Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
SMAN 5 Yogyakarta Juarai Lomba Poster Penataan Ruang
Muhammad Galang Ramadhan dan Bayu Putrabrata Siswa kelas 12 SMAN 5 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi setelah dinyatakan keluar sebagai juara pertama lomba poster tata ruang tingkat Yogyakarta. Mengangkat tema keselarasan pembangunan, kedua siswa tersebut menjadi yang terbaik dari sepuluh kandidat peserta lomba. Selain untuk mengekspresikan hobi, Ia mengaku ingin menjadi bagian dari pembangunan Kota Yogyakarta yang selaras. Sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian terhadap Kota Yogyakarta. Mengangkat judul ekonomi ekologi, kedua siswa tersebut berharap pembangunan di Kota Yogyakarta benar-benar selaras. Dengan begitu kemajuan Kota Yogyakarta tidak mengancam kelestarian alam. "Ide tersebut kami dapat dari undang-undang no 26 tahun 2007 tentang tata ruang, kami mengacu pada salah satu asanya yakni selaras," jelasnya. Poster tersebut menggambarkan bahwa pembangunan seharusnya selaras antara pembangunan ekonomi dengan pembangunan lingkungan. Mereka berharap poster tersebut bisa menggugah semua kalangan pemerintah dan masayarkat untuk selalu perhartian dengan pembangunan di Kota Yogayakarta. "Semoga kedepan semua bisa turut serta dalam pembangunan Kota Yogyakarta," imbuhnya. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat menyerahkan hadiah kepada para juara di Ruang Sadewa Balaikota, rabu (9/5) menuturkan, lomba ini merupakan salah satu cara Pemerintah memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya fungsi tata ruang bagi kehidupan bersama. "Selain itu juga dalam rangka membangun kesadaran bahwa setiap kota mempunyai karakter yang unik dan wilayah potensi yang berbeda sehingga membuat tata ruang berbeda-beda pula," jelasnya. Dengan keterlibatan pelajar semoga menjadi sebuah kesadaran untuk mencapai kenyamanan bagaimana harus mengkreasikan tata ruang dengan baik. "Kita ingin menjadikan Yogyakarta nyaman, sekaligus memberikan ruang kreasi," imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta, Hari Setyowacono, menuturkan para siswa harus diberikan materi mengenai tata ruang, pentingnya menata ruang, cara menata ruang serta mengajak para siswa untuk berpartisipasi dalam menata ruang yang ada di Kota Yogyakarta. "Kalau anak muda saat ini sudah peduli akan tata ruang, berarti ke depan mereka mulai siap bagaimana memperlakukan ruang kota," papar Hari. Ia menjelaskan lomba poster tahun ini bertajuk "Peduli Tata Ruang Untuk Jogja yang Nyaman dan Berkelanjutan". Pesertanya untuk para siswa SMA maupun SMK sederajat. "Kami mengambil tiga juara, dan semua karya mereka akan kami kirim ke semua sekolah se-Kota Yogyakarta untuk memacu semangat para pelajar," jelasnya. Selain SMAN 5 Yogyakarta sebagai peraih juara pertama. Juara kedua dan ketiga secara berurutan diraih oleh SMAN 7 Yogyakarta dan SMAN 10 Yogyakarta. "Ketiganya mendapatkan hadiah trofi dan uang pembinaan," kata Hari. (Tam/Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Jogja Resmikan Lima Buah Proyek Pemkot Jogja TA 2018 di Kecamatan Tegalrejo
Lima proyek pembangunan fisik Pemerintah Kota Yogyakarta tahun anggaran 2018 diresmikan Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti,. Kelima proyek yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Tegalrejo itu adalah Gedung Kelurahan Karangwaru dan Kelurahan Bener, Puskesmas Pembantu Tegalrejo, Aula SDN Tegalrejo 1, dan TK Negeri 4 Yogyakarta. Upacara peresmian ini digelar halaman SD Tegalrejo 1 Yogyakarta di TK Negeri 4, Kelurahan Bener Rabu, (09/05/2018). Walikota berpesan kepada penerima manfaat gedung kelurahan Bener dan Kelurahan Karangwaru agar terus merawat dan memelihara gedung yang telah dibangun dan direnovasi agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Gedung baru itu pula diharapkan dapat memunculkan inovasi baru di bidang ekonomi dan meningkatkan kinerja pelayanan public dengan sebaik-baiknya. Walikota berpesan seiring dengan gedung kantor kelurahan yang baru (direnovasi) para karyawannya juga harus berkomitmen menciptakan suasana kerja yang nyaman, harmonis dan menyenangkan. Komitmen itu harus dibangun bersama terlebih dahulu dan dimulai dari sesama pegawai. Apabila komitmen telah tercipta maka pelayanan ke masyarakatpun akan terasa mudah dan menyenangkan. "Gedung kantor yang bagus itu indikatornya, bukan fisik tapi suasana kerja. Dan, bukan datang sendiri. Tapi dibangun berdasarkan komitmen bersama. Mulailah peningkatan pelayanan dengan sesama pegawai, sebelum ke masyarakat," pesan Walikota. Harapan yang sama juga disampaikan kepada para pegawai Puskesmas Pembantu (Pustu) Kecamatan Tegalrejo. Walikota berpesan agar para karyawan Puskesmas memberikan pelayanan terbaiknya bukan saja kepada orang sakit (pasien) tetapi juga kepada orang sehat. "Saya minta Pustu tidak hanya melulu melayani orang sakit saja. Tetapi orang sehatpun dilayani ya. Justru, yang paling repot itu melayani orang sehat. Piye carane agar si sehat ini tidak sakit. Caranya adalah dengan menyampaikan atau mempromosikan bagaimana melaksanakan pola hidup sehat di masyarakat," ujar Walikota. Walikota juga berpesan kepada masyarakat agar berkunjung ke