Ribuan Pesepeda  Ikuti Jogja Family Bike
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ribuan Pesepeda Ikuti Jogja Family Bike
Sebanyak 1.500 pesepeda ikut meramaikan Jogja Family Bike 2018 yang diprakarsai Komunitas Pitnik Jogja, acara ini juga dalam rangka hari jadi komunitas pitnik ke 3. Mereka semua berkumpul di halaman Stadion kridosono dan finis di Halaman Balaikota Yogyakarta. Pelepasan peserta dilakukan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dengan ditandai pengibasan bendera start. Usai melepas start Ia pun ikut bersepeda bersama peserta yang lainnya. Pada kesempatan tersebut Wawali berpesan agar komunitas Pitnink juga terus menjalin tali silaturahmi diantara anggota dengan tidak memandang suku, agama, ras, dan golongan. "Piknik harus memberi contoh bagaimana tidak membuang sampah sembarangan, tidak merokok sambil bersepeda. Karena ini tidak memberikan nilai pendidikan bagi masyarakat" ungkapnya di lokasi, Minggu pagi (29/4). Ia berharap komunitas Pitnik bisa terus berkembang agar kegiatan bersepda dapat di tularkan kepada warga masyarakat lain dimanapun Piknik berada. Pada acara ini Rute yang di tempuh sepanjang 12 Km. Start dari Halaman parkir Stadion Kridosono menuju Jalan Suroto, menuju kearah timur hingga Tugu pal putih, lalu menujuJalan Malioboro kemudian melewati Alun-alun utara, Pojok Beteng Wetan, XT Square dan dan finis di Halaman Balaikota Yogyakarta Timoho, Yogyakarta. (Han)
Ratusan Warga mengikuti Launching Gerakan Masyarakat Sehat (Germas)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ratusan Warga mengikuti Launching Gerakan Masyarakat Sehat (Germas)
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi turut mengikuti acara Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan NgadiwiNatan Pendopo PPAD,Yogyakarta minggu (29/4). Acara ini sekaligus mengikuti tema sentral dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yaitu Germas. Ada tiga yang harus di sosialisasikan terutama di wilayah kelurahan Ngampilan. Tiga hal tersebut adalah aktifitas kegiatan berolahraga selama 30 menit , makan dengan gizi yang seimbang, prilaku hidup sehat serta tanamkan anak-anak sejak dini dengan pola hidup sehat. Ketua kegiatan Germas sekaligus RW 13 di Kelurahan Ngampilan, Edy Suryana mengatakan diharapkan rangkaian acara ini dapat terlaksana dengan baik. "mudah-mudahan rangkaian acara pada hari ini menjadi tema central dan bisa di laksanakan dengan baik, untuk menuju indonesia sehat dan bisa ditanamkan kepada semua masyarakat di kota Yoyakarta" ucapnya. Kegiatan yang berlangsung yaitu dengan melaksankan Jalan Sehat yang dibarengi dengan pemberian kantong plastik kepada warga untuk melakukan kegiatan yang disebut "reresik wilayah" yang nantinya paling banyak mengumpulkan sampah organik dan sampah tidak ramah lingkungan akan mendapatkan doorprice dari panitia. Selain itu juga diadakan senam jantung seehat dan pengecekan kesehatan serta Lomba pidato kesehatan se kelurahan ngampilan. Babak seleksi sudah dilakukan pada tanggal 24 april lalu dan dipilih tiga kandidat yang lolos dalam perlombaan. Dengan bertemakan Germas warga juga diwajibkan mengikuti lomba yang mendukung pemahaman gizi seimbang yaitu lomba "kudapan" di wilayah RW se-kelurahan ngampilan. Kudapan semacam makanan dari sayur seperti pecel, gado-gado dan terancam. Juga ada makanan dari buah-buahan dengan kreatifitas UMKM sesuai dengan tema germas. Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan dalam pencanangan hidup sehat harus melakukan aktifitas. "kami berharap dalam pencanangan hidup sehat harus melakukan aktifitas. Karena kota Yogyakarta adalah kota yang harapan hidupnya paling tinggi yaitu 30 tahun" ungkapnya. Dalam sambutannya Heroe Poerwadi juga menambahakan kegiatan ini dilaksanakan dengan jelas, fokus dan melakukan kegiatan yang bermanfaat agar berkesinambungan dengan pola hidup yang sehat. (Hes)
Si Kesi Gemes Antarkan Pemkot Yogya Raih IndoHFC Awards 2018
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Si Kesi Gemes Antarkan Pemkot Yogya Raih IndoHFC Awards 2018
Program Sistem Penguatan Kelurahan Siaga dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Si Kesi Gemes) yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya berhasil mengantarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya meraih penghargaan IndoHCF Innovation Awards II tahun 2018. Dalam penghargaan kali ini Pemkot Yogya berhasil meraih penghargaan sebagai Kota terbaik kategori Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tahun 2018. Penghargaan ini diberikan oleh IndoHCF yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Ketua IndoHCF, Supriyantoro mengatakan penghargaan IndoHCF Innovation Awards digelar sebagai sumbangsih dari IndoHCF untuk ikut mendukung perkembangan dunia kesehatan di Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan program pemerintah dan inovasi oleh anak bangsa. "IndoHCF Innovation Awards bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada instansi dan individu/kelompok perorangan yang telah berhasil menjalankan program-program peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia," jelasnya saat membuka gelaran tersebut di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Kamis malam (26/4) Program penghargaan ini, lanjutnya, dilaksanakan dengan harapan dapat memacu perkembangan pengembangan positif dalam inovasi dan teknologi di bidang kesehatan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Dijumpai usai menerima penghargaan, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan tujuan di bentuknya program Si Kesi Gemes ini agar dapat menjadi pegangan atau acuan bagi seluruh OPD, Kecamatan, Kelurahan dan LSM khususnya kelurahan siaga dalam menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas) Ia menjelaskan dalam sistem tersebut sudah diatur mengenai peran dari seluruh pemangku kepentingan di wilayah untuk menjalankan program gerakan masyarakat hidup sehat dalam rangka mendukung terwujudnya Kelurahan Siaga. "Mekanismenya tertuang di dalam buku petunjuk teknis (juknis) Si Kesi Gemes. Buku Juknis ini diharapkan menjadi sebuah petunjuk bagi masyarakat tentang mekanisme dan sistem pengembangan Kesi termasuk kegiatan-kegiatan yang ada di kelurahan siaga itu sendiri dan juga peran OPD terkait" jelasnya Dengan adanya Si Kesi Gemes ini, lanjutnya semua lapisan masyarakat seperti dasawisma, LPMK, PKK harus memiliki komitmen untuk menjalankan promosi kesehatan. "Dalam Buku Si