Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PENDAFTARAN RELAWAN DEMOKRASI
Menindaklanjuti Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum no. 609/KPU/IX/2013 tentang Penyampaian Petunjuk Pelaksanaan Program Relawan Demokrasi Pemilu 2014.... SELENGKAPNYA KLIK DISINI..!! (Download File jika tidak dapat ditampilkan di browser)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
TIM EVALUASI BIDANG PEKERJAAN UMUM KUNJUNGI KOTA YOGYAKARTA
Rombongan dari Kementrian Pekerjaan Umum mengunjungi Pemerintah Kota Yogyakarta. Rombongan tersebut merupakan Tim Juri Evaluasi Lapangan Penilaian Kinerja Pemerintah daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD PU) RI Tahun 2013, rombongan yang diterima langsung Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono ini berlangsung di Ruang Rapat Wakil Walikota, Rabu (09/10). Penilaian dilakukan untuk memilih faslitas umum dan pemanfaatannya yang terbaik se-Indonesia dalam beberapa kategori. Ketua Tim Juri Penilaian Kinerja Pemda Bidang PU, Ir. Nieke Nindyaputri, M.S.c, dalam sambutannya maksud dan tujuan menerangkan, Yogyakarta termasuk dalam lima kota kecil-menengah lainnya yang dinilai, yakni Payakumbuh, Solok, Banda Aceh, Gorontalo, dan Probolinggo. Pihaknya akan melihat keadaan fisik dan nonfisik, dan melakukan penilaian secara pasif. Melihat data yang ada Kota Yogyakarta cukup sering mendapat juara sejak 2005 sampai 2008. Tahun 2005 misalnya juara dalam bidang sanitasi. Tahun 2006 juara dua. Tahun 2007 persampahan juara satu. Tahun 2008 juga menang lagi. Tapi sejak 2009 jarang mendapatkan lagi khususnya di bidang ke PU an, namaun penghargaan dibidang lain mestinya setiap tahun mendapatkan katanya. Ditambahkan Nieke, pihaknya selain meniali dengan tanya jawab, juga akan menialai secara langsung dilapangan. Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan dari tahun ke tahun, sejauh mana dan perkembangan apa yang terjadi. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono menanggapi Tim evaluasi, menjelaskan, dalam bidang penyediaan air bersih, Pemerintah Kota Yogyakarta menghimbau PDAM Tirtamarta tidak hanya menjual air perpipaan saja, akan tetapi juga memberi air bersih. Sealin itu setiap hari Selasa dan Kamis, PDAM Tirtamarta rutin melakukan pemeriksaan dan memberi obat ke sumur-sumur yang mengandung bakteri e-coli. Beberapa sumur yang tercemar bakteri coli, kita sudah bersihkan dengan sistem jemput bola. Kami juga terus mendidik masyarakat pentingnya hidup bersih serta menggunakan air bersih. Selain pemeriksaan sumur yang tercemar bakteri coli, kami memasang alat penjernih supaya air siap minum, utamanya dikawasan pinggir sungai. Jumlah alat tersebut ada sekitar 150 buah yang pemeliharaannya dilakukan oleh kimpraswil dan PDAM, papar Imam. Ditambahkan Imam, bahkan anak-anak PAUD di Kota Yogya sudah ditanamkan sikap sejak dini untuk berusaha mencintai lingkungan. Di lokasi tertentu, menurutnya sudah dibentuk Laskar Berlian, yakni para siswa SD yang bertugas melakukan sosialisasi mengatasi jentik nyamuk. Masyarakat selalu dilibatkan. Jadi kalau ada drainase mampet bisa langsung dipantau masyarakat, imbuhnya. Menyinggung masalah pengelolaan sampah, Imam menjelaskan, dalam bidang pengelolaan sampah, sudah terdapat sekitar 200 bank sampah di Kota Yogya, dan terus diperluas. Masyarakat telah diajar memilah sampah, untuk menghasilkan keuntungan bagi mereka sendiri. Mereka telah dilatih untuk mengelola sampah serta diberi bantuan alat oleh Pemkot untuk mengelola sampah organik dan anorganik, sehingga bisa dipilah mana yang laku dijual, ujarnya. (and)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pentas Seni Pasar Ngasem Indigenous Land
Menyemarakkan HUT Kota Yogya Ke-257, Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Yogyakarta akan menggelar serangkaian kegiatan bertajuk Pentas Seni Pasar Ngasem Indigenous Land dengan tema "Tak Akan Ada Sekarang Tanpa Dahulu". Acara Pentas Seni Pasar Ngasem Indigenous Land diadakan selama empat hari tanggal 17-20 Oktober 2013 di Pasar Ngasem. Even ini akan menampilkan stand-stand bazaar baik fashion, makanan dan miniman jaman dulu, mini konser band-band indie, kirab dan kumpul-kumpul komunitas, lomba band antar SMA, lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM) antar SMA dan lomba fotografi antar SMA. Kepala Dinlopas Kota Yogya, Maryustion