Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PHRI Kota Yogyakarta Resmi Dibuka
Telah Resmi beroperasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Yogyakarta, di Hotel Neo Malioboro Kota Yogya, Pada Rabu (21/11). Dalam acara ini Wakil Walikota Heroe Poerwadi antusias mengikuti rangkaian acara Peresmian PHRI. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merupakan organisasi yang berorientasikan kepada pembangunan dan peningkatan kepariwisataan, dalam rangka ikut serta melaksanakan pembangunan nasional serta merupakan wadah pemersatu dalam memperjuangkan dan menciptakan iklim usaha yang menyangkut harkat dan martabat pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan akomodasi pariwisata atau hotel dan jasa makanan dan minuman/restoran serta lembaga pendidikan pariwisata. Pada kesempatan ini diharapkan mampu menambah promosi kota Yogyakarta dalam bidang perhotelan dan restoran agar mampu bersaing dengan kota-kota lainnya. Ketua PHRI Kota Yogyakarta, Istidjab Danunegoro mengatakan, dalam pencapaian di tahun 2018 belum memenuhi target, pihaknya berharap ditahun selanjutnya berjalan dengan lancar sesuai target. "Ditahun 2018 ini susah untuk mencapai target, semoga kita semua lebih aktif lagi untuk mengelola dengan baik dalam kendala atau masalah yang akan kita hadapi kedepan" ujarnya Menurut Istidjab, Kota Yogyakarta memiliki banyak daya tarik yang cukup besar. Dari tempat ini bisa melihat indahnya pemandangan kota, pariwisata dan kulinernya dalam satu tempat yaitu Kota Yogyakarta. Demi membantu pengembangan obyek wisata tersebut, pihak PHRI berjuang dalam perkembangan perhotelan dan restoran yang mampu memiliki daya tarik sendiri sehingga wisatawan berkunjung ke Kota Yogyakarta. Istidjab pun berharap, pada kesempatan kali ini nantinya menambahkan daya tarik wisata sebagai paket wisata yang ada di Kota Yogyakarta. Selain itu, Wakil Walikota, Heroe Poerwadi dalam sambutannya mengatakan, seiring dengan perkembangan jaman Kota Yogyakarta menjadi kota yang kreatif. "Bagaimana kita menciptakan Kota Yogyakarta yang kreatif bisa dikenang banyak orang, untuk menjadikan jogja magnet utama yaitu, Jogja tempat orang menginap, orang berbelanja pernak-pernik wisata, serta Jogja sebagai tempat orang-orang makan berwisata kuliner dan segala yang memungkinkan tekad untuk memperbaiki sarana-sarana seperti hotel yang ada di Kota Yogyakarta" katanya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kota Yogya Raih Anugrah Pesona Indonesia 2018
Usaha Kota Yogya untuk menggenjot sektor pariwisata membuahkan hasil yang membanggakan, pasalnya salah satu festival dibidang pariwisata yang ada di Kota Yogya yakni Dragon Festival di tetapkan oleh Ayo jalan jalan yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia sebagai Festival Pariwisata Terpopuler 2018 dalam ajang penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018. Penghargaan tersebut serahkan langsung oleh Deputi bidang pengembangan pemasaran kementrian pariwisata RI, I Gede Pitana. Usaha Kota Yogya untuk menggenjot sektor pariwisata membuahkan hasil yang membanggakan, pasalnya dua objek wisata yang ada di Kota Yogya meraih pengharagaan dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 API sendiri adalah ajang pariwisata terpopuler Indonesia yang diadakan setiap tahun yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata RI. Kegiatannya dilakukan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada obyek dan tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Deputi bidang pengembangan pemasaran kementrian pariwisata RI, I Gede Pitana mengatakan dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indonesia serta turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia, salah satunya melalui media internet. Ia menilai penilaian yang dilakukan API cukup komperhensif, dengan melibatkan banyak stakeholder untuk memilih destinasi wisata mana yang menjadi nominasi sebelum di-vote. Prosesnya banyak melibatkan stakeholder. Dari pemerintah pusat, pemda, ahli pariwisata, jurnalis senior, dan masyarakat terangnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis malam (21/11) Hal senada dikatakan ketua panitia penyelenggara API, Hiro Kristianto, Ia menjelaskan jika teknis penilaian sendiri sebelum menjadi nominasi, berbagai daerah mengajukan potensinya sesuai dengan kategori yang ada. "Lalu kita kurasi oleh berbagai stakeholder" jelasnya Ia berharap kepada seluruh daerah, dengan adanya anugerah API tersebut dapat semakin giat bersemangat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Ditemui usai menerima penghargaan, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan sebagai ajang pariwisata terpopuler di Indonesia, kegiatan API 2018 telah banyak membantu dalam memberitakan dan mempromosikan berbagai obyek dan tujuan wisata di Indonesia. "Di samping itu, ajang ini juga telah menjelma menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata daerahnya," katanya Di lain sisi, lanjutnya, API juga banyak berperan dalam memperkenalkan dan mengangkat banyak obyek dan tujuan wisata baru di Indonesia. "Ini pula yang menjadi inspirasi dan motivator banyak daerah untuk lebih berani dan proaktif dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata di daerahnya," katanya Ia menegaskan jika Pemkot Yogya akan terus berupaya untuk mempromosikan setiap destinasi yang ada di Kota Yogya, salah satunya dengan meningkatkan kerjasama yang erat antar pemangku kepentingan. "Dalam hal ini