Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Buka Puasa di RS Jogja Bersama Wakil Walikota Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta menghadiri pengajian dan buka bersama yang di hadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Masjid Rumah Sakit Jogja Minggu (27/5). Sekitar 50 orang mengikuti kegiatan ini, yang di hadiri beberapa Karyawan dan keluarga karyawan RS Jogja. Kegiatan di Rumah Sakit Jogja tidak hanya berbuka bersama di Bulan Ramadhan ini saja melainkan ada banyak kegiatan yang di adakan oleh pihak Panitia. Diantaranya kegiatan Tarawih, Takjil 2000 paket setiap harinya dan di samping itu juga diadakan kegiatan Iqraq untuk Karyawan yang dilaksanakan dua minggu sekali di Masjid Al-Ikhlas Rumah Sakit Jogja . Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengucapkan banyak terimakasih untuk seluruh Kinerja teman-teman yang berada di Rumah Sakit Jogja. "saya terimakasih atas seluruh kinerja teman-teman RS jogja, semoga nantinya semakin lama semakin kiat menjadu rumah sakit yang maksimal melayani masyarakat" ucapnya. Selain itu Heroe Poerwadi juga mengatakan dibulan ramadhan ini menjadikan ajang memperbaiki diri semoga semuanya bisa menjadikan posisis yang paling baik. "dibulan ramadhan menjadikan momentun untuk memperbaiki diri semoga semuanya bisa melihat posisis yang paling baik untuk bisa kedepannya menjadi lebih baik lagi" ucapnya. Heroe Poerwadi menambahkan Ramadhan senantiasa agar kita selalu menjadikan pribadi yang berkualitas. "jangan sampai ramadhan senantiasa kita selalu berlalu tanpa menjadikan kita berkualitas secara pribadi dll" ucapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tarawih di Masjid Al Muhsinin Rejowinangun, Wawali Ajak Warga Saling Berbagi
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi beserta pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta tarawih bersama warga kotagede, jum-at (25/5). Di putaran kedua safari tarawih pemkot Yogyakarta ini bertempat di masjid al muhsinin gedong kuning. Di tengah jamaah masjid al muhsinin kotagede heroe mengajak untuk memanfaatkan bulan ramadhan ini sebaik baiknya. Meraih derajat ketakwaan sekaligus sebagai media pembelajaran diri. "Ramadhan adalah bulan pendidikan. Pada bulan suci, manusia didik dan dilatih Allah SWT untuk menjadi manusia ideal," papar Heroe. Heroe menjelaskan, Di antara orang-orang yang beruntung selama Ramadhan adalah mereka yang memanfaatkan bulan ini sebagai bulan "syahrul at tarbiyah", sebagai media pendidikan atau pelatihan guna menghadapi berbagai cobaan dan godaan kehidupan dan penghidupan untuk sebelas bulan ke depan. Selain itu, di bulan penuh berkah ini heroe juga mengajak untuk menghidupkan kembali semangat berbagi antar sesama manusia. Islam mengajarkan kita untuk hidup gotong royong, saling membantu dan peduli. "Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya." ungkap Heroe menukil Hadist riwayat Muslim. Maka marilah kita jadikan Sabda Rosulullah ini sebagai landasan bagi kita untuk berbagi dan peduli dalam kehidupan sosial kita. Menurutnya konsep berbagai ini telah diterjemahkan dalam gandeng gendong. Untuk itulah ia memastikan bahwa gandeng gendong tidak hanya persoalan sosial semata namun juga perintah agama. "Seperti pembangunan masjid Al muhsinin ini juga berawal dari gotong royong, saling melengkapi dan memberikan potensi yang dimiliki," cetusnya. Visinya bersama, bersatu, memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat, misinya tiga menanamkan nilai etika budaya gotong royong, mewujudkan gandeng gendong dan meningkatkan partisipasi stakeholder. program ini melibatkan lima unsur yang tergabung dalam 5K.5K itu terdiri dari elemen kota, korporasi, kampus, kampung dan komunitas. Ia berharap, peluncuran program jadi titik awal peran 5K untuk masing-masing mengembangkan dan memberdayakan Kota Yogyakarta. "Gandeng Gendong sendiri akan dilaksanakan melalui sejumlah program seperti Simsnack yang mengarahkan pembelian makanan OPD-OPD ke daerah masing-masing. Ada pula Sim Pemberdayaan yang akan menerapkan NIK kepada tempat-tempat usaha," jelasnya Selain itu, akan ada Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dan Satu Langkah Gemilang yang akan memetakan data dan menentukan sasaran pasti. Menurut Heroe, semua dilakukan karena selama ini pengentasan kemiskinan lemah di data pasti target orang miskin. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Sambangi Panti Wreda Budi Dharma