Tonang didampingi Kabid Pengembangan Dinlopas, Rudi Firdaus, Selasa (8/10) di Humas Kota Yogya mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari penjabaran visi Dinlopas Kota Yogya untuk mewujudkan pasar tradisional dengan pengelolaan modern sebagai pusat pengembangan perekonomian, wisata dan edukasi. Khususnya dalam mewujudkan pasar tradisional sebagai pusat pengembangan wisata dan edukasi. "Upaya mempromosikan pasar tradisional terus kita lakukan agar terus dikenal dan dicintai masyarakat supaya pasar tradisional bisa tetap eksis di tengah perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Pasar Ngasem salah satu dari 32 pasar tradisional di Kota Yogya merupakan bagian dari objek wisata Kraton Yogya. Beberapa waktu lalu juga diadakan berbagai acara dengan mengambil lokasi Pasar Ngasem, seperti Festival Kesenian Yogya dan Klangenan Yogya" katanya. Lebih lanjut dijelaskan rangkaian acara Pentas Seni Pasar Ngasem Indigenous Land akan dimulai dengan acara Kirab Komunitas akan diadakan pada tanggal 17 Oktober 2013 pukul 15.00 WIB dengan menampilkan Motor Antique Club, Mataram Scooter Club Yogya, Motor CB Yogya, Jogja Pitung Club, Komunitas Lubang Jarum, Komunitas Onthel Djogja, Paksikaton dan Senopati Mataram. Rute yang akan ditempuh adalah Pasar Ngasem, Perempatan Gerjen, Jl Ahmad Dahlan, Jokteng Kulon, Jl Mayjend Sutoyo, Jl Brigjen Katamso, Jl Ibu Ruswo, Wijilan, Jl P Mangkurat, Langenastran Lor, Alun-alun Kidul, Taman Sari dan Pasar Ngasem. Pada hari Jumat tanggal 18 Oktober 2013 pukul 19.00-21.00 WIB akan dilakukan pemutaran ILM Dinlopas yang nantinya akan diambil lima terbaik dan satu ILM favorit penonton yang akan diumumkan padan puncak acara. Sedangkan hari Sabtu tanggal 19 Oktober 2013 kegiatan bazaar akan dibuka pada pukul 11.00 WIB-21.00 WIB. Terdapat 60 stand bazaar terdiri dari 15 stand dari paguyuban pedagang dan RW di sekitar Ngasem serta 45 stand bazaar umum. Pada hari yang sama pukul 15.30 WIB festival band indie yang akan ditutup penampilan bintang tamu Jamphe Johnson. Sementara itu pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2013 pukul 09.00 WIB akan diadakan lomba foto dengan menampilkan tiga set dan tiga model untuk kompetisi foto. Setiap set akan ada satu model dan diberikan waktu 15 menit untuk mengambil gambar. Pada sore harinya akan kembali digelar festival band dan penyerahan hadiah pemenang berbagai lomba. Acara penutupan Pentas Seni Pasar Ngasem Indigenous Land akan dimeriahkan pertunjukan seni Turonggoseto. (Ita)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Memperingati Serbuan Kota Baru
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar upacara untuk memperingati 68 Tahun Serbuan Kotabaru 7 Oktober 1945 di Tahun 2013, upacara tersebut berlangsung di lapangan asrama Korem 072 Pamungkas Jalan Atmosukarto, Kotabaru Yogyakarta Senin pagi (7/10). Upacara peringatan Serbuan Kotabaru tersebut, dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Drs. H. Achmad Fadli dan diikuti oleh peserta upacara diantaranya pelajar, mahasiswa, paguyuban dan organisasi, serta TNI dan Polri. Dalam sambutannya Achmad Fadli mengatakan serbuan 7 Oktober 1945 di Kotabaru merupakan wujud semangat kejuangan, kebersamaan untuk suatu cita-cita mulia dari seluruh komponen masyarakat Yogyakarta dalam mendukung dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan RI. Dengan penyelenggaraan upacara tersebut, diharapkan semakin menumbuhkan semangat dan nilai-nilai kejuangan-45 bagi generasi muda bisa menggugah rasa nasionalisme semua pihak. "Marilah kita manfaatkan momentum peringatan Serbuan Kotabaru ini sebagai bagian untuk terus mengembangkan rasa nasionalisme, terutama untuk generasi muda agar dapat menyumbangkan yang terbaik bagi negara. Melestarikan jiwa semangat, motivasi yang berjuang dari tahun 45 hingga sekarang harus ada esensi penting yaitu persatuan dan kesatuan dan titipan nilai 45 diberikan sampai mengalir pada anak cucu hingga generasi yang akan datang." Hadir dalam upacara tersebut, Muspida Propinsi DIY, Muspida Kota Yogyakarta, Paguyuban purnawirawan TNI/Polri, Anggota Veteran, kesatuan TNI Polri, karyawan, pelajar dan organisasi kemasyarakatan. Usai upacara Achmad Fadli yang didampingi para veteran menyalakan api obor di monumen Serbuan Kotabaru tersebut. (Hanang)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Adakan Gelar Potensi Pemberdayaan Masyarakat
Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogyakarta menggelar Gelar Potensi Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2013, Sabtu pagi (05/10) di Exhibition Hall Komplek Taman Pintar Kota Yogyakarta, acara ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Yogyakarta yang ke 257. Dalam acara tersebut juga dihadiri Sekda Kota Yogyakarta Titik Sulastri dan Ketua Penggerak PKK Kota Yogya Tri Kirana Muslidatun Acara tersebut di buka oleh Sekda Kota Yogyakarta Titik Sulastri, dalam sambutannya Beliau menyampaikan perhatian besar pada pengembangan industri kreatif dengan basis pemberdayaan masyarakat. Hal itu telah ditunjukkan dengan langkah pasti melalui program-program PKK Kota Yogyakarta. PKK sebagai gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan tujuan untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, maju dan mandiri telah mampu mewujudkan perannya sebagai motivator masyarakat agar setiap keluarga dapat menjadi pengelola pembangunan yang selalu berada di lini terdepan. Ia juga menambahkan, pameran ini digelar sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri meningkatkan taraf hidup dan pendapatan ekonomi melalui aktivitas usaha mikro. "Masyarakat harus dituntut bisa berkopenten di dunia global untuk menghadapi persaingan zaman, Untuk itu diperlukan upaya kreatif dan inovatif dari masyarakat"katanya Acara tersebut di meriahkan oleh pameran produk " produk hasil pemberdayaan warga dari 45 Kelurahan. Tedapat lebih dari 20 stan yang memamerkan produk " produk mereka. Ketua Penggerak PKK Kota Yogya Tri Kirana Muslidatun dan Sekda Kota Yogyakarta Titik Sulastri hadir sejak awal acara dan langsung meninjau produk " produk hasil pemberdayaan masyarakat seperti produk kerajinan, tas, batik, sepatu dan makanan. (Hanang)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kota Yogya Rayakan Hari Batik Nasional
Pemerintah Kota Yogyakarta berserta Paguyuban Sekarjagad menggelar acara untuk Memperingati Hari Batik Nasional Ke-4, ceremonial pembukaan dilangsungkan di Monumen Batik Titik Nol Yogyakarta Rabu pagi (2/10) bersama Wakil Walikota Imam Priyono dan Ketua Penggerak PKK Tri Kirana Muslidatun. Acara dihadiri oleh Puluhan siswa SMA dan SMP dari SMSR ,SMP Stelladuce I Yogyakarta dan perajin batik se Kota Yogya. Para siswa tersebut memperingati hari batik nasional dengan memperagakan tarian polska dengan mengenakan batik hasil karya mereka sendiri di monument batik di sebelah selatan Gedung Agung Yogyakarta. Tak hanya itu acara tersebut dimeriahkan oleh demo membatik siswa SMSR Yogyakarta dan iringan sajian music dari kelompok music rakyat. Saat ditemui di sela kegiatan membatik, salah seorang siswa SMSR, Astri mengatakan bahwa membatik itu menyenangkan. Membatik itu susah susah gampang sebab membutuhkan kehati-hatian dan konsentrasi tinggi, lewat membantik saya bisa menuangkan perasaan saya. katanya. Pada acara tersebut di hadiri juga oleh GBPH Prabukusumo yang juga pemilik museum batik Kraton Yogya. Beliau mengatakan, batik saat ini sudah diakui dunia internasional sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Tentu akan sangat mubazir jika Indonesia tidak menyiapkan generasi yang siap mengawal kelestarian batik itu sendiri. Menanamkan rasa bangga terhadap anak-anak tentang batik merupakan langkah mendasar untuk melestarikan batik asli Yogyakarta. Ditengah menjamurnya batik printing, maka langkah itu merupakan hal penting untuk menumbuhkan lagi industri batik tulis di Yogyakarta. Beliau juga menambahkan Saat ini Batik tidak hanya identik dengan kaum tua, generasi muda harus ikut mencintai dan menggunakan batik. "BatikYogya sangat berbeda dengan batik dari daerah lain. Setiap pola batik dari Yogya mengandung makna dan filosofinya yang memiliki nilai budaya sangat tinggi jadi kalau ada anak memakai batik tersebut harapannya akan dapat menjadi anak yang baik, luhur budinya, mulia, dan sebagainya" Katanya Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono menyampaikan batik yang merupakan warisan sejak jaman prasejarah telah berkembang pesat dan memunculkan keberagaman motif. Batik bukan hanya suatu produk tetapi sebuah proses kreatif dari masyarakat maka harus dilestarikan dan disosialisasikan kepada semua pihak. "Sudah semestinya sebagai warga Jogja untuk lebih memahami Batik. Karena Batik adalah salah satu produk unggulan kerajinan Jogja dan bagian dari daya tarik wisata. Di penghujung acara dilakukan pelepasan ratusan balon yang digantungi deklarasi dan diberi nomor,, bagi yang menemukan dapat menukarkan nomor tersebut di jalan Kemetiran Kidul no60.(Hanang)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Karnaval Budaya Pesta Rakyat di Kelurahan Prawirodirjan
Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Yogyakarta yang ke 257 Kelurahan Prawairodirjan mengadakan Karnaval Budaya Pesta Rakyat. Acara tersebut mengusung tema "Ayo Guyub Rukun Saklawase" yang di ikuti 2500 peserta dengan kontingen 23 kelompok Minggu sore (29/9) di halaman parkir purawisata. Karnaval tersebut mengambil start di halaman parkir Purawisata dan melintas jalan protokol tengah Kota Yogyakarta yakni jalan Ireda, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Senopati , Jalan Trikora, Jalan Ibu Ruswo dan Finish di halaman parkir Purawisata. Acara tersebut di buka oleh Camat Gondomanan Agus Arif Nugroho, dalam sambutannya beliau mengungkapkan rasa bangga dan berterima kasih kepada seluruh warga Kelurahan Prawirodirjan yang ikut berpartisipasi memeriahkan HUT Kota Jogja ke - 257 dengan mengerahkan segala potensi yang dimiliki. Ia Berharap semangat gotong royong, bersatu padu, dan mau terlibat seperti ini harus terus dipupuk warga. Warga juga diminta untuk memberikan yang terbaik untuk kota Yogyakarta. Dengan semangat dan karya nyata, sehinga Yogyakarta semakin menjadikan dirinya sebagai kota yang nyaman dan layak huni bagi siapa saja yang berada di Yogyakartakatanya. Hal Senada di katakan Lurah Prawirodirjan Ekwanto, ia mengatakan semua elemen masyarakat di kelurahan Prawirodirjan baik golongan tua sampai muda untuk tetap harus terus bersatu berjuang dengan cara masing - masing untuk mendukung keistimewaan Yogyakarta dengan melakukan kegiatan positif seperti kegiatan festival budaya dan karnaval budaya. Masyarakat Yogya tampak antusias melihat karnaval tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang memadati jalan sepanjang rute karnaval. Barisan terdepan adalah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Yogyakarta dan kemudian diteruskan oleh kesenian yang ditampilkan dari masing " masing RW. (Hanang)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
1 JANUARI 2014 JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DIBERLAKUKAN, SEMUA BISA JADI PESERTA
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan jaminan perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan pada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Dalam operasionalnya, JKN akan dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Demikian ungkap Pelaksana Harian (PLH) Kepala Cabang Utama Yogyakarta , PT. ASKES (Persero) Ratih Subekti, SH, saat memberikan materi dalam sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional di Ruang Utama Atas Balaikota Yogyakarta, Rabu, (25/09/13). Ratih menjelaskan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan Badan Hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. BPJS Kesehatan ini akan beroperasi mulai tanggal 1 Januari 2014. Menurut Ratih para peserta jaminan Kesehatan akan membayar iuran (premi) Jaminan Kesehatan berupa sejumlah uang yang dibayarkan secara teratur oleh peserta, pemberi kerja atau Pemerintah untuk program jaminan kesehatan. Iuran jaminan kesehatan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatannya akan dibayar oleh Pemerintah. Iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta pekerja penerima upah dibayar oleh pemberi kerja dan pekerja itu sendiri. Sedangkan iuran jaminan kesehatan bagi peserta bukan pekerja akan dibayar oleh pekerja yang bersangkutan. Untuk kepesertaan Jaminan Kesehatan, Ratih mengatakan akan dibagi dalam dua kelompok yaitu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta non-PBI. Peserta PBI terdiri dari fakir miskin dan orang tak mampu. Sedangkan peserta non-PBI, terdiri dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), karyawan perusahaan swasta, pekerja mandiri, bukan pekerja seperti veteran, penerima pensiun, dan lain-lain. Untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) para penerima upah atau karyawan akan didaftarkan oleh pemberi kerja ke BPJS. "Pengaturan pembayaran premi, pekerja menanggung