Puskesmas dikala sakit saja tetapi disaat sehatpun tetap mendatangi Puskesmas atau Rumah Sakit, guna mengecek dan memeriksakan diri. "Jadi yang sehat itu apa? Ya, control. Bagi lansia yang sehat kontrol. Bagi Balita juga harus Kontrol. Jangan salah lho, Bapak Ibu, kalau ke puskesmas itu harus orang sakit. Bukan. Orang sehatpun harus datang untuk cek kesehatannya," nasehat Walikota. Untuk itu, Walikota meminta agar Pustu atau rumah sakit terus melakukan supervisi. Bersamaan itu pula diresmikan Taman Kanak Kanak (TK) Negeri 4 Yogyakarta. TK ini telah berdiri sejak tahun 1956 silam. Dalam sejarah perjalanannya, TK yang syarat dengan prestasi ini kemudian diserahkan pengelolaannya oleh TP. PKK Kota Yogyakarta. Di tahun 2018 ini TK yang gedungnya berada satu komplkes dengan SD Negeri Tergalrejo 1 Yogyakarta diresmikan menjadi TK Negeri. TK ini diharapkan akan menampung para siswa di wilayah utara Kota Yogyakarta. Walikota mengatakan kedepan akan mendorong agar di setiap kecamatan minimal memiliki Taman Kanak Kanak Negeri. Menurutnya, Kota Yogyakarta baru memiliki 4 TK Negeri, yakni TK 1 dan 2 berada di jalan Kapas, TK Negeri 3 berada di kecamatan Kraton dan TK Negeri 4 (yang baru diresmikan) berada di kecamatan Tegalrejo. " Saya berharap TK yang dikelola oleh PKK bisa berevolusi dan bertransformasi menjadi TK Negeri. Harapan kita di setiap kecamatan punya TK negeri," kata Walikota. Usai upacara peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan Berita Acara Walikota didampingi Kepala Dinas Pendidkan Kota Yogyakarta, Edi Heri Suasana, Anggota Komisi C DPRD Kota Yogtakarta, Camat Tegalrejo dan para Lurah yang kantornya diresmikan meninjau proyek yang telah diresmikan. Diawali dari Gednung TK Negeri 4, Aula SD Tegalrejo, Pustu Tegalrejo, gedung kantor Kelurahan Bener dan berakhir di kantor kelurahan Karangwaru. Untuk gedung kantor kelurahan dan Pustu tidak mendirikan gedung baru tetapi hanya merenovasi gedung lama. Upacara peresmian proyek dimeriahkan dengan persembahan kesenian tari, gamelan, orchestra dari para siswa SD Tegalrejo 1 Yogyakarta. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
5 Kelurahan Di Kota Yogyakarta Dikukuhkan Sebagai Kelurahan Tangguh Bencana
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pagi ini, Rabu (9/5) meresmikan 5 Kelurahan di Kota Yogya. 5 Kelurahan tersebut yakni Kelurahan Bumijo, Kelurahan Prenggokusuman, Kelurahan Suryodiningratan, Kelurahan Warungboto, dan Kelurahan Sosromenduran. Pembentukan Katana ini merupakan kerjasama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Saat ini Kota Yogyakarta telah memiliki 10 Kelurahan Tangguh Bencana. Peresmian 5 Kelurahan tersebut sebagai Katana bukan serta-merta dibentuk, namun sudah melalui beberapa proses kegiatan, mulai dari kajian, sosialisasi kebencanaan, pembuatan peta bahaya, peta jalur evakuasi, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana, pelatihan teknis hingga simulasi bencana. Di temui usai acara, Wawali mengatakan jika keberadaan Katana merupakan bagian tidak terpisahkan dari usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam mitigasi dan adaptasi terhadap bencana dalam skala yang lebih luas. "Kami tentunya berharap peresmian ini akan mampu memberikan motivasi bagi wilayah lain untuk juga mengupayakan hal serupa sehingga terbentuk kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana" katanya di Ruang Terbuka Hijau RW 09 Badran. Ia menjelaskan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya akan terus mendorong kampung dan kelurahan yang ada di Kota Yogya untuk segera membentuk KTB dan Katana. Hal ini merupakan komitmen bersama dalam penanggulangan bencana. "Penanggulangan bencana berbasis masyarakat memperhatikan kearifan lokal. Diharapkan setiap wilayah dapat mempersiapkan diri dan mampu menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," ujarnya Menurutnya, mitigasi bencana sebagai upaya mengurangi resiko bencana. Sehingga persiapan diri sebelum terjadinya bencana bisa melalui penyebaran informasi kebencanaan hingga simulasi. "Memetakan kekuatan lokal dalam mempersiapkan menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi," katanya. Semenara itu Plt Kepala BPBD Kota Yogya, Agus Winarta mengatakan pengukuhan lima Katana ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara pihak pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok lainnya yang peduli dalam pengurangan resiko bencana. "Pengukuhan Kelurahan tangguh bencana ini sangat strategis bagi kita khususnya masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat," katanya. Menurutnya Katana tidak skadar memberi predikat Kelurahan semata, melainkan harus terukur salah satunya warga masyarakat yang sudah sadar bencana. "Masyarakat satu sama lain harus paham apa yang perlu dikerjakan dan bagaimana cara menghadapi ketika datang bencana," tambahnya. Ia menjelaskan Kota Yogya mulai membentuk kampung tangguh bencana sejak tahun 2013 dengan 10 kampung sebagai percontohan yang dilanjutkan pada 2014 dengan 20 kampung dan 25 kampung pada 2015. "Pada tahun 2018 BPBD Kota Yogyakarta sudah membentuk 75 kampung tangguh bencana dan pada tahun ini juga akan ditambah 15 KTB baru sehingga nantinya semua Kelurahan/Kampung sudah berstatus sebagai Tanggap Bencana" ujarnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jogja Craft Festival 2018 Digelar di Malioboro Mall, 34 Pengusaha UKM Pamer Hasil Produknya