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengunjungi panti Wreda Budi Darma, kunjungan ini untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik. Dari hasil kunjungannya secara umum pengelolaan panti tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan, katanya, pelayanan yang diberikan terhadap penghuni panti juga dilaksanakan dengan baik. "Pengecekan bukan hanya dari standar pengasuhan melainkan juga terkait dengan kebersihan dan kenyamanan penghuni yang tinggal di panti asuhan tersebut." Paparnya di lokasi, Kamis (24/05). Ia berharap pengelola panti mempertahankan pelayanan yang diberikan. "jika perlu ditingkatkan lagi supaya para penghuni memperoleh pelayanan yang lebih maksimal,"katanya. Usai memastikan pelayanan di panti tersebut, kemudian acara di lanjutkan dengan buka puasa bersama dan bhakti sosial. Menurut Wawali acara buka puasa bersama dan bakti sosial tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah Kota Yogya terhadap penghuni panti. "Mereka juga membutuhkan kasih sayang. Mereka juga butuh perhatian kita semua. Semoga dengan bantuan ini bisa mengurangi beban mereka. Agar mereka juga bisa merasakan Idulfitri," ujarnya. Tampak wajah haru dan gembira para lansia penghuni panti tersebut saat dikunjungi oleh Wawali. Mereka merasa masih mendapat perhatian dan tidak dilupakan. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Lantik Kepala Sekolah dan tenaga Kesehatan
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi melantik dan mengambil sumpah 9 Kepala Sekolah (SD dan SMP) dan Tanaga Kesehatan di ruang Yudistira Komplek Balaikota Yogyakarta, Kamis (24/5). Usai melantik Wawali mengatakan jika pelantikan tersebut merupakan momentum penting khususnya dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan dan Kesehatan di Kota Yogyakarta. "Pelantikan ini juga sebagai sarana perbaikan, penyegaran kepemimpinan dan peningkatan kualitas pelayanan publik khususnya pada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan" ungkapnya. Ia berpesan kepada Kepala Sekolah agar mendidik siswa menjadi manusia seutuhnya, memiliki IQ, EQ dan SQ yang tercermin dalam kehidupan sehar-hari. "Karena dengan 3 komponen tersebut siswa dapat berpikir logis dan menghargai keanekaragaman yang ada serta mampu menghargai proses pembelajaran." Ujarnya Menurutnya agar dapat melaksanakan fungsi managerialnya dengan baik, Kepala Sekolah harus bersikap arif dan bijaksana serta dapat bekerja sama dengan para guru. "Kepala Sekolah harus menjadi orang yang dipercaya serta siap memikul tugas berat menghadapi berbagai tantangan dan tanggungjawab. Ciptakan iklim belajar mengajar yang baik dan harmonis sehingga suasana sekolah kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan anak didik" tegasnya. Ia menambahkan jika Kepala Sekolah yang baru dilantik harus penuh inovasi, kaya akan gagasan serta bertindak cepat dan berpikir cerdas. Lalu bijaksana dalam mengambil keputusan, seimbang, bekerja ikhlas dan solutif untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapi. Sementara untuk para Tenaga Kesehatan, Ia menghimbau untuk selalu memberikan pelayanan dengan dilandasi semangat pengabdian yang tinggi. Sebab, lanjutnya, sikap kritis yang kerap dilontarkan kepada Rumah Sakit/Puskesmas atau fasilitas kesehatan oleh masyarakat dewasa ini semakin lugas dan tanpa tendensi, sehingga menuntut tenaga kesehatan memberikan pelayanan prima dan profesional. Melalui pelantikan tersebut, Wawali berharap kepada Kepala Sekolah dan Tenaga Kesehatan agar benar-benar menjaga amanah yang diberikan oleh masyarakat mengingat Pendidikan dan Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam sejarah kehidupan manusia. "Kota Yogya kedepan akan menjadi Kota yang semakin dinamis, begitu pula dengan kebutuhan akan Pendidikan dan Kesehatan juga semakin kompleks. Untuk itu teruslah belajar, memperluas khazanah pengetahuan, serta hendaknya tanggap dan memahami betul situasi yang terjadi saat ini." Katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ajang HISFA Photography Competition 2018, Yogyakarta Menang di Berbagai Penghargaan