dua persen dari penghasilannya per bulan, dan sisa tiga persen ditutupi oleh perusahaan atau pemberi kerja. Sedangkan untuk non-penerima upah, mereka mendaftarkan diri mereka ke BPJS kesehatan cabang terdekat untuk mendapat perlindungan kesehatan untuk keluarganya. Syarat lain untuk menjadi peserta adalah membawa Kartu Keluarga, mengisi formulir yang disediakan oleh PT, ASKES(persero) ," ujar Ratih. Manfaat dari Jaminan Kesehatan Nasional bersifat pelayanan kesehatan perorangan yakni layanan promotif, pelayanan obat, bahan medis habis pakai sesuai indikasi medis yang diperlukan. Sedangkan, pelayanan kesehatan yang akan diberikan meliputi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjutan, dan Pelayanan Kesehatan lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatahn RI. "Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PKTP) meliputi pelayanan kesehatan non spesialistik yang antara lain administrasi pelayanan, pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis, pelayanan obat dan bahan medis habis pakai, transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis, pemeriksaaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama dan rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi," tambah Ratih. Sosialisasi Jaminan Kesehatan ini dibuka oleh PLT, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dr. Vita Yulia M.Kes diikuti oleh tokoh masyarakat, perangkat kecamatan dan kelurahan sekota Yogyakarta, para LPMK sekota Yogyakarta dan PKK. Dr. Vita berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada para peserta agar tidak terjadi kerancuan dengan jaminan kesehatan lainnya yang saat ini masih berlaku di tengah masyarakat. Selain itu, peserta diharap mampu mengidentifikasi peran dan kedudukan jaminan kesehatan nasional melalui BPJS Kesehatan serta mendapat gambaran yang jelas tentang implementasinya di lapangan. Nara sumber ( Ratih Subekti, SH ) dari PT. Askes (Persero) sebuah perusahan yang ditunjuk resmi oleh Pemerintah Pusat ( Kementerian Kesehatan RI ) selaku penyelenggara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WARGA MANTRIJERON YOGYAKARTA KIBARKAN 1000 BENDERA UNTUK HUT KOTA JOGJA
Berbagai cara dilakukan warga untuk memeriahkan hari jadi kota Yogyakarta ke 257 tahun tanggal 07 Oktober 2013 yang akan datang. Warga kecamatan Mantrijeron selain menggelar malam pentas seni, mereka juga mengibarkan 1000 buah bendera merah putih selama tiga minggu berturut-turut di sepanjang jalan Mangkuyudan kelurahan Mantrijeron Yogyakarta, Sabtu (21/09/2013). Ketua panitia peringatan hari ulang tahun Kota Yogyakarta kelurahan Mantrijeron S. Purnama mengatakan pemasangan bendera merah putih bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme warga Yogyakarta. Menurut Purnama pemasangan bendera merah putih karena bendera merah putih sebagai identitas bangsa Indonesia adalah lambang jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia termasuk warga Mantrijeron. Purnama menambahkan meskipun usia Kota Yogyakarta lebih tua dari usia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) namun Yogyakarta memilih bersatu dengan NKRI, maka jiwa dan semangat nasionalisme harus terus dipupuk dan dikembangkan. Bendera yang dipasang pada dua sisi bahu jalan Mangkuyudan ini menarik perhatian orang yang melintasi jalan tersebut, juga dapat memberi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dalam dan luar negeri. Seribu bendera yang dipasang merupakan pinjaman dari para seniman. Bendera ini juga pernah dipasang di pantai Depok dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia beberapa wakttu lalu. Selain pengibaran bendera kelurahan Mantrijeron juga menggelar malam pentas seni dalam rangka HUT Kota Yogyakarta dengan menampilkan ragam kesenian yang menjadi potensi wilayah kelurahan Mantrijeron seperti tarian tradisonal, macapat, keroncong dan lainnya. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
WAWALI MELEPAS JAMAAH CALON HAJI KOTA YOGYAKARTA 2013
Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono melepas secara resmi keberangkatan 392 Jamaah Calon Haji Kota Yogyakarta 2013 ke Asrama Haji Donohudan Solo untuk selanjutnya berangkat ke Tanah Suci. Pelepasan berlangsung di Pendopo Balaikota Yogyakarta, Selasa (17/9) sesampainya di Asrama Haji Donohudan, rombongan jamaah calon haji diserahkan secara resmi kepada Badan Penyelenggara Ibadah Haji oleh Asisten Pemerintahan Drs H Ahmad Fadli. Dalam sambutannya, Imam Prinono mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta mendoakan semoga seluruh jamaah haji ibadahnya mabrur dan nantinya mampu memberi suri teladan kepada masyarakat dengan perilaku yang baik, sehingga Kota Yogyakarta menjadi kota yang baik dan amanah baik masyarakat maupun pelayan-pelayan masyarakatnya. Wawali juga mohon kepada jamaah haji untuk mendoakan seluruh jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta agar seluruh aparat Pemkot Jogjakarta dapat bekerja amanah di jalan Allah, sehingga masyarakat Yogyakarta akan sejahtera dan mengharapkan agar seluruh jamaah haji Kota Yogyakarta dapat saling bekerjasama, saling membantu selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Sementara itu Kepala Kementrian Agama Kota Yogyakarta Drs H Fathony, MA menjelaskan, 392 Jamaah Calon Haji Kota Yogyakarta ini akan berangkat ke Tanah Suci terbagi dalam tiga kloter yakni Kloter 21 SOC 177 Jamaah, Kloter 22 SOC 54 Jamaah dan Kloter 25 SOC 160 jamaah. Jamaah Termuda adalah Shinta Rakhmawati Binti Surachmat (26 th) dan jamaah tertua adalah Ngatinah binti Samaun (80 th) Sementara itu Sunardi Syahuri mewakili jamaah calon haji dalam sambutan pamitnya memohon doa kepada seluruh masyarakat agar perjalanan haji ini lancar, seluruh jamaah sehat dapat melaksanaan semua kewajiban ibadah haji dengan baik dan dapat menjaga nama baik Kota Yogyakarta dan nanti pulang ke kota Yogyakarta dalam keadaan sehat dan selamat. (hg)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PENGUMUMAN JUARA LOMBA TEKNOLOGI TEPAT GUNA
Menindaklanjuti Surat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Nomor : 411/3125 tanggal 17 Juli 2013 tentang Pelaksanaan Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat SMA/SMK/MA tahun 2013..... SELENGKAPNYA KLIK DISINI!
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Buka Lomba Gambar di Kel Kricak
Sekitar 250 siswa dari SD, TK dan pra TK se Kota Yogyakarta mengikuti lomba gambarbertemakan lingkungan hidup. Lomba mewarnai dan menggambar yang diselenggarakan dihalaman depan Kantor KPU Yogyakarta ini dalam rangka memeriahkan HUT Kota Yogyakarta ke 257, acara tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Yogyakarta Imam PriyonoMinggu Pagi (22/09). Dalam sambutannya Imam Priyono mengatakan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas pendidikan sangat antusias, hal ini merupakan kerjasama yang solit anatara Legislatif dan Eksekutif. Seharusnya kegiatan yang mendukung kreativitas siswa seperti ini hendaknya selalu berkesinambungan. "Kegiatan ini merupakan suatu inovasi dari penyelenggaraan pendidikan, dan bagaimana kita berinteraksi langsung dengan masyarakat. Acara semacam ini semoga dapat menjadikan makna dan pemahaman semangat jiwa kepahlawanan," katanya Beliau juga menambahkan dengan kegiatan seperti ini anak - anak diharapkan dapat tumbuh dan berkembangan menjadi dirinya sendiri, untuk meraih masa depan menjadi anak yang cerdas ceria dan berbudi luhur. Dengan menggambar anak dapat menyalurkan bakat seninya sehingga berkembang sesuai dengan potensi masing " masing. Tema yang diberikan menjadi salah satu sarana untuk mengekspresikan pemahaman dan kedasaran tentang lingkungan hidup tempat mereka tinggal. Dengan kesadaran yang tumbuh, dapat mendorong anak - anak untuk mampu mengenali dan peka terhadap persoalan lingkungan sekitarnya. Hal senada dikatatakan Camat Tegalrejo Sutini Sri Lestari, ia mengatakan dalam memeriahkan HUT Kota Yogyakarta pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut. kegiatan ini untuk meningkatkan kreativitas seni, budaya, keterampilan, kecerdasan anak serta meningkatkan tali silaturahmi anak maupun orang tua. "Sangat bagus sekali acara ini, semua anak-anak tampil dengan maksimal dan juga kehadiran orangtuanya juga untuk meningkatkan tali silahturrahmi," paparnya.(Nang)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
KOMUNITAS HIJAU KOTA JOGJA MENGADAKAN AKSI BERSIH