pemerintah, swasta, akademisi, media dan masyarakat sendiri," tandasnya. Terkait hasil yang diperoleh pada API 2018 yang menetapkan Dragon Festival sebagai Festival Pariwisata Terpopuler, langkah selanjutnya dari Pemkot Yogya adalah melakukan peningkatan pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Yogya. "Semuanya itu akan bermuara pada peningkatan kunjungan kembali wisatawan, karena wisatawan merasa puas dan ada kenangan indah yang membekas." ungkapnya. Ia berharap dengan diperolehnya penghargaan tersebut menjadi pemacu dalam menyelenggarakan pembangunan pariwisata di Kota Yogya mejadi semakin baik. "Pencapaian ini mesti dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan disemua aspek. Sehingga keberadaan objek wisata Kota Yogya kedepan jauh semakin baik. Jangan pernah berpuas diri, tetapi jadi pelecut semangat menata diri." ungkapnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya berikan Penyuluhan UU ITE
Pemkot Yogya melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta, memberikan Penyuluhan Hukum tentang Informasi dan Transaksi Elektronik kepada puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan Kota Yogyakarta, PKK Tingkat Keluruhan serta Perwakilan Pemuda Kota Yogyakarta, di Gedung Bima Balai Kota, Kamis (21/11). Kepala Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum, Sofyan Hardi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tujuan dari penyuluhan ini supaya masyarakat dapat mengetahui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sehingga, masyarakat dapat mempelajari dan memanfaatkan teknologi yang ada dengan baik. "Adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat mengetahui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, untuk kemudian dapat dipelajari oleh kita semua. Sehingga, kita dapat menggunakan teknologi dengan sebaik-baiknya." Ungkapnya Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini, Rudy Susatyo dari Kementrian Hukum dan HAM Kanwil DIY, serta Djoko Marwiyanto dari Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta. Dalam materinya, Rudy Susatyo menyampaikan bahwa masyarakat saat ini perlu menggunakan teknologi dengan bijak. Jangan sampai dalam penggunaan teknologi, masyarakat terjerat pelanggaran UU ITE. "Kemajuan teknologi dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, teknologi dapat menunjang kehidupan. Kedua, teknologi dapat membawa kita dalam permasalahan hukum. UU ITE dibuat supaya kita menggunakan teknologi dengan bijak" ungkapnya. Rudy Mencontohkan kasus Baiq Nuril yang terjerat kasus pelanggaran UU ITE. "Kasus Baiq Nuril itu contoh pelanggaran UU ITE. Ia terjerat pelanggaran UU ITE Pasal 27 ayat 3 karena rekaman telpon seksual nya" tambahnya. Dengan adanya kasus tersebut, ia berharap kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi. Sementara itu, Djoko Marwiyanto. Melihat teknologi sebagai penunjang kehidupan. Salah satunya, digunakan untuk penunjang pelayanan publik. "Penggunaan Teknologi Informasi ini kita manfaatkan untuk meningkatkan pelayan publik kepada masyarakat. Hasilnya, masyarakat dapat dengan mudah mengakses pelayanan yang ada". Ujarnya. Djoko Marwiyanto juga mengatakan bahwa saat ini, Pemerintah Kota Yogyakarta memanfaatkan penggunaan teknologi dengan membuat aplikasi layanan. "Untuk meningkatkan layanan publik tersebut, Pemkot Yogya saat ini memiliki aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Aplikasi ini terdiri dari 32 layanan yang dapat diakses oleh masyarakat sesuai layanan yang dibutuhan".Tambahnya. (Hes/fai).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Bentuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) membentuk Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Kota Yogyakarta, di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta, Jumat (23/11/2018). LPPM Kota Yogyakarta diresmikan langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dengan dihadiri perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas se-Kota Yogyakarta. Heroe menegaskan bahwa pembentukan LPPM adalah untuk menguatkan program gandeng gendong. "Kegiatan ini adalah salah satu wujud implementasi konsep Gandeng Gendong," ucap Heroe. Pembentukan Forum ini, sambungnya, dapat pula dimanknai sebagai sarana menyatukan ide dan gagasan yang selama ini hanya dilaksanakan secara parsial, maka melalui Forum ini ide dan gagasan dapat disatukan dalam media yang lebih terarah sehingga setiap kegiatan dapat terlaksana secara lebih matang. "Unsur 5K yakni Pemerintah Kota, Korporasi, Komunitas, Kampus, dan Kampung masih berjalan sendiri-sendiri sehingga hasilnya pun tidak maksimal," ujar Heroe. Untuk itulah, lanjutnya, Pemerintah Kota Yogyakarta ingin menjembatani keberadaan LPPM di Universitas se-Kota Yogyakarta. Ia melihat banyak gagasan akademisi yang dapat diadopsi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, selain juga sebagai harmonisasi kegiatan pembangunan maupun pengabdian kewilayahan. "Keberadaan perguruan tinggi mempunyai posisi penting pembangunan Kota Yogyakarta, hal ini tidak terlepas perannya sebagai mitra Pemerintah Kota Yogyakarta utamanya dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat," tandasnya. Ia menerangkan, Pemkot juga akan memberikan pendanaan untuk melakukan penelitian dengan skema yang telah ditentukan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad menambahkan bahwa dukungan anggaran untuk penelitian oleh dosen pada tahun 2019 yang disediakan Bappeda Kota Yogyakarta sebanyak Rp 200 juta. "Dan anggaran untuk pendampingan pengabdian masyarakat, KKN, dan Kemitraan Penelitian Dikti sebanyak Rp 150 juta," urainya. Edy menerangkan, saat ini sudah ada 20 kampus yang memiliki perjanjian kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta dari 53 Kampus yang berada di Kota Yogyakarta. Sementara itu, Ketua Forum LPPM Kota Yogyakarta, Ambar Kusumandari menilai kegiatan pengabdian yang ada di wilayah DIY saat ini mayoritas dilakukan di luar Kota Yogyakarta. Pihaknya pun akan mengupayakan agar kegiatan pengabdian bisa dilakukan di Kota Yogyakarta melalui KKN Kota, dengan begitu pihaknya optimis manfaatnya akan jauh lebih merata. "Kami akan mengumpulkan beragam persoalan yang berada di Kota Yogyakarta seperti masalah sampah, transportasi dan lainnya," ucap Ambar. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Bermain Dakon Bersama 1000 Anak Yogyakarta
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi begitu asik bermain dakon bersama sekitar 1000 anak dalam acara "Dakon Ning Ratan pagi ini, Sabtu (24/11/2018). Acara yang digelar di sepanjang Jalan Kapas ini menjadi ivent pertama di Indonesia sekaligus di dunia. Dalam kesempatan tersebut Heroe mengajak para orang tua untuk menyempatan diri bermain dengan para buah hatinya. Menurutnya yang terpenting saat ini adalah bagaimana anak-anak mampu mengambil nilai folisofi dari permainan tradisional tersebut. Semua permainan tradisional memiliki nilai filosofi yang sangat baik untuk perkembangan kepribadian anan-anak. Seperti dakon ini yang mengjarkan kita untuk bisa mengambil keputusan yang tepat apabila ingin "Orang tua dan guru harus mendampingi anak-anakanya, sehingga permainan tradisonal yang sebenarnya penuh dengan nilai filosfi ini tidak hanya sebatas permaianan saja," ucap Hereo. Pihaknya mengingatkan, maraknya penggunaan gawai merupakan ancaman serius yang menyebabkan anak menjadi pribadi yang susah bergaul, cenderung individu serta menghapuskan interaksi sosial di kalangan anak-anak. "Apabila hal itu terus terjadi tanpa ada upaya menghadirkan kembali permainan tradisional di tengah-tengah kita dan anak-anak, aneka permainan tradisional tersebut lambat laun akan hilang ditelan jaman dan melahirkan generasi yang anti sosial," ujarnya. Untuk itulah, menurut Heroe, menghadirkan kembali permainan tradisional perlu didukung oleh para orang tua dan guru, karena kegiatan itu juga merupakan suatu bentuk proses pendidikan. "Dalam setiap permainan yang dilakukan secara bersama-sama dengan interaksi secara langsung pasti ada nilai positif yang akan didapat," imbuhnya. Ia optimis permainan tradisional masih mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak dalam bergaul, seperti sportivitas, kekompakan, semangat untuk berjuang, semangat untuk berbagi, suka bekerjasama, dan bertenggang rasa dengan teman lain. "Dengan demikian diharapkan kelak akan menjadi pribadi dewasa yang matang baik pikiran maupun emosinya," ucap Heroe. Heroe pun mengajak guru dan orang tua untuk terus mengupayakan pembiasaan dolanan tradisional anak ini baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan bermain anak-anak sehingga dolanan anak akan terus hidup dari generasi ke generasi. Heroe berharap kegiatan tersebut selain bermanfaat untuk mempersiapkan generasi muda dengan menanamkan nilai-nilai positif kepada mereka, juga dapat mendekatkan keluarga besar TK N 2 Yogyakarta kepada masyarakat dan menunjukkan bahwa institusi ini mempunyai peranan dalam membangun masyarakat Kota Yogyakarta. "Tterutama generasi muda, anak-anak kita, dimana salah satunya adalah dengan mengenalkan serta mengajarkan kepada meraka akan keragaman budaya nusantara yang berupa dolanan anak," tandasnya. Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia Festival Dolanan Tradisional Muhammad Miftahuddin menerangkan, "Dakon ning Ratan" adalah digelar dalam rangka memperingati hari anak se-dunia sekaligus peringatan HUT TK Negeri 2 Yogyakarta ke-33. "Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap perkembangan teknologi yang menggusur keberadaan dolanan tradisional anak. Salah satunya dakon ning ratan yakni bermain dakon secara massal," urainya. Dalam kegiatan ini, sambungnya, juga ada Festival Dolanan Tradisinal yang memperebutkan tropi WaliKota Yogyakarta dan uang pembinaan, hingga kompetisi dakon perorangan yang memperebutkan tropi GKBRAA Paku Alam. "Dalam festival ini anak-anak diberikan kebebasan dalam menampilkan jenis permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng dan lainnya," ucapnya. Salah satu peserta Festival Dolanan Tradisional Anak Nusantara asal TK Bopkri Gondolayu, Dova Saputra mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Dova mendapatkan kesempatan khusus bermain dakon dengan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. "Senang bisa bermain dakon bersama," kata Dova usai bermain dakon dengan Heroe Poerwadi. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sudagaran Dikukuhkan Sebagai Kampung KB