Jogja Craft Festival 2018 kembali digelar dari tanggal 9-13 Mei 2018 di Atrium Malioboro Mall. Sebanyak 34 pengusaha UKM yang tergabung dalam Dewan Kerajinan Nasional Kota Yogyakarta mempresentasikan produk mereka. Walikota H. Haryadi Suyuti mengapresiasi kegiatan tersebut dan akan terus mendorong para pengusaha dengan memberi kemudahan dalam pemberian ijin usaha. Bentuk kemudahan lain yang akan diberikan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans adalah terus memberikan pendampingan dan memfasilitasi para pengusaha melalui program Gandeng Gendong. Walikota berharap setelah didampingi suatu saat pengusaha UKM akan tangguh, mandiri dan berjalan sendiri. "Digandeng agar jalannya benar, konsep produksinya benar, pemerannya benar. Kemudian dikenalkan dan dipertemukan dengan orang yang benar. Kalau ini semua sudah benar maka suatu hari pengrajin yang tergabung dalam Dekranas akan mandiri tangguh dan berjalan sendiri," ujar Walikota, di Atrium Malioboro Mall, Rabu, (09/05/2018). Sementara itu, ketua I Dekranas Kota Yogyakarta, Soetji Heroe Poerwadi mengatakan kerajinan para pengusaha UKM di Kota Yogyakarta memiliki karakter yang berbeda dengan hasil karya daerah lain. Seperti halnya kerajian batik dari Jogja yang bisa diidentifikasi melalui warna yakni warna sogan. "Kerajinan dari Yogyakarta memiliki karakter sendiri. Dengan karakter seperti itu kita optimis kerajinan kota Yogyakarta akan terus diminati," Ujar Soetji. Dirinya berpesan agar pengusaha UKM yang tergabung dalam Dekranas tetap mempertahankan karakter itu. Ketua Kadin Aji mengatakan akan terus memberikan dukungan kepada para pengusaha dengan memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada para pengusaha UKM. Mereka juga siap untuk menjadi mentor dengan bekerja sama dengan pihak terkait dan Dekranas. Dikatakan, potensi yang dimiliki pengusaha di kota Yogyakata ini cukup besar, tinggal bagaimana pengusaha bisa memanfaatkan momentum itu. Aji juga berpesan agar pengusaha harus harus siap menghadapi persaingan global. Namun dirinya yakin kerajinan dari Yogyakarta bisa bertahan dan bisa diterima oleh masyarakat secara luas terutama para pelancong yang cukup banyak di Kota Yogyakarta. "Apalagi Yogyakata sebagai salah satu kota kreatif. Saya pribadi optimis," ujar Aji. Aji menambahkan Pemkot Yogyakarta telah banyak memberikan kemudahan kepada para pengusaha terutama dalam hal perijinan. "Perijinann sekarang cukup sampai di kecamatan, jadi cukup gampang," tambah Aji. Untuk berkembang dengan baik, UKM harus melakukan atau mengurus ijin terlebih dahulu untuk mengembangkan usahanya. Para pengusa atau UKM di kota Yogyakarta, nasehat Aji, untuk tidak takut bersaing dan terus kreatif, karena menurutnya peluangnya cukup besar. "Maka pengusaha UKM harus meningkatkan kreatifitasnya . Sekarang ini jaman kreatif. Kalau teman teman kreatif akan bisa servive, " ungkap Aji Tri Karyadi dari Dinas Koperasi , UKM dan Nakertrans Kota Yogyakarta mengatakan optimis dengan perkembangan kerajianan di Kota Yogyakarta yang dihasilkan oleh pengarajin yang tergabung dalam Dekranas Kota Yogyakarta. Dikatakan, kerajinan dari pengusaha UKM membidik pasar luar dan bukan pasar lokal. Dikatakan, pola perilaku konsumen dalam bertranskasi sekarang ini telah beralih dari kovensional ke transaksi online. Peluang untuk untuk bertransaksi melalui medii sosial sekarang ini sangat terbuka. "Maka dari itu Dinas Koperasi UKM, dan Nakertrans akan mendorong pengusaha yang tergabung dalam Dekranas untuk bekerja cerdas menangkap peluang itu,"ujarnya. Dalam Jogja Craft Festival sebanyak 34 Pengusaha UKM ikut memperesentasikan hasil usahanya. Selama pameran berlangsung ada acara lain seperti peragaan busana bertajuk Fashion On the Street digelar di pedestrian Malioboro dan workshop. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota dan Wakil Walikota perpisahan dengan pengurus RT, RW, Dan LPMK Se Kota Yogya
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, dan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan salam perpisahan kepada segenap anggota dan pengurus RT, RW masa bhakti 2015-2018, dan LPMK masa bhakti 2013-2018. Salam perpisahan tersebut disampaikan secara langsung dalam acara pelepasan RT, RW, dan LPMK Se Kota Yogya yang digelar di Gedung Wanabhatiyasa, Senin malam (7/5). Dalam kesempatan tersebut Walikota mengatakan Keberadaan pengurus RT, RW, dan LPMK tidak dapat dilepaskan dari adanya kebutuhan untuk membantu berbagai pelaksanaan kegiatan pembangunan terutama dalam lingkup wilayah. Menurutnya tugas para pengurus RT, RW, dan LPMK di masyarakat sesungguhnya sangat kompleks. Meskipun bukan termasuk bagian dari struktur pemerintahan daerah, namun secara fungsional RT, RW, dan LPMK sangat berperan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan. "Salah satu fungsi nyata dari pengurus RT, RW, dan LPMK adalah membantu kami mensosialisasikan berbagai kebijakan/program kepada para warga. Tidak hanya itu, mereka juga dituntut jeli untuk melihat dan memetakan potensi, serta