Paguyuban, komunitas dan warga pecinta lingkungan seperti komunitas pengolah sampah Jaripolah, komunitas sepeda kuno Kodja, Pory, Gafatar, FKWA, Pare Anom, Paksikaton, siswa SMP Imacullata Yogyakarta, SD Muhammadyah dan warga masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Hijau Yogyakarta, Minggu, (22/09/13) melakukan aksi bersih-bersih kota Yogyakarta. Peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok secara serentak membersihkan sampah disekitar Taman Budaya. Ada sebagaian menuju ke Pasar Beringharjo untuk membagi-bagikan tas belanja ramah lingkungan kepada para pembeli. Beberapa kelompok lain membersihkan wilayah titik nol kilometer Yogyakarta, depan Gedung Agung, monumen SO, depan kantor Bank Indonesia dan Alun-Alun utara. Kepala Sub Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Pelaporan Bappeda Cesaria Eka Yulianti mengatakan aksi ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dari pusat yang jatuh di kota Yogyakarta. Kota hijau dapat dikenali dari 8 (delapan) atribut yang menyertainya, yaitu Perancangan dan perencanaan kota yang ramah lingkungan. Ketersediaan ruang terbuka hijau yang memadai, minimal 30 persen dari luas kota. Konsumsi energi yang efisien. Pengelolaan air yang efektif. Pengelolaan limbah dan sampah dengan prinsip 3R (reuse, reduce dan recycle). Bangunan hemat energi (green building). Penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan. Peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau. "Aksi bersih-bersih hari ini merupakan salah satu dari atribut kota hijua yakni peningkatan peran serta masyarakat sebagai komunitas hijau. Ada beberapa komunitas dan paguyuban pecinta lingkungan hijau seperti Jari Polah, pecinta sepeda kuno, warga masyarakat dan sekolah ikut dalam aksi ini," ujar Cesaria. Cesaria menambahkan bersih-bersih sampah di wilayah Malioboro dan Alun-Alun Utara dan sekitanya ini merupakan salah satu aksi dari komunitas hijau yang bertujuan mendidik masyarakat untuk mengurangi sampah terutama berbahan dasar plastik. Diselah acara pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada para pedagang pasar Beringharjo Endang salah seorang koordinator lapangan Forum Kota Hijau Yogyakarta mengatakan aksi pembersihan sampah plastik dan pembagian tas belanja kepada para pedagang ini bertujuan memberikan sosialisasi kepada para pembeli dan pedagang untuk mengurangi pemakaian tas (kantong) plastik. "Tas yang dibagikan ini diharapkan bisa dibawa para pembeli disaat mereka berbelanja. Jadi tidak perlu menggunakan tas plastik. Mereka cukup bawa tas ini setiap mau belanja. Tas ini cukup kuat dan bisa menampung cukup banyak barang belanjaan. Yang jelas bisa ramah lingkungan dan mengurangi sampah plastik," ujar Endang. Terlihat tas yang dibagikan ini memang cukup kuat dari sisi bahan dan jahitannya serta nyaman dibawa berbelanja. Ukurannya sekitar 50 centi meter persegi. Tas berwarna hijau ini bertuliskan Diet Plastik - Forum Kota Hijau Yogyakarta. Salah seorang ibu peserta aksi bersih bersih yang ditemui di Alun Alun Utara Yogyakarta mengatakan tindakan pembagian tas ini seharusnya dibarengi dengan sosialisasi kepada para pemilik warung, toko, swalayan, supermarket dan pasar tradisional untuk mengurangi pemakaian kantong plastik atau tas berbahan plastik. Sebab menurutnya akan percuma apabila para pedagang ini setiap kali membungkus barang dagangannya menggunakan kantong plastik. Ibu yang tidak mau menyebutkan namanya ini menghimbau kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan tas plastik, dan kalaupun terpaksa dirinya menyarankan agar tidak membuangnya di sembarang tempat. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gerakan Sayang Ibu Kec Kotagede Maju Tingkat Propinsi
Kecamatan Kota Gede maju tingkat propinsi DIY dalam penilaian akreditasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) mewakili Kota Yogyakarta. Tim Penilai akreditasi Propinsi DIY yang dipimpin Dr Arida melakukan kunjungan penilaian di Kelurahan Retjowinangun, diterima oleh Wakil Walikota Imam Priyono dan Ketua TP PKK Tri Kirana Muslidatun, Kamis (19/9). Imam Priyono dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan pembangunan suatu bangsa tidak hanya bisa diukur dari keberhasilan pembangunan fisiknya saja, tetapi juga ditentukan oleh keberhasilan pembangunan manusianya. Program GSI merupakan kebijakan Pemerintah yang diimplementasikan menjadi program bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat penurunan tingkat angka kematian ibu dan angka kematian bayi, kematian ibu hamil maupun ibu bersalin secara integrative sekaligus mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Pemkot Yogyakarta