Pemerintah Kota Yogyakarta ikut berpartisipasi atas digelarnya Pameran Fotografi oleh HISFI (Himpunan Senifoto Amatir) Yogyakarta yang di Lobby Galeria Mall Yogyakarta Jumat (25/5). Dalam Pameran tersebut menampilkan karya foto dari pemenang dan peserta lomba foto HISFA Photography Competition 2018. Kompetisi di bidang fotografi ini selain didukung oleh HISFI, acara ini didukung oleh Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI). HPC 2018 kali ini mengambil tema "Life" dan "Expression". Dimana semua peserta yang ikut dalam kompetisi ini harus memilih objek sesuai dengan tema yang diangkat yaitu "Life" dan "Expression". HISFA Photography Competition 2018 telah mendapatkan Rekomendasi no 1/2018 dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI), dimana setiap karya foto yang diterima (accepted) dalam lomba foto ini akan memperoleh nilai 1. Sedangkan karya foto yang berhasil memenangkan medali akan memperoleh nilai 2. Selanjutnya nilai yang diperoleh ini akan dikumulasikan dalam perhitungan untuk meraih distiksi/gelar prestasi A.FPSI (Artist of FPSI). Ketua Panitia HISFA Photography Competition 2018 Doni Fitri mengatakan kompetisi ini merupakan kali ke dua HISFA dalam mengadakan kontes foto kreatif. "jadi foto-foto yang ada disni lebih ke foto grafis. banyak orang mengenakan olah digital, foto-foto yang masuk adalah foto-foto yang secara live, dimana foto tersebut memperlihatkan kehidupan manusia, dan jejak jejak kehidupan manusia. Peserta bisa foto dengan memakai apapun dengan cara semenarik mungkin hingga di hadirkan ke dewan juri" ucapnya. Selain itu Doni Fitri mengatakan selain kategori dikehidupan nyata, ada kategori yang lain yaitu kategori Ekspresi. Tetapi ada beberapa peserta yang salah menafsirkan kategori expression ini. "Kategori Expression dalam pengambilannya dengan suka-suka tapi ada beberapa peserta yang salah menafsirkan kategori expression ini, mereka memotret expresi manusia. didalam form sudah kami jelaskan bahwa yang di maksud, diskripsi fotografernya" ungkapnya. Kompetisi ini memiliki dua pemenang lomba kategori Life dan Expression. Kategori Life dengan Gold Medal dimenangkan oleh The Eng Loe Djatinegoro dengan tema "Dakon". Yogyakarta Menang di Berbagai Penghargaan salah satunya pemenang di katogori Expression Gold Medal yang dimenangkan oleh Dio Nanda Baskara dengan tema "Renungan Dalam Kesendirian" dari ISI Yogyakarta. Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan dalam pengambilan foto yang serius ternyata bisa menghasilkan foto yang indah, selain itu bermakna sosial dan dokumentatif, selain itu bisa menjadi pembelajaan bagi siapapun. "foto yang dilakukan sungguh-sunggu dan serius bisa menghasilkan gambar yang indah, bermakna sosial, dokumentatif dan bisa menjadi pembelajaran bagi siapapun" ucapnya. Disamping itu Heroe Poerwadi juga menambahkan, nilai foto grafi tidak hanya berdasarkan dari nilai keindahan namun juga terdapat makna sosial. "nilai foto grafi tidak hanya berdasarkan dari nilai keindahan namun juga terdapat makna sosial. saya menyambut baik atas HISFA dan FPSI penyelenggaraan karya-karya terbaik yaitu karya sosial" ucapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Yogyakarta Raih Universal Healt Coverage Award
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan, Sukses mencapai cakupan jaminan kesehatan semesta, Pemkot Yogyakarta pun diganjar Universal Healt Coverage (UHC) Award oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta Titik Sulastri di Hotel Grand Mercure Jakarta Pusat, rabu (23/5). Pemerintah Kota Yogyakarta menerima penghargaan pencapaian Universal Health Coverage Jaminan Kesehatan Nasional " Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari 120 daerah di indonesia. Pemkot Yogyakarta dinilai telah mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai Program Strategis Nasional dalam mewujudkan Universal Health Coverage (Cakupan Kesehatan Semesta) lebih awal sebelum tahun 2019. "Yogyakarta mampu mewujudkan Universal Health Coverage dalam waktu yang relatif singkat,"ucap Sekretaris Derah Pemerintah Kota Yogyakarta Titik Sulastri usai menerima penghargaan. Ia menjelaskan, Yogyakarta berhasil meraih Universal Health Coverage lebih awal dari target yang ditetapkan Pemerintah Pusat yakni tahun 2019. "Sebenarnya kita sudah meraih Universal Health Coverage pada november 2017 lalu yakni mencapai angka 96%," jelasnya. Menurutnya penghargaan ini mempertegas komitmen Pemkot Yogyakarta untuk menyelenggarakan jaminan keadilan pelayanan kesehatan masyarakat. "Program ini jelas sangat selaras dengan program gandeng-gendong yang diusung Walikota Yogyakarta," imbuhnya. Terkait hal tersebut, Titik Sulastri menegaskan kedepan Pemkot akan mendorong korporasi untuk ikut memberikan jaminan kesehatan kepada warga Yogyakarta sebagai bentuk realisasi program gandeng gendong sekaligus untuk meraih Universal Health Coverage. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan program layanan kesehatan di Kota Yogyakarta. "Komitmen Pemkot sejalan dengan apa yang dirasakan masyarakatnya, terutama dalam hal jaminan kesehatan," tandasnya. Dalam kesempatan yang sama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengapresiasi empat provinsi dan 28 kota dan 92 kabupaten yang sudah lebih dulu mencapai cakupan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage). Tjahjo mengingatkan terkait implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Program JKN-KIS, khususnya instruksi pada Gubernur dan Walikota. Dalam Inpres tersebut, para Bupati dan Walikota diperintahkan untuk mengalokasikan anggaran dalam pelaksanaan Program JKN. "Selain itu juga memastikan seluruh penduduknya terdaftar dalam JKN-KIS, menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sesuai standar kesehatan dengan SDM yang berkualitas," jelasnya. Sementara itu, Direktur Utama BPJS Fachmi Idris mengatakan, kegiatan Penghargaan UHC JKN-KIS 2018 dapat menularkan semangat menuju cakupan kesehatan semesta untuk negeri tercinta ini kepada Pemerintah Daerah lainnya untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ia berharap mereka menjaga keberlangsungan kepesertaan Program JKN-KIS serta mendukung terciptanya masyarakat Indonesia yang madani dan berkeadilan sosial. "Di samping itu, upaya ini merupakan wujud sikap gotong royong yang harus kita pupuk dan pertahankan karena merupakan falsafah kehidupan berbangsa Indonesia," pungkasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta, Kota Yogya Raih Berbagai Prestasi Tingkat Nasional
Dalam rangka satu tahun kepemimpinan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar Refleksi satu tahun yang dirangkum pada buka puasa bersama tokoh masyarakat di halaman Balaikota Yogyakarta. Selasa (22/5). Pada acara tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Yogya dan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkot Yogya. Sejak kepemimpinan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam setahun masa tugas yang telah dilalui, beberapa progam pemerintahan dalam bentuk melanjutkan program tahun sebelumnya maupun melaksanakan program yang dirumuskan pada tahun 2017, telah mampu terlaksana dengan baik. Hasilnya, Kota Yogya sejak tahun 2017 hingga tahun 2018 berbagai macam prestasi tingkat nasional behasil diraih. Salah satunya adalah Indonesia Smart Nation Award (ISNA) yang di raih pada bulan Mei ini. Dalam penghargaan tersebut Kota Yogya di tetapkan sebagai The Best Governance terkait proses kerja di internal Pemkot Yogya dan infrastruktur Teknologi Informasi yang dinilai sudah memadai. "Prestasi yang telah diraih ini tentunya tidak terlepas dari partisipasi masyarakat serta kecintaan masyarakat terhadap Kota Yogyakarta. " ujar Walikota di lokasi. Pada kesempatan tersebut, Ia meminta kepada seluruh masyarakat agar terus mendukung kinerja dan program Pemkot Yogya serta bekerjasama untuk mencapai visi pembangunan Kota Yogyakarta Tahun 2017-2022 yaitu "Meneguhkan Kota Yogyakarta Sebagai Kota Nyaman Huni Dan Pusat Pelayanan Jasa Yang Berdaya Saing Kuat Untuk Keberdayaan Masyarakat Dengan Berpijak Pada Nilai Keistimewaan". "Tentunya ada banyak harapan bahwa ke depan Kota Yogya akan menjadi kota yang berprestasi, dinamis, sejahtera, maju dan unggul. Kami berharap kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta dapat terwujud." ujarnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Ajak ASN Pemkot Yogya Wujudkan Kota Yogya Sebagai Kota Yang Unggul dan Religius
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk terus bekerja dan berbuat baik di jalan Allah SWT serta melakukan refleksi maupun intropeksi. Ia pun memberikan perumpamaan jika kegiatan di dunia ini bagi umat Muslim layaknya sedang bercocok tanam untuk menyiapkan diri ke akherat nanti "Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini sebagai umat muslim kita gunakan kesempatan ini untuk melakukan intropeksi dan refleksi terhadap apa yang telah diperbuat" kata Wawali saat mengisi ceramah Shalat Dzuhur di masjid Diponegoro Balaikota Yogyakarta, Rabu (23/5). Pada kesempatan tersebut, Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Yogya untuk bekerja sama melaksanakan program Pemkot Yogya di setiap program. "Program Pemkot Yogya Insyaalloh dengan niat yang baik untuk itu perlu Kerjasama setiap elemen masyarkat agar menjadi sinergi kebaikan bersama" jelasnya. Ia juga mengingatkan, segala perbuatan yang dilakukan seseorang harus berdasarkan niat yang baik sesuai dengan ajaran islam. "Segala sesuatu berdasarkan niat, hidup itu perjuangan segala sesuatu harus berdasarkan ibadah," ucapnya. Wawali juga kemudian berpesan kepada jamaah yang hadir di masjid tersebut agar senantiasa bermanfaat bagi manusia lainnya dan atau minimal menyenangkankan bagi manusia lainnya. "Sebaiknya baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya atau minimal menyenangkankan bagi manusia lainnya. Kehadirannya dirindukan, kedatangannya dinantikan," katanya (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Komisi III DPRD Kota Cirebon Studi Komparasi Kota Layak Ke Kota Jogja