menggerakan masyarakat dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan wilayah" ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, ketua RT, RW, dan LPMK juga merupakan pengayom dan teladan, yang selain dituakan, juga diteladani, dan didengarkan oleh warga di lingkungannya. "Menjadi pengurus RT/RW adalah sebuah pengabdian yang tidak bisa mengharapkan sesuatu pamrih darinya. Oleh karena itu, tugas ini membutuhkan sosok-sosok dengan kesungguhan hati, keiklasan, dan nurani yang bersih." Ujarnya Di samping itu, tambahnyam seluruh karya, dedikasi, dan pengorbanan para pengurus RT, RW, dan LMPK tentunya akan selalu tercermin nyata dalam setiap keberhasilan dan kemajuan yang dicapai oleh kota Yogyakarta. Dalam acara tersebut Walikota dan Wakil Walikota juga meminta maaf kepada seluruh pengurus jika masih terdapat banyak kekurangan sehingga belum mampu memenuhi harapan mereka "Kami juga memohon maaf apabila selama bermitra dan bekerja bersama terdapat banyak kekurangan sehingga belum mampu memenuhi harapan. Semoga segenap darma bakti dan kerja keras para pengurus senantiasa dilanjutkan dan dikembangkan oleh para pengurus baru sehingga ada kesinambungan yang bermuara pada kemajuan dan kesejahteraan bersama" ungkapnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pekan Panutan Pembayaran PBB 2018, Walikota : Bayar PBB Hukumnya Wajib
Pemerintah Kota Yogyakarta mengundang 500 Wajib Pajak dari berbagai kalangan di Kota Yogyakarta untuk melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) periode tahun 2018 pada Pekan panutan pembayaran PBB. Acara ini digelar di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Selasa, (08/05/2018). Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti mengawali pembayaran PBB untuk rumah dinas Walikota Yogyakarta sebesar Rp. 8.188.456,- dan rumah dinas Wakil Walikota sebesar Rp. 4.824.026,-. Walikota mengucapkan terima kasihnya kepada segenap wajib pajak atas kesediaannya untuk hadir dalam pekan panutan pembayaran PPB. "Jadi Bapak bapak (dan ibu ) yang hadir di sini adalah orang orang yang patut untuk dianut, untuk diteladani. Siapapun orangnya yang hadir disini adalah ibu bapak yang diharapkan menjadi panutan seluruh wajib pajak PBB di wilayah Kota Yogyakarta," Ujar Walikota. Walikota menegaskan bahwa membayar PBB merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan. "Yang ingin saya sampaikan bahwa PBB ini hukumnya wajib," tegas Haryadi. Pada tahun 2018 ini kata Walikota, telah diserahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) sebanyak 93. 938 lembar SPPT dengan nilai ketetapannya sebesar Rp. 85.462.434.415,- Dikatakan terhutang, menurut Walikota, karena pajak itu adalah sebuah kewajiban dan bukan iuran atau sumbangan. Karena bersifat wajib maka kalau tidak dibayarkan akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan Undang Undang. Wajib yang dimaksud ada dua yakni jumlah Pajak Terutang dan Denda. Untuk itu, Walikota meminta kesadaran warga masyarakat untuk segera membayarkan PBB-nya secara tepat waktu dan tepat jumlah. Walikota juga berharap WP yang telah membayar mengajak WP lain untuk secepatnya memenuhi kewajibannya membayar PBB. Para wajib pajak dihimbau untuk membayar PBB menggunakan rekening. Menurut Walikota, tidak semua WP tinggal di kota Yogyakarta. Untuk WP yang berdomisili di luar Kota Yogyakarta disarankan membayar PBB-nya melalui Bank BPD DIY se-DIY, maupun melalui kantor PT. Pos di seluruh Indonesia. Pembayaran Melalui E-tax Walikota mengatakan akan memperluas pajak yang dipungut atau dibayarkan secara elektronik atau pajak yang dibayarkan secara elektronik melalui e-tax. E-tax adalah mekanisme pembayaran pajak melalui teknologi infomasi atau berbasis teknologi. "Ini akan kita perluas. Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mebayar pajak. Kita akan terus kerja sama dengan Bank BPD DIY," terang Walikota. Dikatakan pembayaran pajak melalui e-tax diperluas dengan dua cara yakni secara intensifikasi dan ekstensifikasi. Tujuannya dalah memperluas jangkauan pajak dan mempermudah pembayaran pajak. Sehingga pembayaran pajak akan lebih mudah, lebih tepat dari sisi jumlah dan waktu. " Harapan kami dengan intensifikasi dan ekstensifikasi dari e-tax ini akan lebih memudahkan masyarakat. Masyarakat moderen,masyarakat jaman now ini lebih suka yang seperti itu," kata Walikota. Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Drs. Kadri Renggono mengatakan Pekan Panutan Pembayaran PBB ini bertujuan memberikan panutan kepada masyarakat wajib pajak. Pekan panutan ini ini diikuti oleh aparat pemerintah, tokoh masyarakat, pengusaha dan masyarakat pada umumnya. "Harapan kami dapat menumbuh-kembangkan semangat dan kesadaran Wajib Pajak dalam pembayaran PBB," ujar Kadri. Kadri menambahkan pada pekan panutan ini mereka telah mengundang 500 wajib pajak dengan ketetapan sebesar Rp. 13.339.359.000.- (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Cokrodiningratan Maju Lomba Kelurahan Tingkat DIY
