menjadi sekolah pendamping," urainya. Pendampingan dilakukan dengan sasaran meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi peningkatan ketrampilan guru untuk mengajar, peningkatan kualitas mutu guru. Meski begitu, Rochmad memastikan proses berjalannya program ini tidak ada kesan saling menggurui, sekolah pendamping dengan sekolah sasaran dipatnerkan dalam sebuah team pada wilayah tersebut untuk bangkit bersama. "Prosesnya nanti bisa antara guru dengan guru, kepala sekolah dengan kepala sekolah bahkan juga akan melibatkan dewan pendidikan, komiter sekolah, LPMP dan perguruan tinggi," tandasnya. Terkait target, Rochmad mengaku baru bisa menggandeng 8 sekolah dengan kategori sasaran dari jumlah total 40 sekolah. Dengan begitu, semeseter ini program pendampingan baru melibatkan 8 sekolah pendamping dan 8 sekolah sasaran. "Masing-masing UPT diambil dua sekolah pendamping dan dua sekolah sasaran merata disetiap wilayah sehingga merata," imbuhnya. Dintara sekolah yang telah siap melaksanakan program ini yakni, SD Bayangkara menggandeng SD Klitern, SD Lempuyang Wangi dengan SD Tegal Panggung, SD Tegalrejo 1 dengan SD Karangrejo, SD Mbangunrejo 1 dengan SD pingit, SD Keputren dengan SD Panembahan, SD Timuran dengan SD Prawirotaman, SD Kotagede 5 dengan SD Karangmulyo, SD Pakel dengan SD Pandeyan. Ia berharap program pendampingan dengan konsep gandeng gendong tesebut mampu mengangkat mutu sekolah sasaran sehingga bangkit menjadi sekolah pendamping. "Dengan program ini diharapkan kualitas dan mutu SD di Kota Yogyakarta meratam sekolah yang tadinya dinomor duakan segera berubah menjadi sekolah yang diunggulkan," pungkasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gerakan Literasi Sekolah Warnai Peringatan HUT ke-58 SMP N 6 Yogyakarta
Menginjak usianya ke 58 tahun SMPN 6 Yogyakarta mendeklarasikan gerakan literasi sekolah dengan meluncurkan sebuah software unggulan yakni software literasi. Puncak peringatan hari jadi SMPN 6 yogyakarta pun dihadiri Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, ahad (5/8). "Software ini berawal dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti," ucap Kepala SMPN 6 Yogyakarta Retna Wuryaningsih. Retna menjelaskan, Tahun 2017 dan 2018 SMPN 6 Yogyakarta ditetapkan menjadi Sekolah Versi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Yogyakarta. Software Literasi nantinya akan digunakan untuk menampilkan buku buku karya pelajar maupun guru dan karyawan di SMPN 6 Yogyakarta. "Pada tahun pelajaran 2017/2018 ini total sudah ada 23 buku karya SMPN 6 Yogyakarta yang ikut dalam aktivitas gerakan literasi maupun Jogja Menulis," jelasnya. Nantinya, sambung Retna, buku-buku itu akan ditampilkan pada Pameran Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan digelar di JEC pada 11-12 Agustus mendatang. Retna berharap anak didiknya di SMPN 6 Yogyakarta bisa bersaing dalam segala ivent literasi baik nasional maupun internasional. Ia menambahkan Peringatan HUT tahun ini bertajuk "Meningkatakan Budaya Literasi untuk Mewujudkan Insan yang Unggul pada Budi Pekerti dan Literasi." Gerakan literasi yang telah dideklarasikan SMPN 6 Yogyakarta tersebut mendapat sambutan hangat dari Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Ia mengaku mengapresiasi ide tersebut sekaligus mendorong agar menjadi contoh bagi sekolah lain. Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, kata Heroe, dimana salah satu ciri khasnya yaitu secara fisik adalah banyaknya sarana prasarana pendidikan, dan secara non fisik adalah budaya masyarakat yang ditandai dengan kentalnya atmosfir akademis, diantaranya dengan membaca. "Budaya baca yang tinggi tentu merupakan bagian integral yang tak dapat dipisahkan, bahkan harus beriringan dengan pengembangan budaya akademis," imbuhnya. Heroe pun berharap gerakan literasi terus digencarkan oleh semua sekolahan di Yogyakarta, Ia juga berharap gerakan literasi dibarengi dengan inovasi yang nantinya mampu mendongrak semangat literasi di Yogyakarta. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kecamatan Gondokusuman Peringati Hari Anak Nasional 2018