Kampung Sudagaran, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo dikukuhkan sebagai kampung keluarga berencana (KB), Minggu (25/11/2018). Sudagaran menjadi salah satu dari 14 sasaran yang akan dikukuhkan sebagai kampung KB di Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Ia mengungkapkan jika pencanangan Kampung KB bertujuan bukan saja untuk pengendalian kelahiran semata. "Namun yang lebih penting, ada partisipasi masyarakat untuk menciptakan kondisi harmonis agar masyarakat dapat hidup sejahtera, bersih, teratur dan indah" katanya di lokasi. Di Kota Yogya, lanjutnya, pencanangan Kampung KB yang saat ini sudah terdapat di 14 Kecamatan diharapkan menjadi motivasi semua elemen untuk bersama-sama menjadikan Kota Yogyakarta sebagai Kota yang melahirkan keluarga yang lebih sejahtera di kemudian hari melalui program KB dan program lain yang terkait dengan peningkatan keluarga sejahtera. Pelaksanaan program Kampung KB hendaknya lebih fokus pada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan katanya. Ia menegaskan, jika Pemkot Yogya akan terus melakukan sosialisasi mengenai program KB, dimana didalamnya bukan hanya program pengendalian pertumbuhan penduduk saja, tetapi juga program pengaturan kelahiran dan pengasuhan anak secara sehat. "Dengan selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat, saya berharap dapat memberikan informasi secara lebih mendalam tentang program KB, yang saat ini tidak hanya menjadi hegemoni kaum perempuan saja, namun andil kaum pria juga sangat besar dalam menciptakan keluarga kecil, bahagia dan harmonis" harapnya. Sementara itu Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogya, Eny Retnowati mengatakan dengan adanya Kampung KB juga dijadikan sebagai upaya revitalisasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program kependudukan, baik itu program KB maupun Pembangunan Keluarga secara utuh di lapangan. katanya. Ia menjelaskan pembentukan Kampung KB tersebut merupakan realisasi dari program yang dicanangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tujuan untuk menyukseskan program Nawacita pemerintah, khususnya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sebanyak 14 kampung yang ditetapkan sebagai Kampung KB adalah Kampung Sudagaran, Kampung Pingit, Kampung Iromejan, Kampung Tegal Lempuyangan, Kampung Pajeksan, Kampung Ngampilan, Kampung Ketanggungan Kulon, Kampung Jogokaryan, Kampung Mangunnegaran, Kampung Ratmakan, Kampung Kepatihan, Kampung Bintaran, Kampung Sidobali, dan Kampung Darakan Barat. Dengan adanya kampung KB ini, tambahnya, juga mampu memastikan tidak terjadi lagi kasus kematian ibu melahirkan dan kematian anak ketika dilahirkan atau pada usia balita. "Ini adalah misi kemanusiaan yang mulia, misi yang wajib kita jalankan dengan sebaik-baiknya" katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Hari Guru Nasional, Wawali: Lanjutkan Kerja Keras Kita
Bertepatan dihari Peringatan Hari Guru Nasional, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengajak kepada seluruh guru di Kota Yogya untuk meningkatkan profesionalitasnya sehingga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda akan terus terjaga untuk jaminan pembangunan bangsa di masa depan. "Kota Yogya memiliki potensi yang besar di bidang pendidikan, dibuktikan dengan banyaknya sekolah negeri, swasta dan lembaga pendidikan lain yang ada di Kota Yogya ini," kata Wawali saat menghadiri Peringatan HKN Kota Yogya di GOR Amongraga, Senin (26/11/18). Menurutnya keberhasilan kependidikan tidak hanya ada di biaya, tapi guru jadi faktor penting. "Untuk itu kami mengajak guru di Kota Yogya untuk meningkatkan profesionalisme dunia pendididkan agar menghasilkan SDM yang ahli, terampil, kreatif dan profesional," kata dia. Pembangunan karakter juga harus dibarengkan seiring dengan kecerdasan akademik. "Murid di Kota Yogya harus mempunyai iman dan takwa yang tinggi dan berbudi pekerti yang luhur," imbuh Wawali. Ia meminta guru untuk melanjutkan kerja keras yang sudah dilakukan. Harapannya, anak-anak Kota Yogya mampu mengibarkan bendera Indonesia di tengah-tengah bendera dunia. Saya yakin Anda bisa menghantarkan anak-anak kita sukses. Lanjutkan kerja keras kita, tuturnya. Kerja keras, Kata Heroe, menjadi bekal anak-anak Kota Yogya untuk meraih masa depan. Tidak dengan cara instan seperti mengerpek atau berbuat tidak jujur untuk meraih sesuatu. Modal kerja keras itu membuat anak-anak bisa dihormati di seluruh Indonesia maupun dunia. Mari kita kerja keras semua. Dengan begitu, kita bisa berprestasi bukan hanya tingkat lokal dan nasional, melainkan bisa berprestasi di tingkat dunia. Membawa bendera Indonesia di tengah bendera dunia dan melanjutkan kejayaan Indonesia, tegasnya. Sementara itu, Ketua PGRI Kota Yogya, Sugeng Mulyo Subono menambahkan, selain banyak siswa yang berprestasi, banyak juga guru di Kota Yogya yang berprestasi di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Capaian-capaian itu tidak boleh membuat semuanya berpuas diri. Sebagaimana pesan Wawali yang sering disampaikan, rasa puas bisa membuat kita terlena dan berhenti berpikir dan belajar, ungkapnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ratusan Jemaat merayakan HUT Ke-105 GKJ Sawokembar Gondokusman