Kelurahan Cokrodingratan maju sebagi wakil Kota Yogyakarta dalam ajang lomba kelurahan tingkat DIY. Cokrodiningratan menjadi wakil Kota Yogyakarta karena dinilai berhasil memberikan beragam inovasi pelayanan public. Lurah Cokrodiningratan Narotama menuturkan, Kelurahan yang ia gawangi saat ini memiliki sederet inovasi diantaranya Sekolah Sungai, Pembuatan Briket Arang, Program Gamis (Gerakan Mari Infaq dan Shodaqoh), Pendirian Gondes (Gondolayu Departemen Store) dan Program Kelambu (Kelasnya Kaum Ibu). Ia berharap lomba ini menjadi pemicu semangat Kelurahan Cokrodiningratan untuk terus melakukan inovasi untuk masyarakat. Sementara itu Walikota Yogyakarta dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Titik Sulastri mengatakan Dengan keterbukaan informasi dan tersedianya jalur komunikasi, masyarakat semakin kritis, semakin menuntut pelayanan yang lebih baik dan dapat menyalurkan aspirasi, kritik dan sarannya secara mudah kepada pemerintah. "Oleh karena itu, Kelurahan sebagai lini terdepan pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang profesional dengan sistem dan prosedur yang transparan dan terpadu," imbuhnya. Selain itu Ia menambhakan, Kelurahan juga dituntut untuk mampu mengajak dan memberikan dorongan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam setiap upaya pembangunan. "Karena Kelurahan merupakan instansi yang mempunyai peran cukup strategis dalam upaya pemberdayaan dan transformasi sosial mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera," sambungnya. Ia berharap berbagai program dan inovasi dapat menjadi pertimbangan bagi Tim Penilai untuk memberikan nilai terbaik atas segala upaya dan kerja keras yang telah dilakukan oleh masyarakat dan aparatur Kelurahan Cokrodiningratan. Dalam kesempatan yang sama Ketua Tim Evaluasi Perkembangan Kelurahan Tingkat DIY, Sulistiyo menyampaikan bahwa Tim Evaluasi Perkembangan Kelurahan tingkat DIY terdiri dari Polda DIY, Bappeda, Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Diskominfo DIY, Dinas Koperasi UMKM DIY, Biro Administrasi Kesra, Biro Tata Pemerintahan, Tim Penggerak PKK, dan BPMP DIY. Ia menegaskan evaluasi ini sebagai salah satu strategi untuk mengoptimalkan pelaksanaan pemerintahan, dan pembangunan. "Pemda DIY mempunyai harapan besar kepada kelurahan yang ada di wilayah DIY untuk bisa mewakili DIY dalam lomba kelurahan sekaligus menjadi juara di tingkat Nasional," imbuhnya. (Wis/Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sambut Ramadhan, Bangunrejo Gelar Kirab Bregodo
Jelang Ramadhan warga Bangunrejo, Kricak, Tegalrejo Yogyakarta menggelar merti kampung budaya. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan segoro amarto bangunrejo ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, minggu (6/5) sore. Pesta budaya warga ini dimeriahkan dengan festival bergodo yang ditampilkan mewakili masing-masing RT. Selain unik dan menarik, bergodo bergodo ini juga ditampilkan lebih menggelitik untuk menghibur warga. "Kirab tahun ini diikuti 11 bregodo perwakilan dari masing-masing RT," jelas Ketua Merti Kampung Budaya Bangunrejo Hariyanto disela-sela pelepasan kirab bregodo. Bregodo dikirab dari lapangan segoro amarto menuju jl.magelang melalui kamopung bangunrejo menuju kantor KPU kemudian kembali lagi memasuki kampung bangunrejo," urainya. "Dengan kirab ini semoga tahun depan pesertanya bertambah, semua RT bisa mengirim perwakilan bregodo sehingga kegiatan kirab semakin ramai dan semarak," ujar Hariyanto. Hariyanto menambahkan, kirab tahun ini merupakan kirab bregodo yang kelima. Ditahun kelima ini partisipasi warga semakin meningkat, selain dibuktikan dengan jumlah peserta. Warga secara gotong royong patungan untuk mendanai kirab ini," paparnya. Ia berharap dengan merti budaya ini tali silaturahmi warga bangunrejo semakin kuat, menurutnya merti budaya ini juga sebagai sarana untuk memupuk semangat gotong-royong warga Bangunrejo. Selain dimeriahkan dengan festival budaya, kegiatan merti budaya juga dilengkapi sederet kegiatan seperti doa bersama, bersih-bersih kampung dan tebar bibit ikan nila di sepanjang sungai winongo. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang juga melepas langsung kirab budaya Bangunrejo mengaku bangga sekaligus mengapresiasi kegiatan tesebut. "Budaya adalah menyatukan, budaya menjadikan kita selalu merasa bersama," kata Heroe sesaat sebelum pelepasan kirab bregodo. Ia juga mengingatkan, dengan menjaga dan melestarikan tradisi budaya maka kerukunan akan terus terjaga dan terpupuk dengan baik. "Kegiatan ini jelas menjadi bukti bahwa kerukunan dan semangat gotong-royong di kampung Bangunrejo sangat kuat dan terjaga," imbuhnya. Heroe mengajak warga Bangunrejo untuk bersama-sama mendorong kemajuan Bangunrejo, Kricak dan Tegalrejo pada umumnya. "Selain itu yang tidak kalah pentingnya semoga dengan merti budaya ini, kita nanti bisa memasuki bulan ramdhan dengan penuh khusyuk dan memberikan berkah bagi kita semua," pungkasnya (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gelar Job Fair, Pemkot Sediakan Lima Ribu Lowongan Kerja