Kesi Gemes, berisi tentang Sistem Jejaring mulai dari kota sampai dasawisma promosiaga, pembentukan RT Siaga dan materi kesahatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat pertemuan." katanya. Wawali berharap, penghargaan ini dapat menjadi pemacu agar kesehatan di Kota Yogya terus dijaga dengan baik. Salah satu caranya yaitu dengan menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya kesehatan untuk hidup. Karena menurutnya, sehat itu bukan hanya lingkungan, tetapi perilaku. Termasuk juga pola konsumsi yang harus diperhatikan. "Sehat itu tidak hanya lingkungannya saja, tetapi perilakunya dan masyarakat mengonsumsi asupan makanan. Itu harus diperhatikan agar seluruh masyarakat bisa sehat," ujarnya. Penghargaan tersebut dikatakannya juga sebagai barometer Kota Sehat. Karena ini berkaitan dengan proses menjadikan lingkungan sehat termasuk juga sanitasi dan budaya sehat. "Poin penting di sini karena ada ajakan dan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk berbudaya sehat. Bukan untuk meraih penghargaannya saja, terpenting budaya budaya sehat itu terus tumbuh di masyarakat," ungkapnya (Han)
Evaluasi Pelaksanaan UNBK Tingkat SMP di Kota Jogja :  Lancar, Aman dan Tertib
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Evaluasi Pelaksanaan UNBK Tingkat SMP di Kota Jogja : Lancar, Aman dan Tertib
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMP di Kota Yogyakarta berjalan aman, lancar dan tertib. Hal ini dikatakan oleh Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti saat menggelar evaluasi pelaksanaan UNBK di ruang rapat SMPN. 5 Yogyakarta, Kamis, (26/04/2018). Walikota mengatakan berdasarkan hasil pantauan dan laporan dari para petugas di lapangan pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MANdi seluruh Kota Yogyakarta berlangsung aman, tertib dan lancar. Meskipun demikian, Walikota mengakui ada juga beberapa kendala yang timbul seperti mati listrik, loading lama dan lainnya. Namun semuanya itu dapat segera diatasi dan tidak sampai mengganggu proses pelaskanaan UNBK. "Dari pengamatan kami ujian nasional berbasis komputer sampai sesi dua di hari terakhir ini, insya"allah berjalan aman, lancar, dan tertib. Kendala sedikit pastilah, tidak ada yang sempurna. Seperti di SMP Muhmadyah 9, ada mati listrik, tapi terus diimprove (diperbaiki) lagi. Juga di hari pertama . Tapi tidak berartilah saya rasa," ujar Walikota. Atas kelacaran pelaksanaan itu Walikota menyampaikan terima kasihnya kepada para guru, pendamping dan para orangtua wali siswa di semua sekolah di kota Yogyakarta atas dukungan kepada para siswa sehigga pelaksanaan UNBK sesuai dengan apa yang diharapkan. "Para guru, pendamping dan para orangtua wali siswa saya ucapkan terima kasih dan semua sekolah, terima kasih bahwa penyelenggaraan kali bisa berjalan sebagaiamana yang diharapkan dan yang berjalan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku,"ucap Walikota. Menanggapi adanya rumor yang beredar di kalangan masyarakat terkait dengan proses penerimaan peserta didik baru yang menggunakan sistem zonasi sehingga mengecilkan nilai ujian, Walikota menegaskan bahwa nilai ujian masih menjadi acuan untuk penerimaan peserta didik baru. "Ingin saya katakan kepada teman teman media bahwa ada anggapan, saya ditanya beberapa warga bahwa, ujian yang penting melu (ikut). Wong sesuk hasil ujian kuwi tidak untuk sebagai acuan penerimaan peserta didik baru. Jadi, ungkapan itu tidak benar. Steitmen atau pemikiran seperti itu tidak benar," tegas Walikota. Walikota mengatakan ujian adalah bagian dari proses kegiatn Belajar mengajar (KBM) selama tiga tahun yang pada akhirnya diujikan pada periode pendidikan.Menurutnya nilai tetap menjadi acuan. Dirinya meminta agar masyarakat tidak berpikiran bahwa nilai tidak penting lantaran ada zonasi, dan karenanya asal-asalan untuk mendapatkan nilai."Kadang kadang kalau ini terjadi maka terjadi dismotivasi bagi anak. Wah, sinau karo ora sinau podo wae, sesok siopo sing cerak karo sekolahe kuwi sing mlebu. Opo meneh sing tonggo ne sekolah tertentu. Bukan, bukan begitu ya. Tetap ada nilai sebagai acuan," tegas Haryadi, Walikota mengingatkan bahwa setelah UNBK bukan berarti proses belajar mengajar selesai. Sekolah masih bertanggung jawab pada peserta didik, karena status mereka masih siswa. Hal itu juga menjadi tanggung jawab Pemkot Yogyakarta dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Walikota meminta sekolah bertanggung jawab dan membuat kegiatan positip bagi para peserta didik walaupun sudah selesai ujian. "Kan tinggal yang administratif. Balike buku yang nyileh, Harapan saya ada kegiatan. Caranya bagaimana tergantung sekolahnya masing-masing. Saya tidak bisa mengatakan caranya begini begini. Semua terserah pada sekolah.,"tambahnya. Walikota menyarankan pihak sekolah berembug bersama kepala Dinas Pendidikan untuk membuat acara yang positip bagi para siswa di sekolah dengan tidak memungut biaya. Sekolah juga diharap membantu mempersiapkan peserta didik memasuki jenjang berikutnya. Persiapan dimaksud bisa secara materi seperti pengayaan materi akademik, dan moril serta pengayaan kemampuan yang lain. Sementara itu kepala Dina Pendidikan Kota Yogyakarta Edi Heri Suasana menjelaskan bahwa proses pendidikan itu dimulai sejak anak mendaftar ulang di sekolah sampai kemudian anak dikembalikan lagi kepada orangtua. Hal itu ditandai dengan penyerahan ijazah dan Surat Keterangan Hasil serta Raport nilai. Itu baru selesai proses pendidikannya. Di dalam proses pendidikan ada proses belajar dan proses penilaian. Proses belajar itu dimulai sejak dinyatakan sebagai murid sampai kemudian proses di kelas selesai tetapi ada proses pembentukan pendidikan pasca proses belajar. Ditambahkan, ujian merupakan bagian dari proses penilaian. Proses penilaian itu ada ulangan harian, ulangan tengah semester, ujian akhir semester , penilaian akhir kelas sampai ujian. Ujian dibagi dua yakni ujian sekolah berstandar nasional dan ujian nasional . Ujian sekolah berstandar nasional dipergunakan untuk penentuan kelulusan. Ujian nasional dipergunakan untuk membuat peta kualitas pendidikan di satu daerah serta kualitas pendidkan di suatu sekolah dan peta bagi masing masing siswa. "Kemudian ketika hasil nilai ujian nasional ini dimiliki anak, ini fungsinya banyak diantaranya adalah di proses penerimaan siswa didik baru. Ada pertimbangan yakni ada jarakatau zona dan ada pertimbangan nilai ujian nasional,"terang Heri Di DIY, lanjut