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) GKJ Sawokembar Gondokusuman merupakan hari jadi yang ke-105 tahun. Acara ini merupakan bentuk rasa syukur jemaat yang telah saling bahu-membahu menyukseskan pembangunan gedung baru untuk GKJ Gondokusuman. Hal ini tentu sejalan dengan semangat yang senantiasa diusung oleh Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu Sejalan dengan semangat Segoro Amarto, Semangat Gotong royong agawe Majuning Ngayogyokarto. Pada kesempatan ini, mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengucapkan Dirgahayu GKJ Gondokusuman. "Semoga pada perayaan hari jadinya yang ke-105 ini, Gereja akan terus mendapat berkat dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa dalam memberikan pelayanan rohani kepada segenap umat Kristiani di Kota Yogyakarta, dan terkhususnya juga pelayanan rohani bagi seluruh jemaat yang beribadah di GKJ Gondokusuman ini" ungkapnya. Kegiatan ini mengangkat tema "Sukacita dalam membangun dan tanmemperlengkapi rumah Tuhan". Bukan hanya menebar sukacita dalam membangun iman namun membangun rasa toleransi serta persaudaraan antar umat beragama juga merupakan hal yang sangat penting. Hal ini guna mendukung dan membantu pemerintah dalam merealisasikan Jogja yang Istimewa serta Indonesia yang aman dan damai. Heroe Poerwadi menambahkan, saya mengajak seluruh elemen di lingkungan GKJ Gondokusuman senantiasa mampu membangun sinergi yang positif menjaga persatuan dan toleransi di Kota Yogyakarta. "Semoga melalui moment peringatan ini saya mengajak seluruh elemen di lingkungan GKJ Gondokusuman, mulai dari Pendeta, majelis gereja, Warga Jemaat, serta Pemerintah Kota Yogyakarta untuk senantiasa mampu membangun sinergi yang positif guna menjaga persatuan, toleransi, dan senantiasa mau merawat perbedaan dan rupa warna-warni keragaman di Kota Yogyakarta" ujarnya. Heroe Poerwadi berharap agar masyarakat saling mendukung agar gereja dapat terus berkembang menjadi gereja yang maju, dinamis, kreatif dan berbudaya serta dapat membina iman jemaat agar mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa handarbeni kepada Kota Yogyakarta tercinta ini. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ratusan Tim Ikuti Kontes Robotik, di Taman Pintar Yogyakart
Lomba mini kontes robotik diselenggarakan oleh Taman Pintar yang bekerjasama dengan Macquarie University, Sydney, Australia di Phytagoras Hall, Gedung Kotak lantai 1 Taman Pintar Yogyakarta, Minggu (26/11). Mini kontes ini di ikuti kurang lebih sebanyak 30 sekolah dari jenjang SD dan SMP yang berkependudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan tahun ketiga Taman Pintar bekerjasama dengan Macquarie University, Sydney, Australia untuk menggelar workshop robotik. Selain itu kegiatan tahunan kontes robotik ini diselenggarakan pada tanggal 24-25 November 2018. Ada bebeberapa kategori A, B, C, D dan E. Untuk Kategori A atau senior diikuti oleh 36 tim, menandingkan robot beroda untuk meniti garis, Line Follower Robot/LFR. Juga pemadam api dengan konstruksi automatisasi tanpa mikrokontroler bagi peserta dari pelajar SMA/SMK atau sederajat. Sedang untuk kategori B atau hunior, jumlah peserta 47 tim. Menandingkan robot beroda untuk penjejak cahaya, Light Surveillance Robot/LSR. Selain itu pemadam api dengan konstruksi manual tanpa mikrokontroler bagi peserta dari pelajar SMP atau sederajat. Untuk Kategori C atay Expert ada 11 Tim yang menandingkan robot beroda untuk meniti garis, Line Follower Robot/LFR dengan kontrusi menggunakan mikrokontroler yang di program untuk menyusuri labirin. Sedang Kategori D atau Umum, ada 27 tim, menandingkan robot beroda kendali cahaya dengan sistem saling dorong antar robot hingga keluar arena, bagi pelajar SD, SMP, dan SMA/K sederajat. Terakhir Kategori E untuk tingkat SD, terdiri dari 88 Tim, menandingkan robot yang diperintah melalui sebuah pengendali jarak jauh untuk mengumpulkan bola pingpong bertanda yang sesuai dengan soal perhitungan tertentu. Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar Afia Rosdiana berharap, kegiatan ini bisa memberikan motivasi bagi siswa yang lain. Harapannya bisa memberikan motivasi bagi anak-anak untuk semakin mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang robotik, ujarnya. Afi menambahkan, diharapkan kerjasama ini akan terus berlangsung baik dengan Macquarie University Australia maupun dengan sekolah-sekolah yang terkait. Sehingga semakin banyak anak-anak dan sekolah yang dapat dilayani dalam hal pengembangan literasi sains, lanjutnya. Selain itu Plt. Dinas Pariwisata Yunianto Dwi Sutono mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kreatifitas anak sejak dini. "Kegiatan ini menunjang kreatifitas anak-anak sejak dini, yang diharapkan setiap tahun menjadi aktifitas rutin untuk selalu diselenggarakan guna mengembangkan pengetahuan anak-anak mengenai robotik/sains" katanya. Yunianto Dwi Sutono juga berharap dengan adanya workshop ini diharapkan mampu memberikan wawasan kepada anak-anak untuk mencintai sains. Workshop ini memberikan wawasan kepada anak-anak terkait robotik, agar memotivasi anak-anak untuk mencintai sains ujarnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Hadir dalam Sosialisasi Kemitraan Usaha Pengecer dan Distributor
Dalam rangka pengembangan usaha dan menjalin kerjasama dengan baik antara pengecer dan distributor di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta menyelenggarakan pengembangan kemitraan usaha pengecer dan distributor di Ruang Nusa Indah lantai 3 Disperindag Kompleks Pasar Beringharjo Yogyakarta pada Senin (26/11). Kepala Disprindag Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kerjasama antara pihak Unilever dengan usaha pengecer ataupun distributor. Kita berharap dalam kesempatan kali ini kita mampu membangun dan mengembangkan bisnis seperti bekerjasama dengan distributor ataupun pengecer katanya. Selain itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, pada kesempatan ini menjadi Narasumber dalam Pengembangan Kemitraan Usaha Pengecer dan Distributor bagi Pedagang. Heroe Poerwadi mengatakan, agar lebih baik para industri pasar bisa menyerap kebutuhan pasar atau pedagang. " lebih baik para industri pasar bisa