Ada kabar baik bagi para pencari kerja alias job seeker di Yogyakarta. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta. Job Fair digelar salaam tiga hari sejak 6-8 Mei 2018 di Jogja Expo Center (JEC). Tidak harus merogoh kantong alias gratis untuk mengikuti Job Fair ini. Bahkan panitia menyediakan pengurusan surat AK1 bagi peserta di lokasi Job Fair sehingga proses melamar pekerjaan yang diminati pun semakin mudah. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Lucy Irawati mengatakan bahwa setidaknya terdapat 5.000 lowongan kerja untuk para pencari kerja. Lucy Irawati menjelaskan Job Fair sengaja digelar usai pengumuman kelulusan SMK. Karena asaran untuk job fair ini paling banyak adalah lulusan SMK. Mengingat dua tahun terakhir ini baik lulusan SMA dan SMK terdata banyak yang menjadi pengangguran. Namun ia mengklaim bahwa terjadi penurunan trend angka pengangguran dari 2016 ke 2017. Penurunan angka pengangguran terjadi sekitar 8 persen. "Memang tiap tahun biasanya bertambah, tapi tergantung juga jumlah serapan pengangguran di tiap tahun," ungkapnya. Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya menciptakan lapangan kerja baru dengan memberikan berbagai pelatihan guna menghadapi era digitalisasi, serta menyedikan sarana bagi para pencari kerja untuk dapat mengembangkan potensi pencari kerja. "Salah satunya melalui Bursa Kerja pada kesempatan kali ini," imbuhnya. Job Fair ini merupakan media untuk memfasilitasi dan memberi kemudahan bagi perusahaan yang mencari calon karyawan baru serta membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang dimiliki. Sehingga menurutnya melalui event ini berbagai kepentingan antara perusahaan dan pencari kerja diharapkan dapat dipertemukan. Ia berharap Job Fair ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di Yogyakarta, sekaligus memberikan kontribusi konkrit bagi penanganan masalah ketenagakerjaan di Kota Yogyakarta. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
10 Ribu Nasabah Dan Warga Ikut Jalan Sehat Ulang Tahun Bank Jogja Ke- 57, OJK : Bank Jogja Sehat
Lebih dari sepuluh ribu nasabah Bank Jogja dan Warga dari berbagai daerah di DIY mengikuti gerak jalan sehat dan pengundian utama Tabungan Istimewa di halaman Parkir GOR Mandala Krida, Minggu, (06/06/2018) pagi. Kegiatan itu untuk memperingati hari ulang tahun Bank Jogja ke-57. Drs, Nur Hidayat yang juga Camat Kotagede kota Yogyakarta beruntung mendapatkan satu buah mobil. Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi melaporkan puncak hari ulang tahun bank Jogja ke-57 dirayakan dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti lebih kurang 10.000 orang dan pengundian utama tabungan istimewa. Sejalan dengan visi dan misi bank Jogja yakni menjadi BPR terbaik, terpercaya pilihan masyarakat maka perayaan HUT Bank Jogja ke-57 tahun ini mengambil tema Maju Bersama Bank Jogja. Hal itu, kata Kosim, guna semakin mendekatkan Bank Jogja dengan seluruh stake holder dengan dilandasi semangat untuk berbagi kebahagiaan. Dikatakan, di usianya ke-57 ini Bank Jogja menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh nasabah dan masyarakat luas. "Kegiatan antara lain Bakti sosial, sunatan masal, donor darah dan doa syukuran bersama anak yatim, dan puncaknya diadakan pengundian tabungan istimewa untuk nasabah Bank Jogja dengan hadiah berupa satu buah mobil," ujar Kosim Junaedi. Untuk pengundian tabungan Kosim Junaedi berjajni akan digelar lebih dari satu kali dalam setahun yakni di bulan Mei dan September. "Pengundian tabungan diadakan sekali lagi di bulan September nanti. Sehingga selanjutnya setiap tahun Bank Jogja akan mengadakan pengundian lebih dari satu kali pada bulan Mei dan September," tambahnya. Kinerja Bank Jogja Kosim Junaedi mengatakan jumlah aset Bank Jogja saat ini sebesar Rp. 714 Miliar. Menurutnya jumlah ini merupakan yang cukup besar di DIY. Bank Jogja juga sudah diaudit dan dinyatakan sehat. Hal itu tercermin dari jumlah kredit bermasalahnya yang berada di angka 0,4 persen. Untuk itu, Kosim bergharap masyarakat menaruh kepercayaan besar dan setia kepada Bank Jogja untuk mengelolah keuangan mereka. Dirinya mengajak masyarakat yang belum menjadi nasabah agar segera menjadi nasabah Bank Jogja dan bersama Bank Jogja ikut membangun Kota Yogyakarta. "Mohon kiranya para nasbah tetap setia dengan bank Jogja dan bagi masyarakat luas yang belum menjadi nasabah kami berharap diberikan kepercayaan untuk bersama bank Jogja maju membangun Kota Yogyakarta. Kosim juga berterima kasih kepada Walikota dan segenap jajaran Pemerintah kota Yogyakarta atas dukungan yang luar biasa kepada Bank Jogja. Bank Jogja dikatakan sebagai penyumbang PAD dan sekaligus ikut mngembangkan UMKM di Wilayah Kota Yogyakarta . Sementara itu Fikri Ausyah dari OJK DIY mengatakan sejak 57 tahun yang lalu Bank berada diperingkat dua terbawah. Namun saat ini Bank Jogja telah menduduki urutan kedua setelah BPR Sleman. "Sekarang ini menurut catatan OJK ada di rangking kedua teratas. Rangking satu mmang masih ada di Sleman tapi itupun hanya terpaut Rp. 1 miliar asetnya," tutur Fikri. Fikri menambahkan bahwa berdasarkan aspek penilai kesehatan bank, dari 5 aspek yang dinilai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semuanya dalam kondisi sehat. "Satu hal yang menggembirakan juga untuk para nasabah Bank Jogja bahwa dari aspek yang dipunyai OJK bahwa ada Aspek Penilai Kesehatan Bank, semua aspek dari 5 yang dinilai oleh OKJ semuanya dalam kondisi sehat. Dikatakan, OJK mengamati keberadaan Bank Daerah di Kota dan Kabupaten apakah bermanfaat bagi masyarakat atau tidak. Menurutnya Bank Jogja