Komisi III DPRD Kota Cirebon Propinsi Jawa Barat melakukan studi komparasi tentang Kota Layak Anak di Pemerintah Kota Yogyakarta. Rombongan DPRD Kota Cirebon yang dipimpin oleh H. Dody Ariyanto, MM diterima oleh Staf ahli Walikota Bidang perekonomian , Drs. H. Bedjo Suwarno, di ruang Yudistira Kompleks Balaikota Yogyakarta Jl. Kenari 56 Yogyakarta. Doddy Ariyanto, MM mengatakan maksud kedatangan mereka ke Pemkot Yogyakarta untuk melakukan studi banding bagaimana Pemkot Yogyakarta melalui Dinas terkait mengelola program Kota Layak Anak. Dody menganggap Pemkot Yogyakarta selama ini telah menaruh perhatian yang besar terhadap hak hak anak sehingga menjadikan kota ini sebagai kota layak anak. "Fokus kami Kota Layak Anak . Kami anggap kota Jogja pantas dikunjungi . Kami tahu komitmen kota Jogja sungguh besar terhadap hak anak," ujar Dody di ruang Yudistira Balaikota, Selasa , (22/05/2018) siang. Staf ahli Walikota Bidang perekonomian , Drs. H. Bedjo Suwarno menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan perhatian yang besar terhadap pemenuhan hak anak. Untuk itu semua Organisasi Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemkot Yogyakarta didorong untuk memberikan dukungan terhadap program Kota Layak Anak. Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyediakan anggaran khusus untuk membiayai program ini melalui dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Yogyajarta sebagai "leading sector"nya. Dikatakan, OPD terkait lainnya juga ikut mendukung sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta , Octo Noor Arafat menambahkan bahwa OPDnya telah menyiapkan dana untuk program yang menyentuh hak anak sebesar Rp.1.6 miliar. Dinas KPMPPA juga merumuskan program yang banyak melibatkan anak-anak. Mereka bekerja sama dengan OPD lain seperti Dinas PUPKP dan Badan Lingkungan Hidup untuk menciptakan ruang terbuka hijua public yang ramah anak. Selain itu pula Dinas KPMPPA membangun tempat penitipan anak (TPA) di dua lokasi yang berbeda yakni di Balaikota Yogyakarta dan di pasar Beringharjo Yogyakarta. Tujuan pembangunan TPA ini untuk menampung anak-anak para karyawan Pemkot dan para pedagang pasar Beringharjo yang menitipkan anak mereka di saat para orangtuanya bekerja. Kedua TPA ini memiliki fasilitas yang sangat memadahi. Masih ada program lain menyangkut anak yang diampuh oleh Dinas KPMPPA yang mengarah pada pelayanan kepada anak. Untuk penanganan terhadap anak terlantar di kota Yogyakarta, Bedjo Suwarno menambahkan, Pemkot Yogyakarta telah berupaya untuk memberikan pelayanan dengan melakukan penataan. Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Sosial telah menyediakan beberapa rumah pengasuhan anak dan yayasan. Di tempat itu anak-anak terlantar didampingi , dilatih dan dibina sesuai dengan bakat dan minat mereka. Setelah mandiri merekapun akan dilepas untuk bisa hidup di tengah masyarakat. (@Mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gandeng Sido Muncul, Pemkot Santuni 1000 Dhuafa
Pemerintah Kota Yoyakarta bekerjasama dengan PT Sido Muncul pada bulan Ramadhan tahun ini kembali menyalurkan 1000 santunan untuk para dhuafa. Penyerahan santuanan digelar di Grha Pandawa Balaikota selasa siang (22/5). Santunan senilai Rp150 juta ini diserahkan Direktur Marketing Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berharap bantuan ini bisa membantu masyarakat. Harapannya masyarakat akan semakin kuat, selaras dengan program Pemkot Yogyakarta. "Kita juga akan melakukan pembangunan agar masyaraat semakin kuat," terangnya. Menurutnya yang dilakukan Sido Muncul selaras dengan program yang tengah digencarkan pemerintah yakni Gandeng Gendong yang melibatkan 5K yakni Pemerintah Kota, Korporasi, Komunitas, Kampus, dan Kampung. Meski begitu Ia meminta kepada warga yang menerima bantuan untuk saat ini agar bisa bangkit sehingga tahun depan tidak lagi ada di deretan dhuafa yang menerima santunan. Kalau sekarang menerima, tahun depan jangan menerima lagi. Artinya kan dari yang lemah sudah berubah menjadi kuat. Gantian yang dibantu, sehingga bisa merata bantuan yang diberikan," tegas