Heri, lulusan SMP untuk masuk ke SMA / SMK tetap menjadi pertimbangan ada nilai ujian nasional SMP. "Ini yang perlu saya tegaskan agar siswa kemudian tidak patah semangat ketika tahu bahwa rumahnya dekat dengan SMA 3 misalnya. Tetap mempertimbangkan nilai ujian nasional SMP," tambahnya. Untuk pelaksanaan UNBK di kota Yogyakarta telah dilaksanakan beberapa tahun ini dan dua tahun belakangan ini yakni 2017 dan 2018 pelaksanaan ujian nasional sudah 100 persen menyelenggarakan UNBK. Evaluasi Pelaksanaan UNBK 2018 Edi Heri Suasana menjelaskan bahwa dalam 4 hari pelaksanaan UNBK semuanya lancar. Dirinya mengakui ada sedikit permaslahan di hari pertama terjadi persoalan yang dimulai adanya maintenance (pemeliharaan) di server pusat.Server pusat mengalami down sehingga harus dilakukan maintenance dan kepala pusat menginformasikan kepada daerah daerah. Dari sana minta waktu lima belas menit tetapi kurang dari 15 menit sudah selesai. Persoalannya setelah perawatan selesai itu dampaknya kan diangat bareng sak Indonesia. Karena dingkat bareng sak Indoensia, sekarang cepat cepatan kan, kut kuatkan servernya. Alhamdulillah kita di Kota Yogyakarta relatip lebih cepat sehingga tidak mempengaruhi pada sesi ke dua di hari pertama. Itu terjadi pertama sesi satu di hari senin. Dan sesi kedua bisa berjalan dengan lancar. Tapai Daerah lain lebih parah karena kecapatan aksesnya tidak sebagaimanan ada di Jogja. Hari kedua tidak ada aral halangan satupun. Di hari ketiga ada dua sekolah yang sempat agak lambat di dalam akses koneksinya yakni di SMP 15 dan SMP 9 (ada persoalan juga di hari perta, agak lama) . Hari ke empat ada persoalan mati listrik di kawasan Karangakajen berdampak pada SMP Muhmadyah 9 dan SMPN. 10. Sampai dengan saya masuk ini sudah ada ussaha PLN untuk benahi jaringan listrik.mudah mudahan tidak berpengaruh pada sesi dua. Kalau mati kita pergunakan sesi tiga. Paling tidak anak ditenagkan dulu agar tidak ada dampak psikologis. Selama empat hari UNBK ada 9 siswa yang tidak ikut, dua diantaranya resmi dinyatakan mengundurkan diri oleh pihak sekolah (murud di SMP Perintis) sedangkan lainnya karena sakit seperti di SMPN. 1 karena baru saja operasi usus buntu. Sakit demam. (7 karena sakit). Dua anak yang terkena kasus hukum juga lancar ikut ujian dengan dikirimi soal. Karena punya hak. (@mix)
Dorong Pengrajin, Pemkot Akan Gandeng Bekraf
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dorong Pengrajin, Pemkot Akan Gandeng Bekraf
Guna meningkatkan daya saing produk-produk kerajinan dari Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota berencana untuk menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun ketika mendampingi sejumlah pengrajin anggota Dekranasda mengunjungi Bekraf pada Kamis (26/4) pagi. Menurut Ana Haryadi, panggilan akrabnya, Saat ini produk kerajinan Kota Yogyakarta secara kualitas sudah sangat baik, namun masih ada beberapa kendala yang ditemui oleh pengrajin, di antaranya adalah mengenai branding dan pemasaran. "Kelemahan pengrajin kita adalah tidak bisa menjual, nggak ada link. Banyak dari kerajinan kami diambil oleh seller di luar kota lalu dipoles sedikit dan dijual dengan harga jauh lebih mahal" Tutur Ana Selanjutnya, Ana menuturkan, Sejauh ini Pemerintah Kota sudah melakukan fasilitasi pameran supaya pengrajin bisa bertemu langsung dengan buyer, namun selanjutnya Ana berharap kerjasama dengan Bekraf ini nantinya mampu mendorong pengrajin untuk melakukan direct selling ke pembeli. "Harapannya, kerjasama dengan Bekraf ini menjadikan pengrajin lebih kreatif dalam mengemas dan menjual produk kerajinannya, lebih tahu perkembangan design, juga bisa lebih tahu akses pemasaran" Tambah Ana. Sementara, Feriadi dari Sub Bagian Pemasaran Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf mengatakan, saat ini metode paling strategis dalam memasarkan produk kerjinan adalah melalui e-commerce. Menurutnya saat ini masih banyak UMKM yang minim pengetahuan akan teknologi sementara perubahan-perubahan digital wajib untuk diikuti sehingga pihaknya selalu berupaya mendorong UMKM untuk bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. "Saat ini Bekraf sudah menggandeng beberapa perusahaan e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Belanja.com, bukalapak.com, dan kami berupaya menjembatani antara UMKM dengan e-commerce" Tukasnya Dikatakan oleh Feriadi, saat ini Bekraf tengah berencana menyelenggarakan Bimtek online yang ditujukan untuk UMKM di seluruh Indonesia. "Harapannya nanti kami juga bisa melakukan bimtek tersebut di Yogyakarta" Imbuhnya Selain permasalahan pemasaran, Dekranas juga akan menggandeng Bekraf untuk menangani berbagai masalah lain, yakni terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), dan Akses Permodalan ke Bank. "Permasalahan lain adalah pemahaman pengrajin akan HAKI juga akses bagi pengrajin untuk mendapatkan modal pinjaman dari Bank. Kami akan segera menjalin komunikasi ke berbagai Deputi yang ada di Bekraf untuk segera melakukan kerjasama" Ucap Ana Haryadi. (ams)
Komunitas Pesepeda Piknik Rayakan Ultah Ketiga Dengan Sepeda Bareng Diikuti 1000 Orang
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Komunitas Pesepeda Piknik Rayakan Ultah Ketiga Dengan Sepeda Bareng Diikuti 1000 Orang
Komunitas pesepeda yang menamakan dirinya "Piknik" singkatan Ngepit itu Nikmat akan merayakan hari ulang tahunnya ke-3 dengan menggelar kegiatan sepeda bersama atau ngepit bareng mengelilingi Kota Yogyakarta. Ngepit bareng ini akan diikuti oleh kurang lebih pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut juru bicaranya,Trijono, peserta yang telah mendaftarkan diri angkanya sudah menyentuh diatas seribu pesepeda. Mereka berasal dari berbagai komunitas pesepeda yang ada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. "Yang daftar itu sudah diatas seribu orang. Mereka itu ada yang berasal dari Magelang, Semarang, Tegal, Purworejo dan ada juga dari Malang jawa Timur," ujarnya saat beraudiensi dengan Walikota Yogyakarta, Selasa, (24/04/2018) lalu. Trijono menabahkan kegiatan ngepit bareng ini akan diselenggarakan pada hari Minggu, 29 April 2018 satar di Sisi Timur Kridosono dan berakhir di Balaikota Yogyakarta. Rute yang ditempuh melewati jalan jalan utama di kota Yogyakarta. Trijono berharap Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti akan ikut bersepeda bersama para pesepeda. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti menyambut baik rencana kegaiatn bersepeda yang digagas komunitas pesepeda Pikik itu. Meneurtnya sesuai dengan misi mereka yakni negepit itu nikmat atau bersepeda itu nikmat, Walikota berpesan agar peserta betul betul memberi kenikamatan pada diri sendiri dan orang lain ketika bersepada. Walikota juga berpesan agar pesepeda khususnya Piknik memiliki identitas sendiri dan itu harus dijaga oleh masing-masing anggota. Setiap anggota bukan saja bersepeda tetapi ikut memberikan contoh yang baik bagaimana bersepeda yang benar dengan selalu menaati rambu-rambu lalu lintas yanga ada. " Kalau lampune merah, yo brenti. Ojo nerabas wae. Ojo ngebaki dalan. Ini akan menggangu pengguna jalan yang lain. Komunitas Piknik harus memberi contoh yang baik. Baik kepada sesama pesepeda dan kepada semua orang yang dijumpai di jalan," nasihat Walikota. Sesuai dengan namanya, tambah walikota, komunitas pesepeda Piknik harus memberi kenikmatan kepada anggota dan orang lain. "Ora mung kowe sing nikmat, liyane ora. Itu jangan sampai terjadi ya," tambahnya. Walikota juga berpesan agar komunitas ini juga terus menjalin tali silaturahmi diantara anggota dengan tidak memandang suku, agama, ras, dan golongan. Piknik harus memberi contoh bagaimana tidak membuang sampah sembarangan, tiadak merokok sambil bersepeda. Karena ini tidak memberikan nilai pendidikan bagi masyarakat. Walikota berharap komunita sini terus berkembang dan banyak virus positip bisa tertularkan kepada warga masyarakat lain dimanapun Piknik berada. (@mix)
Pemerintah Kota Yogyakarta Ikut Andil dalam Peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemerintah Kota Yogyakarta Ikut Andil dalam Peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pemerintah Kota Yogyakarta menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Lombok jmuat (27/4). Dihadiri oleh Staf Ahli Walikota Bidang Umum Tri Widayanto dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan PD BPR Bank Jogja yaitu PD Jogjatama Visesha. Kota Yogyakarta memiliki Peserta Dunia Usaha, salah satu diantaranya adalah 3 (tiga) pilar utama dalam upaya mewujudkan pelaksanaan pemerintahan yang baik (good governanace), disamping Birokrasi dan Masyarakat yang juga mempunyai peranan penting di dalamnya. Oleh karena itu Pemerintah menyadari dalam pelaksanaan pembangunan di segala bidang, tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan Dunia Usaha dan Masyarakat. Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta efektifitas pelayanan publik, saat ini terdapat (3) tiga BUMD yang dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta, yakni, Perusahaan Daerah (PD) Jogjatama Vishesha selaku pengelola XT Square, yang merupakan destinasi wisata baru di Yogyakarta dengan konsep ONE STOP SHOPPING. Perkembangan yang ada di Kota Yogyakarta meliputi kuliner, pusat perbelanjaan, souvenir serta museum patung De Arca Museum. Kemudian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta, yang bergerak dalam bidang kebutuhan air yang saat ini fokus pada perluasan cakupan layanan, dan yang terakhir PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Jogja, yang merupakan lembaga keuangan yang concern pada pengembangan UMKM Kota Yogyakarta. Dalam pembentukan, Badan Hukum pada BUMD, Pemerintah Kota Yogyakarta lebih mengacu pada bentuk Perusahaan Daerah dibanding Perusahaan Terbatas (PT). Dengan pertimbangan bahwa modal bahwa modal seluruhnya dari Pemerintah Daerah sehingga sebagai pemilik tunggal saham akan memiliki keleluasaan dalam menjalankan kepentingan daerah. Selain itu, hakekat BUMD dalam bentuk Perusahaan Daerah tidak semata-mata profit oriented namun ada misi pelayanan publik (public service oriented) dari pemerintah. Tri Widayanto mengatakan seluruh kegiatan pada kunjungan ini tidak hanya akan memberikan wawasan tap meninggalkan kesan dan selalu ingin berkunjung ke kota Yogyakarta. "Semoga, seluruh kegiatan pada kunjungan ini tidak hanya akan memberikan wawasan tetapi juga akan meninggalkan kesan yang positif sehingga selalu timbul keinginan untuk kembali berkunjung ke kota Yogyakarta" ungkapnya. (Hes)
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Jogja Raih Status Bintang Dua
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Jogja Raih Status Bintang Dua
Pemerintah Kota Yogyakarta berhasil meraih prestasi kinerja status bintang dua atau sangat tinggi dalam Penyelelenggaraan Pemerintahan Daerah dari Kementerian Dalam Negeri RI. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2016. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100-53 tahun 2018 tentang peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah tingkat Nasional. Yogyakarta, menjadi satu dari 57 Pemerintah Kota yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Dituturkan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras segenap Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dan hal tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kota Yogyakarta sudah pada jalur yang benar "Selamat pada seluruh ASN Kota Jogja yang telah bekerja dengan baik. Penghargaan ini menjadi bentuk bahwa apa yang kita lakukan sudah on the track, untuk mendapakan status bintang dua tidaklah mudah karena ada penilaian yang detail dari pemerintah pusat dan tidak semua daerah mampu meraih predikat ini," Ucap Wawali usai menerima penghargaan dari Menteri Dalam negeri, Tjahjo Kumolo dalam acara Malam Apresiasi Hari Otonomi Daerah yang diselenggarakan hari Rabu (25/4) malam di Hotel Sultan Jakarta Lebih lanjut Wawali berharap raihan tersebut mampu menjadi motivasi bagi segenap ASN Kota Jogja untuk terus memperbaiki berbagai kekurangan yang ada dalam proses penyelenggaraan pemerintahan "Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kita untuk terus memperbaiki kelemahan-kelemahan kita terkait proses penyelenggaraan pemerintahan. Harapannya tahun depan grade kita terus naik," Imbuhnya Penghargaan ini sendiri diberikan sebagai salah satu bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap daerah yang berprestasi dan upaya Kemendagri selaku pembina dan pengawas pelaksanaan otonomi daerah untuk mendorong agar semua pemerintah daerah mampu melaksanakan otonomi daerah sesuai koridor demi kemajuan daerahnya "Penghargaan ini diberikan dengan maksud agar daerah lain juga terpacu untuk meningkatkan kinerjanya sehingga juga bisa memperoleh penghargaan," Ungkap Direktur Jendral Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono. Diungkapkan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Tapem dan Kesra) Kota Yogyakarta, Zenni. Penerapan Otonomi Daerah bertujuan untuk lebih meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan menggali potensi yang ada di wilayah. "Semua muaranya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik urusan wajib atau pilihan" Katanya Sementara, Menurut Menteri Dalam Negri, Tjahjo Kumolo, kebijakan otonomi daerah mendukung keberhasilan Nawa Cita melalui empat pendekatan. Pendekatan pertama, perubahan regulasi dan kebijakan UU Nomor 23/2014 untuk mengisi kekurangan UU Nomor 32/2004. Pendekatan kedua, adanya pengalihan kewenangan dalam konteks kebijakan otonomi daerah yang diarahkan untuk merubah struktur agar lebih efektif dari sisi regulasi, pengawasan serta pembinaan. Pendekatan ketiga, terkait dengan penguatan peran desa. Pendekatan keempat, melalui Pilkada serentak. "Kebijakan otonomi daerah diharapkan menjadi pembelajaran demokrasi di tingkat daerah," katanya. (ams)