memiliki kebijakan mewujudkan anak yang cerdas sejak dalam kandungan salah satunya dengan Gerakan Sayang Ibu. GSI yang sudah dilaksanakan selama 17 tahun terbukti mampu memberi kontribusi yang besar dalam hal data, inovasi kegiatan, dan penumbuhan kesadaran masyarakat sehingga berbagai permasalahan ibu dan anak dapat tertangani dengan cepat dan tepat, oleh karena itu GSI dibangun sebagai kebijakan yang diharapkan bersifat strategis, mendasar, terpadu sekaligus operasional dengan melibatkan berbagai instansi terkait " katanya. Sementara itu Dr. Arida mengatakan masalah kesehatan terbesar yang dihadapi oleh kaum perempuan di Indonesia adalah masih tingginya angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas. Tingginya angka kematian Ibu dan angka kematian bayi baru lahir disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat kompleks diantaranya pendidikan, pengetahuan, social budaya, sosial ekonomi, geografi dan lingkungan, aksesibilitas ibu pada fasilitas kesehatan serta kebijakan makro dalam kualitas pelayanan kesehatan. Keberhasilan GSI di Kecamatan Kota Gede tidak terlepas dari kepedulian dan dukungan serta partisipasi masyarakat. Terutama dalam hal dukungan perangkat pendukung seperti posyandu GSI, peta ibu hamil, tabungan ibu hamil, pendonor darah dan suami siaga. Tujuan umum dilaksanakan penilaian/akreditasi ini adalah untuk memantapkan dan menggugah kembali pelaksanaan kegiatan GSI di semua tingkat Pemerintahan khususnya di Kecamatan dan Kelurahan dengan kriteria penilaian meliputi pelaksanaan administrasi, pelaksanaan di lapangan serta tingkat partisipasi masyarakat.(Nang)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
TP PKK Kota Cilegon Belajar Pengelolaan P2WKSS Kota Yogya
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cilegon Provinsi Banten, Hj Ida Farida beserta jajaran mengunjungi Pemkot Yogya, Rabu (18/9) diterima Asisten Pemerintahan Pemkot Yogya, H Achmad Fadli didampingi Ketua TP PKK Kota Yogya, Hj Trikirana Muslidatun di Ruang Rapat Walikota. Kunjungan ke Pemkot Yogya dalam rangka melakukan studi banding terkait bidang kesetaraan dan keadilan gender serta tentang pengelolaan Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Ketua TP PKK Kota Cilegon, Hj Ida Farida menyampaikan tujuan kunjungan ke Kota Yogya dalam rangka silaturahmi dan untuk menggali informasi serta pengetahuan terkait program pemberdayaan perempuan, khususnya pengelolaan P2WKSS di Kota Yogya yang dinilai cukup bagus. Untuk itu, beliau mengajak jajaran dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) dan anggota TP PKK Kota Cilegon. "Kami ingin banyak belajar dari Kota Yogya karena Kota Cilegon ini belum lama berdiri baru 13 tahun setelah melakukan pemekaran dari Serang. Kota Cilegon terdiri dari 8 kecamatan dengan masyarakat yang multikultur. Kami melihat banyak potensi di Kota Yogya yang perlu kami gali untuk dipelajari dan diterapkan di Cilegon khususnya tentang pemberdayaan perempuan," jelasnya. Ketua TP PKK Kota Yogya, Hj Trikirana Muslidatun mengatakan pemberdayaan perempuan merupakan salah satu program dari TP PKK Kota Yogya yang terbagi di beberapa kelompok kerja (pokja) PKK. Salah satunya, adalah program P2WKSS Kota Yogya yang cukup bagus berkat kerjasama dan sinergi berbagai pihak, baik pemerintah, PKK, wilayah serta masyarakat. "Yang terpenting adalah sinergi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk tujuan bersama yakni meningkatkan kesejahteraan. Kami juga mengajarkan kepada para anggota P2WKSS untuk pentingnya melakukan jejaring supaya mandiri," kata Hj Trikirana. Upaya yang dilakukan Pemkot Yogya selama ini tak sia-sia karena Kelompok P2WKSS Kelurahan Pringgokusuman Kecamatan Gedongtengen berhasil meraih juara satu tingkat Kota Yogya. Pada bulan Oktober nanti akan maju ke Lomba P2WKSS tingkat DIY mewakili Kota Yogya. Menurut Lurah Pringgokusuman, Atik Hambanari, kunci dari keberhasilan pengelolaan kelompok P2WKSS adalah sinergi dengan lembaga-lembaga yang ada di tingkat kelurahan, seperti LPMK, BKM, PEW, DBKS, Kelompok Tani dll. "Kalau hanya menunggu kegiatan dari pemerintah saja itu tak akan maksimal untuk itu kita harus inisiatif dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada di wilayah. Kalau itu sudah dilakukan dan berjalan dengan baik maka saya yakin target 8 indikator MDGS akan tercapai," katanya. (Ita)