Haryadi. Ia juga mengingatkan kepada koordinator wilayah selaku perwakilan dari masing-masing Kecamatan yang hadir untuk menerima santunan tersebut untuk amanah dan menguatkan hati untuk tidak mengurangi porsi santunan yang menjadi hak dhuafa. "Jangan mengambil yang bukan punya haknya. Allah Maha Tahu. Kalau dititipi yang amanah. Diberikan kepada mereka sesuai dengan jumlahnya. Jangan terus dikurangi uang bensin, uang buka, dan seterusnya. Malah tombok nanti,"paparnya. Dalam kesempatan yang sama Direktur Marketing Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat tepat untuk saling berbagi. Santunan yang diberikan semoga bisa meringankan beban masyarakat pada bulan puasa dan menjelang Lebaran nanti. Untuk itulah setiap tahun, Sido Muncul selalu membagikan santunan kepada warga. "Ini bentuk kepedulian kita kepada sesama, dan santunan ini sudah rutin kami lakukan setiap Ramadhan," jelas Irwan. Santunan juga akan diberikan kepada 1.000 anak yatim dan dhuafa yang ada di Pabrik Sido Muncul di Ungaran, Semarang. Santunan juga akan diberikan di beberapa kota seperti di Jakarta, Depok, Bekasi, Karawang, Solo dan beberapa kota lain. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Kukuhkan 648 Atlet dalam Puslatkot Kota Yogyakarta
Menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019 mendatang sebanyak 648 atlet masuk program Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) Yogyakarta. Pengukuhan Puslatkot dilakukan langsung oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Grha Pandawa Balaikota, jum"at (18/5) sore. Pengukuhan atlet yang akan tergabung dalam Puslatkot tersebut selain dihadiri langsung oleh Walikota Yogyakarta Hatyadi Suyuti, juga turut hadir Ketua KONI Kota Yogya, Trijoko Susanto beserta Wakil Ketua DPRD Ririk Banowati Permanasari. Secara simbolis pengukuhan atlet ditandai dengan memakaikan seragam Puslatkot oleh Haryadi Suyuti dan Ririk Banowati pada perwakilan atlet yang diwakili oleh Raven Chrisando dari cabor renang dan Brina Pramesti dari cabor atletik. Haryadi Suyuti menegaskan, melalui program Puslatkot tersebut diharapkan bisa menjadi sarana para atlet dan pelatih untuk meningkatkan kemampuan demi meraih prestasi terbaik. "Tak hanya target menjadi juara umum pada Porda DIY 2019, terdapat kesempatan bagi para atlet Yogya untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," jelasnya. Ia meminta kepada sleuruh atlet untuk tidak hanya semangat Puslatkot tapi juga mencapai hasil maksimal di Porda 2019. Sebab tahun 2019 bukan waktu yang lama lagi. "Kesungguhan berlatih menjadi modal untuk meraih tujuan sebagai juara umum. Juara tidak diraih dengan santai tapi dengan semangat dan latihan tinggi," kata Haryadi. Sementara itu Ketua KONI Kota Yogya Trijoko Susanto menjelaskan, Puslatkot dilaksanakan 9 bulan dari bulan April hingga Desember. Tahapan Puslatkot dibagi menjadi tiga tahap, Yaitu tahap pertama pada bulan April-Juni, tahap kedua mulai Juli-September dan tahap tiga pada Oktober hingga Desember. "Setiap akhir tahap akan dievaluasi untuk promosi dan degradasi. Jumlah atlet 648 dan pelatih 85 total 733. Dari jumlah itu ada dua kategori atlet dan pelatih puslatkot yaitu emas dan reguler," urainya. Tri Joko menambahkan, tak hanya atlet saja yang berpartisipasi dalam Puslatkot kali ini. "Total ada 733 personel yang masuk program Puslatkot, terdiri dari 648 atlet dan 85 pelatih. Ada dua kategori untuk Puslatkot, yakni emas dan reguler," imbuhnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Safari Tarawih Putaran Pertama, Pemkot Dan Forkompimda Ke Masjid Miftahul Jannah Nagan Lor
Walikota Yogyakarta H, Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota, Drs, Heroe Poerwadi dan Dandim 0734 yang baru, Letkol Infantri, Bram Pramudia dari unsur Forkopimda menghadiri safari tarawih putaran pertama di masjid Miftahul Jannah Nagan Lor Kelurahan Patehan Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta, Jumat, (18/05/2018) malam. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dra. RR. Titik Sulastri dan hampir semua kepala OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Sebelum bertatap muka dengan jemaah masjid Miftahul Jannah, Walikota Rombongan safari Tarawih mengikuti sholat Isya dan Tarawih berjemaah. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti dalam sambutannya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1439 H kepada warga dan berharap dapat menyelesaikan dengan sempurna. Walikota juga berharap semua amalan baik selama bulan suci Ramadhan ini diterima dan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Dirinya berpesan kepada warga untuk tetap menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah puasa hingga akhir nanti dan menuyongsong Idul Fitri dalam keadaan sehat walafiat, tidak kurang suatu apapun. Pada kesempatan itu pula Haryadi mengajak warga masjid Miftahul Jannah dan Warga Kota Yogyakarta untuk bersama menciptakan kota Yogyakarta yang aman, nyaman, tertib dan bersih. Menyikapi kondisi keamanan akhir akhir ini sedikit terganggu dengan teror bom di beberapa tempat di wilayah Indonesia , Walikota meminta warga tetap tenang sambil meningkatkan kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di wilayah masing-masing. Sementara itu takmir masjid Miftahul Jannah, Rusdi Rais melaporkan bahwa masjid Miftahul Jannah saat ini sedang menggalang dana untuk perluasan pembangunan gedung. Menagngapi hal itu Walikota menyerahkan sejumlah dana sumbangan Pemkot Yogyakarta kepada takmir masjid sebagai tambahan modal pembangunan masjid. Walikota menyerahkan pula 1 paket Al"quran dan 80 judul buku pemberian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta dan 1 voucher tiket gratis masuk Taman Pintar Yogyakarta untuk rombongan sejumlah 35 orang. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kontribusi Dasawisma Optimalkan Germas sebagai Gerakan Hidup Sehat Kota Yogyakarta
Akhir April 2018, Pemerintah Kota Yogyakarta berhasil meraih penghargaan IndoHCF Innovation Awards II tahun 2018 berkat program Sistem Penguatan Kelurahan Siaga dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Si Kesi Gemes). Penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai Kota terbaik kategori Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tahun 2018 itu diberikan IndoHCF bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Untuk diketahui bersama, tujuan utama Germas adalah agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga berdampak kepada kesehatan masyarakat yang terjaga, masyarakat yang lebih produktif, lingkungan yang bersih dan biaya pengobatan yang berkurang. Dalam pertemuan Forum Koordinasi Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu, di Rumah Sakit Pratama Kota Yogyakarta, mengemuka pembahasan tentang peran Dasawisma pada berhasil-tidaknya Germas. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo, berpandangan, penghargaan IndoHCF Innovation Awards II tahun 2018 memacu lembaga sosial yang ada di wilayah untuk melaksanakan program Germas. "Sudah saatnya Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat RT dan RW ikut mendukung Germas. Bahkan sosialisasi dan penggerakan masyarakat dapat dimulai dari tingkat Dasawisma di setiap kampung. Mengingat Dasawisma memiliki potensi untuk dapat menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat melalui keluarga," ujarnya. Selain itu, sambungnya, Dasawisma dapat menjadi ujung tombak pengumpulan data, terkait potensi penyebab penyakit yang mungkin timbul di sekitar masyarakat. Harapannya, kelak ada sinergi antara Dasawisma, PKK, Kelurahan Siaga (Kesi), dan Kecamatan Sehat dalam membentuk keluarga sehat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini, dalam kesempatan yang sama juga mengingatkan adanya pergeseran pola penyakit, akibat perubahan perilaku manusia. "Pada tahun 1990-an, penyebab terbesar kematian dan kesakitan adalah penyakit menular, seperti infeksi pernapasan saluran atas, tuberkulosis, dan diare. Namun, sejak tahun 2010 terdapat pergeseran penyebab kematian dan kesakitan, yaitu penyakit tidak menular, seperti tekanan darah tinggi, stroke, jantung, kanker, dan kencing manis," paparnya. Hal ini tidak terlepas dari perubahan perilaku manusia dalam setiap aktivitasnya, mulai dari perilaku konsumsi hingga perilaku gaya hidup. Menurut Fita, perlu adanya kesadaran setiap masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Guna mendorong perilaku hidup sehat, Pemerintah Kota Yogyakarta telah membuat Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 50 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 22 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksana Perda Nomor 2 Tahun 2017 sebagai bentuk upaya melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Sebagai sebuah bentuk monitoring terhadap pelaksanaan Germas maka perlu pelaporan terhadap target dan realisasi kegiatan Germas di setiap OPD. Nantinya, pelaporan ini akan disampaikan ke pihak Pemerintah Daerah DIY per semester setiap tahunnya. (Kurniawan Sapta Margana)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ribuan Pedagang Pasar Beringharjo Diberi Jaminan Kesehatan