Inacraft Diharapkan Mampu Memotivasi Pelaku UKM di Kota Jogja
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Inacraft Diharapkan Mampu Memotivasi Pelaku UKM di Kota Jogja
Pameran Kerajinan Terbesar di Indonesia, Inacraft diharapkan mampu mendorong Pelaku UKM di Kota Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas produknya sehingga mampu memamerkan produknya di event tahunan bergengsi tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun atau yang akrab dipanggil Ana Haryadi ketika mengunjungi perhelatan Inacraft 2018, Rabu (25/4) sore di Jakarta Convention Center. "Harapannya pelaku UKM di Kota Yogyakarta mampu tampil di Inacraft secara mandiri. Ini artinya mereka harus menunjukkan hasil terbaik dan memasarkan produknya secara layak" Tutur Ana Haryadi dalam kunjungan yang menjadi rangkaian dari pengembangan wawasan bagi pelaku usaha kerajinan yang menjadi anggota Dekranas Kota Yogyakarta. Ana menegaskan, Inacraft merupakan pameran kerajinan yang bertaraf internasional yang sangat bergengsi sehingga pengrajin UKM Kota Yogyakarta harus mampu melihat Inacraft sebagai ajang promosi produk-produk mereka ke pasar yang lebih luas "Inacraft ini market-nya besar, banyak buyer, baik dari dalam maupun luar negeri, jadi untuk tampil di sini harus mampu memenuhi standar, baik nasional maupun internasional" Imbuhnya Pada penyelenggaraan Inacraft tahun ini, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menfasilitasi 10 pengrajin UKM yang meliputi pengrajin batik, tenun, serta berbagai handicraft dari berbagai bahan baku seperti perak, kulit, dan kayu. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag, Sri Harnani mengatakan, untuk mengikuti Inacraft, pihaknya memberlakukan seleksi yang cukup ketat. Hal tersebut dilakukan agar produk-produk yang ditampilkan mampu bersaing di level internasional "Inacraft event internasional sehingga pengunjung bukan hanya masyarakat tapi juga buyer mancanegara sehingga kami melakukan selesi yang cukup ketat." Tandasnya. (ams) Inacraft 2018 akan berlangsung selama lima hari mulai Rabu (25/4) dan akan berakhir pada hari Minggu (29/) mendatang. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang berkesempatan membuka acara tersebut mengatakan, Inacraft memiliki peran penting bagi industri kerajinan di Indonesia untuk meningkatkan perekonomian kreatif. "Pastilah bahwa kerajinan ini disamping memberikan lapangan kerja yang begitu banyak, juga memberikan dampak ekonomi yang baik. Penyelenggaraan Inacraft dapat mendorong usaha-usaha kecil dan menengah untuk aktif meningkatkan pendapatan masyarakat dan perekonomian Indonesia" Tandas Wapres(ams)
Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa di Pemerintah Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa di Pemerintah Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui LKPP memberikan sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah di ruang Bima, kamis (26/4). Acara ini di hadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya dan Kepala Seksi Pelaksana Konstruksi, Direktorat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Umum, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Tri Susanto. Melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah ini untuk memahami ilmu terkait pengadaan dengan jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta. Pengadaan barang atau jasa Pemerintah digunakan untuk memegang perananan yang penting dalam berbagai aspek. Pengadaan barang dan jasa yang kredibel merupakan langkah awal yang akan turut menjamin kelancaran pelaksanaan program atau kegiatan dalam sebuah lembaga pemerintah. Pada tanggal 16 Maret yang lalu, telah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 yang akan diberlakukan secara efektif mulai tanggal 1 Juli 2018. Peraturan Pemerintah ini menggantikan PP sebelumnya yang selama ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Pemerintah yaitu PP Nomor 54 Tahun 2010. Asisten Sekertaris II Pemerintah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan, secara umum, struktur PP yang baru lebih sederhana dan memiliki proses pengadaan yang harus dilewati. "secara umum, struktur PP yang baru ini lebih sederhana namun juga sekaligus memuat hal-hal yang lebih detail, misalnya pada aspek pembiayaan serta rangkaian proses pengadaan yang harus dilewati" ucapnya. Dalam PP Nomor 16 ini, juga terdapat pengubahan istilah seperti ULP dan LPSE yang diubah menjadi Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dan Pokja Pemilihan yang akan menggantikan istilah Pokja ULP. Adapun perubahan baru dalam Pegadaan Swakelola dari tipe 3 (tiga) menjadi tipe 4 (empat). Tipe ke tiga adalah perencanakan dan diawasi oleh penanggungjawab anggaran yang dilaksankan oleh Organisasi Kemasyarakatan sedangkan tipe empat adalah penanggungjawab anggaran yang dilaksankan berdasarkan usulan Kelompok Masyarakat dan dilaksankan serta diawasi oleh Kelompok Masyarakat. Selain itu Aman Yuriadijaya menambahkan, dimunculkannya terminologi agen pengadaan serta bertambahnya tipe pegadaan swakelola, dari 3 (tiga) menjadi 4 (empat) ini akan menambah peningkatan profesionalisme dalam mewujudkan Kota Yogyakarta yang makmur dan sejahtera. "tipe kegiatan ini akan mampu memberikan manfaat bagi upaya peningkatan profesionalisme kita demi terwujudnya kota Yogyakarta yang lebih makmur dan sejahtera" ucapnya. (Hes)
Walikota Pantau UNBK SMP, Para Siswa Merasa Enjoy Mengerjakan Soal Ujian
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Pantau UNBK SMP, Para Siswa Merasa Enjoy Mengerjakan Soal Ujian
Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Menurutnya pelaksanaan UNBK di hari ke-3 ini berjalan lancar, aman tanpa ada halangan atau gangguan berarti. Walikota mengatakan keseluruhan siswa SLTP di Kota Yogyakarta yang mengikuti ujian berjumlah 8093 orang. Jumlah ini meliputi 3500-an siswa dari sekolah negeri dan 4500-an dari sekolah swasta. Ujian dilaksnakan selama 4 hari dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia diujikan di hari pertama (Senin) , Matematika (Selasa), Bahasa Inggris (Rabu) dan IPA (Kamis). Untuk SMPN. 1 Sendiri ujian dibagi dalam dua sesi yakni sesi pertama dimulai pukul 07.30-09.30 dan sesi kedua 11.00 - 13.30 WIB. Menurut Walikota maksud kedatangannya selain melihat secara langsung pelaksanaan UNBK tahun 2018, dirinya juga ingin mendengar secara langsung kesan dari para guru dan siswa sendiri tentang pelaksnaan UNBK ini. Dra. Anggoro Rini, guru bidang studi Bahasa Inggris SMPN 1 Yogyakarta menuturka bahwa pelaksanaan UNBK berjalan sangat lancar dan menyenangkan. Menurut Anggoro, UNBK tahun ini ada sedikit berbeda karena ada soal esei. Dikatakan, ujian tahun sekarang anak dituntut menjawab soal berdasarkan logika. "Misalnya dalam bahasa teks, yang dulu ditujukan untuk siapa, tetapi berbeda dengan sekarang, teks itu ditulis oleh siapa. Jadi anak anak dituntut untuk memiliki logika yang tinggi," terang Anggoro. Anggoro mengaku tidak merasa kuatir karena telah menyiapkan anak didik mereka untuk hal itu, dengan memberikan latihan latihan terutama dalam menjawab soal yang bersinggungan dengan logika. "Tapi kami siap pak. Insya"allah kami siap. Anak sudah kami traning sedemikian rupa sehingga mereka sudah paham memainkan logikanya, ini untuk siapa dan seterusnya,"tambah Anggoro. Menurutnya, para siswa tidak merasa takut dalam menghadapi UNBK. Bahkan para siswa merasa nyaman dan menikmati. "Tidak ada ketakutan pak. Biasanya kalau dulu, rasa gimana gitu (grogi, gugup ), tapi sekarang aman, nyaman," tambahnya. Pada pemantauan di hari ketiga ini hadir pula anggota DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Budi Utomo, S.Pd dan HM. Fauzi Noor Afscochi. Mereka juga ingin mendengar kesan dari para guru dan siswa akan pelaksanaan Unbk tahun ini. Fauzi Noor Afscochi, sekretaris Komisi D DPRD Kota Yogyakarta menuturkan bahwa hasil pantauan merekapun tidak jauh dari apa yang dikatakan Walikota. Semua berjalan lancar, aman dan tidak ada gangguan serius. "Alhamdulilah secara umum aman dan proses di hari ketiga ini berjalan lancar," Hasil pantauannya dan mendengar dari guru bahwa semuanya berjalan baik dan ada kesan bahwa sistem pelaksanaan UNBK ini sedikit banyak disenangi para siswa. "Anak anak lebih senang, lebih enjoy," tambahya. Menurut Fauzi UNBK ini bisa mengukur kemampuan anak didik sendiri. Karena secara personal soal masing masing siswa itu berbeda. "Itu menunjukkan bahwa mereka akan menilai kualitas hasil dari siswa didik yang belajar disini seperti apa, outputnya seperti apa. Kita harapkan semuanya baik. jadi bisa disimpulkan bahwa pelaksanaan ujian hingga hari ketiga ini berjalan baik. Cuman ada sedikit kendala server tapi di luar kemampuan kita, namun harapan kita kedepannya, kita bisa lebih meyakinkan lagi bahwa proses ini sesuai dengan rencana. Ke depannya diharapkan kesiapan teknis mungkin lebih matang lagi,"harap Sekretaris Komisi D itu. Himbauan Walikota Setelah UNBK Walikota Yogyakarta menghimbau kepada sekolah dan para guru untuk menciptakan kegiatan yang positip untuk para siswa setelah akhir UNBK nanti. Menurutnya setelah selesai UNBK bukan berarti kegiatan akademik juga selesai. "Jadi, saya himbau kepada para guru dan peran serta sekolah agar melaksanakan kegiatan supaya para peserta didik ini ingat dengan sekolahnya. Jangan karena sudah (selesai unbk) , wes rampung ujian terus ucul uculan. Nggak..," tegas Walikota. Kalau sampai itu terjadi, Walikota akan Tanya sekolah asal dari siswa yang melakukan hal negatip tersebut. "Yang saya tanya adalah sekolahnya. Dek kamu sekolah dimana. Kemudian kegiatannya apa dan sekolahnya akan saya mintai keterangan. Dirinya berharap sekolah bisa membantu pelaksanaan kegiatan siswa pasca ujian nanti hingga lulu. Dan bahkan sekolah bertanggung jawab sampai anak didiknya mendapatkan sekolah di tingkat lanjut. Sekolah juga diharapkan memberikan treatment kepada para siswa pasca UNBK ini. "Sekolah itu bukan sampai lulus saja , tetapi bagaimana nanti peran sekolah nanti dalam membantu peserta didik untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang selanjutnya," tambah Walikota. Walikota juga menghimbau kepada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk menjadikan saran dan usul dari para guru dan siswa saat pelaksanaan ujian ini sebagai bahan evaluasi bagi penanggung jawab program bidang studi. Hasil evaluasi ini bisa dimasukkan melalui kepala sekolah sehingga metode pengajaran dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. "Bisa kasih masukan kepada kepala sekolah melalui forum yang baik sehingga metode metode pengajarannya dan lain sebagiannya itu sesuai dengan apa yang diharapkan,"ujarnya. (@mix)
Wakil Walikota Tinjau dan Berikan Bantuan Korban Bencana Puting Beliung di Kelurahan Baciro Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Tinjau dan Berikan Bantuan Korban Bencana Puting Beliung di Kelurahan Baciro Yogyakarta
Kota Yogyakarta saat ini mengalami perubahan suhu udara dan cuaca yang drastis, hal ini yang menjadi pemicu puting beliung yang terjadi di Kelurahan Baciro Kecamatan Gondokusuman, selasa (24/4). Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi meninjau lokasi dan memberikan bantuan kepada korban yang terkena puting beliung. Dalam kesempatan ini Heroe Poerwadi mengatakan yang terkena dampak puting beliung yaitu di RW 19 dan RW 20 kelurahan Baciro Yogyakarta, rabu (25/4). "yang mengalami kerusakan di RW 19 sebanyak 35 rumah dan RW 20 sebanyak 45 jadi total kerusakan atap rumah ada 75 rumah yang mengalami kerusakan ringan dan berat" ucapnya. Selain itu Heroe Poerwadi menambahkan bahwa perbaikan dan bantuan akan di mulai esok hari, baik pemasangan asbes ataupun terpal. "besok akan dimulai perbaikan-perbaikan yang secara signifikan dan bantuan-bantuan bsk sudah dilaksanakan, seperti pemasangan asbes dan terpal" ungkapnya. Kejadian puting beliung yang menimpa warga kelurahan Baciro hampir semua rumah rusak di bagian atap rumah saja, baik asbes ataupun genteng. Disamping itu diliat dari jumlah peta rumah kelurahan baciro yang mengalami kerusakan tidak dalam satu kawasan, namun beberapa rumah yang terkena dampak puting beliung. Heroe Poerwadi menambahkan dengan terjadinya puting beliung di Yogyakarta ini tidak perlu adanya status siaga, yang diperlukan adalah memberikan informasi kepada warga setempat dan warga Kota Yogyakarta untuk tetap pamdai melihat cuaca dan situasi saat berada dimana saja. "kita bukan karena status siaganya, kita harus pandai-pandai menlihat situasi, kalau puting beliung kan tidak bisa diprediksi, terjadi dimana saja kan tidak tau, kita memberikan antisipasi saja dengan tidak memakai bahan rumah yang mudah terbang" ucapnya. (Hes)