menyerap kebutuhan pasar atau pedagang untuk mampu bernegosiasi agar mendapatkan harga lebih murah, terbaik dan mendapatkan jaminan yang bekerjasama dengan distributor terdekat" ungkapnya. Kepedulian untuk maju bersama-sama dalam pengembangan industri bagi para penjualan dari pengecer ataupun distributor dibutuhkan untuk menunjang perkembangan pasar. Oleh karena itu proses jual hingga pembelian perlu di perhatikan mengingat pedagang pasar sekarang sudah banyak sekali mengambil dagangan dari para distributor. Heroe Poerwadi berharap dalam pertemuan ini mampu membantu pertanyaan para pengecer dan distributor agar lebih paham dalam menjalankan usaha. "Dalam pertemuan ini diharapkan mampu membantu pertanyaan para pengecer dan distributor untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan apa problem dilapangan yang mampu dipecahkan masalahnya pada forum ini" ucapnya. Heroe Poerwadi berpesan dengan diselenggarakannya kemitraan usaha pengecer dan distributor di Ruang Nusa Indah, mampu memajukan usaha bersama, saling berbagi, untuk memajukan kesejahteraan bersama. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Terus Berupaya Berantas Kemiskinan
Untuk menekan angka kemiskinan di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) kembali menggandeng perusahaan " perusahaan untuk ikut serta mendukung program penanggulangan kemiskinan. Nantinya perusahaan-perusahaan tersebut akan ikut membantu melalui program corporate social responsibility atau CSR. "Model ini sudah lama dilakukan sejak lama, tetapi kita tumbuhkan kembali," kata Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat Sosialisasi Pemaparan Hasil Kerja TKPK di Kecamatan Tegalrejo, Senin (27/11/2018) Terkait dengan pelibatan perusahaan, Ia menjelaskan bahwa dalam upaya pelibatan penanggulangan kemiskinan tidak hanya bergantung dari birokrasi pemerintah saja namun juga dengan stake holder terkait. "Dalam penanggulangan kemiskinan tidak hanya tergantung dengan birokrasi namun juga dengan stake holder terkait. Sehingga akan bersama-sama dalam menyelesaikan kemiskinan," katanya. Untuk upaya pengetasan kemiskinan sendiri, Pemkot Yogya sudah melakukan banyak program, diantaranya adalah perbaikan infastruktur, penyediaan permodalan dan juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia dengan menyasar beberapa daerah yang memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. "Nantinya CSR akan berasal dari beragam perusahaan, baik itu BUMN, BUMD atau pihak swasta lain. Terkait dengan jumlah, TKPK belum bisa memastikan data yang valid dan rinci. Namun transparansi akan terus dilakukan dengan memberikan laporan mengenai pengunaan dana. Salah satu bentuk upaya transparansi adalah dengan melakukan gathering dengan perusahaan-perusahaan tersebut" jelasnya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Yogyakarta Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam bidang pelayanan publik terbaik kategori Kabupaten/ Kota. Penghargaan diserahkan oleh Menteri PANRB Syafruddin kepada Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Balai Kartini Jakarta, Selasa (27/11/2018). Penghargaan diberikan kepada tiga unit pelayanan yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang hasil evaluasinya mendapat predikat minimal A- di tahun 2018 alias sangat baik. Selain itu pengharagaan juga diberikan kepada Walikota Yogyakarta yang dinilai telah berhasil menjadi pembina pelayanan publik dengan katagori sangat baik. Walikota Yogyakarta termasuk dari 11 kepala daerah yang mendapat penghargaan itu. "Ada enam aspek yang dievaluasi dari Pemerintah Kota Yogyakarta, yakni kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik, sistem konsultasi, dan pengaduan, serta inovasi," kata Syafruddin. Ditambahkan, pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya evaluasi pelayanan publik dilakukan secara online. Hasil evaluasi selanjutnya diolah dalam Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP). "Untuk tingkat provinsi, ada tiga unit penyelenggara pelayanan publik yang meraih nilai A, dan empat unit dengan nilai A-. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota, ada 13 unit yang meraih nilai A, dan 82 unit yang mendapat nilai A-," ucap Syafruddin. Dijelaskan, keputusan Yogyakarta sebagai penerima penghargaan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri PANRB No. 176 Tahun 2018 tentang Penetapan Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik sebagai Lokasi Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2018. "Evaluasi pelayanan publik tahun 2018 ini dilakukan pada unit penyelenggara pelayanan publik di 34 provinsi dan 208 di tingkat kabupaten/kota. Evaluasi telah dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Oktober 2018," urainya. Mengingat banyaknya unit penyelenggara pelayanan publik yang harus dievaluasi tahun ini, sambungnya, Kementerian PANRB menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk membantu melakukan evaluasi. "Ke depan, kami harapkan bisa bekerjasama Biro Organisasi Provinsi untuk membantu melakukan evaluasi," imbuh Syafruddin. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengpresiasi torehan prestasi tersebut, menurutnya prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan seluruh masyarakat Kota Yogyakarta. "Kebersamaan masyarakat dan Pemkot mampu menciptakan penyelenggaraan kerjasama yang baik, dan akhirnya mengantarkan Kota Yogyakarta meraih penghargaan dalam hal pelayanan publik terbaik" katanya usai menerima penghargaan. Namun pihaknya pun mengingatkan bahwa penghargaan itu sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkot Yogyakarta untuk selalu meningkatkan kualitas kinerjanya dan mempertahankannya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. "Ini merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Kota Yogyakarta, karena selama ini masyarakat Kota Yogyakarta telah mendukung dengan baik atas semua kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Pemkot Yogyakarta," tandasnya. Selama itu pula, Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran pegawai ASN Pemkot Yogyakarta yang telah melaksanakan kinerjanya dengan baik dalam melayani masyakarakat. "Pelayanan publik di Kota Yogyakarta semakin hari semakin membaik. Kita terus berusaha membenahi sektor yang kurang dan meningkatkan sektor yang sudah baik," cetusnya. Ia melihat ASN di Kota Yogyakarta semakin rajin, dibarengi dengan smartcity. Jadi masyarakat juga bisa merasakannya langsung dan dapat menikmati pelayanan terbaik dari kami. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Tingkatkan Peran IMP
Untuk mengoptimalkan kerja (Institusi Masyarakat Perkotaan) IMP, Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogya menggelar Temu Kader IMP se-Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi wadah silaturahmi bagi masing-masing kader, serta ajang untuk bertukar pengetahuan. Yang lebih penting adalah dengan Temu Kader tersebut akan ada saling bagi pengalaman dan saling memberikan motivasi antarkader IMP sebagai ujung tombak pengelola dan pelaksana program KB di tingkat lapangan, terang Plt Kepala Dalduk KB Kota Yogya, Eny Retnowati di Gedung Graha Wana Bhakti Yassa, Rabu (28/11/2018). Ia mengaku jika di KOta Yogya petugas penyuluh KB sangat terbatas. Penyebabnya adalah dalam setiap tahunnya, ada petugas yang memasuki usia pensiun. Jumlah Penyuluh Keluarga Berenca (PKB) sangat terbatas. Untuk itu, kekurangan tersebut diharapkan dapat ditutupi oleh keberadaan kader IMP yang jumlahnya cukup besar. IMP yang terdiri dari koordinator Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD), PPKBD, sub PPKBD dapat menjalankan program KB dengan lebih efektif" ungkapnya. Menurutnya Kader IMP dinilai mempunyai peran besar dalam suksesnya program KB karena masing-masing dari mereka telah memiliki wilayah binaan sendiri, bahkan hingga ke tingkat RT di tiap kelurahan di Kota Yogyakarta. Hal senada dikatakan Asisten Perekonomian Kota Yogya, Aman Yuriadijaya, menurutnya kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memotivasi kader IMP sekaligus meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi dalam menguatkan program kependudukan dan keluarga berencana serta pembangunan keluarga. Ia menjelaskan dalam pembangunan kewilayahan kader IMP mempunyai peran strategis dalam pengendalian kelahiran dan penurunan angka kematian. "Tak sampai disitu, fungsi mereka juga membantu calon atau pasangan suami-istri dalam mengambil keputusan, memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi, serta menghidupkan dan membina kelompok-kelompok kegiatan" katanya. Ia berharap melalui penguatan kapasitas serta peningkatan pengetahuan para kader IMP dapat mencetak orang tua dan keluarga tangguh di Kota Yogyakarta sehingga mampu menciptakan kualitas lingkungan keluarga yang dapat menjadi tauladan bagi masyarakat sekitar. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah lomba keluraga berencana tahun 2018 tingkat Kota Yogya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Peringati Hari Anti Kekerasan pada Perempuan 2018
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan, Perlindungan dan Anak (DPPMPA) menggelar Peringatan Hari Anti Kekerasan Kota Yogyakarta Tahun 2018 di Ruang Grha Pandawa, Kota Yogyakarta pada Rabu (28/11). Sebuah peringatan ini menjadi momentum refleksi bagi semua kepentingan untuk dapat memetakan hal-hal positif yang telah dicapai dan mempredikasi tantangan serta kendala yang masih harus dihadapi dalam upaya penanggulangan kekerasan di Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan ini memiliki beberapa hal yang menjadi pemicu maraknya kasus kekerasan yaitu kurangnya pemahaman masyarakat terkait definisi" kekerasan. Kekerasan tidak hanya terbatas pada sesuatu yang bersifat fisik tetapi juga psikologis. Hal-hal yang bersifat tidak adil, perlakuan yang membuat tidak nyaman, serta membatasi untuk melakukan hal-hal yang positif bagi pengembangan diri sendiri maupun masyarakat juga merupakan bagian dari tindak kekerasan. Plt Kapala Dinas DPPMPA Octo Nor Arafat mengatakan bagaiamana di sekolah itu juga mampu mewujudkan sekolah ramah anak. "Kita melakukan maping kasus untuk bisa mencegah dan tidak diulangi lagi kekerasan pada anak, dengan melalui kampung ramah anak kita tekankan, kita perlu bergerak sehingga program perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat selaras dengan kegiatan yang dilaksanakan melalui kampanye berbasis keluarga" katanya. Octo Nor Arafat menambahkan berbagai pihak nantinya akan ikut membangun ketahanan tindakan kekerasan pada anak dan keluarga di tahun 2019. "Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Perda 7 Tahun 2018 tentang pembangunan ketahanan keluarga. Dimana ditahun 2019 DPRD akan menjalankan inisiatif dalam mewujudkan perda yang sama. Hal ini didukung oleh dinas terkait, seperti kementrian agama dengn menjalankan program-program berbasis keluarga dan dari Dinas Kominfosan juga memiliki peran bagaimana memfilter yang sedang gencar-gencarnya terjadi"ucapnya. Saat ini sedang maraknya kekerasan didunia maya seperti di sosial media, yaitu lebih merujuk ke konten ujaran kebencian, penyebaran foto atau video pribadi di media sosial, hingga teks yang bertujuan untuk menyakiti, menakuti, mengancam, dan mengganggu korban. Hal ini dikarenakan kurangnya komitmen dan keterlibatan masyarakat umum terhadap usaha-usaha penanggulangan kekerasan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi isu ini. Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Tri Kirana Muslidatun menyampaikan, kekerasan pada anak dapat berpengaruh pada anak. "Sesuai Survey kekerasan pada anak-anak mulai dari umur 0 tahun sampai 18 tahun, selain itu pengalaman seksual sangat tinggi, kita data sampai RT dan RW sehingga semua bekerjasama untuk menghilangkan kekerasan pada anak dan tindakan seksualitas yang dialami anak"ujarnya. Tri Kirana Muslidatun menambahkan, kekerasan pada anak dipengaruhi belum adanya pengetahuan kegiatan seks yang seharusnya belum dimengerti oleh anak-anak dibawah umur atau belum dewasa. "Selain itu Kekerasan pada anak dipengaruhi oleh belum adanya pengetahuan kegiatan seks, untuk itu perlunya wawasan pada anak pelu disosialisasikan, bahkan masih ada anak yang umurnya di bawah 15 tahun sudah tau"ungkapnya. Data Desember Tahun 2017 sekitar 200 anak terjerat hukuman akibat kekerasan pada anak dan tindakan seks pada usia dini. Tri Kirana Muslidatun berharap tahun 2018 dengan tekad dan kerja keras bersama mampu mengurangi bahkan menghilangkan kasus kekerasan pada anak. "Harapannya kita sangat menenekan kader gender di setiap kelurahan untuk mendampingi remaja agar mengerti pengetahuan kekerasan, seks yang menjadi edukasi positif , sebagai bentuk proteksi diri agar pengetahuan seks apa yg kita miliki harus kita jaga sesauai usianya" ujarnya. Melalui momentum ini Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Kota Yogya, Tri Widayanto mengatakan bahwa, bersama seluruh komponen masyarakat berkomitmen untuk meminimalkan kekerasan dalam segala bentuknya. "Secara konseptual, kami telah menetapkan sasaran pembangunan Kota Yogyakarta melalui program afirmasi bagi lima kelompok rentan yaitu perempuan, anak, lansia, difable, dan kaum miskin"katanya. Tri Widayanto mengucapkan diharapkan menjadi kekuatan baru di masyarakat untuk mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif mencegah masalah kekerasan. "Komitmen ini juga kami wujudkan melalui keberadaan Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat yang diharapkan menjadi kekuatan baru di masyarakat untuk mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif mencegah dan memecahkan masalah kekerasan"ujarnya. Diharapkan peringatan Hari Anti Kekerasan pagi hari ini dapat memotivasi seluruh peserta untuk berperan secara aktif, mulai dari hal yang terkecil, serta melaksanakan secara konsisten usaha-usaha untuk mengeliminasi kekerasan di sekitarnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wujudkan Masyarakat Peduli Internet, Pemkot Yogya Berikan Sosialisasi
Kamajuan era tekhnologi informasi dan komunikasi telah membawa manusia kedalam kemudahan mengkases informasi, berita, hiburan, permainan dan segala kebutuhan lainnya dalam waktu yang singkat. Hal tersebut, membuat masyakat di tuntut untuk menggunakan teknologi dengan bijak, supaya terhindar dari konten negatif yang ada. Untuk itu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, memberikan seminar kepada orang tua siswa dan pengelola warnet tentang penggunaan internet secara aman dan bijak. Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua atau wali murid SMP dan pengusaha atau pengelola warnet yang ada di Kota Yogyakarta pada Selasa (27/11) bertempat di Gedung Bima, Balai Kota Yogyakarta. Seminar ini dihadiri oleh empat pembicara dari bidang yang berbeda yaitu Wing Wahyu Winarno Seorang, dosen sekaligus Praktisi Multimedia, Wening Wulandaru Seorang Psikolog, Eka Indarto Pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Dedi Budiono dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Kepala Bidang Persandian Diskominfosan, Tri Haryanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk sosialisasi tentang penggunaan internet yang aman dan bijak. "Kemudahan akses informasi saat ini, haruslah diimbangi dengan penggunaan internet yang aman dan bijak, melalui pembelajaran etika berinternet secara sehat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat" Ujarnya Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Trihastono mengatakan teknologi memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya. Dampak negatif ini yang kemudian perlu mendapatkan perhatian, terutama bagi anak-anak. "Dalam mencegah para siswa dari konten negatif tersebut, kita semua perlu ikut terlibat aktif untuk memperkenalkan penggunaan internet yang aman dan sehat ". Ungkapnya Lebih lanjut, ia mengatakan untuk mewujudkan penggunaan internet yang aman dan sehat, serta terhindar dari konten negatif maka diperlukan keterlibatan semua komponen, baik pemerintah, masyarakat, hingga pengelola warnet. "penggunaan internet dikalangan para siswa perlu senantiasa di awasi, baik dari guru maupun orang tua. Begitu juga dengan pengelola warnet, diminta untuk bekerjasama dalam memberikan layanan internet yang aman dan sehat". Ia berharap, melalui tanggungjawab bersama ini, kita semua dapat melindungi para siswa dan mewujudkan masyarakat yang peduli internet sehat dan aman. (Hes/Fai)