dirasa bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Sementara itu Walikota Yogyakarta berharap Bank Jogja semakin maju sesuai dengan tema yang diusung Maju Bersama Bank Jogja. "Semoga ulang tahun ke-57 ini menandakan bahwa Bank Jogja semakin maju. Semoga semakin sehat untuk Bank Jogjanya. Apapun Banknya semoga masyarakat Jogja, terus maju bersama Bank Jogja," ujar Walikota. Hadir pada puncak peringatan Ulang Tahun Bank Jogja ke-57 Wakil Walikota Yogyakarta, Kepela Kejakasaan Negeri Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, Ketua DPD Kota Yogyakarta, Kapolres Kota Jogja, Wakil Walikota Yogyakarta, perwakilan dari OJK DIY, Kepala OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta dan ribuan masyarakat. Selain undian utama tabungan Istimewa, Bank Jogja juga membagikan banyak hadiah hiburan berupa sepeda motor, sepeda, dan alat elektronik lainnya. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sambut Ramadhan, Warga Kampung Tegal Bausasran Gelar Kirab Ampem
Ribuan masyarakat Kota Yogya tumpah ruah memadati disepanjang jalan Hayam Wuruk untuk menyaksikan perayaan festival kirab seribu apem yang di gelar oleh warga kampung tegal lempuyangan Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan Kota Yogya. Festival yang sudah berjalan selama empat tahun ini di gelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan serta sebagai wujud kecintaan terhadap budaya asli daerah. Ketua Panitya acara tersebut Suhartono mengatakan jika Kirab apeman tersebut diikuti oleh seluruh warga kampung Tegal Lempuyangan. "Mereka semua mempinyai ketugasan masing " masing, ada yang dua buah gunungan apem, dan ada yang menjadi Bregada" ungkapnya di lokasi, Minggu (6/5). Selain itu, lanjutnya, Festival ini bukan hanya ingin menunjukkan tradisi apeman sebagai acara menyambut Ramadhan, tetapi juga berupaya untuk melestarikan budaya jawa. "Oleh karena itu tak hanya kirab kue apem, Festival ini juga melibatkan sejumlah bregada yang ada di kampung tegal" ungkapnya. Kirab apeman tersebut diarak warga sejauh 2 kilometer kemudian gunungan apem di doakan di hadapan ribuan masyarakat. Usai didoakan warga dipersilahkan mengambil kue apem dari gunungan. Dalam sekejap gulungan tersebut sudah habis diperebutkan warga. Bahkan sejumlah anak kecil juga ikut memperebutkan gunungan tersebut. Sementara itu Camat Danurejan, Budi Santosa mengaku merasa bangga atas greget warga Kampung Tegal Lempuyangan dalam menyambut bulan Ramadhan tahun ini. "Ini merupakan bentuk konkret salah satu budaya yang ada di Kota Yogya dalam menyambut puasa," katanya. Tradisi ini, menurutnya harus di pertahankan dan di lestarikan. Selain menjadi ajang keakraban warga apeman ini juga bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Lansia Harus Tetap Sehat, Aktif, Produktif, dan Mandiri
Berusia lanjut atau sering di sebut dengan lansia bukan berarti hanya berdiam diri di rumah dengan tatapan mata kosong. Di usia yang tak muda lagi para lansia harus tetap masih bisa beraktivitas, mandiri, dan produktif. Keluarga dan orang-orang di sekitar memiliki peran penting dalam kehidupan kaum lanjut usia. Pengertian, dorongan, dan kasih sayang mereka dibutuhkan untuk mewujudkan lansia yang sehat, aktif, dan mandiri. "Orang yang sudah lansia bukan berarti dia tidak bisa apa-apa. Lansia bisa juga mandiri, sehat, senang, terhormat dan masih bermanfaat bagi keluarga dan sekelilingnya. kriteria mandiri secara fisik yakni dapat mengerjakan segala sesuatu sendiri dengan bantuan atau tanpa alat" kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat membuka workshop Lansia di kantor Kecamatan Tegalrejo, Sabtu (5/5). Menurutnya, agar lansia tetap mandiri dan produktif, lansia harus sehat dan bergaul dengan sesama lansia. Tidak harus dengan cara mengobrol intensif, tetapi juga bisa dengan ikut pengajian, arisan, atau kegiatan lain yang dapat merangsang fungsi otak. "Kegiatan lainnya seperti mengisi TTS, bermain catur, membaca buku, atau membuat sulaman. Kegiatan-kegiatan seperti ini harus diarahkan agar para lansia mau sehingga dapat menjaga fungsi otak mereka secara optimal" ungkapnya Setidaknya, lanjutnya, aktivitas tersebut, akan menumbuhkan semangat ingin terus sehat, bahagia, mandiri, bermanfaat, dan berkualitas. "Dengan sering berkumpul, bersenda gurau, dan bercanda bersama teman-teman seumuran membuat para lansia merasa sehat, awet muda, dan bersemangat" ujarnya. Wawali juga menjelaskan jika pentingnya memuliakan para lansia. Jangan jadikan lansia sebagai beban karena mereka juga memiliki hak dalam hidupnya. "Para lansia jika ingin beraktivitas jangan banyak dilarang. Berkebun dilarang, main ke rumah tetangga dilarang, pergi-pergi ke suatu tempat dilarang. Memang ini sebagai bentuk kekhawatiran agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, tetapi ini bisa memperburuk keadaan lansia itu sendiri karena merasa tidak berarti yang akhirnya stress dan depresi," tandasnya. Ia pun berharap agar para lansia yang ada di Kota Yogya tetap semangat dalam berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan di Kota Yogya. "Dengan memiliki berbagi macam pengalaman, saya mohon kepada para lansia agar membimbing generasi muda dalam menjalani kehidupan bermasyarakat