Tingkatkan Kesadaran Akan Standarisasi Produk, Dekranas Kunjungi BSN
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tingkatkan Kesadaran Akan Standarisasi Produk, Dekranas Kunjungi BSN
Sejumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang tergabung sebagai anggota Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Yogyakarta mengadakan kunjungan ke Badan Standarisasi Nasional (BSN), Jakarta pada hari Rabu (25/4). Dituturkan oleh Ketua Dekranas Kota Yogyakarta, Trikirana Muslidatun atau yang akrab dipanggil Ana Haryadi, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman anggota Dekranas Kota Yogyakarta akan standarisasi produk yang mereka hasilkan "Saat ini masih banyak pengrajin yang kesulitan memperoleh sertifikat dikarenakan prosesnya yang dirasa rumit dan biaya besar yang harus dikeluarkan" Tutur Ana Haryadi di sela-sela kunjungan tersebut. Lebih lanjut, Ana mengatakan, produk-produk asal Yogyakarta sebenarnya mendominasi produk kerajinan di Indonesia masih belum bisa melakukan direct selling ke buyer dikarenakan terganjal masalah standarisasi, baik nasional maupun internasional, sehingga penjualan masih dilakukan oleh pihak lain yang berada di luar Yogyakarta. "Jika sudah tersertifikasi nantinya pengrajin asal Yogyakarta bisa langsung menjual tanpa adanya perantara. Ini tentu akan menguntungkan pengrajin" Imbuhnya. Sementara, Deputi Informasi dan Permasyarakatan Standarisasi, Zakiyah saat menerima rombongan menuturkan, standarsisasi bagi pengrajin sangat penting, Standarisasi, selain untuk meningkatkan mutu produk dan menjaga persaingan usaha yang sehat juga bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan negara, juga untuk meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi, oleh sebab itu pihaknya selalu berupaya untuk membina UKM agar memiliki kesadaran akan standarisasi "Kita selalu berupaya melakukan pembinaan dengan harapan UKM mampu menerapkan SNI dan mendapatkan sertifikat SNI jug a mampu menjadi role model bagi IKM yang lain, menciptakan UKM yang berdaya saing, dan mendorong tumbuhnya sentra-sentra UKM di daerah" Tandas Zakiyah. Ana Haryadi sendiri berharap nantinya Pemerintah Kota Yogyakarta mampu memberi payung terhadap pengrajin agar produk-produknya dapat tersandarisasi "Harapannya nanti Pemkot juga membuat MoU dengan BSN terkait pembinaan sertiikasi dan Pemkot juga bisa memfasilitasi UKM untuk memperoleh sertfikasi, ataupun bantuan pembiayaan" Harap Ana Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Lucy Irawati menuturkan, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BKN terkait standarisasi bagi pelaku UKM "Kerjasama dengan BSN lebih terbuka dan ke depannya kami akan membuat langkah-langkah fasilitasi bagi UKM binaan agar bisa tersandarisasi" Tandas Lucy. (ams)
Rayakan Paskah Bersama Karyawan Pemkot Jogja Diiharap  Mengasihi Dengan Perkataan dan Perbuatan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Rayakan Paskah Bersama Karyawan Pemkot Jogja Diiharap Mengasihi Dengan Perkataan dan Perbuatan
Perayaan Paskah karyawan Kristiani Pemerintah Kota Yogyakarta tahun 2018 berlangsung dalam suasana gembira dan penuh suka cita. Pasalnya, renungan atau hikmah Paskah yang disampaikan oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr, mampu membuat para karyawan dan para tamu undangan diantaranya Wakil Walikota dan ketua DPRD Kota Yogyakarta terhanyut dalam canda tawa. Sepanjang renungan yang bertemakan "Mengasihi dengan Perkataan dan Perbuatan" itu Mgr. Rubiyatmoko banyak melempar guyonan segar, sehingga membuat ruangan di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Senin, (23/04/2018) penuh dengan gelak tawa. Dengan bahasa yang lugas dan mudah disimak Mgr. Rubiyatmoko mampu menyampaikan isi dan pesan Paskah yang intinya adalah manusia harus saling mengasihi dengan perkataan dan perbuatan. Mgr. Rubiyatmoko mengilustrasikan tiga kombinasi tipe manusia dalam kehidupan sehari hari. Pertama adalah orang yang tutur kata dan perangainya halus dan lembut namun tidak ada wujud kasihnya yang nyata. Kedua, orang yang suaranya tidak enak, menyakitkan hati, dan selalu membuat naik pitam namun apa yang dilakukan menyenangkan hati. Sedangkan tipe yang ketiga adalah orang yang perkataan menyakitkan, kasar dan membuat orang lain marah ditambah tindakannya juga membuat orang darah tinggi. Kombinasi itu menurut Uskup Agung Semarang, bukanlah hal yang ideal. Tetapi sebagai murid Tuhan ia menegaskan bahwa kasih dan mengasihi merupakan hal yang sangat pokok. Bahkan mesti menjadi landasan dan dasar semua perilaku umat manusia dalam kehidupan sehari-hari. "Kasih dan mengasihi harus menjadi landasan dan dasar semua perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, entah itu di dalam keluarga, di tengah masyarakat, entah di komunitas grejawi maupun di tempat kerja kita masing-masing ," tegasnya. Para karyawan Kristiani Pemkot Jogja diajak untuk belajar dari pribadi Yesus sendiri yang sungguh menjadi ungkapan paling nyata dari kasih itu. "Kita belajar dari Yesus yang mencintai dengan tulus dan total sampai akhir hidup melalui tindakan nyata yakni mengorbankan diri demi keselamatan umat manusia. Yesus mengasihi kita bukan dengan kata kata kosong tetapi dengan perbuatan yang kongkrit, sekalipun itu merupakan sebuah pengorbanan diri. Mengasih bukan saja hanya dengan kata kata atau verbal saja tetapi semua diungkapkan dengan nyata lewat perbuatan bahkan dengan pengorbanan diriNya sendiri. Cinta kasihnya kepada Manusia dan kepada Alllah diungkapkan secara nyata melaui penderitaan dan wafatnya di kayu salib," ujar Uskup. Karyawan Kristiani Pemkot Jogja harus belajar dari peritiwa ini seperti dalam Surat yang ditulis dalam 1Yoh. 3:16-18, Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah tetapi dengan perbuatan dan kebenaran. Diakatakan, belajar dari peristiwa Kristus yang mencintai dengan tulus, total sampai akhir lewat tindakan nyata yakni mengorbankan diri, kiranya kasih kita kepada orang lain juga kiranya menjadi nyata dalam perbuatan atau tindakan nyata konkrit termasuk pengorbanan diri demi kbahagiaan orang lain. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mewujudkan kasih kita tidak hanya dengan kata kata namun dengan perbuatan yang konkrit, riil dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga kita, masyarakat dalam komunitas grejawi kita, di tengah masyarakat yang kita tinggal, maupun di tempat kerja kita dimana kita mengabdi Tuhan, sesama dan mengabdi negara kita. Untuk mencapai kesana menurut Mgr. Rubiyatmoko, manusia harus mempunyai kasih. Tanpa kasih semuanya itu tak ada gunanya. Kasih menjadi dasar atau syarat seluruh kerja, perilaku , termasuk ketika bekerja di Pemerintah Kota Yogyakarta. "Apa saya melakukan itu tidak hanya untuk sesuap nasi atau rejeki atau itu semua saya lakukan dengan penuh kasih,"kata Rubiyatmoko. Mgr. Rubi berharap perayaan Paskah Bersama ini bisa menginspirasi dan mengajak kita untuk semakin mampu mengasihi Tuhan dan sesama, tidak hanya dengan kata kata saja tetapi dengan perbuatan . "Ayo kita jadilah orang Kristiani sejati yang bermanfaat , yang berguna bagi masyarakat, gereja, negara dan bagi keluarga kta masing-masing. Karena apa yang kita buat karena kasih. Semoga peristiwa menyemangati hidup kita," ajaknya. Pada kesempatan itu, Pendeta Tuty Zastini, S.Th membawakan doa Safaat. Pendeta Tuty mendoakan bangasa dan negara, Pemerintah Kota Yogyakarta berserta Walikota dan Wakil Walikota serta seluruh jajarannya untuk tetap sehat dan selalu dilindungi oleh Tuhan yang Esa dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Sementara itu Wakil Walikota Drs. Heroe Poerwadi, MA mengucapkan selamat merayakan Paskah kepada segenap karyawan Kristiani di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Perayaan Paskah kata Heroe hendaknya menjadi momentum untuk senantisa bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala kasih karunia dan kehidupan yang diberikan kepada seluruh makluk ciptaan, tanpa kecuali. Wawali menambahkan Paskah adalah kebangkitan hidup menunju kebaikan juga merupakan mementum yang tepat untuk berbuat semangat dan memotivasi diri dalam memberikan pengorbanan yang tinggi untuk mencapai kebaikan dalam hidup melalui pengabdian kita sesuai dengan bidang usaha dan kerja kita masing masing. "Laksanakan tugas pekerjaan sehari dengan memaksimalkan kompetensi profesionilisme menaati prosedur dan aturan yang berlaku dan memiliki kepekaan dalam menyikapi segala perubahan agar kita selalu dapat memberikan yang terbaik serta karya kita sebagai aparatur negara yang akan dipertanggung jawabkan tidak hanya pada masyaakat tetapi pada Tuhan yan maha esa untuk membangun kota Yogyakarta," ujar Wakil Walikota. Menyikapi perkembangan terkakhir terkait kehidupan beragama di Kota Yogyakarta Heroe mengatakan Pemerintah kota Yogyakarta senantiasa menjamin bagi setiap pemeluk agama dan kepercayaan dalam menjalankan kegiatan keagamaan serta dalam menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu sangat penting bagi semua yang menjadi bagian dari masyarakat kota Yogyakarta untuk menjaga suasana aman , damai kondusif dalam rangka mendukung semua pembangunan di Kota Yogyakarta. Ketua panitia Paskah 2018 Pemkot Yogyakarta Dra. Christiana Lucy Irawati melaporkan kegiatan Paskah Bersama karyawan Kristiani 2018 mengsusng tema Mengasihi dengan kata dan Perbuatan. Maka dari itu, semua hasil kolekte dari karyawan akan disumbangkan kepada sama saudara yang baru saja ditimpa bencana di Blora. (@mix)
Tingkatkan Kualitas Masyarakat Dengan Proyek Padat Karya
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tingkatkan Kualitas Masyarakat Dengan Proyek Padat Karya
Setelah sukses memasang jalan inspeksi dan bronjong di sepanjang tebing Sungai Winongo pada tahun 2017 lalu, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melanjutkan program padat karya berupa pembangunan talud sepanjang 28 meter persegi di bantaran Sungai Gajah Wong, atau tepatnya di RW 06 Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo Kota Yogya. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogya, Lucy Irawati mengatakan program padat karya tersebut selain untuk meningkatkan kualitas lingkungan warga, program padat karya tersebut juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya peningkatan pendapatan. Ia menambahkan jika Pemkot Yogya sudah mengalokasikan dana sekitar Rp 219 juta untuk mendanai program padat karya di RW 06 Kelurahan Giwangan pada tahun ini, yaitu untuk membangun talud sepanjang 28 meter persegi dengan tinggi 3 meter persegi. "Pekerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan harus diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari. Pekerjaan fisik sudah mulai dilakukan sejak bulan lalu dan berjalan dengan baik," katanya di lokasi, Selasa (24/4). Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan jika pembangunan talud ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mempercantik Kota Yogyakarta guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. Menurutnya kesuksesan kegiatan padat karya ini mengandung makna bahwa semangat gotong royong senantiasa ada dihati masyarakat. Keberhasilan program padat karya ini, lanjutnya, akan menjadi tolak ukur bagi pelaksanaan program-program Pemkota Yogya selanjutnya, sehingga kedepan program yang dilaksanakan dapat lebih ditingkatkan baik dari aspek kapasitas anggaran, kuantitas maupun cakupan wilayah kegiatan yang lebih luas. Ia berharap dengan adanya program ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kemudahan aksesibilitas, peningkatan produktifitas dan terkelolanya sumber daya lokal secara maksimal. "Selain itu, juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja warga Giwangan sehingga diharapkan kedepan semakin banyak pihak baik yang akan menyalurkan bantuan berupa fisik maupun non fisik di Kelurahan Giwangan" ujarnya. Ia berpesan kepada masyarakat agar ikut memelihara fasilitas public tersebut sehingga segala fasilitas yang dibangun dapat terus dinikmati oleh generasi anak cucu kita nanti. "Rasa handarbeni atau memiliki terhadap segala fasilitas umum hendaknya dapat kita pupuk sehingga keberadaan fasilitas umum senantiasa terawat dengan baik" ungkapnya. (Han)