Kecamatan Gondokusuman menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2018 di Balai RW 07 Baciro, Minggu pagi (5/6), Acara tersebut di buka oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Dalam sambutannya Wawali mengatakan jika peringatan HAN 2018 patut disyukuri karena Kota Yogya telah meraih penghargaan Kota Layak Anak kategori Nindya tahun 2018 dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak yang diserahkan di Surabaya pekan lalu. "Saya berharap penghargaan ini bisa menjadikan kita lebih bersemangat memberikan yang terbaik bagi seluruh anak di Kota Yogya. Jika kita semua kompak dan saling mendukung, saya yakin putra " putri kita dapat menjadi generasi sehat, berkualitas, bahagia, dan berakhlak mulia," ungkapnya. Ia menambahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menaruh perhatian yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, karena anak-anak adalah aset sumber daya manusia untuk menjadi generasi yang mampu meneruskan pembangunan bangsa dan negara. Ia menjelaskan jika di Kota Yogya terdapat banyak layanan publik serta fasilitas yang dirancang sedemikian rupa sehingga memenuhi standar layak anak. "Selain itu Pemkot Yogya juga mempunyai program yang mendukung layak anak seperti Kampung Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak, Puskesmas Ramah Anak serta inovasi-inovasi yang ditujukan bagi pemenuhan hak-hak dasar anak" ujarnya. Dengan fasilitas sarana prasarana yang memadai, lanjutnya, Ia berharap anak-anak di Kota Yogyaka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. "Saya minta kepada anak-anak untuk lebih giat belajar dan bermain pada hal-hal yang baik dan positif, dan bermanfaat bagi masa depan kalian" katanya.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Membuka Festival Anak Sholeh Indonesia 2018
Pembukaan Festival Anak Sholeh Indonesia Tingkat KotaYogyakarta (FASI) tahun 2018, yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi TKA/TPA Rayon Jetis, beserta unsur aparatur Kecamatan Jetis, pada kesempatan kali ini mengadakan Lomba Anak Sholeh se Kecamatan Jetis di Kota Yogyakarta, Minggu, (5/08). FASI 2008 diikuti oleh 200 orang santri se kecamatan Jetis di Kota Yogyakarta. FASI 2018 tingkat Kota dilaksanakan bertujuan untuk syiar Islam serta menjalin ukhwah antara TKA/TPA di kota Yogyakarta, menumbuhkan, mengembangkan dan kreatifitas santri serta sarana menjalin ukhuwah islamiyah. Beberapa mata lomba yang diselenggarakan adalah Mewarnai, Menggambar, Tartil, Adzan dan Iqomah, Peragaan sholat, Pidato, dan Tilawah. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berpesan dalam kegiatan ini bagaimana kita mempersiapkan generasi ini agar mampu memasuki era globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman serta bagaimana menghasilkan generasi yang mampu mengintegrasikan ilmu amaliyah dan amal ilmiyah dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga selain memiliki kesalehan invidual dalam wujud ibadah kepada sang Pencipta, juga memiliki kesalehan sosial dalam bentuk toleransi, saling menghargai dan menghargai perbedaan. “melalui festival ini kami mengajak semua pihak untuk lebih meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan anak, membekali anak dengan pendidikan yang baik dan terarah, menyisihkan waktu untuk bermain dengan anak dan menjadi sahabat bagi anak” ungkapnya. Selain itu dalam sambutannya sekaligus membuka FASI 2018, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menambahkan wejangan pada penyelenggara untuk  terus berkarya dan berkreasi dalam hal yang positif, agar kelak menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara serta menjadi kebanggaan bagi orang tua. “Kepada anak-anakku, manfaatkanlah momentum ini untuk memperluas persahabatan kalian dengan peserta lain, teruslah berkarya dan berkreasi dalam hal yang positif, tingkatkanlah prestasimu agar kelak menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara serta menjadi kebanggaan bagi orang tua” ucapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pakai ATM berlogo GPN lebih Murah dan Mudah
Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY meluncurkan kartu debit/ATM berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Peluncuran kartu berlambang garuda tersebut ditandai dengan penggantian kartu debit Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Kantor Kas BPD Balaikota, jum"at (3/7) pagi. Haryadi menjelaskan, GPN memberikan jaminan keamanan nasabah karena proses transaksinya terjadi langsung di dalam negeri, sehingga tidak harus memutar ke luar negeri dulu. Selain itu juga akan lebih murah karena tidak dikenai biaya tambahan untuk transaksi berbeda bank. "Dengan kartu GPN nantinya transaksi antar bank-bank akan lebih murah karena tidak ada beban biaya transaksi dan mudah karena bisa dilakukan di semua jenis mesin ATM/EDC," ucap Haryadi Suyuti. Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar segera mengganti kartu debit lamanya dengan kartu debit baru yang berlogo GPN. "Kalau kartu yang baru sudah ada logo GPN bergambar garuda di pojok bawah, ini bukan stiker sehingga masyarakat harus benar-benar mengganti kartu agar mendapat fasilitas GPN," jelasnya. Ia berharap masyrakat Yogyakarta menyambut baik GPN tersebut dengan segera mengganti kartu debit lama dengan kartu debit berlogo GPN. "Semoga GPN ini bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat," imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BPD DIY Bambang Setiawan mengatakan, Lewat GPN akan lebih efisien, dengan tergabungnya Bank BPD DIY dalam sistem GPN, maka kartu debit BPD DIY dapat digunakan untuk bertransaksi di semua mesin ATM/EDC bank lain di Indonesia. "Sehingga masyarakat tidak repot lagi mencari mesin EDC sesuai bank penerbit kartu debit agar bebas biaya transaksi," tandasnya. Selain itu jelas akan lebih aman karena proses transaksi keuangan tidak lagi harus keluar negeri, "Biasanya kan ke singapura dulu, kalau dengan GPN ini tidak, prosesenya cukup di dalam negeri," imbuhnya. Kartu GPN juga memberikan perlindungan pada nasabah lebih optimal karena telah mengaplikasikan fitur keamanan standar internasional chip dan PIN enam digit, sehingga keamanan data nasabah maupun transaksi. "Tahun ini sebanyak 30% nasabah BPD DIY sudah mengganti kartu lama dengan kartu baru berlogo GPN," urainya. Ia pun berharap seluruh nasabah segera mengganti kartu lama dengan kartu baru berlogo GPN agar lebih aman, mudah, murah, dan efisien. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
1 Abad PDAM Tirtamarta Kota Yogya, Tingkatkan konsistensi mendekatkan perusahaan dengan masyarakat
Dalam rangka puncak acara memperingati hari bhakti 1 Abab Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtamarta Kota Yogya menggelar panggung megah di Graha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Rabu (1/7/). Acara ini di hadiri oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti beserta istri, Wakil Walikota Heroe Poerwadi beserta Istri dan jajaran Direksi serta Karyawan PDAM Tirtamarta ikut hadir. PDAM Tirtamarta Yogyakarta yang pada tanggal 1 Agustus 2018 ini tengah merayakan hari jadinya 1 Abad dalam perjalanannya memberikan penyediaan dan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti memberikan ucapan selamat dan sukses bagi jajaran PDAM dan Karyawannya. "saya ucapkan selamat dan sukses untuk hari jadinya, diserta harapan agar senantiasa sukses menjalankan visi dan misi perusahaan"ucapnya. Rangkaian Acara ini di meriahkan dengan Orkestra dan suguhan tarian yang memberikan nuansa baru dalam Peringatan hari jadinya 1 Abad PDAM Tirtamarta Yogyakarta. Tak hanya itu Puncak acara juga di meriahkan oleh Karyawan PDAM Tirtamarta juga memberikan kejutan kepada tamu undangan berupa tarian yang terangkum dalam tarian Flashmob. Hari bhakti ini selayaknya dijadikan momentum membulatkan tekad untuk meningkatkan kualitas kinerja seluruh jajaran PDAM Tirtamarta guna menghasilkan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat. Haryadi Suyuti mengatakan pihaknya berharap peningkatan pelayanan kepada masyarakat diimbangi dengan upaya peningkatan pengelolaan usaha yang profesional. "saya berharap peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang diupayakan senantiasa diimbangi dengan upaya peningkatan pengelolaan usaha yang profesional, efektif, efisien dan transparan yang didukung manajemen yang visioner dan semangat kerja karyawan yang tinggi" ujarnya. Di samping itu Haryadi Suyuti juga memberikan tambahan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat khususnya pelanggan merupakan hal yang perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu, karena dengan komunikasi yang baik, PDAM Tirtamarta akan mampu mendengar keluh kesah pelanggan, mampu menerima kritik serta mampu menjawabnya dengan aksi nyata. Pada kesempatan yang ini secara khusus Haryadi Suyuti menyampaikan sangat mengapresiasi atas konsistensi PDAM Tirtamarta yang setiap kali memperingati hari jadinya selalu menyelenggarakan bhakti sosial bagi masyarakat dan keluarga karyawan. "saya menyampaikan apresiasi atas konsistensi PDAM Tirtamarta yang setiap kali memperingati hari jadinya selalu menyelenggarakan bhakti sosial bagi masyarakat dan keluarga karyawan. Kepedulian ini diharapkan akan lebih mendekatkan perusahaan dengan masyarakat". (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
AYO, Air Minum Kemasan Asli Yogyakarta
Kabar gembira kembali datang untuk warga Yogyakarta, pasalnya kini Yogyakarta telah resmi memiliki produk air minum kemasan sendiri. Produk inovatif yang diluncurkan PDAM Tirtamarta tersebut dibranding dengan nama "AYO" alias Air Yogyakarta. AYO diluncurkan untuk warga Yogyakarta sekaligus menjadi kado indah hari jadi PDAM Tirtamarta yang telah memasuki usia satu abad. " Produk ini merupakan salah satu langkah pengelolaan potensi sumber daya air. Ayo tersebut akan kami perkenalkan secara luas ke masyarakat Yogyakarta," papar Direktur Utama PDAM Tirtamarta Yogyakarta Dwi Agus Triwidodo saat menghadiri puncak acara HUT 1 Abad PDAM Tirtamarta di Balaikota, selasa (8/2) malam. Peluncuran AYO, sambungnya, tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan air minum saja namun juga sebagai media edukasi kepada masyarakat agar bijak menggunakan air minum. "Diluar kan banyak beredar air minum kemasan produk luar, nah semoga AYO ini menjadi pilihan warga Yogyakarta, sehingga keuntungannya kembali ke kita juga," jelasnya. Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyambut baik sekaligus mengapresiasi produk air kemasan AYO. Menurutnya sudah saatnya PDAM Tirtamarta memberikan inovasi untuk memenuhi kebutuhan air. "Kebutuhan air minum saat ini sangat tinggi termasuk kota kota besar yang tidak bisa dilepaskan dari air minum dalam kemasan," ucapnya. Haryadi menilai PDAM telah teruji dan memiliki kapabilitas dalam menyediakan air bersih dan air minum dengan standart kesehatan yang telah ditentukan. Sehingga Ia meminta agar produk tersebut tidak hanya fous pada aspek bisnis saja namun juga aspek pelayanan. "PDAM Tirtamarta harus bisa menjalankan dwi tunggal amanah. Yakni amanah bisnis atau komersial, dan amanah pelayanan di mana keduanya tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi," tandasnya. Walikota berharap masyarakat Yogyakarta dan segenap instansi secara aktif mengunakan produk tersebut untuk mendukung produk daerah. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Upacara Hari Bhakti 1 Abad PDAM Tirtamarta
Dalam rangka memperingati hari bhakti 1 Abab Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtamarta Kota Yogya menggelar upacara. Bertindak sebagai inspektur upacara Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Upacara yang digelar di halaman kantor PDAM tersebut berlangsung khidmat. Dalam amanatnya, Walilkota Yogyakarta mengatakan melalui upacara tersebut sangat tepat kiranya apabila dimanfaatkan sebagai salah satu langkah untuk menyegarkan kembali komitmen dan menguatkan semangat untuk terus senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kota Yogyakarta khususnya dalam penyediaan air bersih. "Untuk itu, saya mengajak segenap jajaran PDAM Tirtamarta untuk benar-benar meningkatkan semangat dan komitmennya dalam melayani masyarakat, Pelayanan terbaik harus menjadi