agar mereka tidak salah arah" katanya (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Penerimaan Tim Verifikasi Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di Kota Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat Perempuan dan Anak menerimaan Tim Verifikasi Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Walikota Heroe Poerwadi, di Hotel Gaia Comso, Kota Yogyakarta. Tim Verifikasi Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menilai sejauh mana Kota Layak Anak terutama kepada masyarakat Yogyakarta dalam memberikan motivasi dan dorongan agar selalu mengedepankan pembangunan kota yang berperspektif gender. Memberikan peran serta yang adil dan seimbang bagi segenap lapisan masyarakat, di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Salah satu hakekat pembangunan nasional di Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera yang berlaku menyeluruh tanpa adanya diskriminasi gender di tengah-tengah masyarakat. Kota Yogyakarta memiliki komitmen Pemerintah berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak dengan melakukan strategi kebijakan pembangunan dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat berbasis kewilayahan dan meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan terhadap anak. Pembentukan kampung ramah anak, Kelurahan Ramah Anak dan Kecamatan Ramah Anak di Kota Yogya merupakan langkah maju dalam mempertahankan Kota Yogya sebagai Kota Layak Anak. Kampung ramah anak di Kota Yogyakarta terus berkembang pesat. Hal ini lantaran evaluasi rutin terus dilakukan. Selain itu guna meraih Label Kota Layak Anak, Pemerintah Kota Yogyakarta telah melahirkan beberapa inovasi dan program unggulan diantaranya melalui Penyaluran Jaminan Pendidikan Daerah guna mendukung wajib belajar 12 tahun, Pembebasan Biaya Akte, Penyediaan Mobil Keliling Untuk Pendataan Kartu Identitas Anak, Penyediaan Pedestrian Layak di Malioboro serta beberapa program lainnya. Disamping itu Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan, saat ini Kota Yogyakarta juga telah memiliki banyak kecamatan, kelurahan dan kampung yang menjunjung rintisan Sekolah Layak Anak. "saat ini Kota Yogyakarta juga telah memiliki 10 Kecamatan Layak Anak, 23 Kelurahan Layak Anak, 156 kampung yang terbagi menjadi beberapa tingkatan, serta 20 rintisan Sekolah Ramah Anak pada tahun 2017"ucapnya. Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya berharap Tim Verifikasi Kota Layak Anak dapat memberikan point maksimal bagi Kota Yogyakarta. "melalui beberapa inovasi tersebut kami berharap dari Tim Verifikasi Kota Layak Anak dapat memberikan point maksimal bagi Kota Yogyakarta dan semoga penerimaan kami pada pagi hari ini dapat memuaskan maksud dan tujuan kunjungan Bapak dan Ibu ke Kota Yogyakarta, serta nantinya akan mendukung upaya kami dalam mewujudkan masyarakat Kota Yogyakarta yang sehat, adil dan sejahtera" ucapnya. Heroe Poerwadi juga mengatakan predikat Kota Layak Anak dengan Predikat Utama dapat diberikan kepada Kota Yogyakarta. "kami berharap melalui evaluasi ini predikat Kota Layak Anak dengan Predikat Utama dapat diberikan kepada Kota Yogyakarta seiring dengan komitmen Pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan hak-hak anak" ucapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) ONLINE SMA NEGERI DAN SMK NEGERI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2018/2019
PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 1301/PERKA/2018 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) ONLINE SMA NEGERI DAN SMK NEGERI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Informasi selengkapnya dapat dibaca (didownload) pada lampiran di bawah ini.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ada Festival Anak Sholeh di Gondomanan, Buruan Daftar Yuk !
Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H Kecamatan Gondomanan bekerjasama denan KUA Gondomanan dan BADKO Rayon Gondomanan menggelar Festival Anak Sholeh (FAS). Pendaftaran dimulai sejak 13 April 2018 dan akan ditutup 12 Mei 2018. Ajang anak sholeh yang bakal digelar di Pendopo Kecamatan Gondomanan ini akan digelar selama satu hari penuh yakni pada 13 Mei 2018 dimulai sejak pukul 08:00 WIB. FAS 2018 Gondomanan ini akan diisi dengan sederet jenis perlombaan yakni, Tartil Al-Qur"an, Tilawah Al Qur"an, Adzan dan Iqomah, Pildacil, Cerdas Cermas Agama, Menggambar, Mewarnai dan Tahfidz Surat Pendek Al Qur"an. Ketua Panitia FAS 2018 Gondomanan Sugeng Sarwono menuturkan, FAS Gondomanan tahun ini mengangkat tema "Dengan semangat menyambut ramadhan memperkokoh ukhuwah islamiyah mengantarkan generasi qur"ani yang rabbani. Ia menjelaskan reorientasi dalam pembinaan spiritualitas dan mentalitas anak dalam mewujudkan generasi yang islami adalah merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diwujudkan, khususnya TKA, TPA dan TQA di Kecamatan Gondomanan. Ia berharap ajang ini bisa memperkokoh ukhuwah islamiyah anatar elemen pemerintah dan masyarakat. Serta mengetahui potensi perkembangan santri rayon Gondomanan khususnya dalam pemahaman keislaman. "Semoga peserta FAS tahun ini pesertanya banyak, bagi yang mengingkan informasi lebih lanjut silahkan hubungi 085292561494 atau 081802703838," paparnya. (Tam)