1000 orang pedagang dan pekerja di Pasar Beringharjo mendapatkan jaminan kesehatan gratis selama setahun ke depan. Jaminan kesehatan berupa kartu Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini merupakan kerjasama antara Pemrintah Kota (Pemkot) Yogya dengan BPJS Kesehatan dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dengan adanya bantuan tersebut nantinya apabila para pedagang di kawasan Pasar Beringharjo sewaktu-waktu mengalami gangguan kesehatan dan perlu mendapatkan perawatan medis, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keuangan, karena biaya yang ditanggung menjadi lebih ringan. Direktur Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan jika program bantuan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi yang diberikan BRI kepada pedagang di Pasar Beringharjo yang sebagian besar merupakan nasabah BRI. "Selain memberikan jaminan kesehatan, hal ini sebagai bentuk kepedulian kepada para pedagang yang tinggal di sekitar Pasar Beringharjo yang turut serta memberdayakan ekonomi melalui pasar tradisional," ujarnya di lantai tiga pasar Beringharjo, Jumat (18/5). Ia menjelaskan jika sebelumnya Bank BRI bersama BPJS Kesehatan telah menandatangani Surat Edaran (SE) Bersama Implementasi Layanan Autodebet untuk peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan. "Pemberian Program Bantuan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan dari BRI ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran," katanya. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik langkah yang dilakukan BRI dan BPJS Kesehatan di wilayahnya. Ia mengatakan kesehatan masyarakat yang baik dan terjamin akan mempercepat pencapaian program kerja pemerintah, termasuk pengentasan kemiskinan. Ia menambahkan jika Pemkot Yogya selalu berkomitmen untuk terus memberikan layanan jaminan kesehatan gratis bagi warga Kota Yogya. Dengan tercovernya jaminan kesehatan tersebut, Ia berharap ekonomi mereka akan meningkat. Sebab, mereka sekarang akan fokus untuk mencari uang dan tidak perlu lagi memikirkan biaya ketika sakit. "Ketika sakit para penerima donasi ini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya. Seluruh biaya perawatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan" ungkapnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tembang Jawa Klasik Semarakkan Pentas Seni Tradisi Sanggar Abe Purwokinanti Pakualaman
Rabu malam (9/5), di Jalan Beji Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, diselenggarakan Pentas Seni Tradisi oleh Sanggar ABe pimpinan Suprapto Ameng. Sanggar Abe mementaskan berbagai seni tradisi yang sudah luntur dan dilupakan masyarakat. Menariknya, Pentas Seni Tradisi kali ini melibatkan berbagai usia. "Pentas Seni Tradisi ini terselenggara atas keprihatinan budaya maupun tradisi yang sudah luntur, tergerus oleh teknologi," ujar Ameng mengawali pembicaraan. Menurutnya, sekarang, tembang-tembang anak tidak terdengar lagi, bahkan anak-anak tidak mengenal tembang Sluku-Sluku Batok, Jamuran, atau lainnya. Harapannya, dengan pentas ini, tradisi bisa dikenal lagi oleh anak- anak. Dalam sambutannya, Plt Lurah Purwokinanti, Maryanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Pentas Seni Tradisi tersebut. "Semoga dengan dipentaskannya seni tradisi ini dapat membangkitkan serta memunculkan potensi- potensi seni yang ada di wilayah Kelurahan Purwokinanti. Kami berharap tidak hanya sanggar ABe saja yang eksis, tapi juga kelompok ataupun paguyuban kesenian lain yang peduli dengan seni dan budaya," tutur Lurah Maryanto. Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Saryono, menambahkan, kegiatan Pentas Seni seperti ini sedang digalakkkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta untuk dijadikan sebagai kegiatan rutin. "Dari Beji, khususnya, untuk ditingkatkan kemampuannya. Untuk membentuk kelompok-kelompok baru untuk dipentaskan di tahun berikutnya. Kegiatan ini harapannya bisa menumbuhkan kerukunan antar-warga, tali silaturahmi, dan yang paling utama, mewujudkan dampak destinasi wisata," terangnya. Dengan adanya Pentas Seni Tradisi ini, sambungnya, di masa depan, tidak hanya berdampak pada perkembangan seni, namun juga meningkatnya perekonomian di wilayah. Seni Tradisi yang ditampilkan merupakan produk sanggar Abe, seperti Tari Dolanan Bocah yang menyajikan Jamuran dan Cublak-Cublak Suweng, Macapat, Terbangan, dan Ketoprak. Camat Pakualaman, Sumargandi, merupakan salah satu tokoh Sanggar Abe. (Hardiana Pratiwi/Kecamatan Pakualaman)