komitmen kita semua, jangan sampai ada keluhan dari masyarakat terkait penyediaan air bersih" katanya di lokasi, Rabu (1/8). Menurutnya ketersediaan air bersih yang memenuhi standard kesehatan tentu berpengaruh terhadap derajat kesehatan sebagai sumber daya pelaksana pembangunan. "Artinya air bersih ini sangat penting bagi seluruh warga masyarakat. Ketersediaan air menjadi isu pokok di tengah situasi perubahan iklim yang terjadi saat ini," jelas Walikota. Ia pun berpesan agar PDAM tirtamarta terus meningkatkan profesionalitasnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Yogya. "Perusahaan harus semakin profesional agar dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan juga bagi perusahan dan seluruh karyawannya. Tingkatkan terus kedisiplinan, dedikasi, dan loyalitas yang tinggi. Dengan itu semua, saya yakin perusahaan ini akan menjadi hebat pada masa mendatang," ujarnya Walikota yakin jajaran PDAM telah siap dengan kondisi ini dan siap pula mengemban visi dan misinya demi pelayanan kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut PDAM Tirtamarta memberikan penghargaan kepada masyarakat yang membayar tepat waktu. Pemberian penghargaan tersebut diserahkan oleh Walikota Yogyakarta. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk ungkapan rasa terima kasih PDAM Tirtamarta sekaligus mendekatkan PDAM dengan masyarakat khususnya para pelanggan air bersih. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Terus Lakukan Sosialisasi Program Gandeng Gendong
Program Gandeng Gendong milik Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah di launching pada tanggal 10 April 2018 lalu terus di sosialisasikan, kali ini Pemkot Yogya memalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta mensosialisasikan program tersebut kepada para pengusaha yang ada di Kota Yogya. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti yang didampangi Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan tujuan utama dari program Gandeng Gendong adalah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bergotong-royong membantu warga lain yang masih mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama warga miskin agar lebih sejahtera. Menurutnya upaya pengentasan kemiskinan akan lebih maksimal apabila didukung berbagai pihak seperti perusahaan dengan dana "corporate social responsibility (CSR)" atau dari perguruan tinggi dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang diikuti warga. "Melalui konsep gandeng gendong tersebut, masyarakat yang masih belum sejahtera akan diajak atau diangkat bersama-sama untuk bisa maju demi mencapai kesejahteraan." Ungkapnya saat membuka acara Gathering gerakan Gandeng Gendong di rumah dinas Walikota Yogyakarta, Selasa (31/7) Ia menjelaskan, kata gandeng bermakna bahwa semua elemen masyarakat saling bergandengan tangan dengan niat saling membantu agar semua pihak dapat maju bersama. "Kekuatan akan muncul jika semua unsur masyarakat dalam kebersamaan," katanya. Sedangkan "gendong" memiliki makna bahwa masyarakat membantu warga lain yang tidak mampu berjalan. "Yang lemah kita gendong. Yang terpinggirkan ditarik ke tengah agar bisa berjalan bersama," katanya. Iapun berharap dengan dengan adanya sosialisasi ini kedepan para pengusaha dapat bergandeng tangan, ikut menggendong warga masyarakat Kota Yogyakarta yang membutuhkan bantuan. "Bersama dengan berbagai elemen komunitas, kampus dan kampung saling mengisi, berkolaborasi serta menggunakan potensi terbaik yang dimiliki untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program pembangunan guna mengangkat warga masyarakat kota Yogyakarta ke derajat hidup yang lebih tinggi" ungkapnya Oleh karena itu, lanjutnya, kerjasama yang baik antara berbagai elemen masyarakat Kota Yogya menjadi sangat penting karena hanya dengan bersatu bahu-membahu, kita bisa meraih tujuan dan cita-cita yang kita impikan. "Pemkot Yogya dalam hal ini akan memberikan upaya terbaik untuk memfasilitasi, mengkoordinasi, serta membangun sinergi antar elemen untuk mensukseskan pelaksanaan program Gandeng-Gendong ini" tuturnya. (Han)